Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ther Melian

Ther Melian: Renascent

Rate this book
Dua puluh tahun berlalu setelah Perang Terra berakhir. Benua Ther Melian akhirnya menikmati kedamaian tanpa Kabut Gelap dan Daemon yang sebelumnya mengancam keberadaan penduduknya selama berabad-abad. Aelwen, putri dari dua pahlawan Perang Terra, tumbuh dengan kisah keberanian orangtuanya dan mendambakan petualangannya sendiri. Bersama dua sepupunya, Lyr dan Ven, mereka sering berpura-pura menjelajahi lokasi misterius atau menghadapi Daemon seperti orangtua mereka dulu. Petualangan yang didambakan Aelwen akhirnya menjadi kenyataan ketika hujan meteor Aen Glinr mengoyak langit. Batu membara yang datang dari luar angkasa membawa serta Kabut Gelap dan memanggil musuh lama yang sudah tidak terlihat di Benua Ther Melian selama dua dekade. Dunia yang selama ini dikenal oleh Aelwen berubah dalam semalam dan kini nyawa ibunya berada dalam bahaya. Raja Leighton mengutus Lyr dan Ven dengan kapal kerajaan menuju Benua Es Eirandia, demi mencari jawaban atas misteri dunia, yang ternyata sama sekali belum berakhir. Terdorong hasrat menyelamatkan nyawa ibunya, Aelwen menyelundupkan dirinya ke kapal kerajaan yang siap bertolak….

432 pages, Paperback

Published February 23, 2022

2 people are currently reading
46 people want to read

About the author

Shienny M.S.

26 books282 followers
Story teller and fantasy scribbler.

Currently working as a lecturer and a writer. She has published her fantasy novel tetralogy Ther Melian. Which consist of: Ther Melian Revelation, Ther Melian Chronicle, Ther Melian Discord, Ther Melian Genesis She also wrote two other novels for the same series Anthology and Recollection

Writing is her passion since elementary school. She’ve been writing short comics/ stories and sending them to tabloid/ magazine since high-school.

Her first book Past Promise was published by Elex Media Komputindo. It was the first comic made by young female artist that was published in Indonesia at that time.

Her other works are: White Castle (2002) Love Flies (2003) Le Ciel (2004) Creating Comics Shoujo Manga Style (2004) Le Ciel The Journey Continues (2005) Love Junction (2006) Fake Angel (2006) and Drawing Tutorial for Beginner (2008)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (30%)
4 stars
11 (47%)
3 stars
5 (21%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
March 25, 2022
"Dunia yang damai, yang dia ketahui seumur hidupnya sudah tidak ada lagi, dan mulai sekarang satu-satunya hal yang pasti adalah ketidakpastian."

Hampir sepuluh tahun berlalu sejak aku pertama kali membaca serial Ther Melian dan setelah sekian lama, jujur saja aku tidak terlalu ingat detail ceritanya dan apa saja yang telah dialami oleh setiap karakter. Satu hal yang aku ingat, serial Ther Melian adalah salah satu buku fantasi lokal favoritku dan berhasil membuatku seolah masuk ke dalam dunianya. Oleh karena itu, aku sangat antusias saat mengetahui bahwa penulisnya akan menerbitkan buku baru yang masih berhubungan dengan tetralogi Ther Melian. Sambil menunggu bukunya datang, aku mempersiapkan diriku dengan membaca review yang aku tulis untuk novel-novel Ther Melian—dengan harapan aku akan bisa mengingat garis besar ceritanya. Di bagian awal buku ini, penulis mengatakan bahwa ia berusaha menyusun naskahnya agar lebih 'ramah' bagi pembaca baru. Ada beberapa momen saat karakter dalam buku ini menceritakan apa yang terjadi di masa lalu untuk memberikan konteks terhadap permasalahan yang sedang dihadapi. Hal ini sangat membantu pembaca agar bisa memahami keseluruhan cerita dengan baik. Namun setelah menyelesaikan Ther Melian: Renascent, aku rasa pembaca akan jauh lebih bisa menikmatinya jika sudah menamatkan tetralogi Ther Melian sebelum mulai membaca buku ini 😊.
"Aelwen tidak tahu jawabannya, tapi satu hal yang pasti, dia tahu dia akan menyesal jika tidak mencoba berbuat apa pun untuk ibunya. Dan saat ini, dia lebih memilih melanggar perintah ayahnya ketimbang berpangku tangan."

