Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
GLAM GIRLS. YOU WILL LOVE US—WE PROMISE.

Jadi pintar itu gampang—belajar aja yang rajin. Jadi cantik lebih gampang lagi. Dengan semua servis ala Nip/Tuck yang ada sekarang, apa aja mungkin. Kekayaan? Well, hanya karena lahir di keluarga kaya raya sampai tujuh turunan, bukan berarti kamu lantas punya potensi sebagai pusat perhatian. You can buy Gucci, but you can’t buy style.

Kami nggak pernah pelit kok ngasih tahu rahasianya jadi terkenal. Kamu nggak boleh dijengkal, apalagi jadi orang yang gampang ditebak. Kalau ada yang bersikap buruk ke kamu, jangan takut. Kamu juga punya hak penuh buat balik nge-bitchy-in dia. Kamu juga harus berani tampil beda. Sesekali, nggak ada salahnya tampil kontroversial. Yang nggak masuk akal biasanya susah dilupakan.

Ribet? Emang! Siapa juga sih yang bilang jadi populer itu gampang?

339 pages, Paperback

First published January 1, 2008

14 people are currently reading
273 people want to read

About the author

Nina Ardianti

10 books400 followers
I love reading and writing feel-good romance stories.



Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
121 (23%)
4 stars
150 (28%)
3 stars
181 (34%)
2 stars
56 (10%)
1 star
10 (1%)
Displaying 1 - 30 of 66 reviews
Profile Image for Angelia Fransisca Rusli.
174 reviews
October 26, 2009
Pertama kali melihat buku ini di toko buku, hal yang pertama saya lakukan adalah mengernyitkan dahi. Kenapa? Karena kok kayaknya negara ini persentase bule-wannabe nya makin banyak saja. Dan perlu ya menyempil-nyempilkan bahasa Inggris disana-sini?

Tapi toh setelah baca review orang sana sini akhirnya saya beli juga karena satu hal: penasaran. Seperti apa sih novel yang dibilang Gossip Girl versi Indonesia ini?

Cerita di buku pertama ini diceritakan dari point of view Adrianna, yang "emoh" banget sama Rashi dkk, yang saat itu menurutnya terlalu glossy. Tapi sepertinya Adrianna jodoh banget sama mereka, karena ia hampir bertemu mereka di setiap kelas dan bahkan di kelas Indonesian studies, ia harus rela berada dalam satu grup bersama Rashi & Maybella (minus satu orang lagi, si bule Marion). Adrianna sendiri tidak benci mereka, mungkin lebih ke arah gerah kali ya.

Seiring berjalannya cerita, Marion didepak oleh rashi karena ga setia atau apalah, dan Adrianna semakin lama semakin sering nongkrong bareng mereka.

Kalau saya bilang sih, mungkin ada sedikit yah mirip dengan Gossip girl, tapi ga banyak tuh. Paling hanya karena menyebut merk sana sini, dan hal seperti itu bukan hanya ditemui di Gossip Girl saja, tapi juga buku-buku karangan Melissa De La Cruz, Anna Godbersen dan lainnya. Mungkin karena Gossip Girl yang paling terkenal kali ya :D Kalau saya bilang sih, serial ini lebih mirip The clique, The Ashleys, The Au Pairs gitu2, karena lebih menceritakan geng yang berisi lebih dari dua orang.

Walaupun novel ini sepertinya ga penting banget, tapi asik kok untuk bacaan ringan :D bukunya juga enak, ga berat walaupun kertasnya tebel-tebel.
Profile Image for Yovano N..
239 reviews14 followers
March 11, 2015

Review on my blog: http://www.kandangbaca.com/2015/03/ju...

Adrianna ingin sekali melanjutkan pendidikannya di SMA Harapan Bangsa, bersama dua sahabat karibnya. Namun orang tuanya yang otoriter lebih menginginkan Ad bersekolah di Voltaire International School (VIS) Jakarta. Menurut Ad, SMA Harapan Bangsa sama bagusnya dengan VIS. Tapi Ad kalah berdebat. Maka keputusannya sudah jelas, Ad harus bersekolah di VIS. Sesuai namanya, VIS adalah SMA yang memiliki kurikulum pendidikan dengan standar internasional. Murid-murid yang bersekolah di sana, kalau nggak KAYA BANGET, ya PINTER BANGET. Orang tua Ad, dibilang kayak banget sebenarnya tidak juga. Jadi kemungkinan kedualah, yang membuat Ad bisa masuk ke sekolah tersebut. Ya, Ad memang dikaruniai otak cemerlang. Secara umum, murid-murid di VIS terdiri dari anak-anak orang kaya, anak-anak pejabat, anak-anak duta besar, dan anak-anak beasiswa (golongan yang terakhir ini sering dipandang sebelah mata di VIS).

Hari pertama di VIS, perhatian tertuju pada tiga cewek sesama murid baru yang sangat glamor. Mereka adalah Rashi and the clique. Rashi adalah si queen bee, sementara para ‘pengawal’nya adalah Maybella dan Marion. Mereka bukan geng cewek biasa. Rashi dikenal sebagai anak konglomerat supertajir yang kekayaannya konon tidak akan habis hingga tujuh turunan. Selain itu, Rashi juga punya fashion blog yang cukup tenar, sering di-endorse oleh desainer-desainer ternama. Kabarnya Rashi sedang berencana untuk membuat lini fashion sendiri. Anggota kedua, Maybella, adalah model yang pernah menjadi spoke person Maybeline di Amerika. Keputusan Maybella untuk ikut orang tua pindah ke Indonesia sempat disesalkannya, sebab ia telah menyia-nyiakan karirnya sebagai model internasional. Meski demikian, aktivitasnya sebagai model tetap berlanjut di Indonesia. Sementara Marion, adalah produk asli Perancis. Tidak ada yang benar-benar spesial darinya kecuali fakta bahwa orang tuanya kenal dekat dengan orang tua Rashi. Itulah yang membuat Marion bisa bergabung di clique.

