Sudah jatuh cinta sama Factory Reset sejak baca bab-bab pertamanya di Wattpad-nya Belia Writing Marathon, lalu aku berhenti. Bukan karena nggak suka, sama sekali bukan. Aku sengaja menunggu karena aku yakin cerita ini bakal jadi pemenang dan berjanji bakal baca habis buku cetaknya as soon as it arrives! (Aku tim buku cetak garis keras, BTW). Hehehe.
Walau awalnya agak nggak sabaran nunggunya, tapi aku merasa buku ini sampai di tanganku di saat yang tepat. Kalau Raja datang untuk membahagiakan Naya, maka mungkin Factory Reset memang datang untuk mengajariku banyak hal tentang betapa berharganya hidup, even tanpa kelihatan mengajari. Setiap babnya menyimpan potongan kisah luar biasa yang bikin aku mingkem, speechless, dibuat ketawa, terus ditampar, nangis, tapi habis itu dipeluk, disayang-sayang, dibuat ketawa, ditampar lagi, nangis lagi, dipeluk lagi. Dan yang jelas, deg-degan!
Plot twist-nya dapet banget walaupun aku yang sok tahu ini sering nebak-nebak dan bener, tapi tetep nggak kebayang gimana alurnya. Cara Kak Nara menyampaikan cerita, as always, bikin nyaman kayak lagi dipeluk Raja. (Pssst, Nay, giliran dong dipeluknya, aku juga mauu!)
Oh, jangan lupakan setiap awal bab yang menyuguhkan kalimat-kalimat berharga dari Raja, si Malaikat Magang, yang ternyata adalah ... ah, tahan, jangan spoiler. Intinya mah, buku ini bikin aku ngerasa kayak, "Gosh, this is exactly what I need right now!"
Dear Kak Nara, terima kasih sudah menulis buku ini. Terus berkarya ya, Kak!