BUKAN Logan Lerman. Cumi, cuma mirip, khusus kalau kupandangi dia pas aku dalam keadaan kurang tidur. Ya, inilah suamiku yang absurd, Keizardo Gevariel.
Satu lagi, ya aku; pembeber aib dia--dan aib sendiri--dengan berani-beraninya bikin tulisan ini. Andaikan ketahuan dia, entah apa yang akan terjadi.
But ... why should I worry? Dia nggak akan tahu karena dia nggak suka membaca apa pun. APA PUN.
Selesaiiiii! 🤩🤩🤩 lucu bikin ngakak, manis bikin baper, nyesek bikin mewek begitulah cerita Ella dan Ardo setelah menikah. Lika liku kehidupan mereka mungkin bagi sebagian orang bisa aja menganggap novel ini drama tapi bagiku tentu saja tidak... siapa tau nanti kalau sudah berumah tangga mungkin saja kehidupan kita seperti kisah Ella dan Ardo jadi tidak ada salahnya baca ini dan ambil pelajarannya. Aku suka bagaimana mereka berkomunikasi, mereka tidak sempurna tapi saling melengkapi, mereka tidak bergemilang harta tapi Ardo selalu memberi kejutan buat Ella. Ardo sahabat terbaik Ella dan Kunyit.
Saran : sebelum membaca novel ini ada baiknya membaca A Man Who Loves You terlebih dahulu. Soalnya kalau di buku AMWLY, Ella bercerita kisah lajangnya, maka di MRM ini dia meceritakan kehidupan pernikahannya. Pas dengan genre novelnya. AMWLY itu City-lite, MRM itu Le-Marriage.
Ella menikah dengan Ardo, satu-satunya pria yang dicintainya. Setelah menikah, Ardo masih memberikan kebebasan bagi Ella untuk mengejar karirnya. Hingga kemudian, Ella hamil dan melahirkan Allea a.k.a Kunyit. Karena Ella masih bekerja, mereka memutuskan menggunakan jasa pengasuh. Nah kerempongan bersama pengasuh menjadi salah satu topik dalam novel ini.
Berhubung masalah dengan pengasuh tidak kunjung selesai, akhirnya Ella memutuskan berhenti bekerja. Lagi-lagi Ardo mendukung keinginan istri tercintanya itu. Sekarang Ella memasuki masa-masa post power syndrome, dimana dia hampir (atau mungkin sudah) merasa depresi dengan peran barunya ini. Daripada tidak menghasilkan uang sama sekali, Ella mencoba membuka usaha garmen yang juga disetujui langsung oleh Ardo. Sampai ketika ternyata rekanan Ella menipunya, di saat Ella mendapati dirinya hamil anak kedua, keresahan Ella semakin menjadi. Yang membuatnya meledak dan menjadikan Ardo sebagai sasaran, karena dirinya merasa seorang diri tanpa ada orang yang ditempatinya berbagi. Ardo yang memproklamirkan dirinya sebagai best friend judtru di mata Ella ga ada bagus-bagusnya. Ujungnya mereka bertengkar, dan Ardo pergi dari rumah.
Membaca kisah Ella di MRM menurut saya sedikit berbeda dengan kisah Ella di AMWLY. Kalau di masa lajangnya, Ella seperti batu karang yang tahan terhadap ombak dan angin keras, di sini Ella kelihatannya seperti yang kehilangan dirinya. Beradaptasi dari wanita karir yang berpenghasilan menjadi ibu rumah tangga tanpa kerjaan membuatnya bingung. Di lain sisi, Ardo bukannya tidak memahami Ella. Tapi ya...namanya juga wanita, kadang nggak sadar kalau pria normal bukanlah makhluk yang bisa membaca pikiran.
Ada satu bagian dalam novel ini yang saya suka, yaitu pesan dari Mini, asisten rumah tangga Ella. "Gelas Ibu penuh... atuh kosongin dlu kalau mau diisi lagi". Kalimat ini juga yang menyadarkan Ella untuk mengosongkan dirinya. Dan dia baru merasa kosong setelah mencurahkannya kepada Tuhan. Setelah itu, Ella baru bisa berpikir kembali dengan jernih.
