Buku ini membahas cara bagaimana mengembangkan proses kreatif menulis yang lebih luas dan inovatif. Membahas proses kreatif menulis berita, proses kreatif menulis feature, proses kreatif menulis fiksi, dan proses kreatif menulis buku.
Disampaikan dengan gaya bertutur, konten buku ini merupakan pengalaman puluhan tahun penulis berkecimpung di dunia jurnalistik dan kepenulisan. Pembaca niscaya seperti dibawa masuk ke sebuah dialog interaktif dengan penulis, sehingga lebih termotivasi dan terisnpirasi untuk menulis dengan metode yang khas dan berbeda dari yang pernah ada.
Buku Tulislah! ini dipersembahkan untuk umum, untuk siapa saja yang berniat mengembangkan karier di bidang tulis-menulis, dari menulis artikel, berita peristiwa, kajian berbentuk buku, bahkan fiksi berupa novel. Selain itu, buku ini bisa juga menjadi buku ajar (text-book) untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Dan yang terutama, memulainya dengan tulislah.
Kang Pepih adalah salah satu 'legend' yang mendirikan Kompasiana. Pengalaman menulisnya sudah tidak diragukan lagi, begitu pula pengalaman menerbitkan tulisan mulai dari media cetak paling top sampai blog dan media sosial.
Buku ini terdiri dari kumpulan tulisan tentang menulis, baik itu berita, feature maupun fiksi. Semuanya ditulis dengan gaya personal, mengombinasikan sedikit teori dan pengalaman pribadi sebagai contoh. Di satu sisi, pengalaman membacanya jadi tidak membosankan, namun di sisi lain jadi terasa kurang sistematis. Misalnya, di bagian jurnalistik dan menulis berita, banyak hal teknis yang dituliskan namun di bagian fiksi dan buku terasa begitu singkat dan umum ("Tulislah yang kita sukai dan kuasai.")
Saya akan merekomendasikan buku ini untuk yang sedang butuh motivasi menulis namun jika ingin belajar teknis sebaiknya mencari buku yang lebih spesifik.
Judul: Tulislah! Mengembangkan proses kreatif menulis: berita, feature, fiksi Penulis: Pepih Nugraha Penerbit: Elex Media Komputindo Dimensi: 25 bab epub, cetakan kedua September 2022, edisi digital RBK ISBN: 9786230032196
Berdasarkan pengalaman 26 tahun bekerja di Harian Kompas sebagai pustakawan, litbang, dan wartawan, penulis memberikan banyak sekali wawasan serta tips menulis yang aplikatif. Beberapa yang saya tandai, pertama adalah "Menulis itu membaca. Semakin banyak membaca, semakin banyak ide yang bisa ditulis. (Bab 1)" didasari pengalaman sebagai pustakawan. Lalu konsep free writing dengan konsistensi menulis tiap hari di satu waktu, misal 10 menit tanpa distraksi, dan jari tidak berhenti, tulis apa saja yang nyangkut di kepala tanpa editing.
Setelahnya ada bab khusus menulis berita dan feature, namun saya tidak terlalu tertarik sebab memang bukan minat saya. Tapi setelahnya ada tips menarik selanjutnya seperti menggali ide dengan menggunakan "what if?", menghindari writing block dengan associative word (asosiasikan 1 kata dengan kata lain, contoh: bulan-malam-gelap-sepi-hampa, lalu rangkai kalimat dari kata² tsb), dan membaca nuansa kata di tesaurus/kamus tiap hari cukup 1 lema dengan antonimnnya.
Jujur, ada beberapa yang saya terapkan dulu seperti free writing dan nuansa kata, namun saat ini sudah jarang saya lakukan dan konsekuensinya memang diksi saya saat menulis jadi berkurang. Hal ini pun dikemukakan penulis sebagai "penyakit" menulis berupa kebahagiaan, kemapanan, dan kekayaan. Kasus saya mirip dengan kasus teman penulis yang kehilangan gairah ketika memiliki anak. Bukan sebab distraksi dan manajemen waktu kurang baik, tapi akibat bahagia membersamai mereka dan seringnya hanya ingin menikmati tanpa menuliskan. Jadi teringat kalimat "Jika kausakiti penyair, akan lahir ribuan syair." Dulu pun pernah ada di fase itu. Saat penulis memiliki banyak keresahan hati, justru karyanya makin banyak haha!
Cocok dibaca bagi yang suka dunia kepenulisan terutama berita, feature, dan fiksi.
Seperti yang ditulis oleh author-nya buku ini sangat bermanfaat sebagai guidance bagi siapapun yang tertarik dan menyelami dunia kepenulisan. Sangat membantu dan membuka wawasan berpikir yang membuat kita tidak lagi berhenti untuk menulis. Selain teori-teori dan pengalaman pribadi penulis yang ia bagikan sendiri. Banyak cerita-cerita dan gambaran tentang kehidupan sebagai penulis yang sangat menarik untuk dibaca.
sama seperti hal lain, hal yang paling utama dari semua proses menulis adalah memulainya. Dan hal tersulit dari proses menulis adalah juga memulainya, meski segudang bahan sudah dimiliki.