Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rumah Bunuh Diri

Rate this book
Semua anak yang tinggal di rumah itu mengakhiri hidup mereka sendiri. Karena itulah, orang-orang menyebutnya Rumah Bunuh Diri.

Namun, Adrianna yang baru pindah sudah depresi sejak awal dan tinggal di rumah tersebut malah membuatnya menemukan tujuh teman baru sekaligus, yang dia sebut The Boys. Hidupnya yang sepi, kini riuh kembali.

Hingga malam penuh tragedi itu datang. Ketika mereka menemukan mayat di taman dan terjebak dalam permainan Werewolf yang mengancam nyawa.

Lari, lari, ayo sembunyi.
Jangan sampai dipergoki atau bisa-bisa kau ... mati.

196 pages

Published July 1, 2021

Loading...
Loading...

About the author

Ainun NIsa

1 book

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (5%)
4 stars
7 (12%)
3 stars
25 (43%)
2 stars
16 (27%)
1 star
7 (12%)
Displaying 1 - 26 of 26 reviews
Profile Image for veyninda.
155 reviews10 followers
January 21, 2022
Buku tipisninu aku selesaikan dalam beberapa jam aja. Itu pun aku baca di tengah-tengah kerjaan yang lagi menumpuk dan jadi pelarian sejenak 😂😂

Suka banget sama narsinya yang menyelipkan Pop Culture di sana sini. Terus cara penulisannya enak keliatan banget kalau penulisnya udah sering nulis ☺️ Konsep death gamenya juga menarik. Cuma aku merasa character-nya kurang ter devlop dengan baik. Aku masih menemukan beberapa hal yang kurang dari karakternya. Terus aku juga merasa ada beberapa bagian di narsinya yang agak berlebihan (pendapat pribadi) tapi jujurly secara plot seru sih. Di bab-bab awal aku dibuat ketawa sama kelakuan The boys and geng, terus i bagian akhir di buat tegang
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 22 books473 followers
November 21, 2021
Premisnya keren, penceritaannya menarik, dan banyak banget hal yang bisa dipelajari dari novel tipis ini. Sayangnya, aku kurang bisa menikmati. Plot twist-nya antata ketebak dan nggak ketebak. Maksudnya, aku tahu bahwa pelakunya pasti ada di antara mereka, tapi nggak bisa nebak siapanya. Btw, aku suka endingnya.

Karakter masing-masing tokohnya kurang tergali, meski beberapa kali disebutkan dalam narasi Adrianna bahwa si A genius, si B begini, si C, begini. Bahkan sebenarnya nggak banyak penjelasan tentang latar belakang the boys ini. Seperti mereka itu anaknya siapa, orangtuanya ke mana, seolah-olah hidup mereka itu ya di sekitar basement Ethan dan sendirian.

Selain itu, tentang rumah itu sendiri kurang dieksplor sih menurutku. Hanya ada cerita bahwa a,b,c,d terjadi di rumah itu, terus di ending dijabarkan kebenaran tentang kejadian-kejadian tersebut. Tapi relasi antara Adrianna dan rumah itu berasa kosong gitu. Terakhir, menurutku porsi bercanda dan ceng-cengan di antara mereka terlalu besar. Ya mungkin untuk menunjukkan kedekatan di antara mereka ya, tapi untukku terasa bertele-tele. Mungkin ini yang membuat akhirnya karakter the boys ini kurang tergali.

Satu pertanyaan yang belum terjawab: ke mana perginya semua tamu pesta Reva saat permainan werewolf itu dimulai.

Well, mungkin soal selera sih. Yang jelas, idenya dan juga endingnya oke banget! Dan aku juga suka kisah di balik si pelaku itu. Sedih, tapi juga kejam.
Profile Image for aynsrtn.
639 reviews27 followers
February 12, 2026
Adrianna baru saja pindah ke sebuah perumahan Melinoe Hills. Di sana Adriana memulai pertemanan dengan 7 laki-laki sebayanya, yaitu kembar tiga (Toby, Juna, dan Peter), Nick, Samuel, Ethan, dan Haris, yang Adrianna panggil dengan sebutan The Boys. Adrianna diberitahu oleh para teman laki-lakinya itu bahwa rumah baru yang Adrianna tempati adalah rumah bunuh diri. Para penghuni sebelumnya selalu bernasib naas. Mereka tewas dengan mengakhiri hidup mereka sendiri. Ayah Adrianna mengetahui fakta itu, tetapi dia tetap membeli rumah itu dikarenakan murah dan tak percaya tahayul. Namun, hidup Adrianna tak lagi sama, ketika di sebuah pesta, seseorang tewas dengan begitu mengenaskan.