Sekali lihat saja, Ad sudah malas dengan geng cewek-cewek itu. Menurutnya, cewek model Rashi, Maybella, dan Marion adalah tipikal cewek-cewek tajir yang hobinya hura-hura dan suka menghabiskan duit orang tua demi barang-barang branded. Kalau bisa sih, Ad tak ingin berurusan dengan mereka. Sampai suatu saat, Rashi dan Marion terlibat pertengkaran sengit berhubungan dengan mantan pacar Rashi, yang berakhir dengan ditendangnya Marion dari clique. Dalam pelajaran Indonesian Studies, Ad, Rashi, dan Maybella ditunjuk menjadi satu kelompok. Ad berpikir ini adalah bencana. Rashi yang jutek dan bossy benar-benar sulit diajak bekerja sama. Sementara Maybella, adalah tipikal gadis cantik yang otaknya biasa-biasa saja. Selain memiliki prestasi sebagai model, May juga dikenal dengan prestasinya yang sering ikut remedial. T.T *poor Ad*

Rupanya menjadi satu kelompok dengan Rashi membawa perubahan yang cukup signifikan dalam kehidupan sehari-hari Ad di VIS. Sering berkumpul bersama demi mengerjakan tugas (meski awalnya lebih sering Ad sendiri yang mengerjakan), membuat Ad mulai dianggap bagian dari clique, sebagai pengganti Marion. Ad pun kecipratan popularitas. Sejujurnya, Ad menikmati kebersamaan dengan Rashi dan May. Mereka tidak seperti yang ia bayangkan sebelumnya. Ad yang dulu tak terlalu memperhatikan penampilan, perlahan mulai menaruh perhatian pada fashion, khususnya pada apa yang akan dikenakannya. Namun gara-gara bergaul dengan Rashi dan May, prestasinya di sekolah mulai kendur. Nilai-nilainya menurun. Selain itu, gangguan lain datang dalam wujud Dico, salah salah playboy VIS. Ad pun harus memilih, apakah ia akan meninggalkan clique demi menjaga prestasinya, atau memilih bertahan bersama Rashi dan May.

Glam Girls adalah salah satu serial lokal favorit saya. Sudah lama saya membaca buku ini, jauh sebelum saya mulai menulis review buku di blog. Setelah sekian lama, saya memutuskan untuk membaca lagi seri ini. Serunya tetap sama, ternyata. Saya pikir setelah membaca ulang buku ini, penilaian saya akan berubah, terutama karena belakangan saya kurang begitu menyukai buku yang terlalu banyak ‘menjual’ barang-barang branded. Tapi ternyata saya salah.

Saya sangat menikmati gaya menulis Nina Ardianti. Ia memerankan dirinya sebagai Ad dengan baik, membuat saya cukup mudah untuk membayangkan diri saya sebagai Ad, siswi yang berasal dari lingkungan luar pertemanan cewek-cewek glamor, di sekolah yang juga glamor. Saya menikmati proses Ad dalam mencari jati diri dan ditempatkan dalam dilema antara mengikuti keinginannya sendiri, atau tetap patuh pada nilai-nilai yang selama ini diajarkan orang tuanya. Tapi soal barang-barang branded, mulai dari baju, aksesoris, hingga make up, saya menyerah. Saya kurang paham hal-hal seperti itu dan sejujurnya tidak terlalu peduli dengan merek. Yang dapat saya tangkap adalah bahwa harganya pasti mahal. Haha.

Konsep sekolah Voltaire International School ini cukup menarik. Penulis mencoba menampilkan VIS mirip dengan sekolah-sekolah di Amerika sana, tapi juga tetap mempertahankan kearifan lokal, misalnya para murid tetap harus mengenakan seragam, kecuali hari Jumat. Ya, Jumat adalah kesempatan bagi para murid untuk tampil habis-habisan, khususnya buat murid cewek. Namun saya kurang puas dengan informasi yang diberikan oleh penulis tentang sekolah ini selain bahwa VIS adalah sekolah bertaraf internasional. Kapan VIS didirikan? Oleh siapa? Apa tujuan didirikan VIS selain untuk menampung anak-anak orang kaya dan anak-anak berwarga negara asing? Selain di Jakarta (Indonesia), VIS ada di mana saja? Saya tidak mendapatkan jawaban soal itu.

Unsur romance tidak terlalu ditonjolkan dalam buku ini. Memang sih diceritakan Ad masuk klub sepakbola putri gara-gara coach Rifky yang memang ganteng, dan Ad sepertinya menaruh hati pada pelatih tersebut. Tapi hanya sampai di situ saja. Unsur persahabatanlah yang lebih ditampilkan dalam novel ini.

Sewaktu membaca Glam Girls, saya sempat membandingkan ceritanya dengan film Mean Girls yang dibintangi Lindsay Lohan. Secara umum cukup mirip, tentang gadis dorky yang masuk ke lingkungan persahabatan cewek-cewek populer, tentang nobody yang menjadi somebody. Tapi itu saja kemiripannya. Glam Girls tetap punya daya tariknya tersendiri. Pembaca yang menyukai cerita-cerita persahabatan dan tidak terlalu mempermasalahkan barang-barang branded, bisa menjadikan buku ini sebagai bacaan ringan. Karakter-karakter di dalamnya sangat menarik, mulai dari Ad, Rashi, hingga May. Karakter yang paling mencuri perhatian adalah Rashi, si jutek. Tentang Rashi, saya akan membahasnya nanti di review sekuel novel ini, yaitu Reputation karya Tessa Intanya. :)
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
June 1, 2015
Kesan pertamaku saat mereka berjalan bertiga masuk ke hall pagi tadi, well, pasti tipe tong kosong yang nyaring bunyinya. Cewek-cewek kayak mereka selalu ada di sekolah mana pun. Dan, perlu digarisbawahi, cewek kayak mereka selalu kuhindari sebisa mungkin.
Formatnya sudah jelas: ada queen bee dan lebah pekerja nggak penting. Queen bee yang mengambil keputusan apa pun di dalam clique mereka -para pekerja tinggal manut saja. Mereka cuma peduli perkara popularitas; siapa yang lebih cantik, siapa yang punya tas Dior edisi terbaru. Cewek yang bangga -SANGAT bangga dengan kekayaan dan status keluarganya. Padahal, berani taruhan, otak mereka nggak lebih besar daripada amuba.
Adrianna Fernandhita Fauzi atau biasa dipanggil Ad, sebal dengan kedua orangtuanya yang terlalu menyetir dirinya, Ad ingin sekolah di Harapan Bangsa bersama para sahabatnya, lagian dari TK sampai SMP dia sudah sekolah di VIS. VIS atau Voltaire International School adalah sekolah bertaraf serta mempunyai kurikulum Internasional, para siswanya diharapkan lebih aktif dalam belajar, banyak ektrakulikuler yang bisa dipilih baik sebelum pelajaran atau setelahnya. Tapi, perbedaan paling mencolok dari VIS dengan sekolah yang lain adalah penampilan murid-muridnya. Syarat utama menjadi murid VIS ada dua: kalau nggak KAYA BANGET, ya, harus PINTER BANGET. Sedangkan Ad tergolong murid yang nggak kaya banget tapi hidupnya berkecukupan dan mempunyai otak yang cukup gemilang. Makanya Ad males banget harus sekolah di VIS lagi karena bisa ditebak persaingan penampilan dan pamer kekayaan pasti lebih heboh dari tingkat sebelumnya, tanpa kedua sahabatnya lagi.

