Apakah pencuri kambuhan tak akan kenal jera? Kata senior Madaram Tsutomu, "Jangan pernah mempercayai mereka." Tapi kini Madarame melihat sendiri keajaiban di depan matanya!
"Alat bisa menyelamatkan atau membunuh, tergantung pemakainya."
Apa ini? Kenapa kian volume level manis dan bisa diandalkannya Madarame Tsutomu kian naik? :")) OH MY HEART!
Cerita dalam volume ini dimulai dari keinginan memberi hadiah kue untuk Miki dengan alasan sesederhana, "Miki gadis yang medukung semua orang dan selalu siap membantuku. Aku ingin memalas jasanya. Itu saja," diikuti oleh berbagai adegan komikal sepanjang Madarame membawa kue. Ditutup dengan upaya Madarame dan Haru membantu senpainya untuk menemukan informannya yang hubungannya agak mirip dengan ia dan Haru--keduanya juga polisi dan mantan pencuri.
"Siapa yang senang dapat oleh-oleh kalau niatnya hanya untuk bersaing?"
Kasus-kasus yang diangkat adalah kasus tentang pencurian sepatu berhak tinggi di klub malam, pencuri yang dijuluki flying monkey karena beraksi dengan cara melompat dari rumah ke rumah selayaknya monyet, dan pembobolan rumah melalui jendela Louvre, kalau saya mengenalnya dengan istilah kaca nako, sih.
Di kasus pencurian sepatu, pembaca akan mendapat banyak wawasan tentang jenis-jenis sepatu berhak tinggi yang, surprise surprise, banyak diketahui oleh Madarame berkat kelakuan kakak-kakak perempuannya (poor Madarame!) - Jangan sampai diinjak dengan pin heel (sangat tajam, bisa menusuk!) - Jangan sampai ditendang dengan pointed toe (ujung runcing!) - Jangan sampai dilempar dengan wedges (berattt!)
Di kasus pencurian flying monkey kerja sama antara Madarame, Haru, dan pihak ketiga yang diluar dugaan seru, kreatif, dan lucu sekali untuk diikuti. Pun demikian dengan kerja sama antara Madarame, Haru, dan senpai saat ingin membekuk Sugiuchi. Adegan saat Haru dan Madarame tega makan di kafe, sedangkan senpai menunggu di luar sungguh tega :'))
Saya, sedikit banyak, memahami dilema dan trust issue yang dirasakan oleh senpai. Ia takut kecewa karena ia begitu menghargai persahabatan itu.
Siapa yang paling menyayangi, menghargai, mencintai, menaruh hati, menginvestasikan lebih banyak emosi, ia yang akan paling banyak terlukai, takmengapa harusnya karena toh, ia juga yang paling banyak merasa bahagia, bukan?