Jump to ratings and reviews
Rate this book

Adakah Orang yang Tidak Kesepian di Dunia Ini?

Rate this book
"Mengenal orang memang sulit. Iya, kan? Tapi lebih sulit memahami. Entah memahami orang lain, atau bahkan diri sendiri." Dalam sebuah panci presto peninggalan sang ayah, Yeongo yang kini sebatang kara menemukan sebuah buku catatan dengan tiga nama di dalamnya: Hong Kangjoo, Moon Okbong, dan Myeong Bora. Yeongo penasaran ada cerita apa di balik nama-nama yang tertulis. Mungkin ada cerita yang akan memberi rasa pada cinta dan hari-harinya yang tak tahu harus dibawa ke mana. Berharap ia bisa lebih memahami sang ayah, terlebih lagi, dirinya sendiri.

284 pages, Paperback

Published July 20, 2022

15 people are currently reading
59 people want to read

About the author

Ha Yooji

1 book2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
15 (25%)
4 stars
21 (35%)
3 stars
17 (28%)
2 stars
3 (5%)
1 star
3 (5%)
Displaying 1 - 21 of 21 reviews
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,423 reviews291 followers
June 18, 2024
Saya jarang sekali gak demen dgn novel Korea, tapi ya ampun dgn novel ini. Entah terjemahannya yg buruk atau memang gaya bahasa author yg rada-rada berbau literatur yang bikin saya rada "ganjel" saat baca buku ini?

Cerita terdiri dari 2 POV wanita yg berbeda usia. Miss Yeongo berusia 33 tahun dan baru saja mengurusi kematian ayahnya. FYI, Yeongo dan ayahnya nyaris gak berhubungan apalagi sejak kematian ibunya yg mnrt Yeongo gara-gara ayahnya.

Lalu ada Miji, gadis remaja drop out yg memilih mjd asisten kakek tetangganya yg bawel dan seenaknya ini berkat kucing sang kakek yg bernama Boci. Kakek ini jg memiliki hubungan yg buruk dgn anak perempuannya.

Realistic fiction ini sangat membosankan. Datar dan menjemukan bagi saya. Gak ada plot twist sama sekali. Temanya jg gak jelas, sptnya diantara isu mental illness spt depresi atau bullying, tapi ini pun agak samar-samar. Saya juga gak paham betul tujuan akhir novel ini utk apa ya? Apa maksudnya memaafkan kesalahan yg dibuat oleh orangtua? Oh sudahlah... Daripada saya ribet mikirin makna novel ini pdhl saya sungguh gak menikmatinya, lebih baik saya move on dan baca buku yg lain saja.
Profile Image for Tamira Bella.
178 reviews1 follower
October 19, 2023
Buku ini bercerita tentang O YeongO sosok perempuan kantoran berusia 33, yang hidup sendiri, YeongO merupakan anak tunggal, ibunya telah cukup lama meninggal, dan kini baru saja kehilangan sang ayah. Hanya ada satu orang yang membuat hidupnya tidak terlalu sepi, orang tersebut bernama Gong Miji, sosok anak perempuan kelas 3 SMP yang rutin berkomunikasi dengannya melalui telpon, hubungan mereka layaknya bayangan yang dilihat di air, tidak sama namun serupa. Sepanjang cerita kita akan disajikan cerita dengan sudut pandang YeongO dan Miji.

Semasa hidup YeongO tidak dekat (bahkan cenderung berselisih) dengan ayahnya, namun dengan berbagai rentetan peristiwa yang terjadi, baik itu persahabatan lintas usia dengan Miji hingga pertemuannya dengan beberapa nama, buah catatan peninggalan si ayah, YeongO pun kian merasakan kedekatan lebih, dengan sang ayah yang telah meninggal.

Bukunya 284 halaman, saya membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menyelesaikan buku ini, bukan karena tata bahasa/terjemahannya buruk tapi murni karena rutinitas. Overall saya menyukai buku ini.

