Jump to ratings and reviews
Rate this book

Gramedia Writing Project

Teori Tawa dan Cara-Cara Melucu Lainnya

Rate this book
Semua orang beranggapan hidup Kuma itu seru. Papanya pelawak senior. Ibunya presenter terkenal. Adiknya YouTuber dengan jutaan subscribers. Bahkan si bungsu punya ratusan penggemar! Cuma Kuma yang beda sendiri. Bukannya bikin orang tertawa, dia malah cuma bisa bikin mereka muntah-muntah (true story).

Masalahnya, Kuma harus tampil di Ketawa Ketiwi, acara lawak yang digagas keluarganya. Kalau gagal melucu, Kuma terancam bikin malu keluarganya!

Lalu Kuma bertemu Bo, cowok misterius yang tak bisa tertawa karena pikirannya digerogoti monster dari masa lalu.

Pertemuan mereka menantang Kuma untuk membuat Bo tertawa. Dua sosok berseberangan ini saling mendukung dalam usaha memecah tawa, tanpa mengetahui rahasia-rahasia yang akan menguji persahabatan mereka.

288 pages, Paperback

First published February 9, 2022

18 people are currently reading
274 people want to read

About the author

Kai Elian

4 books60 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
79 (23%)
4 stars
180 (52%)
3 stars
79 (23%)
2 stars
5 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 120 reviews
Author 4 books60 followers
Read
June 22, 2023
This is my first book, therefore the review is obviously bias. All I want to say is that it is not easy—at least for me—to write story based on some experience that you personally want to forget or (pretend) never happened, but nevertheless, I did it. I'm very grateful that the book is finished, and I hope the story can inspire, motivate, and entertain the readers. Cheers!
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books151 followers
March 20, 2022
Wow. Kapan kali terakhir aku baca YA semacam ini? Kayaknya udah lama.
Sebelum mulai, aku mau mengucapkan selamat kepada penulis atas rilisnya buku debut ini. Aku belum pernah baca karya-karya penulis di platform online yang kayaknya lumayan banyak, tapi jelas setelah ini aku akan menanti buku-buku barunya dicetak~

Pertama, aku suka judul, premis, dan covernya. Tapi jangan terkecoh, cerita ini tidak seringan judul dan cover ya. Aku berhenti tiap beberapa bab karena harus "ambil napas". Trigger warning di buku ini cukup banyak dan aku mau nambah satu: penagihan utang. Karena pernah mengalami yang hampir sama parahnya dengan di sini, aku sempat mual pas baca. Iya, ke-trigger, bestie wkwkwk.

Kedua, riset. Mungkin ada hubungannya dengan pengalaman yang dialami oleh penulis, jadi terasa sekali dia mendalami soal kesehatan mental, hasilnya bagus! Dan yang paling penting, tidak diromantisisasi. Aku salut dengan narasi yang disusun penulis di sini. Lalu segala detail soal tawa dan stand-up comedy. Sebagai orang yang nggak pernah betah nonton stand-up, aku jadi "tercerahkan". Kebayang, penulisnya pasti berusaha keras banget, apalagi buat lelucon-leluconnya karena menurutku sulit nulis komedi tuh.

Ketiga, karakterisasi dan dual PoV. Aku cocok loh sama "suara" Bo dan Kumala, yang mana biasanya jarang terjadi pas baca buku lokal. Ini bukan maksud menjatuhkan salah satu pihak ya, aku beropini aja, yang mana opini pasti subjektif. Aku nyaman baca dual PoV di sini. Sementara karakter-karakternya menarik, berlapis, lalu perkembangannya perlahan tapi pasti. Aku sempat takut kebanyakan ujug-ujug, tapi untungnya enggak.

Sayangnya, aku kecewa sama in line editing buku ini. Untuk ukuran buku yang diterbitkan penerbit mayor dengan DUA EDITOR, menemukan teknis tabrak lari dan bocor PoV ini sumpah bikin baca jadi tersendat. Aku pun bad mood wkwkwk untung aja aku suka sama gaya nulis penulisnya, jadi selamat sentosa dilanjutkan sampai tamat. Oh, PoV bocornya di halaman 174. Semoga cetak ulang ya, jadi bisa diedit lagi nih teknisnya.

Secara keseluruhan, buku ini lebih banyak plusnya yang kujabarkan wkwkwk karena untuk ukuran debut, buku ini sudah oke di kamusku. Sukses terus untuk penulisnya!
Profile Image for Liliyana Halim.
309 reviews238 followers
April 11, 2022
Selesaiiiii! 🤩🤩🤩 aku suka gaya ceritanya. Pembukanya lumayan bikin kaget tapi juga cukup lucu. Manisnya nggak berlebihan pokoknya bisalah bikin baper. Ngeselinnya pake banget. Aku suka tema yang diangkat, lalu dijabarin dengan baik juga, nggak berlebihan. Aku suka waktu bagian mata Kuma mencari-cari Bo, lalu Bo melihat Kuma dari kejauhan mengangguk dan mengacungkan jempol 🥰. Baca ini jadi ikutan Kuma belajar bagaimana cara melucu 🤭. Jadi penasaran novel selanjutnya temanya apa 🤭.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
June 6, 2022
Kuma terlahir sebagai anak sulung dari keluarga Komika. Ayahnya seorang pelawak, ibunya presenter, kedua adiknya juga entertainer. Semuanya terkenal, kecuali Kuma. Ayahnya kemudian membuat suatu acara televisi yang akan menampilkan seluruh anggota keluarga Komika. Tidak terkecuali Kuma, yang harus tampil menjadi stand-up comedian. Merasa dirinya sama sekali tidak memiliki bakat untuk melucu, Kuma belajar mati-matian. Dia kemudian bergabung dengan sebah komunitas di Kafe Ceria milik temannya, Nyonyo. Di kafe itulah dia bertemu dengan Bo.

Bonaventura atau biasa dipanggil Bo, seorang pemuda yang harus menanggung beban hidup keluarganya. Ibunya telah lama meninggal, ayahnya sakit stroke, sementara kakaknya tidak bisa diharapkan. Selepas SMA, Bo bekerja sebagai guru les untuk menghidupi keluarganya. Yang keluarganya tidak tahu, Bo sudah beberapa kali ingin bunuh diri. Suara-suara di dalam kepalanya serupa monster yang selalu menguasai dirinya, menyalahkannya sebagai penyebab kematian ibunya lima tahun yang lalu. Dalam suatu kejadian, Bo terdampar di Kafe Ceria. Beruntung Tante Gigi dan Nyonyo mau mempekerjakan Bo. Kuma yang selalu melihat Bo murung bertekad untuk bisa membuat Bo tertawa lepas. Jika Bo berhasil tertawa, artinya dia sudah sukses menjadi seorang pelawak.

Judul pada buku ini memang serius. Tapi seperti kata penulisnya, buku ini bukan panduan melucu atau stand-up comedy. Walaupun memang ada beberapa teknis stand up comedy yang dibahas di dalamnya sebagai pendukung cerita. Novel ini malah membahas tentang kesehatan mental di dalam keluarga. Kuma dan Bo, sebagai tok sentral bergantian menceritakan kisah mereka dan terjalin menjadi satu cerita. Kuma dengan desakan keluarganya untuk menjadi pelawak dan terkenal, Bo dengan bayang-bayang masa lalu kematian ibunya dan kekerasan dalam keluarga yang dialaminya. Dari kisah keduanya, mereka menjadikan tawa sebagai pertolongan pertama.

Saya mengapresiasi riset yang dilakukan penulis dalam novel debutnya ini. Topik yang sebenarnya berat, dipadukan dengan humor, jadilah kisah yang membuat pembaca tidak bisa berhenti sampai di halaman terakhir.
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews123 followers
February 2, 2023
• Judul : Teori Tawa dan Cara-Cara Melucu Lainnya
• Penulis : Kai Elian
• Penyunting : Karina Anjani dan Vania Adinda
• Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
• Terbit : 08 Februari 2022
• Harga : Rp 78.000
• Tebal : 288 halaman
• Ukuran : 13.5 × 20 cm
• Cover : Soft cover
• ISBN : 9786020657493

"𝘐𝘯𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘱𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘪. 𝘔𝘢𝘵𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘴𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘶𝘳𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘱𝘰𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘶𝘢𝘯𝘨." (hal. 36)

Sebagai keluarga Komika, Kumala dituntut untuk menjadi lucu oleh ayahnya, Koko Komika. Sebab, bisa dibilang, hampir semua anggota keluarganya mampu melucu tanpa harus terkesan maksa. Ibunya, Keke, bisa menarik perhatian orang dengan caranya berbicara. Kedua adiknya, Kaka dan Kiki, mempunyai bakat humor yang natural, sehingga tidak memerlukan usaha ekstra agar bisa membuat orang lain tertawa. Namun, hanya Kuma seorang diri yang tidak mampu membuat orang lain tertawa.

Maka dari itu, sang ayah memutuskan untuk menjadikan Kuma sebagai pembuka di acara komedi sketsa keluarga, Ketawa Ketiwi, yang akan segera tayang di televisi. Kuma secara terpaksa harus menerima keputusan ayahnya tersebut dan mencoba untuk terus berlatih agar bisa menghadirkan bahan lelucon yang mampu bikin orang-orang tertawa terbahak-bahak. Untungnya, Kuma bertemu dengan sahabat lamanya, Nyonyo, yang menawari Kuma untuk ikut berlatih melucu di kafe milik ibunya, Tante Girang. Di Kafe Ceria biasanya memang kerap ada acara 𝘴𝘵𝘢𝘯𝘥 𝘶𝘱 𝘤𝘰𝘮𝘦𝘥𝘺 setiap malamnya. Kuma pun tak mau melewatkan kesempatan emas tersebut.

