Jump to ratings and reviews
Rate this book

7 Tastes of Love

Rate this book
Bagi Kiriko, dapur merupakan tempat favorit yang selalu mengingatkannya akan sosok nenek. Sayangnya, dapur menjadi tempat terlarang di kondominium mewah milik keluarga suaminya, Keiichi. Di apartemen itu, Kiriko harus puas dengan berbagai hidangan yang disiapkan suaminya. Meski begitu, Kiriko merindukan masakan sederhana yang dibuat dengan penuh rasa cinta.

Diam-diam, Kiriko bekerja sebagai staf dapur di sebuah panti untuk lansia, tempat yang juga memberi suaka bagi dirinya yang tidak bisa memperlihatkan dirinya yang tidak bisa memperlihatkan wajahnya. Kiriko selalu merasa paras yang dianugerahkan kepadanya sejak lahir telah membuat hidupnya menderita, sehingga ia pun menarik diri dari pergaulan dan menyembunyikan wajahnya dibalik masker dan kacamata.

Namun, pertemuannya dengan salah satu penghuni panti paling nyentrik bersama Sajita-san mengenalkannya pada izakaya Yabu Hebi, tempat yang menghidangkan sajian yang menghangatkan hatinya.

Seven Tastes of Love memberikan tempat teristimewa untuk masakan Jepang yang penuh cita rasa. Novel pemenang The Japan Oiishi Novel Award pertama ini menyadarkan bahwa makanan bisa menciptakan jarak, atau sebaliknya, mendekatkanmu dengan orang yang kausayangi. Sebuah kisah yang akan mengingatkanmu pada rumah.

351 pages, Paperback

First published January 1, 2020

14 people are currently reading
413 people want to read

About the author

Toko Koyanaga

1 book1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
14 (13%)
4 stars
45 (44%)
3 stars
37 (36%)
2 stars
5 (4%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 41 reviews
Profile Image for Ayu Ratna Angela.
215 reviews8 followers
January 1, 2022
"Hanya ada satu tempat istimewa yang akan membuatmu menikmati rasa istimewa. Kau menikmatinya bukan dengan hidung, telinga, atau mata. Bukan pula dengan tangan dan lidahmu, tetapi selain itu. Rasanya seperti teka-teki. "

Saya yang awalnya membaca novel ini sebagai cerita pengantar tidur, berakhir jadi begadang hingga subuh karena tidak bisa berhenti membacanya sampai selesai.

Novel ini memiliki banyak elemen yang membuatnya begitu menyenangkan untuk dibaca. Seperti judulnya "7 Tastes of Love", novel ini terdiri atas 7 bab atau bagian dengan judul nama-nama hidangan masakan Jepang seperti " Ikan Salmon dengan Sup Krim dari Sake Kasu", "Acar Tomat dan Mi Cina Dingin", atau " Mizore Nabe dengan Wasabi". Tapi novel ini tidak hanya bercerita tentang makanan atau orang yang suka makan, kisah yang diangkat punya arti yang dalam, suasana persahabatan dan cinta yang hangat, hingga kesehatan mental.

7 Tastes of Love bercerita tentang seorang gadis bernama Kiriko yang selalu memakai masker dan tidak mau menunjukkan wajahnya pada siapapun. Mengapa? Alasan Kiriko ini menjadi masalah utama yang diangkat dalam cerita. Tapi kisah ini berkembang dengan sangat baik, dari awalnya memiliki aura murung hingga perlahan-lahan menjadi lebih ceria, hangat, dan manis.

Toko Koyanaga menggunakan bahasa deskriptif yang sangat tajam dalam menggambarkan beraneka makanan yang dimasak dan dimakan oleh tokoh-tokohnya dan menjadi bagian besar dari cerita sehingga kita dapat dengan mudah membayangkan masakan-masakan maupun situasi yang dihadapi para tokoh.

Novel ini sedikit mengingatkan saya pada Strange Weather in Tokyo karya Hiromi Kawakami, keduanya punya kisah manis yang hampir serupa, menimbulkan perasaan bahagia bagi yang membacanya.

Saya juga sangat suka dengan covernya yang eye catching dan layout bagian dalam novel yang apik dan membuat nyaman untuk dibaca. Terjemahannya juga cukup baik walaupun ada bagian-bagian kecil yang kadang bagi saya bahasanya agak sulit dicerna langsung, tapi secara keseluruhan novel ini sangat menarik!
Profile Image for Puty.
Author 8 books1,381 followers
July 16, 2022
Buku yang menghangatkan hati dan memberi after taste yang sulit dilupakan. Saya pribadi suka sekali tapi buku ini mungkin tidak saya rekomendasikan kepada pembaca yang tidak terbiasa dengan cerita dalam novel, manga, atau serial drama Jepang. Kenapa? Karena cukup banyak bagian yang perlu dipahami secara kontekstual karena secara harfiah agak canggung dan seolah tidak masuk akal, namun untuk terbiasa baca manga mungkin langsung terbayang adegannya 😂 Belum lagi karakternya cukup banyak dengan penyebutkan nama yang bisa berbeda mengikuti siapa yang menyebutkannya.

Saya selalu suka cerita-cerita yang melibatkan, emosi dan perasaan-perasaan yang kompleks. Novel ini mengurainya dengan baik, memberikan kesempatan kita untuk berempati pada semua karakter. Hal yang malah menjadi catatan saya adalah, mungkin karena pengetahuan saya tentang makanan Jepang tidak terlalu banyak, jadi penyebutan makanan-makanan di buku ini tidak terlalu menggugah selera seperti yang saya harapkan.

SPOILER ALERT
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Guguk.
1,343 reviews81 followers
January 11, 2025
Aku patah hati dan sia-sia menunggu komik kuliner yang aku ikutin, yang tak kunjung terbit kelanjutannya, jadi pas di toko buku liat kover buku bergambar semangkok makanan ini langsung membabi-buta sikat! ~agak nangis dikit pas di kasir...

Saking butababi-nya, aku sepertinya ndak terlalu baca blurp di kover belakangnya, dan langsung baca novelnya. Jadi agak kaget karena awalnya berharap ini semacam slice-of-life yang sehangat sop brenebon, tapi ternyata ini kisah roman rumah tangga? Dan mendadak kaget banget ketika di tengah-tengah baru sadar kalau ini romance

~dan langsung cuss baca sampe selesai ( ˙▿˙ ) hehe...

