Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kuyang

Rate this book
“Tipuan terhebat iblis adalah saat kau percaya ia tidak ada.”

Kata-kata itu terngiang terus di benak Bimo. Ia tak bisa lagi mengelak, keputusannya untuk mengubah nasib ke Desa Muara Tapah adalah hal yang akan ia sesali seumur hidup. Kini, ia harus menghadapi kenyataan, makhluk yang bersekutu dengan iblis sedang mengincar istri dan calon anaknya.

Ada banyak sesal bertumpuk dalam hatinya. Ia juga tak bisa lagi memutuskan siapa yang layak dipercaya. Pak Kasno dan Pak Tingen, teman mengajarnya?
Pak Kades dan istrinya? Atau dukun beranak yang selama ini membantu istrinya? Bagi Bimo semua mengabur dan meresahkan. Ia hanya memiliki sang istri yang sedang hamil di desa ini, dan itulah yang hendak dirampas.

Iblis dengan kepala tanpa tubuh melayang-layang terus terbayang dalam ingatan Bimo. Di sela seringainya, ia memamerkan kaki bayi yang ada di mulutnya bersimbah darah. Bimo tahu, jika ia terlambat bertindak, istri dan calon anaknya akan bernasib sama. Ia menyusun berbagai rencana di kepala. Tak boleh ada yang merenggut istri dan calon anaknya.

308 pages, Paperback

Published January 1, 2022

5 people are currently reading
55 people want to read

About the author

Achmad Benbela

3 books5 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
18 (75%)
4 stars
4 (16%)
3 stars
2 (8%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for Silvana.
1,301 reviews1,240 followers
July 13, 2024
3.5 stars. I was intrigued about this novel since I found out about the movie adaptation. I am a sucker for local, homegrown horror (Asian horror are the best!) so when I read that the book is based on a local Borneo supernatural being that reminded me of Pontianak/Kuntilanak (maybe a variant? Subspecies?) so of course I have to read it. It was quite thrilling and fast paced though the cliffhangers at the end of each chapter are too much and too many. Some scenes are also quite amusing and therefore lost the creepy factor. I enjoyed however the spooky atmosphere and the colorful characters that are believable. The reveal were interesting as well, albeit a bit predictable. And that ending, nice.
Profile Image for Ahmad Ghufron.
7 reviews1 follower
February 19, 2022
Penjelasan di YouTube CatatanA_G :

https://youtu.be/k2SXuOgBSQ4

Buku pertama yang saya review ini berjudul Kuyang - Sekutu Iblis Yang Selalu Mengintai.

Sebagai penyuka buku-buku bergenre Horror tentunya saya tidak ingin ketinggalan dalam mendapatkan buku Kuyang ini. Pertama kali buku ini datang, saya sangat jatuh cinta dengan covernya yang begitu apik. Saya perlahan mulai membaca dari lembar pertama hingga akhirnya tak terasa sudah membaca lembar terakhir cerita.

Ekspektasi ceritanya tidak begitu terduga. Dari awal saya baca novel ini, banyak sekali tokoh yang berwajah dua. Yang artinya sangat apik sendiri beberapa tokoh yang diceritakan secara baik oleh si penulis. Alur cerita yang campuran juga membawa kesan sendiri bagi saya yang tidak sabar dalam memahami karakteristik dari setiap tokoh dan dari banyaknya tragedi yang terjadi di cerita tersebut.

