Jump to ratings and reviews
Rate this book

Seni Merayu Tuhan

Rate this book
Sejatinya, jarak terdekat kita dengan Tuhan adalah ketika kita merayu Dia. Karena kata Nabi Muhammad Saw., Tuhan adalah Kekasih tertinggi kita, yang Maha indah dan menyukai keindahan. Kata para sufi, satu sujud saja—yang betul-betul dalam keadaan penghambaan yang tinggi—akan mengetuk rahmat-Nya, sehingga Dia akan memberikan segalanya, termasuk surga-Nya. Itulah tujuan merayu Tuhan, yakni penghambaan yang tulus sekaligus indah kepada-Nya. Bukan sekadar ritual belaka.

228 pages, Paperback

Published March 1, 2022

123 people are currently reading
650 people want to read

About the author

Husein Ja'far Al-Hadar

5 books68 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
229 (60%)
4 stars
117 (30%)
3 stars
26 (6%)
2 stars
2 (<1%)
1 star
5 (1%)
Displaying 1 - 30 of 80 reviews
Profile Image for Mutia Senja.
75 reviews9 followers
April 20, 2022
Membuka halaman 182, dialog Aisyah dengan Nabi Muhammad Saw membuat kita yakin seyakin-yakinnya bahwa tak ada seorang pun manusia yang mencintai kita melebihi cinta Nabi kepada umatnya. Melalui buku ini, persoalan beragama disampaikan dengan ringan ala Habib saat menyampaikan via lisan. Misalnya, "Fir'aun 4.0" dilengkapi scan barcode, pembaca digiring kepada kesimpulan bahwa gaya penulisan Habib tak kalah menarik dengan gaya bertuturnya. Argumen yang mudah diterima sekaligus kekinian, membuat buku ini mampu berkawan baik di kalangan anak muda.

"Apa lagi Islam, kalau bukan Cinta?" kata Sayyidina Ja'far Ash-Shadiq di halaman 78. Artinya, saya yakin Bib Husein sangat berhati-hati menggiring opini tanpa menyakiti pihak lain (jika perlu disampaikan dengan guyonan ringan). Tak jarang beliau membahas soal grup WhatsApp yang toksik, berilslam ala GPS, Crazy Rich Syar'i, dan lain hal yang akrab dengan kehidupan keseharian kita. Hingga saya menjumpai halaman 75 perihal fenomena berislam: ada fideisme, islam liberal, hingga label "hijrah" yang sering disalahpahami membuat kita tak cukup pantas mengatakan diri paling ngerti dan paling religius. Wallahualam.

Banyak ayat dan hadits ditampilkan sebagai penguat argumen. Tak jarang beberapa buku juga disebutkan beliau, salah satunya, "Buat Apa Shalat?!" yang memancing penasaran saya untuk membacanya. Istilah "Wasathiyah" juga mengingatkan saya dengan bukunya Prof. Quraish Shihab yang saya rasa penting juga untuk dibaca. Dalam bab "Dakwah Milenialis" ini, saya seperti membaca dilema penulis (sebagai pendakwah) menghadapi probematika beragama di negeri ini. Mungkin Bab 3; "Beragama Jangan Lebay!" sengaja beliau tulis sebagai jawabannya.

Maka, membaca buku ini penting sebagai refleksi pikiran sekaligus hati kita bahwa tak seharusnya kita memandang rendah atau pun merasa lebih tinggi derajatnya dari orang lain dan mengakui kefakiran ilmu kita.

Sewaktu-waktu, kita akan membutuhkan buku ini sebagai pengingat. Sebagaimana kisah anjing dan seorang pelacur (yang mungkin sering kita dengar berulang-ulang). Barangkali kita paham maksud buku ini ditulis—hampir sama pahamnya dengan alur cerita pelacur dan anjingnya. Namun kita sering 'sengaja' lupa jika zina itu menyalahi agama, sering mendikte Tuhan dengan hawa nafsu kita, membenar-benarkan apa yang seharusnya salah, dan sebaliknya.

Trus, gimana seni merayu-Nya? Lha tinggal baca buku ini, tho..

Terakhir, Buya Hamka berpesan, "Membaca buku-buku yang baik berarti memberi makanan rohani yang baik". Terima kasih Bib Husein, atas hidangan lezat ini!
Profile Image for Eka Fajar Suprayitno.
80 reviews
April 12, 2022
Saya membaca buku ini ketika jenuh dengan buku-buku yang sedang saya baca. Menyegarkan, insightful, ringan, dan menyejukkan.

Seperti buku Habib sebelumnya, bahasa yang digunakan tetap ringan serta mudah dicerna. Pembahasan antar bab yang pendek tapi mengena, potongan "quote illustrasi" dan "Merayu Tuhan Ala Netizen" turut menjadi penyemarak buku tipis ini.

Saya beruntung membaca buku ini. Buku yang bagus.
Profile Image for KucingGendut.
75 reviews1 follower
June 18, 2022
Masih jadi da'i milenial terfavorit karena dakwahnya yang adem, moderat, toleran, tanpa menyalahkan golongan tertentu.

Kalau di buku sebelumnya beliau mengajak pembacanya untuk 'kenalan' dengan Tuhan, buku ini ngasih kita kisi-kisi gimana cara 'PDKT', makanya beberapa bab udah bukan lagi terlalu banyak bahas soal Iman, tapi udah masuk ke ranah Ihsan.

Walaupun beberapa bab udah sering saya lihat di sesi dakwah YouTube, buku ini masih worth it sebagai pengingat yang versi lengkap.

3 favorite chapter: Muslimatika, Shalat terus belum tentu bertaqwa, dan Berislam ala GPS.
Profile Image for Putri.
141 reviews6 followers
March 15, 2025
Merayu manusia mungkin hal yang mudah bagi sebagian orang. Jika merayu Tuhan, bagaimana caranya?

Buku ini pas buat kamu yang ingin memahami spiritualitas dengan pendekatan yang santai dan modern.

