Jump to ratings and reviews
Rate this book

STMJ - Semester Tujuh Masih Jomlo

Rate this book
Gara-gara sesumbar, Leia kalang kabut mencari cowok Batak untuk dikenalkan pada Opung yang mau datang dari Medan. Padahal semester tujuh ini jelas-jelas Lei masih jomlo.

Kebetulan sekali, bos Lei di tempat magang itu sesuai daftar panjang kriteria calon suami versi Opung dan Bapak. Ganteng, baik, mengerti adat Batak pula. Kurang apa, coba? Apalagi, tiba-tiba Alan mengajaknya kencan. Jalan Lei untuk dapat calon tunangan semakin terbuka lebar.

Namun, ada saja batu sandungan dalam hubungan Lei dan Alan. Lei cuma bisa membagi masalahnya dengan Gomos, Rie, dan Liz. Juga dengan Joe, cowok yang sudah lama Lei suka dan sering memberi perhatian-perhatian kecil padanya. Yang terakhir ini membuat semua makin rumit.

Duh, kenapa bukan Joe saja yang dilahirkan sebagai cowok Batak?

224 pages, Paperback

First published April 27, 2022

6 people are currently reading
74 people want to read

About the author

Eve Natka

3 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (7%)
4 stars
43 (37%)
3 stars
58 (50%)
2 stars
5 (4%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 49 reviews
Profile Image for Liliyana Halim.
311 reviews243 followers
June 9, 2022
Selesaiiiii! 🤩🤩🤩 cerita yang ringan, manis juga lucu.
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books103 followers
October 30, 2022
Sudah semester 7 dan masih jomlo, begitulah Leia kini. Padahal, kembarannya, Rachel, sudah punya patjar yang siap diajak wisuda. Gara-gara ga mau kalah dengan kembarannya, Leia pun memproklamirkan kalau dia pasti bisa bawa gandengan pas wisuda nanti di hadapan opungnya. Sayangnya, memecah kejomloan dengan syarat dan ketentuan dari keluarganya memberatkan Leia. Awalnya, Lei mendekati bosnya saat magang yang sesuku dengannya, tetapi keluarga bosnya memberikan lampu kuning begitu tahu Leia mau sekolah lagi, berkarir, dan sebagainya. Sampai Lei menyadari kalau dia dan Jo, sahabatnya, saling suka. Hanya saja, Jo tak sesuku dengannya, dan ia takut bapaknya marah akan hal itu.
omong-omong, aku agak roaming dikit menemukan penyebutan SMU ketimbang SMA di sini, sebab nampaknya SMU jarang digunakan. Namun, jika mengikuti bahasa Opung, mungkin saja, sih hihi.

STMJ mengalir, lucu, dan menyenangkan dibaca. hanya saja, jika kisah Jo dan Lei, juga bagaimana PDKT Jo ke ortu Lei lebih digali, kurasa cerita ini akan makin seru. Kurasa itu saja, sukses untuk kaka penulisnya ^^
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,043 reviews1,972 followers
April 28, 2022
Sumpah ini kocak dan blak-blakan. Enteng banget buat jadi bacaan liburan
Author 4 books60 followers
May 4, 2022
I loooove this book!

Fiuh, baru baca beberapa halaman pertama buku ini aja aku udah #mendadakbatak 🤣 Kisah percintaan anak kuliahan dengan kearifan lokal ini fresh, ringan, menghibur, dan sukses bikin aku kesengsem.

Aku sering dengar tentang "ketentuan" bahwa orang Batak "dianjurkan" untuk menikah dengan sesama Batak. Kebetulan pernah juga menyaksikan kejadian kayak gini terjadi sama rekan kerja aku. Awalnya kupikir urusan nikah sesuku ini sesuatu yang bisa "dibicarakan baik-baik," tapi lewat novel ini, aku baru sadar bahwa tidak akan semudah itu, Ferguso.

Ketika mahasiswa semester tujuh lainnya sibuk mikirin skripsi atau mau kerja apa begitu lulus, Lei si tokoh utama kita, udah digeber oleh Opung-nya untuk segera cari cowok Batak buat jadi calon suami. Dan kriterianya cukup "menantang." 😰 Nyari cowok yang baik aja susah, ya. Apalagi ini harus Batak, ngerti adat, baik, mapan, dan ganteng pula. Thankfully Leia punya senjata pamungkas, yaitu Alan, bos di tempat magangnya yang memenuhi kriteria itu.

Meski kedengaran sedikit straightforward, tapi ternyata lagi-lagi aku terkecoh karena konfliknya tidak sesederhana cari cowok Batak yang ticks all the boxes, and live happily ever after.

Aku awalnya berpikir bakal ada drama ala2 reality show The Bachelorette.
Tapi misi "serius" ini digambarkan dengan ringan dan menghibur khas remaja oleh Miss Eve. Ini novel young adult, dan aku suka bagaimana Lei mengalami kegalauan khas mahasiswa semester tujuh ketika harus memilih antara 2 pilihan: Alan atau Joe, sahabatnya sendiri yang malu2 tapi perhatian. It's sooo refreshing to read a novel with young adult character, who thinks, talks, and behaves like young adult. Dan ending-nya juga wajar, karena Lei bisa mengambil pilihan yang dia rasa tepat untuk dirinya sendiri. She stands up for herself, and that makes me proud!

Beberapa adegan juga bikin aku cekikikan sendiri, karena ooooh so romantic. Misalnya kayak Lei yang kakinya keseleo terus digendong Joe. I mean, that's really sweet. Ada juga bagian2 yang pengen bikin aku "menegur" Lei (as Onty Kai - don't ask why onty instead of onkel 😂), karena kegalauannya yang amat realistis. Terus juga ada unsur persahabatan antara Lei dgn Gomos, Rie, dan Liz, yang bikin aku flashback ke zaman aku kuliah dulu (long long time ago, waktu ayam masih bisa pipis). Terus di tiap bab-nya ada quotes tentang jomlo yang nyeleneh banget, tapi lucu. Lumayan bikin senyam-senyum setiap kali pindah bab. Duh, it's been a while sejak ketemu novel yang bisa bikin cenat cenut macam ini.

Highly recommended buat yang mencari bacaan ringan, seru dan menghibur.
Profile Image for Amaya.
760 reviews58 followers
November 13, 2022
Actual rating: 3.8

Apakah buku bakal keluar sekuelnya? Karena masih banyak yang belum terjawab dan diselesaikan :(

Aku suka sama topiknya, soal jodoh sesama suku, dalam kasus ini suku Batak. Pengetahuanku soal itu minim banget dan sedikit tercerahkan plus paham sedikit lah berkat penjelasannya yang nggak bertele-tele. Kasus Leia mungkin banyak dialami banyak orang dan bisa dibilang bikin frustrasi.

