Kita gak pernah dikasih kekuatan untuk melawan. Kita terlalu kecil untuk dunia yang besar ini. Kita terlalu lemah untuk dunia yang jahat ini.
Dunia terlalu abu-abu untuk Lengkara Putri Langit. Semua berdalih ingin melindungi gadis itu, meskipun pada akhirnya mereka saling menyakiti. Lengkara seolah hidup dalam terowongan hitam yang tak ada ujungnya.
Lengkara merasa, tidak ada lagi yang berdiri di sampingnya. Ia sendirian menghadapi kejamnya hidup. Keluarga, sahabat, bahkan sampai Masnaka— kekasihnya— satu per satu pergi dan meninggalkan gadis itu sendirian. Terlebih dengan kehadiran Nilam, adik tiri yang selalu mengusik kehidupan damainya.
Sampai akhirnya, Lengkara mencari cara lain untuk menemukan kebahagiaannya. Tepat pukul 00.00 ia memilih jalan hidupnya. Di antara kematian dan balas dendam, manakah jalan yang akan dipilih Lengkara?
kata temen gue sih ini bagus banget sampai buat nangis gitu. tapi, di gue ga kedapetan. awalnya juga rada bosen. tbh, gue gak sampai habis baca nya. because, kurang ngefeel... sorry...
Alurnya tertata, walau ada beberapa bagian yang typo. Adegannya rumayan banyak yang kurang masuk akal. Lengkara udah sering berantem, bahkan jadi korban bully, tapi rasanya guru BK ngga berfungsi di sini. Murid bisa seenaknya bentak guru, kejadian semacam berbahaya loncat dari lantai sekian gitu masa langsung asal tuduh korban. Saksi mata juga harus punya bukti, kan? Suara tersangka ngga didengar. Guru asal percaya, bahkan menyudutkan.
Kurang masuk akal ceritanya, feelnya rumayan dapet dipertengahan, tapi entah kenapa pas tamat udah ngga dapet lagi.
Rasanya hampir semua karakter pada ngegas semua kalo ngomong, selalu ngebentak, pake kata-kata kasar "anj*ng tol*l b*jing*n j*l*ng sialan" itu sudah kamus sehari-harinya mereka. Yes, aku sebagai pembaca jelas gak nyaman banget.
Lalu terlalu banyak plot hole yang gak detail dijelasin gimana bisa terjadi, tiba-tiba gitu aja.
Untuk penyakit Masnaka juga maksa banget, kanker jantung stadium 3 sejak 3 tahun lalu? Hebat banget dia bisa bertahan masuk sekolah tiap hari, ga ada tanda2 penyakit kronis, bisa berantem sama preman suruhan Erik, bisa selamat dari tusukan pisau juga. Itu sel kanker stadium 3 ngapain aja selama 3 tahun? Tidur doang gak kerja? Hahaha aneh ambruknya cuma saat menjelang ending dan langsung mati deh :(
Tapi meskipun begitu, ada kok part yang bikin nangis, yaitu dari semua penderitaan yg dialami Kara dan Masnaka. Sampai akhir cerita juga gak dikasih bahagia berdua ya :(
This entire review has been hidden because of spoilers.
Baca ini tuh bikin emosi.. Dari orang orang terdekat lengkara yang kejam sama dia.. Terus, kara yang nggak dikasih bahagia.. Dan ada beberapa part yang kesannya buru-buru banget nyelesaiin masalah.. Sebenarnya alurnya lumayan suka.. Tapi konflik di dalamnya itu yang lumayan nguras emosi.. Ada beberapa yang nggak masuk akal juga sih.. Contohnya, naka yang kena tusuk perutnya tapi nggak kenapa-napa, padahal dia sakit (lupa kanker/apa) stadium 3/akhir .. Dan nggak ada tanda-tanda apapun, tiba tiba naka metong aja.. :(
Nama : Arfinanda Amalia Lathifah NIM : A2A022117 Prodi : S1 Kesehatan Masyarakat Resensi “Kisah Hidup Lengkara Yang Abu-Abu” Identitas Buku • Judul : 00.00 • Pengarang : Anugrah Ameylia Falensia • Penerbit : Loveable • Tahun terbit : 2021 • Tebal Halaman : 280 halaman Sinopsis Buku novel ini menceritakan tentang anak perempuan bernama Lengkara Putri Langit yang memiliki dunia teralu abu abu. Lengkara harus menghadapi kehidupannya yang kejam. Semua orang disekitarnya berdalih melindungi lengkara namun berakhir saling menyakiti. Lengkara merasa tidak ada lagi yang berdiri disampingnya. Ia sering merasa sendiri dalam menghadapi semua masalahnya. Lengkara memiliki pacar yang bernama Masnaka Restu Putra. Lengkara sebenarnya adalah gadis yang ceria, sebelum kehadiran Nilam sang adik tiri yang selalu mengusik hidupnya. Keluarga, sahabat, bahkan kekasihnya satu per satu mulai meninggalkan gadis ini sendirian setelah kehadiran seorang Nilam. Bahkan sang ayah sering kali membandingkan Lengkara dengan Nilam dalam hal akademik, dan sering mendapat kekerasan dari sang ayah karena ulah sang adik tiri. Sampai akhirnya, Lengkara mencari cara lain untuk menemukan kebahagiaannya. Tepat pukul 00.00 ia memilih jalan hidupnya. Diantara kematian atau balas dendam yang menjadi pilihan gadis ini untuk hidup bahagia. Kelebihan Buku Setiap selesai membaca satu bab dan ingin berhenti rasanya seperti tanggung karena dibikin penasaran dengan isi-isi bab selanjutnya. Banyak hal yang kadang tak terduga dalam cerita ini. Bahasa yang digunakan mudah dipahami dan sangat baik, sehingga yang membaca ikut mendapatkan emosionalnya saat sedang membaca. Kekurangan Buku Beberapa alur cerita bagian konfilk terlalu rumit dan berputar-putar seperti tidak memiliki ujung konflik. Dari hal tersebut ada beberapa pembaca merasa bosan dengan masalah ini.
