Hari-hari Miiko dan kawan-kawan di SD Suginoki telah usai. Sambil menyimpan semua kenangan indah dalam hati, mereka kini melangkah maju sebagai murid SMP! Gedung sekolah baru, cinta baru, persahabatan baru, juga keseruan baru telah menanti. Mari kita rayakan momen berharga Miiko bersama-sama!
Ahaha aku sabar-sabar nunggu versi regulernya. Sebenarnya bukan karena alasan harga, tapi aku yang memang nggak suka sama kertas di komik premium yang mudah menguning dan makan tempat (selain itu juga karena hadiah yang rasanya nggak mindful (ujung-ujungnya geletakin dan kasih ke keponakan) karena pangsa Miiko bukan cuma bocil cewek, haha.)
Dan akhirnya tiba waktu saat aku bisa baca komik volume 34 ini. Gemas sekali ya ceritanyaaa...! Tappei ini kira-kira zodiaknya apa ya, demen banget tarik-ulur Miiko... kezel. xD
Di vol. 34 ini Miiko harus berpisah dengan teman-temannya dari SD Suginoki. Yaaaa, Miiko sudah lulus SD! Perpisahan mereka bikin aku flashback ke masa SD juga. Rasanya memang berat ya berpisah dengan kawan dan guru yang setiap hari bersama kita selama 6 tahun (?) Cemas dengan hari-hari ke depan. Dan selalu bertanya-tanya, 'Akankah kita dipertemukan dengan teman-teman yang sebaik sahabat kita saat SD?' Dulu saat mengalaminya, rasanya memang seperti itu!
Saat harus menentukan ekskul, Miiko sempat bimbang juga. Tapi akhirnya dia berhasil memilih ekskul yang benar-benar dia suka!!! Ah ya, saat SMP adalah saat pertama kita bergabung dengan ekskul. Juga tentang kencan pertama dan jalan bareng! Gosip hangat & baru buat anak-anak SMP 😄 Bahkan sampai sekarang pun aku masih ingat siapa couple populer di masa SMP dulu😅 Apa kalian masih ingat juga???
Cerita Miiko saat pertama kali ikut bimbel, bikin aku flashback juga. Bedanya aku ikut bimbel pertama kali pas kelas 6 SD. Ah masa-masa itu banyak kenangan juga! Bahkan aku masih mengingat guru-guru bimbel favoritku. Juga sahabat baru yang kutemui di bimbel itu 😃
⛹️♀️⛹🏻♀️⛹🏼♂️ Aku suka banget sama komik ini!!! Hai, Miiko adalah komik favoritku di awal SMP dulu. Setelah belasan tahun nggak baca komik ini, pas baca lagi rasanya tetap sama: tetap jadi favoritku! Cerita masih terasa seru + beneran bikin flashback😅 Ilustrasinya juga super cute ☺️
aww akhirnya mereka siswa SMP jugaaa. Feel a little bittersweet during their graduation scene and realized the teacher won't be Oonishi Sensei anymore, but I'm glad the majority of them are still together in the same school and even same class. Tappei and Miiko are sooo adorable, still the biggest supporter and like to tease each other. I think it won't happened in near future but can't wait to see them to be in relationship, but for now I'll enjoy they friendship & banter like always.
Banyak yang beda dengan Kochimuiite Miiko vol. 34 ini. Setting Hai Miiko 34 agak beda dibanding Miiko yang biasanya, halaman depan mulai dari kanan ke kiri, biasanya kan kiri ke kanan, jadi baca balon dialognya pun mesti dibiasain dari kanan ke kiri.
Di lidah jaket komiknya, ada cerita “keluhan” Ono sensei yang bikin aku syedih. Semoga Ono sensei selalu sehat yaaaa
Terus nuansa ceritanya mulai berubah karena setelah belasan tahun baca Miiko yang terus-terusan jadi anak SD, sekarang jadi anak SMP. Huhuhu. Agak rushed di bagian lulus SD dan masuk SMP-nya, sih. Tapi yang jelas, kisah di balik ceritanya bikin aku mrebes mili. Huhuhu
Akhirnya, Miiko dkk masuk lulus SD! Sebuah pencapaian lebi drpd Nobita dkk yg sejak pertama kali aq tonton animenya di kelas 4 SD, sampai sekarang masi di kelas yg sama, sepertinya. CMIIW.
Sekilas cerita bagaimana dikisahkan kelulusan Miiko dkk, ide memberikan kenang2an personal yg berkesan utk Pak Guru Wali Kelas, dan jg bbrp kekhawatiran takut tidak dapat teman di SMP diceritakan dg cukup baik d salah satu bab. Mengharukan namun tidak berlebihan, porsinya pas.
Saat Miiko mulai masuk SMP pun diceritakan dengan pas jg: bingung menentukan ikut klub apa, menuruti keinginan sendiri atau teman? Tak lupa rasa takut menyinggung teman krn pilihan yg berbeda krn selama ni selalu bersama2. Tidak ketinggalan rasa aneh sekilas2 yg semakin kerap muncul di seluruh adegan Miiko+Tappei, disertai kebingungan baru terkait nama panggilan d SMP. Plus kepanikan Yoshida yg berawal dri kesalahpahan (panik dia, dan mukanya kalau kata ponakanku.. jdi doraemon: mata melotot besar mendominasi kepala, ROFL)
Dna tentu saja, interaksi lucu khas Miiko sekeluarga yg kali ini melibatkan Mamoru yg sangat mandiri, yg membuat panik seluruh anggota keluarga, hahaha.
Ingin bercerita sedikit, sejak 2010 saat aku baca Hai, Miiko untuk pertama kalinya, aku langsung suka banget-banget-banget. Apalagi permasalahan yang diangkat sama Bu Ono Eriko, relatable sekali dengan permasalahan aku waktu itu. Maksudnya kayak izin ngerawat hewan pertama kali (karena dianggap ga capable soalnya masih kecil 😆), berantem sama temen sekelas, belajar berenang, dll. Sekarang aku udah kuliah dan terharu banget tumbuh dewasa bersama komik ini 🥲👏🏻
Reviewnya, WAHHH, aku seneng banget bacanya volume kali ini. Miiko dan teman-temannya dibuat berkembang sekali, apalagi sekarang sudah masuk SMP. Permasalahan yang dibawa sudah bisa dibilang naik kelaslah.
Aku masa gemes sama suara ambulansnya (chapter Yoshida Sangat Khawatir), bikin Yoshida salah paham jadinya kan sama Miiko 😤. Untungnya abis itu diklarifikasi sama Mari 😆
Sisanya kayak biasa, aku ketawa-ketawa sendiri ngeliat Miiko-Tappei, gemes banget bacanya. Nominasi the best of slow-burn kayaknya jatuh ke Miiko-Tappei deh 🤭
Semangat Bu Ono Eriko! Sehat selalu di umurnya yang sekarang. Ditunggu karya selanjutnya 🤍
YA AMPUN MIIKO DKK MASUK SMP!! *belum apa-apa udah heboh 🤧🤧* Kalau pas baca vol. 33 nya kemarin rasanya isinya agak berat karena membahas kekerasan pada anak dan juga body shaming, di vol. 34 ini isinya menyenangkan sekali. Chapter pertama udah bikin aku cengengesan karena topiknya tentang fangirling! Wkwkwk Lalu abis itu ada cerita tentang Miiko dkk di hari kelulusan. Semuanya masuk ke SMP yang sama kecuali Yoshida *pukpuk Yoshida 😂😂* Trus, trus, pas bagian Miiko sama Tappei AAAAAKKKKHHH!!!!!! Gak bisa agak heboh aku tuh 😍😍😍😍😍😍😍😍 Rasanya di vol. 34 ini Ono Eriko Sensei bener-bener memuaskan penggemarnya Miik-Tappei, deh. Interaksi mereka gemesin banget haduuh.. 😚😚😚😚
Pokoknya baca Hai, Miiko! yang ini tuh rasanya capek banget. Capek ketawa dan senyam-senyum nonstop dari halaman pertama sampai akhir. Oiya, di bagian akhir tuh ada cerita tentang asal mula komik ini dari pertama kali diterbitkan 30 tahun lalu! Menarik banget ceritany! Aku makin sayang sama Ono Eriko Sensei 😍😍
Benar-benar kayak throwback ke masa-masa SMP. Nangis pas tau idola nikah. Bingung milih ekskul. Kewalahan karena pelajaran makin banyak. Heboh pas temen sekelas ditembak senior. Dan soal Miiko yang super nggak peka sama Tappei, kayaknya emang anak umur segitu sejenis Miiko belum mikir ke sana nggak sih? Kayaknya mulai bisa terima kalo Miiko-Tappei baru akan jadian pas SMA or kuliah. Oh ya, sesuai ekspektasi, cerita tentang disforia gender didnt make the cut.
Wah unik! Vol.34 mulainya dari kanan ke kiri. Akhirnya...Miiko masuk SMP jugaa hihi, tentu sajaa ada tokoh-tokoh baru, dan asyiknyaa, kita gak kehilangan teman-teman Miiko dr SD Suginoki, gemees banget. Sehat selalu Ono-sensei!
Miiko sudah masuk SMP!! ceritanya jadi semakin menarik dan tentu saja segar. Percintaan tipis-tipis antara Miiko dan Tappei, juga Miiko dan Yoshida yg sekarang bersekolah di tempat berbeda... semuanya seru bgt untuk dibaca.
Terharu banget akhirnya Miiko udah SMP. Sama baca berita sampingan soal Ono-sensei yang berjuang gambar Miiko walau lagi hamil dan harus pindah majalah. Keren bgt🥺
Andai saya membaca ini saat SMP dulu, betapa tidak harus mengikuti pilihan orang lain ketika kita sebenarnya punya pilihan sendiri saat memilih eskul. Jangan ragu untuk menjadi diri sendiri dengan kelebihan atau keunikan yang ada (meskipun itu bukan sesuatu yang bisa bikin kamu populer di SMP). Juga, jangan melupakan keluarga yang selama ini terus mendukung meskipun jasa mereka jarang terlihat karena saking seringnya mereka membantu kita * peluk Mamoru
Keren sekali Tappei ketika bilang: "Jika kau menyerah tanpa mau mencoba maka nggak akan ada hal menarik untuk dilakukan."
Masih inget siapa guru favorit kalian zaman sekolah nggak?
Aku masih ingat. Namanya Pak Petrus. Kalau dapat kelas yang walinya adalah Beliau, duh senengnya bukan main. Orangnya luar biasa baik, kalau ngajar enak banget, dan pastinya lucu parah. Suasana kelas jadi nyenengin kalau diajar olehnya. Pak Petrus ngingetin aku sama Pak Guru Oonishi di komik Hai, Miiko! yang luar biasa berjasa (tapi kadang kurang dapet spotlight di komik ini).
Jujur, mewek banget pas baca cerita "Kartu Kenangan Kelas 6-3" soalnya Miiko dan teman-teman sekelas farewell sama Pak Guru. Makin terharu lagi karena akhirnya Miiko jadi anak SMP dan nggak diajar lagi oleh Beliau. 😭♥️
Omong-omong, apa sih yang menarik dari kisah Miiko dan teman-temannya yang kini sudah jadi remaja? Pada volume sebelumnya, tema-tema soal body shaming dan kekerasan pada anak diangkat sang komikus, menandakan hadirnya transisi tema yang jauh lebih serius. Pada vol. 34, cerita-cerita soal anak SMP dibuat lebih relevan pada masa dan umurnya, misalnya mungkin kita pernah ngerasa sedih karena temen baik kita beda sekolah, ada kakak kelas yang nembak dan gosipnya langsung nyebar ke satu sekolah, atau yang paling receh deh, temen gak balikin penghapus kita. 😂
Pas aku baca Hai, Miiko! 34, kira-kira mood-ku begini: mewek - deg-degan - lega - ketawa ngakak - KYAAA - KYAA - KYAAA. Udah ketebak lah ya ini kenapa 🤣♥️ Beneran salut banget sama konsistensi karakter Miiko dan Tappei yang selalu sukses bikin pembaca geregetan!
Apalagi kalau ada adegan close up keduanya, beuuhh ... tarik ulurnya nggak main-main, gengs. 😆👍 Dan kalau dipikir ulang, rasanya nggak pengin deh Tappei dan Miiko cepat-cepat dewasa, apalagi sampai jadian. Kisah cinta monyet mereka terlalu sayang untuk dinikmati terburu-buru.
Setelah menunggu selama hampir setahun, akhirnya Hai, Miiko! Vol. 34 ini terbit juga! 😆 Bagi yang membaca review-ku untuk Hai, Miiko! Vol. 33 atau kalian yang juga mengikut serial komik ini, pasti tahu kenapa jilid ini sangat dinantikan. Setelah sekian lama, Miiko dan kawan-kawan akan lulus dari SD dan menjadi murid SMP 🥲❤️. Rasanya ikut terharu dengan kelulusan mereka karena aku sendiri sudah mengikuti komik ini selama bertahun-tahun 🤣. Seiring dengan bertambahnya usia karakter-karakter yang ada dalam cerita ini, aku menantikan banyak pengalaman dan kisah-kisah menarik yang akan mereka lalui bersama.🥰
Ada 9 cerita dalam buku ini, dan seperti di review sebelumnya, aku akan membagikan episode-episode yang paling berkesan untukku. Yang pertama, tentu saja, berjudul Selamat Tinggal, SD Suginoki. Meskipun hanya menceritakan tentang acara kelulusan Miiko dan teman-teman, ada momen manis antara Miiko dan Tappei—sesuatu yang selalu aku tunggu dengan harapan ada perkembangan dalam hubungan mereka🤣. Semoga kalau sudah jadi murid SMP, Tappei bisa lebih blak-blakan tentang perasaannya terhadap Miiko 😆. Saat Miiko akan masuk ke dalam kelas barunya di SMP Suginoki, ia dipenuhi dengan kekhawatiran bahwa semuanya akan berbeda dan akan ada banyak perubahan. Namun ternyata kecemasan itu sia-sia karena pada akhirnya ia sekelas dengan hampir semua temannya di SD 😅.
Aku juga sangat suka episode yang berjudul Ikut Ekskul Apa, Dong!?, karena dengan tinggi badan yang tergolong pendek, Miiko ingin masuk ke dalam klub basket. Dalam episode ini, kata-kata Tappei yang memotivasi berhasil membuatku tersentuh. Ia mengingatkan Miiko untuk tidak menyalahkan orang lain dan agar ia tidak menyerah sebelum mencoba. Pada akhirnya, Miiko terinspirasi oleh kapten klub basket yang ternyata juga lebih pendek dibandingkan yang lain. Menurutku kisah ini juga bisa menginspirasi pembaca agar tidak membiarkan kekurangan kita membatasi apa yang bisa kita lakukan 😉.
Cerita terakhir yang akan aku bagikan dalam review ini berjudul Mamoru Mana!?. Mamoru—adik laki-laki Miiko, adalah salah satu karakter favoritku karena meskipun lebih muda, ia jauh lebih bisa diandalkan dan lebih bertanggung jawab dibanding Miiko 🤣. Dalam episode ini, seperti biasanya, semua anggota keluarga memiliki kesibukannya masing-masing. Dan tiba-tiba, keesokan harinya Mamoru tidak pulang ke rumah dan meninggalkan surat yang mengkhawatirkan. Hingga akhirnya mereka bertemu dengan pak guru dan mendapati bahwa Mamoru dan teman-teman kelas 6 lainnya pergi wisata sekolah dan bukan kabur dari rumah 😅. Sepulangnya Mamoru dari wisata sekolah, keluarganya langsung memberikan perhatian ekstra yang biasanya tidak ia dapatkan 😆. Aku harap di jilid-jilid berikutnya akan ada lebih banyak cerita yang melibatkan Mamoru 🥰.
