Jump to ratings and reviews
Rate this book

Yang Tidak Banyak Dikatakan Soal Pekerja Media: Kondisi, Posisi, dan Strategi Buruh Digital Muda di Indonesia

Rate this book
Citra Maudy menemui jurnalis digital muda untuk berbincang tentang pengalaman kerja sehari-hari, tantangan pekerjaan, perasaan-perasaan, sampai kesulitan dan kerentanan personal maupun profesional menghadapi dunia kerja digital hari ini di Indonesia. Alih-alih mencari solusi individual bagi setiap kerentanan yang dihadapi jurnalis digital muda; misalnya anjuran memperbanyak rekreasi, bersantai, atau bahkan bersyukur, buku ini menawarkan pemahaman ekonomi-politik kritis yang lebih komplit terkait kompleksitas kerentanan kerja digital, jurnalisme, peran negara, dan kondisi serikat buruh.

164 pages, Paperback

Published February 1, 2022

Loading...
Loading...

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (15%)
4 stars
18 (69%)
3 stars
4 (15%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for raafi.
956 reviews466 followers
January 9, 2023
Begitu kritis dan mendalam. Citra amat berbakat untuk merangkai laporan karya tulis seperti ini. Menanti laporan Citra yang lain.

Membaca dalam rangka perbaikan untuk calon cetakan ketiga.
Profile Image for rasya.
106 reviews21 followers
July 3, 2022
Buku ini kuat sekali relevansinya bagi saya yang terlibat sebagai pekerja media sejak di bangku sekolah, kuliah, hingga sekarang, pilihan karier. Inti yang saya tangkap dari buku ini adalah betapa pekerja media zaman sekarang memikul beban yang berat sebagai tuntutan dari kerja mereka: jumlah tulisan per hari dan keterampilan digital, hingga beban itu mencerabut mereka dari kesenangan berfungsi baik individu maupun sosial dan menjalin relasi di luar pekerjaan. Cuma bisa miris dan sedih membacanya, huhu. T_T

Ada "lingkaran setan" yang saya tangkap dari paparan di buku ini mengenai perjalanan pekerja muda merebut kembali hak kelayakan mereka: Bekerja freelance/kontrak/tetap di media ➜ Dituntut banyak dan diupah rendah, yang notabene merupakan hasil dari absennya negara dan tangan-tangan perusahaan dan kelompok elite yang mempertahankan pasar bebas dan melanggengkan neoliberalisme ➜ Menyadari bahwa ini bukan masalah seorang diri saja, melainkan masalah kolektif(!) ➜ Mengajukan tuntutan, ekspresinya bisa melalui berinisiatif mengajukan penambahan upah dalam internal perusahaan, mengadu, atau berserikat ➜ Kecuali negosiasi berjalan baik, pekerja dipaksa memilih antara: (a) Dipecat🙃, atau (b) Bertahan daripada nganggur🙂 ➜ Kembali ke tahap pertama.

Saya suka penggalan dalam buku ini: Kompleksitas masalah kerentanan kerja yang begitu pelik, berlapis, dan terjadi secara global justru dibebankan pada tanggung jawab individu semata...Pemuda sendirilah yang harus menyusun strategi mereka, mengupayakan kondisi yang lebih baik atas kehidupan mereka, dan bernegosiasi dengan batasan-bayasan yang ada (Hlm. 83). Oleh karenanya, buku ini perlu dibaca untuk menumbuhkan kesadaran kerentanan pekerja muda di bidang media, dan harapannya dari situ adalah sebuah tindak lanjut untuk (lagi-lagi) berserikat.

Harapannya gitu sih. XD Tapi ... gimana ya. Sejujurnya sekalipun buku ini bikin saya miris/sedih, ujung-ujungnya cuma ... oke, cukup tahu gitu sih? XD Akan saya elaborasikan:

Hmm, buku ini kan, juga ngasih contoh upaya-upaya yang pernah dilakukan oleh pekerja ya, baik individu maupun serikat, dan hasilnya mereka dipecat semuaaaa. XD Kan jadi mikir-mikir lagi. Saya relate banget dengan pemikiran skeptis yang dimiliki oleh pekerja, sebagaimana dinyatakan pula: ...[M]anfaat dari serikat pekerja tidak akan melebihi risiko kehilangan pekerjaan... (Hlm. 125). Soalnya, mau ini ternyata dialami oleh seluruh pekerja media muda, atau bahkan seluruh pekerja DI DUNIA, kepada siapa saya lari kalau akhirnya saya dipecat? ➜ "Kepada negara dong, justru inilah kenapa negara jangan sampai absen dalam jaminan kesejahteraan!" ➜ Tapi, tapi, tapi .... tapi saya mah cuma sekrup kecil yang gampang banget disentil dari roda pasar bebas, jadi keburu saya mati kelaparan nggak sih? X"D Hahahah saya bukannya betah berkubang di romantisasi penderitaan individu ya, saya tahu kalau ini masalah bersama yang butuh perlawanan secara kolektif. Tapi, apa ya, saya mungkin udah muak ya? XD Dan saya mengakui kalau energi saya nggak sebanyak kawan-kawan di pergerakan yang terus-menerus berupaya hingga sekarang, jadi, saya secara pribadi sudah antipati sama narasi perjuangan jangka panjang kayak gini ... :')

Tapi, tetap saja sih, saya mau bilang kalau saya menaruh salut yang teramat besar bagi perjuangan-perjuangan buruh di seluruh dunia hingga sekarang, dan semoga hidup kita dapat berangsur-angsur membaik, semoga ya.

