Sadarkah kamu, banyak muslim yang tak tahu betapa hebatnya Islam?
Kita melihat ke timur dan barat, selatan dan utara, lalu menemukan ternyata banyak Kaum Muslimin yang merasa tak percaya diri dengan keislamannya. Silau dengan megahnya Eropa atau canggihnya Amerika. Terpukau dengan kerennya Jepang dan beningnya wajah bintang Korea.
Lewat buku ini, aku ingin mengajakmu untuk menyadari; tidakkah kamu tahu bahwa peradaban Islam-lah yang mengilhami kebangkitan Eropa? Sadarkah kita bahwa risalah Islam telah menyulap dunia menjadi panggung peradaban yang tinggi? Mungkin orang-orang berkata, “dulu umat ini hebat, tapi sekarang bagaimana?”
Nah, akan ada jawaban yang akan teman-teman baca di sini, yang akan menjadikanmu muslim luarbiasa penuh sadar dan rasa bangga! Sebab kamu perlu tahu; kamu bukanlah figuran, melainkan aktor utama kebangkitan!
Kamu Bukan Figuran, menjadi kalimat pembuka yang menantang. Tantangan bagi setiap muslimin untuk membalas kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada manusia terpilih, yaitu nikmat hidayah. Sayangnya, kenikmatan luar biasa ini tak jarang tersia-siakan akibat ketidak(mau)tahuan dari diri muslim itu sendiri untuk mengenal ke-Islam-annya, atau malah … Kita dibuat menjadi umat yang malu dengan kalimat tauhid kita yang agung. ~h.28. Mengapa? ... Selanjutnya di Timbunan Resensi-The Incredible Muslim
Pernah ga kamu memiliki perasaan gimana menjadi seorang muslim yang baik ? atau merasa kalau beragama Islam hanya sebatas beragama sejak lahir atau cuma islam KTP aja ?
Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan menghadiahinya iman. Maka menjadi seorang muslim adalah nikmat tiada tara. Agar tidak menjadi turis dalam beragama, atas dasar itulah penulis menulis buku ini.
Buku ini mengajak kita untuk menaikkan level mindset dalam menjadi seorang muslim. Ada 4 bab yang ditulis dibuku ini yang pertama bangga menjadi seorang muslim, bangga menjadi umat nabi Muhammad, bangga dengan sejarah islam dan yang terakhir jangan mencintai islam apa adanya.
Ada hal yang membuatku sadar bahwa musuh umat muslim bukan ingin mengajak ke agama mereka, melainkan membuat jauh dari agama islam sehingga berputus hubungannya dengan Allah dan juga bermusuhan antar sesamanya.Mengosongkan kepala kita dari pemahaman yg benar, mengosongkan hati kita dari mengingat Allah dan memaknai nama-Nya (tafrighul ma’na).
Membaca buku ini juga membuat ku sadar bahwa Islam itu memberdayakan manusia. Pr kita adalah bagaimana cara mengubah sudut pandang agar lebih jernih terhadap Al Quran. Keindahan, kehebatan dan kemegahan Al Quran itu sepanjang zaman ia tidak akan berubah keasliannya dan tetap relevan.
Tidak hanya menjadi muslim yang membanggakan. Menjadi Indonesia adalah takdir yang indah, sebab kita dilahirkan menjadi bangsa pejuang, bukan penikmat. Bahkan dijelaskan disini hubungan diplomatik Indonesia dengan Kekhalifaan Utsmani sangat kental. Intelektual Muslim sudah banyak di tengah-tengah rakyat Indonesia ketika Belanda menjajah. Ada hal yang tidak kalah menarik dibuku ini yaitu penulis menuliskan bahwa Indonesia itu berpotensi menjadi Andalusia ke 2.
Di buku ini juga dijelaskan pentingnya kita membela Baitul Maqdis. Apa yang membuat Al Quds penting ? Di sanalah sentral pertemuan 3 benua yaitu Asia, Afrika dan Eropa. Letaknya trategis membuat para penguasa ingin sekali menguasainya. Dan yang paling penting tempat inimenjadi “pusat” 3 agama langit. Al Quds adalah masa lalu, masa kini dan masa depan kita.
Perasaan setelah full baca buku ini bener bangga, bersyukur bisa membaca buku ini. Bener bisa buat aku merasa lebih semangat dan optimis menjadi seorang muslim. Ada juga perasaan kesel sekaligus mau marah Ketika membaca sejarah Islam yang banyak disembunyikan serta banyak sekali kekejaman yang dilakukan oleh para musuh Islam. Buku yang aku fikir dari sampulnya buku yang sangat berat di baca. Ternyata enggak sama sekali, bukunya ringan banget. Cocok banget buat yang pengen kenal sama buku islami atau dasar kenal sejarah islam. Atau buat yang mau kenal buku nya Gensa buku ini cocok banget dibaca pertama.
Menyadarkan kembali posisi kita sebagai seorang muslim. Overall, tulisannya bagus bangettt. Tapi dari sisi ilustrasi dan editing masi kurang ((for me)). Jazaakumullah khair ustad Edgar sudah menulis buku inii 🔥
Being a good family are like a good to performed. Before we know each other, we believe Luqman Al Hakim such a pioneer of da'wah. May Allah bless Nabiyullah and his shohibul ba'it
SPEECHLESS. Secakep itu isi buku ini. MasyaaAllah. Barakallah buat bang Edgar dan tim. Dah gatau mau ngomong apa. Buku ini buatku sukses mencapai tujuannya, bikin pembacanya merasa, "Aku Muslim dan aku bangga!"
Allah menciptakan kita untuk sesuatu yang besar, kita saja yang belum sadar. :"