Jump to ratings and reviews
Rate this book

Nahoře bez

Rate this book
Amelie gadis 13 tahun dan sangat pintar menggunakan Photoshop. Dia hanya berharap dia bisa mem-photoshop hidupnya sendiri...

Kedua orangtuanya terus bertengkar, sahabat masa kecilnya juga malah bertingkat aneh, dan Amelie harus menghadapi kenyataan bahwa dia hanyalah gadis remaja yang tidak modis dan tidak trendi—setiap kali teman sekelasnya mencari korban untuk di-bully, Amelie yang jadi sasaran. Ditambah lagi fakta mengenai tubuhnya sendiri: Perutnya terlalu besar dan payudaranya terlalu kecil. Sudah jelas, Elias, cowok yang ditaksirnya sejak lama, tidak bakal naksir padanya.

174 pages, Hardcover

Published January 1, 2022

4 people are currently reading
34 people want to read

About the author

Jutta Nymphius

22 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (6%)
4 stars
30 (34%)
3 stars
36 (41%)
2 stars
13 (14%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 25 of 25 reviews
Profile Image for Buchdoktor.
2,367 reviews190 followers
July 12, 2021
Zähne bleichen, Pickel retuschieren und die Nase verschmälern - gerade weil Amelie mit Potoshop optische Wunder vollbringen kann, ist die Dreizehnjährige mit ihrem eigenen Körper unzufrieden. Ihre Nase gefällt ihr nicht, die Haare wirken zu dünn und von Busen kann noch nicht die Rede sein. Das Schönheitsideal in den Sozialen Medien ist derzeit die Sanduhr-Figur und die cooleren Klassenkameradinnen folgen einer Influenzerin, die Fitness- und Abnehm-Tipps gibt. Als Kira neu in Amelies Klasse kommt, die aus unbekannten Gründen das Schuljahr wiederholt, stellt Kira Amelies Weltbild auf den Kopf. Die Neue weiß, was sie will und drückt das direkt und unmissverständlich aus. Kira hat nicht die Absicht, ihren Körper in wallenden Stoffbahnen zu verstecken oder sich von Jungenscliquen anpöbeln zu lassen – und erwartet das auch von Amelie.

Als Amelie den supersüßen Elias aus der 9. Klasse anhimmelt, verleiht Amelie der Sache Nachdruck, indem sie die Fäden zwischen beiden spannt. Dass Elias von Amelie ein Foto „oben ohne“ fordern würde, hatte Kira damit nicht beabsichtigt. Während Amelies Eltern mit sich selbst beschäftigt sind und Amelie ihren skurrilen Freund aus Kindertagen auf unschöne Art abserviert, eskaliert die Beziehung zu Elias. Dass ein älterer Junge an ihr interessiert ist, mit dem sie keine Interessen teilt und der stets nur in seiner 3er-Clique unterwegs ist, war vermutlich zu schön, um wahr zu sein. Während Kira noch die Ärmel hochkrempelt, nimmt die Geschichte eine verblüffende Wendung.

Die Last eines pubertierenden Körpers, coole Mädels, die keine coolen Freundinnen sind, ein bester platonischer Freund, für den sich jemand zu reif findet, und ein verdächtiger Love Interest sind Bestandteile vieler Jugendromane. Amelie erzählt ihre Erlebnisse jedoch aus der Distanz und mit so unerschütterlichem Humor, dass ich zu Beginn der Handlung schon überzeugt war, ihr Humor würde sie sicher durch die Stürme der Pubertät tragen. Mit Body-Shaming, Sexting und den Tücken digitaler Bildbearbeitung versammelt Jutta Nymphius hochaktuelle Themen in einem auch für ungeübte Leserinnen zu bewältigenden Text.
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,394 followers
Read
December 25, 2023
Buku ini adalah teenlit asal Jerman yang ditujukan bagi pembaca usia transisi dari anak-anak ke remaja. Karakter utamanya, Amelie, adalah anak berusia 13 tahun yang dengan problematika khas remaja; tidak percaya diri akan bentuk tubuhnya, ingin menjadi gadis populer di sekolah dan lebih dekat dengan 'gebetannya', Elias. Klise, tapi sebetulnya menjadi reminder penting bagi orang tua: masalah-masalah ini selalu muncul dalam kisah remaja, apapun latar negaranya. Sebagai perempuan dewasa yang membacanya, ini adalah sebuah bentuk refleksi, bahwa apa yang kita anggap 'kecil' di kemudian hari, adalah hal yang besar pada masanya.