Buku ini ditulis oleh Citra, kawan baik saya yang sangat saya banggakan, hihi. Terima kasih untuk buku yang berharga ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sukmawati ~.
79 reviews34 followers
November 9, 2022
Terima kasih Citra Maudy sudah menarasikan (mungkin) sebagian besar isi hati para pekerja media di Indonesia. Apa yang tertulis di buku ini berdasarkan riset pustaka dan hasil wawancara kepada sejumlah tenaga kerja media atau disebut pula buruh media.

Cukup meringis sih baca ini dari awal sampai akhir alih-alih malu karena beberapa fakta yang dipaparkan Penulis ada benarnya. Kalau meminjam istilah anak zaman sekarang, ya, disebutnya "relate". Begitu.

Saya mencerna analisis Penulis dalam buku ini cukup lama. Selain karena referensi (catatan akhir) yang begitu kaya, data dan fakta yang terlampir membuat saya berpikir mendalam ihwal kerumitan sistem kerja dan hak-hak para pekerja itu sendiri.

Dulu, mungkin iya saya pernah terpikirkan ke arah sana. Soal kejelasan waktu kerja, imbalan gaji, jaminan kesehatan dan hak-hak pekerja pada umumnya. Kini, saya lebih fokus pada hal-hal yang sifatnya "menghasilkan kepercayaan" dan pengalaman sehingga menaikkan "value diri" sebagai seorang pekerja. Walaupun saya juga tidak memungkiri, godaan untuk memikirkan sesuatu yang bernilai angka (materi) masih sering muncul juga. (Sedikit curcol haha)

Intinya sih, buku ini cocok bagi siapa pun yang tertarik terjun ke dunia media atau sekadar ingin tahu sisi lain dari fleksibilitas pekerja media. Memang ini bukan pekerjaan yang menjanjikan banyak hal kalau kita fokus pada "money oriented". Akan tetapi, bergelut di dunia media akan menjadi sesuatu hal yang menjanjikan kalau memang dasarnya adalah mengejar kesenangan berjejaring dan "kebebasan" dalam berkarya cipta.

Salam respect untuk Citra Maudy Mahanani.
Profile Image for Lina Maharani.
278 reviews15 followers
May 23, 2022
WELCOME FREELANCER~

Secara garis besar, buku ini ngasih insight tentang dinamika pekerja digital jaman now. Apa saja yang perlu kita tahu soal pekerjaan nir-kompani ini, termasuk aneka problema yg ada. I'm into freelancing since 2016 dan sejak saat itu berasa sekali banyak perubahan dlm dunia digital ini. Betapa tidak ada pegangan kuat sehubungan dengan kontrak kerja, upah serta beban kerja bikin kita sbg pekerja kudu pinter2 cari pegangan yg baik. Minimal untuk skala aman pekerja paruh-waktu atau kontrak pendek. Sejauh ini, memang yang paling baik adalah punya circle yg baik dulu. setidaknya sdh menghindari sistem kerja yang kurang mendukung atau (amit-amit) fraud.

Di buku ini juga dipaparkan soal kerentanan pekerja media digital akan long-break atau jeda panjang ketika project satu berakhir dan project lain blm menentukan timeline. Ini paling sering terjadi dan yah lagi-lagi kita pribadi kudu pinter jaga koneksi sih, kalo menurutku.

penutup di buku ini sangat pas, merangkum segala percakapan di benakku yang pada akhirnya memberi titik terang, apa aja sih yang mau disampaikan buku ini. Selebihnya, aku mrs kurang familiar dgn istilah2 jurnalisme di dalamnya tp ini cukup insightful bagiku. Terima kasih banyak~~
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews859 followers
July 2, 2022
Citra Maudy Mahanani
Yang Tidak Banyak Dikatakan Soal Pekerja Media: Kondisi, Posisi, dan Strategi Buruh Digital Muda di Indonesia
Litani Literasi
164 halaman
7.7
Profile Image for Evan Dewangga.
315 reviews37 followers
March 18, 2023
Kerentanan dan keterhimpitan pekerja media turun beresonansi dengan keluh kesah saya di pekerjaan (bukan media). Membaca ini membuat saya mengendapkan segala rasa sesak, yang terutama timbul karena disrupsi digital, di mana rapat dan update progress bisa dilaksanakan kapan pun, di mana pun, tak peduli karyawan sedang istirahat atau bersama keluarga. Terima kasih Citra Maudy sudah mengumpulkan teriakan-teriakan ini ke dalam buku (laporan) yang rapi dan ilmiah.
Displaying 1 - 6 of 6 reviews