Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sketsa Mendung

Rate this book
Sketsa Mendung adalah adaptasi visual dari cerita-cerita pendek yang di tulis oleh Raditya Dika- dari teks cerita pendek dinarasiakn lewat cerita bergambar yang lebih intens. Ada cerita dengan gaya komedi, drama, dan horor. Buku ini dilengkapi juga dengan cerita personal proses kreatif saat ia menulisnya di masa pandemi.

232 pages, Paperback

Published December 1, 2021

5 people are currently reading
47 people want to read

About the author

Raditya Dika

18 books1,958 followers
Raditya Dika is an Indonesian comedy writer. His first book was a collection of his humorous blog entries, entitled Kambingjantan: Catatan Harian Pelajar Bodoh (Malegoat: Diary of a Stupid Student).

His second book chronicles his unbeliavebly jinxed love life, entitled Cinta Brontosaurus (Brontosaurus Love). Published a year following the success of his previous work. His latest books, bearing the title Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa (Radikus Makankakus: Not Your Ordinary Animal) & Babi Ngesot (Sliding Pig) follows the tone of his previous works.

All of his books targets the stupidity and self-depreciating ridiculousness of a boy trying to get to adulthood, along with the absurdity of everyday life.

Currently he's working as director and editor-in-chief Bukune Publishing House.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
18 (37%)
4 stars
27 (56%)
3 stars
2 (4%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 19 of 19 reviews
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
July 21, 2024
Nggak nyangka menemukan buku ini di iPusnas. Buku ini berisi 5 cerpen yang divisualisasikan menjadi fiksi grafis (komik). Kalau ada yang mengikuti cerpen-cerpen Raditya Dika di masa pandemi seperti Cuma Teman dan Cium, cerpennya bisa kamu temukan di buku ini. Favorit saya adalah cerita "Gendong".

Di akhir setiap cerita ada penjelasan proses kreatif yang dilakukan Dika saat menulis cerpennya. Jadi kita bisa memahami sudut pandang penulis dalam menyampaikan kisahnya.
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
December 28, 2021
"Saya ingin menangkap bahwa di tengah pandemi, banyak yang merasa sendirian. Mereka terperangkap di sebuah tempat, entah itu rumah atau pekerjaan, sementara awan gelap seolah tiada akhir. Padahal, selalu ada harapan: langit kembali cerah setelah mendung dan hujan."

Sudah bertahun-tahun aku mengikuti karya yang ditulis oleh Raditya Dika dan membaca hampir semua buku yang ia terbitkan. Oleh karena itu, saat aku mengetahui bahwa ia akan merilis buku baru, aku langsung memesan pre-order nya tanpa pikir panjang dan tanpa tahu dengan jelas tentang isi bukunya. Setelah bukunya mendarat di tanganku, baru aku menyadari bahwa ternyata buku ini ternyata adalah adaptasi visual berbentuk komik dari cerita pendek yang ditulis oleh Raditya Dika. Sketsa Mendung ini terdiri dari 5 cerita pendek, dan masing-masing diakhiri dengan kisah di balik proses kreatif Raditya Dika selama menulis cerita-cerita tersebut. Kumpulan cerpen ini juga jadi lebih spesial karena ditulis selama masa pandemi dan terinspirasi dari beberapa permasalahan yang timbul karena adanya pandemi.
"Ada dilema antara menunggu atau berhenti berharap, antara maju kembali atau diam di tempat."



Dari 5 cerita pendek yang ada di dalam buku ini, aku punya 2 favorit: yang pertama berjudul Gendong, dan yang kedua berjudul Cium. Seperti yang diceritakan oleh Raditya Dika, penggalan kisah Gendong terinspirasi dari kehidupan nyata beberapa orang yang mempunyai mimpi untuk membangun usaha di tahun 2020, namun gagal total karena pandemi. Ada juga teman lain yang sudah meminjam banyak uang untuk modal usaha, tapi mengalami kegagalan yang sama karena pandemi. Ia menulis bahwa pandemi memiliki kekuatan untuk mengubah nasib seseorang—hal yang penulis berusaha gambarkan melalui cerita ini. Bagiku, cerita ini yang paling menggugah emosi dan juga membuatku terenyuh. Meskipun karakternya tidak bernama, tapi aku bisa bersimpati dengan perasaan sang suami dan juga sang istri. Ending ceritanya sangat tidak terduga; membuatku salut pada Raditya Dika yang bisa menyajikan plot twist meski dengan cerita sesingkat ini.