Biasanya saya membaca buku-buku Jerman yang lebih 'serius'. Buku ini memberi perspektif baru untuk saya, "Oh di Jerman anak sekolahnya bisa jahil juga toh." 😂Diterjemahkan langsung dari Bahasa Jerman oleh penerjemah muda, menurut saja terjemahannya oke 👍🏻 Enak dibaca. Auranya seperti buku teenlit asal Amerika ataupun Inggris, namun rasanya masih relevan untuk anak Indonesia dari kelas menengah yang terhubung baik dengan internet.
Profile Image for Hanna.
70 reviews
December 17, 2024
2.5 ⭐
wohl eher ein buch für jüngere, aber trotzdem zu unrealistisch. kümmerliche charakterentwicklung und ohne logischen handlungsverlauf.
Profile Image for Amaya.
749 reviews58 followers
May 7, 2024
Actual rating: 3,5

Kemakan konten bentuk badan yang sempurna? Jadi nggak percaya diri sama tubuh sendiri? Masalah klasik yang nggak juga dapat solusi atau nggak semua orang bisa akses solusinya.

Di buku ini korbannya Amelie. Dia merasa bentuk tubuhnya nggak oke, wajahnya juga nggak cantik-cantik amat, tapi dia pandai menggunakan photoshop. Jadi, Amelie mencoba mengubah wajah para selebritas yang tengah berjemur atau hanya menggunakan bikini dengan wajahnya. Sambil berharap tubuhnya bisa berubah seperti itu secara ajaib.

Amelie tidak bahagia di rumah. Orang tuanya terus bertengkar dan tidak ada yang bisa menampung keluh-kesah atau sekadar memberinya nasihat. Amelie hilang arah, terlebih setelah dirinya tidak sengaja mengirim foto tidak senonohnya ke cowok yang dia taksir. Dunia Amelie seketika runtuh. Tapi, ada yang harus Amelie lakukan meskipun sedang terpuruk dan dia harus menyelamatkan dunianya sendiri jika tidak ada yang bisa membantunya bangkit.

Pertama, terjemahannya luwes. Ngalir banget sampai akhir. Kedua, karakter Amelie ini REAL BANGET alias emang ada (atau bahkan banyak) remaja yang mengalami hal serupa. Lingkungan sekitar berpengaruh, terutama keluarga, dan karena ini unit paling kecil, sudah sepantasnya orang tua (Amelie anak tunggal) mendampingi, mengawasi apa yang anak-anaknya lihat, dan membimbing mereka apabila terjadi hal yang tidak baik. Terlebih mengirim foto pribadi ke orang lain (nggak pakai baju yang tertutup) itu termasuk hal besar.

Ada juga bagian Amelie yang kepengin banget ngikut gaya hidup dan penampilan dua anak yang dia anggap role model. Di sini pengaruh dari luar juga ambil andil. Plus ada media sosial yang bebas diakses siapa saja. Ingat, Amelie nggak diawasi ortu selama menggunakan gadget.

Remaja tanggung paling senang kalau ditantang. Lebih-lebih kalau tantangannya yang benar-benar nggak dia pahami sebelumnya. Maksudnya karena nggak pernah dikasih edukasi lebih baik soal itu, atau ngikut teman-teman biar nggak diejek, atau karena murni mereka kepengin dipandang sebagai orang dewasa yang dari luar kebanyakan memang keren. Nah, Elias juga termasuk salah satu yang ikutan teman dan mau dianggap keren. Well, karakter dia nggak ada PoV khusus sih, tapi dari secuil informasi dari buku ini, dia ngelakuin hal tercela begitu karena dorongan teman. Pergaulan yang salah kurasa.

