Edogawa Ranpo adalah grand master fiksi misteri dan detektif Jepang. Dia juga seorang penulis utama dalam tradisi Modernisme Jepang, dan salah satu yang memberikan pengaruh besar terhadap budaya populer dan sastra Jepang saat ini.
Dalam menghidupkan cerita-ceritanya, Ranpo seringkali menggunakan tokoh favoritnya, seorang detektif muda bernama Akechi Kogoro. Dalam salah satu cerita yang ada di buku ini, kita juga akan dikejutkan dengan kejeniusan Akechi dalam menyibak sebuah teka-teki yang tampaknya mustahil untuk dipecahkan. Selain kisah tentang Akechi Kogoro kita juga akan mendapati cerita-cerita yang ketika selesai membacanya, kita akan bertanya kepada diri sendiri, “Apa-apaan ini?”
Hirai Tarō (平井 太郎), better known by the pseudonym Rampo Edogawa ( 江戸川 乱歩), sometimes romanized as "Ranpo Edogawa", was a Japanese author and critic who played a major role in the development of Japanese mystery fiction.
... maaf ya aku memilih yang pendek saja supaya ada jaminan bisa selesai 🙈
Di buku Stalker terbitan @penerbitodise ini ada 4 cerpen, yang paling panjang cerpen pertama, penguntit di loteng. Di halaman empat kita sudah dipertemukan dengan Akechi Kogoro! 😆 Cerita pertama ini tentang manusia bosan yang melakukan "pembunuhan yang sempurna". Meskipun detektifnya bukan tokoh utama, tapi kejeniusannya terlihat, lho. Jadi penasaran dengan kasus lain apa yang diselesaikannya. Oh ya, moral of the story: kebosanan itu berbahaya.
Tiga ceritanya yang lain memiliki latar dan plot yang berbeda-beda, tetapi sama-sama menyoroti kengerian mencekam yang dirasakan narator ketika ada kejadian yang tak biasa.
Saya cukup puas dengan buku kecil ini,terutama kualitas penerjemah (Dewi Martina) dan kertas cetakannya. Kapan-kapan akan membandingkan terjemahan "Rumput-Rumput Beracun" di sini dengan terjemahan dari buku lain 😆
pertama kali baca Edogawa Ranpo, seru juga. ceritanya pendekpendek jadi ga bikin bosen. tapi sayang Akechi Kogoro nya cuma muncul di 1 cerita, padahal kayanya dia detektif potensial.
Stalker merupakan kumpulan empat cerita pendek yang akan membawa pembacanya merasa penasaran, aneh, bergidik, ganjil, dan seram, tetapi tetap seru untuk dibaca sampai akhir. Perasaan-perasaan tersebut ada dalam wujud pikiran dan tindakan manusia yang penulis hadirkan dalam tokoh-tokohnya.
Dalam pandangan saya, kekuatan buku ini selain dari karakternya yang kuat juga dari pengembangan ide yang menarik. Tiga dari kumcer Stalker ini berisi tentang kejahatan dan satu cerita lainnya perihal ketakutan manusia.
Dengan latar Jepang pada masa sekitar tahun 1930-an, penulis mencoba mengulik moral masyarakat secara umum lewat hasrat buruk dan ketakutan manusia. Melalui Stalker, penulis hendak mengurai bibit kejahatan berawal dari macam-macamnya niat seseorang yang pada akhirnya tumbuh berkembang menjadi pembunuhan-pembunuhan: ada yang senang mengintip kehidupan pribadi orang lain; berawal dari sakit hati sampai terobsesi hingga kekerasan terjadi dan berakibat main hakim sendiri; ada yang karena kondisi masyarakat, dan tekanan serta beban yang harus dihadapi; bahkan kejahatan terkadang tidak perlu alasan yang muluk-muluk atau metode yang rumit-rumit. Yang sederhana pun bisa jadi cukup selama manusia memiliki hasrat.
