Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bukan Maksudku Tak Menghargai Diri

Rate this book
Umur sudah segini, kok masih belum punya apa-apa?

Banyak yang mengira bahwa self esteem atau harga diri ditentukan dari kepemilikan kita atas tas bermerek, mobil mahal, rumah yang besar, lulusan universitas ternama, tempat kerja dengan gaji tinggi, atau paras yang menawan. Akhirnya, kita mati-matian berusaha mencapainya supaya mendapat pengakuan dari orang lain. Padahal, terobsesi pada hal-hal di atas adalah contoh self-esteem palsu yang ujungnya malah menyakiti diri kita sendiri.

Bukan Maksudku Tak Menghargai Diri adalah jawaban yang diberikan oleh seorang psikiater, Jun Meekyung, kepada orang-orang dengan masalah self-esteem rendah dan terjebak dalam self-esteem palsu. Buku ini mengupas tuntas konsep self-esteem dan tips untuk meningkatkannya berdasarkan ilmu psikologi mutakhir dan pengalaman penulis selama menjadi psikiater.

241 pages, Paperback

Published February 8, 2022

5 people are currently reading
66 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (28%)
4 stars
22 (52%)
3 stars
8 (19%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 15 of 15 reviews
Profile Image for Sintia Astarina.
Author 5 books359 followers
January 28, 2022
"Luka traumatis itu kebanyakan disebabkan orangtua mereka sendiri."

Pernah ada teman cerita kalau ia lebih suka ngekos dibanding tinggal bersama orangtua. Kutanya lebih enak mana, dengan mantap ia menjawab ngekos alias tinggal sendiri, jauh dari orangtua. Usut punya usut, ia ingin detach dari keluarganya (yang toksik). Jadi inget sama statement yang sempat viral di jagat maya, "Tinggal sama orangtua itu gak gratis. Bayarnya pake mental health."

Gambaran itu muncul pas baca buku Bukan Maksudku Tak Menghargai Diri. Buku ini menggali dalam pentingnya penghargaan diri. Jun Meekyung, dokter ahli kesehatan mental sekaligus penulis buku ini menjelaskan tentu kita ingin memiliki self-esteem yg tinggi. Artinya, kita bisa menghargai dan menerima diri, sadar u/ meningkatkan kemandirian & solidaritas, memusatkan fokus pada hal-hal positif, berani menghadapi kegagalan, & berorientasi pada masa kini.

Nyatanya, orang-orang di sekitar sangat mempengaruhi self-esteem kita. Dari yang terdekat deh, keluarga. Gak dimungkiri orangtua punya peran krusial. Penulis bilang, kebanyakan pasien berusia 20-50 tahun yg konseling dengannya, cerita soal trauma masa kecil yg datang dari orangtua mereka sendiri. Gak dipercayai, dibanding-bandingkan, dikontrol, mungkin jadi sebagian contoh kecil. Sedihnya, luka itu membuat mereka merasa gak berharga.

Tau gak apa permasalahannya? Mereka (& mungkin kita juga) cenderung terobsesi pada masa lalu dan merasa apa yang terjadi dulu berpengaruh di masa sekarang. Bahkan, sampai berdampak ke rendahnya harga diri kita. Padahal, bisa jadi luka karena orangtua itu udah gak valid. Coba pikir lagi deh, kita udah gede, kita punya kemampuan u/ memilih & menentukan. Kini, PR-nya adalah menjalani kehidupan seperti yang kita mau di masa sekarang dan mendatang, tanpa perlu dibayang-bayang.

Penulis juga kembali mengingatkan, supaya self-esteem kita matang, kita harus membebaskan diri sendiri dari 2 hal: masa lalu dan orang lain. Pertanyaannya, mampukah kita? Beranikah kita?

What an interesting book! Aku berharap buku ini dibaca lebih banyak orang. Next, kepengin baca Emotional Blackmail yang juga diterbitkan @penerbitharu, ah.
Profile Image for Faisal Chairul.
270 reviews17 followers
April 10, 2022
Terpikat oleh deretan nama yang memberikan rekomendasi di bagian pengantar yang beberapa diantaranya bergelar profesor dari beberapa universitas, gw penasaran dengan sosok penulis ini. Sayang, di bagian manapun di dalam buku ini tidak disertakan profil penulis. Ketika mengetikkan nama 전비경 di mesin pencarian pun, yang keluar justru berprofesi sebagai penyanyi 😂 Di titik ini rasa penasaran itu untuk sementara gw abaikan dan memutuskan untuk menikmati saja apa yang disampaikan penulis dalam buku ini.

