Zaman Edan, Ora Melu Edan Ora Kadonyan. Sebuah keadaan yang menggambarkan situasi akhir zaman ketika manusia berjalan tanpa nurani, segala cara dilakukan demi memuaskan ego duniawi.
Narasi dan cerita dalam buku ini bisa terjadi di sekitar kita agar tentunya bisa diambil nilai positif, dan dibuang jauh segala hal yang bermuatan negatif.
Apa yang terlintas dalam benakmu saat membaca judul buku ini? Terpikir tentang sebuah negara dengan politik yang carut-marut (kotor)? Terpikir tentang pejabat-pejabat yang tidak amanah? Ya, itu pula lah yang pertama kali terbesit dalam pikiranku. Emm, memang tidak sepenuhnya salah!
Namun ternyata latar tempat dalam buku ini adalah sebuah desa, bukan negara. Hal yang menarik dari buku ini adalah berpadunya unsur politik dengan hal-hal berbau mistis, gaib dan perklenikan! Pesugihan, tumbal, kerjasama dengan makhluk gaib (jin), perdukunan, ambisi tak terkendali, egoisme, keserakahan dan keburukan hati yang lainnya tertuang di sini!
Di kisahkan dari sudut pandang orang ketiga. Tanya-jawab antara Slamet dan Lina menjadi pengantar dari setiap ceritanya. Secara keseluruhan terdapat 20 kisah pendek yang diceritakan. Semuanya berbau mistis sehingga cocok dibaca bagi penggemar genre mistis!
Masing-masing kisah dalam buku ini tidak sampai 10 halaman, sehingga pembaca tak akan bosan. Ditambah lagi buku ini disertai dengan ilustrasi yang memudahkan pembaca untuk membayangkan setiap kisahnya! Satu lagi yang ku suka adalah tokoh Lina yang kritis, punya rasa ingin tahu tinggi dan sangat rasional! Lina sama sepertiku, tetap berusaha menggunakan akal saat menanggapi cerita-cerita mistis 😅
Akhirnya aku mengutip dari bagian akhir dari buku ini, "Kisah-kisah dalam buku ini mengingatkan agar (kita) tidak melakukan tindakan yang mengarah ke hal negatif. Karena sejatinya apa yang kita tanam akan kembali!"
Manusia pada dasarnya punya keinginan untuk memenuhi kepuasan dalam hidup. Ketika ego itu tidak terbendung, segala cara bisa dilakukan. Mulai dari mengorbankan diri sendiri hingga dengan teganya mengorbankan orang lain, termasuk keluarga dan sahabat terdekat.
Buku ini adalah kumpulan cerita yang menggambarkan seberapa jauh manusia bisa berbuat jahat.
Ada yang berani menumbalkan orang lain dan dirinya sendiri untuk mendapatkan kekayaan.
Ada yang gelap mata membunuh sahabatnya dengan cara memasukkan racun ke dalam kopi untuk meredamkan rasa cemburu.
Ada yang tega menembak mati saudaranya dan ada yang menenggelamkan temannya ke danau, dikarenakan hati yang dikuasai rasa iri.
Serta ada juga cerita-cerita yang didorong oleh keserakahan dan dendam.
Buku ini mengajak kita untuk lebih peka sekaligus mawas diri terhadap apa yang terjadi di sekitar kita.
Pada akhirnya tidak semua cerita harus dipercaya, toh hanyalah kisah di sebuah negeri bernama Paman Zidan. Namun penting juga untuk ikut menilai bagaimana kisah di negeri kita, bukan? Hihi.
Pengalaman membacanya menyenangkan, tiap judul aku kasih highlight saat keinget isu-isu yang pernah kuikuti. Rasanya seperti menggosip kalo ngikutin obrolan Slamet dan Lina. 🤣
Oh iya, untuk versi visualnya bisa diikuti di youtube Supernatural Investigator, ya!
kumpulan cerita yang menarik banget, menyentil sisi kemanusiaan dan bikin kita berpikir keras tentang betapa bobroknya perilaku manusia akhir zaman :')
"Percayalah, apa yang engkau tanam itulah yang engkau tuai, entah di kehidupan semesta ini atau di dalam alam kelanggenagan nanti" - Mbah KJ
Buku ini menceritakan tentang Slamet dan Lina, dua sejoli di Desa Sukamaju. Slamet yang dikaruniai kepekaan indra keenam, dapat mengetahui kejadian2 di Desa Sukamaju. Kisah disini sebagian "mirip" dengan kisah nyata. Alur cerita biasa saja, lebih mirip kumpulan cerpen kisah mistis, dalam bentuk percakapan antara Slamet dan Lina. Hal menarik adalah kisah yang dibahas, seakan menguak kisah nyata yang mempunyai kaitan dengan hal mistis.
Tipenya kumpulan cerita. Setiap cerita punya pesan masing-masing, yang intinya ya menunjukkan kelakuan manusia yang udah ga ada akhlak sama sekali. Memang benar, makhluk hidup yang sanggup "membunuh" dengan keji makhluk hidup lainnya hanya manusia.
Seperti kata review Rio Odestila, berharap isinya bisa lebih mendetail, konsepnya sudah bagus padahal.