Selain suka karena hal yang di spoiler itu, aku juga suka penggambaran suasana di kedai. Juga bagaimana kondisi rumah tangga yang

Sedikit kekurangannya mungkin di penerjemahannya, karena ada beberapa kalimat yang ketambahan kata sambung padahal tidak perlu, sementara beberapa kalimat lainnya justru kekurangan kata sambung sehingga ngebingungin. Yang tertangkap juga "recorder" yang diterjemahkan "perekam", padahal yang dimaksud adalah "suling". Tapi secara keseluruhan sudah okelah~ ⸜(*ˊᗜˋ*)b
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
February 11, 2023
Kiriko senang memasak. Dapur afalah tempat favoritnya karena mengingatkannya akan sosok neneknya yang menjadi anggota keluarganya yang paling dekat. Namun setelah menikah, suaminya melarangnya untuk masuk ke dapur. Diam-diam Kiriko menjadi staf dapur di sebuah panti. Anehnya, Kiriko selalu menutupi wajahnya dengan masker dan kacamata.

Suatu hari Kiriko bertemu dengan penghuni panti bernama Sajita. Dia adalah pria 70 tahun yang tidak mau memakan masakan staf dapur. Sajita membawa Kiriko ke suatu tempat, dan mengenalkannya ke beberapa orang lain. Kiriko akhirnya menemukan suaka baru baginya.

Awalnya saya berpikir, ada cacat pada wajah Kiriko sehingga disembunyikan. Ternyata sebaliknya. Kiriko memiliki wajah yang sangat cantik, sehingga membuat orang terpana saat melihatnya. Namun siapa sangka wajah cantik itu justru menyulitkannya. Dia mengalami banyak perundungan dan masalah karena wajah cantiknya. Sampai Kiriko tumbuh dengan perasaan membenci wajahnya.

Salah satu konflik yang disorot dalam novel ini adalah masalah rumah tangga Kiriko. Suaminya memperlakukannya bak porselen yang harus dijaga. Bahkan dia menjadi objek postingan suaminya di media sosial sebagai istri cantik yang tidak bisa melakukan urusan rumah tangga seperti memasak dsb. Kalau kata Mugi, sepupu Kiriko, suaminya itu melakukan kekerasan emosional. Sebenarnya Kiriko pernah mengajukan diri agar bisa memasak, tapi segera "dibungkam" oleh suaminya. Akibatnya, Kiriko memilih diam.

"Persis seperti salju yang semakin menumpuk di atas atap rumah, ya. Semua kemarahan yang selalu dikumpulkan dalam keheningan, ketika sudah disimpan sampai batasannya, makan akan seperti longsor ketika menumpahkannya dalam sekali waktu." (hlm.109).

Too many thing left unspoken. Seperti yang diprediksi, akhirnya Kiriko menyerah. Sajita diam-diam menjadi "penolong" bagi Kiriko dengan caranya sendiri. Sampai kemudian dari dalam diri Kiriko muncul perasaan baru kepada Sajita.

Novel ini berisi banyak catatan kaki tentang masakan, terutama masakan Jepang. Selain itu kisah orang-orang di sekitar Kiriko juga memperkaya perjalanan hidup Kiriko. Novel yang padat dan bergizi.
Profile Image for Kumala Dee.
157 reviews13 followers
January 11, 2023
Buku ini tipe slice of life, tentang seorang perempuan yang merasa hidupnya tak beruntung dan jadi tak percaya diri justru karena dia terlahir begitu cantiknya. Jadi ngga merasa bahagia bahkan dengan suaminya sendiri. Menariknya penulis menyajikan rasa dare karakternya dengan berbagai hidangan jepang, but sadly it's not my cup of tea
Profile Image for Prima Agustina.
114 reviews6 followers
October 8, 2022
Biasanya saya mengalami kesulitan ngereview spoiler free buat buku thriller. Baru sekarang ngalamin hal yang sama buat buku slice of life seperti ini. Bahkan saya juga ga bisa ngasih TW tanpa bikin spoiler.

I really enjoy reading this book. But i think this book is not for everybody. For thirty something-married-with-two-kids me, ada beberapa hal yang relatable dan understandable di fase kehidupan saya sekarang. Can't say the same about freshly-graduate-twenty something me though. Jadi buat saya sejauh mana buku ini berkesan atau ga, tergantung di fase kehidupan mana pembacanya berada.

Tapi secara keseluruhan, buku ini deserve more hype. Rada kaget juga pas mau baca review, liat yang ngereview baru 10 orang. Dulu saya tertarik beli buku ini bukan karena review (yang ga banyak itu), bukan karena covernya, dan bukan karena blurbnya. Saya dulu kebetulan beli karena lagi diskon gede banget, sekitar 60 atau 75% di toko oren Penerbit Baca. Dan saya bersyukur banget berkat itu jadi bisa baca buku ini.

Really really recommend this.
Profile Image for Rie.
26 reviews1 follower
February 7, 2025
Buku ini warm bangettt, rasanya kaya ikut serta di dapur mereka. Suka banget tiap adegan kiriko dan karakter lainnya makan bareng, suasananya benar-benar menyenangkan banget. Aku juga seneng ngikutin perkembangan karakter kiriko, dari dia yang selalu nutup diri, bohong ke diri sendiri sampai bisa lepas dan jadi dirinya sendiri.

Ga terlalu excited sama romancenya karena menurutku kejauhan umurnya 😭 buat yang into age gape romance, novel ini rekomen. Sejujurnya Sajita ini emang charming dan gentle banget sih, ga heran juga kenapa kiriko bisa naksir.
Profile Image for Faisal Chairul.
267 reviews17 followers
April 6, 2022
七度笑えば恋の味 - #indonesiantranslation

Gw tertarik dengan novel ini karena desain sampulnya yang eye-catching. Ditambah dengan keterangan kalau novel ini merupakan pemenang Oishii Novel Award 「#日本おいしい小説大賞 」, sebuah penghargaan kepada suatu karya dimana penulisnya mampu mendeskripsikan makanan dengan kuat. Selain itu, di bagian blurb disertakan kalimat berikut, "Bagi Kiriko, dapur merupakan tempat favorit yang selalu mengingatkannya akan sosok nenek. Sayangnya dapur menjadi tempat terlarang di kondominium mewah milik keluarga suaminya. ...". Keterangan-keterangan tersebut membuat gw menyangka kalau keseluruhan ceritanya seputar makanan Jepang. Namun, ternyata sajian cerita di dalam novel ini lebih dari itu.

