Jump to ratings and reviews
Rate this book

RD LIGHT

Rate this book
Ditawari menjadi stylist pribadi dan asisten manager RD LIGHT, grup band rock Jepang dengan popularitas mancanegara, terasa bagai kisah penyelamatan untuk Rika Wiyasa. Namun, ceritanya bersama empat personel kemudian berubah menjadi skandal dan roller coaster emosi penuh sinyal berbahaya.

Melibatkan jadwal tampil yang padat serta lagu-lagu top chart yang dituntut terus dilahirkan, Rika mulai terseret-seret ke dalam masa lalu yang belum selesai. Rahasia-rahasia menampakkan diri. Ulang tahun yang tidak dirayakan, kematian personel kelimat, dan kebenaran kasus dua puluh tahun lalu. Di samping itu semua, Rika masih berurusan dengan mimpi buruknya sendiri.

Shigeru Arai, Isao Fukuda, Ryou Uchida, Kazue Inoue. RD LIGHT. Mereka dulu berlima, lalu jadi berempat, dan kini kembali berlima bersama Rika Wiyasa. Mereka bersinggungan, saling terlibat, sesekali berkonflik. Perasaan-perasaan lain mulai tumbuh subur. Profesionalitas, persahabatan, kepercayaan, kerinduan, dan cinta. Tak ada yang menyangka suatu hari nanti perasaan mereka akan menuntut harga yang sangat mahal.

432 pages, Paperback

Published December 15, 2021

Loading...
Loading...

About the author

Ruth Priscilia Angelina

8 books170 followers
The wheel of fortune.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
77 (39%)
4 stars
94 (48%)
3 stars
18 (9%)
2 stars
4 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 78 reviews
Profile Image for Tia Ayu Sulistyana (tiareadsbooks).
266 reviews74 followers
January 20, 2022
•recently read•
4.3/5⭐


⚠️TW: suicide, depression, domestic violence, death, drug usage, etc.⚠️

Kebetulan dan takdir baik membawa Rika Wiyasa menjadi stylist pribadi dan asisten manager RD LIGHT, grup band rock Jepang dengan popularitas mancanegara. Kehidupan baru Rika di Jepang penuh dengan kesempatan untuk mewujudkan impiannya. Namun, Rika harus berurusan dengan masa lalu yang belum usai, rahasia-rahasia yang mulai terungkap, juga bersinggungan dengan personel RD LIGHT yang penuh sinyal berbahaya.🔥

Sejauh ini, RD LIGHT Vengeance merupakan buku tertebal yang pernah Ruth Priscilia Angelina tulis. Jujur, aku excited pas tau Ruth Priscilia Angelina akan merilis buku baru. Di sisi lain, aku cukup was-was dengan ceritanya yang aku yakini tak akan jauh-jauh dari kesan kelam dan suram. Hal ini pun terbukti ketika aku menutup buku ini dengan uraian air mata, layaknya buku-buku Kak Ruth lainnya.

Well, semuanya terbukti ketika aku membaca buku ini. Seperti buku-buku Kak Ruth lainnya, aku menutup buku ini dengan uraian air mata. Tulisan Kak Ruth selalu memikatku dengan diksi yang indah, alur yang disusun begitu rapi, juga berbagai konflik yang disisipkan dengan cermat. Lapisan-lapisan masalah terkuak pada waktu yang tepat. Pokoknya page-turner banget! Satu lagi yang aku suka, karya Kak Ruth pun tak banyak menjual janji manis maupun keajaiban palsu. Meski terkesan gelap, suram, dan kelam, semuanya begitu realistis, karena begitu lah kehidupan yang sesungguhnya.

Jujur, aku gak bisa memilih siapa karakter yang paling aku suka dari buku ini. Shigeru Arai? Isao Fukuda? Ryou Uchida? Kazue Inoue? Atau kakak beradik Rika dan Riko Wiyasa? Semua karakter memiliki peranan penting dan porsinya masing-masing untuk memikatku.🥺

Shigeru yang dingin, keras, dan menyimpan segudang rahasia kelam. Isao yang terlihat angkuh dan jutek, bisa berubah manis dan mencuri perhatian. Ryou yang ramah, penuh perhatian, dan memberikan rasa aman. Kazue yang menjadi penonton paling observan dan berani. Juga besarnya kasih sayang Rika untuk Riko yang tak akan bisa tertandingi, vice versa. Serius deh, pengen banget memeluk mereka berenam!🤗😭

Buku RD LIGHT Vengeance terbagi menjadi 3 bagian dimana menggunakan POV Rika, Shigeru dan Riko. Awalnya aku pikir porsi POV Rika terlalu dominan, namun setelah menamatkan buku ini, aku paham alasannya. Bagian favorit-ku tentu aja 3 bab terakhir, yaitu dari POV Riko. Meskipun singkat, bagian Riko mampu memorak-porandakan hatiku. Gak bisa gak nangis sih pas baca ini!😫😭

Overall, aku suka dengan buku ini! Tulisan Kak Ruth selalu memikatku dengan diksi yang indah, alur yang disusun begitu rapi, juga berbagai konflik yang disisipkan dengan cermat. Pokoknya page-turner banget! Banyak pelajaran hidup yang bisa kita ambil, seperti tentang memaafkan, menghadapi ketakutan dan trauma masa lalu, dll. Gak sabar banget buat baca sekuel dari buku ini!!🙌🏻

#tiareadsbooks #tiawritesreviews

•••

FAVE QUOTES:

❝Kebetulan itu ada, takdir pun ada. Namun, aku lebih percaya keduanya terjadi dalam bentuk baik jika aku mengerjakan hal-hal baik juga. Selalu ada timbangan tepat untuk membeli keberuntungan. Keajaiban sekalipun selalu menuntut harga yang sepadan. Lalu, memangnya apa yang sudah kubayarkan sampai mendapatkan kesempatan seperti ini?❞
—Page 24-25

❝Entahlah. Kau berlagak kuat tapi matamu mengatakan sebaliknya. Aku tahu kau cuma tidak sudi menangis di depan siapa pun. Kau tidak sudi mengakui, bahkan kepada dirimu sendiri, bahwa kau sedang sedih.❞
—Page 135

❝Kematian tidak bakal salah alamat. Aku memercayainya seperti aku mengimani bahwa kesialan juga tidak bakal salah pintu.❞
—Page 193

❝Perubahan datang seperti pencuri tengah malam. Manusia bisa mempersiapkan dan membaca gejala-gejala, tapi perubahan kadang datang tanpa peringatan. Kematian, kesakitan, juga kebahagiaan. Bagaimanapun, manusia cuma bisa menghadapinya dan, syukur-syukur, menghidupinya.❞
—Page 226

❝Beberapa orang hadir di hidupmu untuk membantah hal-hal yang sudah kaupercayai seumur hidup. Ada yang membuatmu berhenti percaya bahwa hantu itu nyata. Ada yang membuatmu berpikir ulang soal "kalimat rajin pangkal kaya." Ada yang sanggup mengoreksi sikap pesimistismu dan menggantinya dengan harapan-harapan sederhana.❞
—Page 241

❝Itu hanya keputusan egois kita, Shigeru. Karena tak bisa mengendalikan banyak hal, kita coba mengendalikan hal terakhir, nyawa diri sendiri. Dulu kupikir aku berhak memutuskan hidupku dapat diteruskan atau tidak. Kan ini hidupku. Sama seperti dirimu sendiri. Kau cuma mau mengatakan; ini kan hidupku. Ya, kan?❞
—Page 354-355

❝Mudah saja untuk mati. Yang sulit adalah bertahan hidup bersama kenangan tentang orang terkasihmu yang memutuskan mati. Kau lebih tau rasanya daripada siapa pun.❞
—Page 355

❝Jika kau mati sekarang, berarti kau sedang lari dari penghukuman. Bukankah sebaiknya kau menjalani hukuman ini sampai akhir agar kau bisa menemui Kentaro di kehidupan selanjutnya tanpa malu?❞
—Page 356

❝Jika hidup adalah penjara yang harus kita jalani, bukankah sebaiknya kita menjadi tahanan yang patuh? Agar akhirnya kita bisa bebas tanpa rasa malu?❞
—Page 356

❝Memangnya apa salahnya mengizinkan dirimu bahagia? Kau merasa tidak pantas? Kenapa tidak pantas? .... Kuberitahu, jangan lancang menyalahkan masa lalumu. Kau tidak bahagia sekarang, kau tidak bisa menjadi pacar Rika sekarang, kau kesepian sekarang, adalah sepenuhnya keputusanmu.❞
—Page 412

❝Menurutnya kami sudah lebih dari cukup belajar bahwa tidak ada kematian yang terlalu tiba-tiba. Sejak menghirup napas pertama, napas terakhir juga selalu mendampingi manusia.❞
—Page 419
Profile Image for Utha.
836 reviews410 followers
December 8, 2021
Dua koma lima.

Seenggaknya tulisan ini nggak terkesan tulisan seorang poser lagi buatku kayak waktu baca novelet "Tokyo". Dan dengan membaca karya ini, aku seolah disadarkan bahwa penulis suka akan kebetulan (aku baca semua karyanya). Entah kebetulan apa lagi yang bakal dia rajut untuk novel-novel selanjutnya. Seperti kebetulan adanya Chris tanpa ada peringatan dalam semesta Rika & RD Light.