Konsep permainan Werewolf.
Buku ini memiliki konsep yang unik, yaitu menggabungkan thriller-mystery dengan permainan werewolf. Ada empat karakter yang dimainkan: the moderator, the villagers, the seer, dan tentu saja the werewolf itu sendiri. Namun, bedanya di sini nyawa menjadi taruhan.

Latar yang digunakan.
Dari nama-nama tokohnya seperti dari luar negeri, bahkan nama orang-orang yang berada di perumahan itu (termasuk nama perumahannya). Tetapi, ternyata ini masih di dalam negeri. Makanya agak membingungkan menurutku. Kenapa nggak sekalian beneran di luar negeri atau nama-namanya dibuat lebih lokal. Agar supaya ada konsistensi.

Pendalaman karakter.
Adrianna di sini menurut dia mengalami depresi. Tapi, mengapanya itu tidak digali lebih dalam. Apa ada trauma, apa ada kejadian waktu kecil, duka dan luka, karena terlihat keluarga Adrianna itu baik-baik saja dan aman sentosa. Karena menjadi depresi itu minimal ada backtrack-nya.

Lalu, ini yang menjadi pertanyaan besar bagiku adalah karakter [redacted]. Mengapa dia bisa seekstrem itu padahal hidup bersama dan pola asuh yang sama? Hanya ada 1 kejadian yang memicu, kemudian mengubahnya menjadi sedalam itu? Hm. Soalnya yang lainnya tidak begitu (tidak mau spoiler, tetapi intinya begitulah :D)

Alasan yang terlalu mudah.
Bayangin nih kamu berdelapan, masa takut sama 1 orang aja? Nggak ada dari mereka yang berusaha ngedobrak pintu atau cari jalan lain. Kayak terlalu pasrah begitu saja mengikuti permainan werewolf. Dan sejujurnya kematian pertama itu sia-sia. Sebab tidak ada kematian lainnya. Semua terlalu mudah dan nurut. Padahal kan mereka masih muda, jiwa-jiwa pemberontaknya lebih membara.

Rekomendasi.
Kalau butuh bacaan thriller-mystery yang lumayan tipis, dapat dibaca sekali duduk, dengan konsep yang unik, monggo dibaca. Ini masih satu generasi urban thriller dengan Alegori Valerie dan Sang Peramal.

🌹 3 bintang untuk rumah bunuh diri tetapi kejadian utama di buku ini, tidaklah di rumah bunuh diri itu.
6 reviews
January 9, 2022
Ceritanya asik, plot twistnya juga tidak menyangka walaupun kita tau pelakunya ada salah satu dari mereka tapi gak nyangka aja kalau ternyata pelakunya "dia". Tapi gue merasa pas bagian-bagian akhirnya aja mulai seru, karena pas awal-awal masih pengenalan tokoh. Oh iya, dan pas pengenalan tokoh, sepertinya karakter dari beberapa tokoh masih belum terlalu ditunjukkan. Untuk endingnya, seruu gue suka! Pas banget!
Profile Image for Dety  Mutiara.
132 reviews6 followers
March 25, 2022
Nanti aku tulis yang versi niatnya wkwk Tapi intinya kurang suka karena kurang greget, padahal kalau dieksekusi lebih lagi pasti akan jadi jauhh lebih baguss. Tapi untuk ukuran novel debut, udah lumayan
Profile Image for tïmmyrèvuo.
210 reviews3 followers
May 28, 2025
First of all—the plot.
This book has a lot of potential. Seriously.

It tells the story from Adrianna’s point of view—a girl struggling with anxiety disorder who moves to a new house and meets seven souls… all boys, each carrying their own deep, haunting past. One night, everything changes. She sees her friend’s corpse, and suddenly, they’re all trapped in a deadly werewolf game. That’s when the real thriller begins.

Sounds promising, right?