Kekurangan : - typo bertebaran - banyak part-part yang berlebihan (alay) - ceritanya kurang mengalir di awal-awal - ada beberapa part yang tidak masuk akal seolah-olah penulis hanya ingin melebihkan penderitaan tokoh utama.
Kelebihan : - endingnya menarik
Banyak part part yang saya lewati karena terasa monoton, saya rasa buku ini lebih cocok untuk anak smp.
00.00: Sepasang Luka Yang Berakhir Duka (Karya Ameylia Falensia) Genre: Fiksi Romantis.
Jadi gua pergi ke perpus sekolah tadi pagi, waktu lagi liat liat buku, gua nemu buku ini, dan gua tertarik karena udah banyak banget yang baca dan review. Buku ini juga jadi National Best Seller. Jadi gua bakal kasih rate dan review juga haha.
Yang pertama dari tampilan, rate 8/10. Jujur covernya menarik banget, apalagi judulnya yang bikin gua penasaran isi ceritanya bakal gimana, gua nanya nanya "Apa ya hubungannya sama "00.00" sampai sampai dikasih nama kaya gitu?". Dari segi warna, gambar dan fontnya juga menarik, pencetakannya bagus dan enak banget buat dibaca, ga ada yang burem sedikitpun. Dan untuk gaya penulisan dan ejaannya, gua bener bener suka, tanda bacanya juga pas dan ga amburadul, bahasa yang digunain rapi dan mudah dimengerti. Gua seneng banget baca buku yang rapi kaya gini.
Buat isi dari ceritanya, gua kasih rate 7/10. Overall, cerita ini bagus. Cerita ini bener bener bisa bikin kita kebawa emosi. Mulai dari ketawa ketawa karena lucu, salting, marah, sampai sedih, bahkan gua sampai nangis dua kali HAHAHA. Ceritanya juga penuh plotwist, bikin gua hah hoh hah hoh waktu baca. Gua bahkan sampai bingung mau mihak ke siapa, karena emang ceritanya banyak alur yang ga terduga. Selain itu, banyak banget pesan tersirat yang ada di novel ini, novel ini ga cuma ngefokusin kita buat cinta cintaan, tapi ngajarin kita tentang pentingnya peran keluarga, teman, ataupun sahabat. Gua bakal kasih tau sinopsisnya juga.
Sinopsis: Novel ini nyeritain tentang kehidupan Lengkara (Kara) setelah Ayahnya (Erik) nikah lagi sama seorang janda (Sonya) yang punya seorang anak (Nilam). Kara selalu dibanding-bandingin sama Nilam, dan Nilam selalu ngerebut apapun yang dimilikin sama Kara, mulai dari kepercayaan keluarga sampai temen temennya, hingga pacar Kara (Masnaka). Disisi lain, Masnaka juga kacau banget sama hidupnya, Masnaka harus ngelindungin Kara dari kejahatan Ayahnya, dia sampai rela ngelakuin apapun demi Kara. Bahkan, Masnaka juga punya rencana sama temen-temennya buat ngejeblosin Erik ke penjara karna udah ngelukain Kara.