Bo harus menanggung beban hidup yang sepertinya tidak ada habisnya bagi dirinya. Bayangkan saja, setelah kepergian ibunya, kini Bo harus merawat ayahnya yang terkena stroke sekaligus menjadi tulang punggung keluarga. Sementara kakaknya, Beni, hanya bisa menuntut dan luntang-lantung tidak jelas. Pikiran untuk mengakhiri hidup kerap muncul dalam benak Bo. Namun, sepertinya takdir belum mengizinkan itu semua. Hingga pada akhirnya Bo bertemu dengan Kuma di Kafe Ceria.

Gadis tersebut seakan mampu mengubah kehidupan Bo, sebab Kuma bertekad ingin membuat Bo bisa tertawa lepas. Alasannya karena selama ini, hampir lima tahun lamanya, Bo tidak pernah lagi tertawa lepas seperti sebelumnya. Ini semua karena beban hidup yang terus mengimpitnya. Namun, kehadiran Kuma di kehidupan Bo mampu membuatnya membuka diri secara sedikit demi sedikit. Kini Bo mampu meredam "monster" yang ada di dalam kepalanya berkat Kuma. Bisakah Kuma tampil secara maksimal di acara Ketawa Ketiwi? Bagaimana kelanjutannya hubungan antara Bo dan Kuma?

"𝘔𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘪𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪, 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘪𝘬𝘶𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢." (hal. 73)

Saat pertama kali melihat novel 𝙏𝙚𝙤𝙧𝙞 𝙏𝙖𝙬𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝘾𝙖𝙧𝙖-𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙈𝙚𝙡𝙪𝙘𝙪 𝙇𝙖𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖, saya sudah dibuat penasaran dengan kombinasi judul dan ilustrator sampul bukunya yang boleh dibilang sangat menjual. Setahu saya masih sedikit sekali karya fiksi lokal yang mau mengangkat tema komedi tunggal ke dalam jalan ceritanya. Padahal, banyak sekali komika-komika, sebutan untuk pelaku komedi tunggal, yang sudah punya nama besar sekarang ini, sehingga tema cerita seperti ini seharusnya bisa dijadikan peluang yang besar untuk dibentuk ke dalam sebuah kisah fiksi. Dan, bagi saya pribadi, 𝙏𝙚𝙤𝙧𝙞 𝙏𝙖𝙬𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝘾𝙖𝙧𝙖-𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙈𝙚𝙡𝙪𝙘𝙪 𝙇𝙖𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 sudah cukup berhasil meramu tema ini dengam baik.

Di balik ceritanya yang cukup menarik, novel ini juga menawarkan sampul buku yang tidak kalah ciamik. Ilustrasi karya 𝘽𝙞𝙡𝙖𝙡 𝙎𝙪𝙧𝙮𝙖 ini mampu membawa nuansa yang penuh warna sama halnya seperti komedi itu sendiri. Penampakan dua sejoli yang adalah dua tokoh utamanya digambarkan dengan sangat apik. Mik yang dipegang Kuma dalam sampul bukunya juga sudah menguatkan akan adanya komedi tunggal di dalam novel ini. Selain itu, pemilihan warnanya yang cerah juga menambah daya tarik yang akan membuat netra tidak bisa luput untuk melihatnya.

Siapa yang sangka pula jika 𝙏𝙚𝙤𝙧𝙞 𝙏𝙖𝙬𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝘾𝙖𝙧𝙖-𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙈𝙚𝙡𝙪𝙘𝙪 𝙇𝙖𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 juga merupakan karya perdana dari 𝙆𝙖𝙞 𝙀𝙡𝙞𝙖𝙣. Untuk sebuah debut, 𝙆𝙖𝙞 𝙀𝙡𝙞𝙖𝙣 sudah mampu memberikan ciri khas tersendiri dari gaya berceritanya yang santai, ringan, dan mengalir. Novel ini bercerita tentang dua orang dengan kepribadian yang berbeda, Kuma dan Bo. Kuma adalah anak pertama dari keluarga pelawak terkenal se-Indonesia yang harus menjadi pembuka di acara komedi situasi keluarganya, 𝘒𝘦𝘵𝘢𝘸𝘢 𝘒𝘦𝘵𝘪𝘸𝘪. Sayangnya, Kuma tidak memiliki bakat melucu seperti ayah, ibu, dan dua adiknya, sehingga membuatnya harus berlatih di Kafe Ceria milik sahabatnya, Nyonyo. Di sana, ia justru malah berjumpa dengan Bo, sosok laki-laki yang sulit tertawa akibat luka dari masa lalunya. Kuma pun bertekad untuk dapat membuat Bo kembali merasakan tertawa lepas.

Jangan mengharapkan mendapatkan lawakan-lawakan yang bisa mengocok perut, sebab novel ini bisa dibilang lebih menitikberatkan ceritanya pada masalah kesehatan mental. Meskipun begitu, kita juga masih dapat merasakan beberapa komedi yang cukup menghibur di balik isu kesehatan mental yang dibahas. Bagi saya sendiri, 𝙏𝙚𝙤𝙧𝙞 𝙏𝙖𝙬𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝘾𝙖𝙧𝙖-𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙈𝙚𝙡𝙪𝙘𝙪 𝙇𝙖𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 berhasil menipu saya dalam cara yang menyenangkan, sebab saya tidak mengira sama sekali jika akan ada isu kesehatan mental yang dibahas secara mendalam dan suram.

Ada dua tokoh utama, yakni Kuma dan Bo yang menjadi magnet bagi pembaca untuk turut bersimpati akan nasib mereka, khususnya Bo. Kumala alias Kuma adalah anak sulung dari seorang komedian terkemuka Koko Komika. Kuma dituntut untuk mampu membuat orang-orang tertawa melalui lawakannya sama seperti ayah, ibu, dan kedua adiknya. Kuma sendiri mempunyai kepribadian yang riang, ceria, dan supel, sehingga tidak heran jika ia mudah bergaul dan diterima oleh komunitas pelawak di Kafe Ceria. Sedangkan tokoh Bo sangat berbanding terbalik dengan Kuma. Bo adalah sosok yang murung, muram, dan pendiam. Semua karakternya tersebut terbentuk akibat tekanan dari keluarganya setelah mamanya meninggal. Bo sendiri merupakan tulang punggung yang harus menghidupi dan mengurus ayahnya yang terkena penyakit stroke. Tidak hanya itu, Bo juga kerap disakiti secara verbal oleh kakaknya, Beni, dan tidak jarang pula oleh ayahnya yang stroke.

Kedua tokohnya mampu menghidupkan sebuah alur cerita yang bisa membuat pembaca bersimpati pada nasib mereka, khususnya Bo. Saya pribadi terkesan sangat 𝘳𝘦𝘭𝘢𝘵𝘦 dengan nasin Bo yang hidup di sekitar keluarga yang 𝘵𝘰𝘹𝘪𝘤. Di mana memang lingkungan keluarga yang 𝘵𝘰𝘹𝘪𝘤 akan sangat berpengaruh pada kesehatan mental kita. Rasa takut, cemas, dan sesal yang dirasakan oleh Bo merupakan hal yang wajar jika melihat kondisi keluarganya yang berantakan. Jujur saja, saya cukup terhanyut dengan kisah hidup Bo yang keras dan penuh perjuangan hanya untuk sekedar sadar dan "waras" agar bisa menjalani kehidupan yang bak seperti bajingan.

Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama dari tokoh Kuma dan Bo sebagai narator yang membuka sebuah kisah. Saya bisa melihat dua kontras kehidupan yang berbeda dari Kuma dan Bo. Kuma yang bergelimang harta, tapi tidak merasa bebas dan bahagia. Sementara Bo yang serba kekurangan harus menanggung beban lainnya, yaitu kehadiran ayahnya yang stroke serta Beni, kakaknya, yang keduanya sangat 𝘢𝘣𝘶𝘴𝘪𝘷𝘦. Alur ceritanya bergulir dengan santai dan menyenangkan, sehingga pembaca tidak terkesan diburu-buru maupun ditahan-tahan. Alurnya yang enak untuk diikuti ini juga tidak terlepas dari gaya bahasa dan bercerita penulis yang dikemas secara ringan dan sederhana agar semua pembaca bisa dengan mudah menikmatinya.

Atmosfer yang dibangun untuk menciptakan latar tempatnya juga sudah sangat baik, mulai dari tempat Kuma berlatih komedi tunggal, Kafe Ceria, yang bisa digambarkan dengan meriah, ramah, dan menghibur. Lalu ada juga rumah kontrakan Bo yang bisa dibilang kurang nyaman untuk ditinggali dengan kehadiran ayahnya yang stroke, tapi nggak tahu diri dan ditambah Beni yang kerjaannya hanya meminta dan menyalahkan, membuat rumah tersebut bak neraka.

Konflik yang hadir dalam 𝙏𝙚𝙤𝙧𝙞 𝙏𝙖𝙬𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝘾𝙖𝙧𝙖-𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙈𝙚𝙡𝙪𝙘𝙪 𝙇𝙖𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 adalah soal lepas dari beban dan tekanan yang sering muncul dalam kehidupan. Di sini, Kuma yang awalnya hanya ingin berlatih melawak di Kafe Ceria, justru malah bertemu dengan sosok Bo yang murung dan sulit untuk merasakan tertawa lepas. Hal ini membuat Kuma tertantang untuk membuat Bo tertawa lepas dengan lawakan yang dia bawakan.