But here’s the thing. The book is under 200 pages—and nearly half of it is just Adrianna bonding with her seven knights. That’s sweet and all, but it makes the actual plot feel… unfinished. Not even “almost”—just not there yet. That’s why I said it has potential. It focuses so much on Adrianna’s life and the boys’ backstories that we lose the heart-pounding details we need in a thriller.

And the love story? Ugh. Honestly, it would've been better left out. It feels like riding a rollercoaster... but for toddlers. Sure, it's a rollercoaster, but where’s the thrill?

I really wish the climax had more drama—something that makes you gasp, pause, maybe even clutch your chest. Not just, "Oh… that’s it?"

That said—I love the cover. It sets a big expectation. One I hope future books by the author will live up to, because with the right depth and pacing? This could’ve been unforgettable.
Profile Image for Riri.
150 reviews2 followers
March 30, 2025
Berasa baca fanfiction BTS. Dari awal aku udah nebak kalo author ngambil character traits member BTS untuk dijadikan sebagai karakter dalam buku. Aku bahkan bisa coba untuk nebak siapa jadi siapa di dalem buku ini.

Aku gak masalah dengan apapun yang menginspirasi penulis untuk membuat karakternya hidup. Tapi kalo kayak gini berasa terlalu obvious aja dan jadi kayak baca fanfic doang. As someone who isn't a fan of BTS, this feels tacky and cheesy.

Story tellingnya juga gak membantu untuk bikin buku lebih menarik. I don't mind the use of english sentences here and there but not this much. But maybe this is just my preference.

Beberapa penggunaan Bahasa Indonesianya juga jadi kaku kayak "jangan mengambil kredit". Aku tau maksud author pengen bilang "don't take the credits", tapi bingung kalo Bahasa Indonesia jadi apa. And don't get me wrong I totally get it. That's just how your brain works when you're able to speak multiple languages. It's not a problem at all, except if you're trying to write a book.

Menurutku, ide author tuh udah bagus. Garis besarnya oke. Kreativitasnya juga tinggi karena aku bisa liat gimana author cari referensi soal nama-nama Dewa Yunani (please cmiiw) dan menurutku itu menarik. Tapi, author cuma perlu memperbaiki story tellingnya aja.

Terlalu banyak narasi yang gak perlu. Banyak adegan yang terlalu kaku. Selama baca buku ini, aku terus-terusan batin "gak ada orang beneran yang berinteraksi kayak gini" karena interaksinya gak alami banget.

Salah satu chapter isinya cuma mereka ngenalin diri satu sama lain. Author juga kayaknya terlalu fokus untuk ngenalin si 7 anak cowo itu dari awal. Dan semua cowo for some reason ngenalin diri ke si cewe because of course she is the main character. Padahal, gak harus pake "Halo, namaku xxxx" pun bisa. Perkenalan itu bisa ngalir sendiri seiring alur. Udah gitu tiba-tiba deep talk yang out of nowhere tentang mental health dan bisa berhalaman-halaman. Dan lebih anehnya lagi, mereka baru ketemu beberapa hari, tapi seakan-akan udah punya ikatan seerat itu.

Gimana si 7 cowo itu langsung nempel ke si 1 cewe baru itu dalam beberapa hari doang juga feels a lot like a fanfic to me.

Dan eksekusi endingnya yang menurutku agak...ngambang. Motif pelaku di akhir agak underwhelming. Motif dia ngebunuh satu cewe itu juga gak penting dan melenceng dari motif awal dia cuma biar "yeah cause i'm a psychooo". But again, maybe this is just my preference

Tapi, ini sangat wajar karena ini merupakan debut novel author. I can tell that she is a very creative person and she has a lot of ideas. Cuma perlu untuk belajar nulis lagi aja.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,646 reviews76 followers
Did Not Finish
March 12, 2026
DNF.