Lagi-lagi aku suka banget gaya penulisan Habib Jafar yang sangat sangat sangat mudah dipahami. Beliau mengingatkan bahwa Islam sejatinya cara hidup yang penuh cinta kasih, tentu harus berlandaskan Al-Quran dan Hadis.
Profile Image for yun with books.
724 reviews244 followers
March 16, 2025
"Nafsu itu laksana anak kecil, yang jika kau biarkan, maka akan tumbuh remaja dengan suka menyusu. Jika kau sapih, maka dia akan berhenti."


Membaca karya Habib Husein Ja'far Al-Hadar di bulan puasa memang jadi kesenangan dan ketentraman sendiri. Sejak baca buku Tuhan Ada di Hatimu, aku suka dengan dakwah beliau yang menenangkan hati, masuk akal dan selalu mengutamakan kemanusiaan.

Buku ini pada dasarnya mengajarkan kita untuk selalu mengingat Allah SWT dan tentu mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik sebagai manusia. Membaca per bab, per kalimat dan per kata selalu berusaha untuk dimasukkan ke dalam hati dan pikiran. Siapa sih yang gak mau jadi pribadi yang lebih baik?

Insha Allah..
Profile Image for Marlia T..
3 reviews
January 6, 2024
Penyampaian “ceramah” dan gaya bahasa yang digunakan dalam buku ini ringan banget dan mudah dicerna, malah jadi kayak lagi ngobrol aja gitu dan tidak terkesan menggurui, suka banget! Dilengkapi kisah para orang terdahulu juga analogi yang bagus dan kekinian bikin pembaca jadi mudah memahami pesan yang ingin disampaikan penulis juga dalil-dalil yang ada di dalam buku ini.

Salah satu penggalan favorit aku dari buku ini:

"Matematika kita dan 'matematika' Tuhan itu berbeda. Rumus matematika kita menyebutkan 1-1=0. Namun, 'rumus matematika' Tuhan menyebutkan 1-1=700. Kok, bisa? Bacalah QS Al-Baqarah [2]: 261, Allah menyebutkan bahwa siapa yang punya satu harta, lalu satu harta itu disedekahkan, maka Allah menggantinya dengan 700 kali lipat."

Analoginya menarik banget! Jadi nangkep 'kan, gimana keutamaan sedekah bagi seorang muslim di mata Allah, tuh.

Definitely a good reads for my fellow muslims!
Profile Image for Ilhan Juldan.
53 reviews
March 11, 2025
feels right to read this one during ramadhan, doesnt feel patrionazing honestly, pretty good
Profile Image for ilminafiaa.
95 reviews19 followers
March 23, 2024
Aku suka cara penulis menyampaikan opini dan keilmuan nya. Cara beliau dalam berdakwah tidak pernah radikal dan selalu bisa diterima oleh anak muda. Tapi secara konten, aku rasa beberapa hal ada yang kurang pas/kurang sesuai dengan topik buku nya. Dan masih ada beberapa kata yang salah ketik/typo.
Profile Image for Febbri.
5 reviews
November 5, 2022
Super light dan berasa diajak ngobrol sama temen kelas. Ngga ada yg menggurui. Plus yang terpenting, isi bukunya ngga dikit-dikit tentang dosa dan diancam neraka hehe. Tidak seperti buku agama yang biasa diperdengarkan selama ini.

Dari kecil aku bukan seseorang yang religius. Mungkin aku satu-satunya anak di rumah yang agak sulit kalau diajak beribadah. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan di kepalaku yang membuat aku ngga yakin dengan sikap orang-orang yang ada di agamaku sendiri. Contoh kecilnya seperti, diajak sholat sama seseorang tapi kok beliau yang rajin sholat ucapannya nyakitin perasaanku ya, disuruh menutup aurat kok caranya harus disindir-sindir dulu sama yang katanya sudah memenuhi kewajiban ya? Seakan islam dan "menjadi baik" bagiku tidak memiliki pemahaman yang sama. Hal-hal seperti itu yang membuat aku sempat tidak tertarik dengan islam sama sekali. Aku ngga nyaman mendengar dakwah yang terlalu berapi-api. Menghakimi bahwa ini adalah haram, itu adalah dosa, ini durhaka, itu bla bla bla. Tanpa diberi penjelasan yang baik. Aku pun berdoa kelak tidak akan menjadi sesuatu yang tidak aku sukai.

Sebelum membaca buku ini, aku sudah sangat meyakini bahwa Rasulullah berdakwah dengan cara yang lembut dan pelan-pelan. Pun, Rasulullah juga tidak membenci seseorang yang tidak sependapat dengan-Nya. Di buku ini, prasangka baikku terjawab jelas. Yang aku pahami adalah, bahwa indikator keislaman bukan hanya sekadar ibadah ritual saja, tetapi perilaku kita bisa bernilai ibadah jika itu adalah berkelakuan baik dan diniatkan untuk Allah; berkata yang baik, tersenyum, bekerja, mencari ilmu, bahkan tidur sekalipun.

Seni Merayu Tuhan mengajarkan aku untuk memperbaiki hubunganku dengan Tuhan. Semuanya pelan-pelan saja, dinikmati. Aku beribadah sesuai kemampuanku. Menjalankan amalan-amalan baik sesuai keikhlasanku. Agar yang tumbuh selama proses ini adalah cinta, bukan hanya takut akan neraka.
Profile Image for Nursari Halim.
51 reviews3 followers
Read
May 25, 2022
Setelah penantian lama menunggu buku ini terbit, akhirnya sekarang sudah ada dalam genggaman dan isinya sudah ada dalam ingatan. Insya Allah.

Karena memang sibuk sekali, jadi proses bacanya agak lambat. Ya, gakpapa lah ya yang penting meresapi apa yang dibaca, diingat, masuk ke hati, dan diamalin yang baik-baiknya. Semangattt...

Terima kasih Habib @husein_hadar yang sudah menuliskan buku yang indah ini, isinya bagus sekali, to the point banget gak kebanyakan bla bla bla yang akhirnya bikin bingung😆 Sukaaaaaaa, karena bagian-bagian terpentingnya udah di kasih cetak tebal 👌 Banyak dapat pelajaran baru dari buku ini.

