Jump to ratings and reviews
Rate this book

Katak Hendak Jadi Lembu

Rate this book

178 pages, Paperback

First published January 1, 1935

14 people are currently reading
268 people want to read

About the author

Nur St. Iskandar

12 books13 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
37 (25%)
4 stars
45 (30%)
3 stars
47 (32%)
2 stars
13 (8%)
1 star
4 (2%)
Displaying 1 - 23 of 23 reviews
Profile Image for Missy J.
629 reviews108 followers
July 5, 2022
Another book from the Balai Pustaka era, the third one after Layar Terkembang and Azab dan Sengsara. Each of these three books had very strong and straightforward story lines. A characteristic of the Balai Pustaka era are the strong "conscious" messages that the authors wanted to convey prior to Indonesia gaining its independence. There was a sense of "improving oneself". The author Nur Sutan Iskandar is from West Sumatra, but the story is set in Sunda (West Java). At first the author was hesitant to publish this story because he expected Sundanese backlash, however the story was actually well received. Many Sundanese people have expressed their thanks to the author for depicting the truth.

"Katak Hendak Jadi Lembu" roughly translates as "the frog who wanted to become an ox". It's about Suria, a family man and government official, who is addicted to respect and showing off power. He wants people to bow down to him and submit to his power. He is more interested in giving a fancy impression to others and making it known that he is a man with a title than to take care of his family. He neglects his children and acts very impulsively, not taking into consideration how his actions effect his family. His wife Zubaidah suffers from his excessive spending and the burden of debts piling up at home. She feels guilty for having to rely on financial help from her parents, who pay for the schooling of their children. Suria doesn't feel guilty, in fact he feels entitled to others doing the dirty work for him. He is what people nowadays refer to as a narcissist. At the beginning of the book, the author hints that Suria grew up as a spoiled brat, which was also a theme in Layar Terkembang and Azab dan Sengsara. Very interesting that authors in the 1930s already feared the consequences of parents spoiling their children and the destructiveness it would bring for families and societies when entitlement translates into corruption.

Suria's abuse of power takes over much of the story and the author also brings in a story of corruption, which is still a big problem in Indonesia. The story is set on Sundanese land, which is different from Azab dan Sengsara (Batak land), but similar to Layar Terkembang (partly set in Jakarta and partly in Sunda land). The language is outdated and old, and compared to the other two books, the language used in Katak Hendak Jadi Lembu was my least favorite. Maybe due to the fact that the version I read contained a lot of typos but even some words that I didn't know didn't even exist in the dictionary. I don't know how realistic the ending is because from what I've read on narcissists, it is very difficult for them to become self-aware of the pain they inflict to others. What makes me very sad is that this story could still happen today.

"Modal bukan uang saja, Tuan! Kecuali pengetahuan dan kepandaian, terutama sekali kemauan dan keinsafan."
Profile Image for Marina.
2,042 reviews359 followers
June 15, 2014
** Books 153 - 2014 **

Buku sastra angkatan lama ini menceritakan bagaimana Suria, seorang mantri kabupaten dikantor patih Sumedang, merasa dirinya paling hebat dan berkuasa.. sejak Kecil Suria sebagai anak tunggal dari Haji Zakaria yang selalu hidup dalam kemanjaan dan kesenangan sehingga tidak tahu arti akan hidup susah hingga terbawa di kehidupan pernikahannya dengan Zubaedah atau Edah yg merupakan anak dari sahabat karib Ayahnya, Haji Hizbullah

Suria acapkali bertingkah laku pongah, sombong, hidup dalam bermewah-mewahan tanpa tahu bahwa seringkali ia berhutang dan meninggalkan istrinya yg terbelit hutang untuk membayar sekolah anak-anaknya, Saleh dan Aminah.. uang sekolah merekapun yang membayar ayahnya Zubaedah dan Suria tidak mau ambil pusing akan hal itu.. dia hanya memikirkan kesenangan belaka

Akhirnya jabatan sebagai Clerk terbuka lebar di matanya.. ia merasa yakin akan menjadi sebagai juru ketik di kantornya.. akankah suria terpilih? akankah dia insyaf dengan semua perbuatannya?