Nah, bahas soal frustrasi, ini masuk ranah YA, ya? Oke, Lei memang lagi puyeng karena telanjut ngomong ke opungnya bakal ngenalin calon pas wisuda nanti. Motifnya nyeletuk begitu juga karena nggak mau kalah sama saudaranya, Rachel, yang udah siap dengan semuanya; pacar (dengan prospek calon tunangan) dan pendidikan tingkat lanjut. Bagian agak miss-nya nggak ada penekanan soal kesadaran Lei yang motifnya salah. Gimana ya jelasinnya, Lei terkesan fokus ke cari pacar aja buat dikenalin ke opungnya. Soal pelajaran yang bisa diambilnya kurang nendang.

Sepertinya ini hanya seleraku. Unsur YA-nya entah agak kurang di aku. Yah, well, definisi YA-ku sebenarnya nggak begitu tepat, sih. Ini hanya pendapat pribadi. Penekanan bagian "sadar" dan pelajaran yang bisa Lei ambil juga kurang. Atau mungkin aku bakal puas kalau udah baca sekuelnya (kalau ada :d) nanti. Yah, tinggal dilihat saja.

Terus soal karakter Leia, hmm, nggak bisa dibilang nggak suka, sih. Suka, cuma ada beberapa hal yang kurang bisa kupahami. Dia suka sama si gebetan, tapi karena sadar bukan orang Batak, akhirnya nggak terlalu menaruh perhatian. Okelah kalau baper mah, siapa yang nggak baper kalo gebetannya naruh perhatian? Tapi dia juga baper sama "si batak yang bakal dikenalin ke Opung", lho. Di sini kesannya dia switch rasa, tergantung lagi bareng siapa saat itu.

So far, baca ini menyenangkan. Persahabatan Leia, Gogom, Rie, Liz, dan Joe erat. Saling pengertian juga. Thumbs up!
Profile Image for Fadila setsuji hirazawa.
351 reviews4 followers
June 18, 2022
"Jangan milih cowok cuma karena dia memenuhi kriteria keluarga lo. Pilih yang sesuai kriteria lo sendiri" (Hal.182)
.
.
.
❤ STMJ adalah novel YA pertama yg membuat saya berkenalan dgn tulisan kak @evenatka dan juga begitu terasa penggambarannya akan kehidupan suku tertentu,yang dalam buku ini adalah suku Batak.

❤ Lei dan masalah yg harus dia pecahkan untuk 'memenuhi' ucapan sesumbarnya pada opung, membuka kesempatan bagi Alan,seorang Lead Program di tempatnya magang. Kebetulan yg mungkin bisa dikatakan beruntung karena pria itu adalah seorang cowok Batak. Namun,dari awal baca blurb, semua pembaca pasti tahu perasaan Lei tertuju pada sahabatnya yg bernama Joe. Tapi dgn kedekatan Rie dan Joe..,rasanya kisah romansa dalam hidup Lei si anggota grup WA STMJ akan jadi bacaan yg seru

❤ Sejak awal membaca,gambaran mengenai seseorang yg terlahir dari Suku Batak tergambarkan dgn baik. Awalnya saya pikir mungkin sulit tuk bisa terhubung dgn kisahnya namun deskripsi penulis yg ringan dan kutipan yg menggelitik serta alur yg cukup seru membuat saya dapat menikmati kegiatan baca novel ini sampai selesai.

❤ Proses editingnya juga keren. Sepanjang baca saya hampir tidak menemukan adanya salah ketik. Keren editornya :)

❤ Joe dan hidup yg dia jalani rasanya tidak mudah :( Mengetahui kenyataan hidup tokoh ini sukses bikin simpati juga iba. Dan ini adalah tokoh favorit saya di STMJ terutama karena sikap optimis yang dia tunjukkan.

❤ Kisah pertemanan, romansa, beberapa informasi suku Batak dan cerita yg cukup seru membuat novel ini bisa kalian coba baca di waktu senggang. Akhir ceritanya pun rasanya sesuai harapan pembaca.
Profile Image for Elisabeth Beatrice.
161 reviews8 followers
June 20, 2022
"Lebih baik sabar menunggu orang yang tepat, daripada mencintai orang yang salah. - Jomlo pasrah" - Pg. 178

Selesai! Ini adalah pertama kalinya aku membaca tulisan kak Eve dan aku suka.

Kisah Leia dan sahabat-sahabatnya ini mungkin banyak terjadi di kehidupan nyata. Menganggap hidup adalah perlombaan, nggak mau kalah, punya segudang cita-cita, sampai harus cari pasangan yang sesuai suku untuk meneruskan nama keluarga. Dalam kasus Leia ya untuk nerusin nama marga.

Mana bapaknya Leia juga memiliki aturan dan prinsip kuat kalau anak-anaknya harus menikah dengan orang Batak. Tapi, aku suka banget pas bapaknya Leia mendukungnya saat Leia bilang dia udah nggak sama Alan. Menikah dengan orang Batak itu satu hal, namun prinsip bapaknya Leia soal pendidikan dan bekerja itu patut diacungi jempol.

Selain rumitnya kisah mencari jodoh yang sesuai kriteria orang tua, aku juga banyak belajar dari sahabat-sahabatnya Leia. Mereka saling mendukung dan membantu satu sama lain. Terkhusus Joe yang ternyata manis banget euy!

Secara keseluruhan, aku menikmati sekali membaca kisah Leia. Sungguh manis dan menghibur.
Profile Image for Cha Iskandar.
31 reviews2 followers
May 4, 2022
Soal mencari jodoh memang rumit, apalagi kalau dihadapkan dengan pilihan antara cowok yang disukai atau cowok mapan yang sesuai kriteria keluarga. Ini yang sedang dialami Leia Saulina Ompusunggu, 20 tahun, semester tujuh, suku Batak dan jomlo yang harus segera mencari pacar.

Sesuai judulnya, buatku cerita dalam buku ini seperti minuman tradisional STMJ, sama-sama memiliki racikan dengan kandungan yang lengkap.

Aku suka ceritanya yang berlatar suku Batak dengan segala silsilah marga dan adat istiadat, menambah pengetahuanku yang asli Kalimantan ini.

Tema ceritanya cukup serius tentang pilihan hidup dan masa depan tapi diceritakan dari sudut pandang Leia yang kocak. Aku dibikin iri dengan selipan cerita persahabatan antara Lei, Liz, Gomos, Rie dan Joe yang menghangatkan jiwa. Masing-masing memiliki permasalahan yang harus dihadapi, tapi mereka saling mendukung dan menjaga.

Pilihan yang Lei ambil tanpa mengorbankan keinginannya sendiri dan menentang keinginan orang tuanya jadi poin favoritku. Aku juga dibikin terharu dengan dukungan mereka untuk pendidikan dan karir Lei 👍

"Bapak tidak ingin anak-anaknya menganggur. Harus bekerja, mau bisnis sendiri boleh, mau kerja di kantor juga boleh. Mau keluar dari latar belakang pendidikan pun tak apa. Yang penting kami harus punya penghasilan sendiri walaupun hanya sedikit, bahkan tak apa jika hanya sekedar cukup untuk beli bedak dan lipstik." Hal. 201

Aku rekomen buku ini buat yang suka cerita berlatar kehidupan kampus dan anak magang dengan tema yang cukup berat tapi disampaikan dengan ringan dan kocak
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 19 books463 followers
June 11, 2022
Sejak awal muncul aku udah kepo banget sama buku ini. Blurb-nya berhasil menggodaku karena menawarkan kearifan lokal: budaya batak.

