Akan kubuat organ hatinya hancur perlahan-lahan, biar Bapak bisa merasakan betapa segala yang ia lakukan selama ini harus berakhir dengan penderitaan. Ini adalah sebuah cara membuat Bapak mati menderita.
"Bermula dari pengalaman masa kecil saya yang hidup di sekitaran pasar, ide novel ini muncul. Saya mencoba mengeksplor ide itu dan membalutnya dengan humor keseharian yang ringan sehingga menjadi sebuah novel dalam waktu tiga bulan.
Menulis bagi saya sangat terencana meskipun terkadang di tengah proses penggarapan, rencana harus berdamai dengan rutinitas wajib sehari-hari."
—Lebih Mati dari mati Novel ini lebih kental merepresentasikan sejarah/budaya jawa kuno khususnya kejawen yang mungkin masih kental dan beberapa bisa di rasakan akibat baik/buruknya.
karakter tokoh nya sangat kuat dan menjiwai terutama pada sosok Ibu, bisa di kutip dari “Ibu tetap lebih mempertimbangkan perasaannya sebagai manusia dan mengabaikan syariat agama” ini salah satu bagian favorit!
Aku rasa novel ini bukan lebih menceritakan lebih mati dari mati — tapi— lebih gila dari gila karena perdebatan problem yang sangat panjang adalah jalan nya novel ini.
Untuk sebuah novel yang di hasilkan 3 bulan dari pengalaman masa kecil disekitar pasar seperti ini novel ini cukup sempurna dan pantas terpilih dari ajang kelompok penerbit Renjana Indonesia mencari naskah.