Jump to ratings and reviews
Rate this book

My Younger Brother

Rate this book
Pada hari ketika sebuah kecelakaan maut menghabisi nyawa ibunya, India baru berusia 18 tahun. Penyesalan terbesar India Maheswari adalah tak segera membiarkan mendiang ibunya bahagia dengan sang kekasih setelah ayahnya lebih dulu dipanggil Tuhan.

Kalau saja ia memberikan restu lebih awal, paling tidak ibunya sempat mencecap kebahagiaan sebelum maut merenggut nyawanya. Kalau saja ia tak mempersulit, paling tidak bocah berusia delapan tahun yang ditinggal ibunya sejak bayi, sekaligus bakal adik tirinya itu, bisa merasakan kasih sayang ibu walau sebentar.

Untuk pertama kalinya sejak diperkenalkan, pada malam nahas itu, India merengkuh Adam kecil dalam dekapannya. Mereka tak terpisahkan lagi dan percik-percik asmara pun tumbuh antara Adam dan India.

452 pages, Paperback

Published February 2, 2022

Loading...
Loading...

About the author

Kincirmainan

18 books84 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (12%)
4 stars
7 (17%)
3 stars
12 (30%)
2 stars
10 (25%)
1 star
5 (12%)
Displaying 1 - 20 of 20 reviews
Profile Image for Jess.
609 reviews145 followers
February 24, 2023
1 bintang buat diriku sendiri yang udah berani nyelesain buku ini, despite how much I hate this book.

Disclaimer: Ini sepenuhnya pendapat pribadi dan aku berusaha jelasin kenapa aku gak suka sama buku ini based on semua hal YANG MEMANG TERJADI di buku ini.

How to explain that I hate this book LMAO.

Jadi buku ini bercerita tentang India dan Adam, mereka (hampir menjadi kakak adik tiri) tapi karna kecelakaan kedua orang tuanya hal itu tidak terwujud. India yang diliputi rasa bersalah pun bertekad untuk merawat dan membesarkan Adam sejak dia berusia 8 tahun sampai dewasa. Saat dewasa Adam ternyata sudah memendam perasaan suka dan cinta kepada India, tidak jelas sejak kapan tapi Adam mengungkapkan perasaannya saat dia udah dewasa yakni 18 tahun dan India 28 tahun.

Aku sama sekali gak enjoy baca buku ini. Sebenarnya aku nggak masalah sama age gap karakter selama karakternya sudah dewasa dan gak ada unsur grooming. Tapi yah, sampai akhir pun ceritanya gak berkembang dan karakter nggak ada yang loveable, malah bikin annoying.

Aku akan jelasin kenapa aku gak suka sama karakternya.



