Buku puisi yang kaya akan diksi. Saya belajar banyak diksi baru di sini. Hanya saja, sepanjang saya membaca buku ini. Ada dua kata yang terlalu overused sampai-sampai saya merasa agak gumoh ketemu dua kata itu lagi dan lagi. Yaitu kopi dan senja. Memang nggak ada salahnya tapi rasa-rasanya hampir setiap judul puisi di sini, isinya pasti selalu ada dua kata itu to the extent saya sejenak berhenti baca karena sudah terlalu bosan, kenapa kopi lagi? Kenapa senja lagi?