Saya sendiri menyukai novel ini karena banyak informasi tentang Kalimantan didalamnya. Mulai dari adat istiadat, beberapa mitos setempat serta informasi lainnya yang tak kalah penting. Selain Kalimantan juga, saya jadi lebih tau tentang sosok asli Kuyang ini seperti apa.

~~~

Kisah sepasang suami istri yang merantau jauh ke Kalimantan ini banyak membawa pelajaran berharga. Selain, keyakinan satu sama lain, juga keyakinan terhadap orang-orang disekitar kita yang harus dijaga dengan baik.

Salut buat penulis, ini merupakan buku pertama beliau yang tentunya tidak mudah merangkai kisah ini menjadi sebuah buku yang begitu apik. Cerita yang ber narasumberkan temannya ini, berhasil beliau bungkus dengan sangat hati-hati, teliti dan tentunya luar biasa. Buku ini juga dilengkapi dengan beberapa ilustrasi, jadi kalian jangan khawatir ketika membayangkannya. Untuk gaya penulisan juga sudah baik, bahasanya mudah saya cermati.

Pokoknya kalian yang penyuka buku-buku bergenre Horror atau Misteri wajib banget baca dan punya buku "Kuyang - Sekutu Iblis Yang Selalu Mengintai".

Ratting : ⭐9/10 (Apik Pokoknya)
Profile Image for kitty.
241 reviews6 followers
November 27, 2025
Sumpah, baca Kuyang ini rasanya kayak kena mental breakdown berjamaah! Bimo sama Sriatun, pasutri CPNS newbie, malah nyasar ke Desa Muara Tapah yang cursed dan isinya full of red flags. Deskripsinya savage parah, nggak ada sensor pas Mayang ngunyah tikus atau pas kepala kuyang seliweran cari tumbal janin. Trust issue gue meledak gara-gara karakter kayak Pak Tingen sama Mina Uwe yang two-faced banget.. ternyata mereka punya agenda busuk sendiri buat ilmu hitam mereka! Spoiler alert: Tambi Nyai emang the OG villain yang pengen jadi iblis sempurna pake darah bayi Sriatun, tapi plot twist pengkhianatan Pak Tingen dan dendam Mina Uwe di ending beneran bikin gue pengen banting buku. Vibes-nya dark, mistisnya dapet, tapi siap-siap aja perut mual sama deskripsi gore-nya yang unhinged!
3 reviews
May 14, 2022
Seru banget ceritanya. Tebak-tebakan siapa pelakunya, sempat terkecoh taunya dugaan awal benar banget🤭 baca novel ini, berasa aku ada didalam ceritanya. Serem tapi ceritanya seru😆. AKU MENUNGGU KISAH-KISAH LAINNYA.
Profile Image for uruglydarkling.
60 reviews6 followers
April 7, 2023
Selama ini pengetahuanku tentang Kuyang hanyalah (hantu) kepala dengan organ dalam tubuh yg masih menempel dan menggantung di leher kepala. Lalu terbang, mencari makan (bayi yg sudah lahir atau bayi yg masih ada dalam kandungan perempuan hamil). Tapi, ternyata?

Ternyata lebih dari itu. Hiiiiiii.

Lewat novel ini, Bang Beben, berhasil mengisahkan tentang asal-usul Kuyang, manusia jadi-jadian (setengah iblis) dari Kalimantan.

Tepatnya di Desa Muara Tapah, Kalimantan, desa dimana semua kejadian mengerikan itu bermula. Bimo dan Sri, sepasang suami istri yg mengawali semua itu. Dari awal kedatangan, kejadian demi kejadian yg sangat aneh dan diluar nalar tak luput dari pandangan mereka.

Halaman demi halaman novel ini kubuka dengan perasaan tak nyaman, gelisah serta ngeri. Bagaimana tidak? Saat membaca, rasanya diri ini seperti sedang ikut tinggal di Desa Muara Tapah dan merasakan teror dari Kuyang serta kejadian-kejadian lainnya yg menyeramkan. Hiiiiiii.

Ini adalah novel horror ketiga yg kubaca setelah Sewu Dino serta Danur. Dan, wah, ceritanya sangat kompleks dan intense. Setiap karakter mempunyai porsi yg pas dengan tujuan mereka masing-masing yg ternyata membawa cerita berujung plot twist.

