Jump to ratings and reviews
Rate this book

Keluarga Cemara #1

Keluarga Cemara

Rate this book

115 pages, Paperback

First published January 1, 1981

Loading...
Loading...

About the author

Arswendo Atmowiloto

128 books156 followers
Seorang yang sangat terkenal di bidang jurnalistik, penulisan dan sinetron. Lahir di Solo 26 November 1948. Sempat kuliah di IKIP Solo selama beberapa bulan, lalu mengikuti program penulisan kreatif di Iowa University, Iowa City, Amerika Serikat (1979). Prestasinya sungguh luar biasa. Banyak karyanya yang telah disinetronkan dan mendapat penghargaan, di antaranya Keluarga Cemara dan Becak Emak, yang terpilih sebagai Pemenang Kedua Buku Remaja Yayasan Adikarya IKAPI 2002. Bahkan karena prestasinya pula, dia sempat masuk penjara selama lima tahun!

Kini ia mengelola penerbitan sendiri yang diberi nama Atmo Group. Ia tinggal di Jakarta dengan seorang istri yang itu-itu saja, tiga orang anak yang sudah dewasa, seorang cucu yang lucu, seekor anjing setia, ratusan lukisan buatan sendiri selama di penjara, serta sejumlah pengalaman indah yang masih akan dituliskan.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
93 (41%)
4 stars
62 (27%)
3 stars
46 (20%)
2 stars
9 (4%)
1 star
12 (5%)
Displaying 1 - 24 of 24 reviews
Profile Image for Puspa.
168 reviews2 followers
August 9, 2020
Keluarga Cemara mengisahkan kehidupan sehari-hari Ara bersama Abah, Ema, dan kakaknya, Euis, dan adiknya, Agil. Mereka keluarga sederhana yang awalnya sebenarnya hidup mapan. Abah harus menjual rumah di Jakarta dan benda berharga lainnya kemudian menetap di Tasikmalaya ketika orang yang dipercaya ternyata melakukan tindakan ilegal sehingga ia harus bertanggung jawab.


Ema yang setia menemaninya. Euis yang sempat merasakan hidup serba berkecukupan paham akan perasaan dan derita ibunya. Ia menjadi salah satu tulang punggung, membantu orang tuanya berjualan opak buatan ibunya sebelum dan setelah pulang kerja.


Ara masih duduk di TK sedangkan Agil belum sekolah. Mereka tinggal di rumah bambu sederhana. Si Abah bekerja sebagai penarik becak dan melakukan pekerjaan serabutan.


Dalam kehidupan sehari-hari ada banyak hal yang mereka hadapi. Ara paham keadaan keluarganya meskipun masih belia. Ia tabah menerima olok-olokan dari beberapa temannya tentang pekerjaan ayah dan kondisi keluarganya. Ia diam saja meskipun sebenarnya sedih ketika temannya tak meminjamkan mainan atau mengundangnya ke acara ulang tahun. 


Euis juga menahan rasa malunya dengan berjualan di terminal dan di jalanan. Ia yang paling bisa menyimpan uang. Namun uang tabungannya yang sedikit itu selalu digunakan untuk macam-macam. Untuk berobat dan sebagainya, jarang bisa digunakan untuk dirinya sendiri. 


Sedangkan Agil adalah anak bungsu yang gemar bernyanyi. Ia juga ingin keinginannya dituruti. Kadang-kadang ia berkelakuan ganjil membuat orang tua dan kedua kakaknya kebingungan.


Meskipun miskin mereka berupaya untuk selalu jujur dan berbuat baik. Si Abah berupaya untuk melakukan apapun demi mempertahankan idealisme meskipun kadang-kadang Ema dan Euis ingin menyanggahnya. 


Ada banyak kisah sedih dalam buku ini yang ceritanya pendek-pendek. Tapi ada juga yang membuat tersenyum.  Buku ini kaya pesan moral dan bisa dibaca segala usia. 


Menurutku buku ini mungkin terinspirasi dari kisah Little House on The Prairie. Sama-sama berlatar keluarga nasrani yang miskin, jujur, dan baik hati. Keluarga Laura tepatnya nenek buyutnya dulu juga bangsawan di Skotlandia yang kemudian mencoba peruntungan di Amerika. Kehidupan memburuk pada saat nenek Laura, Charlote, kehilangan suaminya, dan kemudian menjadi single parent dengan enam anak-anaknya. 


