Buku yang bagus dan membuat pembaca benar2 bisa mengikuti perjalanan kesuksesan Indonesia di ajang Thomas Cup. Dalam buku ini, kita diajak untuk mengikuti dari awal perjalanan Indonesia berpartisipasi dalam ajang ini. Mulai dari generasi pionir semacam Tan Joe Hok, Ferry Sonneville, yg mengguncang dunia karena Indonesia yg notabene sebagai pendatang baru sudah langsung bisa meraih juara beruntun meskipun diliputi banyak kesederhanaan karena saat itu olahraga bulu tangkis masih belum dianggap unggulan di Indonesia sehingga keterbatasan biaya juga menjadi penghias perjuangan pemain. Sangat ditunjukkan bahwa meskipun sangat sederhana, perjuangan pemain sangat tinggi untuk mengangkat nama Indonesia agar berprestasi di tingkat dunia.
Lalu muncullah generasi Rudy Hartono, Christian Hadinata, Tjun tjun/Johan yg mendominasi di medioa 70an. Dalam buku ini, saking mendominasinya mereka smpek disebut the seven magnificent. Lalu beralih ke golden generation era 90an yg pemain putra Indonesia sangat mendominasi di kontestasi Badminton dunia. Seperti tinggal menunggu kepastian saja untuk mengangkat piala Thomas tiap gelarannya berlangsung. Dalam buku ini dikupas mendalam terkait apa yg dirasakan pemain, masalah apa saja yg meliputi, hingga upaya latihan keras bongkar pasang pemain ikut juga dirasakan. Saat penjelasan pertandingan pun, pembaca juga jadi terbayang jalannya pertandingan dan ketegangan yg dirasakan.
Sampai juga pada generasi juara Thomas 2020 yg saat itu Indonesia diliputi banyak sekali masalah. Namun kisah tentang kejayaan setelah mentas dari ribuan masalah akan selalu diingat dan terkenang karena perjuangannya.