Selain 3 cerita itu, masih banyak kisah-kisah lain yang tidak kalah menghibur dan menggemaskan. Karakter Yoshida berhasil membuatku tertawa keras saat ia salah paham dan mengira Miiko sudah berubah sejak menjadi murid SMP. Episode terakhir dalam jilid ini juga tidak kalah menarik karena di sini Ono Eriko menceritakan perjalanan ketika cerita Miiko pertama kali dimulai. Pembaca jadi tahu rintangan yang harus dilalui oleh penulis hingga akhirnya kisah Miiko bisa terus ada sampai hari ini. Cara Ono Eriko menggambar karakter Miiko pun berubah cukup banyak dari dulu hingga sekarang. Terima kasih, Ono sensei karena sudah terus menghibur pembaca dari tahun ke tahun. Semoga jilid berikutnya akan menghadirkan lebih banyak kisah menarik tentang kehidupan Miiko dan kawan-kawan sebagai murid SMP 🥰
As usual, hilarious. One of my most favorite mangas. Ever. Miiko's simple stories in her daily life never fail to make me laugh out loud.
This edition brings me back to the day when i finished my elementary school and started Junior High. It felt sad and bittersweet to be separated from my childhood friends in elementary school but also excited to start a new page, and that anxious feeling to meet new friends!! Aww, really brings me down the memory lane.
[[SPOILER]]
The funniest part in this book for me is Yoshida in chapter "Yoshida Sangat Khawatir". Lol, that boy was so sweet and smitten and it was just really, really funny when he met Miiko again. I always feel bad for him because he's such a great kid but of course i'll ship Tappei and Miiko to the end of time. No matter what! Sorry, Yoshida--
Speaking of, Tappei and Miiko is getting even cuter and sweeter in Junior high school!! They join the same Basketball club for extracurricular ! Yes! Seriously though, will they... or won't they? I just want to see them together. More. In romantic relationship. I know they're still a kid and all, but they're just so cute. Tappei looks so cool in new uniform and Miiko looks taller, plus longer hair... so pretty :)) *fangirling here, don't mind me*.
Anyway, i enjoyed it a lot! As usual!! Thank you Ono Eriko-sensei, keep up the good work!! ;)
MIIKO! ♥️ Seneng banget awal tahun ini masih bisa ketemu lagi sama si anak baik. Di volume ini Miiko akhirnya lulus SD dan jadi anak SMP bersama teman-temannya. Hanya Yoshida yang tidak satu SMP dengan Miiko. Tapi jangan khawatir karena Yoshida masih satu tempat bimbel. Entah karena settingan umur Miiko yang sudah masuk SMP atau apapun itu, volume 34 ini terasa lebih dewasa dalam penggambaran tokohnya. Di chapter awal kita diingatkan oleh Bu Ono lewat Yuko kalau Idol juga manusia. Miho semakin dewasa, sadar untuk bisa menolak sang kakak kelas setelah dia merasa tidak cocok ketika jalan bareng. Lalu ada Mari Chan yang legowo ketika Miiko bilang dia memutuskan masuk klub basket bukan klub komik. Bagian cerita Mamoru ini paling buat sakit perut bacanya. Memang Mamoru nomor satu yang paling bisa diandalkan di keluarga Yamada. Dan secara halus sedikit mengangkat isu mengenai LGBT. Aku sadar bagian ini loh! Salut dengan Bu Ono. Bagian terpenting tentunya Tappei yang untuk pertama kali memanggil Miiko ‘Miiko’ bukan Yamada. Ahhh!!! Perasaan kupu-kupu ini makin dasyat rasanya waktu baca bagian itu. Sayang sekali dengan mereka semua. Bu Ono sensei sehat-sehat selalu ya. 🤗💞
Bagi pecinta komik atau yang punya minat baca komik rasanya ga asing sama judul ini yaaa kan?
Komik Hai, Miiko! Edisi 34 kali ini menceritakan kisah Miiko dan kawan-kawan yang sudah lulus SD loh! Komik ini terdiri dari 9 bab yang lucu dengan tokoh utama Miiko, Tappei, Mari, Yoshida, dan tokoh-tokoh lainnya.
