Ada empat peraturan dasar yang aku buat kepadanya malam itu untuk membuktikan kepada diriku dan dirinya kalau pria tidak penting dihidupku. Kunamakan 'Elevator Pitch Rules' karena aku membuatnya di lift sebelum tidur dengannya. Keempat peraturan penting itu adalah,
1. Ini hanya sex. Aku menggunakan tubuhmu sebagai kepuasanku dan sebaliknya, kamu juga.
2. Tidak boleh berciuman—terutama di bibir. Cium aku di tempat lain, tapi tidak di bibir.
3. Tidak ada yang boleh tahu mengenai hubungan ini—terutama orang-orang di kantor.
4. Tidak boleh jatuh cinta. Kalau salah satu dari kita jatuh cinta, kita harus mengakhiri 'apa pun ini'.
Empat peraturan dasar ini membuatku menjadi lebih fokus terhadap tujuanku dan apa yang penting bagiku. Aku tidak punya waktu untuk hubungan konyol dengan Kai Agner Hardjakusuma.
Imunitas orang kaya selemah itukah? Perasaan demam mulu setiap kehujanan 😅 BTW aku lumayan menikmati alur ceritanya tapi banyak momen yang menurutku dramatisasinya terkesan berlebihan, banyak momen dimana reaksikuㅡ "Dihh apaan sih, lebay banget". Dan aku gak berpikir kalau Kai sepenuhnya adalah gentleman karena menurutku dia terkesan labil. Salah satu hal yang aku benci disini adalah the main characters are stupid stubborn, entahlah rasanya capek banget baca cerita tarik ulur gara-gara sifat keras kepala. Tipikal novel Cecillia memang sepertinya begini deh, karakter utama selalu dibuat keras kepala khususnya tokoh cewek. BTW aku suka juga baca novel english romance yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia yang bahasanya formal, tapi untuk gaya bahasa formal dari novel ini aku kurang suka.
Jadi gue dulu pernah baca buku pertamanya Cecil and at that time, her writing is not my cup of tea.
After a few years, I got bored and don't know what to read. My friend is one of Cecil's long-time readers and I decide to follow Cecil. I haven't read her writing on Wattpad but decided to join the war of this book. Crazy enough, isn't it? It's such gambling but that's okay, I think I can try to read her book again. People change and I think my taste in books can change too. Also, Cecil must be improved after her consistency being a writer.
Don't talk about the package of her book because it's SUPER GORGEOUS. Valid. As someone who loves something aesthetic, Cecil's taste never disappointed. Her taste in art and everything's aesthetic it's just the same way with mine.
Talk about the book, I always love the enemies-to-lovers. This is my favorite trope, actually, hahaha. I love this story, it's so intense, page-turner, I never put down this book after I start reading. Sometimes Pia used the word 'sex' too much, but I think I can still handle it. I hope the story about Mia can be explored more, but I think the portion is still okay, tho. I love the way Cecil is not being so clear when it's time to tell about what happened to Pia and Kai's parents at the beginning of Part Two (I hope it doesn't count as a spoiler). Cecil makes me confused at the beginning of Part Two, but it's her power to make you never stop reading. Cecil always makes me curious about what happened to them. And I love the ending! It's beautifully written, heart-warming, and explains everything so nothing missed out.
Can I now declare myself as Cecil's fan? I have already join the pre-order of The Unnamed Cafe and Kanaka + Play Pretend.
Good job, Cecil. I love your work and I hope we can grow up together. Thank you for still writing after six years. If I stopped at your first book and you also stopped at that time, we never meet in this beautiful story.
Cecillia Wang never fails to deliver. Her storytelling is always so eye-catching gak pernah ngebosenin, and honestly, that’s one of her biggest strengths. She really knows how to write stories that keep you hooked from start to finish. I love how her writing blends English and Bahasa in such a natural way. It feels casual but still emotional, like you’re reading a friend’s deepest thoughts, but make it poetic. At first glance, it might seem like this book is mostly about and yes, it’s definitely spicy. There are a lot of intimate moments, bold scenes, and emotionally charged tension between the characters. Tapi poinnya bukan cuma soal itu. This is not just a novel about sex. Beneath all the heat, there’s so much going on-> complex emotions, family expectations, social class struggles.
Cecillia Wang nails it again with her signature style, easy to read, fun, but surprisingly deep when you least expect it. The English-Bahasa mix in her writing? Still unmatched. Always feels real, relatable, and uniquely hers. The enemy to lovers dynamic always a win for me. The tension, the banter, the slow burn it’s all there, and it’s done so well.
Definitely recommend if you’re into messy, beautiful, well-written romance with a touch of real-life chaos.
