Kadang, kita sibuk mendengarkan orang lain. Berusaha untuk mengakomodasi segala kebutuhan dan tuntutan dari lingkungan. Mengupayakan yang terbaik untuk orang lain, memilah kata-kata terbaik untuk orang lain, hingga melupakan diri sendiri. Dengan diri, kita lebih sering menyalahkan, memberi tuntutan yang kadang tidak sepadan dengan apa yang kita dapatkan. Padahal di penghujung hari, hanya ada kita sendiri. Buku ini akan mengajakmu untuk lebih menyelami diri sendiri. Memulai cara yang paling dasar untuk berteman dengan diri sendiri: self talk atau berbicara, berdialog dengan diri sendiri.
Nisrina P. Utami adalah seorang Psikolog Klinis. Dalam perjalannya menjadi Psikolog, ia menyadari bahwa berteman dengan diri sendiri adalah salah satu cara yang dapat digunakan menjaga kesehatan mental. Hal inilah yang membawanya membuat platform kesehatan mental “Selftalk Project” dan menulis buku pertamanya “The Art of Self Talk-ing”. Saat ini, buku keduanya telah terbit dengan judul "A.DAP.TA.SI: Life in Transition"
Seberapa jauh kamu mengenal dirimu? Tahukah kamu jika melakukan self talk bisa membuatmu lebih dalam dalam menyelami dirimu sendiri?
Nah melalui buku ini penulis mengajak kepada pembaca untuk mengetahui apa itu Self Talk dan seperti apa konsepnya, serta manfaatnya dalam proses penyembuhan diri. Selain itu di buku ini juga akan diberikan sedikit informasi tentang luka batin dan beberapa praktik skill yang bisa dilakukan untuk membersamai proses penyembuhan diri.
Dibahas juga tentang beberapa mekanisme pertahanan diri saat mengatasi berbagai emosi, seperti Represi, Denial, Displacement, Reaction Formation, Projection, dan Identifikasi. Menariknya terdapat contoh worksheet latihan dalam melakukan self talk juga yang bisa kita ikuti.
Salah satu poin penting yang kudapat dari buku ini adalah seni berbicara dengan diri sendiri bukan tentang cara bicara kita kepada diri sendiri, tetapi tentang bagaimana kita mendengarkan diri kita sendiri. Sehingga kita bisa memilih self talk mana yang kita perlukan, apakah self talk positif, self talk netral, atau self talk negatif yang tentunya dengan pilihan kata yang lebih lembut dan sehat sebagaimana yang telah penulis ajarkan.🍂🍃🍂
Penulisan buku ini cukup nyaman untuk dibaca dan banyak insights baru yang aku pelajari dari buku ini. Mulai dari belajar mengenal diri sendiri, membuka percakapan dengan diri sendiri, dan jenis self talk mana yang baik untuk kita serta pemilihan kalimat yang lebih enak dikatakan untuk diri sendiri, karena kan kadang kita ga sadar ya kalau kita menyebutkan kata² yang cukup sadis ke diri sendiri yang mana kalau dikatakan ke orang lain malah gak enak.
Uniknya lagi buku ini juga dilengkapi semacam worksheet untuk latihan self-talk yang cukup membantu dan seru untuk diikuti. Gak melulu mengenai self talk positive, terkadang self talk negative juga diperlukan supaya gak jadi toxic positivity, disamping itu kita jadi lebih mengenal diri sendiri dan kita juga bisa menghargai apa yang kita rasakan saat itu.
buku yang simpel untuk memulai mengenali sisi psikologis dalam rangka mengenal diri sendiri. cuma 150an halaman dan aku baca ini gak nyampe 2 jam sudah termasuk nyatet beberapa poin yang penting menurutku.
buku ini membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan self-talk dari berbagai sumber jurnal, misalnya tentang self love, self compassion, mental health, dll. selain teori buku ini juga berisi langkah-langkah dan contoh yg bisa kita terapin untuk memulai mengenali diri sendiri secara sadar atau mindfulness.
karena sebenarnya kita tanpa sadar sudah sejak lama melalukan self-talk (beda dengan inner dialog), tapi kita seringnya ga sadar bahkan gatau itu self-talk. nah, buku ini ngajarin kita buat melakukan self-talk dengan cara yg positif dan bagaimana menyikapi emosi negatif yang muncul.
Sejujurnya aku jarang bangettt baca buku genre non-fiksi, ini kedua kalinya aku baca dan suka!
Di buku ini dijelasin runut gimana caranya mengenal diri kita sendiri, berbicara dengan diri kita yang mungkin bersembunyi di balik topeng kata 'baik-baik saja', gimana caranya memberi afirmasi kepada diri sendiri dan mengubah negatif talk jadi positive talk.
"Kita terlalu sibuk mendengarkan orang lain, hingga melupakan diri sendiri."-halaman 19.
Sama kayak kutipan di atas, ucapan-ucapan dari orang lain cenderung mempengaruhi diriku sendiri alih-alih 'jiwa' yang sebenarnya ada di tubuhku. Lalu aku bertanya-tanya 'memenuhi ekspektasi orang lain itu capek, padahal aku sendiri nggak suka ngelakuinnya atau bukan bidang yang aku kuasai'.
Lewat buku ini, aku mencoba menerima diriku sendiri, berkenalan dengannya dan mendengar apa yang ia inginkan.
awalnya iseng baca buku ini. dari judulnya cukup menarik. ya akhirnya keterusan. hehehe...
buat aku yg belom terlalu 'in to' buku non fiksi, buku ini cukup menarik. menggambarkan bagaimana cara kita mengenal diri sendiri, jujur dengan diri sendiri, ngobrol atau bahkan ngerti apa yang diri kita mau. mungkin beberapa org mikir ini adalah tindakan egois. tapi tentu saja nggak. dengan berbagai pemikiran yg dijabarkan di buku ini.
yg serunya ada beberapa part kita diajak mengisi worksheet yg sesuai dengan apa yg kita suka. jd kayak bisa lebih tau siapa diri kita sendiri. overall, okelah.. cukup mengerti dan paham bagaimana kita kenal dengan diri sendiri dan menghargai diri sendiri
Saya membaca buku ini via Gramedia DIgital secara skimming. Jujur saja, karena saya pernah punya ide yang sama dengan penulis. Bedanya, penulis produktif dan implementatif terhadap idenya, sedang saya tidak melakukan apa-apa. Mungkin karena pada akhirnya saya tidak begitu yakin, ke-aku-an menyelesaikan persoalan. Buku ini mungkin akan cukup menarik dibaca oleh seseorang yang non-psikologi. Sebuah buku yang semoga cukup membantu orang-orang untuk berteman dengan diri sendiri. Namun, hati-hati, semoga tidak membesarkan ego ke-aku-an dalam menyelesaikan masalah-masalah di lingkungan sosial.
Sebenarnya bukunya bisa dibaca sekali duduk tapi karena aku kena racun shopee cocoki makanya sampe dua hari hahaha.
Bahasan tentang self talknya bagus tapi sayangnya terlalu sedikit. Mungkin perlu ditambah lagi beberapa penelitian tentang bagaimana dan apa dampak selftalk
Buku ini bagus banget buat kamu yang tergantungan sama obat untuk kasus anxiety. Bener - bener works diriku. Pemikirannya benar - benar bantu buat pulih.