Ad tipe cewek yang cuek, dia tidak terlalu memperhatikan penampilan tapi bisa dibilang pilihannya cukup kece dan dia juga 'melek merek'. Hanya saja teman-temannya di VIS jauh lebih heboh lagi, dan yang menjadi juara adalah trio glossy yang bisa dibilang newbi di VIS tapi langsung menjadi perhatian banyak orang, clique-nya Rashi, bersama dua sahabatnya, Marion dan Maybella. Rashi atau Rashida Agashi Pradokso adalah putri dari pengusaha konglomerat yang hartanya nggak akan habis sampai tujuh turunan pun, punya fashion blog yang cukup tenar, sering di-endorse oleh merek-merek terkenal, bisa dibilang dia Paris Hilton-nya Indonesia, sifatnya angkuh, bossy dan jutek, dia harus selalu menjadi sorotan utama. What Rashi wants, Rashi gets. Sedangkan Shinna Maessa Wijaya atau nama bekennya Maybella adalah blasteran pindahan dari US, di usianya yang masih 15 tahun dia sudah menjadi model Maybelline waktu di New York, makanya namanya menjadi Maybella. Rashi menganggap keputusan Maybella pindah ke Indonesia bisa dibilang menyia-nyiakan masa depannya menjadi model Internasional. Di otaknya hanya ada belanja, dandan (dia terobsesi dengan lipstik), dan pacaran. Sering gonta-ganti cowok dan jangan tanya nilai pelajarannya, sering remedial. Sedangkan Marion adalah bule asal Prancis yang keluarganya dekat dengan keluarga Pradokso, makanya bisa dekat dengan Rashi.

Sebagian besar cewek di VIS ingin menjadi clique-nya Rashi, menjadi bagian dari mereka, mempunyai tempat yang spesial di VisCaf, bisa datang ke berbagai acara kaum hedon yang bahkan privat atau undangan yang terbatas, dan setiap Jumat -di mana VIS memperbolehkan muridnya berpakaian bebas setiap hari Jumat- berpakaian dengan tema tertentu, yang lain daripada yang lain dan setelah itu akan menjadi acuan murid lain di minggu berikutnya. Hanya Ad saja yang tidak tertarik dengan mereka, sama sekali tidak ingin berurusan dengan orang-orang berotak kosong, menyebalkan yang hanya memperhatikan penampilan luar, dia nggak peduli dengan Rashi and the clique selama mereka nggak menganggu dirinya. Kekesalah Ad memuncak ketika mereka berisik tidak bisa mengerjakan ulangan dari gurunya dan demi mendapatkan ketenangan Ad pun memberi contekan.

Tidak hanya sekali Ad membantu pelajaran bahkan bisa dibilang memberi les privat kepada Rashi dan Maybella, walau banyak diisi dengan mengosip, shopping dan pergi ke pesta. Waktu Ad sekelompok dengan Rashi dan Maybella pada tugas Indonesia Studies, jalan hidupnya mulai berubah. Tanpa ia sadari sendiri, Ad memasuki kehidupan yang mulanya dia bilang akan dijauhi, tanpa segaja dia memasuki kehidupan seperti yang dijalani Rashi, kehidupan yang ia benci, bahkan menjadi salah satu clique-nya, mengantikan lebah yang mengkhianati queen bee.

"Ad, gue bilangin sekali ini ke elo, ya-" Sasya bersikap seakan-akan dia akan memberi tahuku rahasia mengapa dinosaurus hilang dari permukaan bumi. "- Di VIS, elo nggak bisa menjadi orang yang biasa-biasa saja. Gue tahu kalau otak lo itu mungkin nggak berbelah sehingga lo bisa punya photographic memory. Tapi, satu yang perlu lo ingat, Ad: pintar aja nggak cukup untuk bisa menjadi somebody di VIS. Tapi, kalau elo memang milih jadi just another face in the crowd, sih, gue nggak bisa bilang apa-apa."
"This is your first lesson. You have to stand out of the crowd -then you'll be the next thing."

Clique atau biasa dikenal dengan geng cewek sepertinya udah nggak asing dengan kalangan remaja, bahkan para perempuan yang sudah matang pasti juga masih punya, melihat salah satu sifat perempuan adalah berkelompok :p. Di serial pertama glam girls ini lebih banyak menyorot tentang Rashi and the clique, perkenalan para tokoh dan VIS, disuguhkan dari sudut pandang sang protagonis, orang luar yang kemudian masuk ke clique tersebut dan menjadi sorotan. Kalau sering nonton film teenlit luar pasti bisa ngebayangin glam girls series ini seperti apa, tidak jauh beda, tentang popularitas, di mana sang tokoh utama sebelumnya nobody kemudian menjadi somebody, tentang persahabatan dan masalah remaja pada umumnya, seperti pencarian jati diri, bullying.

Untuk buku pertama ini lebih ke pencarian jati diri, di mana sebelumnya Adrianna adalah seorang cewek dorky yang mementingkan belajar dan nilai di atas segalanya, tetapi setelah bertemu dengan Rashi dan terjerumus ke dalam kehidupan cewek hedon tersebut, Ad mulai berubah, dia cukup menikmati bersenang-senang dengan Rashi dan Maybella tapi di sisi lain nilainya menjadi jelek dan dia menjilat ludah sendiri. Tentang pilihan hidup Adrianna apakah langkah yang dia ambil salah atau harus kembali seperti semula?

Untuk roman-nya, ada tetapi tidak menjadi fokus utama, yang menjadi sorotan adalah kisah persahabatan tiga orang yang populer di sekolah; Rashi, Maybella dan Adrianna. Apa saja permasalahan yang biasanya dihadapi oleh orang seperti mereka, apa saja yang dipakai, kemana saja tempat mereka kongkow-kongkow, semacam itulah. Untuk kisah Adrianna ini, dia bertemu kembali dengan Rifky, yang sekarang dia panggil coach karena menjadi pelatih tim sepak bola di sekolahnya. Dulu dia adalah tetangga sekaligus teman kakaknya, sedikit percikan cinta terjadi ketika Adrianna bergabung dengan tim sepak bola cewek di sekolah.

Seperti yang pernah saya ulas di Bahasa Gado-Gado & Barang Branded Dalam Novel Lokal, buku ini penuh dengan bahasa campuran, gaul, Inggris, jauh dari kesan formal serta berbagai macam merek baju, sepatu, aksesoris bertebaran hampir di seluruh cerita. Jadi, buat yang nggak betah membaca buku seperti ini, tidak saya sarankan membacanya. Tapi, kalau sedang menjadi buku tentang persahabatan, lika liku dunia remaja cewek, dan sedikit berbau asing, buku ini bisa menjadi pilihan.

