Dunia terus tumbuh dengan cepat tanpa sepenuhnya mampu kita pahami dan ikuti. Membaca membantu kita perlahan menyadari obskuritas dan ketidakpastian yang kita alami hari ini. Sebagaimana kita pun tahu, sastra adalah salah satu hal yang membuka ruang baru bagi pengalaman psikis kita sebagai individu maupun kelompok, karena darinya kita membaca kehidupan manusia, yang sekalipun dikemas sebagai sebuah fiksi, merupakan tangkapan terhadap realitas historis kita.
Buku ini adalah kumpulan interaksi saya dengan buku-buku dan peristiwa. Saya membaca Borges, kemudian Bukowski, Orwell, Sapardi, Kundera, Blackpink, Saramago, Heidegger, dan lainnya, berusaha menangkap hal-hal lain yang tak tertangkap dalam sekali pembacaan. Semua itu membuat saya semakin ingin banyak membaca. Saya percaya bahwa, membaca akan memberikan peta kepada hati dan pikiran kita untuk menentukan arah dan letak yang mesti kita tuju sebagai manusia yang sebenarnya.
Kumpulan esai yang cukup menarik, tapi sayang sekali kurang mendalam (sepertinya terlalu pendek) dan saya tidak berhasil mendapatkan sisi pribadi penulis dalam esainya (mungkin karena sedari awal penulisannya ditujukan untuk koran, bukan esai yang berasal dari catatan harian penulis atau sejenisnya), tapi setidaknya saya memperoleh inspirasi buku bacaan dari esai ini.