Ada empat hal yang dibahas dibuku ini, beragama dengan cinta, beragama dengan keberagaman, beragama dengan akhlak dan beragama dengan tulus.

Buku ini ngajarin kita untuk melakukan segala sesuatunya dengan ikhlas dan jangan pernah sekalipun untuk "sombong", kalau ikhlas itu jangan dipamerin, sembunyikan, cukup diri sendiri dan Allah yang tau, kalau bisa lupain aja, hilangkan jejaknya 👍

Kalau mau minta sesuatu juga jangan ngedikte Allah 😭 Mintalah dengan tulus dengan sepenuh hati dengan rayuan, dengan bahasa hati karena apa yang keluar dari hati pasti indah dan Allah menyukai keindahan.

"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."
(QS Al-A'Raf [7]: 55)
6 reviews
May 27, 2025
_Seni Merayu Tuhan_

Buku ini awalnya menjadi _wishlist_ saya saat cetakan pertamanya rilis, tapi tidak kebeli-beli karena uang seret dan wishlist saya yang lain begitu numpuk.

Saya selalu tertarik dengan tema hubungan antara hamba dengan Tuhan seperti ini, karena saya sendiri merasa begitu sudah berjarak dengan Tuhan. Saya seperti butuh suatu cara untuk dekat denganNya.

Tapi, tahun ini saya bisa membelinya. Tepatnya pada bulan April. Saya merasa dengan berhasilnya buku ini tiba di tangan saya, saya bisa lebih tahu cara dekat dengan Tuhan. Dugaan saya itu benar, meski, tentu, saya baru tahu saja. Prakteknya masih belum total.

Nah, apa saja isi bukunya?

Buku ini terbagi dalam 4 bagian. Di mana semuanya menyentuh beragam tema. Mulai dari satu bagian khusus membahas tata cara merayu Tuhan sampai ke bagaimana cara menjadi Wali YouTube. Tapi semuanya dihubungkan dengan satu tujuan: Seni Merayu Tuhan.

_Seni Merayu Tuhan_. Wah apa itu? Bagaimana cara merayu Tuhan memangnya?

Jawaban dari pertanyaan saya itu langsung dijawab pada awal buku dibuka. Husein Ja'far Al Hadar, biasa dipanggil Habib Ja'far (selanjutnya akan dipanggil dengan nama: Habib Ja'far), menjelaskan bahwa ketika berkomunikasi dengan Tuhan itu ada seninya. Seninya itu adalah dengan cara merayuNya. Tuhan sangat suka dirayu.

Nah, bagaimana cara merayu Tuhan? Caranya beragam, seperti menyebut nama-namaNya yang indah, ibadah, sedekah, hingga merdeka dari penjajahan ego dan hawa nafsu yang merugikan. Meski beragam, tetapi semuanya dihubungkan satu benang merah: Konsisten. Kata Habib Ja'far, Tuhan tidak pernah memaksa hambaNya untuk menjadi sempurna seperti Rasulullah atau nabi-nabi terdahulu. Kita cukup berusaha dan konsisten dalam usaha kita mencapai kebaikan. Usaha kita inilah salah satu cara dalam merayu Tuhan.

Usaha kita ini bisa dilakukan dengan hal ritual peribadatan seperti yang rutin dilakukan oleh umat kebanyakan. Namun, sebagaimana Habib Ja'far mengutip Rasulullah, sahabat Rasul, dan para ulama, dalam beragama dan beriman kepada Tuhan tidak bisa hanya dilakukan dengan ritual semata. Ritual harus dibarengi dengan perbuatan dan teladan. Saleh ritual juga harus saleh sosial. Saleh sosial itu bisa berupa: berbagi senyuman, melunasi utang, saling memaafkan, dan sebatas mengirimkan unggahan _positive vibes_ di media sosial.

Di dalam merayu Tuhan, tidak hanya menyebutkan nama-namaNya yang begitu indah (dalam Islam dikenal sebagai _asmaul husna_). Tetapi juga harus berhubungan baik dengan sesama manusia, bahkan dengan hewan dan tumbuhan. Menjaga kebersihan saja bisa dipakai untuk merayu Tuhan.

Demikian yang bisa saya sampaikan soal cara merayu Tuhan dari apa yang sudah saya pahami dan baca.

Buku ini disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Tidak terlalu bertele-tele dan langsung fokus pada pembicaraan. Makanya tulisan-tulisan dalam buku ini seperti artikel pendek yang bisa dibaca dalam sekali duduk.

Meski saya sudah menjelaskan panjang lebar di atas, saya menyarankan pembaca untuk membacanya secara langsung, supaya bisa menikmati dan menyelami ilmu merayu Tuhan yang diberikan oleh Habib Ja'far ini.

