Ada rindu yang nggak akan terobati hanya dengan pertemuan. Ada kedekatan yang justru terjadi setelah perpisahan.
Jilla mencoba lebih mendalami Mama setelah perceraian itu. Dia pun makin memahami sulitnya menjadi lelaki setelah nggak lagi serumah dengan Papa. Perpisahan yang memunculkan pertemuan-pertemuan baru, kejadian-kejadian baru, orang-orang baru. Perempuan yang dekat dengan Papa, tiba-tiba datang dalam kehidupan Jilla dan ingin mencampuri hari-harinya. Lantas, pertemuan Jilla dengan seroang cewek yang rumit dan misterius yang mengubah standar serta pandangannya tentang suatu hubungan.
Kehidupan bersama dengan Mama yang kini menjadi single parent dengan tiga orang adiknya, membenturkan Jilla dengan berbagai persoalan hidup dan memaksa Jilla untuk bersikap sebagai seorang “lelaki”, bukan sekadar seorang “cowok”.
Segitiga Tak Bertitik Temu berkisah tentang kehidupan Jilla yang berubah setelah perceraian orangtuanya. Jilla sebagai satu-satunya lelaki dalam keluarga sekaligus anak tertua merasa bertanggungjawab menggantikan peran sang ayah. Di antara rumitnya konflik keluarga, Jilla bertemu dengan seorang gadis rumit dan misterius yang membuatnya jatuh hati. Selain itu, Jilla juga disibukkan oleh kegiatannya sebagai anak SMA. Selamat datang di kehidupan Jilla dengan segala permasalahannya!
__________ Di awal aku kira fokus ceritanya akan pada kehidupan Jilla dan keluarganya yang mengalami perceraian, tapi ternyata fokus utama ceritanya lebih ke kehidupan Jilla sebagai remaja dan masalah-masalah yang dialaminya. Bisa dibilang ini ceritanya lebih ke slice of life remaja, karena sampai akhir pun aku gak menemukan konflik utama dari novel ini. Yang aku lihat, novel ini lebih fokus ke perkembangan karakter Jilla.
Hal yang aku sukai dari novel ini adalah gaya bercerita penulisnya yang mengalir. Selain itu, aku juga suka isu yang diangkat dalam ceritanya seperti: seks bebas, narkoba, toxic relationship, abusive relationship, broken home dll. Aku suka cover novelnya, terus ilustrasi yang ada di novelnya juga cantik.
Latar belakang tahun 2000-an pun berhasil bikin nostalgia, apa lagi pas ada bagian SMS yang disingkat dan nyebut aplikasi friendster. Sayangnya, selain hal itu aku merasa vibe tahun 2000-annya masih kurang. Apa lagi dengan isu-isu yang diangkat aku merasa isunya itu terlalu "masa kini", nggak kebayang anak tahun 2000-an ngomongin toxic relationship, relationship education atau sex education. Bukan berarti pada jaman itu gak ada masalah-masalah kaya gitu sih. Tapi lebih ke penggunaan istilah-istilahnya tersebut dan gimana tokoh-tokohnya membicarakan mengenai hal itu dengan paham yang masa sekarang. Belum lagi bahasa sehari-hari yang digunakan tokoh-tokohnya yang seperti anak jaksel.
Alurnya yang kadang maju dan mundur agak sedikit membingungkan, kadang juga bingung siapa yang berbicara. Lalu ada bab yang aku ngerasa kalau dihilangkan pun gak masalah karena gak ngaruh ke cerita utama. Aku bisa maklumi ini, karena pas di awal dijelaskan novel ini awalnya merupakan kumpulan cerpen. Jadi mungkin memang ada beberapa hal yang gak pas saat digabungkan.
Overall, menurut aku novel ini punya banyak potensi. Karakternya Jilla menarik, isu yang diangkat juga sudah bagus, gaya bercerita penulis juga enak. Semoga di novel kedua konfliknya bakalan lebih intense tapi tetap diceritakan dengan ringan dan lebih eksplore hubungan Jilla dan keluarganya.
Aku rekomendasikan novel ini buat kalian yang suka cerita remaja yang mengangkat isu-isu cukup berat tapi tetap diceritakan dengan ringan.
Buku Segitiga Tak Bertitik Temu ini merupakan kisah Jilla. Meski tokohnya remaja, isu yang diambil cukup dalam dan kompleks, seperti masalah broken home, toxic relationship, kenakalan remaja, pentingnya seks edukasi, problematika kuliah, juga perselisihan keluarga.
Ketika baca blurb, aku pikir buku ini bakal lebih mendalami Jilla (dan adik-adiknya) yang baru saja mengalami perceraian orang tua mereka. Namun, ternyata nggak juga. Justru porsi masalah kehidupan Jilla sebagai remaja lebih banyak, termasuk soal kisah romantisnya.
Ceritanya sendiri ditulis dengan cukup baik. Meski ada beberapa yang membuat aku bingung karena beberapa kali penulis tidak menjelaskan karakter yang berbicara dan alurnya agak maju-mundur. Terus ada konflik yang menurutku kayak gitu aja (misal soal Moril dan Helga).
Karakter yang ada juga agak banyak jadi agak sedikit membingungkan. Di awal penulis udah melengkapi dengan profil karakter, dan aku pikir karakternya hanya segitu. Eh ternyata ada yang lain dan banyak 😅 Satu lagi yang bikin aku agak salah paham itu Jilla nggak dijelaskan dari awal kalau dia seorang cowok. Aku pikir Jilla itu cewek.