Yang kusukai dalam RD Light adalah perasaan tidak pantas yang Rika miliki, dinginnya hati Riko, dan bodohnya Shigeru. Untuk yang terakhir, mungkin yang dongkrak penilaianku terhadap novel ini. Yang nggak kusukai adalah porsi Rika yang terlalu banyak. Dan yang paling bikin ketawa adalah saltik saat Shigeru bilang Riko mirip dirinya. Padahal mungkin maksudnya adalah mirip Rika.
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 22 books479 followers
March 21, 2022
Sedih banget buku ini 😭😭😭😭😭😭



Kenapa aku bertemu buku sedih lagi padahal aku masih berusaha move on dari buku sedih sebelumnya 🛌🛌🛌
Profile Image for wulan.
262 reviews6 followers
May 5, 2024
kata pertama yang terlintas di kepalaku setelah membaca buku ini adalah "sakit"
padahal sebelum membaca buku ini aku tau buku ini akan menyakitkan dan dengan pedenya aku berpikir, gapapa, sakiti aku. dan hasilnya aku tersakiti sampai hancur lebur.

sebuah pencapaian untukku yang bisa selesai membaca buku ini dalam waktu sehari. buku ini membuatku tersedot ke dalamnya tanpa ampun. membawaku ke lorong hitam gelap tak berujung. aku menangis, hal yang sudah lama tak kulakukan.

buku ini bercerita tentang rika, seorang stylist yang mendapat kesempatan untuk bekerja di jepang. rika bekerja untuk sebuah grup band rock ternama asal jepang yaitu rd light. rd light beranggotakan 4 laki laki dan rika akan tinggal serumah dengan mereka.

aku suka gimana aku bisa dengan mudah membedakan para karakter di sini. penulis betul betul membedakan sifat antara satu personel dengan yang lain.

setiap membaca novel novel yang bagus, aku selalu berpikir akan indahnya kata kata yang merangkai sebuah kalimat hingga akhirnya menjadi novel. aku suka banget sama pemilihan kata kata di buku ini 🫶

sebelumnya aku pernah baca 1 buku dari penulis, judulnya tokyo dan perayaan kesedihan. di buku itu, akhir kisah tokoh nggak dibeberkan secara gamblang, lain halnya dengan rd light. hal ini yang membuat aku tambah sakit 💔

ini asumsiku tapi sepertinya penulis gemar menulis kisah angst. kisah yang menyayat hati, yang membuatku meraung di dalam hati. aku dibuat sangat bersimpati kepada tokoh tokoh di buku ini. semoga mereka bahagia.
Profile Image for Septiani Ewiantika.
66 reviews5 followers
July 1, 2022
Membaca buku ini dan mengenal karakter dalam novel ini sedikit banyak mengingatkanku dengan member Day6. Jadi yasudahlah, visualnya aku membayangkan member RD Light seperti member Day6 saja hahaha.

Sebenarnya pengen ngasih bintang 4 karena buku ini berhasil membuatku tidak betah untuk tidak menyelesaikannya dengan cepat. Tapi saking asyiknya, sampai ga sadar kalau udah bab terakhir dan hah??? Perasaan aku baca novel fiksi deh kok penutupnya kaya buku non fiksi/biografi?
Gapapa sih sad end tapi aku belum cukup puas dengan eksekusi akhirnya 😭

Overall semua karya kak Ruth yang sudah aku baca selalu aku nikmati ✨
Profile Image for DEE.
254 reviews3 followers
April 8, 2023
Kuingat-ingat lagi, aku udah gak pernah nangis 2-3 bulan belakangan. Takut, merasa kesepian, panik, kecewa, marah. Semuanya pernah, sering bahkan. Tapi nangis? Udah gak pernah. Sama sekali.

Buku ini bikin aku nangis sesenggukan. Sakit banget. Hatiku sakit banget. Pedih. Ga pernah jatuh sayang sama karakter fiksi sampai sebegininya.

Cerita sedikit, di 1/4 buku, aku sempat ragu untuk meneruskan membaca. Bukan apa-apa, aku gak sengaja baca kalimat di halaman terakhir. Memang nggak sengaja, soalnya aku cuma mau baca profil pengarang di lembar setelah halaman akhir ceritanya. Malah kebaca kalimat menyesakkan itu. Kalimat yang bikin aku berulang-ulang memikirkan apa aku sanggup untuk meneruskan membaca. Akhirnya aku memutuskan untuk lanjut baca sampai jam tengah 12 tadi malam. Terus kulanjut pagi ini, sambil sarapan.

Aku sesak. Buku ini sungguh menyesakkan, tapi sangat indah. Nggak pernah dalam hidupku sangat bersyukur atas mata yang Tuhan ciptakan bisa kupakai untuk membaca ini. Bersyukur masih hidup dan bisa membaca cerita yang menyayat hati.

“Ya udah, Kak…”
“…pergi saja kalau lo maunya begitu.”
“Nggak apa-apa, Kak. Gue bisa lo tinggal.”

Sakit. Sakit. Sakit. Hatiku sakit. Patah. Hancur.
Profile Image for Lia.
263 reviews1 follower
November 16, 2022
3.75/5⭐

Kalau kamu berekspetasi untuk membaca romance manis antara stylist & idol lewat buku ini, kamu nggak akan menemukannya. This is not that kind of book.

Buku ini lebih penuh dengan duka dan trauma masa lalu yang mungkin mentrigger dan menguras emosi mental pembaca.

Please prepare yourself well before you read this book.
Karena bukunya memberi emotional damage yang lumayan berat dari awal hingga akhir.

TW: suicide attempt, car accident, death, grief, domestic abuse, death of parents
Profile Image for Asleepinhaze.
202 reviews
July 18, 2026
Uwiw, aku suka ending yg suffocating & heartbreaking gini 🥰

Alurnya rapi, itu yang aku suka. Para karakter nya pun mudah di bayangan. Ada momen momen yang membuatku gemas, kadang sedih, kadang heran, tapi lebih banyak nyaseknya sih apalagi pas masuk bagian sudut pandang Shigeru dan Riko. Sumpah angst banget :,)

Kalau pun tertulis belum selesai, menurutku cerita ini sudah selesai. Karena mau semenyakitkan apa lagi??? 😭
Profile Image for shaf.
127 reviews
June 18, 2023
Lagi-lagi kena badai hampa.
Sempet lupa ini dari penulis yg sama dgn Tokyo dan Perayaan Kesedihan, dan (mungkin) jadi hal yang sangat.. bagus? untuk menghayati cerita tanpa perlu tebak-tebakan ending.
Gatau cape akutuh masian :"
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Kelana.
89 reviews
June 15, 2025
if you want to go on full tragedy, give it a taste 🚬
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,674 reviews78 followers
October 1, 2026
TOLONGLAH! APA MAKSUDNYA TULISAN "BELUM SELESAI" SETELAH BAB TERAKHIR?! BAKAL ADA SEKUEL??? KAPAAAAAANNNN???

*

"Hmm... Inoue-san, sebenarnya aku ingin minta tolong."

"Ya?"

"Jika ada pekerjaanku yang jelek, atau sikapku yang tidak cocok dengan kalian, bisakah kau memberitahuku. Aku tidak ingin dipecat. Aku butuh pekerjaan ini."

Kazue yang tadinya menunduk membenarkan kancing bajunya, mendongak dan menatapku. Beberapa detik lamanya, dia seperti mencari keseriusan dari kedalaman tatapan kami. Kemudian, dia mengangguk. "Shigeru dan Isao itu sulit ditebak, tapi mereka profesional. Meski di rumah mereka bersikap brengsek, mereka tidak akan menyulitkanmu di lapangan. Sejauh ini kau juga cepat beradaptasi, safe. Yang perlu kaulakukan adalah jangan terlalu memasukkannya ke hati. Dan jangan terlalu melawan. Kalau di dunia gim, mereka itu seperti karakter yang sulit dikendalikan, tapi berkekuatan besar. Tak perlu terlalu menyayangi mereka. Ingat saja kau perlu kekuatannya untuk mematikan musuh. Kau paham maksudku?"

Musuh abadiku adalah masa depan yang tampak kabur. Aku selalu menebak-nebak apakah bisa cukup menabung dan memulai hidup di negara ini bersama adikku. Kekuatan yang kuperlukan untuk menaklukkan musuh itu adalah RD LIGHT dan bayaran mereka yang sepadan, itu maksud Kazue.

(bab Empat Maneken di Lensa Kamera)


Keren Rika, cari allies dari pihak yang lebih aman dan terbuka. Nggak usah maksa konfrontasi apalagi berusaha mengubah orang yang susah dihadapi untuk jadi menyukai dia.

*

Shigeru terus menekuri ponsel sejak kami berkendara dari rumah, sementara aku berkali-kali tergoda melirik ke arahnya. Kepalaku dipenuhi puluhan skenario mengerikan, seperti dia akan membunuhku atau semacamnya.