Di sisi lain, Bo juga mengalami pergulatan batin dan mental akibat perlakuan ayah dan kakaknya yang kerap melakukan perundungan secara verbal. Bo memiliki "monster" yang menghantuinya setiap kali mengingat peristiwa yang menimpa ibunya. Konflik yang diciptakan oleh penulis bisa dibilang menarik dan asyik untuk diikuti secara lebih mendalam. Pergulatan yang dialami oleh Bo dan usaha Kuma untuk melucu tampak saling bertolak belakang, tapi penulis mampu menghubungkan keduanya agar mampu dinikmati oleh pembaca.

𝙏𝙚𝙤𝙧𝙞 𝙏𝙖𝙬𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝘾𝙖𝙧𝙖-𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙈𝙚𝙡𝙪𝙘𝙪 𝙇𝙖𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 adalah perpaduan cerita antara tawa dan realita yang dibalut dengan permasalahan kesehatan mental yang boleh dikata masih dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia. Walaupun tidak menghadirkan komedi yang 𝘫𝘰𝘳-𝘫𝘰𝘳𝘢𝘯, tapi novel ini mampu menghadirkan sekelumit realita yang mungkin terasa 𝘳𝘦𝘭𝘢𝘵𝘦 bagi beberapa pembaca. Di mana lingkungan keluarga yang 𝘵𝘰𝘹𝘪𝘤 biasanya mampu membentuk luka yang tak kasat mata. Tokoh Bo merupakan salah satu contoh bagaimana ternyata luka batin yang diciptakan oleh keluarga mampu mengganggu kesehatan mental yang berdampak sangat signifikan bagi kualitas hidup.

Di balik isu kesehatan mental yang dibahas, bumbu dunia komedi yang dihadirkan juga tidak kalah menarik. Meskipun beberapa lawakan Kuma terasa biasa saja, tapi masih ada beberapa lawakan yang mampu memicu tawa. Secara keseluruhan, 𝙏𝙚𝙤𝙧𝙞 𝙏𝙖𝙬𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝘾𝙖𝙧𝙖-𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙈𝙚𝙡𝙪𝙘𝙪 𝙇𝙖𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 mampu memadukan antara tragedi dan komedi ke dalam sebuah bentuk cerita fiksi yang tampak menjanjikan.

"𝘒𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘭𝘢, 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨, 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘭𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘭𝘭𝘺. 𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘭𝘪, 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘭𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪." (hal. 177)

"𝘈𝘱𝘢 𝘢𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘭𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢, 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘫𝘶𝘴𝘵𝘳𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘸𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪?" (hal. 271)
Profile Image for Elisabeth Beatrice.
161 reviews8 followers
June 12, 2022
"Tapi masa lalu mempengaruhi kita yang sekarang."
"Sebagai pembelajaran, bukan beban. Supaya kita jadi lebih baik lagi." - Pg. 144

Selesai! Ini adalah kali pertama aku membaca karya kak Kai dan aku menyukainya ceritanya. Mengisahkan tentang Kuma dan Bo, remaja perempuan dan laki-laki yang awalnya dipertemukan secara tidak sengaja di Kafe Ceria.

Kumala Komika atau biasa disapa Kuma adalah anak dari keluarga Komika yang terkenal lucu. Kuma merasa hanya dirinya yang tidak bisa melucu. Namun, Kuma dipaksa tampil dalam acara keluarganya yang akan disiarkan di TV. Tentu Kuma panik bukan main. Ia juga merasa tertekan. Apalagi, kedua orangtua Kuma bersikeras kalau Kuma itu lucu.
Bonaventura (aku suka namanya! Unik!) atau biasa disapa Bo adalah seorang remaja lelaki yang berjuang setiap harinya melawan monster yang ada di dalam dirinya dan membuatnya tidak bisa tertawa juga menghidupi papanya yang sakit dan kakak yang nyebelin minta ampun. Ibunya yang menjadi sumber kekuatannya sudah tiada.

Saat membaca judul pertama kalinya aku mengira kalau kisah ini akan lucu. Yaaa, ada sih lucu-lucunya, tapi ternyata ada pesan lain yang ingin disampaikan kak Kai selaku penulis, terutama tentang mental health. Bagaimana dunia stand up comedy juga dikisahkan dengan baik. Di sini, aku juga menyukai suasana Kafe Ceria dan orang-orang di dalamnya yang hangat. Perkembangan karakter Kuma dan Bo juga menarik banget.

Tipe bacaan yang page turner dan plot twistnya juga cukup bikin aku kaget. Overall, aku merekomendasikan kisah Kuma dan Bo ini bagi kalian penggemar Young Adult.
Profile Image for Fadila setsuji hirazawa.
350 reviews4 followers
May 5, 2023
... Tawa melepaskan endorfin, sang hormon bahagia yang membuat kita merasa senang meski sedang stres, takut, atau kesakitan... (Hal.26)
.
... Dengan kesadaran penuh, kita dapat menahan diri untuk tidak tertawa, tapi tak dapat mencegah kemunculan tawa itu sendiri. Oleh karena itu, sulit sekali untuk tidak tertawa jika disuruh atau berpura-pura. (Hal.84)
.
"...Apa artinya membuat seluruh dunia tertawa, tetapi dengan melakukannya kamu justru mematikan tawa kamu sendiri?" (Hal.271)
.
Novel ini bercerita tentang Kuma,anak perempuan dari ayah yang seorang komedian dan ibunya adalah presenter terkenal. Eits,kedua adiknya juga populer. Yang satunya punya channel YouTube dengan jutaan subscribers dan si bungsu punya ratusan penggemar...
Kuma harus bisa menjadi lucu atau harus siap jadi sosok yang membuat malu keluarga.

Menurut saya ide yang ditawarkan kak Kai untuk novel ini termasuk unik,karena saya belum pernah tahu jika ada novel lokal khususnya, yang mengangkat komedi sebagai tema dalam ceritanya,juga rasanya masih belum bisa membayangkan bagaimana sulitnya seseorang mengasah kemampuan berkomedi dan mempertajam materi lawakannya.

Padahal kata beberapa orang, ketawa yah ketawa aja. Melucu yang melucu aja.

Namun,bagi Kuma,perkataan tak semudah praktiknya. Apalagi kalau kemudian ketemu si Kuma yang belum dapat membuat orang tertawa kemudian bertemu orang yang tidak dapat tertawa.
Nah,makin puyeng kayaknya Kuma menyelesaikan permasalahnya hehe

😃 Novel yang menurut saya dibuka dengan keren oleh kak Kai. Bermula dari kisah Bo yang rupanya menjalankan peran sebagai anak dan saudara sekaligus bertanggung jawab penuh dengan urusan dirumah. Seandainya ayahnya bukanlah sosok yang 'membebankan' kesalahan dan andai saudaranya jadi sosok yang membantu juga menguatkan Bo. Bagian awal yang langsung membuat saya berpikir betapa tidak mudahnya hidup yg Bo jalani. Mengundang simpati juga bikin saya mewek :(

😃 Berbanding terbalik dengan Kumala, yg hidup dalam lingkup anggota keluarga terkenal, namun menjadikan hidupnya yg terlihat 'wow' dimata orang lain justru menjadi kehidupan yg juga tidak sempurna bahkan cenderung memberikan tekanan sendiri pada Kuma yg perlu mempertajam materi lawakannya. Bagian hidupnya Kuma,memberikan saya gambaran awal terkait keahlian melawak yg seringkali harus diasah, dan di lain sisi bersimpati dgn keadaan Kuma yg seolah 'tertekan' dgn tuntutan dari keluarganya :(

😃 Teori Tawa menjadi perkenalan awal saya dgn karya kak Kai sekaligus membuat saya kagum dgn ide tak biasa terkait komedi dan penjabaran mengenai beberapa istilah teknis dalam stand up comedy. Rasanya jadi bisa belajar banyak dengan cerita yang digarap dengan keren dan idenya unik :)

Baca Teori Tawa ini,buat saya jadi bersemangat tuk melahap halaman demi halaman dgn tidak sabar saking sukanya dgn cerita yg disajikan.😆👍

😃 Saya mendapatkan pengalaman membaca yang terkadang membuat diri sendiri merasa bisa mendapatkan gambaran tentang pertanyaan yg dulu pernah terbersit "lucu itu bakat lahiriah atau perlu dilatih?" dan juga dikuasai emosi karena sikap keluarga Kuma dan kehidupan Bo.

Di Bagian awal, saya menemukan penulisan yang keliru meskipun ini sama sekali tidak mengganggu proses membaca. Apabila novel ini kembali di cetak, semoga bagian ini dapat diperbaiki :)

Meskipun bukan novel yang berfokus pada isu mental tertentu, saya rasa ada kerennya kalau nanti kakak penulis mencoba untuk melakukan riset dengan tenaga kejiwaan profesional untuk memperkaya pengetahuan pembaca mengenai ciri dari gangguan mental tertentu. Namun demikian, saya rasa dengan pengalaman 'menakutkan' yang Bo pernah alami, siapapun dari kita mungkin akan langsung berpikir bahwa peristiwa tersebut sudah bisa dipastikan dapat memunculkan efek pada psikologis dari orang yang mengalami ^^

😃 Gaya bercerita dan sudut pandang yang digunakan membuat emosi kedua tokoh berhasil digambarkan dengan baik oleh kak Kai. Dan tidak lupa, teori mengenai tertawa dan istilah dalam standup yang dimasukkan menambah pengetahuan.