🏆Judul Buku : 00.00 Penulis : Ameylia Falensia Penerbit : Lovable 284 halaman Baca di @perpusnas.go.id
🏆Siswi SMA bernama Lengkara yang harus berbagi segalanya kepada adik tirinya Nilam sejak ayahnya menikah lagi dengan seorang janda anak 1. Ibunya dirawat dirumah sakit karena gangguan jiwa. Kakaknya bernama Aslan, satu2nya orang yang bisa menjadi tempat berlindung Kara dari ayahnya. Kara selalu dituntut mendapatkan nilai sempurna dan mempunyai prestasi tinggi, jika tidak, ia akan habis dipukuli dan ditendang ayahnya. Sedangkan Nilam, adik tirinya selalu mendapat perlakuan manis dari ayahnya. Lengkara juga memiliki pacar yang sangat ia cintai bernama Masnaka. Seringkali ia mengkhianati Lengkara dengan sengaja menggandeng tangan Nilam dan perhatian pada Nilam di depan Kara, tetapi dibalik itu, Naka melakukannya demi melindungi Kara.
🏆Awal sampe pertengahan cerita aku dibuat sesenggukan 2 kali, perlakuan kasar ayahnya. Sampe aku mikir, ada ya ayah sekejam itu sama anaknya sendiri? Tapi kenapa gapernah diadukan polisi aja? Udah kelewatan si menurutku. Lanjut cerita, pembullyan di kelas Kara semakin menjadi. Gamasuk di akal aku sih, sekolah dengan pembullyan segitu kejamnya tapi gaada guru BP yang menangani. Bahkan guru BP lebih percaya dengan hal2 yang belum jelas kebenarannya. Makin akhir cerita aku makin ga ngerasa nyambung sama alur ceritanya, yang lompat2 gt. Kayak ada part yang terlewatkan di antara cerita satu dengan yang lain. Tulisan naskah nya juga banyak yg typo. Endingnya lumayan smooth, dan nyesek alias sad ending.
🏆Disini tokoh utama selalu kalah, gapernah menang, gaada yg dukung bahkan kak Aslan orang yang paling dipercaya ga bela Kara sama sekali. Aku kalo jadi Kara bakal ngelakuin hal yang sama si, mending mati aja. Bener2 gaada yang support dia. Kasian banget aku liat Kara. Baru ini aku baca cerita yang tokoh utamanya menderita dari awal sampe akhir. Padahal sebagai pembaca kita kan pengen minimal dia menang di ending atau ada gitu yang percaya sama Kara. Tapi... gaada woy😭. Aku mau kasih rate ⭐️3/5 deh. Garela aku tokoh utama diginiin sampe akhir😭 sedih banget.
Novel ini adalah salah satu novel yang bikin keluar air mata jujur, dari segi alur juga bisa dibilang cukup banyak plot yang bikin aku kaget, "hah kok bisa gini?", "sumpah ini bener?"
Keseluruhan dari novel ini pas-pas aja sih menurutku, sebenarnya aku rada kasian sama Kara yang menurutku terlalu dibuat menderita. Jujur dari awal baca ini yang ada di pikiranku sih, cara terbaik buat Kara bahagia adalah kematiannya sendiri. Udah terlalu menyiksa aja buat dia tetap bernafas, hampir semua karakter pendukung yang ada digambarkan sama penulisnya itu sayang ke Kara, tapi ga bisa bantu banyak. Jadi ya di otakku terukir cara terbaik buat bahagia adalah kematiannya sendiri.
Paling kaget ketika ternyata yang mati bukan Kara, melainkan Naka. Selama baca novel ini rasa cinta buat Kara yang Naka punya itu digambarkan terlalu sedikit sih pendapatku, jadi untuk ending kematian Naka itu terlalu dipaksakan. Aku minta maaf sebelumnya kalo salah penilaian, tapi kalo ga salah ingat itu di novel aku ga baca bagian awal dimana ada spoiler kalo Naka sakit, atau gimana, jadi menurutku ga ada alasan buat dia mati karna yang digambarkan paling menderita itu Kara. Mungkin kalo jadi Kara aku bakal merasa ga adil sedikit buat ini.
Tapi aku cinta banget sih sama novel ini di luar kekurangan yang aku jabarkan diatas. Fakta kalo memang Naka dan Kara saling mencintai itu bener-bener pemanis yang syukur banget dimasukin, karna bakal jadi berat banget ini cerita kalo sampe engga WKWKWK.
Bagaimanapun yang terjadi di novel ini, aku tetap merekomendasikan kalian pecinta angst untuk baca yang satu ini ♡♡ walau ada kekurangan dibeberapa bagian tapi keseluruhan dari isinya itu menyayat hati, lagi pula yang bisa dan mau ditunjukan penulis bukan cuman kisah Naka dan Kara. Kita bisa banyak belajar hal lain yang tidak bisa aku tulis satu persatu, maka dari itu kalian harus baca buku ini.
Oh, ya. Setauku buku ini punya sequel, mungkin next aku bakal coba baca. Thank you author, your work doesn't fail to entertain readers
This entire review has been hidden because of spoilers.