Intinya, buku ini tipis, tapi isinya padat. Buat yang lagi nyari bacaan buat remaja atau kasih kado/sekadar bacaan ke sanak saudara/keluarga yang masih remaja, kurasa buku ini cocok buat mereka. Aku emang udah nggak remaja lagi, tapi kisah yang kepengin disampaikan penulis bisa aku terima dengan baik. Mungkin sekarang udah aware sama hal-hal yang dinamakan privasi, jadi pelajaran dari buku ini bisa disimpan untuk diberikan ketika ada yang membutuhkan.
Profile Image for Repeatasari.
67 reviews2 followers
May 31, 2025
Ini tentang kegelisahan Amelie, remajaa putri, yang baru naik kelas tujuh. Dia merasa tidak cantik, tidak menarik, tidak body goals. Pikiran dan perasaannya terpaut pada standar kecantikan yang dia pandang dari media sosial dan sekelilingnya.

Isu yang lekat dengan anak-anak remaja. Apalagi di jaman sekarang yang serasa dunia dalam genggaman. Ternyata apa yang kita anggap biasa, bisa jadi hal besar bagi orang lain.

Gimana Amelie menutupi dirinya dengan pakaian gombrong. Selalu diselimuti keminderan. Belum lagi kondisi Papa Mama yang sedang tidak akur. Amelie tak punya tempat berkeluh kesah, kecuali dengan cermin di dalam lemari.

Tiba-tiba datang Elias yang awalnya tidak terjangkau. Punya tipu muslihat yang dengan mudahnya membuat Amelie yang polos terjebak. Untungnya ada Kira dan Nicki, teman yang peduli dan meyakinkan Amelie tidak bertindak bodoh.

Agak gemas dengan kebimbangan Amelie saat membuat keputusan. Pliss jangan gegagah!

Overall, orang seperti Amelie butuh teman untuk bercerita yang bisa membuatnya percaya diri. Apalagi saat masa transisi—puber remaja.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,443 reviews73 followers
July 29, 2024
Ngelu aku. Hmmm.... Tentang tingkah remaja putri yang mengirimkan foto topless ke cowok yang disukainya. People are so stupid when they are in love. Benar-benar setingan biologis yang menyebalkan. Dalam cerita seperti ini, selalu saja kata-kata sahabat yang sudah mengingatkan soal bahaya cowok yang sedang didekati tidak didengarkan. Bisa dibilang penyelesaiannya sendiri tidak diduga. Cukup memuaskan, sih. Meski sebenarnya aku berharap Elias bisa dibikin lebih remuk lagi.

Aku baru saja baca buku Ken Terate yang berjudul "Mel, Melatiku" yang berkisah tentang revenge porn. Karena bagian "foto pribadi" yang tersebar ke khalayak, selama baca novel ini aku jadi terbayang-bayang "Mel, Melatiku".
186 reviews
May 23, 2025
—A Novel with an Important Story Everyone Should Know—

Amelie, 13 years old, is right in the middle of puberty. Her parents are going through a relationship crisis, and her body doesn’t match society’s ideals. Her crush, Elias, doesn’t even know she exists. Everything changes when Kira joins her class. Of course, you can already guess what the main theme is: self-acceptance.

In the very first chapter, Amelie compares her body to different shapes—like the hourglass figure, which she sees as perfect, and the pyramid, which she believes describes her own body. This theme runs consistently throughout the book. Amelie clings to the popular girls, just to feel like she belongs. She distances herself from her childhood friend because he’s not “cool” enough. She avoids looking at herself because all she sees are her so-called flaws. This is the harsh reality, and sadly, a common experience. I’m sure at least 75% of teenagers feel this way and want to change themselves just to be accepted and liked by others.