Aku gak tahan. Cuma baca sampai chapter 12. Dialog-dialognya Adrianna sama The Boys kelewat cheesy. Out of the blue tiba-tiba dua karakternya ngomong deep talk like what the hell? Gak alami banget alur percakapannya. Aku juga ngerasa buku ini try too hard to be like Goosebump. Lagian membingungkan. Seting di Jakarta tapi orang-orangnya malah bule dan blasteran semua. Adrianna Valhalla. Valhalla, what kind of family name is that? Terlalu mengada-ngada untuk cerita yang bukan cerita fantasi. Udahlah. Can't stand it anymore. Unfortunately, bye.
Profile Image for ⭑.
189 reviews7 followers
December 7, 2025
Bintang satu karena nggak jelas buku ini mau dibawa kemana arahnya. Akan panjang karena banyak yang dibahas. Di awal rasanya banyak menyinggung soal mental health di mana si karakter itu memiliki gangguan jiwa. Lalu muncul karakter lain yang memiliki latar depresi dan karakter-karakter lainnya yang juga sama. Tapi rasanya terlalu dangkal, depresi yang digambarkan seolah hanya perasaan “aku merasa kosong” dan tidak digambarkan dengan jelas. Kondisi kesehatan lain seperti “anxiety attack”, “insecure” semuanya terkesan sebagai pemanis yang terlihat seperti orang-orang sedang self diagnosed. Tidak ada pendalaman atau pun penjelasan lebih lanjut. Tidak memberikan value apa-apa pada cerita.

Karakternya terlalu banyak dan tidak ada kedekatan emosional rasanya. Karakter Adrianna ini deskripsi yang diberikan pada karakter The Boys lebih ke fisik. Tampan, senyumnya manis, senyumnya keren, ini dan itu. Tapi sedikit sekali yang menjelaskan sifat. Bonding antar karakter juga nyaris nol besar, sebagai pembaca pun merasa si trio kembar itu seolah tidak dekat bahkan tidak memiliki kedekatan jika tidak dibilang mereka kembar. Karakter Adrianna juga terlalu “pick me”, dan seolah ingin sekali membawa karakter ini dekat dengan Ethan. Apalagi saat chapter ketika game warewolf itu, tidak ada “khas” dari setiap karakter dan semuanya terkesan buru-buru.

Banyak percakapan yang tidak penting. Membuang-buang kata dan tidak ada substansinya di dalam cerita. Ya oke jika memang ingin menyisipkan idola atau apa tapi rasanya aneh saja karena tidak pada proporsinya. Ditambah ada bagian ada karakter yang sekarat karena diserang warewolf lalu ada percakapan “untungnya aku kuliah kedokteran.” Like what are you thinking? Temen lu mau mati dan lu bragging diri lu? Aneh banget nggak masuk akal. Di tambah mereka sudah cukup dewasa tapi pembicaraan juga penyelesaian masalah mereka seperti anak sekolah.

Latarnya katanya di Indonesia, perumahan elit tapi rasanya terlalu imajinatif dan tidak sesuai dengan latar Indonesia. Kalau referencenya seperti rumah Pondok Indah, rasanya kecil kemungkinan mereka punya geng karena mereka terlampau sendiri-sendiri. Pesta kostumlah lalu ketika ada pesan dari warewolf mereka bukannya kabur dari rumah itu malah lanjut main padahal temennya jelas ada yang mati. Too dumb to be true. Rasanya gregetan kesel aja karena BODOH banget.

Alurnya cepet banget ngebut kayak naik whoosh. Nggak ada naik turunnya semuanya CEPET sampai habis baca dan ngerasa “apa deh.” Apalagi chapter terakhir yang kesannya bener-bener dikebut. Kayak belum mateng tapi dipaksa mateng.

