Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kesultanan Melayu Melaka: Warisan, Tradisi dan Persejarahan

Rate this book
Buku ini menghimpunkan makalah-makalah yang menyentuh tentang sejarah Kesultanan Melayu Melaka. Perbincangannya meliputi isu politik, pemerintahan dan kepimpinan, sifat masyarakat, kegiatan ekonomi dan perdagangan, hubungan diplomatik mahupun pergolakan dan peperangan yang pernah dilalui dalam liku-liku sejarah jatuh bangunnya kerajaan Melaka yang cukup terkenal.

Selain itu, makalah-makalah dalam buku ini turut menyentuh tentang aspek historiografi sejarah Melaka dan tinggalan peradabannya yang diwariskan hingga ke hari ini.

Penyumbang-penyumbang makalah merupakan ahli sejarah, penyelidik, pakar dan pengkaji yang terkenal dalam bidang masing-masing. Setiap penyumbang cuba memberikan atau meneroka suatu perspektif baharu tentang beberapa sudut sejarah Kesultanan Melayu Melaka yang mungkin sudah dibicarakan tetapi perlu ditafsirkan semula, atau isu-isu yang tidak pernah ditimbulkan atau dibincangkan oleh pengkaji sejarah sebelum ini.

Pandangan mereka disokong oleh hujah-hujah dan penemuan bukti-bukti terbaharu yang memungkinkan sejarah Melaka dapat diberi suatu tafsiran semula yang lebih mantap dan segar.

Buku ini amat sesuai digunakan sebagai bahan bacaan dan rujukan bagi para pelajar, pendidik, pengkaji sejarah, ahli politik dan sesiapa sahaja yang berminat mendalami sejarah tradisi, warisan dan perjuangan bangsa Melayu sejak zaman awal.

400 pages, Paperback

Published January 1, 2021

Loading...
Loading...

About the author

Azmi Arifin

8 books10 followers
Dr Azmi Arifin (phd.) currently works at the Section of History, School of Humanities, Universiti Sains Malaysia, Penang, Malaysia. He expertise in research and teaching in Malaysian modern political history. His most recent publications are 'Di sebalik tabir sejarah politik malaysia' and Emergency or 'Colonial War' 1948 in Malaya: A debate based on several schools of thought and perspectives, published by Universiti Sains Malaysia publisher respectively.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (100%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Wina S. Albert.
504 reviews4 followers
October 26, 2024
Di satu sisi, buku ini membahas seni dan adat yang kaya, seperti Wayang Kulit dan Mak Yong, yang seolah-olah merupakan pementasan drama kehidupan yang penuh intrik. Namun, di sisi lain, saya melihat generasi sekarang yang lebih tertarik pada drama Korea dan TikTok. Seakan-akan melupakan bahwa nenek moyang pernah berjuang untuk mempertahankan tradisi, sementara sekarang kebanyakan orang berjuang untuk mendapatkan likes di media sosial.

Hukum Kanun Melaka, yang diuraikan dalam buku ini, adalah contoh cemerlang dari sistem hukum yang mengatur masyarakat dengan ketat. Namun, di zaman sekarang, saya melihat hukum sering kali diabaikan, dengan orang-orang lebih memilih untuk menciptakan meme tentang pelanggaran hukum daripada mematuhi aturan.

Buku ini juga mengupas tuntas struktur kelas sosial di Melaka, di mana bangsawan, pedagang, dan rakyat biasa memiliki peran masing-masing. Namun, saat ini, sepertinya kita semua masih terjebak dalam hierarki sosial yang sama, tetapi dengan label yang lebih kekinian: influencer, pekerja kantoran, dan rakyat jelata.

Interaksi antara Kesultanan Melaka dan budaya asing diulas dalam buku ini dengan penuh rasa hormat. Namun, jika saya lihat hari ini, sepertinya orang-orang lebih memilih untuk mengadopsi budaya asing tanpa menyisakan ruang untuk budaya sendiri, seolah-olah Melaka hanya sebuah latar belakang untuk foto Instagram.

Buku "Kesultanan Melayu Melaka: Warisan, Tradisi dan Persejarahan" memberikan gambaran yang mendalam mengenai warisan dan pengaruhnya di zaman kontemporer. Saya bisa melihat bagaimana warisan budaya yang kaya sering kali terabaikan dalam lautan modernitas yang serba cepat. Meskipun banyak yang telah berubah, esensi dari nilai-nilai yang diwariskan tetap penting untuk dipahami dan dihayati, meskipun saya mungkin lebih suka menghabiskan waktu dengan hiking daripada merenungkan sejarah. Seperti kata pepatah, "Sejarah adalah cermin, tetapi kita sering kali lebih suka melihat ke layar."
Profile Image for Budoxe Lee.
12 reviews
July 23, 2026
Bacaan yang memberikan perspektif terbaru tentang Sejarah Kesultanan Melayu Melaka. Membincangkan aspek kejatuhan Kota Melaka daripada sudut yang kurang dibahas oleh sejarawan.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews