Akan ada hari di mana mendengar namamu sudah tak perih lagi. Mengingat tentangmu tak lagi terasa nyeri. dan kepergianmu sudah kuterima dengan lapang hati.
Sebuah kumpulan puisi yang mengisahkan perjalanan seseorang dalam memulihkan patah atau rasa sakit yang cukup mendalam. Saya rasa beberapa orang memang sangat related dengan apa yang dijelaskan dalam setiap bait puisinya.
Penggunaan bahasa lugas, tidak melebih-lebihkan justru membuat pesan dari setiap puisinya tersampaikan dengan baik. Termasuk tipe kumpulan puisi dengan satu tema dan alur yang berkelanjutan sehingga kita seperti dibawa masuk ke dalam kisah orang tersebut.
Kumpulan puisi ini dibagi menjadi 4 bagian mulai dari alasan mengapa bisa sepatah ini sampai bagaimana proses penulis mampu menerima dan hidup berdampingan dengan rasa sakit. Sajak-sajaknya dibuat sangat cantik dan minimalis namun mampu menguras emosi para pembacanya.
Termasuk jenis puisi kesukaan saya apalagi pernah mengalami hal serupa sehingga saya tidak menemukan kekurangan dari bukunya (dari perspektif saya)
Ini adalah satu bait puisi yang paling saya suka, dengan intinya selagi kita tidak kehilangan diri sendiri nyatanya semua akan tetap baik-baik saja💜💜
Rating 5/5
Cocok untuk buku selingan dikala sedang penat membaca kisah rumit atau buku non fiksi. Cocok untukmu yang suka dengan puisi pendek namun cukup mengena di hati. Setiap puisinya memang sangat mendalam dan langsung menusuk ke dalam kalbu. Sangat direkomendasikan untuk yang sedang ingin galau💜😌
Buku ini isinya lebih kepada kutipan kutipan gitu deh, tapi sangat amat relate dengan orang orang yang sedang patah hati. Sesuai si sama judulnya "Kepada yang Patah"
You guys kalo kali patah hati wajib banget baca ini.
Tapi sayangnya pas aku baca ini, aku sedang tidak patah hati jdi tidak begitu related, tapi ada juga kok beberapa kata kata yg related. Jadi sebenarnya masih aman untuk dibaca dalam keadaan ngga patah hati sekalipun heheheh