Ema seperti Caroline, ibu Laura, yang tabah dan mau berkelana ke sana ke sini dengan kereta kuda mereka bersama suami dan keempat anaknya. Abah seperti Pa yang bersedia bekerja apa saja asal halal. Euis seperti Mary yang menjadi anak penurut dan teladan. Sedangkan Ara seperti Laura yang tangkas dan ceria. Sementara Agil seperti Carrie yang di awal kisah Laura masih kecil. Meski ada sedikit kemiripan, jalan ceritanya benar-benar beda dan kisah Ara membumi seperti yang kita temui sehari-hari. 

Ulasan sudah ditayangkan di: http://www.keblingerbuku.com/2019/01/...
Profile Image for Andre.
18 reviews9 followers
July 23, 2012
Buku yang paling sering aku baca ulang. Ketika rindu keluarga, ketika merasa kesepian, ketika menghadapi kegagagalan...
Kehidupan ini tidak selalu seperti yang kita mau tetapi sungguh beruntung orang yang dapat melaluinya dengan kejujuran dan kehangatan keluarga.
Banyak cerita tentang orang sukses yang membuat kagum tapi jarang yang mampu menerbitkan rasa haru seperti buku ini.
Profile Image for bakanekonomama.
573 reviews85 followers
March 27, 2017
Bukannya nggak suka. Tapi yaa, lumayan... Nggak cocok sama gaya bahasa dan gaya berceritanya, karena itulah saya butuh waktu setengah tahun untuk menyelesaikan buku tipis 120 halaman ini...
Profile Image for nasya.
882 reviews
August 1, 2022
walau ceritanya cuma ttg daily life-nya mereka dan nggak ada konflik, tapi ttp seru sih. tingkahnya mereka pasti ada aja yg bikin ketawa, sedih, sama kasian. cuma karena liat cuplikan2 filmnya, jadi ngebayangin abah dan ema masih muda, tapi dari ilustrasi yang dikasih di buku, abah sama ema-nya lebih tua
Profile Image for Leila Rumeila.
1,028 reviews31 followers
January 22, 2024
Actual 2.5⭐
Nothing wrong about the whole storyline.
Nasihat2 yg diberi Abah ke anak2nya bikin hati hangat.

Engga antisipasi buku ini ternyata sarat akan hal2 kristiani, khususnya banyak doa2 yg detail dan intens. Dan itu jadi kesan "awkward" di gue secara personal.

*Listened the audiobook by Storytel*
Profile Image for Alifia Ganjaraharja.
11 reviews1 follower
January 3, 2018
Buku ini berisi kumpulan cerita pendek yang berkisahkan tentang keseharian 1 keluarga sederhana (Abah, Ema, Euis, Ara, dan Agil). Cerita-ceritanya sangat menyentuh dan banyak mengajarkan tentang kesederhanaan, kejujuran, dan juga rasa bersyukur.
Profile Image for Sri.
897 reviews38 followers
March 16, 2019
Paling kurang sreg itu ama abah. Kok sempurna sekali sosok abah ini ya. Sejauh ini belum ada cacat celanya :D. Semacam Michael Landon di Little House on The Prairie.
Agil itu ah lutunyaaa.
Ara apa adanya.
Euis penyayang & perasa.
Tinggal Ema yang belum terlalu diberi fokus.
Profile Image for Monika Harahap.
19 reviews
June 27, 2018
Ada saatnya menerima hidup apa adanya tanpa memaksa, menyakiti, walaupun kadang menggerutu, marah. Keluarga teladan dalam kesederhanaan.
Profile Image for Maria  Lalita.
30 reviews2 followers
July 21, 2019
Harta yang paling berharga adalah keluarga~