Namun, rasa penasaran itu kembali menguat ketika sampai halaman 28, ketika penulis menyampaikan, "...adanya efek positif yang muncul dari informasi yang rasional dan tepat". Di titik ini, gw pun memutuskan melakukan riset kecil-kecilan untuk mengetahui siapa sebenarnya sosok Jeon Mi-Kyung ini. Hasil kekepoan gw bisa dilihat di unggahan Instagram akun gw, @chemistreads.

Buat gw, dalam membaca buku non-fiksi, profil penulis itu penting. Pengetahuan akan profil penulis akan menentukan bagaimana gw sebagai pembaca mempertimbangkan untuk "menerima" apa yang penulis sampaikan. Sebagai contoh, beragam cerita klien-klien yang pernah ia ajak diskusi ternyata berasal dari latar belakang penulis yang banyak menghabiskan karirnya di beberapa rumah sakit. Variasi cerita klien mungkin akan berbeda jika penulis lebih banyak menghabiskan di klinik pribadi di suatu daerah.

Ide yang disampaikan penulis dalam buku ini segar, berbeda dengan pemikiran arus utama. Selain itu, alih-alih menyuapi pembaca dengan rentetan 'how to', penulis mengajak pembaca merenung sejenak, untuk kemudian diajak merekonstruksi ulang pemahaman yang ada, seperti misalnya tentang miskonsepsi tentang definisi atau makna self-esteem yang sudah umum mengakar. Hal ini yang mungkin menyebabkan sebagian orang yang selesai membaca buku ini mengalami kebingungan, lantaran ia sudah mengetahui permasalahan yang dihadapi (tingkat self-esteem) namun tidak tahu langkah apa yang harus diambil selanjutnya.

책을 읽는다는 것은 저자의 일대일로 대화를 나누는 것 같고요. Membaca buku seperti berdialog dengan penulisnya. Kalimat yang diucapkan penulis di kanal pribadinya ini terasa sekali ketika membaca buku ini. Buku ini sangat gw rekomendasikan untuk dibaca oleh siapa saja.
Profile Image for Shafira Indika.
303 reviews238 followers
April 2, 2022
4.35/5✨

Hmm apayaaa jujur pas bagian awal2 excited bgt bacanya (i thought i was going to give this book 5 stars) tapi makin ke belakang kyk... yaaa yaudah?

OIYA DISCLAIMER DULU: ini subjektif yaaa! Pengalaman baca orang berbeda-beda jadi bisa aja kalian gak merasa gini

Buku ini mainly membahas tentang self esteem. Dijelaskan secara runtut dari apa sih sebenernya self-esteem itu serta self-esteem dibentuk dari apa aja. Ada ilmu-ilmu psikologi yang dituangkan disini juga, lengkap dengan istilah dan penjelasannya. Tapi tenang aja karena ga bikin bingung, penjelasannya runtut bgt jd sangat mudah dimengerti tanpa perlu punya background pendidikan terkait psikologi.

Buku ini juga memberikan karakteristik orang dgn self-esteem tinggi dan rendah di hampir tiap subbabnya. Aku suka bagian ini karena bisa jadi bahan self-talk atau kyk refleksi diri gituuloh—buat mikir aja kyk apa aku begini ya?

Namun, makin ke belakang aku tuh kyk ga nemu gtloh jadi aku harus apa... oke aku sadar self esteem-ku ga tinggi2 amat jadi aku ngapain dong? In short, saran yang diberikan menurutku kurang praktikal gitu. Mungkin karena yang dibahas juga luas cakupannya (masih soal self esteem jg cmn trnyt tinggi/rendahnya self esteem org tu tercermin dari banyak hal gitu loh). Entahlah ini aku yg ga nangkep aja atau emang begitu.

Oke in conclusion: bukunya bagus, worth to read, nambah insights, penyampaiannya enak bgt karena runtut dan jelas, terjemahan oke, buku gaterlalu tebel (240an halaman kalogasalah), banyak kalimat bagus utk direnungi, namun buatku menimbulkan pertanyaan "oke jadi aku harus apa?" yang tidak terjawab sepenuhnya hingga akhir buku.
Profile Image for Muhammad Muhsin.
54 reviews20 followers
June 15, 2022
Salah satu karya hebat yang dirilis oleh Penerbit Haru. Membicarakan konsep citra diri & Self Love dengan sabar nan perlahan.. berikut problematika yang melingkupinya..