Kisah yang berjudul Cium mengusung tema horor—meski awalnya terasa ringan karena menceritakan tentang sepasang kekasih yang sedang saling berbagi cerita seram. Hal yang membuat cerita ini berkesan untukku lagi-lagi adalah ending yang mencekam dan mengejutkan. Aku juga merasa ilustrasinya menggambarkan ekspresi wajah karakternya dengan sangat baik sehingga pembaca akan dapat menyimpulkan apa yang sesungguhnya terjadi. Walaupun ceritanya pendek, penulis berhasil memberikan latar belakang karakter utamanya yang menjadi alasan di balik keputusan yang ia ambil. Aku tidak bisa menceritakan terlalu banyak untuk menghindari spoiler, tapi yang jelas dua cerita ini sangat berkesan untukku 😆.

"Kehilangan seseorang dan cara mengatasinya adalah sebuah hal yang saya selalu senang untuk telusuri. Karena kadang orang jatuh cinta, tapi tidak siap kehilangan. Padahal, kedua hal tersebut seharusnya menjadi satu paket yang tidak terpisahkan."

Tiga cerita yang lain pun sebenarnya tidak kalah menarik, karena Raditya Dika menyuguhkan sesuatu yang berbeda dibandingkan dengan apa yang biasanya aku baca. Secara keseluruhan, aku sangat menikmati buku ini—meski sangat disayangkan karena hanya ada 5 cerita di dalamnya dan dapat selesai dibaca dalam waktu yang sangat singkat. Selama ini aku selalu menikmati tulisan-tulisan Raditya Dika yang mengisahkan kehidupannya dengan cara yang menarik untuk dibaca. Setelah membaca buku ini, aku jadi berharap ke depannya Raditya akan lebih sering menerbitkan buku-buku fiksi yang menyajikan kisah-kisah unik seperti yang ada dalam kumpulan cerpen ini 😊.

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2021/1...
Profile Image for Kartini NRG.
77 reviews
December 31, 2021
“Kata orang lucu, tapi menurutku, pandangan mereka terlalu dingin. Seolah ada hal jahat yang mereka rencanakan setiap hari. Seolah mereka merasa lebih baik lebih baik dari manusia.” – 86