Dalam pengantar lebih lanjut, novel ini ternyata merupakan novel yang ditujukan bagi pembaca yang menginginkan bacaan dengan permasalahan kompleks orang dewasa tetapi disajikan dengan lembut dan penuh harapan.

Ada unsur cerita pencarian jati diri dalam novel ini. Kiriko, tokoh utama, memutuskan menggunakan kacamata dan masker sepanjang waktu untuk menutupi wajahnya, yang sangat cantik. Kecantikan, yang dianggap kebanyakan orang sebagai privilege, justru menjadi pemicu trauma bagi Kiriko. Ia diperlakukan bak maneken. Ia dituntut untuk selalu tampil perfect kapan pun. Kecintaannya terhadap memasak juga dibelenggu.

Ia pun berbohong kepada suaminya tentang aktivitas pekerjaannya. Ia bekerja di sebuah panti jompo bernama Panti Migiwa untuk memuaskan hasratnya memasak/menyiapkan makanan. Ternyata, pekerjaannya di panti jompo tersebut tidak hanya melegakan hatinya karena bisa kembali memasak, tetapi ia menemukan ketenangan hati. Kemudian, dari titik itulah ia mulai menata kembali jati dirinya yang koyak akibat perlakuan suaminya.
Profile Image for Yoyovochka.
309 reviews7 followers
March 10, 2024
Terkadang baca buku bergenre seperti ini dan dari Jepang pula, saya agak tersesat ya. Maksud tersesat di sini karena terkadang permasalahan orang-orang di Jepang ini agak asing buat saya. Misalnya saja kisah Kiriko yang kelewat cantik dan jadi bahan penguntitan sampai bahan caci maki orang-orang di sekelilingnya. Meski agak bingung, untungnya tulisannya enak dibaca, jadi saya lumayan menikmati membalik setiap halamannya sampai akhir. Sayangnya, di bagian-bagian menjelang akhir ada lumayan banyak saltik mungkin karena buru-buru ya?

Kisahnya menarik, agak unik, dan khas Jepang sekali terutama soal kisah cinta beda usianya yang bukan saya temukan cuma sekali dua kali dalam buku-buku karya penulis asal Jepang.
Profile Image for Ananta.
4 reviews
March 1, 2022
Sawang sinawang. Jika Anda tahu istilah bahasa Jawa tersebut, menurut saya istilah ini tepat dengan cerita dalam novel 7 Tastes of Love. Kehidupan Kiriko nampak sempurna oleh orang-orang di sekitarnya, tetapi sebenarnya dirinya sendiri tidak menemukan kebahagiaan apa-apa dari kehidupannya yang serba sempurna. Ia bahkan sering terpikir akan bagaimana rasanya hidup menjadi orang lain. Disajikan dengan banyak pengetahuan baru soal makanan khas Jepang serta beberapa makanan luar negeri lainnya. Terasa ringan, menghanyutkan, tetapi dalam maknanya. Such a good book to end the crowded week-end. Have it a try!
Profile Image for Leila Rumeila.
991 reviews30 followers
February 2, 2025
Actual 2.5⭐
The romance ruined everything about this book, imo.
Profile Image for Stella_bee.
496 reviews15 followers
June 9, 2022
Heartwarming & starving at the same time🤤
Profile Image for Seunghyunjee.
70 reviews2 followers
January 8, 2024
7 Tastes of Love | Toko Koyanaga | Penerbit Baca | 362 halaman | 3.9/5 stars |
.
Novel yang mendayu-dayu dan agak slow pace. Mungkin 7 Tastes of Love bisa dinikmati sama kalian yang terkenal dengan sebutan "slow reader" ehehehehe.
.
Sebenarnya, aku bisa memberikan rating lebih tinggi untuk 7 Tastes of Love, tetapi sayangnya, menjelang akhir cerita, anti klimaksnya terlalu jomplang dengan konflik yang ada pada bagian-bagian sebelumnya. Dari 3/4 cerita ke belakang, aku mulai kehilangan minat untuk menyelesaikan buku ini. Ekspektasi akan letupan tokoh utama, si Kiriko, ternyata enggak muncul sama sekali sampai akhir cerita. So sad.
.
7 Tastes of Love berkisah tentang Kiriko, seorang wanita yang dianugerahi kecantikan luar biasa, tetapi anugerah itu malah menjadi semacam "malapetaka" untuk dirinya. Kiriko bekerja paruh waktu di dapur sebuah panti lansia bernama Panti Migawa. Di tempat itu, Kiriko berusaha menutupi wajahnya dari rekan kerja dan terkesan tidak membaur dengan yang lain. Hingga kemudian, salah seorang penghuni panti bernama Sajita, yang slalu melihat Kiriko makan sembunyi-sembunyi di dekat toilet di bagian luar gedung Panti Migiwa, tiba-tiba mengajak Kiriko untuk pergi ke sebuah kedai bernama Yabu Hebi. Dari sanalah, secara perlahan, Kiriko mulai melihat sesuatu yang lain yang ada dalam dirinya.
.
Kisah yang tersaji di 7 Tastes of Love ini sesungguhnya kisah yang sederhana, related dengan kehidupan sehari-hari dan berpotensi menghangatkan hati para pembaca. Di sepanjang kisah 7 Tastes of Love, ada banyak sekali catatan kaki tentang istilah-istilah makanan yang ada di Jepang dan ini amat memudahkan pembaca untuk memahami setiap menu makanan yang sedang diceritakan di dalam buku ini. Selain itu, konflik yang hadir di 7 Tastes of Love tidak hanya tentang Kiriko yang seperti memiliki 2 persona dan memiliki suami yang cukup "posesif", tetapi juga tentang bagaimana Kiriko menjalani kehidupannya sebagai "wanita cantik", bagaimana tanggapan orang-orang di sekitarnya yang slalu menganggap kecantikannya adalah sebuah "priviledge". Konflik yang bersentra kepada Kiriko, kemudian melebar ke berbagai tokoh lain, seperti tokoh Shotaro dan Haru, tokoh Mugi yg merupakan sepupu Kiriko, dan tokoh Sajita, si Kakek Tua yang flamboyan serta dikagumi oleh Kiriko. Dari awal hingga 3/4 cerita, aku fokus pada konflik Kiriko dan suaminya, Keichi, tetapi masalah rumah tangga mereka mulai menemukan jawaban, konflik di 7 Tastes of Love langsung antiklimaks, anjlok dan cukup membosankan hingga akhir cerita.
.
Satu hal yang sudah ku duga dari awal, tapi aku berusaha untuk menghalau dugaan itu, wkwkwkwk. Kisah Sajita dan Kiriko ini, mmmmm, bagamaina ya... Agak unik dan ya, begitulah. Aku sempat berpikir, mungkin saja Kiriko akan kembali dengan mantan suaminya, tetapi sejak awal melihat Sajita, sudah tumbuh bunga-bunga di hati Kiriko. Kalau ingin tahu bagaimana akhir kisah Sajita dan Kiriko, jangan lupa untuk baca 7 Tastes of Love 😆
.
Novel ini sebenarnya cocok dibaca dalam keadaan santai, apalagi beberapa hari terakhir mulai turun hujan, suasana syahdu dan mellownya pas banget untuk baca 7 Tastes of Love.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Mpur Chan.
Author 1 book39 followers
February 28, 2022
"Apakah memaksakan orang menyantap makanan yang tidak ingin dia makan adalah sebuah rasa cinta?"