"Kau akan membuat kita mati kecelakaan kalau terus melirik ke arahku seperti itu," katanya tiba-tiba, yang menyebabkan setirku oleng selama sepersekian detik.

Shigeru berdecak kesal.

"Kenapa sih kau harus ikut denganku?" tanyaku. "Aku lebih aman menyetir sendiri." Kami mengendarai dua mobil beriringan menuju Yokohama. Greenroom Festival akan dihelat besok. Geladi bersih dijadwalkan pukul lima sore ini, maka kami akan segera berangkat setelah selesai rapat dengan Masuda supaya dapat sampai di hotel pukul dua belas dan sempat beristirahat. Karena ada banyak pakaian mereka yang mesti dibawa untuk pertunjukan selama dua hari, aku harus membawa satu mobil lagi berisi semua barang mereka.

Rencana awalnya, aku akan berkendara sendirian di belakang van mereka, tapi Shigeru tiba-tiba masuk saat aku baru menstarter mobil.

"Dan mengambil risiko kemungkinan kau membawa lari semua pakaian mahal itu?" ejeknya.

"Baju-baju itu tidak seberapa harganya. Lebih menguntungkan jika aku meniduri salah satu dari kalian, diam-diam merekamnya, lalu memeras kalian dengan video itu," jawabku ketus.

Bukan hanya aku semakin terbiasa dengan tingkah dingin Shigeru dan Isao, mereka juga tidak lagi terlalu terkejut dengan kalimat-kalimatku yang vulgar dan kurang ajar. Kami bertahan satu sama lain karena mereka tidak dapat memungkiri bahwa pekerjaanku luar biasa, seperti aku tidak bisa menyangkal gaji dari mereka sama hebatnya. Secara profesional kami partner sempurna. Kami musuh dalam selimut yang sama-sama tahu tidak akan menyerah, hingga akhirnya memutuskan untuk tidur bersama saja sampai gempa bumi itu datang.

"Kenapa? Kau takut tergoda menciumku lagi di sini? Atau takut aku yang bakal menciummu?" tanyanya. Lewat sudut mata aku bisa merasakan dia tersenyum penuh kemenangan. Dia tahu dirinya tampan. Dia tahu, meski kami saling membenci, tak ada yang bisa menyangkal pesonanya. Seperti Artemisia yang tidak bisa menolak pesona Themistocles dalam 300: The Rise of Empire. Meski berakhir saling membunuh, wanita itu tak dapat menyangkal malam ketika mereka tidur bersama terasa seperti surga.

Bukannya aku bilang aku telah atau akan tidur dengan Shigeru. Tapi, begitulah kira-kira.

"Kalau mau kita mati konyol, silakan saja," jawabku, setengah bercanda. "Tapi bisakah kaulakukan itu bulan depan saja? Kemarin aku baru membuka asuransi dan klaimnya hanya berlaku sebulan setelah premi pertama dibayarkan. Jika mesti mati. setidaknya aku harus mewariskan sesuatu untuk adikku."

(Bab Salep untuk Hati Siapa)


BUSET! KERAD sekali Mbak Rika ini! Wakakakaka! Mental titanium. Ajari aku, Suhu! Tapi kurasa dia begini karena hidup memperlakukannya dengan keras, ya. Hmm... Kuat karena kebutuhan. Karena ditempa kehidupan yang keras. Ugh.

*

Sepanjang umur aku sudah melakukan tawar-menawar dengan sinar sang surya. Siang ketika mobil kami terbalik di jalanan tol lingkar luar, aku memandang matahari dan berdoa kepadanya untuk menyelamatkan orangtuaku. Siang ketika RIko menamparku di gang depan rumah Kakek, aku menatap matahari dan memintanya mencabut nyawaku. Siang ketika pacar pertamaku minta putus, aku melirik matahari dan memintanya menyembuhkan patah hatiku. Siang ketika nenekku meninggal dunia, aku menengadah kepada matahari dan memohon kepadanya menghentikan siksaan ini. Namun, matahari tidak pernah tepat janji. DIa menjanjikan harapan, tapi hanya ada keheningan. Sejak menyadari kebohongan besar ini, aku berusaha lari ke tempat-tempat dingin, ke tempat tak banyak bermatahari. Karena aku muak didiamkan. Aku muak diacuhkan.

Meski begitu, dunia tetap berputar di bawah matahari. Bunga-bunga bermekaran oleh sinar matahari. Hujan dikumpulkan oleh matahari. Ke mana pun aku pergi, selalu ada matahari. Seperti hari ini. memakai pakaian musim panas terbaik mereka yang berwarna-warni, anak-anak muda berjejalan di Yokohama Red Brick Warehouse. Semangat memenuhi udara. Suara-suara tawa, seruan antusias, bunyi jeprat-jepret kamera bergaung sepanjang hari. Es serut dijual di stan-stan, minuman dingin diseruput bagai harapan. Angin sepoi-sepoi dari laut membuat tubuh-tubuh berkeringat berbahagia.

Pertama kalinya sejak sekian lama, aku memandang matahari dan tersenyum. Mungkin hari akan baik-baik saja, meski hatiku bercampur kegelisahan karena RD LIGHT sebentar lagi akan tampil sebagai artis ketiga belas dari 25 penampil itu.

(Bab Matahari yang Tak Menggubris Doa)


Sumpah, maut banget rangkaian narasinya!!!

*

Oh, Isao menolongku saat pingsan.

"Jam berapa ini?" tanyaku.

Isao melirik jam tangan. "Hampir setengah dua belas. Aku tidak memberi tahu siapa pun," tambahnya judes.

"Terima kasih," kataku tulus. Seumur hidup, aku belum pernah pingsan. Tak peduli badai. banjir, tragedi, aku selalu menjaga diri. Apa yang sangat mengganggu pikiranku sampai lupa makan pada waktunya? "Kau menemaniku dari tadi?"

"Sebagai manusia beradab, ya. Tapi sebagai orang yang tidak menyukaimu, sudah tiga kali aku hampir membekapmu dengan bantal."

Aku memutar mata. Isoa ini pasti titisan semua karakter cewek menyebalkan di drama-drama picisan Amerika.

(Bab Matahari yang Tak Menggubris Doa)


WAHAHAHAHAHAHAHA!

*

"Siapa Lukas?" tanyanya.

Aku menelan makanan susah payah. Shigeru tidak bisa bahasa Indonesia, jadi pasti hanya mengambil beberapa kata yang bisa dia tebak artinya, termasuk nama Lukas. "Pada kontrak, aku tidak diwajibkan menjawab pertanyaan seperti itu."

"Benar. Tapi kalau Lukas yang membuatmu melukai diri sendiri, maka kita harus membicarakannya."

Makananku seketika terasa hambar di mulut. Perutku yang tadinya keroncongan berubah mual. Setiap kali ada orang baru berusaha menyusupi kehidupanku dan berlagak peduli, tubuhku akan bereaksi begini. Seperti tindakan pertahanan yang secara instingtif kulakukan untuk menghalau ingatan-ingatan yang berebut tampil.

(Bab Matahari yang Tak Menggubris Doa)


Apa ini? Reaksi PTSD?

*

Ketika aku menyangka dia akan langsung ke kamarnya di sayap kiri hotel, dia justru berbelok ke kanan dan "mengantarku"---jika memang bisa menyebutnya begitu. Lebih tepatnya aku merasa seperti tahanan. Shigeru adalah sipir yang memastikan aku masuk ke sel dan tidak melarikan diri.

*

Dia meraih kedua sikuku. Ujung jemarinya terasa kasar, hasil asmara bertahun-tahun dengan senar gitar.

(Bab Matahari yang Tak Menggubris Doa)


BWAHAHAHAHA! Mbak Ruth! Keren sekali cara Anda merangkai kata-kata! XD

*

Kadang ada impian yang cukup diimpikan saja. Kadang impian kecil pun adalah sebuah kemewahan."

(Bab Ulang Tahun yang Tak Dirayakan)


HUWEEEEEEE T______________T

*

Kisah keluarganya terasa familier untukku. Jika darah buruk itu sudah memilih tuannya, dia akan menghantui sampai entah keturunan keberapa. Sama seperti garis keluargaku yang dekat dengan kamatian dini. Selang satu atau dua generasi, akan ada anak-anak yang mati di usia sebelum tiga puluh atau lima puluh. Para orangtua yang bertahan seperti kakek-nenekku lalu menghabiskan masa tuanya merindukan anak yang telah mereka kuburkan sambil membesarkan cucu-cucu yang tumbuh pahit tanpa orangtua. Mungkin keluarga Arai juga dialiri darah buruk itu, yang dekat dengan kematian tragis.

(Bab Empat yang Dulu Berlima dan Pulau yang Jauh)


Merinding.