Secara konsep penulis dengan baik menjelaskan mulai dari titik nol yang membantu proses pemahaman kita akan menghargai diri sendiri (self love).. yakni diri & konsep diri.

Konsep diri yang baik akan membuat kehidupan menjadi baik, demikian sebaliknya. Namun, karena perjalanan hidup yang tak mungkin selamanya mulus, akan ada masa di mana konsep diri berkembang, menjadi rapuh, atau tidak sekuat ketika kehidupan berada di pihak kita.

Beberapa kisah memang cukup triggering bagi yang pernah mendapat manipulasi dari rekan kerja, pasangan, teman, maupun orang tua. Namun, dengan perlahan penulis menawarkan solusi seperti ia merawat pasien konselingnya sendiri. Wajar jika butuh waktu lama menyelesaikannya jika kamu pernah memiliki riwayat trauma.

Buku ini ditulis oleh perempuan yang menurut saya memberi perspektif lebih humanis, tidak terburu-buru, berusaha menjelaskan konsep dengan empatik lagi penuh kasih.

Buku ini menurut saya memang lebih mengajak pembaca untuk pelan-pelan saja mengonsumsi setiap isinya. Mirip ketika kita menyantap teh panas yg dapat menghangatkan diri kita di kala hujan.. perlu dikonsumsi dengan santai, namun di ujung akan memberi pemahaman & kelegaan.
Profile Image for Tita Amelia.
74 reviews
June 8, 2024
Buku ini bagus, ada bbrp hal yg bisa saya terima dan memacu saya untuk memiliki self-esteem tinggi. Saya rangkum hal2 tersebut berikut ini:

"Bukankah hidup seperlunya saja cukup meski kita tak kunjung merasa bahagia saat sudah hidup dengankeras? Kita memang tidak akan merasa bahagia selama, tetapi setidaknya ada rasa nyaman dalam menjalani hidup."

"Semakin kita hidup di dalam dunia yang tampak kaya, semakin kita akan merasa
kekurangan. Meskipun kita mencoba untuk berpikir bahwa hidup kita sendiri adalah sesuatu yang berharga, kita terus dihadapkan dengan kekayaan materi milik
orang lain. Pada akhirnya, kita pun menganggap bahwa kebahagiaan berasal dari kekayaan materi. Kita jadi merasa
tidak adil karena tidak bisa memiliki kekayaan seperti itu. Rasanya seperti ingin hidup dengan lebih cerdas dan menjadi sukses seperti mereka. Sehingga, tidak ada alasan untuk kita tetap menjalani kehidupan tanpa kesuksesan dan pengakuan dari orang lain. Ini adalah contoh terobsesi pada self-esteem yang palsu."

"Tujuan akhir manusia adalah menjadi individu yang berfungsi penuh (fully-functioning person). Individu yang berfungsi penuh cenderung berfokus pada momen dalam hidup dan mendambakan kehidupan ketika ia bisa menemukan makna eksistensinya di dunia. Oleh karena itu, berdasarkan keyakinan pada diri dan pengalamannya sendiri, ia selalu bertindak
ke arah yang memuaskan dirinya sendiri tanpa terpengaruh penilaian ataupun pandangan orang lain."

"Self-esteem bukan berkaitan dengan kepintaran dan pekerjaan, melainkan dengan kebijaksanaan. Kebijaksanaan dalam beradaptasi dan memecahkan masalah ini berdasarkan pemikiran intelektual saat menghadapi situasi baru yang tak terduga, bukan semata-mata reaksi buta atau naluriah. Self-esteem juga bukanlah sebuah produk yang dihasilkan dari pencapaian terkait universitas unggulan atau pekerjaan bergengsi, melainkan produk dari kebijaksanaan tersebut.

"Orang-orang dengan self-esteem tinggi bisa memenuhi diri sendiri dengan pengalaman positif, yaitu
momen mereka berhasil mengatasi kegagalan. Mereka akan berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa sebuah kegagalan tidak akan membuat kehidupan mereka terpuruk. Kita sebenarnya boleh melakukan kesalahan dan meng
alami kegagalan. Hal yang terpenting adalah kita tidak goyah dan berusaha melanjutkan hidup."