Semoga Tuhan menerima rayuan kita dalam doa dan tindakan kita.
1 review
June 26, 2023
Seni Merayu Tuhan is an Islamic book that discusses how we as servants approach God through beautiful seduction rather than dictation. This book was written by a millennial preacher who is famous among young people for his preaching about love. He is Habib Husein Ja'far Al-Haddar or better known as Habib Ja'far. The message of love that he uses in his daily preaching is very visible in this book. This book is written in simple language so that every content can be understood easily. Overall, this book invites us to embrace religion with love, diversity, morals, and sincerity.
This book talks a lot about how we as servants must act to seduce and approach God as a form of love and also our duty. As a servant who has many sins, we must not give up in seeking his forgiveness because Allah is the most forgiving whose mercy never runs out. Seducing God properly is with love and not dictate. That's because maybe the hope that we want is not the best for us, on the contrary, what God has destined, even though it is not our desire, is the best for us. Apart from that, the way we relate to other human beings is also one of the things that can bring us closer to God Almighty. Therefore, apart from doing things that are ritual and spiritual in nature, we are also required to establish good relations with fellow human beings so that our relationship with God is also good.
Overall, this book is delivered in simple but clear language and does not detract from the essence of the message conveyed. The language used is everyday language, so we can easily understand the contents of this book. Habib Ja’far deliver his language in brief and clear without long-winded explanations. In addition, Habib Ja'far often adds little jokes that make this book interesting to read. This makes readers not feel bored and tired while reading this book. Word processing is also appropriate because readers can receive messages without patronizing.
Seni Merayu Tuhan is suitable for all walks of life, especially for the millennial generation who are interested in the Islamic world. This book is very good and suitable for the millennial generation who are studying religion because the language is simple and the delivery is interspersed with small jokes without being patronizing, which will make readers, especially young people, feel comfortable reading this book. In addition, this book is suitable to accompany readers over coffee or tea in the morning, afternoon or evening. Furthermore, instead of thinking too much about the future or destiny, it's better to read the book Seni Merayu Tuhan as a way to approach the All-Giving God. Lastly, I think the quotation below can represent the entire contents of this beautiful book.
“Allah Mahaindah dan menyukai keindahan, maka dekati Dia dengan rayuan yang begitu romantic. Sebab, amal kita bukanlah “alat tukar” untuk surga, melainkan hanya Rahmat-Nya yang membawa kita ke surga. Sehingga tak ada jalan lain dari amal itu kecuali dilakukan dengan indah dengan seni merayu agar Tuhan merasakan getaran cinta kita atas-Nya.”
Profile Image for Buku Arutala.
199 reviews2 followers
December 20, 2022
Apakah cinta Allah tak terhingga kepada umat-Nya? Tak usah ragu, sudah tentu jawabannya adalah sangat tak terhingga. Allah memberikan apapun sekalipun kita tak memintanya. Allah tetap memberikan rezeki sekalipun kita tidak beribadah kepada-Nya. Kenapa? Allah tidak membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan-Nya. Allah Maha Pengampun, bahkan pengampunan-Nya melebihi dosa-dosa yang kita perbuat. Inilah yang menjadi pembuka dari buku Seni Merayu Tuhan, tulisan Habib Husen Ja'far Al-Hadar.

Baca buku ini pertama kali, membuat hati terasa sesak dan seketika menangis. Merasa menjadi orang yang amat tidak bersyukur. Walaupun merasa banyak dosa, tapi saya masih bersemangat karena selalu ada kesempatan bagi orang yang mau mengejar Rahmat Allah. Dalam buku ini dijelaskan ada 9 kriteria orang yang dicintai Allah. Poin 1-8 terasa amat berat, di antaranya selalu berbuat baik dan bersabar. Tapi di poin kesembilan dikatakan bahwa Allah mencintai orang-orang yang senantiasa mau bertobat. Semoga kita termasuk di dalam golongan orang-orang tersebut. Amiiin

Terlalu banyak pesan yang berkesan dari buku ini, saya rasa tak cukup untuk menjabarkan semua. Lebih baik membacanya langsung. Setidak ada beberapa poin yang sangat penting di antara nilai yang hendak disampaikan oleh Habib Husen. Saya menggarisbawahi bahwa untuk merayu Allah, harus dilakukan dengan Ikhlas. Tanpa keikhlasan, kita belum tentu mendapatkan rahmat-Nya. Ibadah itu penting, tapi lebih penting lagi ketika kita menaruh hati (niat ikhlas) saat menjalankannya.

Bagaimana memahami konsep ikhlas? Di buku ini dicontohkan lihatlah surat Al-Ikhlas, di mana tidak ada satu katapun yang menyebutkan tentang Ikhlas. Demikianlah, pemahaman ikhlas, tidak perlu dipamerkan atau dipertunjukkan, tapi dilaksanakan semata-mata untuk Allah SWT.

Penekanan buku ini dalam merayu Allah lainnya adalah mencintai dan meniru semua akhlak Rasulullah SAW. Bagaimana mungkin kita bisa mendekati Sang Maha Segalanya, tanpa melewati proses berkenalan dengan kekasih-Nya, Nabi Muhammad SAW. Dengan kita menjunjung tinggi beliau, maka Allah senantiasa mencintai kita juga.
Profile Image for Iva Le.
17 reviews
August 4, 2024
Aku baca buku ini setelah diberi hadiah bertambah umur dari seorang teman namanya Reva, semoga Allah selalu memberinya kebahagiaan. Buku ini sudah ada di dalam deret keinginan sejak tahun lalu dan Alhamdulillah barusan sudah menyelesaikan bacaannya.

Awalnya aku terpukau sama sampulnya. Keren aja gitu. Anak muda abis. Nggak heran, sih, ternyata penulisnya adalah beliau. Habib Ja'far. Nyatu aja gitu sama "personality" -nya. Dan awalnya juga kukira buku ini adalah buku filsafat wkwk taunya bukan. Tapi nggak ada rasa kecewa sama sekali karena bukunya memang seasyik itu.

Buku ini membahas hal-hal yang ringan, jauh sekali dari yang aku perkirakan. Karena memang awalnya kukira ini buku filsafat. Meski ringan namun justru ini yang sering dilupakan atau disepelekan. Seperti kutipannya, "bumi ini 'adalah sajadah panjang', di mana setiap perilaku kita bisa bernilai ibadah jika itu adalah kelakuan baik dan diniatkan untuk Allah: bekerja, mencari ilmu, bahkan tidur sekalipun." Bagaimana kita selama ini "ngoyo" untuk melakukan yang berbeda dan berat namun justru tidak melakukan yang wajib untuk merayu Tuhan. Lalu, di dalam buku ini pada halaman 190 dijelaskan bahwa amalan yang konsisten walaupun sedikit adalah amalan yang dicintai oleh Allah.

Seni merayu Tuhan kesukaanku yang lain adalah "Ngalah itu Ng-Allah", bahwa cara terbaik untuk menghadapi orang sombong adalah ngalah. Ngalah alias ng-Allah adalah mengembalikan urusan ke Allah. Biarlah Allah saja yang urus sebab terlalu sulit untuk menyelamatkannya.