Bang Radit yang menyayang kucing, bisa-bisanya paham begini sama perasaan orang yang nggak suka kucing HAHA ini akurat banget loh.
Jujur, aku juga takut sama kucing. Mereka clingy dan aku benci diclingy-in. Agak trauma juga sih karena pernah dikejar kucing di sepanjang koridor kampus. Untuk lagi sepi, jadi aku bebas melejit cepat tanpa perlu jaim. Asli, kucing tuh kenapa selalu ngejar aku sih? Di kantin kampus juga selalu dideketin kucing, padahal aku takut bukan main. Mereka sering duduk di sampingku tapi aku takut. Ngeri sama gigi taring dan cakarnya juga. Serta ilfil sama kotorannya. Sampai sekarang udah kerja, kucing di kantor juga sering ngikutin kalau aku keluar ruangan. Padahal cuma pernah ngasih mereka makan 2 kali tapi udah bergantung gitu. Sekali lagi, clingynya itu sih yang bikin aku nggak suka.
Udah cukup lama nggak baca tulisan Bang Radit, dan akhirnya setelah namatin Sketsa Mendung ini, feelnya kerasa lagi. Menurutku, cerita-cerita yang disuguhkan Bang Radit itu selalu simple, dengan penyampaian yang juga simple tanpa berbelit-belit. Nggak perlu mikir keras apalagi sampai buka kamus untuk menemukan arti kata tertentu. Santai aja, tapi tetap nyampe juga story argumentnya. Keren.
Kalau disuruh milih, aku paling suka “Cium” sih. Di samping gambarnya yang serem yang memaksaku untuk mengendapkan komik ini beberapa hari karena takut sama gambar hantunya—baru sempet aku baca lagi di penghujung tahun, di siang hari yang ramai. Tetep serem liat hantunya, tapi aku memusatkan perhatian ke balon-balon katanya saja. Fokus ke dialog mereka, biar hantunya nggak menghantuiku hehe.
Gambarnya Bang Fakhri juga keren sih. Keliatan banget auranya keluar pas genre horor. Sebagai pembaca yang cuma baca komiknya doang dan belum sempet baca cerpennya langsung, aku sangat menikmati lembar demi lembarnya 😊 aku suka bagian-bagian grande di akhir cerita. Bikin feelnya tambah kerasa, gitu.
Cerita di balik layar yang ditambahkan Bang Radit juga menambah insight banget sih. Jadi tahu gimana proses kegelisahan itu dirasakan, lalu idenya muncul, ditangkap, diolah jadi premis, dan kemudian jadi karya deh. Saking seringnya ikut kelas menulis Bang Radit + tontonin youtubenya, aku seolah bisa mendengar suara Bang Radit ngomong tiap baca cerita di balik layarnya. Agak halu sih, biar nambah sisi mistis aja ini mah.
Terakhir, komik ini aku rekomendasikan ke teman-teman yang butuh bacaan ringan tapi tetap berfaedah dan membuka pandangan baru, oke banget. Bisa jadi teman bacaan pas menikmati hujan juga. Mumpung sekarang lagi musimnya 😊

Rating: miaw/10
Profile Image for runin.
126 reviews1 follower
August 20, 2023
Jika kalian beruntung, mungkin seperti saya ketika menulis cerpen-cerpen ini, kalian juga bisa kabur sejenak dari huru-hara apa pun yang sedang terjadi di hidup kalian.

Raditya Dika benar, saya termasuk salah satu manusia yang beruntung itu: sempat membaca buku ini dengan damai di sela-sela kesibukan.

Buku ini adalah sebuah adaptasi visual dari cerpen-cerpen Raditya Dika yang memang selalu unik, sederhana, tetapi memiliki gaya pengembangan tersendiri.

Gerimis, cerpen pertama yang bercerita tentang sakitnya diputusin pacar lewat chat WhatsApp. Duh, jleb banget!. Zaman pandemi pula. Cerita kedua, Gendong, yang sukses membuat mata ini tanpa sadar menjatuhkan bulirnya. Dilanjut Setahun yang kisahnya membuat mata ini malah melanjutkan ritual meneteskan air mata pasca membaca cerita kedua tadi.

“Jadi, kenapa?”
“Cintanya hilang.”
….
“Aku masih orang yang sama, Lisa”
“Iya, tapi aku orang yang beda.”
- dalam cerita “Gerimis”


“Kamu emang percaya aku bisa ngeliat hantu?”
“Aku percaya. Menikahi kamu berarti percaya dengan ucapanmu. Apa enaknya pernikahan kalau ada keraguan?”
- dalam cerita “Gendong”


Hari ini, di ujung jalan, aku mencoba menebak apa bentuk awan hari itu.
- dalam cerita “Setahun”



Untung ada kisah Cium, yang horor-nya malah bikin ketawa. Haha. Terakhir, Cuma Teman. Iya, cuma teman. Nggak semua kisah bakal berakhir macam alur drama Korea.

Walaupun, karena nulisnya malem-malem, harus sering-sering melirik kanan kiri, memastikan nggak ada yang melihat dari pojok ruangan.
-Di Balik cerita “Cium”


“Aku nggak sadar kadang orang bisa salah mengartikan perhatian dengan kasih sayang.”
Tidak seperti film, kehidupan nyata bisa punya ending yang berbeda.
- dalam cerita “Cuma Teman”


