Jump to ratings and reviews
Rate this book

Impromptu: Dua Tahun Bercerita Di Taman Kota

Rate this book
Komunitas Kota Kata berdiri pada Januari 2016. Awalnya, anggota komunitas ini hanya membaca dan membedah karya karya penulis yang telah dianggap mapan dan terkenal. Lambat laun, program diskusi pun diubah. Setiap pertemuan tidak hanya membahas karya penulis yang terkenal saja, tapi juga karya anggota Kota Kata itu sendiri. Dari setiap diskusi, ada banyak masukan dan saran berharga terkait penulisan cerita yang didapatkan dan dibagikan.

Setelah setahun berkegiatan di taman kota, kami memutuskan untuk membukukan karya-karya anak Kota Kata yang selama ini berserakan. Setelah dikumpulkan, barulah kami sadar betapa tulisan itu begitu beragam. Mulai dari tema, cara penyampaian, sampai pada konflik yang diangkat pun ternyata sangat kaya akan rasa. Namun, kami juga sadar kekayaan itu tentu saja bukan tanpa kekurangan. Semoga pembaca bisa tetap menikmati setiap varian rasa yang disajikan, meskipun mungkin saja itu bukan rasa yang sesuai selera Anda.

Semoga juga para penulis yang berkontribusi di buku ini tidak berpuas diri sehingga akan terus menghasilkan karya-karya baru. Tak lupa ucapan terima kasih yang sungguh tulus disampaikan pada tim yang telah bekerja keras dalam upaya lahirnya buku ini. Terakhir, semoga komunitas ini bisa terus memengaruhi orang untuk mencintai dan menulis sastra.

Buku ini berisi 21 cerpen dari 21 penulis dari Komunitas Kota Kata Palembang. Tema yang disajikan beragam dan di tiap cerpen ada gambar ilustrasinya yang menarik. Selamat membaca dan ditunggu nilai dan ulasannya di halaman ini. Terima kasih .

115 pages, Paperback

Published January 1, 2021

2 people want to read

About the author

Rizqi Turama

16 books5 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (83%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
1 (16%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Heru Prasetio.
210 reviews2 followers
December 29, 2021
Buku Impromptu: Dua Tahun Bercerita Di Taman Kota ini selesai kami tulis di tahun 2018 dan diterbitkan oleh Komunitas Sastra Kota Kata Palembang dan dicetak oleh Penerbit Surya Pustaka Ilmu di akhir tahun 2021. Silakan beri nilai dan ulasan serta saran yang membangun untuk buku ini agar kedepannya kami para anggota Kota Kata Palembang dapat membuat tulisan yang lebih baik. Terima kasih.
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 14 books64 followers
January 6, 2022
"Kom tidak tahu, apa yang harus dilakukan olehnya untuk memperbaiki kesalahan yang telah ia buat, gara-gara satu kesalahan. Suaminya mati. Sakit diare. Anaknya satu-satunya, Badar, pergi keluar desa... (kemudian) menyusul bapaknya tewas dilindas truk pengangkut barang." Hal.51.

Cerita tentang Kom, seorang ibu yang ditinggal mati oleh suami dan anaknya dalam cerpen berjudul Payung yang dibuat oleh Diko Hartann ini menarik perhatian saya. Kegelisahan seorang ibu yang harus menjemput jasad anaknya di kota yang cukup jauh tergambarkan dengan baik. Termasuk, kenapa Kom sangat trauma dengan payung namun dalam kondisi tertentu mau tak mau harus berhubungan dengan benda yang kerap dijadikan simbol perlindungan itu.

Payung adalah salah satu dari 21 cerita pendek yang ada di kumcer Impromptu*: Dua Tahun Becerita di Taman Kota yang digagas oleh teman-teman dari Komunitas Kota Kata di Palembang. Tadinya, saya kira akan ada satu tema besar dalam kumpulan cerpen ini. Misalnya saja mengangkat tema yang lebih spesifik atau menjadikan aspek lokalitas sebagai latar belakangnya.

Rupanya tidak. Dan, ya sah-sah saja karena cerita pendek yang tersaji jadinya lebih beragam. Dalam cerpen Gnawar oleh Efriansyah, unsur lokalitas itu dapat saya temukan. Ceritanya -yang lagi-lagi, mengangkat tentang trauma seorang ibu ini hadir dengan selipan beberapa kata dalam bahasa daerah yang walaupun saya sendiri orang Palembang namun istilah semacam ulu ayek, rawang, salangan, bubu dan kambu baru saya ketahui maknanya saat melihat artinya di bagian akhir cerpen.

Cerita lain yang menarik perhatian saya yakni Kue yang Semenggoda Surga karya Rizqi Turama yang menjadi pembuka buku. Kisahnya tentang seorang OB (Office Boy) yang sering mencuri kue yang ada di kantor.