Dibanding New York series, sebenernya Makna series ini ranking 2. Aku pribadi suka gimana karakter Pia bertumbuhkembang di keluarga yang terlihat kaya raya (karena nama belakangnya ibunya) padahal hidup sederhana. Kehangatan antar saudara digambarkan dengan karakter adik-adik Pia yang dimunculkan sedikit-sedikit untuk membangun cerita selanjutnya. Untuk pertemuan Pia dan Kai aku bisa bilang klise lah ya, dari rekan kerja, fwb, kemudian jatuh cinta. Yang buat menarik dari cerita ini (setidaknya untuk aku pribadi) bagaimana Cecil menggambarkan kegiatan dan pekerjaan dari suatu profesi secara nyata.
Cerita ini juga termasuk dalam kategori dewasa muda kali ya? Karena kisah fwb yang ditampilkan lumayan spicy.
Kesimpulan, Ini jenis cerita yang bisa dibaca stand alone. Karena Makna series berikutnya menceritakan kisah adik-adik Pia. Jalan cerita lumayan menarik, karna ada satu konflik yang sebenernya sudah diduga akhirnya gimana dari awal. Seperti biasa yang aku suka dari cerita Cecil itu satu chapter menceritakan satu keadaan yang gak berlarut penjelasannya, to the point dan gak ngebosenin.
This entire review has been hidden because of spoilers.
buku keduaku dari Cecillia wang and i’m satisfied!
menceritakan tentang Pia dan Kai yang merupakan rekan kerja but hate each other. tapi gak dipungkiri ada tension antar mereka berdua yang bikin mereka tertarik satu sama lain.
after a while, mereka memutuskan untuk jadi friends-with-benefits. ini pertama kalinya aku baca buku tentang fwb dan awalnya aku takut ga suka karna idk it just doesn’t align with mine but turns out this book is okay!
i love the tension, the hate joke between them and the chemistry is just well-written.
imo i love sea me later more (maybe because i’m just not a fan of office romance), but this book is pretty good too!
can’t wait to collect and read more Cecillia Wang’s books.
Ceritanya ga terlalu berat. Cara Cecil ngespill sedikit demi sedikit tentang inti masalah dari cerita ini yang buat aku semakin penasaran dan pengen terus baca. I don't put this book down when I first read it. Karena emang sebagus itu. Ga ngebosenin ceritanya. Penyampaian ceritanya juga enak, meskipun emg Pia talk to much about sex. Tapi gapapa, aku suka sih haha
I would recommend this book for those anyone who love romance and family story
The First Book of Makna Series from my one of Favorite Romance Writer she's Cecillia Wang.
On my honest opinion this book was greet dengan tone cerita yang cukup unik dari buku-buku cecil yang lain this strory was fresh. Personally i really love bagaimana keras kepalanya perempuan sastrawidjadja di sini dan bagaimana Karakter Pia dan Kai Agner yang sebagai Main Lead di bangun.
bagus bgt bukunya, kmrin bli bukua ini kyk udh semingguan di anggurin krn atm lg reading slump, tpi kmrn pas baca dri jm 6 sore g bisa berenti sampe subuh😭😭😭, klimaknya bkn nangisss kejer njrttt. n gua suka bgt penulisan cewang writing abt how kai love n obsessed w pia.
Aku ga akan bosen bilang kalau Ce Cecil bikin cover itu ... it's just 🤯💥💯🔥👌🏻!!! Di sini warna oranye memberikan kesan semangat dan menarik secara psikologis. Warna oranye menurut aku warna-nya Pia si tokoh protagonis cewek yang bukan berasal dari keluarga kaya raya, tapi semangat hidupnya tinggi dan bekerja keras. Font yang simpel menurutku cocok sama karakternya Kai yang sederhana dan tegas.
Yang aku suka dari buku ini adalah penokohan Kai yang tegas tapi affectionate (pengasih) pada Pia. Dia juga dibesarkan in english way untuk menghargai wanita yang menurutku ini cukup unik. Walau dia tegas sekaligus pengasih, dia juga bodoh karena melanggar perjanjiannya sendiri dengan Pia untuk hanya "tidur" bersama karena Pia ingin menyublimasi amarahnya💥 Aku juga ga kalah suka sama penokohan Pia yang menganggap energinya untuk sebal pada Kai hanya sia-sia. Sehingga keputusan bodohnya untuk "tidur" dengan dalih memanfaatkan energi untuk marah dengan Kai sebaik mungkin, membawanya kepada hal yang tidak pernah ia duga🔥
Overall, aku kasih buku ini ⭐4/5. Buku ini banyak moral of story yang bikin aku melek sama apa arti memiliki hubungan yang serius, pernikahan dan lingkungan kerja yang berbahaya.