Sebuah keunikan dari buku ini adalah cerita Di Balik-nya yang membuat pembaca memahami bagaimana premis-premis ini terbentuk sehingga menjadi “sebuah landasan untuk kalian tersesat di dalamnya," dalam menerjemahkan maksud dari cerita (Raditya Dita, Di Balik “Cuma Teman”). Selamat membaca!
Profile Image for Meta Morfillah.
681 reviews23 followers
March 31, 2024
Judul: Sketsa mendung
Penulis: Raditya Dika
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Dimensi: vi + 226 hlm, 14 x 20 cm, cetakan pertama 2021, (edisi digital di ipusnas)
ISBN: 9789797809805

Buku ini merupakan adaptasi visual dari cerpen yang dibuat dan dibacakan oleh raditya dika di youtubenya. Bentuknya seperti komik. Saya mengikuti ceritanya di youtube dan memang bagus. Dibuat novel grafis seperti ini lebih dapat lagi feelnya.

Ada 5 cerita dengan genre yang berbeda. Tetap ada unsur komedi khas penulis. Di antara cerita itu, saya paling suka cerita "Gendong" meski agak horor sebab berkisah seorang ayah yang ingin menggendong anaknya namun sudah tidak bisa sebab ia sudah menjadi hantu. Cerita bergenre horor lainnya adalah "Cium" tentang pesugihan dengan twist ending yang membuat merinding.

Sementara 3 cerpen lainnya termasuk romantis namun sad ending semua. Seperti di "Gerimis" yang berkisah sulitnya move on setelah 5 tahun bersama. Lalu ada "Setahun" tentang ketidakjelasan keberadaan kekasih yang hilang di gunung. Dan kisah "Cuma teman" tentang perasaan sahabat yang berubah jadi cinta dan realistis ditinggalkan sebab orang yang disukai memilih menikah dengan pilihannya.

Tambahannya, di tiap akhir cerita penulis menambahkan proses kreatifnya dalam menulis tiap cerita. Dinamakan sketsa mendung, sebab ditulis dalam masa pandemi. Di mana masa itu seperti mendung gelap yang kita tidak tahu kapan akan berakhir. Penulis berharap mendung segera berhenti berganti cerah kembali.

Cocok dibaca di waktu senggang dan tidak lama. Visualnya menarik. Namun saya beri bintang 4 sebab saat disatukan terasa kurang nyambung karena memang tidak ada benang merah antar tiap cerita. Serta genrenya juga beda sekali. Seperti portofolio penulis saja.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #sketsamendung #radityadika #fiksi #novelgrafis
Profile Image for Natalia.
56 reviews2 followers
December 21, 2021
Cerita-cerita yang dibalut dengan gambar dan kata-kata yang ringan. Serta gua pun belum baca semua cerpen-cerpennya, jadi akhirnya beli dalam.bentuk novel grafis deh.

1. Gerimis
Di dalam ceritanya bahwa si cewe mutusin si cowo karena emang udah ga cinta, udh gaada perasaan, dan kadang memang hubungan ada yg seperti itu kan?

2. Gendong
Cerita yang bikin gua hampir menangis karena jadi kangen sama bapa, yaa meskipun ceritanya ga mirip, tapi kehilangan seseorang yang kita sayang itu sangat menyakitkan. Kaya di cerita ini

3. Setahun
Karena ini juga tentang kehilangan, tapi belum dianggap mati jadi rasanya juga cukup sakit pas baca. Rasanya kaya kita nungguin dia berharap dia bakal kembali, karena kita masih mengira dia hidup, tapi di sisi lain kita diajarkan bahwa hidup akan berjalan terus meski hati kita ga baik-baik aja.

4. Cium
Cerita horor dari raditya dika, gua awalnya ngira yaaa karena emang tokoh utamanya ngebantuin sesosok mahluk, ya itu yg harusnya dia dapat.. eh ternyata pas dikasih tau proses kreatifnya ini juga berasal dari pesugihan gitu. Keren!

5. Cuma teman
Kalau cerita yang satu ini cukup membuat gua shock, karena bayangin aja ada yg nyatain perasaan di saat 3 hari lagi lu mau nikah. Dan, menurut gua, ketika lu emang suka sama orang, coba akuin ke orang yang lu suka sebelum terlambat, kaya si cowo ini.