"Tapi sampai ada istilah perceraian ideal itu absurd. Ibaratnya sama dengan bilang ... engg ... kebangkrutan indah, atau perselisihan harmonis, satu dengan yang lain nggak sinkron." (h. 244-245)
Buku ini aku rekomendasikan buatmu yang suka baca kisah remaja tapi mengangkat isu yang cukup kompleks. Meski ada plot yang agak kurang mulus, cerita di buku ini ditulis dengan cukup baik. :)
Adakah perpisahan yang bersahabat dengan keikhlasan? - Jilla . ... Ibarat segitiga, sudutnya belum tersambung dengan titik-titiknya. Ada bagian yang belum pas. (Hal.56) . . . saya ingin merekomendasikan salah satu novel dengan tokoh seorang remaja laki-laki bernama Jilla. :)
Novel ini merupakan kumpulan cerita dengan jumlah 31 judul cerita yang sebagian besar pernah dimuat di Harian Surabaya Post (2004-2006). Novel ini disebut juga dengan Serial Jilla. Meskipun Serial Jilla ini ditulis pada tahun yang disebutkan,kak Ovi selaku penulis melakukan beberapa penyesuaian sehingga cerita yang diangkat kedalam novel ini bisa dinikmati oleh pembaca yang mungkin baru berkenalan dengan kisah Jilla seperti saya, dan bisa jadi obat kangen untuk penikmat serial dalam bentuk tulisan yang dulu begitu populer.😊🙏
Konflik yang dihadirkan membuat saya bertanya "bagaimana kak Ovi yang ketika menulis kisah ini masih berada dalam fase usia remaja,namun piawai meramu konflik yang rasanya cukup rumit untuk dihadapi seorang remaja?" Setuju dengan salah satu reviewer yang menulis bahwa bagian yang cukup mengejutkan adalah konflik keluarga yang semula disangka akan menjadi bahasan yang berkepanjangan namun rupanya bergerak justru kearah kisah romantis Jilla. Dan juga beberapa cerpen apabila digabungkan belum dapat memberikan gambaran bahwa alurnya berpadu dengan halus dan terasa mengalir malah seperti keping puzzle dan belum 'mulus' sambungannya.
Bagi saya pribadi,kepiawaian meramu konflik,menghidupkan karakter Jilla yang seorang laki-laki dalam cerita yang ditulis oleh penulis perempuan, dan juga penyesuaian cerita dengan setting kota Surabaya pada era 2000an agar tetap dapat dinikmati pembaca buku masa sekarang menjadi satu nilai tambah untuk baca buku ini.
❤ Segitiga Tak Bertitik Temu menjadi novel kedua yang merupakan kumpulan dari serial,namun yang membedakannya adalah penyesuaian yang dilakukan kak Ovi dalam buku ini sehingga pencinta bacaan tahun 2000an dan maupun teman-teman yang terbiasa membaca novel kekinian tetap dapat menikmati kisah Jilla.😊🙏
❤ Desain kovernya keren,walaupun jujur sempat berpikir ini novel genre misteri karena warna yang dominan pada sampulnya 😅🙏 Dan setelah dijelaskan penulis, rupanya dibalik desain kover ini ada makna/pesan yang ingin beliau sampaikan kepada para pembaca.
❤ Kisah Jilla sendiri dibuka dengan keadaan pasca perpisahan kedua orang tuanya, yang membuat Jilla beserta ketiga adiknya tak lagi serumah dengan ayahnya. Saya dapat membayangkan bagaimana tidak mudahnya memulai hidup 'baru' dengan keadaan yang tak sama,terutama bagi Jilla yang merasakan kondisi ketika dirinya 'dipaksa' bersikap sebagai 'lelaki'
❤ Gaya menulis kak Ovi berhasil mengajak saya bernostalgia dengan bacaan serial. Selain itu,beberapa kosakata dalam novel ini menambah daftar kosakata Bahasa Indonesia. 😊🙏
❤ Konflik dalam keluarga dan proses yang harus dilalui pasca perceraian diceritakan melalui tokoh Jilla,yang juga menghadapi permasalahan cinta dan tentang hubungan pertemanan dalam kehidupan remajanya. Memikirkan permasalahan yang cukup banyak rasanya jadi berpikir hidup Jilla terasa berat,namun kepiawaian kak Ovi meramu konfliknya, membuat kisah Jilla ini seru untuk dibaca dan seolah mewakili beberapa permasalahan yang dihadapi remaja.
❤ Tentang judul novel ini, Segitiga Tak Bertitik Temu, menurut saya pribadi adalah pilihan tepat dan dapat mewakili keseluruhan kisah didalamnya. Dan masih tentang judulnya,seorang teman yang mendengar judul ini kemudian bertanya "kenapa harus segitiga? Kan lingkaran juga gak ada ujungnya?" Adakah diantara teman-teman yang merasa terwakili dgn pertanyaan teman saya terkait judul novel ini?
❤ Novel Segitiga Tak Bertitik Temu ini bisa saya tuliskan merupakan sebuah formulasi keren,karena membahas transformasi seorang remaja sekaligus sulung dalam keluarga yang bercerai,lalu proses Jilla dalam memaknai hubungan yang berbeda dari sebelumnya,cara lelaki ini menjalankan peran sebagai kakak bagi adik perempuannya,dan juga tentang seorang perempuan bernama Mellow yang menarik perhatiannya namun dgn permasalahan 'jeratan hubungan tak sehat' yg turut hadir dalam kehidupan seorang Jilla. Bisa dibilang, permasalahan dalam dunia remaja terangkum dgn apik ditangan kak Ovi.