novel sastra terbitan tahun 1935 ini sangat menarik hati saya! dari mulai setting, cerita dan pesan moral yang sangat ingin disampaikan di dalam cerita ini! buku nur sutan iskandar ini layak saya berikan 4,5 dari 5 bintang! :*
Profile Image for Js Saputra.
13 reviews3 followers
December 21, 2011
Namanya Zubaedah. Panggilan akrabnya Edah. Sebagai bunga desa Edah adalah gadis santun, berbudi baik, hormat pada orang tua. Ayahnya, seorang haji kaya raya, Haji Hasbullah namanya, telah memilihkan calon suami untuk Edah. Tentu, bukan sembarang lelaki. Tentu, bukan lelaki sembarangan. Raden Prawira, seorang yang berpangkat maneri polisi. Edah pun tidak menolaknya. Edah bayangkan sebuah keluarga zakinah akan ia bangun dengan Raden Prawira. Terbentang di hadapan Edah masa depan yang membahagiakan.

Namun, perhitungan manusia tidaklah sama dengan rancangan Tuhan. Masa depan suram terbayang ketika Edah harus menghadapi kenyataan. Menerima pinangan Suria, anak manja-sombong-angkuh, putra Haji Zakaria, sahabat ayahnya. Haji Zakaria datang meminta agar Suria dan Edah dinikahkan. Dan, Edah pun tidak berdaya. Ia menikah dengan Suria tanpa dilandasi cinta.

Hari-hari berlalu. Edah jalani hidup keluarga dengan kehampaan. Hingga anak pertamanya, Abdulhalim, lahir. Edah pun tidak mengumpat ketika Suria meninggalkan rumah.Meskid, ia baru saja melahirkan. Dengan berbekal harta warisan, begitu ayah Suria meninggal, Suria hidup berfoya-foya. Selama tiga tahun Suria bergelimang kesenangan tanpa ingat istri dan anaknya.

Begitu uang Suria habis, Suria pulang. Ia meminta maaf. Edah pun mengampuni. Tiga tahun tanpa diberi nafkah dan menelantarkan anak pertamanya tak membuat Edah marah dan berputus asa. Tanda pertobatan Suria adalah bekerja mencari nafkah. Suria bekerja di kantor asisten di kabupaten sebagai juru tulis. Dengan penghasilan yang kecil, yang tidak mencukupi hidup sehari-hari, Suria pun meminta pada Edah agar anak sulungnya dititipkan pada kakeknya. Edah pun menyetujuinya.

Abdulhalim pun bersekolah di Bandung. Sekolah bergengsi milik Belanda. Orang tua Edah yang menanggung biayanya. Sementara itu, anak Suria terus bertambah. Dan, demi memenuhi kebutuhan anak-istri itulah Suria gali lubang-tutup lubang. Utang Suria tak tertanggungkan.

Akibatnya, pertengkaran selalu terjadi antara Edah dan Suria. Edah merasa malu karna setiap hari orang datang silih berganti untuk menagih utang. Sedangkan, Suria bersikap masa bodoh. Utang terus bertambah. Halal segala cara pun dilakukan. Ia mengambil barang-barang kantor. Hilanglah pekerjaannya.

Suria yang telah kehilangan pekerjaan,mengajak Edah dan anaknya untuk tinggal di rumah anak sulungnya yang telah berkeluarga. Tanpa rasa malu Suria menggantungkan hidup pada Abdulhalim. Edah semakin tertekan. Sangat tertekan. Tertekan atas perkawinannya dengan Suria. Edah meninggal.

Suria pun meninggalkan rumah anak sulungnya. Seperti seekor katak yang bermimpi untuk menjadi lembu. Suria berjalan dan terus berjalan dalam keangkuhan, kesombongan.