This topic has been largely overlooked in literature, which is a shame, especially because many teenagers—particularly girls—don’t like to talk about it openly. Even though self-image and self-worth are ever-present issues, they’re often intentionally avoided. This book boldly tackles the subject and sends a powerful message.

Another important theme is the difficult relationship between Amelie’s parents, who do nothing but argue. Many young people know this situation all too well—it’s a sad but common reality. Her parents are human too, trying to navigate their own lives and make their own mistakes, often unaware of how deeply they hurt others in the process. The story makes it painfully clear just how much Amelie suffers from their conflicts.

Kira plays a crucial role in the story. She gives Amelie confidence and encourages her to stand up for herself. But when Amelie starts growing closer to Elias, a distance forms between the two girls, and Kira fades from view. The climax of the book arrives when Elias asks Amelie to take off her top. Honestly, given the title, I suspected something like this might happen, but it still shocked me in the moment.

For Amelie, this moment marks a huge step toward self-acceptance. She becomes braver—and I don’t mean that she literally strips in front of everyone. Instead, she outsmarts the entire class—and the reader as well. There was a time when I started to lose sympathy for her, but this moment and her actions afterward completely regained my respect. You get a deep look into her emotions and thoughts, and you can feel how much she changes over the course of the story. Standing up for yourself isn’t easy, and through Amelie, readers experience how that growth happens.

All in all, this novel is practically essential reading for teenagers between the ages of 12 and 16.
Profile Image for aynsrtn.
500 reviews15 followers
November 7, 2024
" ... kau selalu menjelek-jelekkan dirimu. Aku sering mendengarnya. gara-gara itu orang lain dengan mudah berbicara buruk tentangmu." —Kira.

Amelie berusia 13 tahun. Dia mahir menggunakan photoshop. Jika bisa, ia ingin mem-photoshop tubuhnya. Amelie tidak percaya diri dengan tubuhnya. Dan masalah-masalah lain pun muncul: Papa dan Mamanya bertengkar, Nicky—sahabatnya dari kecil bersikap aneh, Amelie yang menjadi bahan perundungan, serta Elias—kakak kelas yang ia taksir yang menginginkan hal lebih "lebih" dari Amelie.

Sebuah novel coming of age yang memiliki pesan yang dalam, terutama untuk remaja, dewasa, dan orangtua.

Ini adalah novel kedua dari Jutta Nymphius yang ku baca setelah Nirmala - Schlägerherz dan tetap memiliki pesan moral tersendiri. Ketika Nirmala lebih ke anak SD, kalau Topless lebih ke anak SMP. Meski aku bukan remaja lagi—tapi tetap berjiwa muda—novel ini masih relate terutama ketika berhadapan dengan anak yang baru menginjak masa remaja.

Karena novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu Amelie, aku bisa merasakan konflik batin, keresahan, bahkan "kehaluan" Amelie. Sebagai gadis 13 tahun, dia tuh mood dan relatable banget. Ada fase cueknya, fase ngeyelnya, fase galau, fase seneng kasmaran sama crush, fase marah, fase sedih, dan lainnya, berhasil Amelie ajak pembaca untuk merasakannya. At the same point kadang aku kesel sama sikap Amelie, kek temen-temen lo udah ngasih tahu ya, tapi lo stubborn banget, tapi ya gimana kan dia emang masih 13 tahun. Ya, masa-masa mencari jati diri.

Penyelesaiannya bagus. Sebagai penyelesaian konflik dari sudut pandang anak kelas 1 SMP yang menurutku pas. Memang jadi nggak dijelasin lebih dalam apalagi tentang konflik Papa dan Mamanya, tapi karena ini Amelie yang bercerita, jadi aku rasa cukup. Ada beberapa poin tersirat yang sudah bisa menjelaskan.