Menutup halaman terakhir novel ini, saya lantas berpikir apakah ini semi-biografi atau kisah nyata ya? Hehe... Jarang-jarang isi novel itu menceritakan proses kreatif atau latar belakang dari keberadaan novel itu sendiri. Terima kasih juga untuk kak Mel Bakara atas kiriman bukunya. Saya ngasih bintang 5 bukan karena dapat bukunya gratis dari penulisnya. Tapi karena saya memang mengambil banyak pelajaran dari Ella dan semestanya ini.
Kalau di A Man Who Loves You takaran gula antara relationship Ocil-Ardo tuh berkilo-kilo, di buku Medium Rare Mom justru kayak ada tambahan pare dan garem. Nggak semanis AMWLY yang menceritakan hubungan mereka pas awal balikan, tapi tetap MRM nggak kalah manislah! Apalagi ada Kunyit alias Angela alias Doctor Jungle 😅
Gue nggak mau review ulang isi ceritanya, jadi isi ulasan ini cuma bacot saya aja yaa 🙏
Oke, intinya. Seayang-able apa pun Ardo, dia tetep punya sisi nyebelin. Begitu pun dengan Bella yang kocak, tetep kalau lagi ngambek ya Tuhan Dewa Dewi Semesta Jagad Raya bikin ngelus dada. Biasanya kalau begini gue suka cari siapa yang balik pantes ditabok, tapi gue justru bisa bersimpati dengan keduanya. Gue sangat, sangat, sangat bisa memahami Bella yang jengkel tingkat nasional karena hamil dalam keadaan belum siap. Ketakutan Bella tuh sama kayak gue, bedanya nggak ada Ardo di hidup saya 🥲
Lanjut soal Ardo, gue nggak nyangka masa lalu dia lebih serem dari sekilas cerita yang ada di AMWLY dan FOL. Gila! Monica GILAAA! Apalagi pas Ardo cerita cara dia menyambung hidup dengan jadi ani-ani duhh! Nangis gue. Bener-bener separah itu. Gue jadi paham keputusan Ardo saat melepas Bella yang mau ke Jogja, kenapa dia nggak bisa menjanjikan apa-apa, kenapa dia cuma diam doang. Karena dia merasa nggak punya apa-apa, dia takut menjanjikan sesuatu yang akhirnya cuma jadi omong kosong.
Last but not least, si Kunyit alias Tamallea ❤ Gemes banget lhooo perpaduan Ocil dan Ardo inii. Apalagi tiap dialog dia yang belepotan tuh bikin ketawa mulu.
Overall, gue suka membaca kisah Ardo-Bella yang sudah beranjak dewasa inii. Memang nggak semulus Mikha-Sachio atau seruwet kisah cinta Om Sam, tapi gimana yaa ini buku tuh berhasil bikin gue bengong abis baca. Entah karena gue emang telanjur jatuh cinta sejak buku pertama atau apa, kaga tau deh. Oh iya, gue jadi super kepo gara-gara ini ditulis kek diary beneran HAHAHAHA
Medium Rare Mom | Mel Bakara | 312 hlm. | @elex.novels | Edisi Digital, 2023. Baca di iPusnas.
Setelah puas dg A Man Who Loves You yg aku kasih solid 5 bintang, gk pake lama aku langsung lanjut baca Medium Rare Mom. Kalo A Man Who Loves You menceritakan kisah cinta Ella dan Ardo yg terjal berliku, banyak sedihnya, di Medium Rare Mom ini mengisahkan kehidupan rumah tangga mereka yg bikin ngakak di awal sdgkn di tengah bikin hati kembang-kempis.
Di novel ini, Ella resign lalu menjadi ibu rumah tangga. Sembari mengasuh Kunyit, Ella mencari kesibukan: kursus menjahit, nulis di wattpadd, belajar nyetir, daaan hamil utk yg kedua kali. Oiyaa, Allea diberi panggilan sayang Kunyit karena saat lahir dia agak kuning.
Di kehamilan pertama, Ella tuh mabok banget dan mood nya selalu pengen ngajak Ardo ribut. Nah, kehamilan kedua yg tdk direncanakan ini terjadi saat Ella sedang ada masalah. Pokoknya di buku ini tuh menceritakan masalah emak-emak banget deh. Semua yg dialami Ella di buku ini tuh amat relate, dekat dg keseharian emak-emak. Sebut aja, drama gonta-ganti pengasuh buat Kunyit, drama saat hamil dan melahirkan, juga perasaan tidak produktif yg Ella rasakan semenjak resign. Dikemas dg cara yg kocak dan ngalir enak dibaca.
