Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dia Yang Tidak Disebutkan Namanya

Rate this book
"Aku” adalah wanita yang diduga membunuh suaminya sendiri, Firas Abraham. Namun, karena dianggap mengalami gangguan kejiwaan, aku berhasil lepas dari jerat hukum dan harus menghabiskan hidup di rumah sakit.

Beberapa tahun berlalu, “Aku” dipertemukan dengan Wilfred “Will” Alan, seorang peneliti kelahiran Jerman. Will mendengar sebuah kasus tentang seorang wanita yang membunuh suaminya. Merasakan adanya kejanggalan di balik kasus tersebut, Will memutuskan untuk mewawancarai wanita tersebut untuk mencari kebenaran yang sesungguhnya.

Bersama Will, “Aku” bercerita tentang kisah hidupnya di Kapital Lama, sebuah kota isolasi tempat “Aku” lahir dan dibesarkan. Dari ritual-ritual yang harus kulaksanakan, hingga pertemuannya dengan sosok misterius yang menuntunku menuju buah-buah pemikiran yang tak pernah kupikirkan sebelumnya.

254 pages, ebook

Published April 29, 2022

10 people want to read

About the author

Januar Eriyanto

3 books3 followers
Two-time awards-winning author based in Bogor, Indonesia. Author of Dia yang Tidak Disebutkan Namanya.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (41%)
4 stars
4 (23%)
3 stars
4 (23%)
2 stars
1 (5%)
1 star
1 (5%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Amaya.
749 reviews58 followers
October 23, 2023
Awalannya memikat. Narasinya penuh misteri, jadi penasaran sosok aku ini sebetulnya siapa dan kenapa dia bisa mengalami hal-hal yang kalau diterapkan secara terang-terangan bakal bikin geram.

Aku nggak akan nulis sinopsis buku ini karena emang nggak tahu aja sih, mau nulis apa wkwkwk fokusnya bercabang dan entah pernah baca apa enggak, tapi DYTDN pakai dua sudut pandang; ganti orang pertama dan ganti orang ketiga. Kata ganti orang pertama jelas bahas "aku" yang namanya sengaja disensor. Kata ganti orang ketiga dari sisi Dokter Will. Eh, ada pov lain, sih, kayak Prof. Faiz itu, tapi sebagian besar memang Dokter Will.

Awalnya penasaran mau dibawa ke mana ceritanya. Pembuka cerita disuguhkan Aku yang lagi menjalani "ritual". Idk, ritual apaan, tapi setelah dijelaskan dunia yang dihuni Aku, langsung keingat sama drama Save Me. Yep, di negara bernama Kapital Lama ini ada pemimpin yang disebut Wahyu (bukan nama aslinya). Dia ini semacam orang terdekat yang diberi amanat oleh Tuhan. Dan yaaa agak merinding, sih, gimana wanita diperlakukan di Kapital Lama. Kalau saat ini sistem patriarki belum sepenuhnya hilang, di Kapital Lama justru nggak pernah menghilang (atau bahkan berkurang).

Di blurb bahas soal Aku yang diduga membunuh suaminya sendiri. Tapi, nama suami yang disebut di awal beda dengan yang di blurb. Apa tokoh Aku ada dua sebenarnya di sini? Jujur, sempat pusing juga mikir kejelasan alur di buku ini, tapi balik lagi, mencoba menikmati aja.

Sangat disayangkan, banyak closure yang masih butuh penjelasan sampai akhir, bahkan ending cerita terasa mengambang. Walaupun kelihatannya penulis sudah menyelesaikan cerita, bagiku masih belum sampai ke situ. Hmm, apa ada bagian yang sengaja dipotong, ya, karena terkendala jumlah halaman?

Beberapa pertanyaan yang bagiku belum terjawab dan terasa janggal. I'll marked as spoiler, jangan diintip kalo nggak mau kena bocoran.
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews93 followers
October 17, 2023
Awal buku ini dibuka sama pasien yang ternyata lagi nyeritain masa lalunya.

