Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bung di Banda

Rate this book
Dari pengasingan demi pengasingan, Digul hingga Banda Naira, bagi Sjahrir, memikirkan Maria Duchateau, sang istri yang terpaksa dipulangkan ke Belanda, adalah kemewahan tersendiri. Surat demi surat pun ditulis kepada Maria.

Di tengah harapan cinta yang semakin menggunung, cita-cita Sutan Sjahrir atas Indonesia merdeka tak kunjung surut. Di Banda Naira, bersama Bung Hatta, Dokter Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Iwa Koesoema Soemantri, mereka menggagas ide-ide kebangsaan, mendirikan sekolah informal, dan mendidik masyarakat Banda untuk melihat dunia lebih luas.

Tidak mudah bagi keempat tokoh ini menjalani kehidupan di "tanah pembuangan" Banda Naira. Meski dikenal memiliki alam dan pantai yang indah, Banda Naira di era kolonial tak ubahnya "Kota Mati" yang menyimpan misteri dan sejarah kelam serta serangkaian musibah yang selalu mengintai.

BUNG DI BANDA menceritakan pergulatan empat tokoh menghabiskan waktu di sebuah pulau pengasingan - tempat sunyi untuk menyelam diri sendiri dengan persoalan masing-masing, dan tak lupa bersama-sama memikirkan masa depan bangsa.

308 pages, Paperback

Published January 1, 2021

Loading...
Loading...

About the author

Sergius Sutanto

5 books6 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (35%)
4 stars
9 (45%)
3 stars
3 (15%)
2 stars
1 (5%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for blackferrum.
766 reviews63 followers
December 18, 2025
Kesadaran pertama yang datang selagi baca buku ini adalah kenyataan bahwa Bung Sjahrir, Bung Hatta, Dokter Tjipto, dan segudang pahlawan serta pejuang kemerdekaan merelakan bertahun-tahun hidup dalam pengasingan sebagai "hukuman" karena berani menentang pemerintah kolonial. Keyakinan mereka yang ingin sekali merdeka, berdikari, dan lepas dari bayang-bayang ketidakadilan sangat bertentangan dengan kondisi Indonesia di masa sekarang. Perjuangan di masa penjajahan bangsa asing tidak lebih baik daripada saat ini, rakyat sedang melawan jajahan pemerintahannya sendiri.

Basically, buku ini mengisahkan Bung Sjahrir di tanah pengasingan. Berawal dari perpisahan paksa dengan istri tercinta Maria, lalu "dibuang" ke Digul, lalu berakhir di Banda Naira. Sebuah semi-autobiografi(?) yang apik. No words. Apa yang dituangkan di sini sukses bikin semua tombol emosiku menyala. Pengalaman pahit, manis, sampai miris yang dialami Bung Sjahrir serta Bung Hatta di tanah pengasingan membuka mata lebar-lebar. Semua keraguan akan rasa cinta tanah air langsung sirna. Seperti perkataan akhir-akhir ini yang populer, "aku cinta negara ini, tapi tidak dengan pemerintahannya", apa yang ada di negara ini mungkin bakal mengalami perjuangan sekali lagi. Hanya berbeda sumber yang harus dihadapi, dan ini sangat sulit.

Buku ini rekomen banget dibaca, setidaknya sekali seumur hidup. Bagus banget. Pengemasan sejarah dalam bentuk novel, ditambah "aksen" khas novel yang diselipkan penulis bikin makin seru. Juga deskripsi mengenai Banda Neira yang meskipun digambarkan kecil, tapi indah tak terkira. You'll love this one.
Profile Image for Arutala.
554 reviews1 follower
October 2, 2024
Terkesan sekali membaca kisah para tokoh pergerakan bangsa yang sedang dibuang di pulau terpencil. Digul dan Banda Neira takkan istimewa seandainya Hatta, Sutan Sjahrir, dr Tjipto, dan Mr. Iwa tidak diasingkan ke tempat ini.

Tempat terasing namun menjadi ladang pengabdian dan pembelajaran bagi para tokoh dalam menyikapi makna sebagai sosok yang paling ditakuti penjajah namun dicintai oleh warga Banda karena mampu membuka mata bahwa Indonesia tak hanya Jawa dan Sumatera namun juga pulau-pulau nun jauh di timur sana. Pulau Banda Neira yang cantik nan eksotis.

Dengan pov- Bung Rir, cerita mengalir apa adanya dan kita bisa menyelami perasaan terdalam masing-masing mereka yang terbuang. Kegelisahan Hatta, kecemasan Sjahrir karena sang istri Maria, batal datang ke Hindia Belanda, kejengkelan dr Tjipto akan sikap otoriter penjajah serta kebesaran hati Des yang tidak jadi ikut ke Jawa semuanya terekam begitu dekat dan alamiah seolah mereka orang biasa saja tanpa kita sadari mereka semuanya akan menjadi saksi dan bagian besar dari sejarah Indonesia yang sedang merangkak menuju kebebasan.
Profile Image for drahayu.
10 reviews
April 15, 2024
Emas akan tetap menjadi emas dimanapun berada.

Narasi dibuat dari sudut pandang Sutan Sjahrir.
Usai diasingkan dari Boven Digoel, Hatta dan Sjahrir dipindahkan ke Banda Neira dan bertemu dengan tokoh politik yang diasingkan juga disana seperti Doktor Tjipto Mangunkusumo dan Iwa Soemantri.

Selama pengasingan, mereka ga ada gabut-gabutnya sama sekali. Malah sangat kontributif untuk warga sekitar, mulai dari membangun sekolah, koperasi, organisasi pemuda, pengobatan gratis, bantuan hukum dll. Disana juga meraka punya anak angkat karena saking dekatnya hubungan dengan warga sekitar.

Selain nyeritain tentang kegiatan selama pengasingan di banda, disini juga dibahas tentang Sutan Sjahrir yang bucin abiss sama istrinya (Maria Duchateau) yang jauh di Belanda sana. Enam tahun diasingkan di Pulau Pala, saat PD II Pecah, Hatta dan Sjahrir dipindah ke Batavia karena Belanda ingin mereka bekerjasama untuk menghadapi Jepang.

Cerita-ceritanya apik, tapi penulisan bukunya masih banyak yang typo dan ada juga fontnya beda jadi agak kureng :(
Profile Image for hanny.
5 reviews
August 20, 2024
salah satu buku yang mengandung sejarah namun dinarasikan dengan begitu menyentuh. kita bisa melihat para pahlawan di sisi isi hati mereka. terutama bung syahrir. jadi gak monoton tentang sejarah saja tapi ada bumbu terkait asmara dan perasaan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 5 of 5 reviews