Aku suka banget bagaimana kesukaan Allea pada games Talking Tom dan teman-temannya amat mempengaruhi kehidupan Allea. Semua anggota keluarga mendapat panggilan masing-masing. Mama Hank, Papa Tom, dan Angela utk Allea. 😅
Pahitnya masa lalu Ardo diceritakan lebih detail di sini, dan efek dari hal itu yg membuat Ardo jadi lembek bgt ke Ella dan Ella jadi bertingkah semaunya. Karakter Ardo yg begini yg aku kurang suka.
Perkembangan karakter Ella, dari yg menyebalkan hingga tobat. Paling sebal membaca reaksi Ella saat tau kalo dia sedang hamil. Omongannya tuh nggak difilter, terutama ke Ardo. Namun, proses penerimaan Ella tdhp mug-nya yg penuh dan proses mengosongkan mug ini yg paling aku suka, khususnya karena dia melibatkan Tuhan.
"Bahwa mengosongkan mug, nggak selalu dengan menyelesaikan perkara yang membuatnya penuh. Seperti saat ini, belum beres, tetapi kelegaan dari berserah diri kepada Tuhan, nggak terbantahkan, nggak juga cuma bikin-bikinan.
Bahwa aku nggak bisa menggantungkan kebahagiaan pada manusia, siapa pun, termasuk yang paling dekat seperti suami. Manusia yang serbakurang, nggak bisa mengisi manusia lain sampai ke relung-relung terdalam. Datang kepada-Nya, Dialah yang bisa. Belajar memuaskan diri dengan kehadiran-Nya adalah cara paling mujarab untuk puas dan bahagia dengan yang kupunya apa adanya."
- Le Mariage: Medium Rare Mom, p. 213
Kisah yg relate dg kehidupan emak-emak. Banyak kocaknya tapi tetap kaya amanah soal penerimaan diri, memahami pasangan, dan sikap yg bijak ketika badai menerpa rumah tangga. Suka dg keseluruhan paketnya ❤️
"MASA lalu diri sendiri adalah guru yang brutal. Gimanapun, belajarlah padanya ketimbang dia cuma mengikutimu ke mana-ma na dengan percuma. Diusir, nggak bisa. Guru yang lebih lembut adalah masa lalu orang lain. Sebisa mungkin, belajarlah padanya lebih banyak supaya nggak sampai jadi masa lalu sendiri."
Jujur, baca buku ini karena judulnya yang lucu dan ini kali pertama baca bukunya Mel Bakara. Mana lagi gak baca reviewnya di Goodreads, saya langsung baca aja dan ngerasa gak mau berhenti.
Ternyata setelah lihat review di Goodreads, ini buku Mel Bakara setelah A Man Who Loves You, cerita cintanya Ella dan Ardo. Sebenarnya memang baik baca AMWLY dulu setelah itu baru buku ini, biar runut ceritanya, tapi keburu baca sih ya, jadi dilanjut aja. Dan kayaknya tetap asyik-asyik aja dibaca tentang kehidupan pernikahan Ella dan Ardo ini.
Asli ini ceritanya tentang Ella yang punya anak, mengalami kesulitan pas hamil, bukan kesulitan gimana gimana tapi hormonnya itu lho, bawaannya marah mulu, apa apa salah, kasian bener si Abang. Untungnya Abang cinta mati sama Adek, jadi ya dimaklumi selalu. Kadang ya si Ella ini bener-bener bikin kesel hahaha. Belum lagi peralihan antara ibu pekerja ke ibu di rumah, masalah cari pengasuh yang penuh drama sampe ibu yang maunya ngerjain sesuatu, gak pertimbangan ini itu, minta perhatian laki, anak lagi aktif-aktifnya, jadi satu menjadi ibu hamil yang menyebalkan. wasalam deh. kudu sabar banget.
Entah ini cerita beneran atau fiksi, tapi gaya menulisnya enak banget, mengalir tanpa kaku khas orang Sumatera, trus karena Abang Adek ini best friend ya memang sering percakapannya kayak temen aja gitu. Percakapan ke ortunya Ella juga menyenangkan banget ceritanya, apalagi Bang Mikha.
Sungguh ini bacaan yang menyenangkan ketika liburan, ringan dan bikin ketawa 😄
Baca ini terpuaskan dengan kehidupan after adegan di makam AMWLY ohohoho.
