Jump to ratings and reviews
Rate this book

Anak Bajang Mengayun Bulan

Rate this book
Ia sedaging dan sedarah dengan adiknya, mengapa ia harus menjadi tampan dan adiknya menjadi buruk rupa? Mengapa bukan dia yang mewujud jelek, dan adiknya yang mewujud tampan? Apakah ini karena perbuatan nasib? Kalau demikian, alangkah tidak adil dan semena-menanya nasib ini dalam memilihkan takdir bagi ciptaannya. Ataukah dengan kemena-menaannya itu, nasib hendak menentukan jalan yang berbeda bagi dia dan adiknya? Seandainya ada jalan yang berbeda, bagaimanakah nasib harus mempertanggungjawabkan kebahagiaan yang seharusnya boleh dinikmati dengan adil oleh siapa saja?

*

Anak Bajang Mengayun Bulan karya Sindhunata menampilkan kisah sebuah keluarga menjalani sukacita dan tragedi dalam kehidupan. Melalui para tokohnya, kita diajak kembali memaknai cinta, nafsu, kesempurnaan, kegagalan, yang baik, dan yang buruk. Sebuah kisah yang menampilkan perjuangan sejati dan keikhlasan untuk mencintai sampai habis.

Novel Anak Bajang Mengayun Bulan dapat diangggap sebagai novel kedua dari Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata.

556 pages, Paperback

Published April 27, 2022

11 people are currently reading
94 people want to read

About the author

Sindhunata

55 books92 followers
Dr. Gabriel Possenti Sindhunata, SJ, or just simply call him Romo Sindu is an Indonesian Catholic priest, also an editor for local culture magazine "Basis". He also worked as journalist for national newspaper, especially for commenting football review and culture issues. His famous work was "Anak Bajang Menggiring Angin".

Bibliography:
* Segelas Beras untuk Berdua, Penerbit Buku Kompas (2006)
* Dari Pulau Buru ke Venesia, Penerbit Buku Kompas (2006)
* Petruk Jadi Guru, Penerbit Buku Kompas (2006)
* Kambing Hitam: Teori Rene Girard (2006)
* Ilmu ngglethek Prabu Minohek(2004)
* Mengasih Maria: 100 tahun Sendangsono (2004) as editor
* Air Kata-kata (2003)
* Jembatan Air Mata: Tragedi Manusia Pengungsi Timor Timur (2003)
* Bola di balik bulan: Catatan sepak bola Sindhunata (2002)
* Long and Winding Road, East Timor (2001)
* Pendidikan: Kegelisahan Sepanjang Zaman: Pilihan Artikel Basis (2001) - as editor
* Membuka Masa Depan Anak-anak kita: Mencari Kurikulum Pendidikan Abad XXI (2000)
* Menggagas Paradigma Baru Pendidikan: Demokratisasi, Otonomi, Civil Society, Globalisasi (2000) - as editor
* Sumur Kitiran Kencana: Karumpaka ing Sekar Macapat Dening D.F. Sumantri Hadiwiyata (2000)
* Sakitnya Melahirkan Demokrasi (2000)
* Bisikan Daun-daun Sabda (2000)
* Tak Enteni Keplokmu: Tanpa Bunga dan Telegram Duka (2000)
* Bayang-bayang Ratu Adil (1999)
* Menjadi Generasi Pasca-Indonesia: Kegelisahan Y.B. Mangunwijaya (1999) - as editor
* Pergulatan Intelektual dalam Era Kegelisahan: Mengenang Y.B. Mangunwijaya (1999) - as editor
* Cikar Bobrok (1998)
* Mata Air Bulan (1998)
* Sayur Lodeh Kehidupan: Teman dalam Kelemahan (1998) - as editor
* Sisi Sepasang Sayap: Wajah-wajah Bruder Jesuit (1998)
* Semar Mencari Raga (1996)
* Aburing kupu-kupu kuning (1995)
* Nderek Sang Dewi ing Ereng-erenging Redi Merapi (1995)
* Hoffen auf den Ratu-Adil: das eschatologische Motiv des "Gerechten Königs" im Bauernprotest auf Java während des 19. und zu Beginn des 20. Jahrhunderts (1992) - disertasi
* Baba Bisa Menjadi Indonesier: Bung Hatta, Liem Koen Hian, dan Sindhunatha, Menyorot Masalah Cina di Indonesia (1988)
* Anak Bajang Menggiring Angin (1983)
* Bola-Bola Nasib: Catatan Sepak Bola Sindhunata