Oke, itu aja garis besar kenapa aku gak suka baca buku ini. Katanya penulisnya emang suka bikin buku yang berbeda dan agak keluar dari stereotype. Jujur aku penasaran sama bukunya yang lain, tapi buku ini sebagai perkenalan definitely NOT RECOMMEND, aku gak bisa nangkap maksud ‘jadi berbeda’ dan ‘unik’ yang mau di potray penulis karna buku ini straight up ‘not enjoyable’ dan seakan-akan cuman mau pake age-gap sebagai main romance trope tapi failed miserably.
Profile Image for Liliyana Halim.
315 reviews271 followers
March 22, 2022
Selesaiiiii! 🤩🤩🤩 awalnya aku merasa apa ya kayak wow gitu dengan cerita yang ditulis soalnya jarang ada yang nulis cerita begini tapi semakin dibaca sedih juga nyesek tapi bagussss 🤩🤩🤩. Aku suka endingnya 🥺. Pokoknya kalau suka tulisan Kak Kincirmainan jangan lewatkan novel ini 😉.
Profile Image for Yoyovochka.
326 reviews9 followers
September 5, 2022
Buku ini adalah buku yang membuat perasaanku campur aduk: kesal, jengkel, sedih, kepingin marah.
Disajikan dalam narasi yang apik dari sudut pandang orang pertama, buku ini menceritakan tentang kehidupan India, seorang perempuan di penghujung usia 20-an yang harus mengurus adik, tetapi juga bukan adiknya, Adam setelah kedua orang tua mereka yang nyaris menikah meninggal dalam kecelakaan.
Meskipun menggunakan sudut pandang orang pertama, buku ini menurutku agak berbeda karena narasinya bagus dan gak terjebak pada penggunaan kata 'aku', 'aku', 'aku' di segala tempat. Penggambaran karakter tokohnya kuat dan konsisten sampai akhir.
Yang bikin aku jengkel itu dua karakter ini, memang. India yang plin-plan dan ingin selalu membahagiakan orang-orang di sekelilingnya menurutku bikin kesel. Sementara itu, Adam juga kekanakan banget. Belum lagi, tante-tante India yang selalu ingin ikut campur. Tetapi...., ya tetapi... bakalan ada plot twist yang cukup keren di bagian akhir menurutku.
Cuma aja, kasihan ya Bastian disuruh nunggu selama itu. Ada gitu ya memangnya laki-laki yang sesetia itu hihihi.
Buku ini buku bantal. Alurnya agak lambat. Jadi, bacanya mesti penuh kesabaran.
Profile Image for Rossa Imaniar.
224 reviews5 followers
August 16, 2023
“Aku merasa baik-baik saja. Mungkin sebenarnya bukannya aku tak punya rasa iri, aku hanya memiliki kadar ketidakpedulian jauh di atas orang-orang pada umumnya. Itu terjadi secara alamiah, tahu-tahu saat dewasa aku tidak menargetkan apa pun, aku tidak menginginkan hal-hal yang umumnya diinginkan anak lain, atau pemuda lain, mungkin juga karena aku tak punya standar kebahagiaan yang sama dengan kebanyakan orang... makanya aku tak pernah merasa iri saat orang lain mencapai sesuatu yang tak pernah menjadi kebahagiaanku itu.”
—Bastian—

“Kenapa kamu selalu bersikeras mempersoalkan sesuatu yang belum terjadi, mencemaskan hal-hal buruk, dan menghindar dalam hal apa pun. Kenapa kamu nggak mencoba menghadapinya? Berandai-andai akan sesuatu yang buruk dan belum terjadi bikin kita nggak bisa menikmati masa-masa yang harusnya dinikmati.”
—Adam—

“Aku sudah muak dengan segala standar kebahagiaan dan norma-norma yang mereka paksakan terhadap generasi yang lebih muda. Yang mereka pikirkan hanya bagaimana menjaga nama baik, tapi tak ragu mengesampingkan sisi kemanusiaan. Sudah lama aku dijadikan objek penderita hanya karena aku sudah tak punya orang tua, tak ada yang membelaku, semua orang merasa lebih tahu banyak apa yang paling baik untukku. Segalanya harus sesuai ukuran mereka, kapan menikah, kapan punya anak, dan lain-lain.”
—India—

Selesai baca novel ini kurleb dalam waktu sehari. Alurnya agak lambat di awal, ada beberapa bagian yang menurutku terlalu berputar-putar alias njelimet. Tapi aku tetap bisa menikmati jalan ceritanya.

Seperti layaknya manusia dalam kehidupan nyata, karakter tiap tokoh di novel ini pun memiliki plus-minus. Misalnya Adam, aku suka saat dia berpikir dewasa, dan teguh memegang prinsip hidupnya. Tapi ada kalanya dia kekanak-kanakan.

India pun begitu, ada kalanya dia tegas setiap mengambil keputusan. Tapi, kadang juga terkesan gampang banget terpengaruh. Yang paling aku suka sih, si Bastian. Menurutku dia bijak dan selalu berpikir matang.

Jujur ya dari awal lihat judul, aku udah bisa nebak bakal kayak gimana hubungan antara India dan Adam. Cuma aku nggak nyangka endingnya bakal dibikin penulis kayak gitu, plot twist banget, hehe.