Tapi ya sudah, baca buku ini buat killing time tapi berakhir gregetan karena semua isi di dalamnya. Sekian.
Profile Image for Day Nella.
317 reviews6 followers
July 25, 2024
"Kita adalah penghuni baru dan sudah membeli rumah ini secara legal. Kita tidak punya hubungan dengan keluarga-keluarga sebelumnya." Chapter 3
-
Rumah Bunuh Diri
Ainun Nisa
Penerbit Noura Books
Edisi Digital, 2021
Tebal 196 Halaman
Baca di Ipusnas
-
Aku mendapatkannya di Ipusnas dan kali pertama membaca karya penulis satu ini yang judulnya bikin rasa penasaranku meronta, ehe.
Ditambah covernya yang cakep menghadirkan keingintahuan tinggi ada apa dengan rumah bunuh diri?
Maka ketika membaca bagian prolog aku udah suka, ditambah isu psikologis di sana terkait tokohnya yang menderita Anxiety Attack-serangan panik yang tiba-tiba muncul.
-
Keluarga Andrianna dan keluarga pindah ke sebuah rumah mewah yang ternyata memiliki sejarah kelam dan diberi julukan oleh para warga setempat dengan Rumah Bunuh Diri. Karena setiap keluarga yang pindah ke rumah tersebut akan selalu berakhir meninggal. Dia sendiri tahu hal ini dari beberapa pemuda yang tinggal di lingkungan tersebut hingga menanyakan apa alasan Adrianna memilih untuk pindah ke sana.
Perlahan terungkap hal janggal yang ditemukan oleh Adrianna yang otomatis membuat dirinya ketakutan. Sampai pada akhirnya dia yang mendapatkan kode kalau dia juga berada dalam bahaya.
-
Karena ini tentang rumah. Yang jadi fokus utama tempat bunuh diri yang sejujurnya aku nantikan kapan rumah itu akan dikulik, apa saja yang membuat mereka bunuh diri, adakah pemicunya?
Sayangnya itu tidak terhighlight dengan baik.
Terlalu banyak interaksi Andrianna dengan para pemuda tampan yang aku pikir ini seperti sekelompok boy band. Dan balik lagi tidak menjawab apa yang dinantikan tentang para korban yang berhubungan dengan rumah yang ditempati Adrianna.
Jadi karakter para the boys ini nggak kuat, perkembangan karakter Adrianna terasa jalan ditempat.
-
Aku cukup menyukai permainan kematian yang diciptakan guna mengungkap kasus dalang dibalik rumah bunuh diri. Sayangnya ketegangan itu tidak tercipta. Untuk penyelesaiannya realistis aku suka. Nggak terburu-buru dan diceritakan cukup baik hanya alasan di balik Rumah Bunuh Diri ini yang agak lain.
Meski begitu aku suka dengan gaya bercerita penulis. Dan menantikan karya lainnya.
Personal rate 3,8/5
Profile Image for ramadani.
13 reviews
December 11, 2025
bagus sih.. bahasanya ringan banget, gampang di mengerti, plot twist juga oke sempet hah heh hoh wkwkwk

tujuan si sikopat (peter) : he said demi kebebasan dengan membunuh anak anak penghuni rumah bunuh diri (adri's house) yang menderita (?)

konsepnya kayak 'biar ga menderita mending kasi mati aja sekalian' wtf dude..

fyi anak anak yang dibunuh itu anak yang dapet perlakuan ga baik dari orang tuanya

nah si peter ini bikin game werewolf yang ngelukain temen temennya bahkan 2 sodara kembarnya sendiri

tujuan dia ngelakuin game itu apa?
they are broken people, sekali mendayung 2 3 pulau terlampaui (remember dia ngilangin beban orang dengan bunuh mereka) ilang senyawanya anj

ko bisa broken emg mereka kenapa?
nahhh mereka tuh punya besti namanya charlie, si charlie ini kayak sunshine gitu auranya happy mulu, tbtb mokad bundir siapa yang ga kagett, dari sini temen temennya tuh pada uring uringan

dipikiran peter merenggut nyawa sama artinya membebaskan orang itu dari siksaan (tangan kanan Izroil kah)

god damn ternyata peter trauma ama bapaknya agatha primrose krn bapaknya touchy mungkin dia dilecehkan? selain itu dia jg psikopat si no debat..

gimana bisa dia motong leher Charlie which is bestinya sendiri krn pengen ngerasain darah muncrat cooooooo

he blame a house fuckin building.. padahal dia aja yang sengklek njir, setengah rolas arek iki. Selain itu yaa anak anak yang pindah disana gak beruntung sii (cry cry)

anak anak yang menderita itu udah ga kesakitan lagi (udh mati soalnya)

in the end he name it freedom
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for mayday.
435 reviews11 followers
October 30, 2021
Mengutip dari website Mizan Store...

Keunggulan Buku
.....Tokoh-tokohnya terinspirasi dari anggota BTS. Jadi, selain membaca buku bisa sekalian fangirling. Mengangkat isu mental health yang saat ini menjadi sorotan, terutama bagi para anak muda. Mengambil tema permainan Werewolf yang cukup digandrungi di seluruh dunia dan sudah akrab di telinga remaja. Novelnya tidak terlalu tebal, jadi bisa dibaca dalam sekali duduk. Namun, ceritanya sangat padat dan seru, memacu adrenalin.