"Ada tiga kunci rahasia untuk jadi terkenal," Rashi menghela napas perlahan. "Satu, be THE scene. Lo nggak boleh dijengkal orang, apalagi jadi orang-orang yang gampang ditebak. Lo harus kasih semua orang ini," katanya sambil menunjuk ke arah keramaian di depan kami, "seseuatu untuk digosipkan. Makanya, kadang-kadang perlu juga ngelakuin sesuatu yang nggak semua orang berani melakukannya. For instance, berapa banyak, sih, orang yang punya nyali nyium cowok yang baru dikenal di depan umum?"
"I will!" sahut May cepat.
Rashi tersenyum. "I know. Nggak heran kan, lo selalu jadi bahan rumpian anak-anak Voltaire?"
Aku dan May ketawa terkekeh.
"Dua, have an attitude. Kalau ada yang bersikap buruk ke elo, jangan takut. Lo punya hak penuh buat jadi bitchy juga ke dia. Teriakin juga boleh -pokoknya, dia harus denger apa pun yang PANTES dia denger."
Napasku tertahan.
"Ya, ya. I know. Kadang-kadang konflik kayak gitu ngundang banyak drama -tapi kalau lo ngrasa diri lo berharga, lo nggak bakal ngebiarin orang lain ngejahatin lo."
"Dan ketiga..." Dia melirik ke May. "... be a trendsetter."

3 sayap untuk Rashi and the clique.

read more: http://kubikelromance.blogspot.com/20...
Profile Image for Asmira Fhea.
Author 7 books31 followers
November 12, 2016
Pertama kali publish tahun 2008, sekarang udah 2016. Berlangsung 8 tahun, which is 1 windu, dan saya baru baca.... sekarang! Prok-prok-prok! XD

Yang kerennya, nih novel masih asik dibaca buat pembaca di zaman sekarang. Bikin lupa waktu. Tau-tau udah jam segini, tau-tau udah di halaman ini. 300 halaman lebih ga sampai 2 hari, cyiiin.

Oh ya, i should admit; di antara 3 buku seri glam girls ini, saya justru terakhir baca yang ini. Pertama kali baca justru Rashi, lalu Maybella, baru Ad. Paling suka sama karakter Ad karena (secara subjektivitas) lebih manusiawi buat saya, dibanding 2 teman high classnya yang uh-wow!

Nggak tau berapa kali ketawa karena ulah 2 temennya yang bikin cengo, terperangah, sampai mikir, "Gilaaaa nih orang-orang kayyaaaah..." Padahal long time ago udah baca tentang mereka, tapi ya gitu, sedikit-banyak udah lupa.

Ini pertama kalinya baca punya Nina Ardianti (ke mana aja wey? :D). And i liked it, jadi nggak sabar baca yang lainnya.

-AF :)
Profile Image for arina pnj.
58 reviews6 followers
June 10, 2021
2.5⭐⭐💫

This is my guilty pleasure book. Ringan dan menyenangkan. Selalu buka buku ini saat lelah dengan dunia nyata. Kabur dulu ke dunia Rashi-Maybella-Ad yang hedon dan glossy. Mari mengkhayal jadi bagian paling kaya se-Indonesia dulu. Hehehehe

Kenapa 2.5? Ada beberapa plot hole yang mau gak mau pembaca bakal sadar. Tapi gapapa, ceritanya asik. Tentang remaja kelas atas dengan segala permasalahannya. Jadi kalau baca buku ini, engga usah mikir. Nikmatin aja biar kebawa suasana dan alur cerita.
Profile Image for nasya.
827 reviews
April 2, 2025
Waktu baca ini, visual yang aku bayangkan adalah Princess Charm School, kayak pas aja gitu. Aku menamatkan ini dalam sekali duduk, oke sih ceritanya, walau aku nggak begitu paham tentang brand-brand fashion yang dimention di buku ini. Aku juga suka perubahannya Adriana, proses dia menemukan apa yang dia mau juga oke, cuma kayak menurutku kurang greget dan kurang panjang aja. Aku juga suka keluarganya Adriana (walau emang maksa dia masuk ke VIS), tapi mereka yang tegas dan peduli sama pendidikan tuh oke banget.
Profile Image for Maulida.
30 reviews
February 25, 2018
yay. akhirnya dapat buku ini. sejak baca restart jadi pengen baca buku lain karangan mba nina ardianti. trus sempet baca seri glam girls #3 : unbelievable (winna efendi) ceritanya maybella, jadinya makin penasaran sama cerita ad dan rashi (reputation - tessa intanya).
well.. aku suka. dah lama ga baca cerita anak SMA. 😂
yg masih ganggu cm masalah cover. yg ada di pikiranku cuma "kenapa mesti pake model manusia sih?" 😑
Profile Image for fatru.
211 reviews
August 13, 2021
Nostalgia re-read ini. Pertama baca seri Glam Girls pas SMP, dan dulu suka banget sama seri ini sampai nungguin tiap serinya terbit.

Berbelas tahun kemudian dibaca, masih suka sama Adrianna. Cara dia bertumbuh dewasa dan mencari jadi diri, cara dia tetap bisa bersenang-senang dan bertanggung jawab atas pilihannya. Cara dia menyeimbangkan kedua dunianya.

More than ten years and still the same love for this series ❤️
18 reviews1 follower
September 22, 2018
Berhubung saya baca Impossible dulu baru Glam Girls, novel ini sebenarnya lebih menceritakan tentang bagaimana Ad bisa masuk geng paling fame di VIS.

(Secretly I want Ad's stories about Coach-ehmcough-that handsome Coach). 😂
I love this book.
Profile Image for Hidya Nuralfi Mentari.
149 reviews15 followers
November 17, 2013
3.5 stars of 5 stars

Another teen story. But, not as usual teen story.

Uhm, gimana, ya. Ini merupakan bacaan ringan untuk dibaca. Tetapi tetap memiliki value implied di dalamnya. Khas remaja, tetapi dengan tulisan Kak Nina dan keseluruhan tipe cerita yang nggak biasa, it's so cool teenlit.

Ini seri glam girls pertama yang aku baca (lucky me, I found it at gramedia shocking sale with oh-too-friendly-price) dan berhasil membuatku suka. Setidaknya, kisah Adrianna ini membuatku ingin melanjutkan ke seri glam girls berikutnya.

