Siapakah penghuni Bandung sebelum nama Bandung ada di atas panggung sejarah? Apakah Bandung sama dengan Tatar Ukur? Benarkah Kabupaten Bandung lahir dari “rahim sejarah yang berdarah-darah” akibat perseteruan politik tingkat tinggi antara Dipati Ukur dkk. versus Sultan Agung Mataram di abad XVII? Melalui buku ini kita juga akan saksikan bahwa sepanjang abad XIX, Bandung masih merupakan “kampung kecil” tak penting dengan jalanan berdebu, kerap dilalui maung, penuh kubangan badak. Ya, Bandung sebelum abad ke-20 sangat pangling, jauh berbeda dengan Bandung yang kini kita kenal.
Buku ini adalah buku sejarah Bandung yang ditulis secara populer. Cakupannya dimulai dari terbentuknya Bandung secara geologis, menjadi bagian dari wilayah Tatar Ukur, menjadi kabupaten dengan Ibukota di Krapyak, Dayeuhkolot, hingga berlokasi di Cikapundung. Era Bandung yang dipimpin secara tradisional hingga era menjelang Bandung mengalami pembaratan oleh pemerintah Kolonial
Sebagai sebuah buku sejarah Bandung yang disajikan ditulis dengan gaya naratif membuat buku ini akan mudah dipahami oleh berbagai kalangan terlebih bagi generasi milenial sehingga sejarah Bandung akan terus dibaca dari generasi ke generasi.
Dari segi cakupan bahasannya buku ini tentunya menambah atau melengkapi apa yang mungkin belum ditulis secara tuntas di buku-buku sejarah Bandung yang pernah terbit sebelumnya terlebih tentang wilayah Ukur dan konflik Dipati Ukur dengan kerajaan Mataram di abad ke-17 yang pada akhirnya akan melahirkan wilayah yang disebut Bandung dan menurunkan dinasti bupati Bandung selama berabad-abad.