Ada lagi yang kedua yaitu "Saya Tidak Tahu", di mana kita tidak masalah jika mengatakan kalimat tersebut. "Saya tidak tahu" itu menunjukkan kebesaran hati. Dan bila kita menjawab pertanyaan yang sebenarnya kita tidak tahu maka justru akan datang musibah.

Lalu kesukaanku yang terakhir adalah "Balas Ejekan dengan Ajakan", ternyata memang kalau mau berdakwah itu memerlukan hati yang luas, ya? Aku membayangkan menjadi salah satu dari mereka, sudah capek berdakwah masih direndahkan pula. Di halaman 138 ada nasihat dari Imam Syafi'i terkait prasangka lemah akibat tidak menjawab orang-orang bodoh, "katakan dalam hatimu bahwa kau tak lemah, kau hanya tak mau meladeni."
Profile Image for Menyojakata.
195 reviews6 followers
December 25, 2022
This book is such a balm to my soul. Setelah tahun lalu membaca buku Habib Ja'far yang pertama, aku langsung auto beli saat beliau menerbitkan buku kedua ini. Cara beliau menuliskan dakwahnya lewat buku sangat mendamaikan. Jauh dari kata menghakimi dan menggurui. Seringnya malah aku berasa diajak ngobrol dan berpikir.

Hal-hal yang beliau angkat juga merupakan pembahasan yang mutakhir dan kerap terjadi di kalangan masyarakat masa kini, terutama para pemuda. Cara beliau menyampaikan pesan bahwa Islam tidak hanya agama yang sempurna melainkan juga jalan hidup sangat bisa diterima oleh kalangan masyarakat terutama bagi para pemuda yang mengedepankan logika. Habib Ja'far menunjukkan hal tersebut lewat kemampuan berlogikanya.

Tidak heran jika banyak pemuda tongkrongan yang merasa nyaman dan adem ketika mendengar beliau berdakwah. Karena memang rasanya tidak seperti diceramahi, tetapi diajak berdiskusi. Virus Islam Cinta yang dibawanya semoga selalu dan selalu tersebar ke seluruh manusia.

Satu bagian yang paling membekas dari buku ini adalah saat beliau menceritakan tentang kepolosan dan kekukuhan iman seorang Madura yang berjualan bensin di sebelah SPBU. Cerita itu membuat aku terenyuh sekaligus merasa malu karena ingat bahwa keimananku masih amat dangkal dibandingkan orang Madura itu.

Bagiku pribadi, hal-hal yang ditulis Habib Ja'far dalam buku ini sebagian besar aku sudah pernah membaca atau menyimaknya. Tetapi, membaca buku dengan genre ini tak ubahnya seperti meminum air putih. Kita sudah tahu rasa air putih itu, tapi kita sangat memerlukannya untuk bertahan hidup. Kita sudah tahu ajarannya, tapi kita perlu diingatkan guna mempertebal iman dan takwa kita kepada Allah.

Long live Islam Cinta ❤️
3 reviews
November 13, 2023
An excellent book not only for people who are in the beginning of learning Islam but also for people who are already in the later stages of learning Islam. This book is full of wit and is well-articulately written with clear theory and real-life examples. In the era of fake news and the danger of learning Islam falsely, this book offers Islamic contexts that are relatable to everyday life, especially to the youth. Another thing that I like about this book is that this book specifically focuses on seeing Islam as a way of life filled with love and mercy, and has a lot of references to the Quran and Sunnah.

Known to have a good sense of humor, Habib Jafar ensures readers get entertained in every chapter of this book. As the contexts unravel deeper chapters of the way of life and as a Muslim, I can't help but review myself and daily life and whether I have been doing things that are aligned with Islamic values or not.

However, even if you are not a Muslim, it doesn't mean that you can't read this book. I would say the core value that Habib Jafar is trying to deliver can be applied even if you're not a Muslim. Essentially, this book is trying to spread awareness about living a life filled with love and mercy not just to yourself but to other people regardless of their age, ethnicity, nationality, and religion. Likewise, Habib Jafar often said, "Although we are different in Religion, but we are together in kindness and humanities." Another thing to note is that he is trying to explain the way of life by combining rationality and phenomenon that has been happening in this world lately.

I hope this book can be published in English because, in my opinion, the messages that he is aiming to spread are invaluable to humankind.
Profile Image for Aruna Widyantara Putra.
8 reviews
December 21, 2022
Menurut saya buku ini sangat bermanfaat untuk dapat mengenal dan menambah wawasan terkait kehidupan dan Agama Islam yang dibungkus dengan bahasa kekinian sehingga relevan dengan pembacanya (para generasi milenial dan generasi Z). Habib Husein Ja'far Al Hadar berhasil menjawab pertanyaan saya selama ini "Bahwa di era saat ini, kita harus menjadi muslim seperti apa? Terlalu saklek dengan aturan agama dianggap radikal, namun terlalu open minded juga dibirang liberal". Melalui buku ini, saya bisa memahami menjadi muslim yang moderat itu seperti apa. Habib Ja'far juga menekankan bahwa Agama Islam bukan hanya sekadar agama yang mementingkan soal ibadah ritual (Sholat, Zakat, Puasa, Berhaji) Namun, ada juga hal yang tidak kalah penting yaitu ibadah sosial, dimana kita sebagai seorang manusia (makhluk sosial) juga harus melakukan kebaikan, tolong menolong kepada hamba yang lain tanpa melihat status sosial, agama, atau latar belakang manusia yang akan kita tolong. Satu prinsip kemanusiaan yang cukup baik dikutip dari quotes yang dikatakan oleh Sayyidina Ali Bin Abi Thalib bahwa, "Jika kita bukan saudara seagama, kita adalah saudara dalam kemanusiaan". Buku ini menurut saya, akan sangat relevan dengan kondisi saat ini dan di masa depan, karena isu kemanusiaan akan terus dan mengurangi gesekan konflik akibat perbedaan akan sulit dihindari, sehingga melalui buku ini diharapkan para pembacanya akan sadar pentingnya menyeimbangkan antara ibadah ritual dan ibadah sosial. Pada akhirnya, ketika banyak orang yang mampu menyadari titik keseimbangan antara ibadah ritual dan ibadah sosial tersebut akan menciptakan kedamaian dan kerukunan antar umat manusia.
Profile Image for Kucingpalsu.
17 reviews
March 21, 2023
Tak kira pendosa atau tidak, kita takkan tahu siapaa yang masuk syurga. Tapi jgn kita lupa. posisi amal itu adalah sebagai pengetuk pintu rahmat Allah Taala— haa drpd ms.1 sampai habis. Mcm tula gaya karya Habib.