❤ Saya suka dengan novel ini karena terdapat ilustrasi yang memanjakkan mata dan menjelaskan poin dari tiap judul cerita. Juga, pada beberapa cerpen terselip dialog yang dinamakan Skrip yang Terselip,dan bagian ini paling keren karena kadang dialognya bikin senyam senyum kadang bikin sedih juga.❤
❤ Ssst,di bagian akhir,kak Ovi membagikan kabar baik jika kita akan kembali jumpa dgn kisah Jilla di buku kedua berjudul LEKANG. Tak sabar menantikannya karena menurut saya pribadi,kisah Jilla memang harus dilanjutkan. Masih banyak yg ingin saya tahu tentang kelanjutan hubungan Jilla, dan 'badai lainnya' yg harus ia hadapi.
List lagu untuk novel ini versi saya:
- Peterpan: Walau Habis Terang - Ada Band: Baiknya - Ungu: Tercipta Untukku - Letto: Sebenarnya Cinta - Shelia on 7: Kita - Sheila on 7: Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki
First impression ku ketika baca novel ini adalah "Wow" 😱... Jujur ada beberapa novel yang aku baca dan membahas tentang perpisahan/perceraian, korbannya pasti anak-anak. Tapi aku mendapat pandangan lain dari novel ini, bukan anak perempuan yang jadi centralnya tapi anak laki-laki.
Aku sudah membayangkan, pasti anak laki-laki seperti Jilla bakal menanggapi perpisahan kedua orang tuanya dengan santai dan tidak perduli. Tapi disini kak @magdaovi membuatnya berbeda, dan itu sangat keren. Tetap memberikan gambaran sisi remaja dan pergaulannya namun penyelesaiannya pun sangat apik👍.
Gak hanya permasalahan keluarga dan persahabatan saja yang jadi pembahasan di novel ini, tapi juga tentang abusive relationship dan sex education juga seruan bahwa kita harus menjaga dan bertanggung jawab pada tubuh kita masing².
Baca novel ini seperti mengenang masa² ditahun 2000an dimana media sosial belum merajai seperti sekarang😊. Apalagi setting lokasinya di Surabaya, bahasa² keseharian yang digunakan pun tidak terasa asing😁.
Overall aku suka sama novel ini selain cerita nya yang bagus ilustrasinya pun sangat cantik jadi gak bosan untuk dibaca😍😉. Jadi buat kalian yang mencari sebuah bacaan tentang gambaran perpisahan namun dikemas dengan sudut pandang yang berbeda, boleh banget lho kalian masukkan novel ini ke list kalian karena novel ini keren menurutku😉👍.
Aku berterima kasih buat kak @magdaovi karena telah menghadirkan sosok Jilla dan kehidupannya yang pembelajaran🙏. Terima kasih juga karna diberikan kepercayaan untuk mengulas novel keren ini, aku jadi gak sabar nunggu kelanjutannya😂.
segitiga tak bertitik temu bercerita tentang jilla. seorang remaja sma yang harus dihadapkan dengan beberapa masalah; perceraian orangtua, persahabatan, kisah cinta dan tentu saja cita-citanya.
jilla merupakan anak pertama, ia memiliki 3 adik dengan beragam tingkahnya. jilla di paksa dewasa oleh keadaan soalnya ia harus menjadi contoh yang baik untuk para adik serta menjadi tumpuan sang mama.
aku suka dengan gaya penulis dalam menuliskan cerita ini. soalnya berasa kayak baca buku harian jilla. mudah di pahami dan tentunya asik~
ide cerita yang diangkat pun sangat fresh, walau teenlit tapi ada isu-isu lain yang bisa kamu temukan dan dapat di ambil pelajaran. pokoknya aku suka dengan ide cerita di buku ini.
overall, cerita ini menyajikan sesuatu yang berbeda dan sangat menyentuh hati. kedekatan jilla dan mellow pun menjadi point yang aku suka di cerita ini. sederhana tapi bermakna. mungkin aku masih agak bingung dengan settingan waktunya saja sih. selebihnya cerita ini sangat recommended untuk di baca 🥰
ohiya, ada ilustrasi yang membuat cerita ini semakin menarik.
Kukira akan lebih fokus sama masalah keluarga tapi ternyata fokusnya lebih ke Jilla, ya kaya slice of life nya Jilla gitu. Buku ini page turning, menyenangkan dan bisa sedikit mengobati kangenku sama Surabaya,
Novel ini menceritakan kehidupan Jilla pasca orang tuanya bercerai. Dimana Jilla sebagai anak pertama laki-laki merasa bertanggung jawab atas kehidupan keluarga terlebih adik-adiknya setelah perceraian itu. Kalau dilihat dari sinopsisnya, aku nebak kalau isinya akan seputar Jilla dan keluarganya, tapi ternyata yang diceritakan justru lebih kepada kehidupan remaja Jilla, tentang masalah-masalah yang dia hadapi juga persoalan romansanya. Cukup menarik sih apalagi mengangkut beberapa isu seperti abusive and toxic relationship, free sex, ya masalah yang seringkali dirasakan remaja. Namun, untuk penanganan isu-isu tersebut masih kurang buatku.