Saya dibuat penasaran oleh novel terjemahan Jepang ini ketika melihat sampul bukunya yang eye-catching. Makanannya menggugah selera. Selain itu, ada sosok seorang wanita yang memakai kacamata hitam dan masker. Saya pikir, itu adalah ide sang desainer sampul. Maklum, buku ini terbit di masa pandemi. Tapi setelah membacanya, memang begitulah sosok tokoh utama dalam novel ini, Kiriko.

Di bab awal, saya dibuat penasaran dengan sosok Kiriko. Sebetulnya, kenapa dia menyembunyikan wajahnya di balik masker dan kacamata hitam? Jangan-jangan, ada cacat di wajahnya yang bikin orang-orang jijik dengannya atau dia sangat cantik sekali. Pokoknya, antara dua kemungkinan itu (karena waktu kuliah dulu, ada kakak kelas yang sering pakai kacamata dan tisu untuk menututpi wajahnya, ternyata ganteng sih).

Ternyata, jawabannya adalah yang kedua. Kiriko sangat cantik. Saking cantiknya, ia sendiri menganggap kecantikannya itu musibah. Banyak kejadian yang tak menyenangkan terjadi pada dirinya jika dia mengekspose wajah cantiknya itu. Namun, suaminya seolah menutup mata akan hal itu. Kiriko dituntut untuk selalu cantik, senang, ceria, tidak capek, dan tidak boleh memasak. Padahal, Kiriko sangat menyukai memasak dan ingin memasakkan makanan untuk suaminya. Namun, urusan masak adalah urusan suaminya.

Karena merasa terkekang, Kiriko berbohong pada suaminya. Bilangnya berangkat kerja ke studio yoga, padahal menjadi koki di sebuah panti jompo. Di sana, orang-orang di sekitar Kiriko ternyata menerima kecantikannya apa adanya. Termasuk Sajita-san, seorang pria berusia 72 tahun, penghuni panti. Kiriko pun perlahan merasakan debaran cinta untuk pria tersebut. Wah, bagaimana jadinya itu jatuh cinta pada pria yang usianya sangat jauh itu?

"Baik laki-laki maupun perempuan, pasti melakukan beberapa kali kesalahan, dan beberapa kali pun melihat sesuatu yang menyakitkan sampai menangis. Tapi, pada akhirnya nanti akan lahir juga rasa yang menyegarkan, kan? Jadi tidak masalah kalau kau menangis."

Saya menyukai kisah dalam buku ini. Apalagi, dibawa deg-degan setiap kali Kiriko pulang ke apartemen untuk menghadapi suaminya yang doyan melakukan kekerasan emosional terhadap Kiriko. Takut kalau suaminya itu malah psycho (maklum, saya kebanyakan baca buku thriller jadi alur seperti itu kebawa-bawa. Haha...)

Bab-bab terakhir seperti antiklimaks. Walau di beberapa bab terakhir itu membuat saya agak bosan, saya menikmati baca buku ini. Banyak quotes-quotes bagus tentang hidup yang dihubungkan dengan makanan dan memasak. :D
Profile Image for Fitra Rahmamuliani.
166 reviews3 followers
June 18, 2023
"Aku benar-benar berharap ada satu orang di dunia ini yang bisa menemukan diriku yang sesungguhnya. Siapa pun itu, hanya satu orang pun tidak masalah. Aku ingin bisa mengelilingi meja makan sambil bercengkrama tentang hal-hal konyol, sambil membiarkan wajahku terbuka seolah-olah hal itu adalah hal yang wajar. Aku ingin saling memandang orang itu tanpa ada satu pun warna yang menghalangi pandanganku."


Awalnya, saya mengira buku ini lebih berfokus pada aspek makanan daripada cerita kehidupan tokoh utama, yaitu Hyuga. Namun, pada akhirnya, buku ini membawa kita dalam perjalanan emosional yang begitu mendalam, dan saya sangat menyukainya.

Perubahan hidup Hyuga dimulai ketika ia bertemu dengan cintanya yang sebenarnya, Sajita-san, yang jauh lebih tua darinya. Hyuga membuat keputusan besar yang mungkin sulit bagi kebanyakan orang di Jepang. Saya sangat menyukai bagaimana ia menjadi lebih berani secara bertahap, sehingga kita dapat melihat perkembangan karakternya. Dalam perjalanan ini, saya merasakan perasaan Hyuga yang kompleks, keraguan, dan keberanian yang menggetarkan hati.