Dari 9 bab tersebut, aku paling suka bab ke-2 yang berjudul “Kartu Kenangan Kelas 6-3”. Jadi ceritanyaaa, karena Miiko sebentar lagi akan meninggalkan bangku SD, sahabatnya yaitu Mari memiliki inisiatif untuk memberikan hadiah kenang-kenangan kepada Pak Guru Oono. Hadiahnya berupa kartu ucapan yang setiap kartunya diawali huruf abjad dari A sampai Z. Nah tugasnya, teman-temannya harus menuliskan kesan bersama kelas 6-3 dengan menyambung huruf abjad tersebut. Menurutku ini unik dan seru banget sih😆 selain itu juga, bisa dilihat kalo hubungan antar teman sekelasnya sangat kuat dan memorable🥺
Gaya bahasa yang digunakan juga santai dan mudah dipahami, masih masuk kategori family friendly kok. Apalagi ilustrasinya, gemeeeesssss🥺🥺🥺
Secara keseluruhan, aku menikmati membaca komik ini, banyak pelajaran yang bisa diambil juga loh! Tapi emang ya, kenangan masa kecil seperti waktu sekolah itu susah dilupain, pengen balik ke masa-masa itu lagiii🥰
Baca Miiko dari kelas 5 SD sampai sekarang udah kepala dua. And this comic never fails to amaze me. Dan buat vol 34 ini cuma 2 kata, suka banget! Merasa beneran tumbuh besar bareng-bareng sama Miiko, dan akhirnya Miiko udah masuk SMP juga. Oh ya, favorit banget yang Tappei dan Tappei-kun (GEMES BANGET MIIKO SAMA TAPPEI, sempet manggil "Miiko" bukan "Yamada".) lucu banget. 🤧 lucu juga yang Yoshida Sangat Khawatir sama di bagian Yoshida salah paham ngirain kalau cerita Mari-chan tentang Miho itu Miiko, mentang-mentang sama-sama "Mi" terus ada suara bus jadi nggak kedengeran belakangnya 😂 langsung panik deh abis itu, gemes. Such a reeeeally great one afterall! And yes, I'm giving this comic 5/5 ⭐️ since why not?
Anyway sedih juga harus nunggu satu tahun buat vol 35, sedangkan 1 komik bisa habis dibaca selama kurang dari sehari..... semoga Bu Ono Eriko juga bisa tetap berkarya dan bikin cerita-cerita yang lebih keren di edisi selanjutnya, nggak sabaaar.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Akhirnya masuk SMP!! LOL Sudah 30 tahun loh ini, baru leapas sekolah dasar. Seperti biasa, selalu dan selalu lucu menghibur. Kesederhanaan kisah2 Miiko dalam kesehariannya tidak pernah gagal membuat pembaca terpingkla (haruslah, aneh kalau gak hhi).
Ono sensei dg cukup baik menggambarkan perasaan anak2 SD yg baru lulus dan akan menapak ke sekolah baru (SMP) sedih dan pahit rasanya berpisah dengan teman-teman tetapi juga bersemangat dan cemas untuk memulai lembaran baru! Meski mama sudah nyeletuk kalau skrg sudah zaman reiwa (LOL) tapi Ono mencoba memberikan pendekatan tanpa adanya pandemi. Dunia ceria ala Miiko
Lumayan lah volume ini untuk perkenalan geng Miiko lulus SD dan masuk SMP, walaupun menurutku nggak ada cerita yang membekas banget kayak volume sebelumnya.
Tapi emang ini relatable buat orang-orang yang dulu dari SD ke SMP-nya masih satu naungan/yayasan. Mereka dari SD Suginoki ke SMP Suginoki; temennya sama-sama aja, cuma emang ada beberapa yang baru dan tentunya suasana tetep beda. Gak drastis, tapi terasa beda.