Novel yang cocok dibaca untuk anak baru gede—bisa untuk dewasa juga—agar lebih berhati-hati dalam menggunakan kecanggihan teknologi, bermedia sosial, dan state the boundaries terutama untuk hal-hal personal.
Profile Image for Nona Ana.
122 reviews11 followers
February 21, 2024
Terima kasihh fiksigpu karena telah memberikan buku ini untuk ku review di akun TikTokku tapi tentu sekalian aku review disini, hehe

Oben Ohne - Yang Kulihat Di Cermin bercerita tentang Amelie, seorang gadis 13 tahun yang tidak percaya diri dengan tubuhnya sendiri, dia pun menggunakan Photoshop untuk mengedit foto tubuhnya. Ketidakharmonisan keluarga membuat Amelie semakin merasa nelangsa dengan hidupnya. Amelie kadang menajdi korban bullying dari teman sekelasnya. Ketika Amelie mendapatkan bullying, dia pun menjadi dekat dengan Kira. Kira pula lah yang mendekatkan Amelie dengan Elias, cowok yang sudah lama ditaksir Amelie.

Buku ini mengangkat tema yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini, yaitu body dysmorphia (seseorang tidak bisa berhenti memikirkan kekurangan dalam penampilannya) , sexting, dan bahaya media sosial. Penulis menulis dengan gaya yang ringan, dan mengalir, sehingga mudah untuk dibaca dan dimengerti untuk pembaca remaja.

Tokoh-tokoh dalam buku ini digambarkan secara abu-abu layaknya manusia normal, tidak ajeg pada hitam-putih. Seperti Amelie yang kreatif dan berbakat, tetapi juga memiliki masalah kepercayaan diri yang parah dan terlihat memaksakan diri agar disukai dan diterima orang lain. Amelie juga sering berpikiran buruk tentang apa yang akan terjadi. Tipikal gadis ABG banget memang.

Secara keseluruhan, buku ini adalah buku yang menghibur, dan juga mendidik. Buku ini memberikan pesan bahwa kita harus mencintai diri kita sendiri apa adanya, dan tidak mudah terpengaruh oleh standar kecantikan atau popularitas yang ditetapkan oleh orang lain. Buku ini juga memberikan tips dan saran tentang bagaimana menghadapi situasi yang sulit, seperti bullying, tekanan peer, dan hubungan asmara yang tidak sehat. Buku ini cocok untuk dibaca oleh remaja usia 15 tahun ke atas, atau orang dewasa yang ingin mengenang masa-masa SMP.
Profile Image for Tike Yung.
174 reviews5 followers
May 23, 2025
Body image adalah tema yang diangkat dalam novel ini.
Setiap remaja yang sedang puber emang pemikirannya belum matang, mereka terkadang atau biasanya mudah sekali terpengaruh, apalagi mereka juga sedang dalam masa pencarian jati diri, mereka sedang mempelajari hidup yang baru (dari anak-anak ke fase remaja).
Hal ini salah satunya perubahan bentuk fisiknya, di luar sana pasti ada banyak remaja yang kurang puas dengan bentuk tubuhnya yang menurut standar kecantikan itu tidak sesuai standar, sehingga banyak dari mereka insecure. Terkadang hal-hal mengenai standar di luaran sana membuat saya ingin marah, karena sejatinya setiap manusia itu diciptakan berbeda-beda dan mereka tetaplah indah di mata Sang Pencipta, tentunya juga kita sebagai pemilik diri kita (dalam hal ini yang saya maksud adalah fisik) seharusnya kita mencintai diri kita. Tapi gara-gara standar yang diciptakan oleh masyarakat di luar sana, itu telah membuat kita sebagai manusia yang seharusnya mencintai diri sendiri itu kemudian goyah dan melirik/menengok ke arah standar kecantikan yang dibuat oleh masyarakat di luar sana. Ketika kita tidak sesuai dengan standar itu, kita yang tiba-tiba merasa tidak puas dengan diri kita, kita akan merasa tidak pantas atau kurangnya percaya diri jika kita ingin bersatu dengan masyarakat di luar sana.