😃 Masalah yang ditampilkan terasa relate dengan apa yang pernah terjadi dan beberapa cukup viral. Rasanya,kak Kai bisa saya katakan sebagai salah satu penulis yg melek dgn hal-hal yg cukup tren sekaligus memberi 'sentilan' tuk tren yg rasanya cukup unfaedah. Penggalian terhadap tren yang ditampilkan membuat saya yakin kak Kai ini termasuk salah satu penulis yang update dgn perkembangan informasi dan... infonya bukan dari jalur karlota kan yah? wkwk (bercanda kak) xD

😃 Sepanjang membaca saya menikmati proses kedua tokoh bertumbuh dengan permasalahan masing-masing. Kumala perlahan menunjukkan hasil dari apa yang dia upayakan selama berada di Kafe Ceria dan Bo yang meskipun perubahannya terasa begitu pelan bahkan masih harus 'menghadapi' monster dalam dirinya, keduanya menunjukkan proses bertumbuh yang keren dan sepertinya bagian ini yang paling ingin dirasakan pembaca sepanjang mengikuti alur kisah Teori Tawa. Walaupun demikian, mendekati akhir cerita, saya merasa tempo dari alurnya menjadi lebih cepat. Terutama pada bagian keluarga Bo setelah pemuda ini mengupayakan dirinya dalam versi yang lebih baik :)

😃 Lewat Teori Tawa saya dibuat belajar bahwa tidak harus hidup dalam keadaan ekonomi sulit untuk merasakan masalah dalam hidup. Selain itu, menjadi versi apa adanya dan berani 'menolong' diri sendiri dari keadaan toxic juga menjadi pelajaran yg saya dapatkan dari novelnya.

juga, buku ini menjadi salah satu buku YA di tahun 2022 yang saya rekomendasikan untuk kalian coba baca :)
Profile Image for Shafira Indika.
303 reviews233 followers
July 18, 2022
4.75/5⭐️

Sukaaa bgt! Ceritanya fresh dan menghibur. Diceritakan dari 2 sudut pandang, dan kerennya bener2 kerasa bedanya gitu lohh antara sudut pandang Kuma dan Bo—vibes nya beda ajaa gitu. Kalo Kuma lebih kocak, Bo agak lebih suram (terlebih awal2nya)

Anyway, trigger warning: suicide attempt
Profile Image for raafi.
927 reviews449 followers
June 7, 2022
Setelah baca The Privileged Ones yang menyesakkan dada dan begitu relate, saya coba baca buku lini Young Adult dan premis buku ini begitu menarik. Ceritanya padat sampai akhir. Buku remaja ini perlu untuk dibaca banyak orang termasuk para dewasa (terutama para orangtua). Bagus!
Profile Image for Michelle.
46 reviews2 followers
May 26, 2022
For a debut, this is a good one. Congrats for the author!

Secara pribadi, aku menikmati Teori Tawa. Bukan karena berekspektasi buku ini bakal ngasih pengalaman baca yang bikin ngik-ngik, melainkan karena perasaan tokoh sepanjang cerita yang bikin emosi campur aduk!

Sensasi baca ini berbeda dengan novel lain yang juga membahas isu kesehatan mental. So, I can say the author is giving a good advice about mentah health by this book.
Profile Image for Yandi Asd.
116 reviews4 followers
March 26, 2022
Sebagai novel debut, menurutku Teori Tawa tuh udah baguuus. Kenapa? Pertama, gaya bahasanya mengalir dan enak banget diikutin. Kedua, novel ini disampaikan dari dua sudut pandang, yakni Kumala dan Bo. Dan itu tuh yang bikin kita sebagai pembaca jadi makin ngerti sama karakter mereka. Hal apa yang bikin Bo murung, hal apa yang dihindari Bo, hal apa yang bikin Kumala kesal, dan sebagainya. Meski nggak ada penanda pas pergantian sudut pandang, aku tetep bisa langsung ngeh karena tone Kumala dan Bo tuh agak berbeda. Aktivitas dan lingkungan mereka juga beda sehingga mudah kupahami.

Ketiga, aku selalu suka sama novel-novel yang mengangkat kisah kayak Bo. Kalau ada yang bilang, "Baca novel mah nggak bermanfaat karena cuma buat hiburan," berarti dia kudu baca novel ini nih. Soalnya novel ini nyuguhin manfaat atau amanat yang bertebaran. Keempat, aku suka sama premis dan idenya, terutama soal stand-up comedy ini. Kayaknya ini kali pertama aku baca novel yang ngebahas stand-up comedy. Dan bagiku, penulis udah berhasil menyampaikan stand-up-nya dengan baik.

Anw, aku pernah nonton langsung acara open mic di salah satu kafe di Depok, Margonda, sebelum korona menyerang. Pas baca bagian Kumala nge-stand-up di Kafe Ceria, aku jadi keinget sama open mic itu. Suasananya, lawakannya, sama respons orang-orangnya. Dan aku jadi paham gimana rasanya pas lelucon yang kita lontarin tuh nggak bikin orang ketawa. Pasti rasanya nggak enak, padahal kita udah berusaha keras. Dan, yang kusuka, di sini tuh penulis nyuguhin teknik-teknik stand-up. Nggak banyak sih, tapi dari situ bikin latar ceritanya jadi lebih dapet.

Kelima, aku suka sama perkembangan karakternya. Kumala dan Bo punya masalah masing-masing, dan mereka bisa belajar dari masalah tsb. Interaksi mereka ini nggak bikin aku suka banget, tapi menurutku udah pas dan sesuai sama karakter mereka yang saling melengkapi. Keenam, ada cukup banyak topik sensitif di novel ini, terutama soal kesehatan mental dan hubungan keluarga. Tapi, aku suka sama rangkaian plotnya karena dari awal sampe akhir tuh terjalin dengan rapi, meski di bagian menuju akhir aku merasa kurang sreg.

Ketujuh, aku suka sama latar belakang keluarga Kumala. Aku setuju banget sama pendapat Kaka dan Kiki. Apalagi soal dunia artis atau dunia pertelevisian. Kedelapan, sebagai penyuka novel young adult, novel ini bikin aku terharu. Bagian prolog, tengah, sama akhirnya tuh bikin aku tersentuh. Terutama mengenai keluarga Bo. Menurutku, Bo termasuk orang yang kuat. Dan kuharap Bo-Bo yang lain bisa sekuat Bo di novel ini, atau bahkan lebih kuat lagi. Terakhir, ini kelihatan sepele tapi aku sukaaa banget. Apa? Sama penamaan para tokohnya sama beberapa nama artis yang diplesetin wkwk. Contohnya kayak Tante Girang (akronim dari Gigi Ranggana) sama Brownies. Kreatif!

Overall, aku merekomendasikan novel ini untuk kalian baca. Buat kalian penyuka novel young adult, wajib juga nih baca novel ini. Oh ya, akhirnya aku tahu siapa yang bikin kovernya wkwk. Kover buatan dia emang mantoel-mantoel sih!

3,75/5⭐
Profile Image for Yusda Annie.
221 reviews32 followers
March 31, 2022
Sebenernya aku udh agak lama gabaca YA krn pergeseran selera baca yg disebabkan oleh pergeseran um.. mur.. 🤦🏻‍♀️😅👀, jd ketika Kai menawariku utk baca novel debutnya, aku agak ragu. Bisa ngga ya nanti menikmatinya spt dulu².. ✌️🤏
Dan ternyata bisa..👌

Ceritanya bagus. Ttg Kumala dan Bo yg sama² mengalami tekanan oleh keluarganya.
Kumala yg anak komika terkenal dituntut oleh ortunya untuk berkiprah di dunia lawak pdhl Kuma sama sekali gamerasa lucu sekaligus lawak bukan passion dia.
Sementara Bo, selain dia dituntut utk memenuhi segala kebutuhan klg nya, Bo jg terus²an disalahkan oleh ayah & kakaknya atas kematian ibunya yg tragis yg menyebabkan kesehatan psikis Bo terganggu parah, membuatnya tdk lagi bisa tertawa.

Aku suka gaya bercerita Kai Elian.
Selain bagus dlm memaparkan kondisi kesehatan mental yg dialami Bo berikut gejala² ketika dia diserang kecemasan, Kai jg oke saat dia banyak memberi informasi terkait cara² dan teknik stand up comedy.