Sebenernya aku suka dengan keputusan India yang memilih untuk menentukan jalan hidupnya sendiri tanpa bergantung sama siapa pun. Aku acungi jempol untuk hal itu. Cuma kok ya, setelah semua perjuangan yang iya kerahkan, kenapa tiba-tiba berbelok arah mengambil keputusan yang sedemikian rupa. Bener-bener bikin greget.

Overall, buatku novel ini cukup bisa dinikmati. Apalagi banyak banget kutipan-kutipan yang bisa kita ambil sebagai nasihat untuk diri kita pribadi.
So, aku kasih 3.5/5 🌟 untuk novel ini..
1 review
October 3, 2026
Mungkin kalau posisi kami berbalik, orang akan lebih bisa menerimanya. Jika aku lelaki, dan Adam perempuan. Di dunia yang jauh lebih memaklumi segala hal selama dilakukan oleh seorang pria, aku sudah merusak tatanan. Seharusnya aku menolak, seharusnya aku tidak memprovokasi, semuanya adalah kesalahanku. Tak peduli kami saling mencintai.” - India Maheswari.

“Ini memang menyakitkan, tapi benar. Kebenaran tidak selalu menyenangkan, kan? Tadinya aku berpikir … menghindari masih bisa kulakukan, tapi tidak dengan menyangkal. Menyangkal sesuatu yang benar sama saja seperti menolak kebenaran, sama saja dengan mengkhianati hati nuraniku. Aku selalu hidup berpegang prinsip itu.” — Adam Bumi Pratama.

—————————

Kemalangan yang terjadi kepada kedua orang tua mereka yang hampir menikah, menyisakan dua anak untuk tinggal dalam satu atap tanpa tahu hal lain kecuali; mereka tidak punya siapapun untuk diandalkan, kecuali satu sama lain.

Awalnya India cukup meyakini bahwa perasaan yang ia miliki kepada Adik tirinya, tidak lebih dari rasa ingin melindungi Adam kecil yang sebatang kara. Sekaligus rasa bersalah karena pernah menghalang-halangi kebahagiaan Ibunya untuk melanjutkan hidup dan menikahi laki-laki idamannya; ayah Adam. Sampai dua orang itu akhirnya bersatu dalam maut.

Keadaan mulai berubah saat India yang berusia 29 tahun, dijodoh-jodohkan oleh tantenya, sebab mereka terlalu khawatir kalau India didiamkan terlalu lama bersama Adam yang sudah berada di ambang umur remajanya; 19 tahun.

Pemberontakkan demi pemberontakkan dari Adam, membuat India kelimpungan luar biasa. Hingga akhirnya dia mengetahui; bahwa semua kelakuan Adam yang dirasa tidak masuk akal kepadanya yang sudah bersusah payah mengasuhnya, itu karena selama ini bocah itu memendam perasaan cinta, yang Adam sendiri yakini bukan kesalahan karena mereka bukan kakak-adik yang sesungguhnya.

Meskipun dengan genre ‘Novel Romansa’ yang tertamat di novel ini, aku hampir nggak merasakan percikan cinta seperti yang seharusnya aku rasakan tiap kali membaca novel romansa.

Meski begitu, topik yang dibawa di dalam novel ini, menurutku terlalu berarti untuk sekadar dilabeli; novel aneh, isinya zonk, buang-buang waktu, atau yang lain. Tapi bukan berarti aku akan terlalu memujinya juga, sebab jujur saja— kepalaku mau pecah tiap kali aku melewati lembar demi lembar novel ini sampai tiba ke ujungnya.

Pertama, aku berusaha menyusuri karakter Adam, meskipun tak satu pun ada POV darinya di novel ini. Tapi karena dia cukup vokal menyuarakan apa yang dia pikiran dan rasakan, serta selalu tanpa ragu mengkritik India kalau menurutnya dia salah. Aku jadi paham garis besar gimana anak ini memiliki proses berpikir.