Slowburn-nya Tappei-Miiko masih jalan, dan seneng banget setiap liat ada kemajuan walaupun dikiiiit. Per volume cuma dikasih remah-remah tapi itulah yang selalu ditunggu-tunggu 😂
Pertama nerima komiknya, aku langsung notice kalau arah bacanya (atau apa ya namanya?) beda dari yang biasanya. Kalau jilid-jilid sebelumnya kan, dibikin kayak buku Indonesia yaa, dari kiri ke kanan, tapi di jilid 34 ini dibacanya dari kanan ke kiri seperti aslinya. Aku sih ga kesulitan ya, dengan format baru ini. Cuma yah, kaget aja di awal. Gimana dengan kalian?
Di jilid 34 ini Miiko beneran jadi anak SMP! Dan ceritanya berkisar di kehidupan Miiko sebagai siswa baru. Rasanya ikutan seneng yaa, karena udah berapa kali valentine, natal, dan tahun baru coba yang Miiko lewatin, tapi dia tetep jadi anak kelas 5 mulu hahah.
Setelah sekian purnama enggak baca komik ini kemarin iseng-iseng beli dan kembali bernostalgia sama cerita Miiko dan kawan-kawan. TERNYATA TETEP LUCU! Walaupun Miiko sama yoshida pisah tapi sama Tappei makin lengket dong aduh hatiku (sejujurnya greget sih kalo Tappei mau ngomong samaMiiko selalu aja ada halangannya, tapi di volume 34 ini aku liat Tappei kek shy shy boy gitu ya, apa apa blushing WKWKW GEMES!!!) Sayang banyak-banyak sama Miiko, ah ya, semoga bu Ono Eriko sehat selalu, ditunggu karya selanjutnya ❤
This entire review has been hidden because of spoilers.
Nambah lagi koleksi komik miiko! seperti biasa, ceritanya bagus sekali. gambarnya juga, uda bertahun-tahun aku selalu baca komik miiko gapernah bosen. Cuma di chapter ini urutan halamannya beda sendiri dari chapter lainnya, ini dari kanan ke kiri bacanya.
Disini aku agak menyayangkan pihak penerbit di Indonesianya (m&c). Bonus yang diberikan kurang berguna (bonus yang saya dapet juga ternyata ada deffect di muka tappeinya huhu), harga komiknya juga cukup mahal (60k di gramedia). Semoga pihak penerbit bisa menimbangkan lagi untuk harga & bonusnya. Terima kasih!
Lumayan banyak momen Miiko–Tappei-nya huhuhu 🥰🥰🥰 Excited akhirnya Miiko dan teman-teman masuk SMP. Agak kurang seru ternyata temen sekelasnya Miiko hampir sama semua lol, ga ada drama pisah kelas/pisah sekolah kecuali sama Yoshida 🫠 tapi lumayan seru konflik dan plotnya juga mulai remaja ga terlalu kekanak-kanakan lagi. Gemes nungguin kapan Miiko–Tappei jadian 🫠🫠🫠 tapi juga pengen hubungan mereka terus seinosen dan setulus sekarang huhuhu.
Trus aku juga akan mendukung Yoshiki!!!1!1 Berjuanglah Yoshiki!!1!1!
Senang sekali Miiko sudah SMP. Kali ini Miiko belajar hubungan dengan lawan jenis selain pertemanan haha. Miiko juga tetap bikin deg-degan deh dengan Tappei. Yaampun padahal cuma komik, tapi kenapa Tappei itu perilakunya bikin wajah tersipu-sipu. Untunglah Miiko dan sebagian besar teman-teman berkumpul lagi di SMP. Itu mengingatkan saya yang harus berpisah dengan teman-teman di SD karena masuk ke SMP yang berbeda.
Ada sesuatu yang terasa begitu spesial di volume ini. Sebagai pembaca, rasanya saya mengalami sejenis rite of passage saat melihat Miiko dan teman-temannya masuk SMP. Mungkin karena saya sendiri mulai membaca manga ini di masa SMP dan sekarang sudah berusia 30 tahun.
Membaca keluhan kesehatan Ono Eriko di awal buku, serta kesadaran bahwa beliau akan berusia 60 tahun di 2022 ini, ada melankolia yang timbul dan harapan bahwa ybs akan sehat selalu.