Detail tempat, waktu dan kejadian membuat novel ini menjadi lebih terasa nyata. Sesaat dimanjakan oleh pemandangan alam Kalimantan, tetapi setelahnya diperlihatkan juga kengerian yg ternyata ada di dalamnya.

Dari novel ini banyak sekali pengetahuan yg kudapat, tidak cuma tentang kisah misteri dari Kuyang tetapi juga tentang adat istiadat, bahasa, kebiasaan serta bagaimana kehidupan masyarakat Kalimantan di pedalaman hutan.

Terima kasih Bang Beben sudah melahirkan cerita Kuyang yg epik ini. Oh ya, salam kenal ya, Bang! Sepertinya aku akan menjadi pembaca setiamu. Hehe.

P.s. novel Parang Maya juga sedang kupesan dan tak sabar ingin membacanya jika sudah sampai.

P.s. lagi. dengar-dengar novel Kuyang ini akan diangkat ke layar lebar? Wah, tak sabar juga ingin mengetahui siapa sutradara dan para pemain yg akan memainkan filmnya.

Salam Kuyang! Hiiiiiiiii.
Profile Image for Azfa.
294 reviews2 followers
June 15, 2023
#temanduduk📚

☄️ Sebagai mana yg tertera di judul, novel ini berkisah tentang pengalaman Bimo yg baru saja ditugaskan mengajar di pedalaman Kalimantan yg bernama Desa Muara Tapah. Sejak awal perjalanan hingga ia tiba di tujuan, Bimo dan Isteri banyak menghadapi berbagai hal di luar nalar yg mengerikan, lalu berlanjut dgn berbagai peneroran bahkan pengejaran oleh makhluk jadi-jadian yg terkenal dgn sebutan "Kuyang" sebab Isteri Bimo ternyata sedang mengandung dan ia bahkan dijuluki oleh warga sbg perempuan dari pulau seberang.

☄️ awalnya aku merasa ngeri ketika membaca judulnya, namun setelah dibuka dan dicoba membaca halaman demi halaman ternyata g horor² banget, lebih dibuat merasa penasaran malah. Latar desa dan orang² yg menghuni desa itu digambarkan dgn cukup detail dan penuh kejutan. Di sini penulis membuatku salah sangka sama seseorang, padahal detail tokoh yg disebutkan sudah membuatku curiga juga, cuma tetap aja ketipu deh dibuatnya.

☄️Seperti apa yg dituliskan di cerita, novel ini berhasil membuatku merasa bingung beneran dalam membedakan antara nyata atau tidak nyatanya cerita. Karena apa yg dikisahkan sebenarnya memuat hal² yg kerap ditemui (bukan makhluk jadi-jadiannya ya, jangan sampai 😣)sbg orang Kalimantan mulai dari kepercayaannya akan sesuatu, hingga minyak bintang yg disebutkan sangat ampuh dan mujarab.

☄️Memang diperlukan kebijaksanaan dalam membacanya, karena ada beberapa hal dalam cerita yg bersebrangan dgn akidah. Untukku sih cukup sampai mempercayai jika hal gaib itu ada dan sebagai manusia, kita harus berusaha untuk tidak mengganggunya apalagi sampai mengajaknya bersekutu. Selain karena itu perbuatan syirik, juga akan menyebabkan kemudaratan yg sangat besar bukan hanya bagi diri tapi juga orang yg terdekat. Hal ini jugalah yg kutangkap sbg pesan moral yg disampaikan penulis dalam cerita bahwa 'selalu ada harga mahal yg harus dibayar jika bersekutu dgn iblis'.

☄️ Meski font tulisan kurang nyaman dibaca, membaca novel ini terasa seperti sdg menonton film beneran sih. 👍🌻

#jejak_sibuku
Profile Image for Maria Perdana.
97 reviews6 followers
April 5, 2025
Salah satu buku horor yang keren banget, karena gak hanya mengandalkan horor, tapi juga bercerita tentang budaya Kalimantan. Ini menurutku keren karena informasi tentang Kalimantan sepertinya tidak terlalu populer, padahal ini adalah bagian dari Indonesia juga.
Saya suka pendekatan penulisnya dalam membuat tokoh yang manusiawi. Dia tidak heroik dan anti peluru, sebaliknya dia penakut (walau bukan pengecut), dan dia gak tahu semua jawaban dari apa yang menimpanya. Sering kali pembaca tidak butuh tokoh yang sempurna, dan tokoh ini benar-benar orang biasa yang cuma ingin survive (bersama istrinya).
