Jump to ratings and reviews
Rate this book

Adriana

Rate this book
Di dalam lift perpustakaan nasional, seorang perempuan tersandung karpet dan menjatuhkan buku-bukunya di dekat Mamen. Mamen tak menduga, dari situlah awal pengejarannya kepada Adriana bermula. Namun ternyata bertemu kembali dengan Adriana tak semudah yang ia kira. selalu ada teka-teki tentang tempat pertemuan mereka yang harus Mamen pecahkan terlebih dahulu.

Harinya adalah tiga hari setelah Fatahillah mengusir Portugis dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Masanya sampai pada Perang Diponegoro. Namun orang-orang merana itu tahu, saat mati, jasad mereka akan merana terkubur jauh dari tanah tumpah darah mereka sendiri. Aku yang menunggumu adalah Adriana, pada mimpinya yang tak pernah mati.

setiap pertemuan diawali dengan teka-teki. Setiap teka-teki selalu memiliki cerita. Setiap cerita membawa Mamen melihat kembali sudut-sudut bersejarah Jakarta yang kian terabaikan.

Adriana adalah kisah tentang pencarian akan cinta, tentang persahabatan, dan tentang menghargai apa yang telah dibangun oleh Founding Fathers bangsa Indonesia.

Unknown Binding

2 people want to read

About the author

Fajar Nugros

11 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (50%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
1 (50%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for Ratih Cahaya.
413 reviews7 followers
May 21, 2024
Jadiii, dulu banget, entah kapan aku lupa tepatnya, aku pernah nonton film Adriana di tv. Nggak utuh sih, kayaknya nggak dari awal. Dan aku juga lupa apa aku tonton sampai habis atau enggak. Kalau iya, aku lupa endingnya gimana. Yang jelas, aku cuma inget tebak-tebakannya aja, dan menurutku itu menarik banget.

Nah, pas punya Ipusnas, nggak sengaja lihat sampul buku ini di rekomendasi. Aku langsung mikir, "Wah, ternyata ada bukunya. Mau baca, ah."

Walaupun akhirnya nggak langsung dibaca juga. Ya, sekitar beberapa belas purnama kemudian, baru aku pinjam buku ini di Ipusnas alias baru bulan Mei ini.

Dari segi tema, jelas aku suka banget sama tipe novel kayak gini. Novel yg mengangkat tema sejarah aja aku suka, apalagi ini yg pakai tebak-tebakan dan bernuansa petualangan. Selain itu, karena aku udah nonton filmnya, aku pikir aku bakal dapat sesuatu yg 'lebih' dari bukunya.

Tapi ternyata....

Hmmm... Gimana ya, menurutku penokohan Sobar dan Mamen itu agak saru ya. Saat membaca percakapan mereka, aku kadang lupa ini yg ngomong siapa. Mamen atau Sobar?

Rasanya mereka berdua tuh nggak ada bedanya, kecuali di akhir/di awal ada panggilan, entah Men atau Sob. Intinya nggak ada yg khas dari mereka berdua.

Selain itu, pembahasan teka-teki itu terasa buru-buru banget. Kayak cepet banget gitu dapet kesimpulan ke situ. Pembaca nggak dikasih kesempatan untuk menikmati dan memikirkan tebak-tebakan tersebut.

Terus, kayaknya ada beberapa pergantian PoV yg terjadi dalam satu bab, tapi nggak jelas pergantiannya itu kapan dan bagaimana. Masalahnya, pergantian PoV-nya itu bukan cuma antara Sobar, Mamen, dan Adriana, tapi juga tokoh2 di masa lalu.

Aku berusaha memahami mungkin maksud si penulis, ingin membuat seolah-olah apa yg terjadi dgn tokoh di masa lalu, itu terjadi lagi (atau mirip kejadian) dgn yg dialami Sobar, Mamen, dan Adriana. Tapi malah jadi bikin bingung gitu, lho. Maksudnya ini bagiannya siapa sih? Mamen atau Sobar? Kalau Adriana agak mudah dikenali karena dia perempuan, jadi kalau tokohnya perempuan apalagi namanya sama, ya berarti itu tentang dia.

Terus, tentang kemunculan Pak Ansori yg menurutku agak aneh ya. Maksudnya apa ya dia ngajakin Sobar ke pengajian? Aduuh, pokoknya banyak banget yg perlu dijelasin deh.

Sayang banget, beneran. Cerita ini padahal menarik banget, bahkan sampai difilmkan. Tapi kok novelnya malah kayak aneh banget. Kayak harus dirombak ulang, ditambahin banyak penjelasan & penokohannya diperkuat.

Oiya, pas aku lagi nyari buku ini di Goodreads, aku nemu buku dengan judul mirip, Adriana: Labirin Cinta di Kilometer Nol, ditulis oleh penulis yg sama.

Kalau baca sinopsisnya kayaknya sama ya dgn isi buku ini. Cuma beda cover & penerbit. Tapi pas aku baca-baca review di bawahnya, ada yg bilang katanya yg terbitan Lingkar Pena lebih lengkap. Yg terbitan Gramedia banyak dipotong. Benarkah?

Dan setelah aku cek lagi, belum ada yg nulis review ya di cetakan yang ini. Atau nggak muncul aja di Goodreads aku?
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 of 1 review

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.