Novel ini bercerita tentang kehidupan para remaja glamour--khas orang-orang menengah ke atas yang lebih memilih hidup mengikuti trend western. Dan, menggunakan Adrianna's point of view yang menjadi si plain vanilla girl, atau gadis biasa-biasa aja. Si Ad ini tipe-tipe orang yang menganggap nilai lebih berharga dibandingkan dengan popularitas. Sehingga saat melihat clique yang bebrisikan Rashi, Maybella (or Shinna) and Marion, dia merasa mereka semua sangat mengganggu. Di saat murid-murid VIS--sekolahnya, sangat memuja-muja mereka, dia malah dengan pendiriannya berlawanan arah dengan bersikap tak suka dengan Rashi and the clique. Perlu dicatat; tak suka yang Ad rasakan bukan semacam tak suka karena iri, melainkan karena kesederhanaan pikirannya yang seperti menganggap Rashi dkk "So What? Memangnya apa yang spesial dari mereka?"

Sampai akhirnya, sebuah tugas kelompok Indonesian Studies membuat Ad mau tidak mau berurusan dengan Rashi dan Maybella yang menjadi teman sekelompoknya. Tanpa disangka-sangka, itu adalah first step Ad yang pada hari-hari selanjutnya malah semakin dekat dengan Rashi dan Maybella dan akhirnya bergabung dengan their clique (menggantikan Marion yang memiliki masalah dengan Rashi). Semenjak menjadi bagian dari mereka, sangat banyak perubahan yang Ad rasakan, terutama popularitasnya di VIS. Ia yang tadinya hanyalah seorang 'nobody' tiba-tiba saja menjadi 'somebody'. Ada banyak hal positif dan too much negative thing yang menjadi akibat Ad bergabung berama mereka.

It's about friendship. That's all.

Makanya aku bilang, ini adalah bacaan ringan khas teenlit, tetapi memiliki value implied yang membuat novel ini menjadi 'berisi'. Bukan hanya kisah roman picisan biasa yang melulu. Dan, thanks to Kak Nina as writer, aku selalu suka gaya tulisannya yang catching up abis itu xD membuatku nggak bosan saat membacanya. Cool, kak!

Yeah, recommended buat dibaca saat santai. Cukup menghibur dan menyampaikan sesuatu yang bermanfaat namun tanpa harus banyak berpikir. I like it lah (:

Nb: dibanding Rashi, entah kenapa aku lebih prefer ke Maybella (or Shinna) lho. She's cheer up girl. Suka sama kepolosan serta ceplas-ceplosnya itu. And, I'm on progress to read her other story on the next glam girls: Unbelievable by Winna Efendi. Yeay! That's written by my favorite author! xD

[Hidya]
Profile Image for Kartika Nurfadhilah.
159 reviews21 followers
February 1, 2015
" Temen?" Aku bertanya pelan kepada mereka. Ngga percaya dengan pendengaranku barusan.
" Iya, teman," katanya dengan nada sinis (seperti biasa). " Emangnya, menurut lo, gue dan Maybella ngga bakal nganggap lo teman lagi setelah apa yang lo katakan waktu itu? Yang kita benci itu pengkhianat, Sayang, bukan orang yang lagi nyari jati diri,."
Halaman 319.


Glam Girls ini bercerita tentang kehidupan baru SMA, cewek-cewek yang berasal dari kalangan atas ini. Adrianna pada mulanya menolak untuk bersekolah VIS--karena ia hampir saja menghabiskan hidupnya bersekolah di VIS dan ia ingin sekali bersekolah di salah satu sekolah negeri bersama dengan teman-temannya, namun karena dilahirkan dalam keluarga otoriter, jadilah Adriannya kembali bersekolah di sekolah internasional tersebut.

Saat awal masuk, ia bertemu dengan sekelompok gadis terdiri dari 3 orang yang terdiri dari Rashi, anak salah satu keluarga konglomerat Indonesia (yang katanya) hartanya ngga bakal habis tujuh turunan. Maybella--si gadis model salah satu brand kosmetik ternama, dan Marion. Adrianna, tentu saja pada awalnya tidak menyukai kelompok gadis tersebut-yang menurutnya lebih mementingkan mode dibandingkan akademik. Namun, sebenci atau se-tidaksuka- apapun Adrianna terhadap Rashi and the clique ia terpaksa harus bekerja sama dengan Rashi dan Maybella untuk menyelesaikan salah satu tugas mereka. Nah, siapa sangka dari sikapnya yang terpaksa untuk bekerja sama dengan Rashi dan Maybella justru malah membangun pondasi persahabatan yang tidak pernah ia sangka sebelumnya.

Okay, nyesel banget baru baca setelah hampir setahun dibiarkan tergeletak masih dalam keadaan berplastik toko buku di kamar. Novel ini tuh ngga sengaja aku temuin di kegiatan bazaar buku di kampus. Sewaktu melihat-lihat novel murah, akhirnya aku menemukan novel ini masih dalam keadaan bagus dan tentu dengan harga murah--harga yang cukup untuk sekali makan nasi bakar di kantin (hahaha). Sebenarnya, menurutku ceritanya agak berlebihan untuk cerita tentang anak-anak SMA, ingetin sama drama The Heirs yang sekolahnya penuh dengan anak-anak konglomerat. Ngga tau sih ya kalau memang mungkin saja kejadian untuk di sekolah tingkat internasional (heuheu). Alurnya enak dan bahasanya pun mengalir sih jadi ngga kerasa kalau baca novel ini hanya dalam hitungan jam.

Empat bintang untuk Rashi dan kawan-kawan, karena aku sangat menyukai saat-saat membuka lembar halaman novel ini.
Senang rasanya membaca novel yang tidak harus menggunakan otak saat membaca.
Profile Image for Dhyn Hanarun .
329 reviews203 followers
August 25, 2014
Adrianna Fernandhita Fauzi melanjutkan pendidikannya di Voltaire International School (VIS) Jakarta. Padahal Ad, biasa dia disapa, ingin masuk ke SMA Harapan Bangsa sebagaimana teman-teman baiknya, Lelly dan Nadine. Hari pertama masuk, Ad bertemu dengan tiga siswi populer. Mereka adalah Rashida Agashi Pradakso, Shinna Maessa Wijaya yang mengganti namanya sendiri menjadi Maybella dan Marion Theroux. Ad tidak suka dengan tipe orang seperti itu. Dia yakin Rashi dan pengikutnya hanya gemar hura-hura dan memiliki otak kosong. Dia heran kenapa orang-orang tidak menyadari hal itu dan terus saja membicarakan bahkan memuja mereka.

Saat sedang berada di ruangan loker, Ad tak sengaja mendengar pertengkaran Rashi dan Marion tentang Gilang, mantan Rashi. Setelah itu Marion diketahui keluar dari grup populer itu. Sialnya, setelah itu Ad terjebak dengan Rashi dan Maybella dalam satu kelompok untuk pelajaran Indonesian Studies. Di salah satu kerja kelompok, Rashi dan Maybella mulai mengajak Ad untuk ikut bergaul bersama mereka. Semua itu menghasilkan karmanya sendiri. Nilai Ad mengalami penurunan dan dia menjadi target Dico, playboy VIS.