Gaya penulisan Toko Koyanaga begitu kuat dan penuh emosi. Kutipan-kutipan yang saya catat selama membaca juga menunjukkan kepiawaian penulis dalam menghadirkan kehidupan dan perasaan para tokoh. Berikut adalah beberapa kutipan yang mampu menggugah hati saya:

1. "Bukan orang jahat. Aku pun bisa memahaminya. Namun, ada niat jahat ataupun tidak, apakah aku bisa memaafkan apa yang telah dia lakukan kepadaku?"

2. "Apa maksud dari kata-katanya, 'Aku sama sekali tidak masalah'? Kenapa jadi aku yang salah? Apa dia tidak berpikir soal bagian mana dalam diriku yang terluka, atau penyebab aku membencinya? Atau jangan-jangan memang dari awal dia tidak terlalu berminat soal aku?"

3. "Laki-laki yang sudah punya kemampuan berselingkuh adalah lelaki brengsek."

4. "Baik laki-laki atau perempuan, pasti melakukan beberapa kali kesalahan, dan berapa kali pun melihat sesuatu yang menyakitkan sampai menangis. Tapi, pada akhirnya nanti akan lahir juga rasa yang menyegarkan, kan? Jadi tidak masalah kalau kau menangis."

Secara keseluruhan, "7 Tastes of Love" adalah sebuah perjalanan mengharukan yang menggugah hati. Buku ini berhasil menghadirkan konflik emosional yang dalam dan memperlihatkan kekuatan keberanian dan pengampunan. Saya sangat merekomendasikan buku ini kepada siapa pun yang mencari kisah kehidupan dan percintaan yang penuh dengan perubahan, pertumbuhan, dan pengharapan.
Profile Image for Rayya Tasanee.
Author 3 books23 followers
August 29, 2022
Kiriko adalah seorang wanita cantik yang suka memasak. Tetapi suaminya, Keiichi, melarang Kiriko memasak di dapur apartemen mewah mereka. Kiriko secara diam-diam bekerja sebagai asisten dapur panti untuk lansia. Ia selalu mengenakan masker dan kacamata karena khawatir jika orang-orang mengetahui wajahnya yang sangat cantik, ia akan mengalami hal buruk. Selama menikah dengan Keiichi, ia hanya dijadikan 'pajangan'. Suaminya membentuk image Kiriko yang berbeda demi konten di instagram. Ternyata menjadi cantik tidak selalu menyenangkan. :(

Kiriko yang pendiam perlahan mengalami perubahan setelah mengenal Sajita-san, salah satu penghuni panti jompo yang sangat nyentrik. Meskipun usianya sudah 70 tahun, Sajita-san terlihat bugar. Sajita-san adalah orang yang frontal, begitu ceplas-ceplos. Seperti komentarnya di halaman 29:
"Walaupun sudah dewasa, tapi tetap ditindas?"

Atau pada halaman 288 saat ia mengomentari Kiriko:
"Itu kebiasaan jelekmu, sih. Kau tipe yang akan berkata 'maaf' ketika kakimu justru terinjak oleh orang di tepi jalan."

Dari Sajita-san, Kiriko mengenal orang-orang di kedai Yabu Hebi hingga merasakan kehangatan di sana. Yang tak kalah menarik adalah tokoh Shotaru, anak kecil 10 tahun yang selalu berbicara dan bertingkah layaknya orang dewasa, misalnya:
"Gor Nar Myor, 'Kesedihan bukanlah laut'. Itu adalah peribahasa Rusia." (Hal. 34)
Pada catatan kaki dijelaskan bahwa makna peribahasa tersebut adalah jangan mengkhawatirkan hal berlarut-larut karena setelah waktu berlalu pun kau bisa melupakannya.

Novel ini merupakan pemenang Oishii Novel Award. Awalnya aku berpikir, novel ini pantas, sih, jadi juara. Di dalamnya banyak memuat hidangan Jepang. Setengah halaman novel sangat memikat. Ide ceritanya unik, penuturan cerita begitu sopan dan hati-hati, narasinya juga mampu memunculkan perasaan hangat.

"Suatu hari nanti ketika kau sudah dewasa dan sudah bisa membuatkan makanan untuk orang yang kau sukai, pasti kau akan mengerti." (Prolog, hal. viii)

Kerinduan Kiriko untuk memasak masakan tradisional Jepang, terwujud setelah ia bergabung bersama orang-orang di Yabu Hebi.

Untuk karya debut, novel ini terbilang bagus. Detail memasak masakan Jepang membuatku merasa sedang menonton video/acara masak-memasak. Sayangnya, banyak sekali menu yang asing di telingaku. Sebagai penyuka masakan Jepang, aku harus mencari tahu sendiri seperti apa bentuk masakan yang disebutkan. Poin plusnya, novel ini disertai banyak catatan kaki untuk menjelaskan masakan-masakan tersebut. Dua jempol untuk tim redaksi Penerbit Baca. :D

Alur dalam novel ini konsisten hingga dua pertiga bagian. Setelahnya, aku bosan. Ada beberapa detail tak penting yang tidak memengaruhi inti cerita. Namun, pada akhirnya aku mengumpulkan niat untuk membaca hingga titik terakhir.

Sempat hampir menyerah, agak kecewa juga dengan ending terbuka yang membuat pembaca bebas menyimpulkan sendiri. Tapi yah, tidak terlalu mengecewakan.

Aku beri 3,6 bintang, dibulatkan jadi 4 bintang sebagai apresiasi untuk sebuah karya debut, juga desain sampulnya yang cantik.
****
Profile Image for Gita Karmani.
430 reviews15 followers
April 13, 2024
Gak expect ceritanya bikin aku ngerasa nyaman dari beberapa JLit yg pernah aku baca, kerasa kayak Jepang bgt slice of life nya.

