What do you think?
Rate this book


272 pages, Paperback
Published November 1, 2021
Betapa sedihnya aku pada saat-saat itu. Kalau Tuhan menampakkan diri dan menyuruhku untuk memilih hidup pada hari ini atau pada hari-hari tersebut, dengan yakin aku akan memilih hari ini yang biasa-biasa saja. Hari yang membosankan seperti biasa. Walaupun aku bosan sampai badanku terasa lunglai, tapi karena aku tidak menumpahkan air mata setetes pun, ini adalah hari yang cukup baik. Hari ini benar-benar hari yang membosankan. Aku sungguh mengapresiasi hari yang membosankan ini. (hal. 56)
Sebenarnya, seperti kata Ibu, aku juga berharap menghasilkan uang yang banyak. Bayar cicilan laptop secepatnya, dengan sengaja beli rumah di dekat Toko Buku Kyobo dan bebas keluar-masuk sana siang dan malam. ... Sayangnya semua ini terasa jauh sekali untukku, yang kerennya disebut pekerja lepas, tapi kenyataannya lebih ke arah pengangguran. Apa itu keliling dunia? Bisa bayar tagihan kartu kredit tepat waktu saja aku sudah bersyukur. ... Lucunya, ketika tagihanku melonjak, aku teringat masa-masa menjadi pekerja kantoran yang menerima gaji secara teratur. (hal. 74)