Ardo makin sableng, eh ada cetakannya pula, si Allea alias Kunyit alias Angela. Aduh, kalo bapak anak beraksi (atau anaknya doang) adaaa aja tingkah. White flag!
Pada dasarnya, ini kehidupan Bella yang awalnya jadi wanita karier menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Semua hal dicoba demi mendapat penghasilan dari rumah. Sedih juga sih dia harus gonta-ganti pembantu karena adaaaa aja kelakuan. Paling ngakak tuh yang pertama, bisa2nya kena santet 😭 terus yang ketiga juga lucu aja, ditanya baik2 kenapa nggak balik2 malah nyolot wkwkwk emang manusia ada aja kelakuannya.
Sempat kesal sama Bella karena nggak bisa berpikir lebih jauh rencana bisnisnya, tapi nggak bisa sepenuhnya nyalahin juga karena emang dia nggak ada teman buat brainstorming. Ardo juga sibuk banget sampai akhirnya mereka sama2 meledak. Belum juga masalah satu kelar, muncul yang lain dan hamil bukan masalah, sih, yang jadi masalah karena dua-duanya nggak bisa berpikir lebih jauh. Itu aja.
Waktu ada dua debt collector bantuin Bella itu bikin haru karena kebaikan dua bapak2 itu karena omongan Bella di masa lalu. Eh, satu bapak doang ding, satunya kan baru dikenal. Ugh, kepengin gepengin kepalanya Pak Kisan. Bukti lain manusia itu emang banyak jenisnya.
Ps: Aku suka banget ilustrasi di halaman belakang. Cute!
Kebayang gak yang semula menjadi wanita aktif, penuh ide untuk kemajuan perusahaan dan mandiri secara finansial kini harus bergantung dengan pendapatan suami, pasti ada ketakutan² tersendiri yang muncul dalam pikiran.
Aku suka novel ini karna sangat related dengan kehidupan yang ada disekitar kita dan terkadang jadi bahan curcol dikalangan teman kerja. Karakter Ella disini sangat mewakili para ibu² muda, yang gak ingin hanya mengandalkan uang gaji suami sehingga terpikir membuka usaha yang bisa menghasilkan pundi² rupiah.
Aku salut sama Ardo! Masa lalu kelam menjadikan keluarga sebagai prioritas utama, meskipun terkadang bersikap jengkelin dgn keabsurdannya tapi dia sangat menjamin kenyamanan dan kebutuhan Ella juga Kunyit, dia juga sabar menghadapi Ella yang terkadang meledak². Salut buat Bang Ke! Pokoknya terlepas cara bicara Ella yang sarkas, aku suka dengan interaksi yang ada di keluarga kecil ini, apalagi si Kunyiit (duuh gemes pokoknya sama dia).
Overall novel ini bagus dan high recomended, karna selain covernya lucu, narasinya yg asik dan menghibur juga banyak sekali pembelajaran yang bisa aku dapat setelah membacanya. Pentingnya komunikasi, perbanyak bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki, dan jangan lupa selalu libatkan Tuhan dalam setiap suka dan dukamu.
Ngga sengaja nemu buku ini di RuangBukuKom, dari judulnya eye catching dan bener saya langsung ngebut baca novel ini karena page turner abis.
Bercerita tentang kehidupan rumah tangga Mama Hank dan Papa Tom plus bocilnya (Si Kunyit). Ceritanya mengenai kehidupan awal rumah tangga mereka, dari yg nunda anak, resign, cari pengasuh, sampai ketambahan baby Ginger. Saya belum sampai di fase Mama Hank yang harus resign, cari pengasuh, dll, tapi di novel ini kita dibuat seolah-olah ngerasain juga gimana perjalanan Mama Hank melewati semua itu. Dari yang awalnya working mom, punya power di tempat kerja, punya andil, tiba-tiba di rumah merasa powerless, merasa kecil. Saya merasa Mama Hank dan ibu-ibu mantan working mom 8 - 9 di luar sana super keren kerena telah melewati fase itu, yang tentunya ngga mudah apalagi setelah kita udah bertahun-tahun bekerja.