Awal pas aku baca, vibes-nya tuh kek tenang tapi mencekam. Dan sebenernya sampe pertengahan cerita pun aku masih kebingungan sebenernya ceritanya mau dibawa ke mana. Apa ini asli atau cuman ada di bayangan 'aku' aja.

Ceritanya dibawain dari 3 POV. POV aku, POV 3, dan dari berita-berita. Timeline-nya acak-acakan juga jadi pas baca aku nyambung-nyambungin kejadian mana pasnya di mana. Kayak puzzle banget deh pokoknya.

Nah teruuus, sampe aku tutup bukunya, aku masih bingung sebenernga Will itu lagi penelitian apa? Nggak begitu dijelaskan di sini. Dan karakter Will juga terlalu dua dimensi. Rada timpang sebenernya sama tokoh 'aku' tapi dia peran utama, jdi wajar aja kenapa karakterisasi dia lebih kuat. Apalagi cerita ini emang nyeritain dari awal.

Aku suka sama hubungan Tahir-Aku kek apa ya, manis aja gtu, wkwkwk.

Oh, dan sebenernya makin sini ceritanya makin nggak jelas mau kemana sih, aku tuh nggak ngerti intinya ini tuh apa? Apalagi dengan ending yang kesannya terlalu maksa buat happy ending? Kungerasa ini mau dibikin twist yg mind blowing sih, tapi sebenernya nggak ada yang bikin aku terkejut karena ketebak semuanya. Not a bad thing juga, kok. Alurnya rapi dan yaa emang predictable aja.

Terus aku mikir, mungkin tujuan bukunya emang penuh agenda dengan pesan2 kayak patriarki, fanatisme agama, dan penyalahgunaan kekuasaan. Semuanya ada si sini dan digambarkan di Kapital Lama. Karena agenda ini, mungkin yg bikin bukunya terlalu monoton dan draggy di akhir-akhir.
Profile Image for Jung Fida.
24 reviews1 follower
February 4, 2023
"Aku" adalah wanita yang diduga membunuh suaminya, Firas Abraham. Karena dianggap mengalami gangguan kejiwaan, "aku" berhasil lepas dari jerat hukum dan harus menghabiskan hidup di rumah sakit jiwa. Beberapa tahun berlalu, seorang peneliti Jerman bernama Will memutuskan mewawancarai wanita itu untuk mencari kebenaran sesungguhnya. Kepada Will, "aku" menuturkan kisah hidupnya di Kapital Lama, sebuah kota isolasi penuh fanatisme yang mengekang kebebasan manusia.

Sekilas saat membaca bagian awal, aku teringat pada novel Silent Patient, tetapi rupanya ini bukan novel psikologi thriller semacam itu. Penulis sangat baik membangun misteri dan benang merah dalam cerita ini. Meskipun di awal aku merasa bosan, dan bertanya-tanya akan dibawa kemana sebenarnya cerita ini, namun mulai pertengahan hingga akhir, cerita ini semakin menarik. Cliffhanger di setiap akhir bab turut mengundang penasaran untuk segera melanjutkan ke bab berikutnya. Tak hanya itu, twist-twist yang dihadirkan pun semakin membuat jalan ceritanya menarik.

Penulis menggabungkan nuansa psikologis, misteri, politik, dan tatatan sosial masyarakat. Novel ini cukup berat, di mana isu kekerasan, pelanggaran HAM, penyalahgunaan kekuasaan, ritual yang "sesat", gerakan pemberontakan melawan pemerintah, serta propaganda media mewarnai sepanjang jalan ceritanya. Namun, meski temanya berat, kata-kata yang digunakan mudah dimengerti pembaca.

Ditulis dengan alur maju mundur, pembaca dituntut untuk fokus dan mampu merangkai puzzle-puzzle yang tersebar untuk mendapatkan cerita keseluruhan. Sudut pandang penulisan novel ini pun unik, yakni dari sudut pandang tokoh "aku"--wanita yang tak disebutkan namanya, psikolog rumah sakit jiwa, dan jurnalis media.