Cerita Glam Girls ini tak bisa ditebak, karakter-karakternya menarik, bahasa mengalir dan keglamorannya menggoda banget. Pada awalnya ceritanya bakal kayak Mean Girls, from nobody to somebody. Ad yang diam-diam membenci orang kayak Rashi dkk bakal berubah menjadi kloningan dan bersikap seperti mereka. Lalu di halaman berikutnya, aku berpikir Ad bakal menemukan sisi lain dari Rashi dkk dan sedikit berdamai dengan mereka. Walaupun akhirnya ceritanya hampir mirip Mean Girls, aku ngerasa beda. Nggak ini bukan Mean Girls, ini Glam Girls. Mungkin yang bikin beda itu uniknya karakter si Rashi. Iya, dia nyebelin banget. Tapi iya juga, dia menarik banget. Ad dan pencarian jati dirinya sebenarnya menarik. Tapi dia terlalu sibuk meperhatikan Rashi dan akhirnya malah Rashi yang jadi fokus dunianya.

Baca review selengkapnya di sini -- http://dhynhanarun.blogspot.com/2014/...
Profile Image for Dini.
172 reviews26 followers
October 28, 2009
Rini pinjem dari rental. yowes baca ini dululah.
Baca teenlit lagih jadi inget SMP SMA. Kalo bacanya pas dulu mah mungkin ngasi ratingnya 3 ato 4 kali ya? qiqiqi..

Menceritakan tentang Adrianna Fernandhita Fauzi yang dipaksa ayahnya untuk lagi-lagi bersekolah di VIS (Voltaire International School).
Padahal Ad, panggilannya yang dari TK udah sekolah di VIS, pengennya bersekolah di Harapan Bangsa bersama dua sahabatnya, Nadine dan Lelly.

Seperti biasa tiap sekolah pastilah ada sekelompok cewe yang menonjol, begitupun juga di VIS. Ada Rashi yang seorang fashion blogger, Maybella yang bernama asli Shinna Maessa Wijaya dan Marion Theroux berdarah Prancis yang ayahnya seorang karyawan di Kedutaan.

Sampai suatu saat Marion dan Rashi berselisih paham karena hal sepele, cowok. Dan Marion yang sudah lama iri dengan Rashi. Dan Ad yang bernasib sial mesti sekelompok dengan Rashi dan Maybella dalam Indonesian studies. Siapa sangka Ad malah bisa masuk kedalam inner cicle mereka menggantikan Marion yang sudah didepak oleh Rashi.

Dan Ad yang tadinya seorang kuper tapi pintar, ternyata menikmati perlahan-lahan perubahan dirinya setelah bergaul dengan Rashi dan Maybella. Sampai akhirnya timbul konflik antara Ad dan mamanya karena nilai Ad yang anjlok dan mesti ikut remedial. Ketika Ad dihukum tidak boleh keluar rumah, Ad malah kabur untuk menghadiri Premiere di Senayan City yang sialnya ketahuan juga oleh mamanya.

Ad yang sedang mencari jati diri, akhirnya bisa bertanggungjawab juga atas pilihannya. Cerita yang standar tentang gejolak kawula muda(kayak lagu), tapi bagus juga untuk yang masih remaja. Tapi kok kenapa ya tetep musti pake bumbu2 kemewahan segala? Jadi menodai pesan dari ceritanya.

Profile Image for Joue Abraham Trixie.
18 reviews
October 11, 2013
Serial Glam Girls yang pertama saya baca adalah Unbelievable karya Winna Efendi baru kemudian Outregous kaya Moemoe Rizal. Setelah saya membaca kedua buku itu saya menjadi semangat untuk mengumpulkan seri - seri lainnya karena tertarik untuk mengikuti kisah Rashi and The Gang. Saya segera membeli buku ini di toko online begitu mengetahui bahwa Glam Girls karya Nina Ardianti-lah yang pertama.

Di awal membaca saya cukup terkejut mengetahui bahwa tokoh utama dari novel ini adalah Adriana. Sama seperti serial glam girls lainnya digunakan sudut pandang orang pertama.

Semakin saya membaca, saya semakin tertarik untuk membaca novel ini. Tidak heran Glam Girls adalah novel yang saya baca dengan cepat. Tidak ada tiga hari saya sudah selesai membacanya.

Di novel ini diceritakan alasan mengapa Adriana yang awalnya benci dengan orang seperti Rashi, tetapi bisa bergabung dengan kelompok Rashi. Banyak menjawab beberapa pertanyaan saya yang bermunculan ketika membaca Unbelievable dan Outregous.

Banyak sekali humor - humor yang membuat saya tertawa sendiri membacanya.

Sampai saya membaca ke bagian tengah dan lembar - lembar di tangan kanan saya sudah mulai tipis, saya bingung kenapa belum mencapai permasalhan. Yang ternyata permasalahannya sudah ada. Sudah diceritakan dari awal oleh penulis. Dan puncaknya adalah ketika Mama Adriana mengetahui diam - diam Adriana kabur dari rumah untuk mendatangi premier sebuah film bersama Rashi dan Maybella.

Pencarian jati diri bagi seorang anak remajalah poin utama dari novel ini.

4 dari 5 bintang untuk Glam Girls :) @NinaArdianti
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
January 17, 2017
Bu Arin to the rescue! Thanks for lending me this series when I'm in need of reading. And for the result--I kinda enjoyed this first installment more than I thought before.

So, it is obvious that I read this book in Bahasa, but I am tempted to write the review in English. Here's the thing. First thought that came to my mind is that Voltaire High School (Voltaire? For an international school's name? Harapan Bangsa sounds more promising, and that's why HarBas is seen better here) is an IB school. A project and a pre-test on first day of school? That sounds like IB curriculum to me.

Second, I really like how the story is delivered. The writing style, the pace, the 'world building' of this CliqueLit are so vivid I could literally feel that I was there. I can't lie that I did feel a little bit related to some parts (not that I was graduated from VIS kind of school, we're too poor for that). And my favorite: the depiction of characters. They are fleshed out--even the cameos--and although some side stories remain unexplained (and make me wonder if Dumai gives more contribution on the sequels), I saw them all interesting.

Until I reached page 230-ish.

From that, the story became more cliche, the resolution was rushed and too simple, and I thought that this couldn't be the ending--there had to be more pages to explain.