Buku yang jadi pembuka minda, yang sekiranya kita anggap diri kita ahli ibadah… Boleh jadi kita hanya beribadah 24jam tapi masih pura2 haus redha Allah tapi ternyata ahli ibada yang tertipu. Mahupun si cerdik yg tergelincir & akhirnya diperbudak serta jd bahan gelak tawa syaitan. Pada zahirnya zuhud, tapi hatinya haus mau dijulang

Dipadatkan dalam +/-200 m/s, sebenarnya rahmat Allah sgt luas drpd kemurkaanNya. Tapi asbab kurang ilmu yg kita sendiri tak peduli lah yg natijahnya menyempitkan rahmat itu

“Bumi ini sejadah panjang, di mana setiap perilaku kita bisa bernilai ibadah jika itu adalah kelakukan baik dan diniatkan utk Allah : bekerja, mencari ilmu. Bahkan tidur sekalipun”—H.162. Kita sedekah, ibadah. Kita tak mencaci, ibadah. Kita tdk mencari2 aib org, pun ibadah

Dlm karangan Imamul Ghazali رحمه الله berkata, ada 3 golongan yg binasa pd akhirat a)mencari ilmu utk dpt habuan dunia—pujian, iktiraf, pangkat b)org yg dia sendiri tak sedar niatnya itu sgt menyesatkannya. Hadam baik2 dan guna masa nak tuntut ilmu nanti.

Jadi, rayuanlah Tuhan laksana ulama yg mengarang qasidah femes tu—Qod kafani ilmu robbi. Jika kita gagal memahami bahasa berdoa, mungkin kita yg lupa tahap kritikal yg kita ni hanya hamba. Brgkali juga manja dgn ego kita & tak melatih ikhlas hati kita. Bygkan org gaji , arah2 tuan dia. Pelik kan?

Kita berdoa krna itu perintah tapi jgn kita berdoa ala netizen. Eh berdoa pun ada cara ka? Iya, bunyi doa kita mungkin sama, tapi pasti ada beza dgn si berilmu dan si pak pandir dgn dunianya. Jgn hampa jika tidak selari dgn wishlistmu, makan ubat hikmah. Maka, engkau akan tenang !:)
Profile Image for Fidia .
354 reviews7 followers
March 24, 2023
Apakah kita sudah tulus mengintimkan diri dengan Sang Kekasih? Singkatnya, buku ini ingin mengingatkanku betapa diri ini sedang dan selalu dicintai. Uraiannya menunjukkan sisi filosofis yang masuk akal dan bentuk kehangatan yang tak ber-tapi.

Pernah merasa tersapa dengan kata-kata "Kenapa semua ini melelahkan?". Semacam segalanya berkabut. Kusimpulkan, buku ini secara ringkas dan lembut menjelaskan betapa kita telah diberi potensi dan kemerdekaan. Namun, aku ingat kembali bagaimana kita bisa begitu sukarela (atau juga tak sadar) untuk membelenggu diri sendiri. Ketika diperingati "jangan ke sana", kita dengan senang hati malah melipir ke arah sebaliknya. Alasannya beragam. Mungkin tak yakin, bisa pula kurang berpengetahuan.

Aku menemukan banyak bahasan yang mengajak berintrospeksi. Diingatkan pentingnya berkesadaran. Kita ini sering hilang arah. Melihat diri sendiri saja sulit, lalu bagaimana bisa yakin apa yang kita lakukan tidak menjebloskan diri ke "lubang hitam"? Apa arah yang dipilih tepat? Seharusnya, kita memiliki perisai ketika faktor eksternal (bahkan internal) sedang meracuni diri.

Dari buku ini, aku seolah diingatkan betapa bisa saja salah membedakan mana "asupan" baik, mana buruk. Mana tulus, mana pembenaran. Mana keadilan, mana nafsu ego. Mana kebencian objektif, mana subjektif. Mana keterbukaan, mana tak kritis. Mana kepedulian, mana kesombongan. Mana keadilan, mana penegakkan ego.

Ketulusan kasih bersama-Nya, perwujudan sayang sesama, hingga keselarasan dengan makhluk-Nya pada dasarnya akan menjadi nyata jika kita bisa menghalau diri dari "ilusi".

Aku pun jadi terbayang tentang seseorang yang sedang jatuh cinta. Ia yang tengah bersemi akan tampak kentara dari luar. Jika kita bisa tulus mengintimkan diri dengan-Nya, kita akan memancarkan suka cita, berbagi kehangatan, dan senantiasa memberikan ketenangan. Sebab, dunia tak lagi menjadi penting. Perasaan kita sudah penuh dengan cinta. Rasa luka dan lelah akan terobati meski tetap terasa. Suasana sejuk.