"Oraang yang memiliki self-esteem tinggi. Mereka akan mengerjakan sesuatu dengan
cara yang bisa memunculkan hasil terbaik, bukan hanya untuk menghindari kegagalan."

"Jawaban saya atas persoalan 'dengan siapa sebaiknya kita berhubungan' adalag miliki hubungan dengan orang yang tahu bagaimana menghargai dirinya."

Sementara itu, memang ada beberapa hal yang saya kurang merasa kurang pas dan nyambung. Oleh karena itu, sementara saya beri bintang 4 ⭐️
Profile Image for Azfa.
299 reviews2 followers
May 18, 2023
#temanduduk📚
⚠️ 17+

Buku ini adlh karya dari seorg dokter psikiater yg memiliki jam terbang mumpuni dalam kesehatan mental. Setelah sebelumnya bekerja di rumah sakit, kini beliau telah memiliki klinik psikiatri sendiri di Cheonan, Korea Selatan.

Melalui pengalamannya berhadapan dgn pasien, juga berdasarkan teori² psikologi, salah satunya dari tokoh Alfred Adler auto ingat judul buku 'Berani Tidak Disukai' deh jadinya'. Penulis dalam buku ini membagikan wawasan terkait dengan 'Self-esteem' / harga diri seseorang dgn harapan pembaca dapat hidup dgn penuh semangat dan gairah tanpa memadamkan api (kebebasan) berharga yg ada pada diri dgn self esteem yg tinggi.

Berikut beberapa catatan menarik dari buku ini :
• Self esteem itu sewaktu-waktu bisa dan akan terus berubah jadi rendah atau bisa pula meningkat/tinggi.
• Self esteem tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh bawaan lahir, masa lalu atau trauma, namun memiliki hubungan erat dgnnya jika tidak diatasi.
• Ciri² org yg memiliki self esteem tinggi adl seseorang yg memiliki tingkat kemandirian yg tinggi, dgn itu ia menjadi sosok yg sgat bertanggung jawab shingga memiliki kesadaran trhdap tujuan hidupnya, serta kemampuan diri yg afektif, selalu berusaha menerima dirinya dan menjalankan hidup dgn konsisten di tengah masalah yg silih berganti datang.
• Self esteem adl konsep menghargai dan menghormati diri sendiri, dan bukan menjadikan diri sendiri sbg fokus utama.
• Ada 4 komponen ternyata yg diperlukan utk menumbuhkan self esteem. Apa itu? Lebih detailnya baca sendiri deh. 🫰🏻

Bagiku isi buku ini cukup banyak memuat jawaban secara lebih detail dari teori Adler. Apa yg disampaikan penulis di buku terkait berhubungan dengan org, sebenarnya dlm ajaran Islam juga diajarkan bahwa dlm meningkatkan harga diri, kebaikan yg kita lakukan perlu didasarkan atas ketulusan, bukan berorientasi pada pujian atau pengkuan org lain. 💓

Sebagaimana gambar di cover, membaca buku ini sungguh berasa lagi diajak memeluk diri sendiri sepanjang membaca. Menenangkan sekaligus mencerahkan. 💓 🌻

Meski begitu, tidak sepenuhnya isi di buku bisa diiyakan semua ya, karena ada beberapa kalimat yg memang cukup hanya dibaca saja. 😊

#jejak_sibuku
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for cozyreading.
50 reviews11 followers
November 2, 2022
Penulis : Jun Meekyung
Penerbit : Penerbit Haru
Genre : self improvement 17+
245 hlm

penulis merupakan seorang psikiater yang dibuku ini mengangkat cerita dari pengalaman penulis sendiri sebagai psikiater dan dari pengalaman pasien nya.

sering denger istilah ‘self esteem’ ? dibuku ini nge bahas secara detail tentang apa si sebenernya self esteem itu, menunjukkan mana self esteem sejati dan mana self esteem palsu.

dari buku ini aku baru tau kalau ternyata orang yang punya kepercayaan diri tinggi itu belum tentu karena self esteem nya tinggi juga.