*

Obat paling manjur adalah ciuman ibu. Itu yang dulu selalu dikatakan Ibu. Tiap kali terjatuh, Ibu akan memberikan ciuman di dekat lukaku. "Sembuh, muah!" begitu lagaknya. Ciuman-ciuman itu selayaknya mukjizat Tuhan, sanggup menyembuhkan luka terdalam sekalipun. Pada kecelakaan hari itu, ketika kulihat tubuh orangtuaku bersimbah darah lalu berubah menjadi daging berwarna kebiruan di ruang jenazah, aku terus menciumi mereka. Pipi, tangan, kaki mereka yang dingin, kuhujani ciuman, berharap itu menghidupkan mereka kembali. Ciuman tinggallah ciuman, mereka tak pernah sembuh, apalagi hidup. Sejak itu, tiap kali terluka aku akan memandangi lukaku dengan penuh kerinduan, membayangkan ibuku mencium dan mentahirkannya.

(Bab Anak yang Membakar Seisi Rumah)


YA ALLAAAAAH T_________T

*

Memar memang sudah menunjukkan wajahnya lewat semburan merah keunguan yang menyala dengan cepat seperti setetes tinta pada air bening.

Sumpah ye, deskripsiin memar aja seindah ini lho Mbak Ruth ini. Masyaallah.

*

"Kenapa kakimu?" Masuda membantu menyelipkan bantalan duduk ke bawah bokongku sementara aku susah payah memasukkan kaki ke bawah meja.

"Terima kasih." Aku mengangguk sopan. "Cuma tidak sengaja tertimpa koper yang ternyata beratnya seperti membawa mayat manusia," jawabku tanpa melirik Isao. Tapi aku yakin dia mendengarnya.

(Bab Anak yang Membakar Seisi Rumah)

WAKAKAKAKAKA

*

Sakit bukan alasan untuk mengeluh, begitu kata Ayah, berulang-ulang. selama hidupnya di hidupku. Sekalimat itu yang sudah meredam keinginanku untuk berteriak, meraung, mematikan diri sendiri ketika mengetahui orangtuaku tewas sementara aku hidup. Sekalimat itu yang membuatku berdiri tegak di samping peti mereka, bersama Riko yang memandang kosong tidak mengerti, sementara orang-orang menyalami kami dan mengatakan hal-hal seperti Aku terkejut bisa merekam semua itu di kepalaku, jika mengingat betapa kosong pikiranku saat itu. Mungkin lagi-lagi karena sekalimat dari Ayah. Sakit bukan alasan untuk mengeluh. Nyeri yang bersarang di dadaku bukan alasan untuk mengabaikan perhatian orang lain, bukan alasan untuk menolak mengubur jenazah orangtuaku, bukan alasan untuk menelantarkan Riko, bukan alasan untuk memarahi dunia. Satu-satunya yang salah adalah diriku sendiri, dan aku harus menanggung rasa sakitnya sehidup-hidup yang aku bisa.

Memar yang semakin buruk rupa, dengan jemari yang sulit digerakkan. seperti meneriakkan hal yang sama, "Kau yang bertindak bodoh, maka tahan saja sakitnya."

Aku bangkit dari tempat tidur, menggunakan otot-otot betis dan paha, bertumpu pada tumit untuk melangkah ke jendela kamar.

*

Aku kehabisan kata. Kehabisan tingkah. Shigeru seperti buku yang dalam hitungan detik dapat membuka dan menutup. Kini dia terbungkus sampul tebal tanpa sinopsis, dan aku tersesat di dalamnya.

(Bab Sampul Tanpa Sinopsis)


*

Berkat? Kata berkat alergi dekat-dekat denganku. Berkat bagiku serupa dengan April Fools yang berlangsung sepanjang tahun. Serupa manusia yang mengetuk pintu rumah, kemudian menampakkan diri dalam bentuk setan mengerikan yang berjanji menghantui seumur hidup. Berkat enggan berlama-lama tinggal di hidupku, dan itu yang membuatku kemudian selalu takut saat sedang diterpa perasaan bahagia. Aku sudah melihat bagaimana perasaan bahagia selalu susul-menyusul dengan kabar buruk.

(Bab Gagal Membaca Pertanda)


*

Pertanyaan "Sudah makan, Nak?" baru terasa berharga setelah ibuku tiada. Bagaimanapun keadaannya, tak peduli dia sedang sakit, atau sedang kelelahan sehabis bekerja, atau sedang sibuk melakukan hal lain, hal pertama yang dikonfirmasi ibuku adalah apakah aku sudah makan atau belum. Bagi ibuku, yang penting anak-anaknya tidak kelaparan dan urusan dunia yang lain bisa menunggu.

"Kau sudah makan?" tanya Nyonya Fukuda saat kami tiba di rumahnya.

*

Matahari akhirnya menyerah dan hujan turun mengguyur Seoul yang bising. Di tengah kebisingan itu aku bisa mendengar suara patahan yang sunyi dari mulut Bibi Aimi yang untuk sesaat membentuk garis tipis.

(Bab Kenangan-Kenangan dalam Secangkir Teh)


*

Beberapa orang hadir di hidupmu untuk membantah hal-hal yang sudah kaupercayai seumur hidup. Ada yang membuatmu berhenti percaya bahwa hantu itu nyata. Ada yang membuatmu berpikir ulang soal "kalimat rajin pangkal kaya." Ada yang sanggup mengoreksi sikap pesimistismu dan menggantinya dengan harapan-harapan sederhana.

Saat ini, seperti itulah Isao bagiku. Dulu aku percaya jika pada siang hari tertawa terlalu banyak, malamnya aku pasti menangis. Namun, malam ini tidak begitu. Setelah tertawa sampai pipi pegal bersama keluarga Fukuda, malam itu aku masih dianugerahi sisa-sisa snyuman dan perasaan penuh, cukup.

*

Tanganku di lengannya terjulur untuk menggenggam jemarinya. Aku tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan sahabat dengan cara seperti itu, dan aku yakin tidak dapat membayangkan bagaimana mereka terluka oleh takdir itu. Yang bisa ikut kurasakan hanyalah kesedihan pekat yang menyebar seperti gas beracun, membuat kamar terasa lengket dan pengap, menumbuhkan duri-duri tajam dan melahirkan belatung-belatung ganas. Namun, aku yakin yang mengerti bagaimana mengerikannya kesedihan itu menggerogoti jiwa hanya Isao dan RD LIGHT sendiri. Aku dan seisi dunia hanya bisa mengucapkan turut berduka, tapi tak pernah bisa benar-benar mengerti rasa ngerinya.

(Rika dan Isao ketika membicarakan kematian Kentaro karena bunuh diri)

(Bab Belatung-Belatung Ganas Bernama Kesedihan)


*

Mati muda atau berumur panjang, cinta tetaplah cinta. Cinta orangtuaku panjang sampai mau memisahkan, cintaku pada Lukas pendek sampai ego menjauhkan, cinta Bibi Aimi pada mendiang suaminya terlalu panjang sampai tak tertembus kematian. Cinta tetaplah cinta, kata orang-orang. Aku masih belum menemukan pembuktian kebenarannya. Namun, pada Isao yang duduk di sebelahku saat ini, dengan gelas anggur di tangan kanan, bertumpu pada satu lututnya yang dinaikkan, aku menemukan bahwa cinta mungkin bukan perkara panjang atau pendek. Cinta mungkin hanyalah cinta.

(Bab Cinta dan Perkara-Perkaranya)


*

Samar-samar kudengar suara isak tangis. Kukira itu hanya bayangan dua puluh lalu yang terasa terlalu nyata. Namun, tidak. Isakan itu bukan datang dari masa lalu, melainkan dari mulutku saat ini. Aku menangis. Air mataku mengalir membasahi futon, membasuh seisi kamar. Ternyata aku tidak siap sama sekali mengetahui bahwa aku memang masih terluka. Mengapa dua puluh tahun tidak juga membuatku sembuh? Aku memiliki segalanya, musik, rumah, harta, penggemar, masa depan. Setelah semua yang dapat kuraih dalam hidup, mengapa aku masih saja terluka?

(Shigeru, Bab 16 November Kemarin, 16 November Sekarang)


*

Kami tidak menangis sementara memandangi sebongkah batu dengan nama Kentaro terukir di sana. Rasa sakit kehilangan Kentaro terasa bagai kabut. Kabut yang menyembunyikan urusan-urusannya seperti pencuri di tengah malam.

(Shigeru, Bab Kita Akan Menyala Di Mana-Mana)

*

Jika panggung terasa bagaikan ganja yang nikmat, waktu setelah pertunjukan terasa bagai siksaan yang menyerang ketika efek bius habis dan tandas. Saat turun dari panggung, bukan kebahagiaan yang menyergapku, melainkan perasaan bersalah. Kepalaku menghitung berapa nada yang gagal kucapai kesempurnaannya, mengelis gerakan melompat yang tidak maksimal kulakukan atau seruan yang kurang panjang kuteriakkan.

Personel yang lain sudah tahu kebiasaanku itu, jadi mereka selalu memberiku ruang untuk sendirian dan menghukum diri.

(Bab Seorang Teman)

*

"Ini," Rika membangunkanku dari lamunan. Dia entah kapan sudah berada di sampingku, membawakan buah yang telah dipotong kecil dan rapi di piring kecil, serta secangkir teh. "Berusahalah tidur malam ini," katanya, menyodorkan apa yang dibawanya kepadaku.

Aku menerimanya seperti merengkuh berkat dari Tuhan.