Karakter para tokohnya pun kuat. Dijamin dibuat teraduk-aduk perasaannya mendapati karakter "aku" yang sangat mengejutkan. Aku sendiri tidak bisa memutuskan untuk berpihak pada "aku" atau justru kesal dengan aksi-aksinya.
Profile Image for twnklestr .
21 reviews
November 5, 2022
Benar-benar buku yang memuat banyak plot twist yang mengejutkan!! Aku suka buku-buku seperti ini. Sejak awal pembawaan ceritanya sangat "damai" dan terasa "sepi", membuatku bertanya-tanya "Ini aku sedang membaca cerita atau bukan sih?" Bahasa bukunya juga sangat berbeda dengan penulis lokal kebayakan, seperti hasil terjemahan dari bahasa asing padahal bukan, hal ini membuatku sedikit bingung untuk mencerna awal ceritanya.

Kalian tau buku The Silent Patient kan? Nah, secara garis besar buku ini terasa seperti itu. Penulis sangat berhasil dalam membangun suasana dalam buku ini, aku bisa mengatakan buku ini sangat menyenangkan. Ya dari awal aku sudah senang membaca, jadi kalau suatu buku selesai kubaca, itu artinya bukunya menyenangkan, tidak peduli bagaimana orang lain berkomentar buruk terhadap buku tersebut.

Pengalaman-pengalaman membaca seperti ini yang selalu aku tunggu dari penulis lokal. Aku suka ceritanya, walaupun begitu aku tidak suka tempat dicerita ini, sangat tidak manusiawi. Aku harap, Kapital Lama hanya ada dibuku ini saja, tidak untuk di dunia nyata sekarang maupun nanti.
Profile Image for Day Nella.
253 reviews5 followers
November 5, 2024
"Sakit fisik yang kami alami tidak sebanding dengan luka hati yang dirasakan oleh para suami yang merasa dipermalukan oleh kelakuan istrinya. Aku tidak mengerti bagaimana hidup dengan perasaan malu bisa lebih buruk dari hidup dengan jari yang kurang." Hal 103
-
Dia yang Tidak Disebutkan Namanya
Januar Eriyanto
Penerbit Bhuana Ilmu Populer
Tebal 254 Halaman
Edisi Digital, 2022
Baca di Ipusnas
Personal rate 4/5⭐
-
Aku pikir akan bertemu dengan Dia Yang Tidak Boleh Disebutkan Namannya, siapa lagi selain Voldemort. Ternyata salah, hehe. Ini beneran tokoh utama Dia yang tidak disebutkan namanya sejak awal hingga akhir cerita. Bikin aku penasaran dan pinter nih penulis. Jadi mau nggak mau menyelesaikan cerita hingga terkuat namanya dan endingnya nggak terkuak juga. Gokil.
-
Tokoh utama di Aku yang jadi judul utama novel ini dikategorikan sebagai pembunuh dan seorang yang memiliki gangguan kejiwaan karena alasan membunuh suaminya sendiri yang nggak bisa dijelaskan dengan baik karena ceritanya sendiri memblunder gitu. Hukuman yang dijatuhkan adalah hukuman mati, tapi ada banyak Kejanggalan dari cerita yang dipaparkan oleh si Aku dan orang lainnya mengenai wanita ini.
Dunia Distopia sebagai latar pun cukup terasa nyata. Antara Negara dan Pemerintahan Kapital Lama. Hanya bagiku sebagai pembaca rada bingung membedakan kedua negara yang sebenarnya sama aja sih intinya. Licik, udah gitu aja. Karena sejauh mata memandang. Ceileh, bahasanya. Maksudnya sejauh mataku baca cerita ini. Si Aku itu kan awalnya di kurung dalam sangkar gitu. Ini istilah ya. Kalau mau paham lebih jelas. Kalian kudu baca juga. (Mode pembaca mulai sewot gegara si Aku😅) serasa dia ada dalam sebuah sekte sesat. Karena ada ritual yang bikin merinding karena jadi punya tato permanen di punggung. Kek papan pengilesan cucian emak di jamban. Shock pasti kalian. Sama aku juga iya.
-
Makin kemari, aku sebagai pembaca dibuat terpelongo. Kok bisaaa gitu. Ini beneran si Aku yang melintir cerita atau emang aslinya ceritanya begitu. Kayaknya membingungkan pembaca dan membawa pembaca masuk dalam kerumitan si Aku adalah poin utama yang ditujukkan penulis. Dan cakep, karena aku beneran bingung, tapi menikmati. Yakin sih kalau si Aku ini pasti punya Alter Ego. Karena merasa beberapa tokoh terasa kek nggak ada. Tapi memang kek satu orang dan itu adalah si Aku tadi.
-
Plotnya cakep, konfliknya ringan dan endingnya merasa ada yang kurang aja, tapi over all aku menikmati banget.
Kalian yang penasaran juga, kuy baca jangan wacana mulu kek aku😆.
Profile Image for Krisna.
4 reviews3 followers
September 4, 2023
Kegelapan ceritanya sudah terasa dari judul, cover, dan blurb, lalu di bab pertama novel karya Januar Eriyanto ini.