Tentang Kiriko yg selalu menyembunyikan wajahnya yg cantik dgn masker + kacamata juga menghindari kontak sosial dgn siapapun. Perilakunya membuat bbrp org penasaran termasuk rekan kerjanya di dapur panti migiwa, Sumida yg masih sma dan anggota band. Karena sifat tertutupnya itu Kiriko gagal dapat kepercayaan di dapur pdhl sudah kerja bertahun2 dibandingkan Sumida baru bentar kerja tp selalu bikin gak nyaman.
Kiriko suka menghilang utk maksi di luar dapur panti tiap jam istirahat namun mempertemukan nya dgn ikazaya Yabu Hebi, sekaligus org2 disana spt Harue, Yabu, shoutaro, dan Sajita.

Sajita sendiri adlh penghuni panti migiwa--tak kira masih muda tp ternyata kakek berumur 72 thn dgn lambung tinggal 1/3 karena kanker lambung yg dideritanya dan membuat dia tidak pernah terlihat makan, walaupun dia suka dan jago memasak (dia juga bantu2 di izakaya) Pemikiran dan perkataannya mempengaruhi hampir semua tokoh, terutama Kiriko.

Kiriko bekerja di panti migiwa tnp sepengetahuan suaminya, Keichi yg selalu melarangnya masak. Memasak sdr adlh kenangan terhangat yg dimiliki Kiriko dgn nenek yg mengasuhnya saat kecil. Curiga dgn kelakuan suaminya, Kiriko mulai mengamati aktivitas suaminya melalui media sosial serta mempertimbangkannya dari kejadian2 yg dialaminya.

Awalnya bakalan mengira kalo Kiriko selingkuh, tp ternyata tidak. Ceritanya justru lebih ke chara development nya Kiriko, gmn dia menghadapi masalah2 di hidupnya, spt menghadapi Sumida-kun + meluruskan kesalahpahaman, menentang Mugi-chan yg hampir jd pelakor karena gak kunjung punya pacar, mendukung Shoutaro si bocah berumur 10 thn yg terpaksa menjadi dewasa lebih cepat karena hubungan kedua orangtuanya, juga menimbang ulang hubungannya dengan Keichi. Menurutku, development itu terjadi karena Sajita yg terus menimpali permasalahan Kiriko walau kelihatan kyk tsundere.

Aku menyayangkan gap umur mereka sih, Kiriko (28th) dan Sajita (72th) walaupun sprtnya di Jp hal itu adlh hubungan romansa yg lumrah dan ada juga yg kejadian di real-life. Aku ngerasa pemikiran dan karakter Sajita terlalu muda utk usianya.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,430 reviews72 followers
November 29, 2025
Benar-benar kisah lezat yang menghangatkan hati. Caranya mendeskripsikan makanan Jepang benar-benar bikin ngiler. Adegan-adegan ketika Kiriko akhirnya bisa membuka hati (dan maskernya) setelah diajak Sajita-san makan di kedai milik Yabu-san juga terasa menyentuh. Begitu juga ketika dia mulai berani mengungkapkan uneg-unegnya pada Sumida-kun, Mugi-chan, dan juga suaminya, Keiichi.

Namun, setiap adegan Keiichi dan Kiriko digambarkan, atmosfer menyenangkan dari kisah ini langsung tersedot habis. Berkali-kali aku ingin berteriak, "Sudah! Ceraikan saja Keiichi!" pada Kiriko. Soalnya cara dia yang memperlakukan Kiriko hanya sebagai objek untuk dipajang di media sosialnya, benar-benar menyebalkan, sih. Begitu juga ketika dia melarang Kiriko masuk dapur padahal impian Kiriko adalah memasak untuk orang yang dia sukai, setelah neneknya meninggal. Dari sini kita jadi mengenal istilah "kekerasan emosional" dalam rumah tangga. Keiichi memang tidak melakukan KDRT secara fisik. Namun, cara dia mengontrol apa yang dimakan dan dipakai Kiriko benar-benar menyesakkan.

Saat membaca buku ini, aku jadi berpikir kalau penulis Jepang itu punya 1001 cara untuk mengarang skenario yang membuat para tokohnya menjalani hidup dengan tidak nyaman, kan. Siapa sangka kalau Kiriko mengalami begitu banyak peristiwa aneh yang tidak menyenangkan, justru karena ia sangat cantik?

Seluruh bagian novel ini buatku sebenarnya sempurna. Hanya saja kisah cinta age-gap-nya agak meresahkan, ya. Bedanya sampai 44 tahun sendiri loh. Seperti hubungan cucu dengan kakeknya. Kalau age-gap-nya dua puluh tahun, mungkin aku bisa lumayan mengerti. Namun, kalau sampai sebanyak ini, rasanya aneh juga. Meskipun dari narasinya, aku bisa paham sih kenapa Kiriko akhirnya suka dengan Sajita si kakek keren. Namun, kalau sampai kejadian di dunia nyata, aku pasti bakal mengerutkan kening juga. Begitulah.
Profile Image for ~ Dra.
120 reviews3 followers
June 6, 2024
I think this book is very good. It succeeds in highlighting many different topics such as beauty objectification, age-gap relationships, social media validation, and the impact of a broken family on a child.

Let's start with Kiriko. This woman was born with amazing beauty. However, this beauty feels like a curse to her. Many bad things occur in her life due to her beauty. In this novel, we see the struggles experienced by Kiriko and how she is able to reborn into a new person.

On the other hand, the love felt by Kiriko (28 years old) for Sajita (72 years old) is portrayed very realistically, highlighting the complexities of an age-gap relationship. It seems so difficult, given the prejudice they would likely face from their community if they ended up together.

Kiriko's ex-husband becomes obsessed with social media, reflecting the current societal obsession with social media validation. I pity him for his fear of losing his beautiful wife, but I also think he severely lacks communication skills. The mental violence mentioned by one of the characters in this novel is significant. I cannot believe how he forbade his wife from going to the kitchen, even though she loves to cook. His harsh comments about everything his wife did, from styling to cooking, caused her immense trauma.

Last but not least, I am amazed at how strongly Shotaro (10 years old) handles his broken home situation. He tries to be mature and indeed acts mature for his age, but behind his behavior, I believe he is hurting deeply.

These social phenomena are beautifully explored through the motif of food. I love how the author slowly introduces each character and explains a bit about their background story. I loved it.
Profile Image for Claudia.
47 reviews6 followers
March 12, 2023
Another sastra dunia 🎉

Kali ini berasal dari Negeri Sakura alias Jepang! Meski baru pertama kali baca novel (kalau komik, sih, dari kecil) dari Jepang, tapi asli, ini buku asyik banget!!