Semoga nanti makin banyak cerita horor kultural yang tidak Java-centric.
Profile Image for Steven S.
697 reviews67 followers
June 16, 2024
Novel horor karya Achmad Benbela menyajikan perjalanan menyusuri alam Kalimantan beserta misteri di dalamnya. Apik dan menyajikan keseruan hingga akhir.

Aku sebelumnya sudah menonton film Kuyang. Kisahnya kuingat cukup menegangkan. Meski selama babak kedua film, aku menimang rautan kulit kelapa muda yang baru saja kuminum. Memainkannya karena kurasa filmnya berjalan datar. Aku terkesan dengan dialek dan aktor lokal yang menjadi pemain filmnya. Saat ku tahu film horor ini diangkat dari novel. Aku langsung meniatkan untuk membaca materi asli film ini. Dan butuh beberapa bulan untuk memiliki novel Kuyang. Ku cari lewat Dema Buku tak kunjung ketemu. Shopee. Parang Maya novel lain mas Beben, sapaan akrab penulis asal Sampit masih lebih mudah. Ada stoknya. Penantian ini berakhir saat mencarinya di toko ijo. Beruntung akhirnya menemukan novel ini. Aku tak mau membaca Parang Maya, sebelum menamatkan novel Kuyang. Jitu prediksiku. Aku akan lebih masuk dalam dunia cerita mas Beben setelah menghabiskan Kuyang. Bagaimana kesanku membaca novel horor terbitan 2022 ini? Mari ikuti bersama di tulisan ini.

Pertama kita lihat dulu kover novel ini. Tertulis kuyang sebagai judul utama dan sekutu iblis yang selalu mengintai. Ada gambar aliran sungai yang seakan sedang ditunggui sesosok seram. Lalu di kanan bawah ada logo yang tertera cerita horor viral ditonton lebih dari 2 juta di Youtube. Sampulnya cukup unik karena menggambarkan setting cerita yang akan berlangsung. Nama penulis dengan warna putih berada di sisi atas. Logo GagasMedia di sisi kanan atas.

Secara garis besar. Kuyang bercerita tentang perjalanan horor yang dialami sepasang suami istri bernama Bimo dan Sriatun saat menjalani penempatan guru di desa terpencil di Kalimantan. Saat membaca novel ini, aku sudah mudah masuk di dunianya karena film Kuyang dan para pemainnya sangat nempel di benakku. Aku masih ingat tingkah pak Kades yang kocak. Totos Rasiti bikin ger sepanjang cerita. Dimas Aditya dan Alyssa Abidin aku kira cukup menghidupi karakter utama kita. Dari menamatkan buku setebal 301 halaman ini, aku mendapatkan cerita lengkap film Kuyang yang telah kutonton. Aku puas dengan novel yang ditulis mas Beben ini. Seru dan menegangkan sampai akhir.

Hal yang perlu diketahui juga adalah font buku ini terhitung kecil namun masih cukup terbaca olehku. Novel ini bisa juga dibeli lewat Playbook. Buku terbitan GagasMedia rata-rata sudah tersedia secara digital bila kesusahan dapat buku fisik.

Hal yang kusuka dari novel ini adalah penulis berhasil menyajikan petualangan yang menjanjikan penuh teror. Sejak awal aku sudah terhanyut dalam ceritanya. Bagaimana latar belakang Bimo harus menempuh perjalanan yang menyusahkan itu. Achmad Benbela bercerita dengan lugas dan menarik lewat sudut pandang orang pertama. Mas Bimo sebagai pencerita, akan menemanimu menceritakan aral rintangan yang dihadapinya. Hal kedua adalah setting tempat yang diangkat. Ku kira tempat seperti desa di daerah sungai di Kalimantan masih jarang ditampilkan. Penulis membawa kita menyusuri alam Kalimantan yang penuh bahaya. Mistis yang terdapat di pulau ini bisa tergambarkan lewat jalinan cerita yang diutarakan penulis. Sekali lagi, buku ini adalah komplemen yang pas dengan filmnya. Namun ku kira. Buku ini akan bisa dinikmati pula tanpa melihat filmnya. Minim typo. Hal ini juga mendukung cerita ini nikmat untuk diikuti.