Even so, this is a fun read that's more than a brain candy. I found myself enjoying it and I just hope that I don't have VIS kind of students, please leave me the good ones only... Hahaha.
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
March 15, 2011
Baca buku ini... Nangkep sih inti ceritanya. Tapi menurut gue penyampaiannya kurang menarik.
Buku ini adalah buku pertama dari serial Rashi and the Clique. Tokoh utamanya adalah Adrianna, si cewek geek yang cuek setengah mati dan bener-bener nggak berminat untuk ikut-ikutan memuja Rashi and the Clique kaya cewek-cewek lain di sekolahnya yang hedon setengah mati.
Sayang, setelah insiden pendepakan Marion dari Clique-nya Rashi, mendadak Adrianna malah jadi jodoh banget dengan Rashi dan Maybella, dua anggota Clique yang tersisa. Dari sekedar minjemin tugas sekolah ke mereka sampai malah dapet satu kelompok tugas bareng. Kemudian dunia Adrianna berubah, kerjanya cuma shopping dan clubbing. Lalu nilai-nilainya anjlok dan Adrianna menyesal.
Dari situ gue bisa ngerti.
Tapi kemudian, ketika Rashi menolong Adrianna dari serangan Dico, si cowok sok jagoan di sekolah mereka, kok bisa-bisanya Adrianna lantas berubah haluan dan menjadi bagian dari clique-nya Rashi?
Kemana dia larinya pendirian super kuat Adrianna selama ini? Kok bisa-bisanya dia berubah begitu aja??

Gue ngerti kalau ini adalah buku intro dan emang ending buku ini mengharuskan Adrianna untuk bergabung dengan clique Rashi gimanapun caranya. Tapi kok ya nggak masuk akal banget? Nggak ada alasan kuat buat pembaca mendukung keputusan Adrianna buat memutuskan bergabung menjadi salah satu dari makhluk yang tadinya dia benci banget, apalagi setelah tangis penyesalannya di depan nyokapnya itu.
Aneh banget!!
Profile Image for Jessica Ravenski.
360 reviews4 followers
July 11, 2013
Nemu buku ini di obralan Gramedia sekitar sebulan yang lalu. Awalnya aku enggak terlalu excited banget (karena entah kenapa aku enggak suka sama covernya yang terkesan ibu-ibu PKK yang lagi arisan dan menghambur-hamburkan duit <~ diabaikan aja ya). Cuma karena udah satu setengah jam mondar-mandir di tempat obralan tersebut enggak nemu buku yang menarik, akhirnya aku beli ini (kan malu udah lama-lama, tapi enggak beli apa-apa), apalagi mengingat kak Nina merupakan salah satu penulis favoritku.

Secara keseluruhan aku menyukai ceritanya. Teenlit abis. Dan sebagian besar memang kayak cerita nyata anak-anak sekolahan pada umumnya (walaupun enggak se-glamour murid-murid yang ada di cerita).

Satu hal yang bikin aku males setengah mati adalah sikap Adrianna, yang awalnya kalem-kalem tiba-tiba pas disuruh ngikut ini-itu sama Rashi dan May mau aja. Harusnya kalo dia berprinsip, dia bakal nolak ajakan kedua sejoli itu. Misalnya pas diajak malem-malem ke entahlah-apa-namanya, harusnya dia nolak (mengingat hari itu udah malem dan besoknya sekolah), okelah ga diizinin sama si kedua sejoli, tapi kalo dia berniat, mungkin dia bisa kabur.

Ya tapi kalo ngikutin kata-kataku tadi ceritanya bakal beda. Ya udah sih terserah penulisnya juga -__-v (berasa pembaca bawel banget).

Begitu deh. Tapi bukunya beneran oke kok. Dan aku jadi penasaran sama glam girls seri lain. UUUUURRRGGGHHH, sayangnya obralannya udah abis dan aku mau cari ke mana buku yang lainnya -____-
76 reviews
January 10, 2015
Beli novel ini karena penasaran. Kebetulan juga lagi pengen baca novel yang ringan, yang nggak melulu tentang romance. Dan akhirnya mutusin untuk membaca Glam Girls ini.

Well, selalu suka dengan gaya penceritaan Nina. Mengalir. Dan Nina juga selalu bisa membuat pembaca nggak bosan dan terus tertarik untuk menyelesaikan membaca ceritanya. Jalan ceritanya sih teenlit gitu. Menceritakan tentang Rashi and the clique, dari POV Adrianna. Ad ini cewek biasa-biasa aja yang karena sesuatu hal, jadi terseret masuk ke dalam geng-nya si Rashi ini. Dan dari situlah semuanya bermula. Masalah-masalah mulai muncul dalam kehidupan Ad, masalah dengan teman-temannya, dengan orangtuanya, bahkan dengan prestasi akademiknya. Sampai pada akhirnya, dia harus mutusin apakah akan tetap seperti dia yang sekarang atau kembali menjadi dia yang dulu? Hmm silahkan cari tau sendiri di novelnya ya:)

Overall cukup menariklah, walaupun nggak ada konflik berat yang diangkat, tapi untuk bacaan selingan sih boleh juga.

3/5 untuk pembuka seri Rashi and the clique ini.
Profile Image for Winna.
Author 17 books1,967 followers
August 10, 2009
Wow.

I think Adrianna's point of view is best to start with this series, just brilliantly thought out, in my opinion, for Indonesian readers (especially chicklit and teenlit lovers). This is a light, entertaining read, and although not so deeply moving (plus it does not have to be so complicated), it's quite addictive.

Back to POV issues. Adrianna's POV is the perfect start because we could see the glam lives of Rashi and Maybella from an outsider's eyes - how they move, how they are adored. I also think having different writers voice different characters is brilliant.

A few things that might flaw this book is the inconsistency of Adrianna's personality, which slightly rocks the smooth plot for me. The rest is pretty good, and I don't see why people have to compare the series to Gossip Girl, because other than the lifestyles of the Glam Girls, the way the books are written speak on their own.

Great job :)
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
October 6, 2014
Ya ampuunnn telatnya kebangetan kali yaa baru ngikutin Glam Girl Series ini. Untuk seri pembuka, cerita ini lumayan. Walau memang agak lebay ya untuk ukuran anak sekolahan gini. Tapi balik lagi, karena memang temanya tentang popularitas, jadi semuanya harus WAH.

Adrianna terpaksa sekolah di VIS lagi, dan di sekolahnya ini ada 3 cewek yang popular walau masih kelas 10. Bisa dibilang cewek2 lain mau seperti 3 cewek itu, yang bernama Rashi, May dan Marion.

Hanya Ad, yang gk peduli tentang mereka. Tapi dasar memang dia sial atau gimana yaa, pas Marion didepak sama Rashi (yang bisa dibilang ketua genk) dia malah milih Ad buat gantiin Marion. Ya memang sih gk ketara gantiin banget, tapi ya bisa dibilang begitu lah.

