Mungkin saat ini adalah titik terendahmu dalam hidup. Hingga lelah, sedih, dan kecewa menjadi sahabatmu akhir-akhir ini. Rasanya melangkah pada keputusasaan lebih dekat dibanding harus melanjutkan perjuangan yang terasa jauh. Hidup seolah memecut dan melucuti dirimu dalam tuntutannya yang lebih dari apa yang sanggup kamu berikan.
Namun, tidak apa-apa. Percayalah, suatu saat kamu akan menertawakan apa yang kamu lalui hari ini. Kamu akan mampu melaluinya, lalu berterima kasih pada dunia bahwa kesulitan di hari kemarin telah membentukmu menjadi sosok yang lebih kuat. Menuntunmu untuk membuka pintu kebahagiaan hakiki. Tangismu hari ini adalah doa untuk mengabulkan harapan.
Sebab, sabar adalah seni menjalani hidup yang tidak mudah. Dalamnya sabarmu adalah kekuatan terhebat untuk menghadapi segala rintangan yang membentang. Dan, kamu pasti bisa untuk sabar paling dalam.
Buku Sabar Paling Dalam dinilai sebagai buku yang sangat singkat dengan total 204 halaman, tetapi mampu menjadi teman yang dapat menenangkan di kala merasa hidup sedang tidak baik-baik saja. Buku Sabar Paling Dalam mampu membuat para pembacanya merasa ingin ditemani buku ini lagi ketika mereka merasa sedih, lelah, kecewa, dan sebagainya.
“Tuhan tidak langsung menciptakan pedang yang tajam, melainkan mendorong manusia harus berfikir untuk tahu bagaimana menempa besi dan mengasahnya.
Begitu pun kita ketika kamu meminta dijadikan manusia yang kuat. Tuhan memberimu sedih dan airmata. Saat kamu meminta sabar, Tuhan memberimu rasa sakit. Dan kala kamu meminta keikhlasan, maka kamu akan mengalami kehilangan.
Tuhan selalu punya cara untuk membentuk kita menjadi manusia yang luar biasa.”
Buku pertama dari penulis yang saya baca adalah Ikhlas Paling Serius dan saya jatuh cinta dengan penulisannya, lalu mendapatkan naskah ini. Tekaan saya tepat, bahawa saya akan menyukai buku ini sepertimana saya menyukai buku sebelumnya. Jika buku sebelumnya mendakap saya ketika saya dalam proses mengikhlaskan penceraian saya, buku ini mendakap saya sekali lagi dalam proses membina rasa sabar atas kehilangan itu dan merelakannya.
“Beberapa orang diberi anugerah berupa kemampuan bertahan dan setia yang begitu hebat. Namun, sayangnya, harus mengalami kisah yang menyedihkan dengan sosok yang justeru menyia-nyiakannya.”
“Mulai saat ini, berjanjilah untuk tidak lagi merasa dirimu banyak kekurangan. Percayalah, bahwa kamu itu sempurna di hadapan orang yang tepat. Indahnya rupa hanyalah kulit tipis yang membalut hatimu, tidak berdampak apa pun pada keindahanmu dari dalam.”
“Mulai saat ini berhentilah menjadi musuh untuk dirimu sendiri”. Buku 187 halaman ini termasuk cepat untuk dibaca, karena banyak ilustrasi dan tulisannya juga sedikit-sedikit tiap halamannya. Buku ini cocok banget untuk kita “ngaca” kepada diri sendiri. Kalau habis baca tiap halamannya aku berhenti sebentar untuk merenungkan dan intropeksi terhadap diri sendiri. Gaya penulisan bagus, isinya bagus, pesan yang di sampaikan bagus, ilustrasi simple. Akan selalu re-read kalau merasa lelah, sedih, kecewa, dll.
Sebuah buku puisi yang santai akan tetapi padat dengan setiap bicara kata yang tepat mengena pada apa yang terpendam dalam jiwa. Ia sememangnya berkisarkan tentang perjalanan kehidupan yang bagi aku setiap jasad yang membaca pasti mampu mengerti penyampaian tersirat.
Istimewanya buku ini pada hemah aku adalah kerana seiring puisi-puisi halus untuk diamati, terdapat juga foto-foto indah yang estetik menjadi hiasan di setiap helaian dibukukan. Setiap satunya merupakan hasil seni penulis tersendiri dan bukan itu sahaja, para pembaca turut diberikan peluang memiliki gambar-gambar tersebut melalui "QR-Code" yang tersedia secara percuma - untuk dijadikan "phone wallpaper".
Apapun jua, buku ini telah menyedarkan dan mengajar aku tentang makna kesabaran. Sabar yang dizahirkan itu bukanlah menjadi sesuatu yang sia-sia namun bagaikan perisai untuk diri lebih kuat juga teguh memerangi kelemahan rapuh yang menggoyahkan. Aku ingin kongsikan satu rangkap puisi yang seperti memujuk hati yang kadang-kala ingin mengalah;
Jika ada senyuman paling hebat, adalah dia yang tetap memilih untuk tersenyum padahal
Actual 2.5⭐ Isinya engga sesuai ekspektasi gue. Dari pertama kali liat judulnya, gue pikir temanya tentang kehidupan pada umumnya, tapi ternyata lebih ke romansa, meskipun ada beberapa tentang life in general tapi engga sebanyak tema percintaannya.
Quote2 atau nasihat2 di dalamnya bagi gue pribadi kurang begitu touching atau bahkan mindblowing. Beberapa nasihat2nya umum gue denger atau liat dari sumber2 lain.
Saya memiliki satu, dan saya suka dengan gambar-gambar yang didalamnya. Semuanya seakan memiliki makna tersendiri. Buku ini pun berisi tentang quote penyemangat untuk bersabar lebih dalam lagi, juga lebih mencintai diri sendiri. Salah satu buku self improvement yang saya rekomendasikan!