Tak lupa dengan Papa Tom suami yang green flag (gatau ya kalau di buku Man Who Loves You bagaimana, tapi di sini green parahh) yang selalu menemani Mama Hank. Mimos, pengasuh Kunyit yang baik (semoga saya nahti ketemu orang seperti Mimos juga). Bas, tetangga depan rumah kesayangan Mimos. Dan semua figuran di novel ini yang membuat jalan ceritanya semakin seru.
Overall, bintang 4.5/5 untuk keseruan keluarga Apotek Hidup ini
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ #FuntoRead Medium Rare Mom | Penulis : Mel Bakara | Penerbit Elex Media | Edisi Digital 2023 | Romance, Comedy, Marriage Life 18+
𝒦𝑒𝓈𝒶𝓃 𝑀𝑒𝓂𝒷𝒶𝒸𝒶 🎀 🕊
Friend to Lover ✅️
Udah lama seliweran novel ini, tapi baru berkesempatan baca. Seneng banget adalah reaksi setelah baca novel ini. Kocaknya dapet, Manisnya bikin para jomblo pengen ada yang mengayomi, dan konfliknya buat pembaca belajar ngadepin masalah rumah tangga.
Meet Ardo, absurd tapi bikin jatuh hati, pekerja keras, sayang anak, hampir sempurna lah dimata aku.🤭 Ternyata dia punya masa lalu yang rumit.
Meet Bella, tokoh utama cewek yang mengambil POV 1 sepanjang cerita. Pengorbanan Bella dari Working Mom ambisius karier ke Ibu Rumah Tangga patut diapresiasi. Ngomongnya suka ceplas ceplos, realistis tapi kalo ada suatu hal bisa sensitif abis.
Meet Kunyit aka Allea anak Ardo dan Bella yang tingkahnya selalu bikin senyum pembaca. Dia pinter, gemesin khas anak kecil.
Sepanjang cerita aku sangat menikmati jalan cerita. Perasaanku baca novel ini seperti dengerin temen yang curhat masalah rumah tangganya sendiri. Seperti kisah nyata yang hanya diubah nama tokohnya.
Pesan : "Let me tell you, meski ada seribu perempuan yang menyimpan dia didalam hati mereka, dia sudah menjadi kepunyaanku. Karena aku nggak pernah merebut apa yang menjadi milik orang lain maka selain Tuhan, nggak ada seorang pun di muka bumi yang boleh merebut milikku."
Aku sangat rekomendasikan kepada pembaca yg suka genre romantis komedi, juga buat pembaca yang ingin tahu kehidupan pernikahan yang dialami tokoh. 💕💯👍
Ini merupakan buku ke-2 dari Mel Bakara yang aku baca. Aku suka dengan gaya penulisan Mel Bakara yang ngalir santai, gak bertele-tele dan always kocak. Gaya bahasanya bikin aku gak ngerasa bosan bacanya. Dan di buku ini diselipkan beberapa ilustrasi gambar juga. Dari buku AMWLY udah digambarkan kalo karakter si Ella tuh kuat banget. As a mom, aku berasa cukup related sih dengan buku ini (ASI yg gk deras sampe hrs kasih sufor mau ga mau, bayi yg sempat kuning, dll). Btw, mamak Ella dan aku sama nih, ke toko buka cuma liat buku dan stationary lucu aja udah bisa menyegarkan jiwa 🤭
Overall, I enjoyed the story! As always, para karakternya diceritakan realistis. Perasaan para tokoh tersampaikan dengan baik. Konflik antar suami istri juga terasa. Dan sebenernya agak gendek sih sama Ella as a wife, sorry to say, omongannya ga diayak. Semudah itu menyakiti perasaan orang, dan menurutku Ella disini cukup egois sih. Terlalu mementingkan karir sampai cuek ke Ardo dan Allea bahkan anak yang belum lahir sempat tertolak sebenernya. Aku salut sama Ardo bisa sesabar itu hadepin Ella. Keliatan banget cintanya Ardo ke Ella, tipe yg lebih baik ngalah selama Ella senang dan nyaman. Mereka pasangan suami istri yang gak pernah kehabisan materi buat melucu. Btw, masa lalu Ardo pahit banget yaa. Kehidupan masa lalunya membuat Ardo menjadi pria yang benar-benar kuat.
Btw, sebelum baca buku ini, baca yang "A Man Who Loves You" dulu yah!!!