Novel ini berisi kumpulan cerita pendek yang sebelumnya udah pernah dipublikasikan ya jadi maklum tiap masing-masing bab tidak saling berkelanjutan dan untuk orang yang nggak fokus mungkin akan kesulitan memahami itu. Trus walaupun udah disesuaikan juga untuk jadi sebuah novel tetap aja ada beberapa yang kurang. Penjelasan karakter minim, penyelesaian konflik juga kurang memuaskan. Tapi untuk gaya kepenulisan asyik sih, buat pembaca nggak cepat bosen, jadi cocok buat teman baca santai. Semoga ketidakpuasanku ini bisa terpenuhi di buku keduanya. Aku sangat menantikannya ^^
📚 Aku suka cara penulis mendeskripsikan setiap tokoh yang ada dengan menuliskannya di halaman awal sebagai pembuka. Pengenalan tiap tokoh, penggambaran tiap bab, ilustrasi nya cakep banget.
📚 Mungkin bukan aku sendiri yang kemungkinan salah tangkap, kukira Jilla ini cewek loh🙈. Aku kalo ketemu orang kaya jilla di real life bakal segan buat ketemu 😅, tipe laki-laki yang gamau kalah debat.
📚 Alurnya maju. Lebih banyak menggunakan dialog dibanding paragraf cerita. Menurutku ini yang membuat novel dengan jumlah 300halaman ini rasanya cepat waktu dibaca. Karena jujur aku dari jam 7-jam 11 malam namatin buku ini, karena font-nya nyaman dibaca😆👍
📚 Novel ini juga seolah menyampaikan makna kepercayan tidak hanya dalam keluarga, namun juga dalam kehidupan sosial pertemanan. Isu anak-anak korban perceraian orang tua sudah tidak asing di kalangan masyarakat. Maka dari itu menurutku sangat pas, karena pelajaran yang bisa diambil dari konflik tsb tidak hanya menguntungkan pembaca secara fiksi namun juga secara sosial.
📚 Menurutku novel ini terlalu berfokus pada keseharian Jilla dan Mellow, sehingga konflik keluarga Jilla kurang disorot. Namun tidak bisa dipungkiri kalau pasangan tersebut bisa bikin kalian ikut senyum-senyum sendiri.
📚 Sampai ketemu di novel kedua: Lekang Gasabar bangett gimana kelanjutan konflik keluarga Jilla, dan kelanjutan cerita cinta Jilla & Mellow.
📚 Bagi kalian yg suka baca novel teen-lit aku sangat merekomendasikan kalian buat baca buku ini✨ Rate: 4/5🤎
Judul: Segitiga Tak Bertitik Temu Penulis: Magdalena I. Ovi Penerbit: Stiletto Tahun Terbit: 2021 Jumlah Halaman: 328
disclaimer: review buku ini ditulis berdasarkan pengalaman dan apa yang aku rasakan selama membaca. jadi, penilaianku bisa jadi berbeda dengan penilaianmu, and that's just totally okay!:D
---
Berisi kumpulan serial yang sebagian besar pernah dimuat di Surabaya Post dari tahun 2004 hingga 2006, buku Segitiga Tak Bertitik Temu ini menceritakan beragam hubungan dari sudut pandang anak sekolah. Diawali dengan Jilla, si tokoh utama, yang merasa bertanggungjawab menggantikan peran ayah untuk adik-adiknya lantaran perceraian orang tuanya.
---
Berikut key points dari pengalaman baca yang aku notice 🔵 apa yang aku suka 🔴 apa yang aku kurang suka
🔵 Dalam konteks cerita remaja, topik yang diangkat tidak hanya seputar romansa sekolah, tetapi juga tentang ambisi dalam menggapai cita-cita, toxic and abusive relationship, sexual harassment, hingga tentang memaknai hubungan 🔵 Berlatar belakang tahun 2000-an, vibesnya berasa banget. Apalagi media komunikasinya masih SMS, dengan typing "Wkt qta d pantai Srau. Apa km ingat?" 🔵 Ilustrasinya sangat HEARTWARMING!! Ada beberapa bab yang diawali dengan ilustrasi salah satu scene dalam bab itu. Kudos untuk kakak ilustrator @putrisetyarini_ dan @aisyazalya
🔴 Dari sinopsisnya, ekspektasi awalku untuk buku ini adalah jalan cerita yang fokus ke permasalahan keluarga. Turned out ceritanya sangat mengalir ke kisah kasih Jilla dan adik-adiknya 🔴 Terdapat scene yang membuatku bingung pada awalnya (eh, kok tiba-tiba giniii) lantaran kurang menangkap adanya batas latar/waktu [Chapter 18: Coffee Break with Awe] 🔴 Masih menemukan beberapa typo
Selain yang telah disebutkan di atas, buku ini banyak bercerita tentang ketidaksengajaan dalam hidup. Entah dari pertemuan, atau perpisahan. "Perpisahan yang memunculkan pertemuan-pertemuan baru, kejadian-kejadian baru, orang-orang baru". Kehidupan Jilla yang diceritakan secara dinamis membawa pembaca ke petualangan yang mendewasakan.
Jilla tipikal cowok bertanggung jawab. Bertanggung jawab sama keluarga dan sama pacar. Sikap dewasanya mampu membuat orang orang disekitarnya nyaman. Bahkan banyak cewek yang ngantri pengin jadi pacarnya. Penggambaran sosoknya sebagai pembaca bisa memahami karakter sang tokoh utama. Tapi menurutku karakter mellow kurang istimewa jika disandingkan dengan jilla. Karena lebih kuat dan menonjol karakter jilla.
Segitiga Tak Bertitik Temu || Magdalena I. Ovi || Stiletto Indie Book || 312 Hlm || November 2021
"Adakah perpisahan yang bersahabat dengan keikhlasan?" -Jilla
Ini kali pertamaku membaca karya Kak Ovi dan aku langsung suka dengan gaya penulisan Kak Ovi. Ini juga kali pertamaku membaca novel dari sudut pandang cowok. Aku jadi tahu bagaimana sebenarnya yang cowok rasakan ketika mengalami berbagai masalah dalam hidup dan cara mereka menyelesaikan masalah.