Selamat jalan, Rm. Arswendo. Saya udah baca novel ini sejak masih SD, lho.
Profile Image for Blauhare.
58 reviews
December 23, 2022
I need to have my little pure child heart back cause i remember im sobbing over this book at 5th grade
Profile Image for Malkhus.
10 reviews
January 31, 2024
3.4
Cerita di novel ini banyak
Setiap chapter ada cerita yang bervariasi.
Ceritanya sederhana tapi bermakna
Profile Image for psdm.
77 reviews
July 14, 2025
im on arswendo run rn in a try to tell yall about something (topik TA gw)
Profile Image for fara.
284 reviews48 followers
August 19, 2022
Saya bukan termasuk orang-orang yang menikmati serialnya di televisi. Bahkan, saya justru lebih familier dengan film adaptasinya yang dikemas dengan lebih modern. Meskipun beberapa kali sudah pernah membaca karya-karya Arswendo Atmowiloto, menyelami seri Keluarga Cemara adalah hal yang baru bagi saya. Abah, Ema, Euis, Ara, dan Agil. Mereka pernah hidup berkecukupan (sebelum adanya Ara dan Agil, tentu saja) kemudian jatuh miskin karena Abah dan integritasnya dalam bekerja. Usahanya bangkrut dan kena tipu.

Cerita-ceritanya segar dan membuat haru. Euis yang perasa, Ara yang optimis dan ceriwis, hingga si bungsu Agil yang selalu meniru tindak-tanduk Ara (ini gemas sekali). Kekuatan cerita lebih ditekankan pada identitas tiap-tiap tokohnya. Pembaca jadi mengenali pribadi Abah yang idealis, Ema yang jarang bicara namun diam-diam selalu mengayomi, dan ketiga anak mereka yang juga memiliki karakter masing-masing. Saya suka bagaimana tokoh Abah ini jadi 'pusat dari segala keputusan' di keluarga. Meski sedikit jengkel karena pendapatnya yang paling absolut, tapi mengingat usia anak-anak yang belum cukup untuk mengambil keputusan dan risiko, cara mendidik Abah dan Ema sudah cukup ideal.

Saya salut sekali dengan Euis yang berjualan opak. Anak pertama perempuan memang umumnya terpaksa didewasakan oleh keadaan.
Profile Image for Lila Cyclist.
866 reviews71 followers
March 8, 2017
I read this out of my curiosity since I got bored of what I was reading. I need something light, entertaining, touching if possible, but what I expected turned out to be frustrating.

I got this from ijak, an application for reading books, eBooks. At first, I felt reluctant to read something translated from bahasa Indonesia to English. I didn't know what reason, I just didn't want to. But, my fingers suddenly pushed download button, and there it was, the book was available to read. Aaanddd, welcome to the world of confusion.

I don't say the idea of the story is confusing or something, in fact I loved it. The simplicity of Cemara family, the modesty n virtue Abah n Ema teach to their children, etc. The problem is in the translation!!! I just wonder how this book could be published in that kind of awful grammar, diction. Is there anyone who did the proofreading or a grammar expert so that this version is decent enough to be published, moreover, to be introduced to the world literature?

Well, I'm not a grammar expert or English expert, but at least I know some good patterns in English. Translating from Indonesian to English is a hard work to do, not to mention the local terms and the pattern. But this translator didn't do what he/ she was supposed to do. S/he literally translated the book, without considering whether it can be consumed by English speaking readers without frowning :)) I decided to finish it after page 130 something from 282 pages since I can't concentrate on the story. I kept on complaining along my reading.

Well, I think I won't read such books since it's indeed disappointing. Hmm... but I wonder about some other books translated into English, too, Andrea Hirata books for example. Hopefully, it's decent to be published worldwide.
Profile Image for Novella Dwisri.
213 reviews11 followers
October 6, 2016
Lumayan juga ceritanya, cerita awal keluarga cemara -keluarga si Ara, anak tengahnya Abah dan Ema. Cerita hangat sebuah keluarga jadi tak butuh lama buat tuntas baca (lhoo apa hubungannya) halamannya tipis juga. Jadi suka tokoh Ara si anak tengah. apakah ini naluri sesama anak tengah? wah sekian
Profile Image for Op.
375 reviews125 followers
March 25, 2014
so much refreshing :)
Profile Image for Elyza.
61 reviews
February 25, 2016
"Kita belajar dari manisnya hidup, tapi juga sekaligus dari pahitnya."- Abah
Profile Image for kathleen.
23 reviews
January 28, 2025
this book introduced me to indonesian literature (i don't know if it's part of indonesian lit, but for me it is)!!! heartwarming story that anyone of any age can read
Displaying 1 - 24 of 24 reviews