"Gagal berkarier, bisa kau mulai lagi kapan saja. Gagal mendidik anak, sampai mati kau bawa sesalnya." -- Hal. 91
"Dengan semua kegagalanku, apa yang murni tersisa dan yang berharga dalam hidupku adalah kegagalan-kegagalan itu sendiri. Sebab semua pada akhirnya bermuara ke lautan kebaikan." (Hal. 301)
Actual 3.5⭐ Masih lebih suka A Man Who Loves You sih. Entahlah, mungkin karna di AMWLY alur ceritanya lebih ups-downs sedangkan di MRM ini masih ada ups-downs versi marriage life, tapi sedikit flat karna kentara dominan manisnya.
Yg bikin gemas dari buku ini a/ kehadiran Kunyit yg ajaib, celetukan2 dan kelakuannya lumayan menghibur. Di buku ini gue agak jengkel dengan Ella yg bisa dibilang terlalu "batu" dan egois, khususnya perangainya ke Ardo. Mau suamik kaya si Abang Ardo ini lah, suami idaman. How lucky Ella is to have a husband and bestfriend in the same person!
Buku yang membuat reading slump pergi adalah buku genre metropop salah satunya. Setelah awal tahun baca a Man who Loves You-nya yang juga bikin ngakak. Baca keseruan lanjutan kisah mereka di jenjang pernikahan juga bikin ngakak. Gaya bahasa ringan, jokes-jokesnya ajaib, dan diselipin gimana kisah perjuangan si tokok jadi istri dan ibu. Suka.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Kelar juga menamatkan buku ini setelah lebih dari seminggu—padahal seharusnya ringan. Tokoh utamanya ngeselin, sampai aku gak peduli namanya siapaaa. Bawel, tukang marah-marah, nggak bersyukur, tantruman, fiuh. Hampir reading slump dibuatnya. Untunglah kupaksakan selesai sebelum ganti tahun. 😖
Judul: Medium Rare Mom Penulis: Mel Bakara Penerbit: Elex Media Komputindo Dimensi: 314 hlm, cetakan pertama 2021 (edisi digital di ipusnas) ISBN: 9786230029271
Ibu dari seseorang. Seperti ibu biasa lainnya hanya lebih menarik.
Ya seperti itulah kisah ibu yang dituangkan dalam buku ini. Dari awal pernikahannya, kepayahan hamil, kegagalan performa di kantor semenjak jadi ibu yang berujung resign, lalu kesulitan mencari pengasuh, idealisme mimpi yang kandas sebab ditipu, hingga kepayahan hamil kedua, berujung konflik dengan suami yang rasanya tak pernah mengerti diri, diakhiri dengan kembali pada Tuhan dan berdamai. Memaafkan.
Bedanya, cara menyajikan dengan khas orang seberang dan kelakuan absurd suami istri ini yang menarik. Hampir di banyak hal, saya agree terus. Ternyata mau ekonomi bawah, menengah, atas, permasalahan tiap emak mirip. Kalau hatinya rungsing, ya rungsinglah hidup satu rumah. That's why kalau mau surga dunia, ya bikin bidadarinya betah dulu di rumah hehe.
Sayangnya, saya cukup terganggu dengan alur berpikir penulis. Awalnya bagi saya kurang smooth untuk pengenalan tokoh. Fokus banget sama suaminya. Sampai kadang saya lupa ini bahas siapa sih? Nama tokoh utama sama anaknya gak membekas. Lalu terkait masa lalu suaminya juga, terasa kurang penting untuk diceritakan. Seperti untuk menambah tebal halaman saja. Konfliknya juga kurang detail menggambarkan gejolak batinnya hingga responnya begitu. Ya, sebab akibatnya masih kurang pas. Itulah mengapa saya beri rating tak sempurna.
Namun, tetap saja buku ini menghibur. Apalagi buat pembaca emak rumah tangguh yang seringkali bete dengan kelakuan ajaib penghuni rumah atau punya mimpi belum tercapai. Semua tergambarkan dengan lucu dan seakan mewakili. Bikin ketawa-ketawa sih gaya bahasanya.
Aku. suka. banget :) bahkan ketika menulis ini setelah berbulan-bulan lalu telah kubaca.