Terjemahannya oke-oke aja, sih, nggak mengganggu, dan cukup bisa bikin imajinasi di kepala tentang latar tempat di dalam novel ini, yang mana alias ya pasti di Jepang. Tertarik baca buku ini karena cover-nya yang ctk abis, gemes, dan bikin laper hehe, intinya eye catching laaah. Terus lagi pengin baca cinta-cintaan yang ringan-ringan gitu, dan karena sy termasuk yang judge a book by its cover, saya belilah buku ini, berharap menerima kehangatan dari kisah cinta di dalamnya.

Eee tapi tunggu dulu, Ki Sanak, emang lu orang kalo beli buku kudunya jgn kayak saya ya, perkara cover bagus langsung sok-sokan nebak isinya wkwkwk. Tapi, bukan, buku ini nggak jelek, kok. Hanya saja ternyata tidak “seringan” dan “sehangat” yang kubayangkan. 🤣

Konflik di dalamnya lumayan ruweeeet dan ini jauh dari kata ringan tapi nggak berat banget juga wakak. Akan tetapi, SUMPAH, buku ini asik banget. Bener-bener pengin terus-terusan balik halaman, apa istilahnya? Page turner, ya? Ya, intinya gitu lah.

Jalan cerita oke, konfliknya gak cheesy, penggambaran elemen-elemen latar tempat dll juga oke, intinya oke lah. Boleh masuk wishlist kamu kalo pengin cobain baca novel Jepang.

Ya mungkin segitu dulu aja review-nya, bingung mau nulis apa lagi hehe. Byeee
Profile Image for Arranszi.
10 reviews
December 31, 2024
Berkisah tentang Kiriko yang menjadikan dapur dan kenangan kelezatan masakan nenek sebagai "rumah", namun ironisnya di seperempat usianya dia tidak bisa mengekspresikan kecintaannya pada makanan dan dapur yang justru dikarenakan oleh aturann aneh dari suaminya.
Diam-diam Kiriko bekerja sebagai staf dapur di sebuah panti jompo untuk memberi suaka bagi dirinya yang tidak bisa memperlihatkan wajahnnya. Namun pertemuannya dengan penghuni panti paling nyentrik, Sajita-san mengubah hidupnya. Sajita-san mengenalkannya pada izakaya Yabu Hebi, tempatnya menghidangkan sajian yang menghangatkan hatinya

Spoiler alert:
Karya yang sebenarnya lezat, tapi secara pribadi perasaan ketika membaca novel ini seperti Kiriko yang dihujani dengan menu makanan cantik dan estetik oleh Kei-chan ketika tau bahwa main lead novel ini berujung perasaan dengan siapa. Karena kurang nyaman dengan romance yang disuguhkan, sungguh membaca buku ini seperti diajak ke dalam kafe yang bagus, cantik, instagramable, tetapi menu yang disajiikan kurang menggugah selera.
Meskipun demikian, sungguhlah para pembaca benar-benar dimanjakan oleh penulis dengan taburan menu-menu makan yang bikin pembaca (baca: saya) kepo, hingga googling bentuk masakannya sepeeti apa karena tidak bisa melepaskan rasa ingin tahu akan semua menu yang disajikan dalam novel ini yang sungguh sepertinya bisa menggugah selera.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Aulia Vidia Sasmitaratri.
41 reviews
May 29, 2024
Sewaktu tau kalau 7 Tastes of Love ngebahas tentang makanan, aku dibuat penasaran dan pengin banget baca!

Berkisah tentang Kiriko yang mempunyai paras cantik, tetapi kecantikannya justru membuat Kiriko merasa dikekang dan berada dalam bahaya. Ia kerap kali di-stalking dan saat menikah pun, suaminya memperlakukan Kiriko sebagai orang lain dengan persona yang Ia buat-buat di media sosial. Bahkan, melarang Kiriko untuk berada di dapur yang merupakan tempat kesukaannya. Kiriko yang sebetulnya bekerja di dapur panti jompo, mengelabui suaminya dengan berkata kalau Ia bekerja di kelas yoga. Pun di dapur tempatnya bekerja, Kiriko menjadi korban perundungan oleh orang-orang di sekitarnya sampai akhirnya Ia dibantu oleh Sajita dan mengenalkannya pada dunia yang baru.

Untuk segi cerita, aku sendiri cukup menikmati bagaimana Koyanaga sensei menjabarkan secara detail kehidupan Kiriko dan kecintaannya terhadap dapur. Sayangnya, terkadang detailnya cerita terlalu banyak jadi bikin bosen saat dibaca dan kerasa flat. Terus juga bagaimana interaksi Kiriko dengan Sajita-san... the age gap... Untuk terjemahan, ada beberapa kalimat yang aku rasa kurang konsisten karena dari baku ke nonbaku terus juga sempat ketemu typo.

Yang aku sayangkan lagi adalah eksemplar yang aku baca dan pinjam ini (kebetulan pinjam di suatu perpustakaan) di halaman 153 - 160 atau sampai 172 itu double. Jadi bab 4-nya ada dua. Terus juga aku ngerasa covernya kurang pas karena Kiriko terlihat menginjak makanan, it seems inappropriate.