5 cerpen yang mengaduk-aduk rasa hati kita, di setiap cerpennya ditulis proses kreatifnya. Ditambah dengan grafis yang keren juga, jadi bisa kebayang.. meskipun buat gua yg agak susah baca novel yg ada gambarnya kaya komik gini, tapi tetap keren!!
Profile Image for Tamira Bella.
179 reviews2 followers
October 4, 2023
Buku ini merupakan adaptasi cerpen Raditya dika yang sebelumnya pernah di-upload dan dibacakan di youtobe-nya, kemudian diadaptasi menjadi graphic novel. Terdapat sensasi yang berbeda ketika membaca dan mendengarkan cerita, terlebih saat mendengarkan 5 cerita ini di youtobe, saat itu suasana pandemi masih sarat terasa terjadi. Saya menikmati keduanya, gaya penceritaan Raditya dika sangat baik hingga mudah membuat pendengar berimajinasi, begitu pula sensasi saat membaca, tetap terasa menyenangkan karena ilustrasi yang digambarkan sangat sesuai dengan bayangan.

Terkait cerita-cerita yang ada didalamnya, terdapat berbagai genre mulai dari komedi, romantis, slice of life, hingga horror dan misteri.

Saya sendiri terkesan dengan cerita yang berjudul gerimis, cerita ini mengandung unsur komedi khas Raditya Dika, meski ceritanya mengandung unsur komedi tapi saya pribadi tetap merasakan makna yang dalam di cerita Gerimis, barangkali karena penulis merupakan seseorang yang menulis sesuatu berdasarkan keresahan yang ada pada dirinya, dan beberapa ungkapan terasa relete dengan apa yang pernah saya rasakan. (Penilaian subjektif). Adapun cerita gendong merupakan cerita yang paling saya suka dari buku ini.
Profile Image for Muthi.
44 reviews2 followers
December 10, 2021
Sebenernya udah pernah baca cerpennya waktu pertama kali rilis di Medium, cuma setelah baca dalam bentuk novel grafis... rasanya beda. Gambarnya ngebuat beberapa cerita jadi nyata, tapi saat yang bersamaan ngebuat beberapa cerita lebih ke-tone down juga. Yang menurut saya lebih 'kurang ngena' tuh yang judulnya Setahun. Suka banget pas muncul di medium, dan cara Bang Radit nulisnya ngebuat dia terkesan berirama dan senada tuh keren banget. Sementara di buku ini karena bentuknya gambar jadi lebih abstrak gitu. Tapi selebihnya bagus sih tetep hehe.
3 reviews
December 18, 2021
Buku yang bagus, singkat dan ringan untuk dibaca. Cerpen karya bang Raditya Dika yang dipadukan dengan ilustrasi komik oleh Fakhri Ilham, membuat suasana saat membaca setiap cerita di dalam buku ini semakin nyata dan terasa seperti dibawa ikut masuk ke alur ceritanya. Ditambah lagi di setiap akhir cerita juga diselipkan bagaimana proses bang Raditya Dika saat menuliskan cerpen-cerpen yang ada di buku ini, dimana secara tidak langsung bang Raditya Dika juga menjelaskan bagaimana cara penulisan cerita yang baik.
Profile Image for Stef.
590 reviews190 followers
August 19, 2023
Setelah bertahun-tahun lama ngga baca lagi cerita-cerita ditulis Raditya Dika, akhirnya ini nyobain adaptasi cerpen-cerpen dalam media komik. Ada 5 cerpen dengan tema yang berbeda-beda, dari percintaan kala pandemi, kisah tragis namun mengharukan, perjalanan move on setelah menunggu, cerita pesugihan yg tidak terduga dan ditutup dengan tema sudah umum, kisah cinta bertepuk sebelah tangan. Dari kelima cerpen nya ini aku suka cerita kedua "Gendong" sama Cerpen ke empat "Cium". Untuk cerpen ceritannya pas ngga terlalu nanggung dan mudah diikuti plot nya dan ngga bertele-tele.
Profile Image for Eka Nurinsani.
21 reviews
February 2, 2025
Ketika membaca kumcer berilustrasi ini saya juga sudah mendengarkan versi audionya namun belum pernah membaca versi tulisannya di blog sang penulis. Berisikan lima cerpen dengan cerita cerita yang isinya berkonflik dengan sahabat, pacar, mantan, keluarga dengan bumbu supranatural, hingga sebuah kisah pesugihan yang mampu membuat saya deg degan.
Saya pikir keseruannya akan berkurang karena saya sudah tahu ceritanya, namun ternyata saya keliru, setiap versi punya keseruannya tersendiri. Karena diceritakan melalui ilustrasi, gambarannya jadi makin jelas, bagaimana orangnya, latar tempatnya, ekspresinya, dll. Contohnya waktu baca cerpen Cium, kengerian dari sosok entitas dan tokoh utamanya terasa lebih nyata karena saya bisa melihat gambaran fisik dari gestur dan mimik mereka, atau pada cerpen Gendong, di mana rasa empati saya lebih terbangun dengan melihat gerak gerik ketiga tokohnya.
Saya juga suka dengan konsep behind the story yang dihadirkan di setiap akhir cerpen, proses kreatif yang diceritakan di bagian ini rasa rasanya menambah keseruan ketika membaca, dan memunculkan kedekatan antara pembaca dengan tulisan dan penulisnya.
Secara keseluruhan, saya rasa sang ilustrator telah berhasil mengalihwahanakan cerpen cerpen tersebut ke dalam gambar.
Profile Image for Anastasia Noorma.
65 reviews2 followers
April 30, 2025
Setelah membaca Timun Jelita 1 muncul keinginan untuk membaca karya Raditya Dika yang lain. Tidak disangka di iPusnas ada buku Raditya Dika yang belum lama terbit yaitu ketika pandemi COVID-19.
Mengambil judul Sketsa Mendung, buku berisi lima cerpen yang divisualisasikan. Cerpennya cukup bervariatif dari horor, kisah cinta, dan kehilangan. Di akhir setiap cerita ada sudut pandang penulis tentang mengapa cerita itu dibuat.
Menurut pandangan pribadi, ini adalah karya Raditya Dika yang paling banyak menyimpan makna.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,477 reviews73 followers
July 29, 2025
Keren-keren cerita dan gambarnya. Favoritku yang Gendong, Setahun, sama Cuma Teman.