Sebelum bab pertama novel ini, aku disuguhkan foto keluarga yang tersobek dan perkenalan tokoh-tokoh utama dalam novel ini. Ada Jilla si tokoh utama pria, Sera (adik pertama Jilla), Jihan (adik kedua Jilla), Setya (adik bungsu Jilla), Helga (adik kelas Jilla), Awe (sahabat Jilla) dan Mellow (doi Jilla). Ketika membaca bagian perkenalan para tokoh, aku diberikan gambaran seperti apa para tokohnya, apa saja yang mereka suka dan tidak suka. Aku merasa memiliki kesamaan dengan Setya, si adik bungsu Jilla, yaitu suka ngumpulin mainan dari snack. Entah rasanya ada kesenangan tersendiri ketika mengumpulkannya.
Novel ini berisi 31 judul serial yang sebagian besar pernah dimuat di harian Surabaya Post di tahun 2004 hingga 2006, dengan beberapa penyesuaian. Novelnya bersetting di Surabaya dan Kak Ovi mampu menggambarkan bagaimana kondisi Surabaya dengan sangat apik, sehingga orang yang belum pernah datang ke Surabaya atau tidak tinggal di sana bisa merasakan vibes Kota Surabaya dari membaca novel ini. Di dalam novel banyak diselipkan bahasa Jawa Timuran yang khas. Tidak hanya itu, banyak ilustrasi full color yang memanjakan mata pembaca.
Membaca novel ini memang membutuhkan konsentrasi penuh karena memiliki banyak POV. Sebagian besar tokoh yang ada dalam novel STBT diberikan kesempatan untuk bercerita, sehingga pembaca bisa mengetahui masalah satu-persatu tokohnya dan mengetahui apa yang mereka rasakan.
Meski novel ini memiliki banyak tokoh, mulai dari tokoh utama dan tokoh pendukung, tapi karakteristik mereka sungguh kuat. Aku paling suka dengan Jilla karena dibalik Jilla yang katanya playboy, tapi dia sosok yang memiliki tekad kuat dan paling gemas dengan Helga. Aku yang cewek saja dibuat geram dengan tingkah kekanak-kanakan si Helga. Membaca novel ini, aku diajak merasakan sensasi perjuangan setiap tokohnya.
Novel ini memiliki banyak sekali pelajaran yang bisa kita terapkan dalam hidup, seperti menerima dengan ikhlas keadaan, mengontrol emosi, tidak egois, tidak mudah percaya dengan gosip (tidak mudah percaya hanya karena mendengar dari satu pihak saja), dan masih banyak lainnya. Konflik yang diangkat dalam novel ini pun related dengan kehidupan remaja dari tahun ke tahun. Aku jadi mendapatkan ilmu tentang Abusive Relationship, tentang pelecehan seksual. Untuk penyesaiannya setiap konfliknya pun, kurasa cukup realistis.
Dalam buku Serial Jilla yang pertama ini memang lebih banyak fokus ke permasalahan yang dihadapi Jilla dari percintaan, pertemanan, keluarga dan cita-cita. Aku suka dengan cara Kak Ovi menceritakan dengan detail setiap lokasi yang ada di novel ini karena membuatku seperti berada di tempat tersebut serta bisa memvisualkan dengan baik di dalam otak. Kak Ovi juga menyinggung soal hukum karma, jangan suka melukai perasaan perempuan karena takutnya adik atau anak perempuan kita yang mendapat balasan dari apa yang kita perbuat.
Cara SMS Jilla dan Mellow membuatku bernostalgia ketika masih sekolah, dulu sebelum ada BBM dan Whatsapp masih menggunakan SMS untuk menghubungi teman dan ketikan SMSnya juga lebih banyak disingkat untuk menghemat bonus SMS atau pulsa. Tidak hanya itu saja, di salah satu ilustrasi digambarkan ponsel Jilla yang saat itu memang belum ada android, apalagi Iphone. Di salah satu bab dalam novel juga sempat disinggung soal mesin fax. Aku terakhir melihat mesin fax pas masih SD. Benar-benar novel yang membuatku bernostalgia.
Aku rekomendasikan novel ini untuk kalian yang masih remaja, untuk kalian yang suka membaca teenlit.
Jilla dihadapkan pada kehancuran keluarga yang membuat orang tuanya bercerai. Sebagai anak sulung laki-laki, Jilla berusaha menggantikan sosok ayahnya dan mengayomi ibu serta ketiga adik-adinya yaitu Sera, Jihan, dan Setya. Namun sosok Jilla yang masih menduduki bangku SMA juga memiliki permasalahan dalam kehidupannya, tak lain soal percintaan sehingga dia pun di cap sebagai playboy. Padahal, sebenarnya Jilla tidak tahu bagaimana menjalin hubungan dengan baik. disisi lain, Jilla sedang gencar-gencarnya memenuhi persyaratan beasiswa untuk kuliahnya, dibantu oleh sekertaris ayahnya yang diduga menjadi alasan perceraian kedua orang tuanya. Meski demikian, Jilla tetap menerima bantuan itu. Kemudian sosok lain muncul, vokalis Monstera bernama Mellow yang ia temui di caffe srengenge yang pada akhirnya menjalin hubungan dengannya. Mellow adalah gadis misterius yang ditutupi awan gelap dan bayang-bayang masa lalu.