Buku perdana penulis, well done, girl! Buku yang bagus adalah buku yang selesai ditulis. Mantab.

Walau kerasa banget sih memang vibe fanfiction-nya, sesama orang yang berkutat di dunia pasti tau lah yah vibe walau aku sendiri jarang banget masuk di niche Bahasa Indonesia. Dan baru sadar ketika baca bukunya sendiri, "7 orang cowok? Ini reverse harem? Wait? Member BTS ada berapa ya?" sampai harus chat temen untuk tanya berapa banyak member BTS.

Urban thriller yang aku harapkan sih memang agak miss ya, aku mengharapkan daerah yang setidaknya kita tahu, misalnya perumahan mewah di kota besar mana begitu. Aku merasa membaca goosebumps saat kecil dengan tokoh dengan nama karakter barat, daerah-daerah yang sama sekali tidak ada di Indonesia :'>

Untuk novel debut, mantab lah walau untuk urban thriller masih belum menggigit banget.
16 reviews
July 24, 2025
oOKAYYY. I understood the references. untuk sebuah novel debut bergenre THRILLER ini keren sih! plot twist yang lumayan terbaca buat gue (thanks to one of us is lying). gue sukaa, bikin stress bacanya.

ok ini akan w review agak panjang krn seru BUAT GUE.

penggambaran rbd di dalam rumah itu sendiri terbilang kosong. cuman ada story-nya aja. gue menantikan kesan mencekam dia di rumah itu tapi ternyata malah di rumah orang wkwk.

buat tata bahasa. mmm latar adri emg orang luar negri sih, cuman buat yg lain ko kaku banget ya.. w g masalah kalau kakunya ya semuanya, tp ini setengah2 gt. jadi ga konsisten dan jatuhnya kayak baca fiksi remaja yang chessy dan mau baku.

w g prnh baca novel thriller kyk gini (adengan kekerasan) so gbisa bilang ini kurang greget etc. tapi ya sih, w pengen di akhir ada pertemuan mereka dengan Peter. w suka acara nangis2an (bargaining).

no comment untuk sifat2 si karakter. tp w bingung mau membayangkan ardi nih seperti apa. if you read the book, yk what I mean.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ran.
35 reviews1 follower
December 28, 2025
Just finished this book for two days! But I think, this book could be finished in just one day or few hours. Because the pages less than 200, and the storyline is not too complicated. The author bring werewolf games in this book and turned out it's not a games, it's real killer, psychopath. The killer hide between Adriana's new friends as they played werewolf. At first, I didn't know why it's called "Suicide House," and started wondering "is there any ghost?" But there's no ghost. The storyline focusing on Adriana and her friends, and of course from Adriana pov. Even though the prolog and epilog based on the killer's pov. I'm not even surprised when the killer is found, I know it!! Because the killer a bit fishy. I can't say it's the best book, but if you're in rush and still want to read book. You can read this one!! Plus the story is not complicated, so yeah you won't get dizzy while reading.
Profile Image for notyour dragon.
55 reviews
October 2, 2025
Ya lumayan ceritanya, meski ada beberapa part yg membosankan. Entahlah, mungkin karna terlalu banyak pemeran. Selain itu banyak percakapan yg ga penting dimasukkan dalam cerita ini. Aneh aja, tiba tiba Rumah Reva langsung padam. Dalem ruangan, cuman ada 7 orang. Terus aneh banget semua pemerannya cowok sama 1 MC cewek. Entahlah si MC ini kumerasa pick me temennya cowok semua. kerasa aneh banget kayak baca fanfiksi buat remaja. Di beberapa novel thriller biasanya ada beberapa tokoh cewek dan karakternya kuat jadi pembaca bisa bedain antar tokoh. (Baca ini karena melihat cover dan judul yg cukup menarik, tetapi yah ceritanya kayak gitu)
13 reviews
November 6, 2024
Bagaimana rasanya pindah ke rumah yang dulunya jadi tempat bunuh diri?

Adrianna pindah ke rumah yang dijuluki sebagai Rumah Bunuh Diri. Dia bertemu dengan teman-teman baru yang mampu mengisi kesepian hidupnya. Namun, suatu malam mereka terjebak dalam permainan Werewolf yang mengancam nyawa. Dapatkah mereka menyelamatkan diri dan menemukan pelakunya?

