Jump to ratings and reviews
Rate this book

Anicca: Kumpulan Puisi

Rate this book
“Keindahan puisi Liswindio bukan keindahan lokiya semata. Keindahan itu melintasi batas dan sekat. Menghunjam ke dalam. Menusuk makna yang sudah membeku membatu lalu menjadi bukan apa-apa lagi. Itu...as it is...”
Sri Pannyavaro, Tokoh Agama Buddha

“Melalui kumpulan sajaknya ini, Liswindio Apendicaesar telah memperkaya khazanah perpuisian kita. Ia menghadirkan Buddha dan melakukan refleksi spriritual di tengah dunia yang makin tidak mudah memelihara daya kontemplasi. Sajak-sajaknya juga merupakan ajakan untuk merawat kembali kesederhanaan dan kedalaman bahasa di tengah pasar kata-kata yang gelap makna.”
Joko Pinurbo, Penulis Puisi

“"Manusia terjebak dalam doa orangtuanya, begitu Liswindio membuka salah satu puisinya. Bangunan-bangunan puitis dalam buku ini disusun dari rentetan imaji, diksi, dan perspektif seorang Buddhis. Dengan lirisisme dan ritme yang terjaga, buku ini mengupas tumpukan pertanyaan mendasar, yang kerap tenggelam di deras arus keseharian kita.”
Norman Erikson Pasaribu, Penulis

“Buku puisi ini terasa unik, memperkenalkan publik pada Buddha Gautama, tema yang jarang digarap penyair di Indonesia. Diksi-diksi yang digunakan juga diksi arkaik yang mengingatkan kita pada beragam kakawin, mitologi, dan karya sastra lama yang jarang tersentuh dan dilumat penulis Indonesia. Membuat pembaca belajar memahami nilai-nilai filsafat untuk semesta kehidupan kemanusiaan Indonesia. Mari kita menyelam ke palung Anicca.”
Oka Rusmini, Penyair

“Membaca karya Liswindio akan menghantarkan kita ke dua kutub yang amat berbeda. Kutub yang pertama adalah relung jiwa kita sendiri, di sana kita akan menengok hasrat-hasrat yang menjadikan kita manusia. Kutub yang kedua adalah sistem di semesta raya, di sana kita akan diajak untuk semakin memahami esensi hidup itu sendiri. Setelah mondar-mandir di kedua kutub itu, kita akan kembali ke titik yang sama, ke realita di hadapan kita, namun dengan perspektif yang berbeda.”
Regis Machdy, Penulis Loving the Wounded Soul

80 pages, Paperback

Published April 20, 2022

7 people want to read

About the author

Liswindio Apendicaesar

4 books6 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (50%)
4 stars
10 (41%)
3 stars
2 (8%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Nurtika Wigunarsih.
5 reviews6 followers
May 25, 2022
You know you're reading a good poetry book, when you can feel something. I can feel in every single piece in it.
Profile Image for Y Bangsa.
32 reviews1 follower
May 30, 2022
Bagaimana bisa kematian dituliskan begitu indah?
16 reviews
June 18, 2022
Terima kasih, buku ini menemani saya dalam berlatih Dhamma dan memberi perenungan-perenungan yang indah.
Profile Image for Alda Angelica.
4 reviews21 followers
August 7, 2022
Kumpulan kata teraduk dengan matang dan hikmat, sehingga rasa beradu dengan lantang dan nikmat.
Profile Image for litchi.
68 reviews1 follower
July 17, 2023
My favourite poems from the book:
⭐ Dharmakaya
⭐ Brahmavihara
⭐ Sankhara
⭐ Anicca
⭐ Anatman
⭐ Avalokitesvara
⭐ Sebelum Shambala
⭐ Sebuah Doa di Kuil
⭐ Genesis
⭐ Jarak Doa
⭐ Mortui
⭐ Republik Baru untuk Plato
⭐ Kuantum Masa Depan
⭐ Mon Étoile
⭐ Air Mata Laurensius
⭐ Rumah di Pesisir
⭐ Legenda Para Naga
Profile Image for Angelina Enny.
Author 12 books8 followers
February 23, 2024
Suka sekali dengan puisi-puisi di buku ini, mengantarkan saya ke dalam pemaknaan diri yang lebih utuh sekaligus merekonsiliasi diri dengan semesta melalui permainan kata.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.