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
21 (39%)
4 stars
22 (41%)
3 stars
7 (13%)
2 stars
1 (1%)
1 star
2 (3%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Ratih Budhi.
24 reviews1 follower
August 14, 2022
Sepertinya siapapun yang sudah membaca buku satu yang digadang-gadang sebagai kakak dari buku ini, Anak Bajang Menggiring Angin pada akhirnya akan mencari kelanjutan tulisan Romo. Dimana di buku satu adalah tentang keilahian cinta, lebih jauh di Anak Bajang ke-2 ini kita dibawa Romo Sindhu untuk menyelami lebih dalam tentang cinta yang tulus itu --yang terkandung keburukan didalamnya, berupa nafsu, atau cinta--dan kesetiaan, serta cinta --dan harapan. Di buku ini juga ada secuplik kisah Rahwana lagi di akhir.

••••••

Semoga Romo Sindhu --dan saya, panjang umur agar terus dapat menciptakan mahakarya Anak Bajang selanjutnya, saya harap keturunan saya nantinya juga masih dapat menikmati dengan bahagia karya Romo.
Profile Image for Herdina Primasanti.
101 reviews1 follower
December 16, 2022
Aku merasa lebih enjoy baca Anak Bajang Menggiring Angin ketimbang ini. Bahasa yang digunakan dalam novel ini sama indahnya dengan Anak Bajang Menggiring Angin, tapi kadang aku merasa paragraf deskripsinya agak terlalu panjang dan percakapan antartokoh seperti berputar untuk menjelaskan sebab akibat perbuatan mereka.
Profile Image for grace.
163 reviews6 followers
January 22, 2025
aku tertarik untuk membeli buku ini setelah menyelesaikan buku pertamanya yang amat memikat, anak bajang menggiring angin. kukira buku ini akan se-"wah" itu. sayangnya, gaya penulisan romo sindhunata seakan berubah. terlalu banyak diksi dan deskripsi yang tidak perlu, sehingga narasinya terkadang terlalu lambat. bagiku yang tidak sabaran dengan slow pace, buku ini cukup membuatku gemas.
Profile Image for Boyke Rahardian.
347 reviews22 followers
June 21, 2023
Tentu saja buku ini tidak bisa disandingkan dengan mahakarya Sindhunata sebelumnya “Anak Bajang Menggiring Angin”. Sumber utama dari cerita di sini yaitu kakawin Arjunasasrabahu memang tidak sekaya dan sekompleks Ramayana yang menjadi sumber “Menggiring Angin”. Akibatnya semua peristiwa kunci (yang tidak banyak) dalam keseluruhan cerita ini, selalu diregang panjang dan dipenuhi gaya bahasa yang penuh ukiran (stylized). Mungkin karena penulis juga mengambil inspirasi dari gaya penulisan kakawin ini sendiri yang berfokus pada ksatria Sumantri dan adiknya yang berwujud raksasa kecill (bajang) Sukrosono. Tema cinta, nafsu, pengorbanan dan kesetiaan menjadi pesan utama dari buku ini.

Yang tidak boleh dilewatkan adalah ilustrasi mengagumkan yang dibuat oleh perupa Susilo Budi Purwanto. Setiap akhir bab selalu dihiasi dengan ilustrasi surealisnya yang mengambil inspirasi dari wayang golek. Pastikan saja membeli edisi buku dengan ilustrasi berwarna ini.
Profile Image for Kimi.
404 reviews30 followers
February 18, 2023
Entah kenapa saya tidak terlalu bisa menikmati Anak Bajang Mengayun Bulan. Tidak seperti sewaktu saya menamatkan Anak Bajang Menggiring Angin empat tahun yang lalu. Saya suka buku itu dan sangat menikmatinya. Apakah karena selera saya sekarang berubah? Ataukah karena ada alasan lain?

Entahlah, tetapi saya akan mencoba untuk menguraikan apa yang mengganggu saya ketika membaca buku ini dalam satu ulasan yang utuh.