Serba pas dan penuh teror. Aku tidak menyangka akan menyusuri lembar demi lembar dengan cepat. Seseru itu cerita ini. Pembabakan yang bagus dibuat oleh mas Beben. Dengan cliffhanger di setiap akhir bab. Top deh.

Novel horor ini saya rekomendasikan untuk pecinta horor/mistis Indonesia. Penggemar novel misteri juga bisa menikmati. Ataupun para pembaca umum yang ingin tahu seluk beluk lokal Kalimantan.
Profile Image for Day Nella.
247 reviews5 followers
September 27, 2024
"Kalau mau selamat di desa ini, kalian tidak boleh percaya siapa pun." Hal 137
-
KUYANG
Achmad Benbela
Penerbit @gagasmedia
Edisi Digital, 2022
Tebal 310 Halaman
Baca di Ipusnas
Personal rate 4,8/5
-
Woah, urban legend nusantara memang juara. Jujur sejak lama pengen baca novelnya, nggak cuma dengar cerita by podcast aja. Dan setelah baca, aku beneran suka. Karena vibesnya berasa nonton film. Penulisnya keren bisa menceritakan begitu detail baik suasana, lingkungan dan orang setempat, jangan lupakan rumah panggung yang bikin merinding.
-
Dibuka dengan prolog yang cukup mencekam kala pasangan suami istri Bimo dan Sriatun menapakkan kakinya di Desa Muara Tapah, salah satu desa di tanah kalimantan yang penduduknya hanya 22KK.
Bimo yang lulus sebagai CPNS ditugaskan mengajar di Daerah Kalimantan dan berangkat bersama istrinya yang ingin ditinggal lama merantau oleh Bimo. Tanpa mereka tahu kalau letak desa tersebut jauh dari kota bahkan masuk pelosok Kalimantan.
Dalam perjalanan bertemu dengan salah satu warga kampungnya di Gunung Kidul, Yogyakarta yang tidak pernah pulang dan dianggap telah mati oleh keluarganya tampak sehat bugar.
Bimo yakin ada yang disembunyikan tetangga satu kampungnya itu. Di mana semha jadi awal mala petaka bagi Bimo dan Sriatun.
-
Penulis menggambarkan situasi Desa Muara Tapah termasuk perjalanan dari Ibu kota hingga ke desa tersebut dengan begitu detail, seakan aku turut melihat keindahan dan kengerian jadi satu. Sampai pada kejanggalam dan hal mistis yang menyertai Bimo dan Sriatun. Kengerian dan rasa takut benar-benar ditulis apik sehingga setiap membaca aku selalu bergidik. (Kalau aku yang jadi CPNS, udah lambai tangan, minta pulang aja). Siang bolong aja masih bisa lihat hantu, peti mati yang diletakan secara sembarang dalam jumlah banyak. Rumah dinas yang hanya pakai jenset dan kalau malam dimatikan diganti lampu templok, ya Allah berasa banget kek orang jaman dulu. Cuma suara jangkrik dan burung hantu. Sinyal pun nggak ada. Wassalam.
-
Konflik yang diangkat penulis memang tidak asing, tapi selalu jadi rasa haus akan cerita-cerita horor yang bikin penasaran, termasuk Kuyang.
Profile Image for Yoyovochka.
309 reviews7 followers
March 11, 2023
Buku bergenre horor dengan kearifan lokal begini buat saya itu seperti obat rindu. Novel 'Kuyang' ini menyajikan sebuah horor dan kisah misteri yang namanya sudah santer saya dengar dari teman-teman maupun kerabat saya yang berasal dari Kalimantan. Sudah sejak awal kita disuguhi oleh kengerian dan betapa seramnya suasana dan lingkungan di desa yang penduduknya cuma secuil itu. Meski sejak awal saya rasa saya bisa menebak siapa pelaku sebenarnya, entah kenapa pada akhirnya itu saya kaget juga pas tebakan saya benar. Saya nggak tahu mau bilang apa lagi selain buku ini bagus banget. Pake banget. Saya suka dan akhirnya.... bener-bener nggak nyangka. Haduh-haduh...
Displaying 1 - 12 of 12 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.