justru self esteem yang sebenernya lebih mengarah ke rendah hati, tangguh, ga gampang nyerah, yang intinya adalah self esteem sejati menandakan bahwa orang itu tau nilai diri nya, dia tau dia berharga dan punya harga diri, jadi seburuk apapun kondisi yang sedang dia hadapi, dia berani buat hadapin. dan kalau di situasi yang senang, dia ga sombong, justru rendah hati. karena bukan penilaian orang lain yang dia butuhkan.

dengan pake barang2 mewah, branded, untuk mencari pengakuan orang lain, ga bisa dipastikan bakal bikin self esteem kita naik, justru itu akan menyakiti diri kita sendiri, orang lain jadi menilai ‘materi’ nya kan bukan ‘diri kita’ nya.

aku sempet bahas di igs kalau buku ini tu nyambung sama buku berani tidak disukai dan buku berani bahagia. kayaknya penulis juga ngikutin banget psikologi Adler deh. jadi kalau baca dua buku itu bakal cocok si kalo baca ini juga. tapi kalo gabaca dua itu juga aman, tetep ngerti baca ini.

buku ini dengan jelas, lengkap, mengupas tentang self esteem dan tips untuk meningkatkan self esteem kita berdasarkan ilmu psikologi.

aku rekomendasiin baca ini buat yang mau faham tentang self esteem lebih dalam dan jelas, juga kalau kamu sendiri ngerasa punya self esteem yang rendah, buku ini membantu bgt insyaaAllah.

4,7/5
Profile Image for Shofiya Hakim.
27 reviews
June 7, 2022
Butuh waktu seminggu untuk aku menyelesaikan buku ini. Pada awalnya aku merasa kesulitan memahami apa yang ingin disampaikan sang penulis. Karena sudah di peringatkan di awal, bahwa akan banyak istilah-istilah medis psikologis yang asing dan tentu sangat baru buatku, aku memahami dulu konteks dan maksud dari tiap istilah itu.

Terlebih aku memang menganggap buku ini sebagai buku nonfiction yang harus dibaca sambil direnungi, dan diterapkan. Iya, aku cukup ketrigger dengan istilah self-esteem rendah, luka masa lalu karena orang tua dan keluarga, tidak punya rencana dan pandangan masa depan karena sibuk merapikan diri yang masih berjuang melepaskan trauma dan penyesalan.

Aku sama sekali tidak berencana membaca buku ini, tapi di dua bab akhir aku baru bisa membacanya dengan penuh kesadaran, bahwa apa yang ada dalam buku ini harusnya sudah aku pelajari dari dulu.

Karena seperti buku self improvement lain yang penulisnya adalah seorang dokter/psikiater/psikolog, buku ini mengajak pembaca untuk lebih melihat lagi kedalam diri sendiri. Merangkul, dan seolah memberi uluran tangan untuk kita tidak lagi merasa sendirian, dan kita berharga.
Profile Image for Ardina Alth Mora.
489 reviews16 followers
March 1, 2023
📖Sering dengan istilah “Self Esteem” gak? Penulis yg seprang psikiater akan bahas apa yg disebut dengan Self Esteem, yg mana elf esteen sejati dan palsu, apa saja faktor yg membuat tinggi rendahnya self esteem. Penulis menceritaka pengalamannya sebagai psikiater dengan kisah-kisah pasien yg ditanganinya.
.
📖Lewat buku ini aku malah banyak tau tentang self esteem baik sejati atau pun palsu dan lewat buku ini penulis, menjelaskan tentang self esteem dan tips untuk membangun, meningkatkan self esteem pada diri kita. Karena orang -orang di sekitar kita juga sangat besar pengaruhnya dengan self-esteem kita, seperti orang tua, circle pergaulan, lingkungan kerja. Bahkan orang yg punya percaya diri yg tinggi aja belum tentu punya self esteem yg tinggi juga loh.
.
📖Ya intinya Self Esteem ini seberapa besar kita menghargai dan tau nilai diri sendiri dan punya harga diri, terlepas dari kondisi yang kita alami dan tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain. Oya buku ini ada kesamaan dengan buku Berani Tidak Disukai yaitu penulis sama sama mengikuti dan membahas tentang psikologi Adler. Yes, harus deh baca buku ini pokoknya.
Profile Image for Amaya.
93 reviews5 followers
May 5, 2025
Buku ini meluruskan konsep yang kerap disalahpahami perihal "self esteem". Penulis, yang merupakan psikiater, banyak merujuk pada sesi-sesi konseling bersama klien-kliennya. Banyak pandangan yang dikemukakan penulis yang membuatku turut merefleksikan diri sembari memetakan ulang persepsi dan asumsiku tentang diri sendiri.

