Jump to ratings and reviews
Rate this book

#SobatSakit

Rate this book
OVERVIEW
“Nama cewek ente siapa, sih?” tanyaku pada Ucok.
“Ami. Nama panjangnya Amirudin,” jawab Ucok.
“Panggilan sayang ke dia apa?”
“Bunda.”

Aku berpikir keras gimana caranya supaya Ami terkesan lagi sama Ucok.
“Aku punya ide! Tapi, ini butuh akting yang sedikit natural,” ucapku kepada kedua berhala itu.
“Apaan, tuh?” tanya Ampang.
“Cara ini biasanya ampuh untuk menarik perhatian cewek,” kataku meyakinkan.
“Pake susuk?” celetuk Ampang.
“Jangan, pake susuk nggak ngaruh sama mukanya yang di bawah UMR,” jawabku.
“INI MAU BANTU APA NGEHINA?!” Ucok terlihat senang.

Sebelumnya, kami riset dulu soal Ami. Kuliahnya di mana, rumahnya langganan banjir nggak,
apa hobi bapaknya, sama tahun berapa Portugis ke Maluku. Hampir saja rencana kami batal pas
Ucok bilang kalau bapaknya Ami seorang anggota. Kami sempat takut, tapi nggak tahunya
anggota koperasi.

204 pages, Paperback

Published January 1, 2020

6 people are currently reading
41 people want to read

About the author

Takdir Alisyahbana Ridwan (Jek)

3 books13 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
15 (51%)
4 stars
6 (20%)
3 stars
7 (24%)
2 stars
1 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
5 reviews2 followers
August 27, 2022
Buku ini udah lama pengen aku beli. Alasannya karena aku cukup penasaran sama isinya. Soalnya aku ngikutin tweet-tweet penulis yang makin hari makin somplak aja. Tapi ya berhasil menghibur warga yang hidupnya terlanjur blangsak. Pokoknya tweet-tweet beliau cukup jadi bukti bahwa penderitaan dalam hidup ini juga perlu dirayakan. Kemiskinan tidak perlu di ratapi malah harus di biasakan karena di masa depan kita emang belum tentu kaya.. Nih kan cara nulisku juga ketularan kaya si penulis buku #SobatSakit ini.

Intinya buku ini bisa juga aku beli waktu harganya udah diskon. Walaupun telat euforianya, yang penting tetap beli buku ori walaupun nunggu diskonnya sampai mentok. Hahaha. Daaaaan sesuai dugaanku, buku ini benar-benar menghibur seperti membaca tweet-an Bang Jek sebanyak 198 halaman.

Aku juga merasa timing ku membaca buku ini pas banget, yakni di saat banyak beban hidup yang musti dirasakan. Pikiran udah stress baca buku ini berasa healing banget. Kebetulan aku juga suka buku genre komedi seperti ini. Jadi worth it banget lah harga diskon yang aku keluarkan, sepadan sama isi buku ini yang berhasil bikin aku ngakak terus selama seminggu ini.

Kayaknya, terakhir kali baca buku komedi, waktu awal kuliah dulu. Bukunya Raditya Dika yang judulnya Koala Kumal. Tidak pernah aku tulis review-nya, bahkan aku juga sudah tidak tahu dimana bukunya sekarang. Dulu belum menyadari kalau diri ini suka buku, jadi kalau habis beli buku juga belum berinisiatif merawatnya.

Aku akui, humornya Bang Jek ini pas banget di aku. Tapi aku juga tidak yakin orang lain akan bereaksi sama setelah membaca buku ini. Cuma di sini aku akan me-review secara singkat apa saja yang ada di dalam buku #SobatSakit ini.

#SobatSakit bercerita tentang tiga sahabat msasa-masa kuliah. Ceritanya tidak jauh-jauh tentang tugas, kehidupan anak kosan, kemiskinan anak kosan, lika-laku perjalanan cinta anak kuliah, sampai perselingkuhan waktu KKN. Kisah-kisahnya umum sekali. Namun, cara berceritanya yang terlampau hiperbola membuat pembaca jadi seola-olah beneran ada di situasi tersebut.

Entah kenapa aku percaya, orang-orang humoris kaya Bang Jek ini sebenarnya orang yang cerdas. Karena untuk membuat suatu humor, pasti dia mikir dan butuh pengetahuan yang luas. Terutama kosakata yang digunakan. Semakin aneh kosa kata tersebut, maka semakin besar peluangnya buat jadi lucu. Misalnya, uruguay, alun-alun sungai nil, selir persia dan beberapa kosakata lain yang menurut aku memiliki tendensi untuk membuat tertawa.

Ini analisisku aja, kan orang itu pasti pengetahuannya luas kalau bisa pakai kosakata yang cukup asing dalam pembicaraan orang pada umumnya, terus disambungin sama fakta-fakta sehari-hari. Belum lagi, Bang Jek juga nyambungin sama agama. Jadi lebih lucu lagi lah pokoknya.

Bagian yang membuat aku suka dengan buku ini adalah, meskipun Bang Jek menghubungkan cerita dengan agama, tapi kaya nggak ada unsur menghina, juga nggak ada unsur yang memaksa. Jadi kaya ngalir dan enak buat dinikmati.

Aku berharap Bang Jek terus nulis dan menebarkan jokes-jokes nya mengangkat tema kehidupan sehari-hari, penderitaan kaum proletar dan kemiskinan yang entah sampai kapan mampu dientaskan pemerintah. Semua itu tetap bisa dirayakan dan ditertawakan. Aku tidak ingin Bang Jek berubah jadi selebritis alay yang hobinya nyari cuan dari sensasi dan ujung-ujungnya jadi buzzer pemerintah.

Tetap apa adanya seperti ini dan tetap membersamai orang-orang yang ada di bawah. Tetap dengan komedi yang sederhana dan semoga bikin 2 atau 3 buku per tahun. Kan lumayan buat stok hiburan kalau lagi stress sama kerjaan dan kenyataan hidup. Hahaha

Buku ini diceritakan dengan alur maju, sehingga sangat memudahkan pembaca dalam memahami ceritanya. Menurut aku buku ini juga pas untuk orang-orang yang pengen menyukai aktivitas membaca tapi belum nemu buku yang pas. Karena buku ini ringan jadi cocok dibaca oleh siapapun.

Sekian review ini aku buat dengan sejujur-jujurnya semoga dapat menginspirasi teman-teman sekalian untuk meningkatkan literasi masing-masing. Karena bagi aku nggak adil kalau genre buku itu ada kastanya.
Profile Image for Doddy Rakhmat.
Author 4 books4 followers
December 22, 2021
Tetap jenaka, tetap sakit, tetap tak terduga, tetap spontan, uhuy!
5 reviews
September 15, 2025
Engga berekspektasi lebih ke buku ini, dibeli karena butuh haha hihi dan beneran tiap lembarnya bikin ketawa sih. Cocok dibaca ketika lagi mumet, ketika gak kepengen mikirin hal berat, ketika di perjalanan, ketika nunggu sesuatu/seseorang, karena yaaaaa seringan itu buku ini, gak kerasa eeeh tamat 😁

Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.