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/phil...
Profile Image for Willy Akhdes.
Author 1 book17 followers
June 3, 2016
Salah satu roman sastra terbaik pasca kemerdekaan, saya rasa ini adalah karya terbaik Nur St. Iskandar. Dibalut dengan bahasa narasi yang menawan dan apik, ciri gaya bahasa lama yang sangat indah, dipadukan dengan dialog antar tokoh yang lugas.
Bercerita mengenai manusia yang ingin hidup senang tanpa berusaha dan abai atas keluarga nasib keluarga. Suria, tokoh sentral cerita ini, yang merupakan anak seorang haji dan saudagar terpandang, menikah dengan Edah yang juga merupakan anak seorang saudagar sukses. Kehidupan yang segala berada disia-siakan oleh Suriah dengan hidup berfoya-foya hingga ia jatuh dari kemapaman hidup dan menelantarkan keluarga.
Profile Image for Maizal Walfajri.
23 reviews2 followers
July 24, 2022
Kisah seseorang Mantri (wakil bupati) yang sombong dan angkuh di salah satu Kabupaten Jawa Barat pada zaman orde lama. Ceritanya masih sangat relevan dengan kondisi sekarang gimana seseorang memaksakan gaya hidup jauh diatas penghasilannya biar keren atau dipandang lebih oleh orang lain.

Konfliknya sederhana dan monoton dari awal sampai akhir.

Btw, seru aja baca karya Penulis angkatan Balai Pustaka karena diksi dan gaya bahasa kala itu. Dari buku ini jadi tau sistem ngutang kaya dulu kaya gimana hahaha.
Profile Image for Muhammad Iqbal.
24 reviews
July 14, 2021
Emang asyik nih para pengarang minang, kritik sosialnya tajam banget. Novel yang menggambarkan karakteristik orang Sunda di massa kolonial. Cerdas.
Profile Image for nanun.
9 reviews
June 6, 2022
Sangat suka dengan jalan ceritanya, namun terkadang saya sedikit susah memahami diksi dan istilah-istilah yang digunakan, perlu fokus yang lebih ketika membaca
Profile Image for Oni.
661 reviews11 followers
June 12, 2022
Somehow in this time, still relatable
Profile Image for d.
33 reviews13 followers
October 9, 2023
It's always man. Always man
Profile Image for Iraa ☘️.
120 reviews
January 3, 2024
Buku bacaan untuk tugas Bahasa Indonesia sewaktu saya SMA... Dari sekian buku yg saya baca sebagai formalitas hanya ini yang paling saya ingat dan saya baca sampai selesai, mungkin selain bahasanya yg tidak terlalu kuno sehingga mudah dimengerti, pesan dan nasihat yang dilampirkan penulis melalui penggambaran tokoh dan narasinya sangat lekat dan relatable dengan kehidupan sehari-hari masyarakat umumnya sehingga pembaca mudah terpengaruh emosi saat melihat tingkah laku tokoh utamanya yg menjengkelkan, dan hanya itulah yg ditunjukkan, penyampaian pesan secara blak blakan melalui kehidupan tokohnya yg tidak bijak, pun saya tetap menikmati membaca ini.
Profile Image for Ariefmai Rakhman.
143 reviews25 followers
Read
December 7, 2012
udah punya tapi belum kebaca...

Out of topic

dulu mamak sering cerita dongeng (fabel) tentang induk katak yang diminta anaknya mengubah dirinya jadi lembu, terus membengkakkan diri dengan menghirup udara sampai akhirnya dia meledak dan mati.

rasanya kalau mamak cerita hal2 yang diceritakan selalu nyata dan kalau ceritanya sedih air mata gak terasa netes, kalau ceritanya serem jadi takut....