Ad yang tadinya pinter, tapi karena berteman dengan mereka dan sering pergi2 bareng jadi sering remedial dan nilainya jatuh.

Untuk ukuran cerita teenlit sih lumayan yaa.. Ringan dan enak dibaca juga walau agak lebay. Dan seuka sama cara bercerita kak Nina ini *always*
Profile Image for Ika Nur'afiyah H.
14 reviews2 followers
April 19, 2010
Hanya sebuah novel dengan cerita sehari-hari. Yahhhh, lebih baik (mungkin) daripada novel-novel remaja lainnya yg hanya menawarkan cerita yg itu-itu saja.Pepesan Kosong saia bilangnya. ^_^

Dengan mengankat latar belakang kehidupan remaja yg glamor, sangat berkecukupan dan (sepertinya) selfish, yg ada dipikiran mereka hanya "Bagaimana Caranya Untuk Tetap Exist dan Menjadi Pusat Perhatian" dg berbagai cara. Sepertinya koq bener juga y kl dibawa kekehidupan nyata. Addduuhh,,ga' tau deh, yg pasti semoga saia tidak separah mereka, setidaknya perasaan saia mash peka terhadap lingkungan sekitar.

Satu yg menarik dr novel ini. Banyak istilah-istilah asing yg sebelumnya belum pernah saia temukan yg digunakan dlm percakapan "inggris gaul". Yeah, at least, the words can be added to my English list lesson. NOTED!!!
Profile Image for Nilam Suri.
Author 2 books141 followers
January 12, 2009
Buku2 jenis ini memang kayaknya cocok banget for somebody like me, yg membaca untuk bersenang-senang. Soalnya buku2 jenis ini sangat ringan dan nggak mengharuskan gue berpikir dalam. Kalau masalah mutu dan kualitas sih ya ga usah dibandingin sama buku2 serius atau buku2 sastra, tapi for my personal like, this kind of book jauh lebih menghibur.

Apalagi buku ini bercerita ttg ABG, tentunya banyak hal2 bodoh sepanjang ceritanya. Kejadian2 yg sama sekali ga penting buat orang seusia gue, apalagi yg udah menikah, tapi rasanya seperti kiamat kecil buat mereka. very entertaining. jadi kangen jaman muda dulu dimana dunia masih sewarna permen, dan semua hal hanya terdiri dari dua jenis, hitam atau putih.
Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
December 1, 2013
3.5/5 stars. Novel ini terbit tahun 2008 dan saya baru membacanya sekarang. Agak telat sih, memang.
Sebetulnya novel ini keren, tema yang diangkat juga mungkin belum terlalu mainstream saat itu.

Saya menikmati buku ini di bab awal dan menjelang akhir, tapi tidak pada bab-bab pertengahan. Sempat tertunda berkali-kali dan sempat niat beralih ke buku yang lain. Tapi ternyata menjelang ending, saya kembali menemukan 'jiwa' atau lebih tepatnya pesan yang diusung buku ini. Dan itu 'keren'. Saya suka tokoh Rashi, jadi seneng aja pas tahu kalau buku kedua dari glam series ini diceritakan dari sudut pandang Rashi. Syukuuur udah beli buku yang kedua.

Jadi nggak sabar nih baca lanjutannya. Kira-kira bagaimana sih jalan pikiran Rashi yang dari luar terlihat 'tak terjangkau' dan 'cool' banget itu?
Profile Image for Hana Feberia.
88 reviews3 followers
November 25, 2013
"it's better being alone than having friends that secretly hate you"

Ga seperti novel kebanyakan, novel ini lebih sedikit bercerita tentang relationship between boy and girl serta sejuta konflik di dalamnya.
Novel ini lebih banyak cerita ttg persahabatan, pencarian jati diri, and the point is story of the 'clique'

Pembukaan yang manis dan stunning dlm glam girl series dilakukan dengan baik oleh Nina.
Awalnya males baca novel ini.
I thought the story will be totally 'fake' but I was wrong. Sama sekali ga membosankan baca novel yang awalnya gw underistimate krn 'bukan gue banget'.

This is an entertaining yet glamorous book, that you have to read :)
Profile Image for Shinta Dewi.
10 reviews2 followers
November 6, 2012
Ga terlalu suka sama Adrianna di buku ini..mungkin karena baru pertama kali ketemu yah..tapi cara Adrianna berbaur dengan anggota clique-nya cukup mengesankan. Ia tidak terlalu memaksa tapi tetap di terima apa adanya. Yang paling saya suka tentu adalah setting sekolah dari sudut pandang Adrianna, seakan-akan sekolah seperti VIS memang benar-benar ada di Indonesia. Novel ini juga yang membuat saya jatuh cinta dengan seri selanjutnya..sayangnya belum sempat beli seri terakhir yang di tulis dengan penulis yang sama. Tinta pembuka dan penutup ya :D
Profile Image for Herma.
81 reviews
February 12, 2015
seri pertama dari serial Glam Girls,
hm... telat bngt deh bacanya kayanya, soalnya udah lama liat buku ini dan baru ngerasa tergerak untuk baca sekarang, halah.... :D
ngerasa tertarik ama covernya, sedikit banyak gambarin isi novelnya,
isi novelnya sih bercerita tentang anak2 borju yg skola di sekolah elit, dengan segala keglamorannya dan intrik2nya suka mikir, emang bener ya kalo di skola elit itu ampe segitunya,
tapi karna cara penulisnya bercerita itu enak, jadi lumayan cepet bacanya dengan buku setebel ini :D
Profile Image for Diane Eldridge.
16 reviews9 followers
March 18, 2009
Pertama baca buku ini, juz lightly read without high expectation. I bought it cuz the cover interest me. I thought its juz 'another chicklit' to kill spare time with. Tapi lumayan terhibur kok. Menurutku alurnya jalan bagus dan ngga keliatan maksa gitu. Emosi penulisnya jg tertata rapi dari awal hingga akhir. And guess what? I juz bought the 2nd one: Reputation, hehe hope it will be as good as or even better hehe;
Profile Image for Fenty.
33 reviews5 followers
April 30, 2009
Hmm, karena secara nggak sengaja saya membaca buku ini setelah saya membaca buku kedua POV Rashi, saya merasa memang buku ini agak kurang "bercerita". Selain memang lebih pada pengenalan karakter, pengenalan sekolah, dll hingga membuat sangat mungkin Glam Girls ini bakal berlanjut ke cerita2 POV Adrianna yang lain.

Sayang banget, harganya cukup mahal untuk buku yang ringan seperti ini ya ?? huhuhuhu ...

Tapi saya sangat-sangat menghargai kok, susah loh bercerita itu :D
Displaying 1 - 30 of 66 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.