"Dunia ini tidak sesederhana hitam dan putih."

Kisah dalam Ther Melian: Renascent berpusat pada Aelwen, anak dari dua karakter utama tetralogi Ther Melian, Vrey dan Leighton. Bagi pembaca yang sudah menamatkan serialnya pasti tahu cerita di balik nama yang diberikan pada anak mereka 😉. Buku ini menceritakan dunia Ther Melian dua puluh tahun setelah Perang Terra berakhir dan mereka semua akhirnya bisa menikmati kedamaian tanpa ancaman Kabut Gelap dan Daemon. Akan tetapi, sebuah kejadian yang disebabkan oleh Aelwen tiba-tiba membuka robekan antardunia yang memunculkan sosok yang tidak mereka sangka akan kembali setelah sekian lama. Aelwen kemudian terdorong untuk ambil andil dalam sebuah misi berbahaya karena nyawa ibunya terancam jika masalah tidak segera diselesaikan. Alur ceritanya cukup sederhana tapi premisnya menarik, karena memunculkan kembali pedang Zward Eldrich dan juga karakter penting (no spoiler) yang telah menimbulkan banyak masalah di masa lalu. Sayangnya, aku merasa alurnya berjalan lambat dan beberapa adegan terasa datar—padahal aku mengharapkan ada banyak adegan aksi yang seru dan menegangkan. Bagian awalnya banyak dihabiskan untuk membangun cerita dan karakter-karakternya menuju klimaks, tetapi pertarungan akhirnya selesai dengan begitu cepat dan terkesan mudah sehingga ending-nya jadi anticlimactic untukku pribadi 🥲. Mungkin karena aku membaca buku ini dengan ekspektasi yang cukup tinggi di awal, jadi aku lebih mudah kecewa saat ceritanya tidak sesuai dengan harapanku 🙈.

Selain alur ceritanya, entah bagaimana aku juga merasa karakter-karakter yang berperan dalam buku ini kurang berkesan. Sebagian besar buku ini, Aelwen digambarkan sebagai sosok putri kerajaan yang menyukai petualangan dan seringkali melanggar perintah kedua orangtuanya. Ia memiliki keberanian seperti orangtuanya, tetapi entah mengapa aku tidak bisa terlalu menyukai Aelwen seperti dulu aku menggemari karakter Leighton dan Vrey. Permasalahan Aelwen yang merasa bersalah terhadap kedua sepupunya, Lyr dan Ven, juga menurutku diulur terlalu panjang dan tidak membantu jalannya alur cerita. Satu-satunya karakter yang menarik untukku adalah Luxias, karena karakternya melalui paling banyak perkembangan sampai akhirnya ia harus bisa menerima sisi gelapnya dan memaafkan dirinya sendiri atas kesalahan yang telah ia perbuat di masa lalu. Aku merasa Luxias yang malah menjadi karakter utama buku ini karena konflik utamanya timbul sejak kehadirannya, dan pada akhirnya ia sendiri yang harus menyelesaikan masalah 😅. Semua latihan Aelwen dengan Lyr jadi terasa sia-sia karena kemampuan berpedangnya hanya digunakan sebentar saja 🙈.
"Dan untuk melawan kegelapannya, hal pertama yang ayahku lakukan adalah memaafkan dirinya sendiri, kemudian menerima dirinya tanpa terkecuali, termasuk semua kesalahan yang pernah dilakukannya."

"Meragukan diri sendiri sebelum pertarungan tidak akan membantumu... Kamu harus percaya pada kemampuanmu sendiri."