Kutipan favorit saya ada pada paragraf terakhir di halaman 64, rasanya terlalu panjang untuk dituliskan, namun kutipan tersebut memiliki makna hubungan antara anak perempuan dan ayahnya, dimana kerap terjadi kesalahan pahaman yang tidak disadari diantara keduanya.
Profile Image for Sunny.
169 reviews3 followers
June 20, 2024
Kisah tentang Yeongo, seorang editor di perusahaan penerbitan buku yang hidup seorang diri. Ayahnya baru meninggal beberapa bulan sedangkan ibunya sudah agak lama meninggal. Hubungannya dengan ayahnya tidak begitu baik karena ia menyalahkan ayahnya perihal kematian ibunya yang menderita kanker paru-paru. Namun almarhum ayahnya ternyata meninggalkan catatan yang berisi 4 nama dan nomor telepon selain nama Yeongo sendiri. Ia menemui orang tersebut dimulai dari nama di urutan pertama. Dan lambat laun kehidupannya yang sepi mulai lebih berwarna.

Buku ini sangat bagus dan kisahnya begitu menyentuh. Judulnya mengena banget. Iya sih, memangnya ada orang yang tidak kesepian di dunia ini? Bahkan orang-orang yang sudah berkeluarga pun bisa merasakan kesepian. Tapi intinya adalah bagaimana kita bisa membawa diri.
Profile Image for Yunita Taman.
291 reviews13 followers
August 3, 2023
Novel yang relate sekali dengan hidupku, mungkin juga dengan hidup sebagian besar dari kita.
Terkadang kita baru bisa memahami seseorang lebih baik saat orang tersebut tidak ada lagi di dunia. Seperti halnya O yeongo yang semasa ayahnya hidup, terasing satu sama lain. Namun, jika terus hidup dan melihat ke depan, hal-hal baik selalu bisa terjadi.
Profile Image for Renov Rainbow.
278 reviews2 followers
August 14, 2024
76-2024
284 hal

Semakin dibaca, buku ini semakin banyak menghadirkan perasaan hangat. Saat kehilangan seseorang justru membawa orang lain yang benar benar peduli masuk ke dalam kehidupan. Selain itu terkadang orang mengungkapkan rasa sayangnya berbeda beda, seperti ayah Yeongo yang bahkan memikirkan agar anaknya tidak sendirian saat dia meninggal.
Profile Image for Gracie✨.
11 reviews
September 17, 2023
Relate bgt sebagai org yang kesepian. Thankyou Ha Yooji udah bikin cerita yang se-relate ini:)
Profile Image for Mawa.
172 reviews4 followers
July 14, 2023
Jujur pertama aku agak excited karena sampulnya pegang panco presto. Setelah ayahnya meninggal, Yeongo pergi ke rumah ayahnya dan mendapati panco presto dg 3 nama di kertas catatan. Hong Kangjoo, Moon Okbong, Myeong Bora.
Kenapa tiga nama ini? Apa yg hendak diinginkan ayahnya?
Nah Yeongo mulanya ketemu dg Kangjoo. Diajakin nyari Okbong dan Bora.
Imo Entah kenapa ceritanya kayak aneh aja, kayak gak ada teka teki.
Lalu Yeongo juga ditelpon oleh Miji krn ada kesalahan di Soal2 bahasa korea di mana Yeongo sbg editornya.
Aku pikir pencarian ketiga nama itu akan dramatis atau gimana, ternyata mereka dipertemukan krn satu hal : pernah kehilangan dg orang terdekat mereka.

Lalu ada Gong Miji, gadis SMP yg tidak mau lanjut SMA sampai harus bertengkar dg ibunya. Di apartemennya dia bertemu dg Boci, kakek Duchul, Dorothy dan Beomsoo.
Kita bakalan tahu kalau Miji gak mau ngelanjutin sekolah bukan krn dibully, tp entah aneh aja memang.
Lalu Miji digambarkan anak agak aneh dg banyak tugas yg bikin dia seorg detektif tp pembawaannya ceria, aku lumayan suka.