Sekali lagi aku membayangkan bila yang melakukan ini bukannya Rika, melainkan Ibu. Ibuku tersayang, yang kuharap sekali saja dapat mengatakan, "Jangan takut, Ibu akan melindungimu."

(Bab Ibu yang Bisu, setelah mereka mendiskusikan masalah hilangnya Yukiko Suda)

*

"Jika kau mati sekarang, berarti kau sedang lari dari penghukuman. Bukankah sebaiknya kau menjalani hukuman ini sampai akhir agar kau bisa menemui Kentaro di kehidupan selanjutnya tanpa malu?"

"Jika hidup adalah penjara yang harus kita jalani, bukankah sebaiknya kita menjadi tahanan yang patuh? Agar akhirnya kita bisa bebas tanpa rasa malu."

(Rika to Shigeru, setelah Shigeru mencoba bunuh diri, Bab Jeruk Paling Asam di Dunia)


*

"Aku juga ingin dia tetap hidup, sungguh. Tapi anak itu sudah terlalu lelah. Dia lelah."

"Aku tidak bisa menyelamatkannya. Begitu pun kau dan dokter-dokter yang mencoba mengobatinya. Kita tidak bisa menyelamatkannya. Kentaro ingin istirahat, dan tidak bisakah kita membiarkannya melakukan itu? Mengapa kita harus memaksanya hidup jika hidup sendiri adalah neraka untuknya?"

"Mari relakan dia, Nak. Kita relakan dia dan kita kenang dia selama yang kita bisa. Dia sudah tenang sekarang."

(Paman Ito to Shigeru, Bab Tenang)


*

"Rika mengajariku untuk menjadi pemaaf. Katanya untuk bertahan hidup di dunia yang keras ini kita cuma bisa banyak-banyak memaafkan.

(Riko to Shigeru Bab Riko dan Cerita-Ceritanya tentang Rika)
Profile Image for Kucing Tidur.
2 reviews
January 31, 2022
Pertama kali rasa ingin membeli muncul setelah melihat covernya. Aku suka, paduan warna yang bagus. Cerah tapi berkesan gelap. Tapi, itu gak langsung membuat aku ingin meminangnya. Aku menunggu sebentar lagi.

Lalu beberapa hari kemudian rasa kedua ingin membeli muncul, saat melihat ilustrasi karakternya. Shigeru Arai, jujur, sosoknya begitu attractive. Dan mirip dengan salah satu personel band Korea baru yang sedang di elu-elukan sekarang. Lagi, aku gak langsung membelinya. Nanti, kata perasaanku waktu itu.

Beberapa lama, buku ini ada list. Tersimpan begitu saja, dan sesekali rasa ingin memilikinya begitu tinggi.

Sampai rasa ketiga yang begitu kuat, saat tanpa sengaja sebuah potret dari sang penulis yang muncul di serch engine IG tanpa aba-aba memuat satu halaman dari sang novel. FIX BELI. Kala itu hatiku berteriak.

Awal membacanya jujur, aku senang. Hehe, halu soalnya. Tapi, makin ke dalam aku semakin yakin. Rika adalah gambaran kekhawatiran beberapa orang perihal : apa aku pantas bahagia? Apa aku pantas mendapatkan ini? Kebaikan apa yang aku buat sampai tuhan baik sama aku? Habis bahagia begini, nanti aku susah lagi? Sedih lagi. Ah, kayaknya ga pantes deh aku ngedapetin ini. Aku takut.

Beberapa dari kalian pasti pernah merasa begitu. Atau, kalau misal enggak, bersyukurlah.

Banyak dari Rika yang aku suka. Karakter yang lucu, dan berpendirian kuat. Meski di beberapa kali kesempatan agak nekat. Aku memutuskan bahwa aku suka, Rika. Aku suka caranya berceloteh dan memperlakukan orang lain. Aku suka rasa tanggung jawab dan semangatnya. Tapi, aku gak begitu suka perihal Rika yang menyerah terhadap Shigeru Arai.

Tapi, kalau di pikir-pikir, kalau aku jadi Rika aku juga gak akan mau di permainkan begitu. Aku juga pasti akan marah, wajar. Hehe.

Eh, tunggu. Jadi, ini Rika yang menyerah terhadap Shigeru atau Shigeru yang gak pernah berusaha lebih pada Rika?

Pendapatku, setelah membaca bagian Shigeru Arai. Alasan yang kedua mungkin lebih tepat dan lebih kuat.

Shigeru masih belum bisa menghadapi hari setelah kematian Ayahnya. Terlebih lagi setelah kepergian sahabat baiknya, atau mungkin lebih tepat saudara laki-lakinya -Kentaro. Itu sebabnya dia selalu berjarak. Sebab jadi dia tidak bisa merengkuh Rika. Karena dia belum siap menghadapi masa depan, dan terus menyangkal.

Jujur, saat membaca bagian Arai rasanya agak mengganggu karena beberapa kali ke Trigger, dan merasa gak enak. Tapi, itu ngebuat aku paham kenapa Arai bisa menjadi pribadi yang sulit di rengkuh atau merengkuh. Rasanya kalau ada orangnya beneran mau aku peluk, terus puk puk kepalanya. Aku gak akan bilang semua baik-baik aja. Tapi, mungkin aku bakalan berdiri di sampingnya dan membantu dia melewati semuanya. Biar dia bisa melihat ke depan lagi, enggak nunduk. Rasanya agak gak adil untuk Arai. Dia butuh di bantu! Buat dirinya percaya bahwa dia bisa! Huhuhu, Shigeru T______T love you.

Terus aku seneng gitu, mendekati akhir kalau Kazue bisa melangkah lebih banyak di banding sebelumnya yang cuma berputar di tempat.

Dan untuk anak manis, anak ganteng, anak gemes, dedek galak, Isao. Aku percaya, kamu kuat. Kuat banget. Kamu punya Ibu yang hebat yang udah lahirin kamu, dan ada di sisi kamu -bertahan, bersana adik kamu.

Tapi, kenapa aku gak merasakan perasaan lebih pada Ryou. Dia baik, cuma masih terasa mengambang. Apa mungkin karena Ryou lebih sering bersikap netral dan lebih pengertian pada semua karakter sampe aku yang baca pun merasa begitu sama dia? Entah, hehehe.

Yang jelas aku suka buku ini. Perasaan yang aku dapat saat membacanya jelas. Terlebih saat bagian terakhir, apa yang aku tahan-tahan saat membaca bagian Shigeru, dan beberapa bagian Riko akhirnya pecah juga. Tapi, ada tanda kalau buku ini berlanjut.

Karena setelah baca RD LIGHT bukannya healing malah sinting. Semoga, di buku selanjutnya perasaanku bisa disembuhkan, ya.

Oh, dan untuk Riko. Entah kenapa, yang aku rasakan saat membaca bagian Riko perihal sikap posesifnya pada Rika, terasa sangat indah. Dibanding berprilaku, dan berkata kasar. Aku suka sikap Riko. Tenang, tapi mematikan. Bukan diam-diam membunuh. Riko menyiksa orang yang menyakiti Rika dengan perlahan. Dan Riko menikmatinya, begitu juga saya.

Note : (sekali lagi aku mau bilang) aku suka bukunya. Tapi, ada beberapa bagian, atau kalimat yang agak sulit di bayangkan atau aku paham. Mungkin lebih ke bingung kali ya, yang kayak : ini maksudnya gimana? Hehehe. Tapi, sejauh ini aku menikmatknya. Amat, sangat menikmati (: terima kasih atas tulisannyaa..
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Naza N.
359 reviews10 followers
December 8, 2021
Trigger warnings: death(s), accident, suicide, depression (mentioned), drug usage, domestic violence.

Tawaran menjadi stylist pribadi RD LIGHT, sebuah grup band rock asal Jepang yang popularitasnya mendunia menjadi kunci pembuka jalan bagi Rika Wiyasa untuk meninggalkan tempat kelahirannya yang penuh duka dan memulai hidup baru di negara yang selalu diimpikannya. Mulanya, dia mampu bersikap profesional seperti biasanya. Namun, tinggal bersama empat personel RD LIGHT rupanya lebih dari cukup untuk memporak-porandakan segala yang telah dia tata sedemikian rupa.

Aku selalu suka dengan buku yang menceritakan kisah tentang artis. Jadi, ketika algoritma Instagram (yang secara mengerikan selalu tahu apa yang aku mau) merekomendasikan buku ini (ditambah dengan gambar keempat personel yang tampak berbahaya), aku terdorong untuk ikutan prapesannya meski aku belum pernah baca karya Kak Ruth sebelumnya.

Tidak seperti kebanyakan novel Metropop yang berfokus pada percintaan saja, buku ini mengulas dengan cukup lengkap bagaimana seorang stylist bekerja sehari-harinya. Mungkin kebanyakan fans grup band K-Pop atau grup band lainnya bakalan iri melihat bagaimana stylist bisa dengan mudah menyentuh-nyentuh artis favorit mereka, tetapi sebetulnya pekerjaan mereka enggak semudah itu. Menghadapi kepribadian personel band yang tentu saja berbeda-beda tentu bukan pekerjaan gampang, ditambah lagi mereka masih harus memikirkan segala tetek bengek riasan dan wardrobe sang artis. Belum lagi di sini Rika juga memegang jabatan sebagai asisten manajer. Mungkin kalau aku yang jadi Rika dan harus berhadapan dengan Isao dan Shigeru, bukan enggak mungkin novel ini berubah haluan ke genre action thriller.