Salah satu karya Edogawa Ranpo yang juga terkenal. Yang stalker. Kita bakalan kenalan sama kejeniusannya Akechi Kogoro.
Tapi yaaah, cara Ranpo nyeritain gimana Endo mati itu bener-bener bikin aku skip2 paragrafnya. Nggak kuat. Hati ini terlalu lemah baca gtuan. Hahaha. Terus motif Saburo juga konyol. Baca ini bikin aku kayak,
ih apaan sih Saburo. Psikopat.
Untung ada Akechi Kogoro. -Kayaknya tahun depan deh bakalan comeback baca Ranpo tapi edisi Akechi Kogoro.
Cerpen lain yang Lamunan di siang hari itu bikin mikir sih. Ini cerita tentang apa dan kenapa. Kayak biasa tetap ada plot twistnya tapi Ngantung gtu. Bacanya tuh berasa, heh terus gimana? Itu polisi ngapain coba di situ.
Yang cerpen kanal2 Mars, di halaman 98an apa ya, aku skip lagi narasinya. Yang bagian dia mulai nyakitin diri sendiri. Terlalu seram. Tapi seenggaknya ini cerpen yang rada beda cara narasinya dibanding cerpen lain. Ending bikin puas dan lega sih.
Kalau cerpen rumput2 beracun, kayak diajak liat dan mikir soal "jaga mulut". Plot twistnya ngga terlalu terasa karena bisa ditebak sih. Hanya aja endingnya agak2 di luar perkiraan dikit
Perkenalan yg baik pada karya Edogawa Ranpo ya. Penulis yg memengaruhi Aoyama Gosho dalam berkarya ini akhirnya karyanya dapat saya baca. Sebenarnya saya udah punya komik Akechi Kogoro yg Boys Detective tapi belum sempat terus buat dibaca buat kenalan dng karya beliau. Buku ini kumpulan cerita yg mengambil sudut pandang pelaku sebagai pencerita yg benar² bikin saya tercengang dng setiap ceritanya. Dari 4 cerita saya paling suka cerita pertama dan paling gak suka (karena gak ngerti banyak bingungnya) pada cerita ketiga. Sementara paling sedih pada cerita keempat. Paling ngeri pada cerita kedua. Ah ini perasaan saya saja sih setelah membaca keempat cerita yg mencengangkan ini. Saya mau kasih 5 bintang, tapi saya tidak ngerti cerita ketiga sehingga memutuskan memberikan 4.5 tapi dibulatkan ke bawah jadi 4 kalo di goodreads ini. Kalo di luar goodreads pasti 4.5 kok. Karya ini bagus dan menarik membuat saya ingin membaca karya Edogawa Ranpo lainnya. Makin penasaran sama karya beliau lainnya.
Super recommended! Cocok untuk siapa aja yang pengen Baca cerita Thriller yang Ringan.
Kumpulan cerpen Edogawa Ranpo akan membawa kalian menjelajahi pikiran gelap manusia dengan latar di Jepang masa 1930-1950 an.
Menurutku ini Salah satu Kumpulan cerpen yang "feel" nya lengkap gitu. Ada yang membahas soal hasrat buruk manusia, ada yang membahas ketakutan, ada yang membahas rasa ganjil, bahkan juga ada yang membahas mengenai masyarakat.
penguntit di loteng bakal bikin kita ikut merasakan deg-degan seperti tokoh utama yang melakukan kegiatannya di sana.
lamunan di siang hari entah kenapa tidak memberi kesan yang kuat (mungkin karena aku terlanjur jatuh pada kisah penguntit).
lalu membaca kanal-kanal mars, harus aku akui agak menyeramkan.
yang terakhir mengenai rumput-rumput beracun walau sebelumnya pernah membaca kisah tsb tetap saja masih merasa ikut miris dengan yang terjadi akibat rumput tak bernama itu.