Lewat kalimat pembuka review ini aku menjabarkan kalau buku ini banyak bahas tentang makanan kan? Moment menyenangkan saat baca buku ini menurutku adalah setiap membuka bab baru, kita akan disambut dengan nama-nama makanan yang menggugah selera. Jadi selama baca sambil nahan keroncongan di perut T___T apalagi di bab tersebut juga dijelaskan makanannya seperti apa, bahan-bahannya, even cara memasak dan penyajian.
Profile Image for Ayunda Setiansah.
9 reviews1 follower
December 23, 2022
⭐️3,8
Yang kupikir cerita yang akan di delivery ada cerita romansa tipikal yang berkaitan dengan restoran ternyata gak. Penulis menceritakan kisah perempuan cantik bernama kiriko yang kita pikir biasanya dapat “beauty privilige” ternyata tidak seperti itu. Kecantikan yang dimilikinya malah jadi sumber masalah di cerita nya ini salah satunya seperti kisah pernikahan yang dingin dan mendapati dirinya memiliki stalker. Kisah hidupnya ini membawa dirinya bertemu dengan orang - orang baru dan restoran yang ternyata mengubah hidupnya. Penulis sangat ciamik waktu mendeskripsikan berbagai makanan yang dimasak atau dimakan pada cerita ini sampai kita bisa membayangkan. Tapi agak membingungkan latar usia antar karakter dan perpindahan latar tempat nya, dan karena ekspektasi dari judul nya aku bakalan dapat cerita cinta di dalamnya ternyata gak sih lebih ke cerita keluarga dan kerabat terdekat. Tapi overall aku suka karena banyak banget pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini.
Profile Image for Lina Maharani.
272 reviews15 followers
November 4, 2024
THE WARM SIPPING OF LOVES

Kisah kiri-chan dan orang2 disekitarnya yg mengajak kita melihat berbagai masalah sehari-hari di Tokyo. Ada rasa minder dari perempuan yg mrs dirinya kurang 'menarik', hubungan pasangan yg jarang berkomunikasi, kekosongan jiwa akan kasih sayang orang tua, hubungan anak-ayah, perjalanan menemukan jatidiri yang hilang hingga terlahir kembali.

Banyak obrolan di dalam buku ini jadi pengingat bagi pembaca tentang bagaimana hidup seharusnya berjalan dan kita hadapi. Ada banyak sekali hal yg bisa kita renungkan dari 'wejangan' Sajita-san kpd Kiri-chan dan kawan2. Juga bagaimana Sho-chan sbg anak SD yg 'dipaksa' dewasa krn kondisi keluarganya hingga tumbuh mjd anak yg sinis.

kisah yang hangat & manis~
Profile Image for nrgitha.
251 reviews51 followers
January 10, 2022
Novel ini menceritakan kisah Kiriko, seorang wanita yang terkesan misterius karena selalu menggunakan kacamata dan masker. Namun, kehidupan Kiriko mulai berubah ketika berkomunikasi dengan salah satu penghuni panti bernama Sajita-san yang mengenalkannya pada izakaya Yabu Hebi.

Pada setiap babnya, kita diajak untuk melihat sisi lain dari kehidupan Kiriko dan hal yang dialami oleh orang-orang yang dekat dengan Kiriko. Dengan benang merah dari setiap bab, perkembangan dari diri Kiriko untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Kisah yang dikemas dengan ragam makanan khas Jepang, terasa tidak ‘dekat’ dengan saya sebagai pembaca yang tidak pernah mencicipi menu tersebut.
27 reviews
November 8, 2024
Aku merasa, buku ini bagus dalam menggambarkan makanan-makanannya. Meskipun aku pribadi tidak bisa membayangkan visual makanan itu, kecuali harus browsing gambarnya dulu, tetapi Koyanaga Sensei dapat membantu pembaca untuk merasakan rasa-rasa makanannya, hangat kah, gurih kah, sepat kah.

Novel ini dibagi menjadi 7 bagian, hence 7 Tastes of Love. Seharusnya, aku lebih mindful ketika membaca supaya bisa mengaitkan masing-masing masakan di babnya, rasanya, dan hubungan masakan tersebut dengan part kisah yang diceritakan pada bab tersebut. Namun, sulit karena tidak tersurat. Sepertinya butuh baca ulang kapan-kapan.
Profile Image for Yunita Taman.
291 reviews13 followers
May 1, 2025
Gimana sih rasanya hati bisa 'meleleh' karena dikasih makanan enak yang dibuat dari hati? Begitulah yang dirasakan Kiriko sejak pertama kali makan masakan seorang kakek yang tinggal di panti jompo tempatnya bekerja. Sejak makan makanan enak yang menghangatkan hati dari kakek Sajita, Kiriko pelan-pelan menemukan dirinya dan bisa menyuarakan pendapatnya. Tapi apa cuma itu? Boleh dibaca sendiri, saya ga mau spoiler. Hehehe.
Ceritanya unik dan penggambarannya akan makanan begitu detail sampai terasa nyata di lidah. Hanya saja masakan Jepang tidak semua familiar di saya jadi ada beberapa makanan yang cuma bisa dibayangkan sesuai imajinasi saja.
Profile Image for Tita Amelia.
74 reviews
April 14, 2024
⭐️: 3.5/5

Ketika pertama melihat buku ini, yang terlintas di benak saya adalah bagaimana penulis bisa mengeksplorasi relasi karakter utama dgn makanannya. Tetapi semakin ke belakang, justru lebih fokus pada masalah personal karakter utama yang kompleks.
Menurut saya akhir ceritanya seperti antiklimaks. Saya pun krg begitu sreg dgn pilihan penulis membuat Kiri-chan jatuh cinta pada Sanjita-san yg terpaut usia 44 tahun 🥲. Terlalu banyak karakter dgn eksplorasi cerita yg sedikit. Seperti karakter kakak2 Keichan, ibu Keichan, Midori, Shotaru dan Ayahnya, Yabu-san, dll. Menurut saya, akan lebih fokus kalo latar belakang masing-masing karakter tidak perlu diceritakan terlalu detail kalau pada akhirnya informasi itu diberikan setengah-setengah. Jujur saya masih sedikit berharap Shotaru dan Ayahnya bertemu scr langsung agar kedua belah pihak saling mengetahui isi hati masing2.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Hello Aur.
19 reviews
January 25, 2025
The story? Not bad but not good.
In Indonesia... biasa aja.
TAAPIII, ini terjadi di bab 1-3 aja. Masuk kek bab 4 ulai seru. Cukup menarik. Terutama bagian pertemuan keluarga itu.
Istilah cinta tidak memandang usia itu ternyata memang nyata adanya yaa ahahah. Aku gak nyangka kalau akhirnya bakalan menjurus ke sana wkwkwk.

Cuman yg aku sayangkan dari buku ini adalah banyaknya typo dan kesalahan penulisan kata yg cukup menganggu. Aku harap penerjemah dan editor di buku ini bisa lebih aware lg masalah ini. Karena kesalahannya banyak banget :"
Displaying 1 - 30 of 41 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.