Apa yang kucari di buku ini terpenuhi sih. Seneng banget menyimak budaya batak yang kental di sini. Aku juga suka karakter Leia yang berada di pertentangan antara tradisi dan hatinya sendiri.

Konflik di sini sebenarnya berat, tapi diambil dari sisi yang ringan. Ahahaha paham nggak sih maksudku? Jadi, konflik yang berbau kesukuan, tradisi, dan keluarga itu kan sebenernya konflik yang berat. Tapi di sini berasa ringan-ringan aja karena tokohnya juga bawa santai aja gitu. Soal Alan contohnya. Kukira bakal ada sesuatu yang bombastis banget gitu, yang plot twist. Eh ternyata konfliknya selesai dengan mudah. Jadi, agak flat aja gitu buat aku yang penggemar konflik jedar-jeder 🤭

Tapi gak apa-apa! Aku tetap enjoy kok baca novel ini dalam sekali duduk. Selain budaya batak yang kental, aku juga suka kritik sosial yang dibawakan oleh pemikiran-pemikiran Leia. Misalnya kayak perempuan berpendidikan tinggi, bullying di dunia anak-anak, dan masih banyak lagi sih. Oh ya, aku juga suka "pendewasaan" tokoh Leia di novel ini. Intinya sih, recommended buat yang cari bacaan ringan untuk isi waktu luang yang singkat.
Profile Image for ayueui.
4 reviews
June 16, 2022
“Ternyata meskipun kita sudah cukup lama mengenal sesorang, tetap ada bagian dirinya yang tidak kita ketahui.” (page 117)

🎠 Personal Review
- Story
Pertama kali tertarik baca buku ini karena latar belakang karakter utamanya yang gue personally gak tahu banyak. Ya, adat Batak. Karena gue lahir di keluarga yang adatnya gak begitu kental—dan bukan Batak—gue jadi amat tertarik sama cerita Leia dan kawan-kawan. Cerita geng kost-an dengan permasalahan percintaan masing-masing mostly membahas tentang adat kental background mereka yang sulit atau bahkan gak bisa dilanggar, lainnya membahas keakraban mereka sebagai penghuni kost-an Pegasus sendiri. Walaupun ceritanya kental dengan budaya yang gue gak begitu paham, gue tetap menikmati membaca bukunya karena bahasa yang dipakai author gak belibet dan runtut. Dan karena gaya tulisnya yang asyique, kalian bisa ikut merasakan gimana tegangnya Leia teleponan sama Opung, deg-degannya minta izin ke Bapak (kalian pasti ngerti kan seberapa tegangnya heuheu), atau kesengsem karena dianter doi.

Oh iya! gue juga menemukan banyak istilah-istilah daerah yang gak pernah gue dengar sebelumnya dan ini juga yang membuat gue amat bersemangat menuntaskan buku ini. Beneran deh pas baca buku ini gue kayak ber-ooh ria karena pas baca penjelasan setiap istilahnya gue akhirnya paham sama apa yang mereka maksud wkwkw.

Overall, ceritanya gak begitu menguras pikiran alias ringan, tapii gak “menguras pikiran” bukan berarti gak bagus ya! 😠😃✌ buku ini cocok for those who lagi gabut bingung mau ngapain, lagi pengen mulai baca buku, lagi pengen baca buku yang sekali duduk, atau kayak gue di awal, pengen tau gimana sih budaya daerah lain tapi dengan cara yang asyik! 🤩

- Physically
Duh gue tuh kalo liat cover buku yang mostly warna biru kenapa suka banget ya? heuheueheu. Terlepas dari cover yang mostly biru, ilustrasi cover depan buku ini tuh emang menarik banget, oh! sama kalo kalian baca buku ini kalian langsung ngeh deh sebenernya covernya ilustrasi-in adegan apa sih? *ekhm, silakan temukan sendiri jawabannya 😁

🎶 Song that reminds me of this book while listening to it
Lany's dna
Profile Image for Najsyahrir.Reads.
8 reviews
July 9, 2022
So happy nemuin buku ini dan baca buku ini, dari sinopsis aja udh tertarik eh pas bacanya pun makin menarik dan enjoy banget selama baca banyak pelajaran adat batak yg belum aku tahu (padahal aku juga orang batak) hahaha thankyou penulis udh nulis buku bagus kaya gini 💛💛💛
Profile Image for Cindy Jessica.
Author 2 books5 followers
October 6, 2022
Selain cover-nya yg super duper eye catching, tema yang diangkat pun menarik; budaya Batak.

STMJ ini menceritakan tentang Leia yang sesumbar karena nggak mau kalah dari saudari kembarnya, Rachel. Justru, karena sesumbar itu, Opung malah pengin datang ke acara wisuda mereka dan pengin ketemu sama calon cucu mantunya. Padahal kan, Leia itu jomlo. Gimana nggak ketar-ketir tuh Leia. Untung dia ketemu Pak Alan, masalahnya bisa selesai... Selesai sementara, maksudnya 😂

Aku jadi belajar beberapa istilah dalam budaya Batak. Setiap baca dialog Opung, Gomos, dan Bapak, otomatis aku bacanya pakai aksen Batak 😂 Aku paham betul yang dijelaskan Lei soal garis wajah yang tegas dan bikin tampang orang Batak jadi galak. Di sini aku cukup sering ketemu orang Batak, garis wajahnya tegas, nada bicaranya keras, tapi aslinya pada baik (kebetulan aku selalu ketemu orang Batak yang ramah).

Aku yang kenal Kak Eve sekilas, ngerasa bahwa narasi Lei di novel ini tuh voice-nya Kak Eve banget. Santuuuy. Terus aku malah bayangin ini tuh kisah Kak Eve waktu kuliah semester 7 😂

STMJ ini ngaliiir banget. Aku suka sama karakter Leia yang baiiik banget. Aku suka pergolakan batinnya yang pengin memenuhi kriteria keluarga soal pasangannya, tapi di sisi lain perasaannya udah milih siapa orang yang beneran dia inginkan. Aku suka persahabatan geng STMJ yang saling dukung. Yang paling menarik buatku itu Gomos. Aku juga suka sama Joe dan Pak Alan. Mereka itu sweet banget tahuuu.