Dan kesimpulanku…? Dia manipulatif.

Adam remaja tahu bagaimana sosok Kakak yang selalu melindunginya dan akan melakukan apapun untuknya— akan selalu kewalahan tiap kali Adam mengamuk, mengancam, pergi dari rumah, dan memberontak layaknya remaja seusianya. Dan Adam memanfaatkan itu.

Di sisi lain, ketidakberdayaan India, yang mungkin sudah dini ‘dirusak’ oleh trauma masa lalunya; soal kepergian Ayah dan Ibunya, serta masa lalu yang ingin sekali ia kubur namun malah dijadikan sebagai ‘senjata’ oleh Adam yang justru berbalik kepadanya.

India tanpa sadar terjebak oleh perasaan yang selalu ia rawat; bahwa ia akan selalu ada untuk Adam, membuat anak itu memiliki kesempatan yang sama seperti anak lainnya yang memiliki orang tua lengkap, dan melihat Adam akhirnya sukses dan memiliki hidup yang membanggakan.

Tanpa sadar— ketakutan kalau semua jerih payahnya tak menemui ujung yang sesuai dengan rencananya. India begitu takut Adam pergi dari sisinya. Hingga berpikir bahwa satu-satunya jalan untuk membuat Adam tinggal, adalah dengan membalas perasaan anak itu.

Memanipulasi dirinya sendiri kalau dia betulan menginginkannya. Toh, selama ini, nggak ada laki-laki yang pernah betulan mengesankannya. Cuma Adam. Dunia India selalu berputar dengan Adam sebagai porosnya.

Pertikaian demi pertikaian yang terjadi setelah mereka secara resmi ‘saling mencintai’ pun, membuatku berpikir: Kalau dua orang ini, selalu berkali-kali menekankan, “Tidak ada yang salah dengan hubungan kita.”. Namun berakhir menyakiti satu sama lain dalam tiap prosesnya.

Dan satu hal yang aku sadari belakangan dari karakter India, yaitu dia memiliki kecenderungan; benci tiap kali dia merasa Adam tidak membutuhkannya, dan lebih memilih untuk meminta tolong orang lain dibandingkan dirinya.

Diam-diam, India menikmati menjadi peran satu-satunya yang bisa Adam andalkan.

Dan saat dirasanya Adam sudah bisa mengambil keputusan tanpa melibatkan India lagi di dalamnya. Terlebih meminta ‘pertolongan’ kepada keluarganya yang lain. Titik balik dari hubungan mereka terjadi; India akhirnya melepaskan Adam.

Novel ini akan cukup berarti bagiku, kalau saja cerita selesai disitu. Persepsiku kepada India yang sudah terlanjur rusak, mulai terasa membaik diwaktu India ngomongin soal: “The Art of Letting Go” selepas kepergian Adam.

Tapi di penghujung novel yang menceritakan apa yang terjadi 15 tahun setelahnya. Itu terlalu menyakitkan atau bahkan disturbing buat aku terima.

India, yang puluhan tahun hidup dalam pengasingan, dan terus-terusan menolak Bastian yang berkali-kali menyatakan kesungguhannya. Hanya untuk mengakui: “Cinta sebagai seorang Kakak … cinta seorang Ibu …” kepada Adam sebagai penggambaran perasaannya, setelah apa yang mereka berdua sempat ‘lalui’. Yes, including the sexual stuff and everything.

Lalu pada akhirnya, menerima lamaran Bastian, padahal di chapter sebelumnya dia menolak Adam tapi dengan menyebutkan; “Aku akan selalu menjadi kekasihmu, Dam…”.

Adam, disisi lain, juga nggak lebih baik. Dia menyematkan nama ‘India’ kepada anaknya, dengan kondisi istrinya yang nggak tahu apa-apa soal hubungan yang sebenarnya terjadi diantara Adam dan India (kakaknya yang selalu ia cari-cari).