Benar-benar buku yang manis.
Profile Image for Anjani Ayunita.
18 reviews
March 24, 2025
Sudah membaca 2 buku karya beliau, jika boleh dibandingkan aku lebih nyaman membaca buku beliau yang satu ini. Konsepnya masih sama, dibagi ke beberapa bab dengan penjelasan yang sangat amat anak muda sekali dan bahasa yang ringan. Buku ini mengajarkanku bahwa seni merayu Tuhan caranya tidak hanya dengan ibadah ritual belaka seperti mengencangkan sholat sunnah, sedekah, puasa, dsb. Tapi, seni merayu Tuhan dengan cara memperbaiki dari diri Kita sendiri, memurnikan hati, niat Kita dan sadar akan posisi Kita sebagai hamba Allah. Penjelasan tentang bagaimana sesungguhnya muslim yang benar-benar menggambarkan Islam dan yang dicintai oleh Allah, menjelaskan pula caranya agar Kita dapat menjadi muslim dengan berIslam yang tepat dan penuh kedamaian.
Gini deh, ada 2 orang muslim, yang satu kaya raya dan rajin bersedekah. Mau bersedekah sebanyak apapun, kekayaannya enggak berkurang. Misal dia nih punya harta 1 M, dia sedekahin 300juta. Menurutmu apakah dia sudah terjamin untuk masuk surga? Belum tentu.
Muslim yang satu hidup miskin, dia jarang bersedekah. Mau bagaimana, untuk makan saja susah. Tapi, ketika dia memiliki uang 15ribu dikantongnya untuk membeli makan dan dia melihat ada kakek tua sedang kelaparan. Dia memberikan seluruh uangnya itu untuk kakek tua tersebut. Menurutmu apakah dia akan masuk surga? Bisa jadi.
Nah, kalau kamu masih berpikir jalan memudahkan untuk masuk surga dengan hitung-hitungan harta dan kepemilikan maka aku merekomendasikan buku ini untuk kamu. Karena cara main Allah dalam menilai sebuah amal dan mencintai Hambanya kemungkinan tidak seperti apa yang ada dipikiran Kita selama ini.
Profile Image for Ira Nadhirah.
605 reviews
September 4, 2025
Akhirnya habis aku membaca buku ini setelah sebulan lebih baca sikit sikit. Membawa buku ini ke Makkah Madinah kelmarin kerana tajuknya Seni Merayu Tuhan, aku interprete sebagai cara csra berdoa yang paling betul. Rupa rupanya isi kandungannya bukan begitu.

Lebih kepada daily reminders dari Pak Habib ke umat islam secara keseluruhannya. Setiap penjelasannya beserta dengan ayat ayat Quran dan hadith. Isi kandungannya aku kira benda benda yang kita dah tahu tapi harus diingatkan selalu. Mungkin untuk yang baru berjinak jinak mendalami agama sesuai membacanya.

Pak Habib menerangkan Seni Merayu Tuhan itu ada tiga. Pertama, menahan marah. Kedua, memaafkan. Ketiga, bersedekah ketika dalam kesempitan. Selain itu, oleh kerana Pak Habib ini terkenal sekali melalui media sosial terutamanya Youtube, beliau ada juga memberikan saranan bagaimana kita boleh memanfaatkan sosial media ke arah yang lebih baik.

Buku yang bagus untuk bacaan santai dan cara penyampaian juga tidak berniat attack mana mana pihak, mungkin sebab Pak Habib sendiri duta kebebasan beragama di sosial media makanya pendekatan beliau juga banyak menerapkan kasih sayang dan kefahaman sesama manusia meski berbeza agama.
Profile Image for sasa.
28 reviews2 followers
March 23, 2024
Awalnya tertarik baca buku ini dari judulnya. Ekspektasi aku tuh bakalan dapat ilmu soal bagaimana caranya berdoa yang baik supaya cepat dikabulkan oleh Allah wkwk tetep dapet sih di awal2 bab, tetapi semakin jauh bahasannya sudah meluas dan gak spesifik kayak judulnya "Seni Merayu Tuhan".

Meskipun begitu, bahasannya masih seru dan kalau dilihat lagi yaa hitung-hitung belajar jadi manusia yang baik sesuai ajaran agama. Siapa tau dengan berubah jadi manusia yang lebih baik doa-doanya jadi cepat terkabul. Eh atau emang itu yaa maksudnya? WKWKWK 🤣

some things that I love about this book:
-bahasanya mudah dipahami alias gaul kayak ngomong sama temen tongkrongan jadi pas dapet ilmu baru gak merasa kayak "digurui"
-banyak sumber2 dari hadis dan Al Quran, bahkan waktu ngutip dari hadis yg sifatnya lemah pun tetep dikasih tau gitu jadi bisa dipakai pertimbangan
-banyak cerita2 jaman dulu yang aku pernah denger jugaaa 😮
-banyak juga contoh kasus yang sering terjadi di kehidupan sekarang terutama di media sosial (relateable!)

Overall I enjoy reading this book! 🥰
Profile Image for Mizuoto.
149 reviews1 follower
January 6, 2025
⭐: 4.8/5

Membaca lembar-lembar awal buku ini saya langsung tertampar. Kalimatnya membuat saya merasa menjadi manusia yang kufur nikmat dan kurang bersyukur atas banyak nikmat yang diberikan Tuhan.

Seperti judulnya, Seni Merayu Tuhan merupakan sebuah buku yang berisi kisi-kisi bagaimana seorang muslim bisa sukses PDKT kepada Tuhan. Pendekatan kepada Sang Pencipta Semesta itu ada tekniknya, ada seninya, tidak sekadar ritual agama yang sesuai template semata, melainkan juga perlu menambahkan sentuhan-sentuhan “manis” di dalamnya.

Buku ini terbagi atas empat subbab yang setiap judulnya sudah mewakili poin-poin penting yang ingin disampaikan penulis, yakni Beragama dengan Cinta, Beragama dengan Keberagaman, Beragama dengan Akhlak, dan Beragama dengan Tulus, alias mencerminkan hati, pikiran/rasional, dan tingkah laku. Secara garis besar, dalam pandangan saya tentang buku ini lebih banyak berbicara soal ihsan, alih-alih iman, serta ikhlas.

Resensi lengkap baca di sini
Profile Image for Dzata Iffah.
46 reviews1 follower
December 22, 2022
Buku kedua dari Habib Ja'far yang sudah aku baca, buku yang di tulis oleh beliau ini cocok banget dibaca oleh anak muda, karena pemilihan topik/tema yang ada di keseharian dan juga dengan menggunakan bahasa dan istilah yang kekinian bangett, jadi aku sebagai anak muda nyaman saat membacanya.