Secara keseluruhan, meskipun ada banyak hal dalam buku ini yang kurang memuaskan untukku, aku tetap berhasil membacanya dari awal hingga akhir dengan baik. Aku sangat suka dengan adanya ilustrasi di beberapa bagian yang membantu pembaca memiliki gambaran jelas tentang adegan-adegan tertentu. Kalau saja aku membaca buku ini tepat setelah aku menamatkan tetralogi Ther Melian, sepertinya akan ada kesinambungan yang bisa membuatku lebih menikmatinya dan merasakan efek emosional yang dialami oleh setiap karakter. Selain itu, perlu diketahui bahwa aku menemukan beberapa typo yang terkadang sedikit mengganggu, tapi tidak mengurangi pemahamanku terhadap ceritanya. Pada akhirnya, aku menutup buku ini dengan rasa penasaran dan penuh pertanyaan karena adanya prediksi tentang kejadian lebih buruk yang akan terjadi di masa depan—apakah mungkin ini petunjuk bahwa akan ada buku selanjutnya? 🤔 Kalau memang demikian, sepertinya aku perlu membaca ulang seluruh serial Ther Melian untuk mempersiapkan diriku dengan lebih baik 🤣.
"Apakah Aen Glinr yang berulang setiap seratus tahun adalah pertanda dari malapetaka yang menanti mereka semua?"


Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2022/0...
Profile Image for Macarownies.
11 reviews1 follower
April 25, 2022
Novel: Ther Melian: Renascent
Rating: 3,9 / 5 🌟

P.s aku bingung sebenarnya mau kasih bintang 3 atau 4 hehe

Setelah sekian lama, akhirnya muncul juga kelanjutan cerita Ther Melian ini. Pertama kali aku tahu Ther Melian ada kelanjutannya, aku panik dan langsung pergi ke Gramed buat beli ini😅 Bedanya, di buku ini tokoh utamanya adalah Aelwen, anaknya Vrey dan Leighton, tapi tokoh-tokoh yang lama masih tetep ada kok. Karth, Laruen, Ashca, Rion, Ratu Ratana, dll.

Sedikit cerita, novel pertama Ther Melian (Revelation) adalah salah satu novel yang berhasil membuatku tertarik untuk masuk ke dunia literasi dan perfiksian ini hahaha! Kalau di tetralogi Ther Melian, dua tokoh favoritku adalah Vrey dan Valadin (and iykyk apa yang terjadi pada Valadin di buku terakhirnya, THAT REALLY BROKE MY HEART bcs Valadin is the one and only antagonis yang aku cintai, yang gak bisa dibenci sama sekali deh walaupun dia emang ngeselin sih). Aku sempat berharap banget-banget kalau Valadin bisa tiba-tiba muncul di buku ini huhu😢 walaupun begitu, buku ini tetap bisa jadi pengobat rindu buat yang kangen sama mereka😊

***

Untuk isi novelnya sendiri sebenarnya udah bisa ketebak dari judulnya ya "Renascent". Aku nggak mau ngasih spoiler banyak-banyak di sini deh.

Menurutku, untuk buku pertama (maksudnya perjalanan baru, karena ini bukan eranya Vrey-Leighton-Valadin lagi kan yaa), alurnya terasa lambat karena mungkin memang butuh waktu untuk ngebangun karakter dan latar barunya. Lalu aku setuju dengan salah satu pereview yang bilang kalau ga bisa jatuh cinta sama karakter Aelwen sedalam karakter Vrey dan Valadin di buku pertama mereka (Ther Melian: Revelation). Karakter Aelwen di sini oke sih, gadis remaja yang pintar, keras kepala, ingin tahu, dan nggak mudah menyerah, cuma aku ngerasa nggak ada yang terlalu wah gitu, nggak kayak pertama kali aku ketemu sama karakter Vrey, I'm sorry. Begitu pula dengan sepupu-sepupunya Aelwen dan adiknya--aku lumayan suka sama adiknya deh. Kalau Vrey yang udah jadi ratu, di buku ini Vrey yang dulu sama sekarang keliatan beda banget ya. Vrey sekarang tuh anggun, bijak, dan tegas gitu. Dan Leighton, masih sama sweetnya menurutku, dia gak terlalu banyak berubah, kecuali sifatnya yang tegas sama Aelwen.