Selain itu, Kak Ruth juga banyak menjabarkan kehidupan para artis di belakang panggung, berbagai rutinitas keseharian, juga proses mereka bekerja. Di sela-selanya, barulah konflik disisipkan dengan rapi dan cermat. Meski trope percintaannya sudah umum digunakan di mana-mana, tetapi Kak Ruth mengeksekusinya dengan sangat baik sehingga tidak terasa monoton.

Alurnya tertata dengan pas sehingga tidak ada bagian yang terlalu cepat atau terlalu dipanjang-panjangkan. Begitu pula dengan konfliknya. Satu hal yang mungkin kelihatan kecil rupanya memegang peranan penting dalam cerita dan membuka lapis demi lapis permasalahan lainnya. Porsi para tokoh juga seimbang, bahkan tokoh-tokoh tritagonis yang seringkali hanya digunakan untuk filler semata pun punya bagian pentingnya sendiri-sendiri. Hal-hal di atas, ditambah dengan diksinya yang mengalir lancar layaknya air di pipa Wavin membuat buku ini sangat page-turning.

Meski endingnya tidak seindah kisah Barbie Princess, tetapi entah kenapa aku lega banget membacanya. Mungkin memang itu yang terbaik, kan?

Semoga penantianku terhadap sekuel buku ini enggak terlalu lama, karena aku bakalan kangen berat sama anak-anak (dih, ngaku-ngaku).

P.S. Ryou boleh sama aku aja kali, ya?

P.S.S. Kok bisa sih ada orang sebeban Yukiko?
Profile Image for AHMAD FARHAN.
66 reviews2 followers
July 9, 2022
Aku berani memberikan buku ini 5 bintang walaupun tidak begitu yakin.

Pengalamanku membaca buku ini:
Rasanya dark, dan toxic banget awalnya tapi ya seperti kehidupan, hal-hal tergelap pun akan ada sisi terangnya. Kita diajak mencicipi trauma tokoh di dalam sini, dan mencoba mencari tahu lebih masa lalu mereka yang kelam. Banyak hal yang bisa di dapat, banyak hal yang bisa di pelajari tergantung bagaimana kalian menyikapinya. Seperti ajaran rika kepada riko adiknya agar selalu memaafkan di dunia yang keras ini dll. Tentu saja buku ini tidak hanya menceritakan sisi buruk ada kebahagiaan-kebahagian lain seperti pengalaman pertama kali rika menonton konser RD LIGHT, kehangatan keluarga isao, dan kisah cinta para tokoh.

For the author of this book I want to say thank you because your book I know the other side of life. ❤️
Profile Image for Ayu Rianna.
Author 9 books38 followers
February 20, 2022
Ini pertama kalinya aku baca karya Ruth Priscilia Angelina dan langsung jatuh cinta. Awalnya cuma baca dikit di Wattpad, lalu memutuskan beli novel fisiknya dan nggak menyesal sama sekali. Udah lama aku nggak baca novel karya penulis lokal yang sampai se-excited ini! Tulisan Ruth sungguh rapi, narasinya bagus, dialognya mengalir banget, pilihan katanya indah tapi nggak terkesan "menye-menye" (tau kan maksudnya haha). Saat tokohnya patah hati, aku juga ikut sedih tapi sekaligus senang karena setiap tragedi disampaikan dengan kata-kata yang indah banget, terasa sakitnya sampai ke tulang. Bravo, Ruth! Menunggu buku selanjutnya karena di akhir halaman ada tulisan "BELUM SELESAI" :))
Profile Image for Miel.
16 reviews
August 1, 2025
RD Light ya.. how to start this review..
okay first, buku ini bercerita tentang bagaimana Rika dengan segala komplikasinya menjadi asisten sebuah grup idol jepang yang juga punya banyak masalah tersembunyi. Rika, perempuan sederhana yang udah sering nerima pahitnya dunia. Dia selalu denial sama sesuatu terkait perasaan pribadinya karena ngga mau dihantui ekspetasi dan kekecewaan lagi. Dia bertahan hidup udah bukan karena untuk membuat dirinya bahagia, jelas jauh dari itu. Rika hidup karena dia masih diberi umur untuk menjalani hari-harinya, maka dari itu dia tetap bertahan. Alasan terbesarnya untuk bertahan adalah Riko, adiknya. Dia mau memberikan kehidupan yang layak untuk adiknya setelah ditinggal kedua orang tuanya. Rika hanya memikirkan itu sepanjang hidupnya sampai-sampai ia tumbuh menjadi gadis yang super hemat dan mengedepankan uang untuk menciptakan kehidupan yang layak dan bahagia. Tapi, mau seberusaha apa pun Rika untuk memendam perasaan pribadinya dan mengedepankan sikap realistisnya, ia akhirnya tetap menjadi pribadi yang paling berperasa di cerita. Dan itu masalahnya, sederhana tapi berhasil membuatku susah payah mengambil napas menuju realita. RD Light itu disimbolkan sebagai sesuatu yang berbahaya, yang Rika jelas mengetahuinya, tapi ya dia bodoamat toh yang dia butuhin uangnya aja. Buku ini menurutku punya tiga babak. Babak pertama bercerita tentang Rika dan sifatnya yang barusan ku ceritakan, bagaimana ia melawan semua bahaya yang ada dan tetap kokoh berdiri karena menurutnya perasaan semacam itu ngga penting untuk ditanggapi. Singkatnya, dia berusaha untuk ngga jadi baperan. Babak pertama menurutku terlalu buru-buru, sembrono, kasar, sampai-sampai aku hampir tidak ingin melanjutkan buku yang paling ku nanti-nanti kehadirannya. Terlalu banyak apasih dan kenapasih dan pertanyaan lainnya yang berkeliling di kepalaku. Sampai babak dua tiba, babak yang sebentar tapi menurutku membuatku nyaman dan tenang untuk akhirnya tetap melanjutkan cerita. Ngga ada tuh sesuatu yang kasar dan serba sembrono kayak babak pertama. Jelas aku tahu karya Ruth ngga akan membiarkan pembacanya tenang untuk waktu yang lama karena babak berikutnya menghantamku habis-habisan. POVnya berubah menjadi POV Shigeru si ketua RD Light dan ditutup oleh POV Riko, adiknya Rika. Pertanyaan yang pada awalnya menghatuiku perlahan semuanya terjawab. Lega tapi begitu ketika aku tahu mengapa babak pertama terlalu tiba-tiba dan sembrono membuatku menangis setiap membalik lembarannya. Shigeru dan dunianya yang sulit dijangkau siapa pun akan menampar habis-habisan pembaca. Tidak sampai situ saja, ketika konflik mulai tenang, ketika Shigeru akhirnya menemukan lampu kecil yang redup untuk bertahan, Ruth langsung mematikannya dengan segera. Di sini kita baru tahu bahwa Rika menggunakan perasaannya ketika ia berusaha denial untuk tidak ikut campur. Nyatanya setiap tindakan yang ia pilih dari awal jelas melibatkan perasaannya di dalam, bagaimana ia menyelamatkan semua orang tapi tidak dengan dirinya sendiri. POV Riko, membuat menangis tiada henti, mencekikku hingga kehabisan napas. Kalimat yang tidak pernah ku lupakan adalah bagaimana Rika selalu memaafkan orang-orang yang membuatnya sakit hati untuk tetap bertahan di hidup yang berat sekali. Balas dendam yang paling mahal, yang paling lembut dan tenang tapi membunuh semua orang. Bagaimana orang-orang disekeliling Rika tetap bertahan setelah dihabisi oleh maaf yang tiada batasnya dari gadis kecil yang selalu berusaha untuk hidup. Bagaimana mereka bisa merasakan sayatan-sayatan tak kasat mata yang diberikan oleh Rika. Akhir yang sangat lembut dan tenang, yang tidak terpikirkan oleh orang-orang, yang membunuh siapapun secara perlahan. Aku sayang Rika.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Day Nella.
328 reviews6 followers
December 8, 2024
"Jika hidup adalah penjara yang harus kita jalani, bukankah sebaiknya kita menjadi tahanan yang patuh? Agar akhirnya kita bisa bebas tanpa rasa malu?" Hal 356
-
RD Light Vegeance
Ruth Priscillia Angelina
Penerbit Gramedia, 2021
Tebal 432 Halaman
Pinjam di @perpusberjalan
-
Apakah aku sudah pernah mengatakan nggak menyukai sisipan genre Angst dalam semua bacaanku? Benar. Mungkin untuk buku ini adalah pengecualian. Aku menyukainya dan menangis sesenggukan sendirian seakan sisi lain diriku mengeluarkan seluruh emosinya berkat buku ini. Berkat semua tokoh didalamnya yang dituliskan dengan sepenuh hati oleh sang penulis.
-
Rika Wiyasa secara langsung diminta menjadi stylist oleh salah satu boy band rock papan atas RD Light—Shigeru—setelah melihat kinerjanya menangani tiga anggota band mereka. Meski tetap mengikuti prosedur dan di sanalah Rika ditempatkan satu hunian bersama para member RD Light.
Penulis benar-benar menunjukkan bagaimana kehidupan para member grup band jepang. Baik dari kegiatan harian dan padatnya jadwal panggung, pemotretan serta kerjasama produk brand-brand ternama dan betapa irinya melihat para anggota band yang bisa disentuh secara bebas dalam menangani penampila mereka ditangan seorang stylist atau asisten manajer, Rika Wiyasa.
-
Dihadirkan dengan romansa yang tipis-tipis. Dan konflik yang akhirnya muncul satu per satu dalam ruang rahasia setiap anggota band termasuk Rika. Semua masalah dalam diri mereka dimunculkan secara halus dan tanpa sadar pembaca akan merasakan bagaimana gelapnya kehidupan mereka. Terutama rahasia terdalam Shigeru, Rika dan Riko Wiyasa. Porsi semua tokoh di dalamnya pas dan memiliki hal semua hal yang membuat pembaca sayang dengan mereka, termasuk Ryou, Isao, Kazue.
Rahasia masa lalu yang dianggap telah tertutup nyatanya semakin membakar diri mereka. Ada yang ternyata tidak bisa bangkit, ada yang memilih menyalahkan diri mereka, ada yang beranggapan bahagia adalah kata yang tabu untuknya.
-
Semua sisi emosional yang banyak dialami semua orang terasa begitu jelas di sini. Penulis memberikan sinyal-sinyal positif dan negatif secara bersamaan. Yang mengungkapkan kalau cerita ini tidak menghadirkan akhir yang semua orang bayangkan, tapi akhir yang selalu kita temukan dalam dunia nyata.
Novel genre Angst romance yang jadi favoritku di bulan ini. Memberikan banyak insight buatku.
Fix aku harus punya buku ini di rakku. Meskipun menghadirkan kegetiran hidup setidaknya aku bisa menangis lepas.
Profile Image for Adiyaksa Pratama.
32 reviews
January 22, 2022
Setelah sekian lama tarik-ulur buat baca novel ini secara utuh, akhirnya sudah waktunya untuk mengeluarkan novel ini dari lemari dan membaca keseluruhan ceritanya.