Tokoh utama novel ini adalah si “Aku”, seorang wanita yang diduga membunuh suaminya sendiri. Namun karena dianggap mengalami gangguan kejiwaan, ia tidak dipenjara melainkan harus dirawat di rumah sakit jiwa. Merasa ada yang janggal, seorang peneliti kemudian mewawancarai perempuan itu.

Salah satu kenikmatan membaca novel ini, adalah kepiawaian penulis membangun suasana. Sejak bab awal, kita langsung dibawa ke sebuah dunia yang penuh kesuraman, dalam cengkeraman kekuasaan yang sangat dominan, hingga ke ruang-ruang pribadi. Sepintas mengingatkan pada novel 1984 karya George Orwell, namun lebih intens dengan kekerasan, ritual aneh, dan misogini alias kebencian pada perempuan.

Pengembangan karakter tokoh utama, juga menjadi keunikan yang mengasyikkan dari novel ini. Dengan apik, Januar menciptakan si tokoh utama seorang perempuan yang awalnya terkesan lugu, polos dan penurut, lalu berubah menjadi seseorang yang mampu melakukan hal-hal yang tak terduga.

Pemilihan sudut pandang yang selang-seling antara orang pertama dan ketiga, awalnya membingungkan, tapi lama-kelamaan tak menjadi masalah setelah membaca lebih banyak. Mungkin memang sengaja dibuat demikian untuk menambah ketegangan.

Namun sedikit hal yang agak menganggu, yakni ending-nya yang terkesan terburu-buru, dan menyisakan beberapa misteri yang belum terungkap.

Lalu mengapa kita harus bergaul dengan novel segelap ini? Membaca novel ini seperti meminum kopi tubruk panas yang kental tanpa gula. Pekat, pahit, tapi nikmat. Menyusuri dunia imajiner, sembari belajar dan berpikir, berbagai kemungkinan yang akan kita lakukan seandainya kita berada di sana. Kita juga belajar tentang adaptasi untuk bertahan hidup dalam dunia yang tak bersahabat, dan kadang membuat seseorang tak cukup hanya menjadi hitam atau putih, tapi juga menjadi abu-abu.

Overall, novel dengan predikat Best Digital Book dari Scarlet Pen Awards 2023 ini layak dinikmati oleh pecinta buku.

Good job Januar Eriyanto!

Profile Image for Alexandra.
2,076 reviews122 followers
September 1, 2023
Narasi yang memikat dan bikin penasaran buku ini awalnya agak membingungkan. Biasalah, kebiasaan nyebur tanpa baca synopsis.