Menurut penulis, self esteem tidaklah ditentukan oleh trauma, melainkan cara kita merespons hal-hal yang tidak menyenangkan atau yang melukai kita. Seseorang yang hidupnya baik saja, penuh keberuntungan pun, tetap dapat memiliki self esteem yang rendah. Salah satu saran yang diberikan penulis untuk meningkatkan self esteem kita adalah mengisi diri dengan sebanyak mungkin pengalaman positif yang menyenangkan dan membuka diri untuk menerima kebaikan yang tulus dari orang lain.

Ini buku yang bagus dibaca sambil journaling. Bacalah dengan perlahan, catatlah pikiran dan perasaan yang muncul saat membaca bagian tertentu, lalu bercerminlah. Niscaya membacanya akan menghadirkan pengalaman yang mendamaikan, dan mungkin saja, membawamu beberapa langkah lebib dekat dengan "pulih".
65 reviews1 follower
December 28, 2022
Akhirnyaaaaaa selesaaaiiiiiiii wkakaka. Sempet ngestuck dan emang bacanya kek nyicil gitu, kejeda-jeda juga. Bagus bukunyaaaaa 😍 ga kek buku psikologis yg ngepukpuk banyak bilang "gapapa" doang, tapi juga bikin yang baca buat bangkit dan berkembang. Dan emang beneran bgt kek yg dirasain org selfesteem rendah. Mungkin bikin kita yg lagi tertutup pikirannya bisa lebih berpikir logis. Semoga gw juga bisa menerapkan saran2 dari buku ini. Sedikit yg diambil dari buku

jadi gini, daripada merespon sesuatu dengan perasaan, lebih baik respon dengan logika dan bersikap objektif. dalam buku dicontohkan, saat kita melakukan kesalahan dan mengakuinya, bos kita memarahi kita selama berjam-jam. lebih baik kita respon dengan logika, bahwasanya seharusnya bos kita cukup menegur kita beberapa menit saja, bukankah aneh memarahi kita selama berjam-jam? karena dengan menegur beberapa menit saja itu sudah cukup dan sudah membuat kita lebih paham. dengan pemikiran seperti itu kita tidak akan memandang dan menganggap diri kita rendah.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Saji.
100 reviews5 followers
May 21, 2022
Cukup menarik. Pembahasannya: Self-esteem

Yang paling saya ingat,
Penilaian itu sifatnya mengikat pada masa lalu.
Pujian dan pengakuan itu sifatnya mengendalikan.
Dan, hadiah itu sifatnya mengikat pada seseorang.

Tentu, ini tak sepenuhnya begitu dalam semua kondisi, terutama kalo yang menilai, memuji, atau memberi hadiah itu tulus. Akan tetapi, pada beberapa kasus, khususnya yang berhubungan dengan sikap anak kecil hal ini memang ada.
Profile Image for desi.
14 reviews
December 19, 2023
⭐️4,6/5

Buku ini bener-bener bantu aku untuk paham tentang self esteem. Banyak banget part dan ciri yang dijelaskan sangat relatable. Self esteem is not about feeling or the way of thinking tapi kemampuan, intelektual, intuitif. Diakhiri dengan epic dengan cara-cara, tips untuk meningkatkan self esteem.

Ditengah-tengah ada bagian yang menurutku repetitif, tapi karna bagian-bagian akhir rame dan practice, aku tetep jatuh cinta dengan buku ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for syarif.
298 reviews67 followers
June 25, 2022
buku yang nyelekit karena memang sangat relevan dgn kehidupan anak muda sekarang 😭😣☝️

membahas ttg self-esteem seperti perasaan gagal melulu, rendah diri, menyalahkan diri terlalu dalam hingga kebayang peristiwa buruk di masa lalu

pembawaannya santai dan tidak begitu berat disertai dgn cerita pasien dari sang penulis yg juga seorang psikiater membuat buku ini maknyuss
Profile Image for Irli.
69 reviews7 followers
June 24, 2022
Cara penyampaian nya lebih kaya kita lagi konseling ke psikiater, bagus sih cuma mungkin kata katanya agak sulit dipahami, karena mungkin terjemahan juga kali ya
Displaying 1 - 15 of 15 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.