Kita semua penuh dg drama kehidupan masing2. Kita merasa kesepian dg cara yg berbeda.
Baik Yeongo maupun Miji, mereka berdua sebenarnya memang kesepian.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Arutala.
506 reviews1 follower
April 5, 2024
Sampul bukunya lucu. Dari sebuah panci presto yang diletakkan di pintu luar kediaman mendiang ayahnya, Yeongo memulai petualangannya menjumpai orang-orang yang penting bagi perjalanan hidup gadis itu.

Alih-alih cemas putrinya tak punya teman, Hoseok sampai meminta seseorang untuk selalu menelpon Yeongo.

Alhasil, pertemuan dengan Miji, Bora-sang bibi, guru Hong, dan Okbong, telah menjadikan Yeongo gadis yang paling beruntung dan tidak sempat kesepian lagi karena selalu disibukkan dengan interaksi mereka.

Novel ini secara sederhana menunjukkan bahwa manusia pada dasarnya butuh terdistraksi pikirannya agar sibuk dan tak merasa sendirian.

Satu-satunya kesepian secara harfiah hanya ada pada Kakek Duchul yang sedih memikirkan mendiang istrinya yang kedinginan di makam.
Profile Image for akusipeminatbuku.
264 reviews33 followers
January 30, 2024
"Tiap persimpangan hidup, tiap saat darurat dalam kehidupan, pertanyaan-pertanyaan berbaris bak ranjau meminta untuk segera dijawab."

O Yeongo, seorang wanita berusia 33 tahun. Bekerja sebagai editor di sebuah syarikat penerbitan buku. Sering sibuk dengan kerja-kerjanya seperti tiada perkara lain lagi. Ibunya sudah meninggal dunia. Sejak itu dia dan bapanya tinggal berasingan dan amat jarang berhubung. Sebahagian kerana dia menyalahkan bapanya atas kematian ibu. Satu hari, dia menerima berita, ayahnya meninggal dunia. Kini, dia sudah tidak ada siapa-siapa lagi yang dekat dengannya. Ketika mengemas barang-barang peninggalan, dia menemui periuk yang sering ibunya gunakan untuk memasak dan sebuah buku nota.

Dalam cerita ini, kita akan dibawa mencari apakah kisah disebalik nama-nama yang dicatatkan dalam nota itu. Ketika Yeongo masih ragu-ragu, nama pertama dalam daftar itu Hong Kangjoo menelefonnya. Maka bermulalah kisah pencarian itu. Untuk Yeonjo, dia ingin memahami bagaimanakah wajah sebenar ayahnya. Siapakah ayahnya di mata orang-orang yang mengenalinya dengan rapat. Jadi kita akan berkenalan dengan mereka satu per satu dan bagaimana akhirnya mereka ini memberi kesan dan membentuk kehidupan yang lebih baik untuk Yeongo.

Keseluruhannya, cerita ini tidak buruk. Mungkin ada beberapa bahagian yang sedikit rumit, seperti kata Hong Kangjoo kepada Yeongo - "Sepertinya lebih rumit dari yang terlihat."
Profile Image for Hanyiezd.
138 reviews
November 23, 2022
I love this book. Tulisannya seperti mengalir dan perkataannya lucu juga menarik.
Aku harap, kalian bisa membaca buku ini walau sebentar. Karena kita semua pasti pernah merasakan kesepian.
Profile Image for Meg ✿.
110 reviews
July 28, 2025
"Mengenal orang memang sulit. Iya, kan? Tapi lebih sulit memahami. Entah memahami orang lain, atau bahkan diri sendiri."

Ternyata itu dialog Gong Miji ke ibunya yang maksa Miji buat lanjut ke SMA sepulang mereka dari acara kelulusan. Dari awal kemunculan sosok Gong Miji yang mantap buat nggak lanjutin sekolah dan udah bangga sebagai lulusan SMP langsung bertanya-tanya apa penyebabnya. Padahal kalo dari background keluarga dia tergolong mampu, since ibunya—Nyonya Shin—punya resto ayam goreng, jadi nggak mungkin masalah biaya. Semakin dibaca ke belakang akhirnya ketemulah jawabannya.