Novel lokal tema dystopian ini punya premise awal yang mengingatkanku pada novel Handmaid Tale. Sekumpulan orang yang terlalu fanatik terhadap agama mengucilkan diri di sebuah kota dan seperti mendirikan negara di dalam negara.
Mereka seperti sekte besar yang punya jenjang pemerintahan, struktur spionase dan militer sendiri. Mereka juga punya ritual-ritual yang dituntut dari kaum wanita.

Salah satu yang unik dari buku ini adalah kita tidak pernah tahu nama dari sang pemeran utama wanita yang menjadi narator. Kisahnya juga terbagi 3 bagian antara sesi konsultasi, curhat pribadi yang lebih mengangkat semua fakta kejujuran, dan situasi yang dihadapi para consultant penyelidik. Alurnya maju mundur dan masing-masing menebar banyak petunjuk, pintar-pintarlah pembaca memilah dan menyusunnya until mendapat gambaran yang utuh. So far bukan buku yang sempurna tapi unik dan premisnya menarik.
Profile Image for Abovetheclouds.
205 reviews
December 12, 2023
Novel ini menceritakan tentang si aku yg dulunya hidup di masa kapital lama, dimana di masa itu perempuan sama sekali tidak memiliki kebebasan apapun, harus selalu menurut dengan aturan yg ada dan merasa terkekang, mungkin seperti patriarki? Tapi, menurutku kapital lama ini juga seperti ajaran sesat yg melihat perempuan hanya seperti robot, bukan manusia. Pokoknya kejam, dan novel ini penuh dengan plot twist dan ending yg tak terduga, sangatttttt reccomended
Profile Image for Umul Amalia.
7 reviews
Read
January 15, 2023
Gila sih, twist-nya mantap banget. Dibikin tercengang berkali-kali. Lebih gak nyangka lagi karena ternyata penulisnya gen Z, soalnya vibes ceritanya kayak novel 80-90an!!
Meski ada beberapa hal yang terasa membingungkan, tapi novel ini recommended.
Profile Image for Andina Firdaus.
32 reviews
May 8, 2024
Aku jadi kasihan dengan surga, bagaimana rasanya hanya menjadi tempat pengungsian? Sebuah opsi yang lebih baik ketimbang neraka. Bisa dihitung jari berapa orang di zaman sekarang yang benar-benar menginginkan surga, bukan ingin menjauhi neraka. Aku berani bertaruh, jika boleh memilih, mereka akan lebih senang kembali ke dunia. Semua agama menggambarkan surga sebagai sesuatu yang membosankan, bukan tempat ideal untuk tinggal. Tapi neraka sungguh menakutkan. Membaca tentangnya saja akan membuatmu mempertanyakan pilihan hidup yang kamu ambil. Surga tidak asyik, tapi neraka mutlak menakutkan. - hal. 71

Woaaahhh siapa sangka di awal tahun 2024 aku menemukan novel ini! Dari awal aku kira bakalan jadi cerita tentang si 'aku' yang bercerita soal rumah tangga kelamnya. Ternyata lebih dari itu. Semacam distopia ya (?)

Aku suka narasi narasi menggelitik dari si 'aku', sarkasnya. Lalu bayangkan narasi di awal review ini adalah pikiran/perkataan si aku yang dalam ceritanya punya gangguan jiwa. Bahkan aku nggak mikirin si aku ini sedang memelintir ceritanya (karena gosipnya kan dia seperti itu) atau emang begitu kenyataan yang dia alami saking mengalirnya.

Yang sempat bikin kepikiran sih, soal teman temannya di RSJ. Aku sempat mikir kalau mereka itu kepribadian dia yang lain (?)

Akhir kata, aku cukup menikmati cerita ini. Terima kasih sudah menuliskan ini!
7 reviews
August 4, 2022
I pretty enjoy it, meskipun sebenernya agak bingung di bagian akhir kayak... jadi sebenernya si "Aku" ini kenapa? Beneran kejadian hal-hal itu atau emang dia gila? personally masih banyak tanya di akhir buku tapi not bad lah. gaya menulisnya juga sedikit mengingatkan gue dengan tulisan Tere Liye.
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.