Di sini konfliknya lumayan berat, tapi menurutku terlalu cepat diselesaikan. Awalnya kukira bakal ada perdebatan keras antara Leia dan orangtuanya. Tapi lagiiii... Menurutku untuk ending yang disajikan, kayaknya udah pas deh nggak usah ditambah-tambahin lagi *eh gimana sih ini? 😂

Overall aku suka STMJ. Singkat, bikin gemas, dan sangat blak-blakan. Oh ya, aku juga suka sama kutipan-kutipan di awal bab, bikin ceritanya tambah menarik. Sukses terus buat Kak Eve!
Profile Image for Qomichi.
91 reviews2 followers
January 31, 2024
Actually 3,5 Bintang! Awalnya sih mau kasih 4 Bintang karena sejak awal bab cerita ini bener-bener kasih penjerat yang bikin pembaca tertarik untuk lanjut ke lembar-lembar lainnya. Budaya Batak yang dijadikan unsur utama cerita bener-bener bikin warna baru dan cita rasa yang berbeda dalam novel Young-Adult. Aku jadi teringat dengan teman kuliah yang merupakan orang Batak dan sering kutanyai tentang marga dan budaya mereka, dan ini mewakili lebih dalam tentang rasa penasaranku.

Ceritanya juga lumayan greget meski di luar layer adat Bataknya, novel ini agak klise. Aku menunggu adanya kejutan-kejutan yang mungkin aja ada dalam persahabatan geng STMJ. Siapa yang suka sama siapa, siapa yang malah berakhir dengan siapa, tapi tampaknya penulis lebih mempertahankan cerita sesuai dengan garis awal. Jadi, yeah, begitulah.

Di luar dari ekspektasiku mengenai ceritanya, novel ini bener-bener paket lengkap. Romancenya terasa, persahabatannya kuat, young adultnya apa lagi. Jadi terasa banget kenangan asam manis saat zaman perkuliahan dulu.
Profile Image for Zuraida.
97 reviews
October 21, 2023
Baca buku ini berharap menemukan sesuatu yang ringan dan manis untuk weekend, dan, ya, aku menemukan apa yang kucari di penghujung weekend ini. Namun, buku ini juga menyajikan hal lainnya, yaitu, pengetahuan mengenai adat Batak, terutama sistem pernikahan dan kekerabatannya. Hal inilah yang menjadi nilai plus dan daya tarik dari buku dengan ide cerita ringan dan mainstream ini menurutku. Seru banget bisa belajar tentang adat dan budaya melalui novel fiksi dengan cara menyenangkan.

Selain itu, aku juga suka banget dengan interaksi kedua tokoh utama, Joe dan Leia. Interaksi mereka itu manis dan nggak berlebihan. Setiap kali adegan tentang mereka berdua, aku pasti misuh-misuh sendiri. Meski demikian, aku berharap endingnya bisa lebih baik, sih, karena aku penasaran banget sama response neneknya Leia.
Profile Image for Caneya.
62 reviews7 followers
August 19, 2023
beberapa poin bener2 buat aku setuju yang pemikiran open minded. emang kereeen sih mengikuti zaman
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nike Andaru.
1,649 reviews112 followers
November 20, 2022
88 - 2022

Karena sudah sempat membaca 1 bab buku ini, maka dicoba selesaikan di akhir pekan.
Bacaan weekend yang menyenangkan, ringan dan pembaca dihadapkan dengan generasi suku Batak yang mendapatkan tekanan harus punya pasangan orang Batak juga.

Awalnya lucu banget karena banyak bahasa Batak yang disebutkan, saya membayangkan Leia menceritakan dengan logat Batak ala ala film Ngeri-Ngeri Sedap. Sejujurnya ada isu perempuan yang besar dicoba untuk diceritakan Eve Natka dalam buku ini, yaitu perempuan Batak tidak boleh lebih tinggi secara akademis dan bergaji tinggi dalam pekerjaan daripada laki-laki. Yang punya anak perempuan harus menikah dengan Batak supaya marganya gak hilang, ya patrilineal.
Untuk orang kayak Leia tentu berat, apalagi mencintai orang yang non Batak. Pada akhirnya keikhlaskan ortulah yang berbicara, mau dikaish izin tapi harus berani menghadapi keluarga atau tetap pada aturan keluarga.
Berat kan ya :D
101 reviews6 followers
October 30, 2022
Banyak yang tidak ter solve padahal bahasannya cukup ok seperti rasa iri thdp saudara sendiri, dan topik perempuan ingin lanjut s2 tapi yaudah kayak cuman di angin lalui saja. Menurutku untuk sudut pandang anak semester 7 harus lebih matang sih harusnya
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
October 29, 2022
Leia terpaksa berbohong ke Opungnya kalau dia sudah punya pacar, supaya tidak kalah dengan kembarannya Rachel. Masalahnya Opung minta diperkenalkan langsung dengan pacar cucunya saat mereka wisuda. Leia jadi kelabakan mencari cowok Batak untuk dijadikan pacar. Harus cowok Batak, karena itu syarat dari Bapaknya. Padahal Leia sudah lama naksir Joe, teman dekatnya. Sayang Joe bukan keturunan Batak.

Kehadiran Alan, bos di kantor Leia magang menjadi angin segar. Meski usia mereka terpaut jauh, Leia mencoba meyakinkan bahwa Alan yang orang Batak itu adalah calon yang sesuai untuk diperkenalkan dengan Opung. Tapi ketika Leia dibawa menemui orangtua Alan, sepertinya Mami-nya Alan tidak menyukai rencana Leia yang masih ingin sekolah dan mencari kerja.

Ceritanya cukup menghibur, terutama dengan kehadiran Gomos, sahabat Leia yang juga orang Batak. Sedikit banyak pembaca bisa belajar budaya Batak lewat novel ini.
Profile Image for Yuan Astika Millafanti.
314 reviews7 followers
August 11, 2023
Ayo, mengaku siapa yang punya sederet persyaratan keluarga dalam memilih pasangan? Apakah satu suku termasuk di dalamnya? Bagaimana jadinya kalau soal persukuan yang menjadi syarat utama untuk menjadi menantu di keluarga bapak dan ibumu justru seolah membatasi gerakmu dan hubungan percintaanmu?

Gara-gara tidak mau kalah dengan saudara kembarnya, Lei asal bicara di depan neneknya dengan bilang sudah punya kekasih dan berniat melanjutkan S-2 di luar negeri. Sang Nenek justru antusias ingin mengenal kedua pacar cucunya saat mereka wisuda dan meminta mereka meresmikan hubungan sesegera mungkin. Masalahnya, jangankan memiliki hubungan serius, pacar pun tak ada. Bagaimana caranya tiba-tiba punya pacar lelaki Batak (syarat utama untuk menjadi menantu Bapak) dan mau serius ke jenjang berikutnya, sementara waktu yang tersisa hanya kurang dari setahun sebelum Lei wisuda?

Joe? Lei memang sudah lama menggebet cowok ini. Sayangnya, dia bukan Batak. Eh, Pak Alan, atasan di tempat Lei magang, tiba-tiba saja meminta Lei menjadi kekasih pura-puranya. Poin plusnya: Alan itu Batak dan berusia matang. Alan atau Joe, ya?