kangen cerita2 mamak dulu, berkumpul ber4 bareng 2 orang adik di kamar yang lampunya dimatiin kalau lagi cerita.
Profile Image for Bangquito.
76 reviews25 followers
April 25, 2015
Aih sedap. Bicara tentang kesombongan dan modal membiayai kesombongan, karya ini super nampol. Ditulis dengan jernih, jujur, jelas, tanpa tendeng alih usaha-usaha bercerita yang menjebak. Bahkan judul sebagian besar chapternya sudah menjelaskan isi; 'Kosim lagi'. Sangking jernihnya, kelicikan protagonis disini sampai terlihat sebagai usaha normal seorang korban status sosial yang termakan kesombongan dan tergila hormat. Pesan moral tersampaikan, dan endingnya juga tidak menjengkelkan (fair), ditulis dengan syair yang mengundang insyaf.
Profile Image for Toha Nasr.
3 reviews
February 12, 2016
Bersuamikan Suria, Edah harus pandai menahan sabar, tubuhnya keropos digerogoti pikiran, Edah sampai pada masanya, ia tak kuat lagi hidup di samping Suria. Sepeninggal Edah, Suria bukan siapa-siapa, hanya pensiunan Mantri Kabupaten Sumedang. Tp Suria tetap tinggi hati, kecongkakan dan kesombongan terus digenggamnya erat-erat. ia tak sadar sifat buruknya selama inilah yang membuat Edah tersiksa, Edah adalah pakaian bagi kumpulan keburukan Suria, saat Edah pergi, Aib Suria yang selama ini ditutupi ternganga lebar.

saya beruntung mendapati karya ini dan selesai membacanya.
Profile Image for Dewi Yuliana.
4 reviews1 follower
January 26, 2017
Baca buku ini di perpustakaan SD tempat saya bekerja sekarang. Melihat sampulnya yang sudah kusam, pasti buku ini sudah lama bertengger di rak perpustakaan sekolah dasar yang kurang diminati. Tapi meski sampulnya sudah terllihat lama, lembaran-lembaran di dalamnya masih bagus. Hanya agak lengket satu sama lain saat dibuka. Satu pertanda bahwa buku ini tidak banyak dibaca, atau mungkin hampir tidak pernah dibaca. Sayang sekali. Padahal menurut saya, roman ini cocok juga untuk dibaca anak usia SD. Banyak yang bisa dipelajari dari sini.
18 reviews10 followers
April 13, 2012
Buku bacaan sewaktu di Sekolah Dasar. Buku ini mengandung pelajaran yang sangat bagus, untuk tidak "besar pasak daripada tiang". Suria si Katak dalam buku ini selalu menganggap dirinya lebih dari orang lain, dan selalu ingin dianggap hebat. Gaya hidup yang tidak sesuai dengan profesi nya membuat segalanya berantakan.
Sifat2 yang sangatlah sulit diubah sampai dia tua sekalipun, dan penyesalan & kesadaran selalu datang belakangan...
Pengen lagi baca buku ini...
Profile Image for Azka.
68 reviews92 followers
September 18, 2016
Review Sep 2016
Ceritanya masih dan akan selalu relevan dengan kondisi di masyarakat. Segala cara dilakukan demi mendapat penghormatan orang. Di dalam cerita ini tokoh utama berusaha menaiki tangga sosial dengan membeli barang mewah yang dilelang walau harus berhutang, serupa kredit barang mewah di zaman sekarang. Alih-alih menaikkan derajat dirinya dan keluarganya, pada akhirnya usaha tersebut mencerai-berai keluarganya dan harga dirinya.
14 reviews1 follower
January 26, 2012
ini adalah novel yang mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dengan apa yang ada di hidup kita. bukannya malah mengingkarinya. sombong itu adalah malapetaka seperti nasib suria yang di akhirnya menjadi gembel tak beruang. diusir pula dari sang anak yang berasal darah dagingnya sendiri
Profile Image for Echa.
48 reviews2 followers
September 8, 2012
Ttg kehidupan seorang anak priyayi yg tak bisa meninggalkan kehidupan priyayinya walau telah menikah. Kehidupannya selalu besar pasak drpd tiang. Akhir cerita tokoh utama lelaki hidup dlm kesengsaraan. Diceritakan menggunakan bahasa melayu namun mudah dimengerti
Profile Image for Bening Tirta Muhammad.
100 reviews26 followers
March 6, 2014
Kasus ektrim manusia. Karakter dalam cerita dibalut kuat dalam percakapan, narasi, dan cara pikir.
Displaying 1 - 23 of 23 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.