Jump to ratings and reviews
Rate this book

Efrosina: Kumpulan Puisi

Rate this book
Efrosina adalah kumpulan puisi Cecep Syamsul Hari yang hingga kini masih dicari para peminat dan pembaca sastra Indonesia. Cetakan pertama diterbitkan Orfeus Books (2002) sebanyak 1000 (seribu) eksemplar. Cetakan kedua diterbitkan PT Cakrawala Budaya Indonesia sebanyak 10.000 (sepuluh ribu) eksemplar. Cetakan ketiga ini dipublikasikan Sastra Digital (2013) dan dicetak/diterbitkan di Amerika Serikat oleh Createspace (Amazon Company) dan didistribusikan Amazon. Cetakan ketiga dilengkapi dengan catatan penutup oleh esais Ach. Nurcholis Majid yang esainya tentang buku puisi Efrosina (cetakan kedua) terpilih sebagai pemenang tingkat Nasional LMKS (Lomba Mengulas Karya Sastra) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2010 dengan Dewan Juri yang diketuai Prof. Dr. Suminto A. Sayuti. Lukisan sampul "Wahyu Makuthoromo," bubuk kopi dan akrilik pada kertas, 40x50 cm, 2011, oleh K.H. M. Fuad Riyadi.

106 pages, Paperback

First published April 1, 2002

Loading...
Loading...

About the author

Cecep Syamsul Hari

25 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (28%)
4 stars
8 (38%)
3 stars
7 (33%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Blessing ezekiel.
78 reviews
February 1, 2026
Efrosina: Buku Puisi by Cecep Syamsul Hari is a compelling collection that blends literary depth with cultural resonance. I was particularly drawn to the essay by Ach. Nurcholis Majid, which illuminates the richness of Cecep’s work and adds historical and critical perspective. The poetry itself is vivid, emotive, and thought provoking truly a must read for lovers of Indonesian literature.
Profile Image for Pieter Sahibu Labobar.
17 reviews1 follower
September 9, 2022
Setap kembali membacanya, saya menemukan polarisasi simbol yang dibuat seperti mirror effect. Keren pisan, euy Kang Cecep. Kapan singgah ke Dili?
Displaying 1 - 2 of 2 reviews