Next. Aku suka kemistri Kuma & Bo. Juga suka perkembangan karakter baik Bo & Kuma. Bagian mereka berdua membela diri sendiri setelah lelah berusaha keras berkompromi dg keadaan adl hal yg plg kunanti-nantikan...🔥🥳
Mereka berdua mmg keren. Bahkan Kuma dg berani mengungkap rahasia masa lalu papanya yg sdh disimpan rapat. Sebuah plot twist yg apik.. 👌

⚠️ Aku tdk yakin di sini mengandung spoiler/ tdk.
Mohon berhati-hatilah 😅✌️👌

Nah, sayangnya nih, aku rada kecewa dg sebagian org² di Kafe Ceria terutama Bo yg ikut emosional menuduh Kuma berbohong & membuat Kuma mulai mempercayai bahwa dirinya berbohong.
Menurutku, tdk mengatakan segalanya ttg diri sendiri tdk sama dg berbohong. Itu dua hal yg berbeda dan setiap org berhak untuk tdk mengatakan segala-galanya kpd org lain apalagi jk tdk ada yg benar² menanyakannya.
Dan entah aku terlewat atau gmn, kayaknya tdk ada bagian mereka meminta maaf pd Kuma (?)
Aku cukup sedih & kesal utk Kuma bagian ini walau sih endingnya semua happy.. 😔☹️

3.65 ⭐. Secara keseluruhan aku suka novel ini & merekomendasikan buat teman² yg ingin tahu riset terkait mental illness & perkomedian yg dilakukan Kai itu ditulis dg baik 🙌🥳
Profile Image for Cut Maqfirah.
34 reviews2 followers
June 22, 2022
Oke, sebelum aku lanjut ke review aku mau bahas tentang covernya dulu yang sangat canciiiii. Dengan ada visual di cover aku jadi bisa ngebayangin sosok Kuma dan Bo ketika membaca buku ini. Bo yang agak berantakan dan Kuma dengan sorot wajah bodoamatan (?) mueheh

Teori Tawa—menceritakan tentang Bo dan Kuma dengan dua problematika hidup yang berbeda. Kuma merupakan anak dari keluarga komika yang cukup ngetop, Kuma di paksa menjadi lucu oleh Papa-nya (karena Kuma kebetulan tidak bisa melucu, padahal mama dan dua adiknya merupakan komika juga). Sedangkan Bo ia tidak bisa lagi tertawa setelah 5 tahun yang lalu ia menyaksikan ibunya meninggal dunia. Papa dan Kakak Bo menyalahkan ia atas kematian sang ibu, karena itu setiap hari ia dihantui oleh monster yang bernama rasa bersalah, yang menyebabkan melakukan banyak sekali percobaan bunuh diri.

Lalu, Bo dan Kuma dipertemukan di sebuah Kafé Ceria yang dikelola oleh Tante Girang bersama dengan anaknya Nyonyo. Di kafe ini ada sebuah komunitas stand up yang dijadikan tempat untuk latihan menjadi seorang stand up comedy, dan kebetulan Kuma belajar di kafe ini, dan Bo bekerja di kafe ini. Dari satu pertemuan ke pertemuan lainnya, membuat Bo dan Kuma menjadi akrab. Kuma ingin membantu Bo supaya bisa tertawa, sedangkan Bo berusaha untuk sembuh dari trauma yang ia alami dengan di bantu oleh Kuma.

Teori tawa ini bukan buku panduan kiat-kiat untuk menjadi seorang pelawak atau stand up comedy tapi lewat buku ini di gambarkan bagaimana sih kehidupan komika. Seseorang yang selalu berusaha membuat orang lain tertawa. Bagian terfavoritku dari cerita ini adalah ketika Kuma tampil di acara Ketawa Ketiwi yang dibuat oleh papa-nya, tapi dia nggak bisa untuk menyelesaikan acara tersebut karena apa yang ia tampilkan berlawanan dengan hatinya sendiri. Apalagi pas dia teriakin “Aku mau bikin orang tertawa tanpa bikin diri aku sendiri menderita.” Dalam sekali maknanya sampai aku terharu huhu.

Selain itu, ada Beberapa hal yang aku suka dari cerita ini karena romancenya tipiisss banget, tapi bikin melting beneran. Dan dari beberapa YA yang aku baca tidak ada yang mengecewakan termasuk salah satunya Teori Tawa ini.

Persahabatan di antara Kuma dan Bo juga bikin aku terharu. Terus bagaimana akhirnya Bo bisa survice dengan kesehatan mental yang ia alami. Keren deh pokoknya. Kalian harus baca, apalagi narasinya sangat page turning. Di jamin nggak bakalan bosan.
Profile Image for Qomichi.
91 reviews2 followers
February 9, 2023
Yang satu nggak bisa ketawa dan yang satu nggak bisa ngelucu. Udah langsung dapet chemistrynya kayak apa:)

Aku suka dengan kekontrasan yang ada di novel ini, mulai dari sudut pandang yang terang-gelap, pokok permasalahan, serta pembawaan cerita di masing-masing tokoh. Semua penuh tolak belakang. Dan apa yang dicoba penulis dan bikin pembaca penasaran ialah cara nge-blend-kan dua hal kontras ini jadi kesatuan yang padu. And the author did it!

Kuma yang lucu dan penuh kehangatan bisa diterima secara mudah dalam kisah Bo yang kelam dan penuh lampu kuning. Topik mengenai mental health cukup kuat dalam ceritanya. Mengenai stand up comedy juga unik dan mendetail. Pokoknya dengan kekontrasan ini aku justru mudah menerima proses pendekatan mereka berdua, thats it! Karena dari ceritanya keduanya jelas saling membutuhkan satu sama lain.

Penyelesaiannya oke, terutama konflik yang dihadapi Kuma. Boomnya ada, resolusinya aku suka^^ Sementara untuk Bo lumayan mengalir meski penulis nggak buat adegan yang membuat konflik batin Bo itu bener-bener meledak. Sepanjang cerita Bo kind of holding it, cuma menahan sampe nemu pencerahan. Dan juga bagian epilog yang--CMIIW--cuma rentang tiga minggu dari kejadian anti klimaks kalo nggak salah, tapi di tiga minggu itu banyak perubahan yang terjadi di hidup Bo secara instan. Mungkin bisa, tapi itu agak bikin aku bertanya-tanya.

Appreciated untuk setiap penulis yang ngebawa tema mental health^^ kabarnya penulis setelah ini nerbitin buku thriller--thats actually not my cup of tea. But kalau ada tema realistic fiction lagi, i'm in^^

Recomended!
Profile Image for wulan.
244 reviews7 followers
August 19, 2022
sesuai judulnya, sebagian buku ini berisi seluk beluk/kiat stand up comedy, unik banget! diselipkan juga tentang mental health. buku ini sukses membuat aku tersenyum simpul sampai tertawa terbahak bahak.

bercerita tentang kuma dan bo. kuma adalah anak komedian kondang, lain dari 2 adiknya kiki dan kaka, kuma tak dikenal khalayak. kuma diminta papanya mengisi opening acara perdana keluarga mereka, ketawa ketiwi.

sayangnya kuma kurang pandai melawak. saat latihan melawak di depan teman2 arisan mamanya, mereka malah tersinggung bukannya tertawa.

di sisi lain, sudah 5 tahun bo tidak bisa tertawa lepas. semua berawal sejak ia menyaksikan mamanya meninggal bunuh diri. papa dan beni, abangnya, menyalahkan bo atas kematian mama. semenjak itulah kepala bo diisi monster yang melarangnya bahagia.

kuma dan bo pun bertemu di sebuah kafe, kafe ceria namanya. di sana ada open mic di mana orang2 bisa stand up comedy dan ada komunitas pelawak juga.

sebuah pengalaman menyenangkan membaca buku ini. aku ikut tertawa karna lawakan, juga kaget dengan plot twistnya. gaya bahasanya oke, dan nyaman dibaca. pergantian pov di setiap bab juga ngga terlalu membingungkan.
⭐5/5
Profile Image for Autmn Reader.
881 reviews92 followers
July 20, 2023
Baca di Ipusnas. Actual rating 3,5 🌟

Awalnya aku ngerasa nggak nyaman baca POV nya Bo karena nggak tahu deh nggak nyaman aja kek pusing tidak jelas. Terus makin sini ternyta Bo enggak kelam pas udah ketemu Kuma. Ceritanya ngalir. Jokes nya nggak masuk di aku sih. Tpi pas bagian roasting aku terharu aja karena satu alasan, wkwk.

Sub plot tambahan soal Tante Girang dan Nyonyo itu bagus, sih, cuman jadinya kentang sama endingnya. Soalnya kan fokusnya bukan di sana. Jadinya kek berpotensi tapi disia2kan karena kalau diperdalam jadi ilang fokus juga bakalnya tuh. Jadi ya sayang aja sih karena at some point terlalu maksa sub plot ini seakan2 mau lebih dramatis aja gitu ceritanya.

Over all, aku suka ceritanya.
Profile Image for Sharon.
33 reviews2 followers
April 29, 2022
Halo gais, selamat menyambut Lebaran bagi yg merayakan! 😊🙏 Liburan pada baca apa nih? Atau udh siap2 mau nyoret wishlist setelah dapet THR? 😁 Nah, aku ada rekomen novel baru nih yg sekiranya cocok buat teman2.. ceritanya ringan, halamannya ga terlalu tebal, dan beda dari novel2 YA lain karena memadukan 2 hal yg bertolak belakang: isu kesehatan mental (dg kecenderungan suicidal thoughts) dan komedi. Yup, ga salah lagi, novel Teori Tawa yg baruu banget terbit, fresh from the oven! 🔥🔥

Kejutan pertama udah didapat sejak bab Prolog. Aku udh antisipasi kalo buku ini bkl dibuka dgn adegan lucu spt novel komedi.. ealahhh aku salah besar 🤣🤣 Baca prolognya aja bikin aku nganga! "Hah beneran nih? Aku ga salah buku, kan?" 😭😭👍

POV di buku ini ada 2: Kuma dan Bo. Setiap bab diceritakan bergantian, dari sisi Kuma dan Bo. Sisi kelamnya Bo diimbangi dengan suasana hati Kuma yg cenderung lebih ceria. Untung bgtt novelnya dibikin kayak gini. Kalo terus-terusan pake sudut pandang Bo, aku bisa ikutan muram dan kena panic attack.. saking realistisnya 😭😭

Aku kagum dg kemampuan riset authornya krn dari kisah Kuma, kita bs tau lebih dalam ttg dunia stand-up comedy and produksi acara2 TV. Ternyata jd komedian ga gampang, lho! Mau ngelucu jg perlu riset, supaya jokesnya tepat sasaran! 🤣👍

Aku jg puas dg penggambaran kondisi mental Bo di buku ini, menekankan betapa bahayanya suicidal thoughts, dan worth mentioning bahwa masalah kesehatan mental bisa dicover BPJS ♥️♥️ Nah, abis baca novel ini, yg mau berobat/konsul masalah mental tp terhalang biaya bisa bgt nih dipake BPJSnya 😁👍

Kekurangan dari novel ini.. aku merasa penjelasan ttg ayah Nyonyo kurang dieksplor, shg ketika jawaban misterinya di-reveal di bagian akhir, masih ada plot hole dan menimbulkan pertanyaan. Ku ga bisa cerita banyak krn takut spoiler 😭😭 Biar ga penasaran, baca bukunya langsung ya gais 😁
Poin kedua, menurutku plotnya mudah ditebak, sehingga kurang berasa twistnya. Tapi, ini relatif ya.. mungkin aja pembaca lain merasa alur ceritanya udah pas.