Duh, page turner sekali buku ini! Aku bukan Batak. Namun, kurasa tema utama yang diangkat, soal pernikahan sesuku, cukup dekat denganku. Alasan-alasan yang disampaikan keluarga Lei yang terkesan "Batak banget" ini pun mudah dipahami meskipun di lain sisi tentu bisa menimbulkan kekesalan. Istilah-istilah ke-Batak-an membuat buku ini terasa sekali aura "Batak"-nya. Di sisi lain, isu soal kesetaraan gender dan persaingan antarsaudara juga asyik untuk ditelisik. Persaingan di antara saudara yang adik dan kakak saja sulit dihindari, apalagi Rachel dan Lei yang bersaudara kembar. Seolah tiap langkah dalam hidup Lei adalah ajang kompetisi dengan Rachel.

Menariknya buku ini adalah ceritanya yang begitu mengalir. Aku suka bagaimana persahabatan Lei, Liz, Rei, Gomos, dan Joe. Aku suka manisnya interaksi Lei dengan Joe atau Alan. Duh, bikin senyum-senyum sendiri karena gemas! Ah, buku ini asyik dinikmati untuk mengenal hal yang berkaitan dengan Batak atau sekadar ingin menghapus lelah dan membutuhkan sesuatu yang ringan. Terlebih, tiap babnya dibuka dengan kutipan kocak dan konyol yang berkaitan dengan kejomloan. Omong-omong soal pernikahan sesuku, kamu setuju tidak, nih?

STMJ: Semester Tujuh Masih Jomlo • Eve Natka • GPU • 2022 • 224 hlm.

--

Single itu prinsip. Jomlo itu nasib.
Hlm. 13

Butuhnya pendamping wisuda yang mau dijadiin pendamping hidup.
Hlm. 25

"Kadang aku ngerasa, urusan jodoh orang Batak nggak sepenuhnya urusan si anak. Pasti ortu ikut heboh."
Joe mendengus sambil tertawa. "Semua suku gitu kok. Ada harapan-harapan orangtua di dalamnya."
Hlm. 47

"Gimana gitu tuh maksudnya apa?" Pak Alan melongo. "Kirain saya cuma kata 'nggak apa-apa' yang susah dimengerti dari perempuan."
Hlm. 55

"Yang diacak rambut, yang berantakan kok hati ya?"
Hlm. 61

Bagaimana kalau aku nggak bisa memberikan keturunan pada Alan? Bagaimana kalau anak kami kelak cuma perempuan? Bisa-bisa dia menceraikanku, memaduku, atau keluarganya akan membenciku. Ini seperti yang dialami Mama.
Hlm. 125

Yang bener itu, kita harus berusaha jadi diri sendiri. Jangan sampai kalau udah nikah baru keluar semua buruk dan burik lo. Ujung-ujungnya bilang nggak cocok lagi. Padahal sejak awal hubungan lo udah dibangun di atas kebohongan.
Hlm. 141

Jangan milih cowok cuma karena dia memenuhi kriteria keluarga lo. Pilih yang sesuai kriteria lo sendiri.
Hlm. 182
Profile Image for Mutiateja .
26 reviews2 followers
July 14, 2023
Hal pertama yang bikin aku tertarik buat baca adalah blurb-nya. Tentang Leia yang kelabakan buat nyari calon gara-gara nggak mau kalah sama Rachel dan terlanjur ngibulin opungnya. Target waktunya sebelum wisuda dan cowo itu harus orang Batak.

Nah, aku langsung berekspektasi kalo ini tuh bakalan komedi abiis.
Ditambah aku emang lagi butuh bacaan yang ringan-ringan. Jadi semakin mantaplah hatiku buat baca ini

Btw, cover-nya cakeep. Leia cantik bgt walaupun mukanya cuma separuh keliatan. Trus yg cowonya Joe, kan? Tbh agak nggak sesuai bayanganku, sii.

Bab pembukanya ga mengecewakan. Celetukannya opung mood bgt dan aku jadi otomatis ikutan baca pake logat batak.
Di sini aku bisa langsung tau kalo Leia ini orangnya ga mau kalah, apalagi sm kembarannya. Sikapnya yg kaya gitulah yg jadi awal mula konflik di cerita ini.

Adat istiadat Batak dijelaskan cukup banyak dan bikin aku jadi ikut belajar beberapa hal. Istilah-istilah asing memang langsung dijelasin di footnote, tapi seringnya otakku nggak a nyimpen dan lupa lagi pas kata yang sama muncul di halaman lain. Low key berharap ad glosarium di bagian belakang novel.

Dari segi gaya bahasa, cerita ini enak buat dibaca. Terkesan ringan dan segar khas novel YA. Tokoh-tokohnya juga lovable. Walau di awal sempat sebel jg sm Lela, tp menjelang akhir untungnya dia dapat character development.

Lalu Joe! Ya ampuun Joooeee. Salah satu cowo ter-green flag dalam dunia novel.

Terus teman-temannya Leia juga idaman banget. Nggak toxic. Apalagi itu si Gomos. Berasa punya sahabat rasa abang.
Jomlonya bareng-bareng, taken-nya juga bareng-bareng. Jadinya nobody left behind, ya 🤣

Trope yg diangkat ada bbrp. Fake dating, friends to lovers, cinta beda suku(?) Cukup mainstream menurutku, tapi terselamatkan sama pembawaan ceritanya yg menyenangkan.

Ceritanya juga gampang ketebak. Dari awal aku udah tau kalo ending-nya bakalan sm Joe.
Aku sempat mengira bakalan ada plot twist tentang Alan, tapi ternyata enggak. Doi emang naksir sungguhan rupanya. Kirain ada motif lain yang bikin dia minta Leia jadi pacar bohongan. Udah suudzon sepanjang cerita sama ini orang.

Balik lg ke Joe.

Aku seneng mereka adian. Tp kentang bgt! Kayak ada yang kurang! Joe emang berusaha buat ngeluluhin hati ortunya Leia, but then what?

Aku pengin tau gimana cara mereka mengatasi masalah perbedaan suku ini, gimana reaksi opung pas tahu pacarnya Leia bukan orang batak, apa Joe bakalan dapat restu atau nggak.
Tapi ternyata ceritanya malah end gitu aja.

Ini ada novel lanjutannya nggak, sih?

Namun, terlepas dari ending yg bikin aku enggak puas, cerita ini cukup menarik dan menghibur.

⭐ 3/5
Profile Image for aynsrtn.
523 reviews18 followers
November 21, 2024
"Jangan memilih cowok cuma karena dia memenuhi kriteria keluarga lo. Pilih yang sesuai kriteria lo sendiri," —Liz, Cp. 17

Karena adik kembarnya mau lanjutin S2 dan cerita udah punya pacar di depan opungnya, Leia pun jadi ikut sesumbar kalau dia akan S2 ke Jerman dan udah punya pacar. Padahal kenyataannya dia STMJ—Semester Tujuh Masih Jomblo—dan opungnya ingin ketemu sama pacarnya pas wisuda. Gawat! Leia pun di antara dua pilihan: Joe, temannya yang dia suka tapi bukan dari Suku Batak, atau Alan, bosnya di tempat magang yang sesuai dengan kriteria keluarganya tapi belum dia suka.