Novel Segitiga tak bertitik temu merupakan @serialjilla pertama. Yang sebelumnya pernah dimuat di koran surabaya dan kemudian dijadikan sebuah novel. Karena awalnya adalah kumpulan cerpen berseri yang digabung menjadi satu, tak heran jika ada beberapa adegan yang di loncat dan sedikit membingungkan. Mungkin saat itu, penulis menyesuaikan momen pada saat cerpen itu masih ditayangkan di koran. Misal, di novel disinggung sedikit tentang bulan ramadhan. Adegan tersebut hanya sepintas saja di novel. Aku rasa, hal ini bisa menjadi petunjuk untuk kita memahami novel ini.
Menurutku, novel ini remaja banget! Melalui Jilla dan teman-teman, penulis menyuguhkan cerita-cerita yang bersinggungan dengan kasus remaja dewasa ini, yaitu tentang broken home, keluarga, hubungan percintaan tak sehat, abussive relationship, kesehatan mental, sex education,, dan drug addict.
Novel ini punya banyak banget tokoh tapi itu juga yang menjadi keunggulannya. Setiap tokoh menawarkan permasalahan dan ciri khas remaja yang berbeda-beda. Banyak banget tokoh yang aku suka begitu pula cerita- cerita mereka. Seperti cerita Bugi, si pecandu narkoba, yang digambarkan memiliki kehidupan yang kelam sehingga membentuk jati dirinya yang sekarang. Jujur, penggambaran Bugi sedih banget, aku sampai nangis. Penulis berhasil membangun karakter Bugi dengan kuat. Cerita tentang Jihan dan cowok yang dia taksir gemes banget!
Ada lagi cerita tentang mamanya Jilla yang ditaksir oleh rekan kerjanya hahaha rasanya kurang puas baca cerita mamanya Jilla. Makin menarik, novel ini punya ilustrasi berwarna yang cantik-cantik. Selain itu, ada lembar pengenalan tokoh beserta ilustrasinya juga. Jadi ada gambaran deh gimana wajah dan identitas tokohnya. Aku rasa, novel ini sangat dekat dengan kehidupan para remaja sehingga aku sangat merekomendasikan novel ini untuk kawula muda namun tidak menutup kemungkinan untuk dibaca oleh siapa saja.
Kukira, pusat cerita Segitiga Tak Bertitik Temu karya @magdaovi adalah soal gimana perceraian orangtuanya memengaruhi hidup Jilla (cowok) sebagai anak sulung. Namun, novel ini lebih banyak mengulik cerita cinta & pengembangan dirinya.
Novel ini dibagi jadi 31 bab cerita pendek. Enak banget karena bacanya bisa dicicil.
Mulanya aku cukup menikmati perkenalan keluarga ini, tapi lama-lama penasaran dengan inti ceritanya. Sudah sampai setengah buku, aku gak kunjung nemu konflik utamanya. Kuperhatiin, penulis ngeluarin masalah-masalah kecil, kebuka sedikit-sedikit, tapi gak juga bikin geregetan. Takut malah jadi bikin bosen.
Apalagi, tokoh dalam novel ini cukup banyak. Di awal buku, pembaca memang diperkenalkan dengan 7 tokoh utama yang kupikir akan jadi porosnya. Ternyata, banyak tokoh lain bermunculan, punya nama, tapi perannya gak terlalu krusial. Agak sayang karena plot ke mana-mana dan alur jadi lambat.
Meski begitu, dari buku ini pembaca bisa belajar soal …
1. Peran Jilla sebagai anak sulung dari keluarga broken home
Jilla “merasa” harus selalu ada untuk Mama dan adik-adiknya. Namun, ia gak segan menunjukkan kerentanannya sebagai seorang kakak/laki-laki, bahwa ia juga butuh ditemenin & diberi dukungan moral untuk ngelakuin apa yang diinginkannya.
Jilla juga ngingetin aku untuk selalu berusaha hadir buat keluarga, dan jadilah orang yang bisa diandelin.
2. Berani keluar dari jebakan abusive relationship
Pembaca akan berkenalan dengan 2 tokoh cewek, yakni Mellow dan Sera yang berani membuat keputusan untuk keluar dari lingkungan dan hubungan nggak sehat, demi dirinya sendiri. Sounds selfish? Nggak lah, bukannya kita perlu prioritasin kebahagiaan kita juga?
3. Self-awareness
Poin ini penting dibahas, mengingat tokohnya anak SMA-kuliah yg taraf kedewasaannya udah lebih matang. Jilla ngingetin aku untuk:
- Bertindak tuh boleh, tapi harus tau juga konsekuensi baik-buruknya. - Harus tahu kapan berhenti/menahan diri. Jangan maksa apa yg kita anggap benar.
Kalau suka baca novel seputar keluarga dan sekolah (tentunya dilengkapi bumbu romansa), mungkin buku ini cocok buatmu.
Hari-hari Jilla berubah drastis sejak orang tuanya memutuskan untuk berpisah. Jilla sebagai anak laki-laki tertua merasa punya kewajiban yang lebih banyak. Mengawasi ketiga adiknya, memberikan beragam nasehat dan memastikannya mereka baik-baik saja. Jilla menjadi over protektif pada adik-adiknya. Sering kali dia bertanya-tanya, kira-kira apa yang akan dilakukan Papa jika dihadapkan dengan situasi yang sedang dihadapinya (?)
Di sisi lain Jilla kerap khawatir dengan kondisi Mamanya. Merasa bersalah karena nggak bisa berbuat lebih untuk Mama. Dan saat itu juga Jilla dipertemukan dengan wanita yang dekat dengan Papa. Pertemuan yang membuatnya semakin bertanya-tanya. Bisa dibilang masa remaja Jilla benar-benar penuh warna. Tidak selalu cerah tapi penuh makna, proses pendewasaan yang tidak selalu mudah!