Aku salut sm Kak Kai sbg author 👏👏👏 Novel perdana ini cukup sukses menyampaikan pesan mental health awareness ke pembaca, dikemas dg cerita yg ringan dan menghibur. Aku rekomen bgt, khususnya buat kalian yg baru mulai baca buku bertemakan mental health tp nyari yg pembahasannya ga terlalu berat.
Saran: bacalah buku ini dg kondisi mental yang stabil, karena adegan2 nya memang menguras emosiiii 😭😭😭
Profile Image for Fsreadingcorner.
25 reviews7 followers
April 20, 2022
Aaaahhh aku suka banget sama buku ini!!! Menurutku buku ini tuh enak dibaca. Saking enaknya sampai selesai sekali duduk (yah sambil diselingi kegiatan lain sih, tapi jujur termasuk bacaan cepet buatku).

Awalnya, aku tertarik dengan cover buku yang cantiknya menggoda iman dan premisnya yang unik. Membahas tentang stand-up comedy yang jarang dan mungkin pertama kalinya dibahas. Tapii.. Buku ini tidak seringan cover dan sinopsisnya, ada bahasan serius mengenai mental-health.

Bagi kalian yang akan membaca buku ini mungkin memerlukan trigger warning berikut: suicidal thought and mentioned, gaslighting, toxic family.

Aku suka dengan bagaimana sudut pandang diselang-seling antara Bo dan Kuma. Masing-masing punya ciri khasnya, Bo yang gloomy dan Kuma yang kocaknya effortless. Tapi, berhubung aku orangnya baperan, gloomy dari part Bo ikut kebawa saat membaca part Kuma, akibatnya aku jadi dobel sensi di bagian Kuma yang mungkin harusnya lebih light-hearted.

Beberapa jokes yang dilontarkan dalam buku ini berhasil membuatku ngikik, tapi ngikikku semakin menggila saat mengenali beberapa nama 😂. Buku ini kelihatan banget kalau memang well-researched baik dari sisi teori humornya maupun mengenai mental-healthnya. Aku juga dibuat puas pada momen "drop the bomb" terjadi. Legaaa... Kalau pun ada yang kurang yaitu remah-remah romansanyaaa 😭😭😭 I need mooooreee!!!

Overall, buku ini emang bagus banget sih. Cucok buat pecinta novel Young Adult sekaligus para pemuja cover cantik. Cocok juga buat kalian yang pengen baca dengan hati yang hangat sebagai aftertaste-nya.
Profile Image for Eve Natka.
6 reviews9 followers
April 1, 2022
Saya tahu Teori Tawa dari Twitter kak Didiet, salah satu editor GPU. Beliau menyebut novel ini sebagai alumni GWP. Nah, judulnya bikin penasaran. Like ... what? Buat ketawa aja ada teorinya?

Itulah awalnya. Setelah bukunya terbit, saya langsung beli saking kepengin tau kayak apa sih teori buat ketawa.

Mengecoh banget ternyata--in a good meaning. Saya pikir novel ini ringan dan ceria, kayak aura covernya. Ternyata ... 😭

Memang, saya sering ketawa di bagian Kumala, tapi juga banyak menangis di bagian Bona. Campur aduk. Karena punya kepribadian melankolis, saya mudah terbawa kesedihan Bona. Namun sisi sanguine bikin saya juga relate dengan Kumala yang pikirannya ceplas-ceplos.

Seperti yang udah saya tulis di jurnal review pribadi (tapi kayaknya perlu dicantumkan di sini), membaca novel ini tuh kayak membuka boneka Matryoska, selalu ada kejutan baru setiap membuka bab baru. Saya belajar banyak dari Kumala, Bona, dan juga Nyonyo.

Nggak, ini bukan novel ringan yang sekadar bikin saya ketawa. Dalam novel ini ada banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa saya ambil: stress, toxic family, ujian persahabatan, depresi, sampai mengenali keinginan sendiri.

Rate: 5 of 5
Why?
Coz masih penulis baru aja udah bisa bikin cerita menyentuh plus berlapis masalah seperti ini, bagi saya itu luar biasa banget. Nungguin ah, karya berikutnya dari kak Kai Elian 🙏
Profile Image for Jacqueline.
1 review
February 13, 2022
Congrats Kai akhirnya terbit juga!
aku udah baca beberapa novel kai di Wattpad dan semuanya seru2. yang aku suka dari kai, kamu bisa nulis cerita dari yang ringan banget sampai yg lumayan berat kayak x: enigma, jadi semuanya bisa enjoy sama cerita2nya.

Review Teori Tawa:
rasanya jarang ketemu novel YA lokal yang gak bahas tentang cinta. menurut aku novel ini bercerita tentang pencarian jati diri sama persahabatan. buat aku itu oke2 aja, apalagi karena hubungan 2 tokoh utama kuma sama bo yang unik. ceritanya sendiri mengambil 2 sudut pandang dari bo dan kuma, jadi ganti-gantian setiap babnya. dan setiap ganti bab itu kerasa banget kepribadian tokohnya. efeknya kayak naik jet coaster, naik turun setiap babnya tergantung siapa yang cerita. kalau pas kuma jadi ketawa2 geli, pas bo jadi ikutan mellow. sangat terhibur banget dan puas sama endingnya karena happy ending!

recommended banget buat yang lagi cari novel YA tapi temanya berbeda gak selalu soal cinta2an (tapi mungkin bo sama kuma itu cinta antar sahabat?) ditunggu novel selanjutnya ya kai!
Profile Image for Cha Iskandar.
31 reviews1 follower
March 21, 2022
"Melawak itu dimulai dari menertawakan diri sendiri, lalu mengajak orang lain untuk tertawa bersama." Hal. 73

Buku ini mengambil latar profesi para komika, baik yang sedang berjuang maupun yang sudah tenar dengan segala permasalahannya. Tapi ga cuma itu, buku ini lebih banyak membahas tentang kesehatan mental.

Temanya cukup berat yaaa. Ga nyangka bakal disuguhkan cerita yang bikin mengharu biru kalau liat covernya yang manis dengan judul yang ceria ini.

Diceritakan dari sudut pandang dua tokoh utamanya, Kuma dan Bo, secara bergantian di tiap babnya. Bo yang mengidap depresi dan gangguan kecemasan hingga tak bisa tertawa lepas. Dan Kuma yang terbebani dengan ketenaran keluarganya.

Alurnya mengalir dan rapi, kesuraman cerita di bagian Bo diimbangi dengan kekocakan Kuma dan joke-joke ala stand up comedinya. Aku juga suka perkembangan karakter Bo dan Kuma dalam menghadapi masalah mereka.

Poin yang aku dapatkan dari buku ini adalah pentingnya untuk mengungkapkan kebenaran dan dukungan orang2 sekitar untuk proses penyembuhan bagi penderita.
1 review
May 4, 2022
Ceritanya bagus banget, gak bosenin. Pengen baca terus sampe habis.
Sukses selalu ya kak Kai. Ditunggu karya karya selanjutnya kak. God bless you!
1 review1 follower
February 8, 2022
Kai Elian adalah pengarang yang paling genius yang aku temukan di Wattpad. Aku tidak bisa tidak terheran-heran setiap kali membaca novel-novelnya dia. Serius. Aku mulai ngikutin dia dari novelnya yang berjudul Si Kaya dan Si Beruntung yang waktu itu menang Wattys. Kayaknya udah ganti judul, tapi aku lupa. Dari sana aku mulai jadi pengabdinya Kai. Hahaha.
Sama kayak novel ini. Kok bisa dia kepikiran orang gak lucu jadi harus lucu, dan kalau gak lucu bisa malu-maluin keluarga. Kok kepikiran kesana tu, lho. Heran aku tuh. Di novel ini Kai juga ngangkat tema tentang keluarga dan sedikit tentang kesehatan mental yang disematkan ke tokoh Bona. Story' tellingnya Kai juga the bestlah pokok nya. Penokohannya juga ok. Jokes-nya lumayan bikin ngakak. Novel begini yang punya kualitas, tapi kenapaaa novel booming diluar sana sampah semua. Kenapa novel bagus ini malah senyap? So, sebagai penutup, aku cuma mau bilang kalau novel ini sangat aku rekomendasikan. Gak nyesel deh. Percaya ma aing ;)
Profile Image for Laven.
346 reviews14 followers
August 30, 2022
Membaca buku ini di Ruang Buku Kominfo, sedikit sebal karena sepertinya format epub jadi tampilannya sedikit berbeda dan kurang memudahkanku untuk membaca. Ketika awal aku membaca aku cukup terkejut dengan perbedaan 'warna' kehidupan kedua tokoh yang bertolak belakang, memang banyak yang seperti ini tapi entah kenapa perbedaan ini terasa dengan jelas.
"... Beberapa pria bisa menjadi pasangan yang baik, tapi nggak cocok jadi ayah..."