Secara singkat, buku ini berkisah tentang Sukrosono, raksasa kecil yang dibuang oleh orangtuanya sejak ia lahir. Ayahnya tidak bisa menerima kalau Sukrosono terlahir sebagai raksasa buruk rupa. Sementara kakaknya yang juga kembarannya, Sumantri, terlahir sangat tampan. Setelah sekian lama akhirnya mereka bisa bertemu lagi. Ayahnya sangat menyesali keputusannya dan menyambut Sukrosono dengan tangan terbuka. Namun, hubungan antara Sukrosono dan Sumantri akan diuji berkali-kali.

Kekuatan Romo Sindhu memang dalam merangkai kata. Lembut dan indah. Itu yang menjadi kekuatan utama dari buku ini. Namun, sejujurnya, meski kata-kata yang digunakan dan dirangkai sangat lembut dan indah untuk mendeskripsikan peristiwa, situasi, tempat, dan lain-lain, saya merasa it's a little bit too much apalagi untuk buku setebal 556 halaman. Apalagi yang dideskripsikan itu-itu saja. Jadi, rasanya seperti membaca suatu hal yang sama, dengan gaya yang sama, sehingga terasa membosankan. Saya mencoba memahami bisa saja pendeskripsian berulang ini karena Anak Bajang Mengayun Bulan merupakan cerita bersambung di Harian Kompas pada September 2021 - Maret 2022. 

Bagian blurb yang ada di sampul belakang buku menjelaskan kalau buku ini tentang kisah sebuah keluarga menjalani sukacita dan tragedi dalam kehidupan. Lebih lanjut:

Melalui para tokohnya, kita diajak kembali memaknai cinta, nafsu, kesempurnaan, kegagalan, yang baik, dan yang buruk. Sebuah kisah yang menampilkan perjuangan sejati dan keikhlasan untuk mencintai sampai habis.

Saya mencoba memahami, memaknai, dan meresapi kisah keluarga dalam buku ini. Sayang, saya tidak bisa mendapati nilai-nilai yang dimaksud. Malah saya merasa keluarga Sukrosono penuh dengan racun. Dimulai dari ayahnya yang tidak mau menerima kondisi Sukrosono, padahal ayahnya seorang begawan. Lalu, Sumantri, yang katanya sangat mencintai Sukrosono, tapi tidak diwujudkan dalam tindakan. Dia malu mengakui di depan orang banyak kalau Sukrosono adalah adiknya. Sementara Sukrosono yang sangat haus akan kasih sayang kakaknya akan melakukan apa saja, literally apa saja, agar kakaknya mau menerimanya dan menyayanginya sepenuh hati. Alhasil, Sumantri memanfaatkan adiknya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Resensi lengkap ada di sini.
8 reviews1 follower
July 25, 2022
Dengan bahasa yang sangat indah, Romo sindhunata berhasil menyuguhkan cerita yang luar biasa. Plot nya tidak biasa karena mengambil setting dan karakter dari perwayangan jadi di dalam buku banyak hal2 yang bersifat diluar logika fisik dunia sebenarnya karena memang cerita berada di dimensi perwayangan.
Novel sarat akan nasihat-nasihat akan nilai hidup kekeluargaan dan ketulusan hati yang ditampakkan oleh karakter utama.
Jika ingin membaca buku ini harus sudah berekspektasi bahwa setting dan penceritaannya tidak seperti di dunia nyata.
Profile Image for Nonna.
137 reviews2 followers
October 1, 2023
jika boleh membandingkan dengan karya klasik anak bajang menggiring angin, buku ini sungguh bertele-tele dan kerap mengulang kalimat, persis seperti tembang kekawin, membuat saya membaca cepat banyak bagian karena membosankan. tapi nilai plusnya adalah ilustrasi di tiap akhir bab dibuat sangat apik.
Profile Image for Arif Fatoni.
11 reviews1 follower
September 5, 2022
Romo Sindhu selalu tepat waktu setiap membesut buku. Disengaja atau tidak momentum di setiap bukunya selalu ada. Subyetif pembacaan saya, buku ini lebih mudah dibaca, dengan alusi-alusi yang mudah dicerap. Terima kasih Romo.
Profile Image for Tiara Ulfah.
189 reviews
April 11, 2024
166 pages in and i am done.
It's giving the alchemist energy. It's definitely not for me.
I can tolerate traditional literature, and I love a good retelling, but this one is poorly edited.
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.