Dalam buku Seni Merayu Tuhan ini berisi beberapa tema yang berisi dengan beberapa judul, judul yang dibawakan dibuku ini juga unik dan dengan istilah2 yang lagi hype di kalangan anak muda. Contohnya judul: Crazy rich syar'i, Berislam ala GPS, Move on dari dosa, dsb.

Ada satu kutipan di buku ini yang aku suka yaitu "Ketika melihat anak muda, bayangkanlah bahwa dia lebih baik dari kita karena bisa jadi dosanya lebih sedikit dari kita. Ketika melihat orang tua, bayangkanlah bahwa dia lebih baik dari kita karena bisa jadi amalnya levih baik dari kita" :)
Profile Image for Najia Al Umri (najiainwonderland).
106 reviews
March 27, 2023
Padahal bukunya page turner banget tapi entah kenapa lama bacanya, dan ternyata ada hikmah dimana ternyata aku emang perlu baca buku nya lagi pas awal2 ramadhan, pas lagi dpt musibah yg sangat2 menyakitkan pas lanjut baca di halaman 86 " Hadist Qudsi,"Wahai Anak Adam ! Aku cinta kamu maka cintailah Aku". Allah nembak kita duluan saking cintanya Allah sama kita, kira2 gitu kalimat penjelasan dari Habib Husein. Seketika jadi bisa terima kebodohan aku yg menghasilkan musibah tersebut, rasa sakit berangsur pulih dan jalan keluar jadi mulai keliatan. Jadi inget penjelasan soal Taubat dai Pak Quraish Shihab," Taubat itu bukan cuma kita yg kembali kepada Allah, tapi Allah juga lari menyambut kembalinya kita". Awal ramadhan yg berat, Alhamdulillah ditemani bacaaan ini.
Profile Image for Mugi Sukmana.
16 reviews
February 4, 2023
Do you believe in love? If you do, you probably feel painless and effortless when it happened. Then, that's LOVE. If you don't, doesn't matter, since LOVE exists whether you believe it or not. Habib Husein begins the book with that LOVE and how it's connected with every single detail of Islam and its fundamental thought. Personally, it's not as "tasty" as his previous book, but still his style of narrating things come in bold, including how he describes "followers firaun", "akun anonim", etc.. The sub chapter is displayed in short but solid, it makes me delighted to read endlessly. Keep going Bib.
Profile Image for Alif Rayhan Madani  Dalimunthe .
3 reviews
April 20, 2023
Baku yang sangat baik. Berisikan banyak topik dengan tema bagaimana muslim beragama.

Ditulis dengan gaya bahasa yang sangat mudah dimengerti, setiap landasan ajarannya disitasi sumbernya, sehingga mudah untuk pembaca jika ingin menelusuri lebih dalam tentang makna ayat/hadist/pendapat ulama yang tersurat.

Apa yang disampaikan dalam buku ini banyak juga yang disampaikan beliau melalui dakwah di media sosial.

Kesan ketika membaca buku ini sama dengan menyaksikan dakwah beliau di media sosial, sangat moderat dan tidak mendikte apalagi mendoktrin.
(jadi teringat dengan Emha Ainun Najib).

Layak dibaca dan dinikmati untuk semua kalangan.

Ringan dan bergizi tinggi.
3 reviews
April 1, 2024
Berdo'a merupakan momentum paling syahdu untuk merayu Tuhan -p. 55

Berdo'a merupakan salah satu cara seorang hamba untuk merayu Tuhan-nya. Berdo'a itu ada seni nya. Dan seni merayu Tuhan melalui do'a adalah 'jangan mendikte'. Begitu yang disampaikan dalam buku tersebut. Sebetulnya masih banyak cara-cara untuk merayu Tuhan yang tertuang dalam buku ini. Tapi yang paling berkesan bagiku adalah bagian tersebut.

Selain berbagi bagaimana cara kita merayu Tuhan. Aku merasa diingatkan juga dengan bagaimana hubunganku dengan Tuhan saat ini. Beberapa bab bahkan sangat menampar dan membuat aku merenung. Meski begitu, buku ini juga memberikan ketenangan.
2 reviews
April 23, 2024
Pada saat libur akhir semester lalu, aku sedang mencari-cari buku yang akan di baca untuk semester ini sebagai tugas sekolah dan untuk menambah pengetahuanku sendiri sekaligus untuk mengisi waktu luang. Buku ini terlihat menarik karena desain sampulnya yang minimalist lagi menarik, aku juga melihat bahwa buku ini dibuat oleh Habib Jafar, beliau adalah salah satu Da'i jaman now favoritku karena kontennya di channel YouTube beliau, pada saat itu aku langsung tertarik pada buku ini.

Buku ini menyampaikan informasi-informasi dengan sangat baik dan cepat melekat di otak karena kalimat-kalimatnya sering kali di highlight dan ilustrasi yang tampak pada akhir chapter-chapternya.

Saat membaca buku ini aku merasa seperti Habib Jafar langsung berbicara padaku, entah karena kalimat-kalimatnya yang familiar, quotes-quotes yang diambil langsung dari Habib, atau cerita-ceritanya yang memang sangat menarik dan bikin ingin aku membaca lebih banyak.
Aku tidak menyesal membaca buku ini. Worth it banget!
21 reviews
February 7, 2025
Membaca buku ini rasanya jleb berkali-kali.
Sebegitu gamblangnya cara kita untuk merayu Allah tapi terkadang sulit sekali untuk menjalankan.
“Sebegitu unlimited-nya nikmat Tuhan atas kita, hingga jalankan untuk dibalas, sekadar menjaga salah satu nikmat paling sederhana saja, kita sering abai.”

Habib Husein Ja’far Al-Hadar menulis buku ini dengan bahasa yang sederhana sehingga siapapun bisa memahaminya. Apalagi anak muda, bisa banget

Salah satu kalimat di buku ini yang sangat membekas “BerIslam itu harus kaffah, yakni utuh sampai ke “daging-dagingnya”. Karena Islam bukan hanya identitas,melainkan juga makna”

Terima kasih untuk bukunya yang sederhana namun menggugah, Habib
Displaying 1 - 30 of 80 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.