Membaca novel ini jadi banyak tahu tentang bahasa Batak dan kultur Suku Batak. Aku sampai cari tahu silsilah nama-nama marga Batak. Alan yang Sihombing, Gomos itu Rajagukguk, sementara Leia itu Ompusunggu.

Hamaraon, Hagabeon, Hasangapon

Wihh, horaasss!!

Aku suka persahabatan antara Leia, Liz, Rie, Joe, dan Gomos. Mereka tuh saling sayang dan melindungi satu sama lain. Lalu, untuk point cinta "segitiga"-nya pas banget buat aku. This is my type. Karena kadang kalau trope-nya "terjebak" di antara 2 laki-laki, suka lebih condong ke salah satu. Jadi, kesannya ga ngasih kesempatan ke pihak lain buat kompetisi secara adil. Nah, di sini walaupun Joe dan Alan ga kompetisi, tapi pembagian "screen time"-nya pas. Semua punya kesempatan yang sama dalam merebut hati Leia.

Yang buat ku rada keselnya ya sama female lead-nya, haha. Kayaknya common deh kalau novel YA/teenlit/metropop yang rada bikin errr itu tokoh ceweknya. Karena ini dari sudut pandang orang pertama "aku" (Leia), jadi bisa mengenal karakter dia. Leia yang iri sama adik kembarnya, Leia yang memandang hidup dengan optimis, tapi kadang minder dan pesimis, Leia yang udah deket sama bosnya tapi ga terima kalau Joe deket sama Liz—padahal Liz temennya juga lho—kek berasa semua orang kena dia julidin wkwk. Untung ada teman-temannya yang "menyadarkannya".

Novelnya hanya 224 halaman. Aku bacanya 3 jam sekian menit. Ringan. Segar. Jadi tahu banyak tentang budaya Batak pula. Nah, karena hanya 200 sekian halaman, jadi banyak yang belum terceritakan lebih dalam. Jujur, aku penasaran sama interaksi Leia dan Rachel sebagai saudara kembar. Scene mereka interaksi nggak banyak. Rasa "tak mau disaingi" Leia kepada adiknya pun kayak cuma pemanis konflik aja. Kalau dieksplor, bisalebih bagus lagi.

Ending-nya pun menurutku menggantung. Mau lihat gimana sampai akhir perjuangan [redacted] nih end game-nya gimana. Kalau dibuat sequel bisa sih, alternatif judul "Berburu Restu Keluarga Aritonang", hehe.

Well, novel YA yang menyenangkan. Mauliate Godang! 🌻
Profile Image for Debora Danisa.
4 reviews1 follower
September 9, 2022
Satu kata yang mewakili cerita ini: MENGALIR.
Aku mulai baca pas istirahat kerja siang-siang, dan sudah selesai tengah malam sebelum tidur. Selama baca rasanya ringaaan dan ngaliiir banget. Itu tulisan atau air mengalir lewat pipa Rucika, ya? Sangat suka sama gaya penulisannya, sah jadi salah satu gaya penulisan favoritku.

STMJ: Semester Tujuh Masih Jomlo ini sesuai judulnya, mengambil latar anak kuliahan. Sebagai cerita dewasa awal atau young adult, permasalahannya tidak begitu rumit dan pelik. Makanya bisa kuserap dengan mudah tanpa berpikir njelimet. Pace-nya terasa cepat pada beberapa bagian tapi masih sangat bisa diterima karena memang begitulah buku ini menurutku: ringan. Dan meskipun mengangkat latar adat Batak yang mungkin tidak banyak orang tahu, di dalamnya tidak terlalu dibanjiri informasi berat yang rawan membuat pembaca malah pusing dan bosan. Sangat-sangat enjoyable.

Leia juga tokoh yang sangat mudah disukai menurutku. Dia seperti anak kuliahan semester akhir yang kuketahui: masih penuh semangat, ceria, terkadang reckless, dan yang terpenting adalah tidak membuat keputusan bodoh seperti yang kerap aku temukan pada karakter utama cewek gengges.

Aku suka bagaimana hubungan Leia dengan teman-temannya yang terasa natural, nggak sok asyik, seperti mengenal mereka di sirkel pertemananku sendiri, dan perkembangan hubungan Leia dengan para tokoh juga terasa cukup alami. Nggak grasa-grusu. Meskipun pada bagian separuh awal aku sempat kurang sreg sama development relasi Leia dan second male lead. Tapi ke-tidak-sreg-an itu terjawab di separuh akhir.

Nggak ada bagian yang membuatku bete sama cerita ini, kecuali si Bapak yang egois tapi sungguh karakter seperti itu memang eksis di kehidupan nyata, Sis. Toh meskipun menyebalkan di awal, karakter Bapak ke belakang berkembang lumayan baik. Sebenarnya kurang kuat sih gontok-gontokannya, tapi seperti yang kubilang di atas: Ini cerita yang super-duper-ringan sehingga akan terasa dragging kalau misal konflik Bapak dan Leia dibuat lebih panjang. Begini saja udah pas kok.

Akhir kata: Bang Alan, kau nggak mau sama aku aja, Bang? Aku lebih istri-able daripada Leia, wkwkwk...
Rates: KUDU BACA!! / 5 (terutama buat kamu yang kepengin memenangkan hati si Batak)
Profile Image for Riona Primavera.
80 reviews6 followers
February 7, 2023
Premis buku ini dari awal udah menarik banget buatku dan ternyata, 'cara mainnya' sama sekali nggak mengecewakan dan aku suka!

Dibuka dengan perkenalan tokoh utama, Leia, mahasiswa semester tujuh keturunan Batak yang sedang Skype-an dengan Opung Borunya. Leia langsung dihadapkan dengan permintaan super berat dari Opung Boru: beliau bakal datang ke wisuda Leia dan Leia harus sudah punya pacar saat itu juga. Sounds tricky, right? Apalagi mengingat Leia tumbuh di keluarga Batak yang secara enggak langsung mewajibkan Leia punya pasangan keturunan Batak juga.

Awalnya aku memilih baca buku ini murni karena judulnya aja. Judulnya kreatif pakai banget. Akronim dari STMJ yang kita tau (read: Susu Telur Madu Jahe). Eh taunya trope-nya jatuhnya ke fake dating, karena Leia kepepet harus punya pacar dalam waktu dekat!

Yang kusuka dari buku ini salah satunya adalah gaya bahasanya. Khas banget sama karakter Leia yang Gen Z (TMI, aku juga Gen Z 🤣). Enggak lebay. Dari gaya bahasa ini pun menonjolkan karakter Leia secara natural. Leia yang (dari pandanganku) self-esteemnya rendah sehingga terkadang enggak berpendirian tetap dan memandang pencapaian orang lain (salah satunya pencapaian saudari kembarnya) sebagai kompetisi.