Kisah Emelie ini mungkin juga ada di dunia nyata. Di mana mereka yang sedang insecure dengan bentuk tubuhnya, lalu tiba-tiba mendapatkan perhatian dari orang yang mereka sukai secara diam-diam, dan mereka terberdaya oleh kata-kata manis dan rayuan yang tanpa mereka sadari ternyata tindakan akibat dari rayuan itu malah akan merugikan mereka terutama sebagai perempuan.
Untuk penyelesaian konflik dalam novel ini agak kurang memuaskan.
Profile Image for daj.nura.w.ksiazki.
264 reviews3 followers
October 8, 2022
Amelie chodzi do siódmej klasy. Jest to czas dużych zmian zachodzących w jej ciele, a co za tym idzie - w postrzeganiu go przez dziewczynę. Amelie uważa, że daleko jej do doskonałych modelek, do których porównuje się, przeglądając media społecznościowe.

Pewnego dnia w życiu dziewczyny pojawia się Elias - nieco starszy, pociągający i niesamowicie przystojny. Wraz z rozwojem relacji dziewczyna zadaje sobie pytanie, jak daleko chce i jest gotowa się posunąć w odsłanianiu siebie - dosłownie i w przenośni.

💬🖥️

,,Topless" to historia nastolatki doświadczającej pierwszego zauroczenia, a także mierzącej się z presją dotyczącą wyglądu.

Jutta Nymphius stworzyła historię, która, w sposób pozbawiony moralizatorskiego tonu uczy o zagrożeniach, jakie może nieść za sobą korzystanie z mediów społecznościowych. Historia osadzona jest we współczesnych realiach, a obecna tam na każdym kroku technologia i portale pełne zdjęć niedoścignionych ideałów doskonale obrazują to, z czym w dzisiejszych czasach muszą mierzyć się młode osoby.

Autorka pisze w prosty i lekki sposób, a krótkie rozdziały sprawiają, że powieść czyta się naprawdę szybko.

Bardzo się cieszę, że takie książki powstają i żałuję, że nie było ich na rynku wydawniczym, gdy ja byłam w wieku głównej bohaterki.
Profile Image for Unn Lovegood.
259 reviews1 follower
Read
July 16, 2024
@unn.withbooks

yang aku suka :
• Isu yang diangkat menarik dan cukup penting.
• ending lumayan heartwarming.
• ada sedikit plottwist yang keren. Amelie yang naif jadi terkesan nggak 'bodoh²' banget.
• bonding persahabatan yang kuat.
• berhasil menggambarkan tokoh utama yang 13th banget. pemikiran yang complicated karena menginjak masa transisi dari anak-anak ke remaja. di mana dia mulai 'naksir' dengan lawan jenis, dan mulai 'memberontak' terhadap ortunya.

yang aku kurang suka :
• eksekusi cerita kurang jadi terkesan terburu-buru dalam penyelesaiannya.
• development karakter utama nggak terlalu jelas dan malah terkesan si 'Amelie' masih di tahap melarikan diri (ignore) dari masalahnya.
• karakter utama yang egosentris (?) jadi aku pribadi kurang menyukainya —mungkin karena masih 13th?
• di ending Amelie menyalahkan 'Elias' atas 'kehilangan dirinya sendiri' padahal ya menurutku tidak ada yang berhak dipersalahkan.
Profile Image for Fhia.
497 reviews18 followers
May 22, 2025
Aku kira judulnya Topless lhoo, eh ernyata Oben Ohne.
Novel middle-grade dari Jerman yang layak dibaca oleh remaja dan orang tua yang memiliki remaja. Mengangkat isu khas abege yang sebenarnya sudah ada sejak dulu: pubertas, body image, hubungan pertemanan berdasarkan kecantikan atau kepopuleran, naksir lawan jenis, dan hubungan dengan orang tua yang menjadi lebih rumit.
Ditulis dari sudut pandang pertama tokoh utama, Amelie, gadis 13 tahun yang mulai tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya. Amelie juga berusaha keras masuk ke dalam pertemanan gadis populer serta menjalin hubungan dengan cowok yang sudah lama disukainya.
Hal-hal tersebut sepertinya sepele dan bisa dipikirkan secara logis, mana yang boleh atau yang patut bagi orang dewasa. Namun ternyata di mata remaja semua terasa rumit.
Buku yang ringan dan sederhana tapi bisa menjadi pengingat tentang pentingnya memahami tahapan perkembangan anak sesuai dengan fasenya.
Profile Image for Sweetdhee.
514 reviews115 followers
December 3, 2023
Buku ini tipis.
Ceritanya berkutat di satu konflik utama, "Akankah Amelie menuruti permintaan Elias?"