Dan bagaimana Adam menyebutkan kalau dia nggak akan ragu ‘membuang’ Thalia, istrinya, kalau saja dia berhasil menemukan India lebih awal. Gimana dia bisa tega ngomong begitu kepada perempuan yang memberinya anak, bahkan meninggal karena itu…?

Aku punya segudang kritik pada Adam dan India, disepanjang novel berjalan— tapi nggak ada apa-apanya dibandingan dengan makianku di ujung chapter dari novel ini.

Novel ini cukup mengguncangku secara mental. Dan bagaimana ini semua berakhir, juga nggak memperbaikinya sama sekali.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Aisyha.
94 reviews
Read
February 23, 2025
Tema yang diangkat sebenernya bikin agak kurang nyaman, sih, bagi sebagian orang. India, wanita yang sebentar lagi menginjak kepala tiga, dan Adam, bocah 19 tahun. 😃

Perlu dijelaskan sedikit, saya bukan tipe pembaca yang merasa terganggu dengan age gap yang cukup jauh. Tapi, yang agak berbeda dari novel ini adalah umur Adam yang terbilang masih jauh dari kata stabil secara emosional dan ya pikir aja deh, India itu kakak tirinya sendiri, loh. Dan bener aja, selama menjalin hubungan, Adam dan India bukan selayaknya pasangan pada umumnya. Dalam pandangan saya, India jauh lebih seperti pengurus bocah uring-uringan, egois, dan kadang bersikap kelewat posesif terhadap India.

Awalnya, saya berpikir, kok bisa ya India membalas perasaan Adam? Padahal, masih ada Bastian yang jelas-jelas, kalau mau membandingkan dengan Adam, jauh di atasnya (dari banyak aspek). Lalu, menjelang saya tamatkan, saya sadar bahwa India bisa memilih jalan ini, bukan lain karena dirinya begitu kesepian, ditambah dengan tekanan kuat dari keluarga besarnya. Tokoh yang seratus persen saya sukai cuma Bastian, sih. Dewasa dan penuh simpati. Selain itu, nggak bisa saya tampik bahwa membaca buku ini lumayan menguras tenaga dan butuh diselingi sama novel lain. Tapi, karena endingnya nggak buruk-buruk amat bagi saya (ga kurang ga lebih), saya rasa novel My Younger Brother bisa dijadikan pengalaman baru dalam membaca, sekaligus suka duka yang saya harap nggak akan saya temui lagi😂

Satu hal yang begitu menonjol dari buku ini adalah kenyataan pahit bahwa bagi para wanita, lebih rentan bagi mereka untuk dijadikan sebagai bahan penghakiman bagi orang-orang sekitarnya. Kesempatan mereka untuk gagal dan melakukan kesalahan rasanya jauh lebih sedikit dan menghimpit.

Sekiaaan review-nya. Maaf bila ada salah kata. Dan terakhir, saya tetap nggak bisa memutuskan harus ngasih rating berapa untuk buku yang satu ini.
Profile Image for Nuraa_.
9 reviews
May 13, 2025
Entah kenapa aku ga suka dan ga nyaman baca buku ini. Bahkan sempat aku alihkan dengan membaca buku yang lain. Dan aku paham sekarang kenapa setelah membacanya lebih dalam lagi.

Aku tidak suka dengan karakter Adam yang terkesan seenaknya! Padahal dia bilang sendiri bahwa apa yang di pikirkan oleh keluarga Indi itu tidaklah benar, karena mana mungkin dia bersikap kurang ajar sama seseorang yang menolongnya. Lalu perkataan itu seperti perkataan yang tertelan lalu di cerna dan menghilang. Sikap Adam ini masih kayak remaja labil, dia bahkan tidak menyesali perbuatannya sama sekali. Dan Indi terlalu memanjakan seekor harimau.