Penggambaran konflik budaya (baik budaya Batak dan 'budaya' sosial) antar keluarga dan pasangan dibawakan Penulis dengan baik. Terasa banget kalau itu tanggung jawab yang berat, apalagi membawa ekspetasi keluarga jadi kenyataan di situasi yang kita enggak inginkan.

Buku ini bisa kubilang kisahnya ringan banget. Cocok dibaca sekali duduk. Konfliknya nggak ribet. Pembawaan Leia juga bikin nyaman pembaca karena doi karakter yang likeable.
Ada unsur best-friends goal juga. Kalau kamu butuh bacaan yang menghibur, buku ini bisa jadi pilihanmu.

Solid 4 stars for me!

Nb. Kenapa nggak lima bintang? Karena menurutku, buku sepertinya masih bisa punya sequel (termasuk penjelasan kelanjutan karakter Alan) dan beberapa bagian yang menurutku masih questionable. DM Instagram aku terbuka untuk diskusi buku ini!
Profile Image for Rapael Sianturi.
8 reviews
March 14, 2023
“Amangooi… sudah besar kali kalian ini! Sudah bisa kawin!”⠀

Entah kenapa, klo basa-basi Oppung-Oppung Batak atau mamak-mamak Batak nggak jauh-jauh dari apa yang dibilang Oppsung si Leia ini. Oppung klian kek gitu juga nggak, sih?

Jadi ceritanya, di novel STMJ ini ada cewek bernama Leia. Gara-gara nggak mau kalah sama kembarannya yang keknya lebih dari dia dalam banyak hal, entah itu penampilan, sifatnya, bahkan hubungannya. Nah, suatu waktu lewat Skype, si Leia ini mengaku sama Oppungnya klo dia udah punya pacar karena kembarannya katanya udah punya cowok juga. Mendengar itu, Oppung langsung punya rencana untuk datang ke wisudanya si Leia, biar bisa ketemu pacarnya bahkan klo bisa langsung ngomongin perkawinannya. Dari situlah Leia harus memikirkan caranya biar nanti pas wisuda dia udah punya gandegan.⠀

Waktu aku tahu ini ada unsur-unsur Batak-nya, aku nggak terlalu pikir panjang. Langsung masuk WL-ku dan pas kali ada simpanan dikit jadi langsung check out. Nggak nyesal juga karena memang ceritanya enak dibaca. Konfliknya pun nggak berat-berat kali. Ceritanya mengalir, lucu pula. Lawakannya pas dan bisa ketawa lepas.⠀

Yang kusuka berikutnya, setiap awal bab ada kutipan-kutipan alias petuah para jomlo yang cukup menyegarkan. Dari situ juga akhirnya aku tahu klo jomblo itu banyak juga jenisnya ternyata haha.

Aku nggak terlalu berharap sih cerita ini ada sambungannya, tapi klo ada, pengen kalilah lihat kek mana si Jo pedekate sama Bapaknya Lei, atau klo mau lebih seru lagi konflik bang Alan sama ortunya gara-gara Lei atau bahkan klo mau serius, keknya bisa digali dari iri-irian Lei ke Rachel.

Kan ini udah berhasil bikin ngakak, bikin kesemsem, klo ada lanjutannya mungkin bolehlah ceritanya lebih berat dan serius biar ada warnanya 😊⠀

Udah, itu aja. Pokoknya aku puas baca cerita ini, apalagi awak yang orang Batak ini, kan. Cukup pahamlah. Klo klian masih jomlo atau pengen mengenang masa jomlo. Pas kalilah ini buat klean.⠀

Horasss Batak...!!!
Profile Image for AhyaBee.
151 reviews3 followers
May 8, 2023
Setuju nggak pertanyaan 'kapan bawa calon' sama ngerinya ditanya 'kapan nikah?'

Hal itu dirasakan Lei ketika Oppung-nya tiba-tiba bilang akan berkunjung tahun depan untuk melihat calon suami Leia, padahal semester ini dia masih jomlo! Jika saja Lei tidak sesumbar, dia tidak akan kalang kabut mencari cowok Batak untuk dikenalkan kepada Oppung-nya.

"Tapi, Joe bukan Batak, Liz. Belum apa-apa, Bapak pasti udah mencekal dia."

Kebayang banget gimana gelisahnya Lei harus mengenalkan lelaki dari suku Batak sebagai calon tunangannya. Sedangkan dia menyukai lelaki non-Batak. Kegundahan Lei digambarkan dengan sangat baik dalam narasi yang ringan dan mudah dimengerti. Sentuhan nuansa suku Batak membuat ide sederhana ini menjadi unik. Aku suka banget. Banyak informasi aku dapat tentang adat Batak, silsilah marga yang ternyata rumit banget. Namun, aku sangat menikmatinya.

Aku yang bukan orang Batak bisa merasakan bagaimana galaunya Lei ketika dihadapkan pada konflik-konflik di mana dia harus memilih. Aku langsung merasa simpati dengan Lei yang selalu iri, membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain, dalam hal ini kembarannya. Dia juga selalu mencoba menyenangkan orang lain, padahal dia nggak suka. Karakter Lei dalam novel ini aku suka. Perkembangan karakter menuju ending apalagi. Rasanya puas aja perjalanan emosional yang dilalui Lei pada akhirnya membawa dirinya pada makna selflove versi Lei.

Interaksi Lei dengan temen-temennya terasa hangat. Dialog mereka luwes banget, logat Bataknya Gomos dan Alan langsung terngiang-ngiang gimana mereka berbicara. Dan yang paling aku suka adalah meski minim skinship, novel ini manis. Seandainya motif Lei di awal diperkuat lagi bakal bikin geregetan sejak awal. Namun, hal itu nggak mengurangi keseruan membaca novel ini. Ringan, asyik, dan setelah membaca novel ini, aku penasaran dengan karya-karya dari Kak Eve yang lain~
Profile Image for wulan.
247 reviews7 followers
January 29, 2023
karena aku lagi pengen baca cerita yang ringan, aku pilih buku ini deh! pilihan tepat sih, ceritanya cukup ringan, halamannya juga nggak sampai 300. ini masuk young adult, tapi memang konfliknya nggak begitu berat.

bercerita tentang leia, yang berbohong pada opung/neneknya soal dia yang punya pacar batak. alasannya sepele, dia nggak mau kalah dari kembarannya, rachel, yang kelihatannya lebih unggul. leia selalu menganggap kehidupannya dan rachel itu perlombaan.

leia bingung, apa nanti dia sudah punya pendamping ya saat wisuda? agar bisa dikenalkan ke opungnya. leia semakin pusing karena opung memintanya cepat cepat bertunangan.