Suka banget sama cerita pertama di buku ini tentang orang gabut yang tertarik sama kriminal wuakakak, setelahnya cuma cerpen cerpen yang ya cukup ngeri sih, cuma lebih ke thriller daripada misterinya, tapi BUKU INI BAGUS BGT
Ternyata pernah baca cerita terakhir nya yang rumput-rumput beracun entah di mana lupa. Cerita yang pertama panjang dan mengawali kemunculan Akechi Kogoro sih. Mau baca yang lainnya juga.
Langsung jatuh cinta di perkenalan pertama sama karyanya Edogawa Ranpo ini. Cerpen favoritku di bagian terakhir, Rumput-Rumput Beracun. Agaknya bikin kepikiran, ya. Bagus!
Kejahatan itu punya ruang yang lebih leluasa daripada kekakuan hukum
Pertama kali mengenal Edogawa Ranpo dan langsung paham mengapa ia disebut Bapak Misteri di Jepang. Buku tipis ini seolah berkata "inilah aku" dengan bangga. Cuma 100 halaman dengan 4 cerita, tapi tamparannya menyenangkan~
Resapi rasa kutipan berikut: "Aku adalah binatang buas yang didera kesenangan dan rasa sakit tak terbatas". Bagaimana aku bisa menjabarkannya? Ini tentang cita rasa. Pikiranmu tak cukup hanya dengan kesenangan sehari-hari. Kesedihanmu cenderung hampa. Kesakitanmu bagai mati rasa. Kebosanan kronis. Ibarat, dunia yang kita jalani tak lagi sanggup menopang kehausan sensasi. Sejak awal, pembaca dihadapkan pada tokoh yang mendambakan suntikan setara dengan fantasi. Kurang lebih begitu. Kita menyusuri sudut pemikiran pelaku dengan jujur. Emosi itu bukan cuma "aku marah, kesal, sedih, ingin, kecewa, dst." sehingga melakukan kejahatan. Aku nyaman dengan penokohannya. Ditambah Akechi Kogoro yang punya pesona tersendiri dalam menyelesaikan kasus.
Kekuatan yang paling kurasakan selain dari penokohan pelaku, kurasa terdapat pada ide penulis. Definisi kejahatan tidak hanya pada kasus pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, penculikkan, dan tindakan-tindakan yang bisa kita buktikan dan saksikan oleh mata sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Kejahatan itu bisa terasa lembut bahkan berwujud seperti penolongan. Apalagi, wujudnya bisa sangat sederhana. Tak perlu trik dan pengkondisian rumit: ringkas dan sederhana saja cukup. Maka, sadar atau tidak kamu terperangkap dalam kejahatan.
Bahkan, dari 4 cerita tersebut, kita bisa lihat siapapun dapat melalukan kejahatan melalui caranya masing-masing dalam ruang lingkup kehidupannya sekalipun terasa tidak mungkin. Definisinya pun tak cuma merugikan, tapi hingga tindakan yang tidak diketahui korban (lebih luas)
Buku ini membuatku mencari karya Edogawa Ranpo lainnya. Rasanya, aku berdebar-debar.
Isinya 4 cerita, dengan jumlah halaman yang sedikit hanya 109 halaman. Kebetulan ada mutual sosmed sebelah yang bikin utas soal ini. Karena udah punya bukunya sejak tahun lalu + super tipis jadi baca deh, toh ga makan banyak waktu.
Cerita pertama adalah yang paling panjang yaitu 70 halaman, tapi ga ngeri-ngeri banget walaupun itulah kisah si stalker. Yang bikin ga nyaman malahan cerita sampingannya. Ga banget deh pokoknya 🙂
Lumayan seru, tapi cerita sampingannya yg bahkan dengan halaman sedikit itu lebih 'disturbing'. Ga bakal reread ini mah wkwk.
9. Stalker Penerbit terjemahan: Odise Publishing Rate: 5/5⭐ Awalnya mengira dalam antologi ini semua cerpennya membahas tentang suatu kasus dan detektif. Rupanya tidak. Tak melulu soal detektif tapi sudah pasti soal misteri dan slice of life. Menarik!