Dua-duanya, ayah dari kedua tokoh utama nggak suka. Ayah Bona memang menyebalkan, tapi Ayah Kuma bagiku lebih-lebih lagi. Udah lama rasanya aku membaca Young Adult yang ceritanya mengalir gitu aja, aku juga super puas ketika Kuma marah-marah dan menumpahkan teh-nya. Plotnya mudah ditebak, sehingga plot twist nya nggak terlalu mengagetkan. Tapi ceritanya sendiri tetap seru, menarik, dan ringan untuk dibaca.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,430 reviews72 followers
December 26, 2023
Akhirnya setelah mengantri sekian purnama di iPusnas, aku bisa meminjam buku ini juga. Lega! Soalnya ini termasuk wishlist yang kutunggu-tunggu. Penasaran banget sama isinya. Judulnya memang Teori Tawa dan Cara-Cara Melucu Lainnya, tapi isinya justru bisa dibilang getir. Buku ini bikin aku makin yakin bahwa penulis yang berhasil dalam membawakan ceritanya harus berani tega sama tokoh utamanya. Dia harus menjepit si tokoh utama dalam situasi-situasi genting yang membuat kita, para membaca, bakal menjerit-jerit kalau diletakkan pada posisi yang sama. Membuat kita yakin bahwa konflik dalam buku ini tidak main-main.

Itu yang kurasakan saat membaca kisah Bona atau Bo, sang tokoh utama lelaki di sini. Dia itu ibarat udah jatuh, ketimpa tangga, ketiban genteng, digigit anjing pula. Sumpek sekali cobaan hidup si Bo. Ayah dan kakaknya sangat brengsek. Lebih brengseknya lagi mereka nggak merasa brengsek dan malah menyalahkan Bo atas situasi hidup mereka yang suram. Di usianya yang begitu muda, Bo menjadi tulang punggung keluarga atau lebih tepatnya sapi perah. Hanya dia yang bekerja untuk membiayai keluarganya. Papanya yang suka KDRT jadi stroke setelah istrinya meninggal. Beni, kakaknya, pengangguran dan kerjanya marah-marah saja. Benar-benar sampah parasit. Di awal cerita, Bo kehilangan pekerjaannya karena tempat les-lesannya bangkrut. Lalu dia dicopet di transportasi publik. Hapenya hilang, tasnya hancur, dan dia kehujanan hingga akhirnya terdampar di Kafe Ceria, sebuah kafe tempat komunitas stand up comedian berkegiatan.

Untungnya di kafe itu, dia diterima dengan baik oleh pemilik kafe yang pengayom, Tante Gigi Ranggana atau Tante Girang dan anak perempuannya, Nyonyo. Di sana dia juga berkenalan dengan Kumala atau Kuma, sahabat Nyonyo yang sedang belajar melawak di kafe itu. Saat itu tak ada yang tahu bahwa Kuma adalah anak sulung dari keluarga pelawak terkenal, Keluarga Komika yang semua anggota keluarganya populer dan lucu kecuali Kuma. Meski hidup berkecukupan, Kuma stres karena dipaksa untuk bisa melucu bahkan disuruh tampil di acara lawak ambisius yang diproduseri ayahnya sendiri, Koko Komika.

Kuma yang kasihan melihat Bo begitu depresi sampai susah tertawa lepas selama lima tahun, bertekad untuk terus belajar melawak agar bisa membuat Bo tertawa ngakak. Dia mati-matian menyembunyikan fakta bahwa dia anak keluarga pelawak terkenal dari semua orang.

Lalu Bo mengaku pada Kuma bahwa dirinya pernah "membunuh" ibunya sendiri. Orang-orang di kafe pun shock dan Bo terancam kehilangan pekerjaannya. Kuma berusaha mendekati Bo untuk menggali cerita yang sebenarnya. Fakta di balik pernyataan itu sungguh getir. Aku kagum karena penulisnya mampu membawakan kehidupan naas Bo yang begitu beruntun dengan sangat alami dan masuk akal tanpa terkesan lebay dan aneh seperti di sinetron-sinetron Indosiar.

Namun, ternyata tak hanya Kuma yang berusaha menolong Bo. Bo dengan kedewasaan berpikirnya pun bisa membuat Kuma menyadari esensi dari menghibur orang yang sebenarnya. Begitu juga dengan Kaka, adiknya yang YouTuber. Kaka menganggap kepopulerannya sebagai bentuk tanggung jawab untuk membuat orang-orang terhibur.

Sayangnya saat kenyataan bahwa Kuma adalah keluarga Komika terbuka secara tidak sengaja, reaksi yang diperlihatkan orang-orang di sekitarnya nggak bagus. Mereka merasa tidak adil Kuma bisa mendapat kesempatan tampil di TV tanpa susah payah seperti mereka. Tapi kurasa reaksi mereka lebay, sih. Kayak-kayak Kuma udah merampok uang mereka saja. Bahkan Bo pun sampai menuduh Kuma macam-macam. Menyebalkan sekali orang-orang ini.

Namun, novel ini beneran sukses membuatku terhanyut dalam kisahnya. Aku ikut geram melihat tingkah laku Beni. Aku ikut senyam-senyum terharu waktu Kuma akhirnya bisa membuat Bo tertawa lepas untuk pertama kalinya. Benar-benar momen yang indah. Pesan kesehatan mentalnya juga tersampaikan. Meskipun begitu rasanya buku ini sebenarnya perlu lebih banyak halaman lagi agar penutupnya beneran tuntas. Terutama masalah penyelesaian keluarga Kuma dan Tante Girang, serta bagaimana anak-anak kafe bisa menerima Kuma lagi.
Profile Image for Mey Nadd.
7 reviews
December 10, 2022
Wahhhh, akhirnya aku bisa tamatkan novel ini setelah sekian lama! (Karena orangnya agak lambat klo berurusan baca buku hehehe)

First impression ku ketika baca buku ini adalah si penulis, Kak Kai Elian, berhasil meng-combine dua sudut pandang berbeda menjadi satu paduan yang utuh antara “Bagaimana cara untuk melawak” dan “Bagaimana untuk bisa sembuh dari trauma”.

Karakter yang Kak Kai sajikan cukup mengenak hati.

Di balik sikap Bo yang pemurung, justru ada luka-luka masa lalu yang membuatnya bersikap demikian. Entah kenapa ketika aku baca bagian interaksi terakhir Bo bersama Ibunya, aku bener-bener nangis dan bikin sesak sekaligus tertekan. Seolah bisa merasakan apa yang Bo rasakan. (Mungkin karena aku merasa relate). Di tambah tekanan yang diterima Bo dari ayahnya dan kakaknya, Beni. (Si paling kurang ajar sepanjang cerita sampai aku ngumpat-ngumpat!).

Jujur saja sudut pandang Bo di sini mungkin beberapa orang pasti mengalami hal serupa. Apalagi apa yang dihadapi Bo menurutku terasa begitu nyata.
Namun, di sisi lain aku juga merasa lega karena Bo berhasil menghadapi itu semua dengan lapang dada. Kayak, “Ini orang sumpah sabar banget!” sesuai pepatah arab yang berbunyi “man shabara zhafira” (siapa yang bersabar akan beruntung). Dan itu telah terbukti dari akhir dari skenario si penulis.

Lalu Kuma, si gadis periang dan mahasiswi biasa yang bercita-cita ingin melawak di atas panggung. Ettts, bukan. Kuma ini merupakan anak dari keluarga populer, Komika! Koko pelawak senior yang punya industri hiburan, Keke yang merupakan presenter terkenal, Kaka seorang YouTubers jutaan subscribers dan adik bungsu, Kiki juga ikutan dikenal banyak orang. Dan rata-rata di antara mereka jago ngelawak!

Hal itulah yang membuat Kuma yang nggak lucu dituntut harus lucu. Aku pribadi sih kurang bisa “berempati” dengan karakter satu ini. (Mungkin dengan segala kesempurnaannya). Sejauh ini, yang mengenak di hati ku pas bagian Kuma tampil perdana di acara lawak “Ketawa Ketiwi”. Waktu Kuma tampil dan merasa tidak nyaman, nah dari sinilah aku mulai nyesek.

Untungnya masalah yang dihadapi Kuma bisa diselesaikan dengan lancar.

Cuma,

Bagiku penyelesaiannya di sini agak terburu-buru begitu menuju ending. Nggak kayak Bo yang harus luntang-lantung setiap halaman demi menyelesaikan segala masalahnya dengan begitu berat. Padahal tokoh sentralnya di sini adalah Kuma. Mungkin si penulis ingin ceritanya terkesan realistis. Ya wajar sih di kehidupan nyata, orang susah dikasih ujian tambah melarat kalau orang senang dikasih ujian justru semakin dipermudah urusannya karena ada akses.

