Bima —si cowok macho yang suka panjat gunung— emang terkenal playboy, suka mengintimidasi, dan posesif. Kalau sudah naksir cewek, dia langsung ngajak jalan. Nggak peduli tuh cewek naksir dia atau nggak. Dan tanpa bilang cinta, Bima menyatakan Fani sebagai pacarnya.
Fani menerima Bima karena terpaksa. Tapi ketika rasa tertekannya udah di puncak, dia minta putus dari Bima! Jelas Bima nggak mau ngelepas Fani, tapi Fani ngotot. Di saat Fani bebas merdeka, Bima patah hati. Di saat Fani nemuin gebetan baru, Bima merenung. Cowok itu sok tegar, sok baik-baik saja, sok memegang prinsip pantang bilang cinta, padahal hatinya sakit.
Sebenarnya Bima nggak sepenuhnya melepas Fani dan Fani juga nggak benar-benar membenci Bima. Ketika di suatu siang Bima ketemu cewek itu, Bima nggak sanggup menutupi kata hatinya.
.
Aku nostalgia baca novel ini. Kak Esti ini merupakan 1 dari sekian penulis yang aku favoritkan meskipun belum semua novelnya aku punya.
.
Still ini sekuel dari kisah Cewek!! Walaupun aku udah baca Cewek!! dari beberapa tahun lalu, semoga ceritanya masih ingat 😂😂😂😂
.
.
Rei, Bima dan Rangga, mereka bersahabat, sama-sama mencintai gunung dan sama-sama menganggap bahwa gunung itu dunia yang mutlak untuk cowok yang artinya terlarang untuk cewek.
Mereka bertiga sering kali mendapat protes dari pacar-pacar mereka karena memilih "mengapeli" gunung daripada sang pacar. Pacar-pacar mereka pun bersahabat. Langen, Fani dan Febi.
.
Ada satu peristiwa yang membuat Rei tidak bisa menerima apa yang dilakukan Langen pada saat perang terbuka tersebut.
.
"Kita selesai disini." — Hal. 36
Akhirnya Rei-Langen putus. Sebagai sahabat yang baik, Fani mengajak Langen untuk "berburu" cowok di taman kampus. Bukan Langen yang mendapatkan "mangsa" baru tetapi Fani dan itu bencana.
.
Fani suka sama cowok yang memberinya senyum itu, dan hal itu diketahui oleh Bima. Terjadilah kejar-kejaran antara Fani —yang didukung 4 sahabat baiknya— dan Bima.
Aksi kejar-kejaran itu membuat aku deg-degan lho hahaha.
.
"Tolong peluk aku. Dengan dua tangan kamu. Dengan badan kamu. Terima aku disana. Sebentar saja. Supaya aku ikhlas melepas kamu." — Hal. 102
Aku baper banget masa dengan adegan ini. Astaga.. Akhirnya Bima melepas Fani. Tidak seperti mantan Bima yang lainnya, Fani lepas tidak disertai rasa sakit hati. Bima lah yang merasakan nya.
Sampai-sampai ia sengaja men-tato dada kirinya hanya untuk merasakan sakit, jauh lebih sakit dari yang ia rasakan. Agar bisa mengurangi rasa bersalahnya.
.
Fani gembira setelah lepas dari Bima dan menjadi makin dekat dengan cowok yang memberinya senyuman, Ferry.
Namun kegembiraan Fani langsung lenyap begitu saja saat kencan selanjutnya, Ferry mengajak Fani ke hotel.
.
"Kamu naif apa bego sih? Bekas cewek Bima cuma pas untuk iseng doang, tau! Gila apa, serius sama cewek rusak?" — Hal. 141
Kejadian itu membuat Fani tersadar, berbulan-bulan bersama Bima, dirinya tidak pernah jatuh sampai ke situasi seperti ini.
.
Apakah Fani - Bima bisa menyelesaikan masalah diantara mereka?
.
.
Novel ini bercerita tentang 6 orang sahabat Rei-Langen, Bima-Fani, dan Rangga-Febi. Namun porsi Bima-Fani lebih banyak.
.
Bima, cowok macho yang suka panjat gunung, terkenal playboy, suka mengintimidasi dan posesif serta dominan, membuat Fani, pacarnya, tertekan.
.
Ketika rasa tertekannya berada di puncak, Fani meminta putus dari Bima. Walaupun Bima tidak mau melepas Fani, gadis itu tetap ngotot. Akhirnya Fani bebas merdeka terlepas dari Bima.
.
Bima termenung bahkan merenung ketika Fani menemukan gebetan baru. Begitu juga dengan Fani, gadis itu terpukul ketika mengetahui gebetan barunya ternyata musang berbulu domba. Kejadian itu membuat Fani merenung untuk hubungannya dengan Bima.
.
Namun mereka berdua tidak menyadari bahwa hati dan perasaan mereka saling "melihat" satu sama lain.
.
"Aku cinta kamu. Sekarang. Mudah-mudahan sampai nanti." — Hal. 180
.
Air mataku perlahan menitik ketika Bima mengucapkan kalimat ini pada Fani. Gue baper coy, gue baper.
.
"Berdiri di balik jendela auditorium itu juga udah lama. Abis aku cuma bisa ngeliat kamu dari sana." — Hal. 197
.
Selain kisah Bima-Fani, kisah Rei-Langen juga mencuri perhatianku. Rei memilih berpisah dari Langen karena ada satu kejadian yang tidak bisa diterimanya.
.
Rei yang terus-terusan melakukan penyangkalan, membuat Rangga dan Febi gerah. Mereka berupaya untuk menyatukan kembali Rei-Langen. Berhasilkah usaha itu?
.
Aku selalu suka dengan tulisan Kak Esti. Ceritanya sederhana namun dikemas dengan sangat apik sehingga aku larut dalam ceritanya. Merasakan sakit seperti yang dirasakan Bima. Merasa ketakutan saat Fani dikejar-kejar Bima.
.
4 thumbs untuk Kak Esti dan GPU. Terima kasih sudah melahirkan novel kece ini. Sukses terus.