Untuk tokoh-tokohnya not that spesial menurutku, KECUALI Luxias dan Noxus, tokoh yang paliiiiing aku suka di buku ini, yang membuatku masih tahan membalik kertas sampai halaman terakhir. Luxias, Noxus, you've stolen my heart😏 Aku ngerti sih, ini masih buku awal, jadi butuh waktu untuk benar-benar menghidupkan karakter tokoh-tokohnya. Tapi jujur, alasan terbesarku untuk bertahan membaca buku ini sampai akhir ya karena Luxias dan Noxus❤ Aku sangat berterima kasih pada authornya karena menghadirkan dua tokoh ini di buku ini😭

Aku suka konflik di cerita ini *bahkan konfliknya pun tercipta gara-gara anak kembar ini, bukan? At the end, novel ini mengajarkan kita untuk berdamai dengan diri sendiri, menerima kekurangan dan keburukan diri, serta bertekad memperbaiki kesalahan yang telah kita perbuat. Well done😘

Once again, thanks to the author for bringing him back to the story<3 ditunggu kelanjutan Ther Melian: Renascent ini!!
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,468 reviews73 followers
July 1, 2023
Oh my God! Terbaik! Dimulainya kembali era Ther Melian yang baru ini nggak kalah seru dengan para pendahulunya. Setelah Perang Terra dua puluh tiga tahun yang lalu, kondisi memang sudah jauh lebih aman dan damai. Tapi bencana baru kembali hadir. Meteor yang membawa kristal kegelapan dari Theia memunculkan lagi kabut gelap beserta para demon.

Tidak hanya itu, sosok yang sudah lama terasing dalam Alam Kehampaan pun kembali. Valadin is back! Dan dia mengalami krisis karena jiwanya terbagi dua: Luxias sang cahaya, dan Noxus sang kegelapan.

Kembalinya Valadin mengaktifkan lagi pedang terkutuk Zward Eldrich. Luka lama Vrey terbuka dan nyaris tak bisa disembuhkan. Nyawa sang Ratu Granville pun terancam.

Kini putrinya, Aelwen, menjalani petualangan berbahaya demi menyelamatkan ibunya. Bagian terbaik dari buku ini adalah ketika Luxias dipaksa menerima Noxus sebagai bagian dari dirinya. Ini artinya ia harus bisa memaafkan dirinya yang dipenuhi penyesalan karena berbagai dosa yang ia lakukan untuk memicu Perang Terra. Nggak sabar buat baca lanjutannya: Ther Melian: Boundless.
Profile Image for Feby.
Author 3 books19 followers
April 1, 2023
3/5

Nemu Aelwen yang cewek beneran dan tomboy tapi bukan boy, shipment baru, Swordian rese yang akhirnya disate, lupakan char2 unyu tetralogi ther melian karena mereka sudah jadi om2 dan tante2. Jujur, aku lebih suka tetralogi pertama dan serialnya Elya, karena entah gimana perjuangan tokoh2 sekuel ini kerasa kurang greget aja. Tapi bisa sedikit dimaklumi karena mungkin karena ini chapter intro dari serial sekuel yang baru.

Anw. Satu hal yang kusuka dari novel ini yakni masalah yang menjadi penggerak tokoh utama dari zona nyamannya, adalah hubungan ibu dan anak yang rumit tapi vibe bahwa keduanya saling menyayangi itu kerasa. Struggle Aelwen di awal2 cerita pun membumi khas bocil (tapi royalty)

(Kelakuan, kelakuan...)

((untunglah walaupun dunia Ther Melian ada komunikator holo, belum ada sosmed))

((Kebayang nggak sih, ada berita onlen: MANJAT POHON, SANG PUTRI BENJOL DAN SEMAPUT TIGA HARI))
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.