RD Light, nama itu diambil dari nama band yang menjadi tokoh keseluruhan cerita ini. Band tersebut beranggotakan empat orang yang masing-masingnya memiliki karakter yang unik. Mereka dipertemukan oleh seorang fashion stylist bernama Rika Wiyasa yang mendadak harus mengurusi mereka dalam sebuah pemotretan dan akhirnya diterima menjadi stylist pribadi dari band itu. Awalnya kehadiran Rika tidak disukai beberapa personil band, namun ada seseorang yang memiliki sikap misterius dibalik diamnya dia dalam segala situasi, Shigeru sang leader dan vokalis RD Light, sehingga Rika harus berhati-hati dalam bersikap dan mengambil keputusan. Baik Rika maupun masing-masing personil RD Light memiliki alasan untuk bertahan hidup, memperjuangkan apa yang menjadi cita-cita mereka. Walaupun, Rika dan Shigeru memiliki masa lalu yang penuh luka, duka, dan dendam.

Secara keseluruhan, novel ini membuka bagaimana kinerja dari 'dapur' suatu manajemen artis. Jadwal manggung, jumpa fans, pemotretan dengan majalah atau suatu brand, rapat-rapat terkait album dan kontrak, serta kegiatan masing-masing personil sendiri harus diatur sedemikian rupa oleh manajemen supaya tidak bentrok dan tidak mengganggu kegiatan pribadi. Di bab awal juga sedikit membuka tentang pekerjaan fashion stylist sebuah media, di mana tokoh Rika berlatar belakang pekerjaan tersebut.

Suasana yang ditawarkan novel ini mayoritas agak gelap dan penuh emosi, walaupun banyak juga yang cerah dan penuh canda. Konflik-konflik yang dimunculkan ada yang menyenangkan, ada pula yang penuh dengan dendam. Apalagi yang terkait dengan latar belakang peristiwa yang membangun tokoh-tokoh mayor dalam novel ini antara lain Rika dan Shigeru yang banyak berhadapan dengan peristiwa-peristiwa penuh luka dan emosi. Sehingga pembaca bisa ikut menyelami dan merasakan emosi yang hadir dalam keseluruhan cerita. Ditambah dengan ending yang mengejutkan dan dieksekusi secara mulus.

Satu hal yang paling aku suka adalah cover dari novel ini. Foto cityscape dengan teknik long exposure dan pemilihan gaya tulisan judul yang glowing seperti LED, menggambarkan suasana malam Jepang yang sangat metropolis dan penuh warna.

Aku rasa, novel ini sangat highly recommended untuk mencari novel slice of life yang banyak macam warna suasana dan emosi yang ditampilkan di dalam isi cerita. Novel ini pula merupakan salah satu karya terbaik dari penulis, Kak Ruth Priscilia.

Jadi, selamat membaca :)
Profile Image for Rihazizah.
81 reviews7 followers
June 29, 2025
"Mudah saja utk mati. Yang sulit adalah bertahan hidup bersama kenangan tentang orang terkasihmu yg memutuskan mati. Kau lebih tahu rasanya daripada siapa pun."

.

RD Light Vengeance
Ruth Priscilia Angelina
432 hlm.
@bukuGPU, 2021
Baca di apk iPus Sulteng
4.3/5 🌟
.

Ini novel pertama karya Ruth Priscilia yg aku baca dan aku suka. Novel dg PoV seseorang yg depresi dan kental sekali terasa. Emosiku teraduk-aduk di sini dan terasa babak-belur di akhir.

Novel ini dibagi dalam 3 bab: Rika Wiyasa, Shigeru Arai, dan Riko Wiyasa.

Di bab pertama, pembaca akan berkenalan dg keempat personel RD Light, band rock asal Jepang yg popularitasnya sedang menanjak. Rika Wiyasa direkrut secara khusus utk menjadi stylist pribadi RD Light. Diterbangkan dari Jakarta ke Jepang, Rika langsung diminta oleh manager RD Light utk tinggal serumah dg keempat personel RD Light. Gesekan demi gesekan tak dapat dielakkan, begitu pun ketika benih-benih cinta mulai bersemi.

Semakin dalam mengenal RD Light, semakin Rika tenggelam dalam masa lalu mereka. Rika pun mengenal personel RD Light kelima dan misteri kelam yg mati-matian disembunyikan Shigeru.

Bukan hanya Shigeru, Rika pun punya traumanya sendiri. Gadis yatim piatu yg membesarkan adiknya sejak kecil ini meski terlihat kuat di luar tapi rapuh di dalam. Aku suka dg kepribadian Rika, kecuali bagian dia merasa harus jadi pahlawan utk Shigeru.

Di bab kedua, misteri masa lalu Shigeru dibuka perlahan dg cara yg menyakitkan.

Terakhir, meski singkat, aku dibuat babak-belur oleh cerita dari PoV Riko yg tegar.


.

Emosinya tumpah ruah, campur-aduk, dan bagai roller coaster.

Penokohan dibangun sangat kuat hingga pembaca akan dg mudah membedakan keempat personel RD Light. Tidak bakal tertukar.

Latarnya di Jepang, tapi aku tdk merasakannya pada dialog antartokoh. Saltiknya juga lumayan banyak utk penerbit sebesar Gramedia. Bukan sekadar saltik tapi sampai tertukar nama tokohnya. Agak mengganggu yaa~

Risetnya luar biasa dan aku dapat banyak insight soal dunia glamor keartisan dan kebusukan di baliknya, soal stylist, juga soal musik.

Banyak amanat yg aku petik dari novel ini. Tentang persahabatan, merelakan pergi, menghadapi trauma, serta proses memaafkan diri sendiri yg amat tdk mudah.
Profile Image for Yulia Ang.
Author 5 books10 followers
January 4, 2022
Shigeru, Ryou, Kazue, Isao adalah 4 pemuda personel RD LIGHT, grup band rock Jepang dengan popularitas mancanegara. Rika Wiyasa, dipertemukan dengan RD LIGHT, hingga akhirnya bergabung menjadi stylist pribadi sekaligus asisten manager grup tersebut. Hari-hari Rika setelahnya tidak akan pernah sama. Mengejar impian, menghadapi hiruk pikuk dunia entertain dengan carut marut perasaan, dan tetap menjaga kewarasan harus Rika lakukan. Meski tak jarang Rika bersinggungan dengan sinyal merah berbahaya yg mengaduk emosinya bersama keempat pemuda itu.

Kesan pertamaku usai membaca buku ini adalah: I cried a lot. Buku yg bersampul indah penuh lampu warna-warni ini merepresentasikan "keindahan" dari sisi yg berlawanan. Gelap dan suram. Meski begitu, hidup harus terus berjalan, kan? Layaknya sinar lampu kendaraan yg ada pada cover.