Bagaimana penulis menceritakan tokoh perempuan dengan cara marahnya yang bikin astaghfirullah sekaligus membuatku nostalgia setelah respon tokoh laki-lakinya begitu sabar dan ya Allah apalagi ketika di puncak pertengkaran sampai harus menepi sebentar dengan keluar dari ... . Ya gitu ya
Bagaimana realita kehidupan berumah tangga begitu berliku dan bikin stress yang bikin aku : 1. Menambah daftar panjang mengenai sifat suami seperti apa yang sangat esensial dan aku butuhkan 2. Sekaligus menambah beban pikiran khawatir aku nanti yang kurang persiapan setelah jadi istri dan ibu 3. Sekaligus bikin aku ya Allah nikahnya boleh nanti aja ga? Aku belum siap.
Aku benar-benar terbawa terhadap cerita ini, sampai rasa senang tokoh bikin aku senang. Kecuali saat dia marah-marah, aku ngga bisa merasakan emosinya. Hanya sekadar tau dan memahami sebabnya. Ini subjektif tapi aku juga optimis teman-teman yang lain bisa ikut terbawa sensasi marah si tokoh utama ini.
Bagaimana laki-laki memindahkan rasa frustasinya ke sebuah cangkir kopi atau menanak nasi. Bagaimana kehidupan per-tetangga-tanggaan :D sangat menyumbang konflik hidup yang ngga penting, semua terasa sukses disampaikan penulis.
Masih banyak hal-hal yang bikin buku ini bisa dikenang dan diingat.
Ibu-ibu kok medium rare? Emang daging, medium rare?
Novel ini bercerita tentang lika-liku perjalanan Bella menjadi seorang ibu baru, mulai dari perubahan hormonal, bentuk tubuh, pengorbanan karir hingga drama pencarian pengasuh anak yang gak selesai-selesai. Karena menggunakan sudut pandang orang pertama, apa yang dirasakan Bella bisa sangat terasa buat para pembaca, terutama saat Bella mulai kehilangan jati dirinya sebagai seorang wanita yang berdaya, saat semua yang tersisa adalah kekosongan yang hanya bisa dirasakan oleh dirinya saja.
Walaupun gak bikin mood baik terus, tapi karena dikemas dengan narasi lucu dan isi pikiran tokoh utama yang absurd, novel ini jadi tetep asyik, ringan dan enak dinikmati sampai akhir. Apalagi ditambah gaya bahasa khas orang Sumatera yang digunakan para tokoh utama di novel ini. Mungkin akan terasa agak kasar bagi sebagian orang -yang biasa aku kamu sama pasangannya, pasti kaget tuh kalo tiba-tiba dipanggil ‘kau’ 🤣-, tapi buat aku yang memang tinggal di sini, novel ini jadi berasa deket dan relate banget sama kehidupanku sehari-hari.
Cerita sederhana tentang Lika liku perjalanan kehidupan rumah tangga antara Ella dengan Ardo.
Disini diceritakan bagaimana proses Ella dari hamil, melahirkan tapi masih ingin mengejar karier hingga dia memutuskan resign dan fokus mengasuh kunyit karena kesulitan mencari asisten rumah tangga yang cocok.
Gagal berkarier, bisa kau mulai lagi kapan saja. Gagal mendidik anak, sampai mati kau bawa sesalnya. —hlm.91
Ella yang sudah terbiasa mandiri tetap ingin menghasilkan uang tambahan meskipun penghasilan Ardo lebih dari cukup. Mulai dari bikin usaha pakaian label kidswear sendiri tapi ditipu penjahitnya sampai akhirnya memutuskan menjadi penulis.
Aku meyakini bentuk kepercayaan tertinggi yang diberikan seseorang adalah dukungan penuh tanpa pernah bertanya mengapa.—hlm.119
Orang yang mencurangi kita, nggak akan makin kaya. Kita yang dicurangi nggak akan kekurangan. — hlm. 183
Lucu bangettt ini PLISSS! sepanjang membaca buku ini sukses bikin ak ga berhenti senyum² sendiri, ngakak banget sama keabsurdan pasutri ini, ikutan baper, melow juga. Suka juga bagimana cara penulis menyampaikan ceritanya.