Premis novel ini unik. Aku suka ide penulis memadukan permainan Werewolf dengan thriller. Sepanjang permainan aku merasa tegang dan menebak-nebak siapa otak yang membuat permainan itu.

Namun, bagian awal hingga pertengahan cerita aku sedikit bosan. Penulis ingin membangun kedekatan Adrianna dengan teman-teman barunya, tetapi aku kurang bisa merasakan chemistry mereka. Ketika sampai di pertengahan cerita dan permainan Werewolf dimulai, aku baru bisa merasa tegang.

Pace-nya yang cepat membuatku kurang bersimpati dengan Adrianna. Adrianna digambarkan sebagai orang kesepian dan sebelumnya mengalami depresi. Sayangnya, penulis cenderung dominan telling dibandingkan showing. Aku tidak bisa merasakan kesepian Adrianna.

Judul buku juga kurang mempresentasikan isi buku. Kukira novel ini akan berpusat pada Rumah Bunuh Diri, tetapi malah fokus pada hal lain.

Akhir kata, novel ini cukup menghibur dan unik. Permainan Werewolf dibalut thriller yang menegangkan.
Profile Image for Abovetheclouds.
205 reviews
August 12, 2024
Bagian prolog aku merasa cerita ini cukup meyakinkan untuk dibaca namun, setelah melanjutkan ke bab2 berikutnya aku merasa kurang oke dengan percakapannya dan sedikit bumbu romansa yg ditampilkan, dan dalam buku ini juga membahas mengenai kesehatan mental beberapa tokohnya dan cukup mudah ditebak walaupun begitu worth to read dan menurutku cukup page turner dan plot twistnya cukup okee
3 reviews
June 3, 2026
terlalu bertele2 dan very slow pace di awal sampe pertengahan, kebanyakan percakapan ya well aku tau buat well development character, tp menurut ku kurang deep development nya, trus pertengahan ke ending lumayan seru page turning, tapi sebelum ketahuan siapa pelakunya, ini pelakunya gampang ketebak bangeet haahh
Profile Image for ninA.
26 reviews
July 21, 2026
ceritanya lumayan bagus, cuman pertanyaanku kenapa ga sekalian ambil latar di LN aja.. kurang bisa enjoy karena latarnya di Indonesia tapi nama kebanyakan tokoh dan tkp-nya kayak kurang Indonesia banget gitu. Jadi agak aneh aja. tapi endingnya bagus, ada plot twist ala ala yang sebenernya udah kebaca sih..
17 reviews
March 9, 2026
Mau DNF tapi sayang udah dibeli.
Butuh waktu yang gak sebentar buat namatin buku tipis ini karena se-boooringg ituu.
Pengenalan karakternya hampir setengah buku sendiri, pun gak yang se-deep itu.
Ngambang, eksekusinya nanggung. Tapi twist-nya lumayan lah. Boleh diapresiasi.
Profile Image for Alfin Rafioen.
181 reviews8 followers
November 18, 2021
Ceritanya bagus banget! Penokohan dan alur yang nggak ketebak, tensinya terasa tajam dan misterius. Ada werewolf juga! Keren banget!
2 reviews
April 25, 2022
Novel ini seru dari mulai kasus pembunuhan pertama di danau, sebelum itu, cerita agak bertele-tele dan di ending, feel-nya kurang dapet
Profile Image for Zharen.
18 reviews
June 12, 2022
Bukunya tipis jadi alurnya lumayan cepat. Karakter tiap tokohnya sedikit lemah karena tidak terlalu dibahas. Terus ya pelakunya mudah buat ditebak kalau fokus diawal cerita.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for naaan.
16 reviews
July 1, 2025
bukunya cocok kalo dibuat bacaan ringan,

dari gaya penulisan dan alur cerita, i would probably love this book if i was 10 years old
14 reviews
May 22, 2026
Menurut aku dan berdasarkan selera aku, kurang nikmat bacanya.
Profile Image for sesamesyrup.
58 reviews
Did Not Finish
March 19, 2026
DNF maaf. Dari segi cerita sampe penokohannya bikin ga nguati, sama sekali ga masuk akal interaksi antar tokohnya padahal prolognya menarik banget🙏
Displaying 1 - 26 of 26 reviews