Setelah dipikir lagi, sudah sepatutnya jalan cerita di buku ini seperti itu.

Selain itu, Kak Kai juga menambahkan porsi-porsi panduan untuk melawak dan mengatasi penyakit mental dengan begitu pas. Di tambah riset-riset yang penulis tambahkan juga terlihat menyakinkan. Walau Kak Kai sendiri yang bilang untuk tidak jadikan bahan diagnosis, paling tidak aku bisa tahu bahwa menjaga kesehatan mental itu sangat penting. Apalagi ketawa juga bisa meningkatkan mood seseorang. Dan itulah alasan kenapa kedua tema ini saling melengkapi satu sama lain. Si penulis benar-benar mengemasnya dengan sangat apik. Takjub!

Semoga aku bisa baca karya-karya kakak berikutnya!


Jadi kuberi nilai 9/10🌟
Profile Image for Kiki Watson.
42 reviews1 follower
March 5, 2023
Selesai!!

Pertama, i wanna say congrats for the author atas karya debutnya yang super heartwarming, karena buat karya debut ini bagus banget.

Kedua, gue suka banget sama covernya yang eye catching dan itu yang bikin orang langsung tertuju sama novel teori tawa ini ketika liat bukunya berjejer disalah satu rak. Apalagi judulnya, “Teori Tawa” bikin orang yang baca itu jadi super penasaran. And yep, isinya pun begitu, tentang kiat dan cara buat ngelucu. Tapi, jangan mikir kalo isinya bakal seringan judul dan covernya, karena pada kenyataan nggak sama sekali.

Ketiga, menurut gue, harusnya buku ini dikasih trigger warning karena isinya yang sebagian besar mengacu kesana, ‘mental health, suicide, narkoba, violence’ dan bisa jadi bahaya untuk dibaca sama pembaca yang mudah ke trigger. Singkatnya, biar orang bisa mikir dua kali untuk baca buku ini untuk menghindari trigger kedirinya sendiri. Karena gue pun bacanya harus beberapa kali “ambil napas” dan diem lama karena jujur, gue beberapa kali ke trigger apalagi pas bagian Bo yang dianiaya sama Papa dan Kakaknya; Kuma yang dapet perlakuan gak enak dari keluarganya, karena gue pernah mengalami hal yang hampir sama.

Keempat, karakterisasi dan dual pov. Sebenernya gua fine aja sama pov ‘aku-an’. tapi di buku Teori Tawa ini gue agak garuk kepala sih. Karena perubahan pov disini gak dikasih pembeda, dan membuat pembaca jadi harus extra fokus buat gak kehilangan fokus lagi baca di pov nya siapa. Apalagi di bab awal, gue sempet mikir kalo si Bo ini perempuan(?) dan berulang kali baca sinopsis buat mastiin kalo yang namanya Bo ini laki-laki. Tapi untuk karakterisasi semua tokoh itu udah oke banget sih. Semuanya punya karakter yang kuat dan gak ada yang terkesan nyampah, atau menuh-menuhin cerita. Perkembangannya juga perlahan tapi pasti, walaupun menurut gue masih ada beberapa yang terlalu bertele tele dan kayaknya kalo dihilangin pun gak akan mengganggu isi cerita atau ngubah plotnya.

Kelima, risetnya oke banget dan patut diacungi jempol, tapi malah jadi membuat agak boring karena terlalu banyak istilah teknis atau deskripsi yang istilah kasarnya nyalin google, dan ini bikin gue agak badmood sedikit ketika baca. Walaupun detail-detail perihal mental health dan stand-up comedy nya lengkap + jelas, membuat gue sebagai orang yang gak terlalu ngikutin stand-up jadi tau dan menambah wawasan juga. Tapi kalo untuk lelucon dan lawakannya, kayaknya emang bukan gue deh target pasarnya, karena gue gak ketawa sama sekali.

Keenam, ini bukan novel romance, tapi sweetnya tetep ada dan nggak dipaksa untuk diromantisasi. Ini nilai plus nya sih. Teori Tawa fokus sama karakternya yang berusaha nyembuhin diri yang dibantu sama orang-orang sekitar tanpa memasukkan bumbu romance di dalamnya.

So, i rated 3/5 for Teori Tawa ⭐️
Profile Image for AHMAD FARHAN.
66 reviews2 followers
August 16, 2022
4,5/5⭐


[Teori tawa dan cara-cara melucu lainnya - Kai Elian]

[Sinopsis]
Kuma adalah keturunan pelawak, orang tuanya adalah artis dan pelawak terkenal dan adik-adiknya juga mengikuti jejak orang tuanya namun sayangnya kuma tidak seperti orang tua dan adik-adiknya dia tidak bisa melawak. Akhirnya ia menemukan teman lamanya yang ternyata memiliki kafe yang biasa dijadikan tempat latihan untuk pelawak pemula, disitulah ia bertemu Bo cowok yang tidak pernah tertawa selama 5 tahun. Kuma tertantang untuk membuat Bo tertawa suatu hari nanti.

Ceritanya dijelaskan dari dua sudut pandang, yaitu sudut pandang Kuma dan sudut pandang Bo.


[Pendapatku]
Untuk novel perdana ini sudah top banget sih, gaya cerita yang asik dan cerita yang fresh membuat cerita ini layak. Bisa banget di jadikan bahan bacaan untuk bersantai dan juga berkenalan dengan kesehatan mental.


[Saran]
saya rasa akan lebih bagus jika Bo sedikit lebih lama baru bisa tertawa lepas, agar pembaca bisa merasa lebih penasaran dan intens mengikuti cerita, pokoknya saya rasa kurang nendang. 🤣 Dan juga ada beberapa hal yang saya rasa akan lebih bagus kalau di tambahkan sudut pandang Kuma karena kurang jelas. Tapi selebihnya udah bagus.
Profile Image for Amaya.
745 reviews57 followers
June 19, 2022
Aku setuju banget sama beberapa orang yang kasih ulasan buku ini punya kontradiksi jelas antara judul dan isinya. Well, sebenarnya nggak kontras banget bedanya, bagiku ini semacam sarcasm (?) dan keingat bukunya Candra Aditya yang "When Everything Feels Like Romcoms". Antara isi dan judul sama-sama beda arti. Satu kesamaannya, sih: hidup ini kadang lucu. Terlalu lucu malah sampai wajar ditertawakan.

Oke, soal bukunya, aku suka (pakai banget!) semua unsurnya. Mulai dari karakter Bo & Kuma. Gregetan lihat both kehidupan mereka sick abis. Meskipun Kuma punya segudang privilese yang enggak Bo punya, tapi nggak lantas bikin dia jauh dari masalah. Kalau dipikir dari posisi Bo, emangnya susah banget bikin orang ketawa? Apa pun bakal dilakuin asal hidupku terpenuhi. Lantas, apa cuma karena itu kehidupan Kuma bebas dari yang namanya tantangan? Tentu enggak. Buku ini banyak banget ngajarin soal berjuang, mendapatkan kebutuhan bagi diri sendiri. Yah, semacam mencari sanity di dalam kehidupan.

Terus aku suka sama cara penulis masukin istilah-istilah stand up comedy, teori tertawa, dan lain-lain yang bisa blend sama cerita. Jadi, nggak terkesan nempelin artikel terus habis itu dilanjut sama cerita. Ini poin penting buatku pribadi karena nggak merasa dipaksa makan informasi "mentah-mentah".

Sekali lagi, aku suka sama buku ini yang ngajarin banyak hal dan bikin bersyukur juga. Hidup Bo yang struggle banget bisa survive juga. Bo banyak berubah di akhir karena pengalaman-pengalamannya. Sedangkan, Kuma dengan privilese nggak pernah kekurangan dan punya support pun masih punya lack di sisi lain. Intinya nggak ada yang sempurna. Buat karya debut, buku ini top banget dah, ampun 🤧

Aku kasih rating 4.5. Iya, nggak full soalnya masih merasa bagian epilog agak kecepetan aja. Apalagi part kehidupan Bo. Selebihnya oke banget! Bagi yang suka YA dengan pembahasan seputar mental health, buku ini cocok buat kalian. Asal perhatikan tw aja.

Tw: suicide attempt, slight violence, mention death
Profile Image for Andita.
308 reviews3 followers
April 26, 2023
Suka! tema yang diangkat cukup baru untukku. Apalagi format ceritanya dari dua sudut pandang tokoh utamanya. Mengambil tema dunia stand up comedy terasa fresh dan nambah insight, belum lagi juga mengangkat isu kesehatan mental. Dua hal yang ternyata bisa dikombinasikan. I learn a lot.
"Menurutku persiapan adalah hal yang aneh. Seringkali sebelum menjalani sesuatu, kita selalu menyiapkan diri. Masalahnya, hidup ini penuh hal tak terduga. Kadang persiapan kita cukup, tapi tak jarang sama sekali tidak memadai."

Romance tipis-tipis antara Bo dan Kuma ini juga gemes bangetttttttttt! they find each other to heal each other (nangisssss!). Suka pas Kuma nyariin Bo disaat Kuma butuh Bo sebagai support system dia. love!
"Aku nggak bisa melucu tanpa kamu. Aku terus-terusan mencari wajah kamu di antara para penonton itu."

Memang Teori Tawa dan Cara-Cara Melucu Lainnya, adalah young adult yang suprisingly bagus dan aku enjoy banget pas baca. Btw, selamat debut untuk Kai Elian, tulisan yang menyenangkan.
Displaying 1 - 30 of 120 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.