Menjadi seorang ibu tidak harus menjadi sosok yang sempurna bagi seorang anak. Menjadi istri juga tidak harus selalu menjadi yang serba bisa di rumah. Yang diperlukan hanyalah sebuah keinginan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Buku ini memberikan gambaran betapa susahnya menjadi seorang wanita, seorang ibu, dan seorang istri. Apalagi jika wanita tersebut harus beradaptasi menjadi ibu rumah tangga setelah belasan tahun bekerja dan mandiri untuk memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Tapi, yang saya suka novel ini memberikan gambaran bahwa menjadi ibu tidak harus selalu bisa melakukan semua urusan domestik dan kehilangan kebebasan untuk menagktualisasi diri. Tidak masalah jika rumah berantakan, tidak masalah jika ada waktu kita kewalahan dan pengen nangis mengurus anak, tidak apa jika kita merasa melow dan emosional saat hormon dikendalikan kehamilan. Such a wonderful book that gives laughter and love to the readers.
Baru tau ini buku kedua setelah liat review, aslinya iseng doang pas nemu di Ipusnas. Anyway, plot cerita menyangkut kehidupan rumah tangga pasutri Ella dan Ardo. Gaya penulisan juga sangat luwes, ga bertele-tele dan kocak. Konfliknya rame banget yah, mulai dari drama kehamilan, post partum, encus yg akhlaknya pada ajaib, resign kerja bahkan sampe ketipu sama penjahit, belum lagi konflik suami istri. Dan siapa yg nyangka menjelang bab-bab terakhir ternyata ada kisah tentang masa lalu Ardo yang begitu mengharu-biru, sukses bikin aku termehek-mehek. Nano-nano banget ah
Satu-satunya yg aku kurang suka cuma karakternya Ella pas lagi uring-uringan, kayaaa… sis knp ga straightforward ajasi sama suaminya? Maunya apa tinggal bilang toh? Kok maunya dimengerti mulu? Kan suamimu bukan dukun yg bisa baca pikiran? 🥲 btw Ardo loyal bgt? Iri deng
Kocak, santai, apa adanya. Khas kisah Le mariage yang ditingkahi dengan segala problema rumah tangga terutama yang dialami Ella mulai dari melahirkan, post power syndrome, hingga tertipu dengan penjahit kampung akibat lemahnya kerja sama garmen. Kesemuanya merupakan warna-warni hidup yang dijalani pasangan Ella dengan Ardo.
Alurnya sih biasa tapi karakter tokohnya yakni Ella sangat menonjol, dominan serta memberi letupan, kobaran dan menjadi pemantik cerita paling krusial. Memang cerita soal pernikahan itu paling asyik diulik karena unsur dramanya yang tak habis-habis dieksplor berikut segunung persoalan domestik mulai dari cari pengasuh hingga bingung di rumah usai mengundurkan diri dari kantor. Seru dan ramai ceritanya.
Perasaan Mama Hank valid sih tapi tetep aja pengen kuremes remes mulutnya, gila jahat banget omongannya ke Papa Tom apalagi dia tau masa lalu Papa Tom bagaimana, untung akhirnya sadar dan minta maaf. Papa Tom ya ampuuun sabar bgt sih anda jadi suami..Kunyiiiiit!!! Kamu lucu dan gemesin bgt sih! Ih gemesh gemesh gemesh!
Overall suka, dan kalau mau baca ini better kalian baca bukunya "A Man Who Loves You" dulu biar lebih masuk ceritanya, tapi kalau gak baca dulu kayaknya masih nyambung nyambung aja sih (lah?!) hahaha..
Kupikir ini novel manis romantis ternyata bukan ya. Kehidupan setelah menikah, kekacauannya dan keribetannya. Menurutku agak flat ceritanya, kecuali pas Ardo cerita masa lalunya. Kurang suka sama penamaan pas awal, suaminya dibilang tukang balon. Anaknya dibilang kunyit, anak kedua jahe ? LoL
Eh ternyata ada novel sebelumnya ya, wah gaktau tuh 🤭
Tertarik karena judulnya. Bolehlah untuk sekedar hiburan. Tentang perubahan kehidupan seorang perempuan setelah menjadi ibu. Konflik dan penyelesaiannya cukup oke meskipun kurang terasa gregetnya. Btw, karkater suami kayaknya tajir banget yak. Boleh aja tuh semua keinginan istrinya. Ternyata ini buku kedua. Meskipun baca ini saja juga tidak masalah.
Aduh ini kocak banget gaya bahasanya. Gak bisa berhenti ketawa gara-gara gaya tulisannya. Menyajikan realita kehidupan pernikahan yang penuh abdef sampe z (tapi bakal lebih mudah dilaluin jika bersama orang yang tepat).