baca buku ini tuh yang eh? tau tau udah kelar aja? ceritanya nggak menye menye, tapi sedikit (sedikit banget 🤏) cringe. seru karena aku bisa sedikit nambah pengetahuan tentang adat batak (meski udah tau sedikit jugaa dari film ngeri ngeri sedap)

tapii dibalik ceritanya yang ringan, terselip juga persoalan2 seperti, diidam-idamkannya anak laki2 karena bisa meneruskan marga. perempuan merasa bersalah nggak bisa punya anak lelaki. berujung hubungan nggak baik dengan mertua.

juga persoalan seperti perempuan yang kesannya nggak boleh lebih tinggi levelnya dibanding laki2. orangtua takut anak laki2nya direndahkan.

ceritanya terasa mengalir aja, nyaman dibaca juga, nggak bikin mikir terlalu dalam. meskipun bergenre romance, tapi tetep ada unsur persahabatan, hubungan keluarga, juga kehidupan perkuliahan leia yang diceritakan.

selama baca ini juga aku senyum mesem HAHAHA soalnya tingkah joe itu AAA 🤌 mulus bener cara si joe ini pdkt-in leia. sayangnya joe bukan batak. yaa buat kelanjutannya bisa dibaca sendiri 😉
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
July 29, 2023
3,7 ⭐

Novel ini memiliki narasi yg kocak khas anak kuliahan, jadi ngalir banget dan enak dibacanya.

Aku suka hubungan persahabatan Leia dengan geng STMJ. Gomos, Joe, Rie dan Liz, walaupun mereka punya masalah masing-masing tapi mereka tetep care dan saling mendukung satu sama lain.

Aku juga suka unsur kedaerahan yg diangkat, tentang suku batak. Bahasanya, adat istiadatnya, lalu sejarah silsilah marga-marga di suku batak. Memang ga terlalu detail tapi porsinya pas menurutku.

Aku juga suka selain tokoh Leia yg kehidupannya diceritakan, tokoh-tokoh lain juga kebagian porsinya. Jari kita tau latar belakang dan masalah yg dihadapi para tokoh yg ada disini.
Seperti Gomos dan Rie yg juga dituntut untuk punya pendamping yg sesuku. Liz yg memendam rasa pada seniornya. Joe yg harus mengurus kakaknya yg mengalami trauma.

Untuk konfliknya sendiri sebenarnya lumayan berat. Tentang pilihan hidup, cinta beda suku, perasaan iri dan tidak mau kalah terhadap saudara, juga berbakti da nurut apa kata orang tua.
Tapi semuanya diselesaikan dengan lumayan cepat ga ada sesuatu yg membuat konflik tsb jadi lebih menantang gitu.

Endingnya sebenarnya aku oke-oke aja. Tapi aku berharap ada part Leia dan Rachel yg ngobrol bareng setelah Leia sadar kalo hal yg diinginkannya itu cuma karna dia ga mau kalah dari Rachel. Terus kelanjutan hubungan Leia dengan (....), aku penasaran banget. Jadi kalo ada sekuel boleh juga nih 🤭.

Overall aku suka, ceritanya menghibur. Buat kamu yang butuh bacaan santai yg kocak ada unsur persahabatan dan kekeluargaannya boleh banget baca novel ini.
Profile Image for Editanainggolan.
436 reviews12 followers
January 25, 2024
"Your twenties are your selfish years. Old enough to make the right decisions and young enough to make the wrong ones. Be selfish with your time-travel, explore, fall in and out of love, be ridiculous and silly. Stupid and wild. Be twenty-something." -hal. 181

Semester Tujuh Masih Jomlo - Eve Natka @eve_natka
@bukugpu , 2022, 224 halaman.
Genre: Young Adult

"Jadi jomlo itu, gak papa..."
Itu.. kalau kau udah punya pacar,
Itu.. kalau kau sudah menikah
Itu.. kalau calon pacar doi, gebetanmu
Itu.. kalau udah capek berburu
🤣😅😂

Nah... buat yang belum pernah pacaran? Buat keluarga besarnya, sibuk nanya? Buat yang bohong?
Yah, jadi masalah lah...

Pacaran kan, persiapan masa depan juga.

Celakanya, merubah status itu bukan perkara gampang. Ada bobot, bibit dan bebet yang jadi pertimbangan.
Buat anak muda, itu kadang hanya wacana, yang penting CINTA, tapi buat orangtua, hei..hei...!!!

Eve Natka menulis kegalauan, dan kegelisahan anak muda akan permasalahan ini, anak muda yang berharap orangtua akan memberi "sedikit" toleransi.

Berbalut budaya suku Batak -dan saya orang Batak- membuat ceritanya relate. Karena dulu juga, diwanti-wanti begitu. Nah, sekarang setelah saya sudah jadi orang tua, bakalan kayak gitu gak? Jawabannya: JELAS!!! 🤣🤣

Walau tidak banyak unsur surprisenya, saya cukup menikmati membaca buku ini. Kisahnya mengalir dan yah... memang begitulah orang Batak, bukan di dramatisir biar epic, tapi perjuangan mencari pasangan memang berat, apalagi diperantauan sana. Pasukan bermarga terbatas. Sekali ketemu, eh... Tarito (bersaudara) 😅

Rate dariku : 3.7⭐
Profile Image for Tika Nia.
231 reviews4 followers
August 13, 2023
Awalnya Lei bodo amat masalah pacar. Dia fokus magang, kuliah dan seru-seruan bareng circlenya. Sampai suatu saat Rachel, kembarannya mengaku ke opung (nenek) kalo dia udah punya pacar! Lei nggak mau kalah saing. Dia bilang dia juga punya pacar dan akan dikenalkan pas wisuda!

Kata-kata itu jadi boomerang buat Lei. Dia jadi kebingungan gimana cara dapetin pacar secepatnya?? Dengerin cerita Lei, temen satu circlenya -Liz, Rie, Gomos, dan Joe jadi termotivasi juga buat dapetin pasangan sebelum wisuda! Ternyata di antara mereka ada yang kejebak friend zone, siapa tuh?

Sementara itu Lei dihadapkan pada 2 cowok yang sama-sama menarik. Atasan di tempat magangnya, orang Batak juga. Dan seseorang yang udah lama ditaksir tapi bukan orang Batak. Masalahnya bapak dan opung kekeh minta Lei nikah sama orang Batak. Biar marganya terus berlanjut!

💕💖💕 Baca review buku lainnya di IG ku @tika_nia

Baca novel ini bikin aku banyak tau tentang adat istiadat orang Batak. Tentang marga dan aturan-aturan pernikahannya.. Hmm ternyata ribet juga ya? Dulu aku sekelas sama orang Batak dan sempet dikasih tau tentang ini sih. Tapi dulu aku kurang ngeh, sekarang jadi beneran paham tentang ini 😁

Novel yang asyik, alurnya juga lumayan cepat. Tokohnya nggak terlalu banyak jadi masing-masing dapat porsi yang pas. Tapi sebenarnya aku juga kepo tentang hubungan Rachel sama pacarnya sih. Kayaknya bakalan seru nih kalo kakak penulis bikin novel dari sudut pandang Rachel 😁 Semoga yaa!
Displaying 1 - 30 of 49 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.