Ga cuman Adam, aku juga ga suka Karakter Indi yang plin plan dan terkesan gampangan gitu. Dia seperti akan selalu tersipu walau seorang pria menyodorkannya seonggok cokelat, padahal dia sudah 28 tahun tauu... Padahal dia tahu kalau dia tidak nyaman dengan sikap Bastian (terkadang) atau sikap Adam. Tapi wanita satu ini tidak begitu menegaskan hal itu, hingga kedua laki laki itu terkesan menyepelekan nya (pandanganku).


Bastian terlalu memaksakan untuk dekat dengan India, sebagai lelaki dewasa aslinya dia cukup paham kalau wanita dan pria tidak boleh ada di dalam rumah hanya berdoa, kalau dia masih punya harga diri aslinya bisa menolak.


Untuk keluarganya India, mereka boleh khawatir kok, tapi untuk mendikte kehidupan seorang Indi dan seakan akan ingin tau semuanya tentang kehidupan dia. Itu minus banget buat aku, ga tau seberapa risihnya aku dan seberapa cemasnya hari hariku kalau selalu harus di gituin.


Masih banyak sebenarnya, tapi ini lebih dari cukup. Aku kasih bintang dua untuk beberapa dialog yang bisa aku jadikan self love, kemudian untuk author nya yang sudah memuntahkan ide ide cerita ini. Kita cukup ambil pesan moralnya saja.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book278 followers
July 28, 2022
India menerima kenyataan bahwa Mamanya yang akan menikah dengan om Awan, tewas dalam kecelakaan. India lalu membesarkan dan mengasuh Adam, anak om Awan yang berseleisih 10 tahun dengannya. Hingga usia India mencapai 29 tahun dan belum menikah menjadi permasalahan utama dalam keluarga besarnya. Mereka menganggap seharusnya India dan Adam tidak lagi tinggal bersama karena bagaimanapun juga mereka tidak ada hubungan darah.

India mulai dijodohkan dengan beberapa orang, tetapi di belakang India, Adam berbuat sesuatu yang membuat hubungannya kandas. Adam juga mulai terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya atas perjodohan-perjodohan India. Di luar dugaan Adam menyatakan perasaannya yang tidak bisa lagi menganggap India sebagai seorang kakak.

Diceritakan dari sudut pandang India, pembaca diajak memahami kegalauan yang dirasakan India. India sendiri mencoba memahami perasaan yang dimilikinya bersama Adam. Namun sejauh apapun mereka melangkah, ada norma yang selalu menghakimi mereka.

Penulis memang selalu mencoba mengangkat kisah cinta yang berbeda. Kali ini antara kakak dan adik yang terikat oleh sebuah tanggung jawab. Bahwa cinta dapat hadir kapan saja dan pada siapapun juga.
Profile Image for Jessy Willy Pramestie.
154 reviews1 follower
August 26, 2023
Oke, satu hal yang membuat aku lama bngt untuk menyelesaikan novel ini adalah jalan cerita yg sangat panjang. Sumpah aku harus yakini diri sendiri bahwa aku mampu baca buku sampai selesai. Tokoh utama yg belum dewasa dan yg satunya lagi rumit juga plin-plan. Bukan jenis cerita yg slowburn and sweet ya. Jadi, bagi kalian yg ingin mencari hiburan dgn baca novel ini menurutku jangan. Karena 80% nya adu debat antar tokoh.

Note: Kalo kamu mau baca karya kincirmainan yg lain aku rekomendasikan Enjoy The Little Things. Kamu ga bakal nyesel :)

Aku beri 3,5/5 bintang
3 reviews
January 15, 2025
Berhasil nyelesaiin buku ini dengan perasaan campur aduk. Gimana ngga? Seorang perempuan 29 tahun yang menjalani cinta dengan anak remaja yang bahkan udh dia anggap adek bertahun-tahun. Aku bacanya aga kesel juga ya. Padahal juga udah dihadapkan dengan sosok yang tulus banget. Tapi ya namanya manusia, perasaannya emang rumit. Meski akhirnya juga sama si orang yang udah mau banget nunggu dia bertahun-tahun itu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rue.
57 reviews3 followers
October 29, 2026
Read it in one sitting, skimmed lots of parts because the repetitiveness was sksksksk Idk what to feel about this. Everything felt insufferable. I was hoping for unrealistic cliche happy ending, but ngl that ending left a slightly deeper mark. I just don’t like how conversations felt forced cuz the inconsistency between formal and informal tone
Profile Image for maruchan.
38 reviews
July 27, 2024
Tebal. Jujur agak menyesal baca ini, berasa buang waktu.