"Gendong" aku suka karena twist-nya yang bitter sweet.

"Setahun" aku suka karena ada elemen psikologis yang kuat soal menghadapi perasaan ditinggalkan. Adegan ketika mamanya si cowok bilang bahwa kucing yang ia pungut itu bukan pacarnya yang hilang di gunung, benar-benar bikin hati teremas-remas.

"Cuma Teman" aku suka karena ketegasan tokoh ceweknya.
Profile Image for Lagi Baca.
38 reviews11 followers
September 9, 2022
Buku ini merupakan visualisasi dari cerpen-cerpen yang ditulis oleh raditya dika. Tidak seperti buku-buku raditya dika lainnya, buku ini cukup simple dan sederhana dengan 5 kisah di dalamnya dari pertemanan, keluarga, horror hingga kisah cinta. Namun tetap ada unsur komedi dalam beberapa judul. Favorit saya adalah cerpen berjudul gendong dan cium.
Profile Image for Buaya Dayat.
80 reviews1 follower
January 6, 2023
=Saat Raditya Dika Tidak Sedang Bercanda=
Manusia yang satu ini lebih dikenal sebagai komedian. Nulis blog, film hingga web series semuanya bergenre komedi.
Buku ini beda, cerpennya yg diadaptasi jadi komik ini sama sekali tidak sedang berusaha melucu. Kisah pendeknya memanjang dari soal hubungan hingga kehilangan. Benar-benar seperti melihat sisi Radit yang lain.
Profile Image for Nurul Fatimah.
9 reviews
June 9, 2025
suka banget sama kumpulan cerita ceritanya. beruntung banget bisa dapat ebook nya i ipusnas secara gratis. dari membaca ini gue jadi tahu cara berpikirnya bang radit saat beliau akan menulis ceritanya. keren banget, aku suka banget sama ceritanya yang bagian gerimis, kerennnnn
Profile Image for Rahmatika Dewi.
17 reviews
January 22, 2022
Baca ulang cerpen-cerpennya bang radit dalam versi novel grafis begini rasanya lebih hidup sih. Dan ternyata ada penjelasan soal pembuatan cerpennya juga, ilustrasinya pun keren 👍🏼
Profile Image for Muchi.
70 reviews1 follower
July 31, 2023
Kirain cuma cerita cinta ajaaa tp ternyata engga. Penulis emg jago banget bikin jalan cerita yg selalu engga ketebak
Profile Image for Ovy Rama.
116 reviews3 followers
January 19, 2025
☁️ Sketsa Mendung || Raditya Dika || Fakhri Ilham || Penerbit GagasMedia || 226 Hlm || Cetakan Pertama, 2021 ☁️