Tipis, tapi menurutku penting untuk dibaca praremaja dan remaja.
Bahkan anak sulungku yang baru berumur 9 tahun sudah mulai berjuang karena beberapa isu yang juga dialami Amelie yang baru naik ke kelas 7.

Pubertas dan transisi dari anak-anak menuju remaja itu tidak mudah kan ya?
Jutta ingin menyoroti itu dengan narasi yang lugas, gemas, dan mengalir.
Dari buku ini, sebaiknya orangtua menyadari bahwa selain edukasi seks sejak dini, edukasi tentang perilaku digital dan dunia maya juga harus dimulai sejak dini.
Karena kita nggak tahu, sampai sejauh mana kita bisa melindungi mereka jika kita melepas mereka begitu saja ke dunia yang sebegitu luas dan antah berantah.

Profile Image for Aylin lmao.
3 reviews
October 7, 2021
Ich persöhnlich war Anfangs in das Buch verliebt. Vor allem fand ich das der Junge in den sie verliebt war sehr nett rüberkam. Es hat sich aber alles dramatisch geändert, als er mit seinen Freunden war. Ich fand, dass dieses Buch die heutige Jugend und Pubertierende Teenager gut gezeigt hat, trotz allem hätt ich mir am Ende mehr erhofft. Mehr im sinne von mehr Feminismus. Ich hätte erhofft, dass Amelie für sich selbst aufgestanden wäre und sich verteidigt hätte. Das sie sauer geworden wäre, und sich durchsetzt. Sowas passiert viel zu vielen Mädchen in der heutigen jugend, deswegen hätte ich mehr erwartet. Trotz allem ist es ein sehr gutes Buch.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ania.
412 reviews32 followers
October 5, 2022
Gdybym miała 12 lat, to byłaby jedna z moich ulubionych książek. Teraz, chociaż dobrze się bawiłam, główny wątek, czyli problem z samoakceptacją, potraktowany był dla mnie zbyt powierzchownie. Autorka miała mnóstwo możliwości do pociągnięcia tematu, ale wybrała inną drogę - skupiła się na nowych przyjaźniach i pierwszych zauroczeniach. Było fajnie, ale to jednak trochę za mało.
Profile Image for Icha.
55 reviews1 follower
August 30, 2024
Aku jarang ketemu sama novel yg tokohnya masih SMP. Jadinya pas ketemu ini seneng banget, ditambah ceritanya juga bagus. Seneng deh pokoknya!

Untuk novel terjemahan ini narasinya ngalir banget, bikin bacanya juga jadi enjoy dan lumayan cepet sih bisa abisin ini.

Ulasan lengkapnya aku unggah di sini https://www.instagram.com/p/C_SujnST9...
Profile Image for Lalamurdiana.
48 reviews
November 16, 2024
Kepercayaan diri menjadi sifat yang perlu tertanam dalam diri setiap perempuan. Tokoh Amelie, yang ga percaya dengan dirinya sendiri menjadi tidak stabil dan rawan diperdaya orang lain.
Pesan yang bagus sukses disampaikan, hanya saja pendalaman karakter tokoh-tokohnya masih kurang.
Profile Image for Kopfgespenster.
30 reviews1 follower
May 30, 2021
Es ist ein schönes Buch mit einer wichtigen Message, aber wahrscheinlich eher für Jüngere gedacht (11-16 Jahre).
Profile Image for Elgyn.
3,089 reviews39 followers
March 11, 2022
Nepochopila jsem, proč se mění y/i ve jméně Nicky/Nicki.