Bikin kepikiran beberapa hari setelah membaca buku ini, karena isinya yang… menurut saya zonk. Walaupun kalau dipikir-pikir ceritanya cukup logis, dan mungkin saja terjadi.

Tapi saat membacanya, alur ceritanya terasa absurd.
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,059 reviews285 followers
January 10, 2023
Buku pertama yang selesai dibaca tahun ini, semoga bisa jadi pecut untuk lebih aktif baca dan ngreview lagi 😄
Profile Image for nasya.
918 reviews
April 10, 2023
beberapa waktu lalu, aku tau buku ini ramai di twitter, menuai cukup banyak kontra, tapi aku nggak terlalu mengikuti. kemudian, aku berkesempatan membaca ini, dan yeah bisa kusimpulkan perasaanku selama membaca buku ini, bukanlah perasaan bahagia. dari awal cerita, walau mungkin india belum menunjukkan ketertarikan itu, membaca kedekatan mereka itu terasa salah, mengutip kata satrio, "its not wrong, but it doesnt seems right". kayak, entah kenapa narasi-narasinya justru membuat aku merasa geli dan risih dengan kedekatan mereka. terutama perbuatan-perbuatan adam yang kalau aku jadi india jelas2 risih, pertama dia memergoki india ganti baju, kemudian menyuruh india memakai baju yang terbuka, dan ketika liburan ingin sekamar berdua walaupun tujuannya ga mesum, tapi dengan hal2 tersebut cukup membuat aku merinding. trus aku juga sebel banget sama si india, aku udah baca banyak buku tentang tokoh perempuan yang pesimis, tapi pesimisnya india ini bener2 bikin menguji emosi. kayak cokk, kenapa kamu gampang banget diluluhin sama orang yang kamu anggap adik. kadang pengen deket sama adam, kadang menjauhi adam seolah adam itu virus. trus di beberapa adegan dia dengan keluarganya, aku ga merasa dia membela adam, dia cuma mau membela dirinya sendiri. dan setelah cumbuan2nya dengan adam, lalu dia pergi menjauh, kesimpulannya adalah dia menganggap cinta itu cinta seorang ibu, cok gaada ibu yang bercumbu sama anaknya, kecuali orang itu orang gila. gaada satupun tokoh yang aku suka disini, yeah kecuali pacarnya dimas, itu cukup menghibur.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ulfah Sandra.
5 reviews
February 13, 2022
Baru aja menuntaskan baca city light keren ini.
Entah mengapa selalu suka sama karya Kincirmainan. Sejak dulu.

Untuk yang satu ini dari cover aja sudah menarik, apalagi isinya.
Adalah India, seorang kakak yang sangat melindungi adiknya, Adam. Adik yang sebenarnya nggak ada hubungan darah, dan itu sangat disadari oleh Adam setelah beranjak dewasa.
Cinta pun tak terelakkan di antara mereka.
Namun, semulus itulah mereka menjalaninya? Tentu saja nggak. Jarak usia yang jauh, belum lagi keluarga sangat menentang hubungan itu.
Dari novel ini ada satu yang sangat membekas banget, lepaskanlah kalau memang itu jadi jalan yang terbaik.
10 reviews
Read
August 16, 2023
buku ini sebenarnya bagus. Tapi saya kurang mengerti dengan karakter India. Kadang jalan pikirannya dewasa kadang plin plan. Sehingga ending ceritanya jadi kurang asik menurutku.
Displaying 1 - 20 of 20 reviews