"Aku hanya mengecek. Tidak kumakan kue itu. Sungguh. Si kurir memang mengirimkan kotak yang setengahnya kosong," ujarnya. Hal.7.

Itu yang dikatakan oleh si OB saat dicurigai sebagai dalang hilangnya kue yang ada di sana. Di cerita ini, saya digiring untuk menebak apakah benar OB ini yang mencuri atau karyawan yang menuduh hanya terbawa kesal sebab tak ada satu pun bukti pasti jika si OB sudah mencuri.

Kegamangan si tokoh karyawan mengingatkan saya akan film Doubt yang dibintangi oleh Meryl Streep dan Philip Seymour Hoffman di mana keyakinan yang awalnya mencuat tajam berlahan memudar. Ending cerpen ini pun menarik dan "menggelitik."

Dua cerpen lain yang juga menyita perhatian saya adalah cerpen Pria dan Perihal di Benaknya oleh Heru Prasetio dan cerpen Isi Kepala Ayah oleh Chaeru Anugrah Utama yang sekilas dari judulnya terbayang ceritanya tentang apa. Tapi nyatanya kedua cerpen itu menyimpan semacam kejutan yang disampaikan dengan cara masing-masing.

Sebagai satu sajian utuh, saya menikmati kumpulan cerpen setebal 115 halaman ini. Untuk sebuah buku, termasuk kurus namun karena ukuran hurufnya kecil, maka ini termasuk buku yang padat. Ilustrasi-ilustrasi yang dibuat oleh Faisal Hidayat yang hadir merata di semua cerpen pun menjadi nilai tambah, sehingga dapat menutupi kekurangan lain seperti masih adanya typo, atau tidak adanya informasi halaman di bagian "Daftar Cerpen" yang menurut saya lebih baik dibuat sebagai daftar isi sekalian.

Sebagaimana buku antologi, jelas akan ada cerpen yang terasa menonjol dan juga cerpen yang secara teknik penulisan masih belum terlalu kuat sehingga ketimpangan itu masih terasa. Tapi saya yakin, para anggota Komunitas Kota Kata ini akan terus bertumbuh dan belajar sehingga projek antologi selanjutnya pasti akan tergarap jauh lebih baik.

Skor 7,5/10

*Impromptu dapat diartikan mendadak atau tanpa persiapan.
Profile Image for Betuah Lepus.
4 reviews
September 10, 2023
Impromptu adalah buku pertama yang berisi tulisan saya. Ini merupakan kumpulan cerpen dari anggota Komunitas Kota Kata (Kokat). Sama dengan namanya, Impromptu: dibuat atau dilakukan tanpa persiapan atau secara spontan. Buku ini pada awalnya dibuat sebagai kado untuk Kokat yang berumur dua tahun. Hampir seluruh tulisan awal kami dijejalkan dalam buku ini. Membaca ulang tulisan saya seakan melihat bekas koreng. Wkwkwk.

Jujur saja, tulisan saya begitu buruk. Cerita yang saya tulis hanyalah letupan emosi dan protes terhadap ketertindasan akan profesi jurnalis. Sebuah profesi yang saya sangat hargai. Namun, ada-ada saja seorang jurnalis bergerak tanpa pedoman. Sebetulnya mereka paham, bahkan khatam dengan pedoman itu, tetapi kebutuhan hidup harus dipenuhi.

Awalnya malu-malu menerima amplop titipan sebuah instansi, lama-kelamaan menjadi ketergantungan. Bahkan cukup sering memaksa dengan memberi ancaman untuk membuat berita yang menjatuhkan. Saya tidak bilang seluruh orang berprofesi ini berperilaku seperti itu, tetapi hanya segelintir oknum yang saya bahas. Ingat! Oknum. Dan ingat, ini hanyalah fiksi. Khayalan saya saja. Apakah saya tidak boleh berkhayal?

Oke lanjut. Itulah yang terjadi. Profesi jurnalis adalah profesi yang mulia bagi saya. Bagaimana tidak, mereka mampu membuat rombongan orang tidak tahu menjadi gelombang perjuangan. Mereka merupakan obor yang mampu membakar semangat semua orang. Mereka pula pencatat sejarah.

Tidak jarang para jurnalis menerima perlakuan tidak menyenangkan oleh pihak lain karena dianggap mengadu domba dan membongkar borok pada sebuah sistem. Ada yang dihilangkan, ada yang diamankan, dan ada pula yang menjadi kerabat karib pada kubu lain.

Begitulah kurang lebih inti cerita pendek yang sangat pendek dari saya. Saya cukup minder sebetulnya melihat cerpen teman-teman ditulis dengan baik dan menarik.

Sebagai mana seorang bapak, sejelek-jelek anak, tetap ia bela. Begitu pun dengan cerita saya di kumcer ini. Cerpen saya bagus dan saya bangga! HAHAHA!!! Bacalah~
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.