I felt kind of uneasy. I saw people on TikTok saying this story is super sad (well, it is). Yeah, it’s definitely a sad one maybe even dark, honestly. From start to finish, the whole vibe is heavy. There’s barely a glimpse of happiness. Well, maybe there is a little, but... I’m not sure. I don’t really get why so many people in the comments said they cried so hard reading this. I mean, I did cry, but not like a total emotional breakdown or anything. Maybe it’s because I already knew it was going to be sad, or maybe my expectations were too high after seeing all those comments. So when I read it, I wasn’t as wrecked as I thought I’d be. But yeah, I admit it’s a really heartbreaking story. Still, I don’t think I’ll be reading the sequel.
Sejujurnya ini novel yang paling menguji mental aku selama sebagai pembaca novel teen fiction, dari alur yang orang pada tau novel ini unik, gak cuma soal percintaan anak SMA biasa, tapi dia juga ada nulisin ttg keluarga dan ikatan persaudaraan di sini—jujur aku nangis baca novel ini.
Ada tapinya, aku agak kecewa karena ada beberapa hal yang seharusnya diceritakan lebih dalam. Aku kayak ngerasa kurang aja gitu sama detail dari sisi Masnaka. Selebihnya udah bagus, dari segi cara pembawaan author juga berhasil bikin aku sebagai pembaca terbawa. Aku juga berasa jadi Lengkara pas baca ini.
buku ini.... parah banget si. gue bacanya tengah malem ga sampe sejam udh kelar, sesenggukan sepanjang baca anjir T____T mata gue sampe bengkak setelah namatin ini buku. ceritanya angst banget taeeee, cocok buat kalian yang lagi need a good cry plssss. my personal rating is 4/5! di aku feelnya dapet banget sih, bener-bener melow & tiap kata-kata yang dibaca tuh bikin luka di hati😫 kenapa ya dunia gak adil banget buat Kara-Naka :( huhu ayo cobain bacaa kalo kalian lagi pengen nangis sesenggukan sampe ngeraung-raung kayak aku hahaha
Aku baca buku ini di 2022 hasil pinjam dari temanku. Waktu itu lagi ramai banget dibicarain orang and here's my review about Kara and Naka's story.
1. Narasinya di novel rapi 2. Diksi yang penulis pakai untuk quotes-quotesnya oke. 3. Ada beberapa part yang terkesan terlalu berlebihan 4. Konflik jelas 5. Endingnya oke
teenfiction sih, lumayaan juga ceritanya ga terlalu berat dan lebih fokus mengenai keluarga, persahabatan dan percintaan. bahasa dan pembahasan nya ringan (tetap dapat feel nya) walau kadang beberapa scene suka bertanya, ini betulan ada ga ya di dunia nyata? Overall layak buat dibaca kok 👍sempat nangis tersedu sedu soalnya saya kalau tentang keluarga agak gimana gt...
kekurangan buku ini terkesan berlebihan dengan konflik dan narasinya. bagaimana kara di perlakukan tidak baik dengan nilam itu agak berlebihan. tapi yang aku kagum dengan novel ini adalah bagaimana mengakhiri cerita ini, sebagaimana benang kusut ini ending yang benar-benar menambahnya kusut. aku suka, bagaimana lengkara, nilam, prima, deo dan geo menangisi masnaka.
2.5⭐ buku yg cocok buat orang2 kasmaran. Yg jomblo mending ga usah baca. Cuma ngang ngong ngang ngong doang. Korban booktok jadinya beli n baca buku ini, unfortunately I didn't enjoy it :( Narasinya pambauran bahasa gaul-baku jadinya susah ngikutinnya. Dan kayak baca dialog sinetron. 🥲 Tapi sepertinya penulisnya masih muda jadi not bad lah. Gw tunggu hasil karyanya yg lebih baik dari ini.
Wattpad. Wattpad. Wattpad. Sebenernya aku ga tau ini fantasi apa engga. Karena sealay itu. Lmao. Jujur aku emang nangis baca pada 1 bagian. Tapi aku engga suka. Too much dan ga masuk akal. It's giving Indosiar sinetron. Intinya too. Much.
INI LEBIH SAKIT ANJR GA SEDIH LAGI TAPI NYLEKIT NEMBUS ATI BANGETTTTT plz klo baca ini jangan pas besok nya kegiatan, bca pas long weeknd or weeknd SOAL NYA BENERAN BANJIR BNGT SAMPE MATA SEMBABB ada lanjutan nya, judulnya "01.00" tpi belum baca, katanya ga kalah sakitnya sih
Gua bingung kenapa Lengkara ga ada hasrat pengen nyantet atau mukulin orang-orang sekitarnya. Ini sedih, sumpah sedih. Gua kasih bintang 5 andai aja si Lengkara agak rebel dan ga menye-menye dan sanggup mukulin orang, soalnya pas baca aja bukunya sampe gua pukul di bab tertentu.