Third-grader, Anna Skoggen, struggles to express her true personality, and finally finds a way to be herself and become friends with her older sister, Kimberly.
Barbara M. Joosse has written many books for children. Among them are Mama, Do You Love Me?, illustrated by Barbara Lavallee; and I Love You the Purplest, illustrated by Mary Whyte. She says, "When I was a little girl, I wished for two things — a best friend, and something so ferocious it would scare away the monsters under my bed. And so I have written Lovabye Dragon. I think maybe it’s for little me." Barbara Josse lives in Wisconsin.
Kebetulan lihat kover buku ini dan teringat kalo dulu pernah baca~ (≧◡≦) Suka banget sama ceritanya, tapi lupa tentang apa... 。゚( ゚^∀^゚)゚。 //digebukin ______________
Akhirnya dapat! (♡°▽°♡) Seneng banget bacanya~ ini tipe-tipe cerita yang terasa terhubung pas masih kecil dulu. Biasa, saling iri antar-saudara (⌒▽⌒) ngerasa ortu lebih sayang kakak/adik lalu mewek di pojokan. Tapi Anna bukan tipe yang bakal mewek di pojok! Anna memilih memutar otak, bagaimana caranya supaya ia bisa tampil istimewa, meraih prestasi, dan bikin ortu-nya bangga dan sayang sama dia σ(≧ε≦σ) Sayang, makin dia berusaha, makin kacau keadaannya~ 。゚( ゚^∀^゚)゚。 Suka sama cerita lucu dan manis seperti ini. Favoritku dulu adegan Anna dan temannya makan es krim~ (⌒﹃ ⌒) //ngiler.
Setelah bertahun-tahun ga dibaca rupanya novel ini msh bikin gw terharu, senyum2, dan nyesek.
Cerita ini simple tapi emotional, pembaca akan disuguhkan oleh dua tokoh, kakak beradik, yakni, Anna Skoggen yg dmn kejadian demi kejadiannya bernasib kurang baik, Anna ngerasa hidupnya jelek bgt krna satu hal (yg bisa dikatakan) sepele dan kuno. Lembaran demi lembaran akan membuat pembaca yakin akan sifat iri dan desperate-nya seorang Anna. Kedua adalah kakaknya, Kimberly Marie yg di mata Anna itu perfect banget.
Kisah ini berakhir bahagia dgn twist kecil yang membuat perasaan iri dikedua kakak-beradik ini hilang. Yup, ternyata Kimberly ga sesempurna itu.
Alurnya cepet dan ga banyak narasi, tipikal buku one-sit yg hangat. Terjemahannya jg enak dibaca. Worth to read pokoknya 😻
Anna, gadis cilik yang lincah namun dipenuhi dengan ketidak-puasan. Dia ingin menjadi Kimberly, kakaknya. Dia ingin menjadi cantik, pintar dan berbakat seperti Kimberly. Dia ingin memiliki banyak piala seperti Kimberly, bukannya hanya koleksi lalat mati yang disimpannya dalam toples kecil.
Di sekolah pun dia merasa tidak memiliki teman akibat banyaknya kebodohan yang dia lakukan. Dia membenci segala kecerobohannya di kelas. Sampai suatu ketika, akan diadakan sandiwara di sekolahnya. Dia ingin membuktikan kalau dia bisa anak yang istimewa. Dia pun ingin menjadi Tukang Sihir dan ternyata berhasil, Anna terpilih memerankan Tukang Sihir. Namun, sayang tiba-tiba dia terjatuh dari pohon dan mengalami patah kaki. Anna sangat sedih dan merasa takkan mampu menjadi anak yang istimewa...
Kisah Anna diceritakan dengan apik, saya dapat merasakan bagaimana sedihnya anna, bagaimana besarnya keinginan Anna untuk menjadi istimewa, bagaimana sedihnya Anna dengan berbagai kebodohan yang dia lakukan. Penceritaan Barbara sederhana namun sangat mengena, membuat saya menikmati alur cerita