Di sekolah, Jilla digosipkan dekat dengan 2 cewek sekaligus. Bahkan beberapa orang menganggapnya playboy. Namun itu tidak sepenuhnya benar. Saat tidak sengaja bertemu dengan seorang cewek misterius, kehidupan Jilla semakin berubah! Dia merasakan rasa yang belum pernah hadir di hatinya. Akankah kali ini Jilla berhasil menjalin hubungan yang lebih baik?
🎶🎨🎁 Teenlit yang seru! Bukan sekedar romance ala remaja SMA, tapi juga tentang proses menjadi dewasa. Tentang keluarga, persahabatan, broken home, trust issue, bahkan juga abusive relationship. Disajikan dalam part cerita (bab) yang pendek-pendek jadi nggak bikin bosen! Dilengkapi ilustrasi keren yang bikin novel ini makin menarik! Recommended buat penggemar teenlit dan YA!
Setelah baca ini aku jadi penasaran sama kelanjutannya. Terutama tentang keluarga Jilla! Gimana hubungan Jilla dengan perempuan yang dekat dengan Papanya itu? Apa Papanya serius menjalin hubungan dengan perempuan itu? Apakah akhirnya Mamanya juga membuka hati untuk pria lain?
📖 Tentang seorang anak laki-laki pertama bernama Jilla yang masih SMA dan cerita ini diawali cerita tentang keluarga , dimana orang tua Jilla sudah bercerai dan Jilla berama 3 adiknya tinggal besaman ibu dan Jilla masih tetap komunikasi dengan ayahnya meski tidak begitu intents. Jilla yang saat ini masih SMA sedang mempersiapankan untuk kuliahnya dengan mencari beasiswa melalui CSR dan terkait tentang beasiswa ini Jilla bertemu dengan asisten ayah yang nantinya akan membantunya dan memberikan banyak perubahannya. . 📖Meski ceritanya terlihat seperti cerita remaja biasa dan keluarga sebenarnya tidak sesimple tu. Karena selain tentang cerita masa SMA dan kenakalan remaja juga tentang keluarga, Sex Education, toxi relationship. Seperti yang kita lihat cerita cinta Mellow, mahasiswi Fakultas Kedokteran yang dikenal Jilla di suatu café yang mengalamin “abusive relationship” dari kekasihnya Bugi. . 📖Aku menyukai cerita tentang hubungan Mellow si mahasiswi FK dengan Jilla anak SMA, tetapi tadinya aku berharap masih ada ceita tentang Helga dengan Jilla akan seperti apa Jilla dengan Helda setelah gosip tidak enak menyebar dikalangan siswa. Dan kak magda menurutku keren deh karena dalam cerita remaja SMA ditambahkan case tentang toxi relationship. Buku ini juga dilengkai ilustrasi – ilustrasi yang benat- benar keren bangat. Jika kamu menyukai cerita remaja dan keluarga maka coba untuk membaca buku ini karena ceritanya tidak hanya tentang masa – masa SMA dan tentang kenakalan remaja saja. . 📖Terimakasih kak suda memberi ijin untuk baca buku ini sampai jadi kebayang-bayang bagaimana di Surabaya pada masa itu, pada tahun dimana pada saat itu sosmed tidak serame sekarang.
𝐒𝐞𝐠𝐢𝐭𝐢𝐠𝐚 𝐓𝐚𝐤 𝐁𝐞𝐫𝐭𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 merupakan sebuah novel terdiri dari 31 judul serial yang sebagian besar pernah dimuat di 𝐡𝐚𝐫𝐢𝐚𝐧 𝐒𝐮𝐫𝐚𝐛𝐚𝐲𝐚 𝐏𝐨𝐬𝐭. Novel yang membawa saya menjelajahi berbagai sudut kota 𝐒𝐮𝐫𝐚𝐛𝐚𝐲𝐚. Berkeliling Tunjungan Plaza, ikut mencari kado buat mama.
Novel yang menceritakan kisah setelah perceraian kedua orangtuanya. Jila adalah anak pertama dari empat bersaudara. Perpisahan kedua orangtuanya menjadikan Jila semakin dekat dengan ketiga adiknya (Sera, Jihan, dan Setya). Jila yang mengalami 𝙗𝙧𝙤𝙠𝙚𝙣 𝙝𝙤𝙢𝙚 mulai beradaptasi dengan keadaan. Meningkatkan kemampuan dan mengembangkan dirinya melalui kegiatan positif. Kehadiran sosok perempuan yang sangat misterius dalam kehidupan Jila. Ada pina colada, root beer, dan lodeh tewel.
Dalam hidup, tidak bisa jika terus berdiam diri. Kita harus berani mengambil suatu keputusan. Meski 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙠𝙚𝙥𝙪𝙩𝙪𝙨𝙖𝙣 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙖𝙙𝙖 𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙤𝙣𝙮𝙖(Hal. 44). Salah satu nasihat dari mama untuk Jila yaitu 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙨𝙖𝙝 𝙡𝙖𝙢𝙪𝙣 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣. Jangan marah bila musibah menimpa diri dan jangan sedih bila kehilangan sesuatu (Hal. 96).