Akhirnya bisa baca novel grafis ini juga setelah sekian lama masuk wishlistku, jujur ini novel pertama Bang Radit yang kubaca karena sebelumnya lebih menikmati konten dan film-film Bang Radit. Udah tau Bang Radit dari pas nggak sengaja nemu seri web "Malam Minggu Miko" di youtube dan berlanjut suka nonton film-film Bang Radit seperti Cinta Brontosaurus, Cinta Dalam Kardus, dsb, serta nontonin konten youtube Bang Radit.

Sketsa Mendung adalah adaptasi visual dari cerita-cerita pendek yang ditulis Bang Radit. Di dalam novel grafis ini terdapat 5 judul cerpen, 5 cerpen tersebut sebelumnya tayang di platform medium.com dan diceritakan juga di youtube.

5 cerpen dalam novel grafis ini ada yang bergenre komedi, drama dan horor. Membaca cerpen-cerpen yang diadaptasi menjadi novel grafis selain memanjakan mata dengan visual-visualnya, aku juga bisa ikut merasakan apa yang setiap tokoh rasakan, ikut merasakan emosi yang diceritakan dari setiap cerpen. Meski ini berbentuk buku, tapi aku berasa kayak lagi liat Bang Radit ngobrol, kalimat-kalimatnya itu khas Bang Radit.

Aku suka semua cerpen yang ada dalam novel grafis ini karena menurutku semua cerpennya berhasil membuatku larut dalam ceritanya. Diceritakan dengan bahasa yang sederhana membuat novel grafis ini sangat page turner dan bisa kubaca dalam sekali duduk. Ditambah ada plot twist yang berhasil membuatku terkejut meski sudah diberi clue sebelumnya. Novel grafis ini juga dilengkapi dengan cerita personal proses kreatif saat Bang Radit menulisnya di masa pandemi. Dari cerita personal tersebut aku belajar tentang kepenulisan dan merasakan vibes semangat menulis.

Konflik dalam setiap cerpen di novel grafis ini begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari baik di masa pandemi dan setelah pandemi. Penyelesaian masalahnya pun sangat pas dan realistis begitu juga dengan ending di setiap cerpen yang menunjukkan bahwa ending suatu cerita itu nggak mesti berakhir dengan happy ending. Banyak sekali hikmah yang bisa kita petik dari setiap cerpen di novel grafis ini.

Aku suka banget sama cover novelnya karena sesuai dengan judul novel plus membuat siapa pun yang melihat novel grafis ini penasaran dan ingin baca juga. Aku juga suka dengan style ilustrasi Kak Fakhri seperti baca komik Jepang, tapi dengan tetap ada khas Indonesia di dalamnya.

Novel Sketsa Mendung bisa didapatkan di olshop kesayangan kalian, bisa juga dibaca di aplikasi Ipusnas dan Google Playbooks.

Aku rekomendasikan novel grafis ini untuk kalian yang suka baca kumpulan cerpen, buat kalian yang suka baca cerita disertai ilustrasi, buat kalian yang suka dengan baca novel yang memiliki banyak genre, tapi masih 1 tema dalam 1 buku, buat kalian yang merasa kurang semangat dalam menulis.
Displaying 1 - 19 of 19 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.