Beragam perasaan muncul saat aku membaca buku ini. Naik turun layaknya roller coaster. Jika ditanya siapa karakter yg paling kusukai di dalam buku ini, aku akan jawab: nggak ada. Karena aku suka semuanya. Tiap karakter punya porsi sendiri-sendiri untuk mengikat pembaca serta memberi kesan mendalam.

Rika dengan kemampuan dan dedikasinya. Shigeru yg tenang dan diam menyimpan rahasia, Ryou yg dewasa dan selalu membuat nyaman, Kazue yg muncul di saat yg tepat, serta Isao yg mencuri perhatian dengan sikapnya, mulai dari awal hingga akhir. Satu persatu konflik dibuka perlahan tanpa kesan memanjang-manjangkan. Semuanya disampaikan pas dan sangat baik oleh penulis. Sehingga menjadikan buku ini page-turner buatku. Bagian kecil dalam cerita justru sangat berperan sangat penting.

Buku ini memberi kita banyak pembelajaran hidup. Tentang tanggung jawab, menghadapi ketakutan, trauma, penerimaan, perjuangan, dan memaafkan. Sungguh kisah yg tragic namun indah.

Ps. Trigger of domestic violence, suicide, depression.
Profile Image for ⭑.
189 reviews7 followers
May 11, 2024
TW // suicide , self-harm , killing , blood , mentally abuse , physically abuse

Luar biasa sekali buku ini dengan magisnya menyulap pembaca menjadi larut ke dalam cerita yang sedikit banyak… Dapat dimengerti. Kesedihan di dalam buku jni terlalu banyak, terlalu nyata, seolah kesedihan itu dekat dengan kita. Mungkin inilah ciri khas dari Kak Ruth sebagai penulis.

Entah perasaanku saja, setiap ada kesenangan yang datang pasti kesedihan juga menyertainya seolah kesenangan itu hanya sementara. Hal tersebut yang terjadi pada Rika dan seluruh RD LIGHT. Cerita ini benar-benar slow pace, kisah romancenya juga terkesan slowburn. Setiap karakter memikiki ‘ciri khas’ masing-masing dan sangat kuat. Ujian demi ujian serta penyesalan demi penyesalan disajikan di dalam novel ini dan penyelesaian yang dilakukan secara dewasa.

Pesan di dalam novel ini sangat banyak. Salah satunya untuk tidak menyerah dengan hidup dan tetaplah memiliki cita-cita, itu bisa menjadi salah satu untuk tetap hidup. Memaafkan dan menjadi orang baik juga—seberat apapun, memaafkan akan memenangkan segalanya. Tetaplah menjadi orang baik di manapun kamu berada. Jangan tenggelam dari masa lalu, terimalah. Rasakan rasa sakitnya lalu ikhlaskan. Hidup akan terus berjalan dan berhenti membohongi diri, membelenggu hingga menyakiti. Bangkit, buatlah lembaran baru untuk hidup. Jangan seperti Shigeru.

Overall, buku ini sangat bagus dan emotionally drained (suka). Air mata adalah bayaran yang layak untuk menyelesaikan buku ini.
Profile Image for sesamesyrup.
58 reviews
October 30, 2025
⭐3,7/5

Singkat saja, secara pribadi aku suka dengan dinamika kehidupan para tokohnya terutama Rika dan Shigeru, baik itu menyangkut masa lalu mereka masing-masing maupun masa kini sejak mereka pertama kali bertemu hingga menjalin hubungan yang rumit dan lebih dalam lagi. Yang agak mengganjal adalah bagaimana berbagai macam kebetulan hampir selalu muncul terutama (lagi-lagi) pada adegan-adegan di antara Rika, Shigeru, dan Isao. Selain itu, karakter Rika yang kehidupannya mendadak berubah mujur dalam rentang waktu yang sangat singkat bak di atas awan karena dikelilingi cowok-cowok keren & ganteng serta tinggal satu atap bersama mereka—terlepas dari masa lalunya yang buruk & traumatis—benar-benar membuat itu semua terasa sangat tidak nyata hingga nyaris tidak masuk akal untuk benar-benar terjadi. Terlepas dari itu, hal-hal lain bisa diterima dengan baik terutama akhir cerita yang cukup realistis,
Profile Image for Jeje.
65 reviews2 followers
October 22, 2022
Akhirnya bisa nyelesaiin buku ini, sempet reading slump tapi akhirnya bisa ngumpulin niat baca lagi 💕. Aku suka sama novelnya karena dapet ttd penulis sama postcard yang fotonya member RD Light. Postcardnya lumayan membantu, sambil aku baca, sambil aku liat foto mereka, karena fotonya menggambarkan apa yang dinarasiin di novel.

Bercerita tentang Rika kerja sebagai stylist sebuah band RD Light yang beranggotakan 4 orang, Shigeru, Ryou, Kazue, dan Isao. Karena mereka berempat percaya sama Rika, akhirnya si Rika ini dijadiin asisten manager. Disini aku suka karakter Isao karena gemes aja gituuu, tipe tipe cowok tsundere. Dan aku udah feeling si Isao ini bakal jadian sama Rika dan beneran dong ^^ Dan selain Isao, ada juga yang suka sama Rika, Shigeru. Tapi sayangnya Shigeru ini ga bilang perasaan dia dan keduluan ditikung deh, tapi untungnya Isao sama Shigeru gaada permasalahan tentang perasaan itu.

Ceritanya lumayan enak dibaca, konflik disini lebih ke psikologis dan konflik hubungan keluarga. Ada satu bagian yang aku masih aneh, kenapa si Chris ini tiba tiba dateng ke persembunyian RD Light dan langsung nyerang mereka. Dan juga menurut aku, kalo endingnya kaya gitu, gausah ada sekuel lagi. Mungkin si penulis mau nyeritain perjalanan RD Light setelah tur 52 kota itu. Soalnya di akhir ada tulisan "Belum Selesai".

⭐4/5
Profile Image for mitch.
212 reviews4 followers
May 15, 2023
3.5⭐

Oh.. what a sad ending.

Awalnya aku tertarik beli buku ini karena sinopsisnya mengingatkanku pada One Ok Rock haha. Selama baca, yang kudengerin juga lagu-lagu OOR dan menurutku pas banget dan reimaginasi OOR sebagai band penuh skandal berhasil naikin hype-ku buat baca.

Aku udah ngira sih kalo buku ini bukan cerita yang ringan dan menyenangkan. Buku ini mengeksplorasi hal-hal yang nyata dan butuh perhatian lebih, terutama di Indonesia, seperti KDRT, kehilangan orang tua, bunuh diri, dan kesehatan mental. Jadi bagi yang mau baca, perhatikan dulu trigger warning-nya ya.

Aku tau buku ini sad-ending, tapi buatku pribadi aku ngga merasa sedih, kalau menurutku sih kurang 'ngena'. Ngga diragukan lagi kalau penulis buku ini berbakat dan ide-idenya bagus. Dinamika karakternya juga aku suka. Aku juga suka banget sama Rika sebagai karakter utama dan bagaimana semua member RD Light ditulis. Riko juga karakter yang ditulis dengan baik. Tapi pas membaca ini aku ngerasa dunia yang dibangun penulis terlalu sempit. Terlalu banyak kebetulan dan keterkaitan. Alih-alih terlihat seperti kutukan, beberapa kejadian kerasa terlalu 'maksa'. On top of it all, aku nemu banyak banget salah ketik dan kalimat yang ngga make sense. Ini lebih buat ke editor sih.

Secara keseluruhan, ceritanya ok, tapi bukan yang bikin aku terkesan banget.
15 reviews1 follower
December 11, 2021
Done! 💕 I love this book 💕

RD LIGHT VENGEANCE - buku pertama kak Ruth yang pernah aku baca. Awalnya aku suka sama kover bukunya. Eye Catching gitu, mengingatkanku pada Tokyo Drift (film favoritku), ditambah lagi lihat video promonya dari Gramedia yang mengundang adrenalin. Klop 🙌 kayak tutup ketemu botol 😂

Rika Wiyasa - seorang gadis Indonesia yang mendapatkan tawaran pekerjaan menjadi stylist pribadi dan asisten manager RD LIGHT, group band rock Jepang dengan popularitas mancanegara.

Empat personel itu membuat kehidupan Rika bagaikan roller coaster yang mengandung sinyal merah berbahaya. Mereka bersinggungan, saling terlibat, dan sesekali berkonflik. Perasaan lain pun tumbuh subur tanpa bisa dicegah. Tak ada yang menyangka kalau nanti perasaan itu akan menuntut harga yang sangat mahal.

Aku juga ngerasain naik roller coaster saat baca buku ini 🙈

Baca buku ini ibarat makan daging dengan rasa yang sangat puas. Puas dengan konflik dan jalan ceritanya. Ritmenya juga pas, gak terlalu cepat atau terlalu lambat. Nuansanya dark romance campur Thriller, mengungkap banyak sisi gelap yang dari beberapa tokoh. Dan pesan moralnya dapat banget 💌

Review selengkapnya ada di ⬇️⬇️⬇️
https://www.instagram.com/p/CXVkf8wlO...
Displaying 1 - 30 of 78 reviews