špatné dělení slov - s. 140
Profile Image for Kathleen.
414 reviews
January 29, 2023
Ziemlich gut aber sehr kindisch
Hatte trotzdem viel Spaß beim Lesen!
Profile Image for Lu.
47 reviews
May 9, 2025
"Slzy tady možná nejsou od toho, aby vyjadřovaly smutek, třeba slouží spíš k tomu, aby rozmazaly jasný obraz toho, kdo stojí před námi, abychom dál mohli žít ve svých snech a přáních"

Tak tohle bylo největší zklamání za tento ani ne půlrok a nesmírně mě to mrzí. Knihu jsem už jednou četla asi před dvěma roky a měla jsem ji v hlavě zapamatovanou jako vážně super knihu a ještě k tomu navíc jsem ji teď půjčovala kámošce a ta z ní byla úplně nadšená. Nevím tedy přesně co se semnou stalo mezi těma dvěma rokama, ale nejspíš jsem poslední dobou četla tak dobré knihy, že se mi úplně změnil pohled na ty, které se mi zdály dobré dříve. Navíc jsem teď ještě předtím četla topovku "Stačí mávnout křídly", což je trochu podobné a přišlo mi strašně dokonalé si potom přečíst tohle. No byla to cesta z kopce dolů. Nechci zase být úplně zlá, protože autorka se snažila napsat knihu pro dospívající dívky s mnoha důležitými tématy. Takže začneme hezky od začátku. Prvních 100 stran jsem tak napůl četla a napůl spala, protože to bylo vážně neskutečně nudné. Navíc si nemůžu pomoct, ale hlavní postava mi až moc vadila a přijde mi až bizární potom co Vám někdo takový jako je ona ublíží si jen říct "Ona je teď v pubertě a má to těžký", když se chováte tak hnusně k lidem kolem sebe. Jakoby ano měla to těžké i doma, i ve škole, ale úplně mi to nepřijde jako důvod proč byste se měli chovat jako totální svině a pak čekat od těch lidí, kterým jste ublížili, omluvu, protože se s Vámi nechtěli bavit. No tedy po těch 100 stranách mě to asi 50 stran docela bavilo, protože se tam konečně něco dělo a zápletka začala, což je asi jeden ze tří důvodů proč jsem tomu dala vůbec ty 2 hvězdy. Druhý je jeden z několika citátů, který se mi líbil a dával aspoň trochu smysl a třetí je nejspíš ten, že tohle celé je dost důležité téma naší "dokonalé" společnosti. Každopádně v této chvíli jsem tomu plánovala dát aspoň ty 3 hvězdy, ale konec mě bohužel donutil strhnout ještě tu jednu. Bylo to až moc uspěchané a bez pořádné omluvy od všech postav, které někomu ublížily. Rodiče hlavní postavy, kteří se hádali, protože její matka podvedla jejího otce, byli najednou úplně milující rodiče bez pořádného vysvětlení. Její kamarádi, kteří na ni byli ten samý den totálně naštvaní (měli k tomu důvod), byli najednou z ničeho nic úplně vpohodě, jakoby se nic nestalo. A hlavní hrdinka měla úplně úplně dokonalý život. Krása, tleskám autorce, že udělala klasický happy end, který by se nikdy nestal, protože vážně všechno není hned lusknutím prstů dokonalé. Je mi líto i třináctileté mě, která byla tak naivní, že si myslela, že tento konec bude mít jednou úplně každý. Takhle to v našem světě ale bohužel nefunguje a bylo by dobré těm mladým dívkám ukázat i reálný konec.
Profile Image for Meredith.
649 reviews3 followers
June 30, 2022
Tak nějak nevím - na jednu stranu je to fajn a má to poučení, na tu druhou by se z toho dalo dostat víc.
Displaying 1 - 25 of 25 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.