Novel ini sangat menarik untuk dibaca. Ceritanya begitu mengalir. Kisah keluarga yang mengalami 𝙥𝙚𝙧𝙘𝙚𝙧𝙖𝙞𝙖𝙣, 𝙖𝙗𝙪𝙨𝙞𝙫𝙚 𝙧𝙚𝙡𝙖𝙩𝙞𝙤𝙣𝙨𝙝𝙞𝙥, dan 𝙨𝙚𝙭 𝙚𝙙𝙪𝙘𝙖𝙩𝙞𝙤𝙣. Selain itu, terdapat percakapan singkat tentang materi biologi. Novel menggunakan 𝐭𝐢𝐠𝐚 𝐛𝐚𝐡𝐚𝐬𝐚 (Indonesia, Jawa, dan Inggris). Ada percakapan via 𝙎𝙈𝙎 gaya anak SMA. #booklover yang suka buku dilengkapi dengan 𝐠𝐚𝐦𝐛𝐚𝐫 𝐢𝐥𝐮𝐬𝐭𝐫𝐚𝐬𝐢, tentu saja novel ini sangat cocok untuk dimiliki & dibaca 😍
💙 Novel yang mengangkat kisah ringan tetapi cukup kompleks, karena di dalamnya ada kisah tentang keluarga, persahabatan, dan tentu saja romantisme ala anak muda.
🧡 Tokoh utamanya adalah seorang cowo SMA bernama Jilla, yang harus mengalami perubahan karena perceraian kedua orang tuanya. Sekaligus sebagai anak sulung yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketiga adik dan mamanya.
💛 Perpisahan yang dialami Jilla membawanya pada pertemuan-pertemuan baru. Termasuk dengan seorang gadis misterius yang akhirnya merubah pandangannya tentang suatu hubungan. Tentang bagaimana Jilla bersikap sebagai laki-laki bukan sekedar cowo SMA.
💚 Novel ini memang tidak dibangun atas dasar konflik tetapi lebih menekankan pada perubahan sikap dan pemikiran dari tokoh utama ‘Jilla’. Dari Jilla aku belajar bahwa bahagia itu bisa didapatkan dari banyak sisi. Bahkan apapun yang terjadi dalam kehidupanmu kau tetap bisa menjadi orang baik dan memberikan kebahagiaan bagi banyak orang di sekitarmu.
💜 Aku suka banget sama gaya penulisan ka Magda, keren abis. Dan alurnya tuh bikin page turner. Bener deh gak sampai satu hari udah mau abis aja bukunya. Sebenernya masih banyak sih yg bikin aku penasaran sama beberapa part, entah karena sama ka Magda dibiarkan menggantung dan akan dijawab pada novel kedua. Ahh jadi gak sabar buat baca novel keduanya nanti. Can’t wait for ‘Lekang’
Setiap tokoh dalam cerita ini memiliki masalah dan cara penyelesainnya sendiri. Isu yang diangkat lebih cenderung pada toxic relationship, juga beberapa problem remaja lainnya. Bahkan Mellow sendiri mengalami yang namanya abusive relationship (hubungan yang kasar).
🔺First impression ketika aku baca buku ini, aku langsung disuguhkan dengan biodata para tokoh sekaligus ilustrasi foto keluarga yang tersobek. Sangat menarik pembaca untuk menulusuri kisahnya. Bahkan di beberapa bab juga terselip ilustrasi HD yang memanjakan mata.
🔺 Buku ini sangat kentara sekali dengan logat arek suroboyoan, juga latar tahun 2000-an. Narasi dan suasananya pun tersampaikan dengan baik, terasa hangat dan juga manis tanpa berlebihan.
🔺 Pelajaran yang aku dapatkan setelah menyelami kisah Jilla dan teman-temannya adalah setiap orang punya standar masalahnya sendiri. Jika tak bisa membantu, cukup diam dan dengarkan. Jangan pernah jadikan bahan candaan, yang bisa saja memicu trauma seseorang.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Buku ini adalah sebuah "kejutan" di tengah gempuran buku digital yang lagi marak. Sebuah keberanian baru yang mungkin tidak terpikirkan oleh siapapun. Sebagai seorang penulis handal yang saya kenal sejak 29 tahun lalu, Magdalena Irawati Ovi adalah pribadi menarik. Karyanya yang sempat tayang di harian Surabaya Post, misalnya Ti A Mo yang memberi angin segar bagi kolom pendidikan koran sore itu. Buku ini, "membuka" wawasan baru bagaimana dan apa itu perpisahan. Lewat diksi yang tepat Ia lugas membedakan makna cowok dan laki-laki. Juga konflik sebuah perpisahan yang tidak mudah yang dimulai pada tahun 2004. Ini sebuah buku yang wajib dibaca.
Boring. Awal membaca, aku cuma sanggup sampai bagian 3. Aku kurang cocok dengan pembawaan penulis. Aku menemukan beberapa pengulangan yang tidak perlu, bagian yang kurang terjelaskan dan transisinya kurang mulus - jadi terkesan lompat lompat. Tapi aku suka isu yang diangkat. Mungkin ini masalah preferensi saja
Buku Segitiga Tak Bertitik Temu adalah salah satu buku fiksi yang saya sangat direkomendasikan untuk dibaca. Recommended pokoknya. Banyak nilai kehidupan yang akan kita dapat dari sini, baik itu yang tersirat maupun tersurat. Perlahan aja bacanya sambil direnungkan :)
Buku ini punya insight terutama untuk anak² broken home bisa tau how to face the world dengan bijak supaya gak jadi tongkat estafet di generasi selanjutnya
Membaca novel ini merasa mengingat waktu masih remaja, penulis menceritakan kisah jilla sangat ciamik...alur ceritanya menarik dan beberapa membuat pembaca penasaran...recommended untuk di baca..👍