Gong Miji ternyata punya semacam 'trauma' tentang sekolah dan relasi pertemanan. Yup, dia pernah ngalamin bullying karena (I could say) rasa iri dari teman yang pernah akrab sama dia—idk di buku cuma disebut M. Singkatnya, waktu SD M ini pernah 'ngibul' kalo dia punya saudara seorang idol, bilang kalo dia nggak bisa jadi idol juga karena bakatnya udah diambil sama sepupunya. Dan, Gong Miji, si asbun ini tanya "Gimana caranya ngerebut bakat? Emang itu barang?". Berawal dari situ lah M ini mulai nggak suka sama Miji dan berlanjut sampai SMP. Setiap M dapet masalah pasti nama Gong Miji kebawa dan temen-temennya yang awalnya bingung jadi ikut 'percaya'. Hal itu yang bikin Miji kesulitan dapet temen dan merasa 'nggak sanggup' buat lanjut ke SMA—karena kecemasan yang dia pendam masih 'di sana' dan belum hilang; karena ketakutan akan kejadian nggak enak itu selalu menghantui dia.

The way I talk about Miji a LOT lol, yet the main character here was O Yeongo.

O Yeongo, mba-mba umur 30an, yatim piatu, kerja di penerbit buku, yang dapet warisan panci presto dari mendiang ayahnya. Di dalam panci ini ada notes yang ditujukan buat Yeongo, isinya cuma tiga nama orang dan nomor kontaknya;
1) Hong Kangjoo: Guru matematika honorer di SMP Saebyeol—SMP tempat ayahnya Yeongo kerja jadi satpam;
2) Moon Okbong: pemilik resto kimbab di deket SMP Saebyeol;
3) Myeong Bora: bibinya Yeongo dari ibu.

Ketiga tokoh ini punya kisah tersendiri yang sedikit banyak memengaruhi kehidupan Yeongo. Guru Hong yang pernah dipinjami uang receh sama ayah Yeongo waktu beli kopi instan; Nenek Okbong yang merasa berutang budi karena anak angkatnya yang kabur dan mau suicide—Jeong Deokbae—ditolong ayah Yeongo; dan Bora, bibi yang sempat hilang kontak, selalu diperlakukan dengan baik sama ayah Yeongo.

Selain itu, ada Kakek Duchul dan kucing caliconya—Boci—yang tinggal di apartemen sebelah Miji. Kakek yang selalu 'merepotkan' Miji dan diam-diam punya cerita pelik juga. Kakek yang nggak akur dengan anak perempuannya sendiri—walau sebenarnya masih ada rasa sayang dan rindu. Begitu pun dengan si anak perempuan dan cucu laki-lakinya—Dorothy dan Ki Beomsoo.

Banyak hal yang personally aku ngena banget dari buku ini. Dari kisah Guru Hong yang merasa kalah dari mendiang kakaknya yang jadi anak favorit orang tua karena selalu sempurna dalam segala hal, dan itu bikin seorang Hong Kangjoo merasa cuma jadi anak bonus *wow soo relate lol. Gong Miji yang ngalamin bullying dan susah dapet temen, tapi nggak bisa cerita apa-apa ke orang tuanya karena pasti cuma dianggap masalah sepele *again, relatable. Hubungan love-hate antara Yeongo dan ayahnya *aduh. Kakek Duchul dan anak perempuannya yang nggak bisa saling ngungkapin perasaan dan kepedulian satu sama lain alias peak tsundere behaviour.

Menurutku buku ini cocoknya dibaca kalo lagi 'tenang'. I mean, not in a rush to finish it asap, karena begitu sampai di akhir aku menyadari kita kayak diajak buat merenung dan nyoba memahami posisi semua tokoh di dalamnya. Alurnya yang lambat memang akan bikin pembaca di awal mikir "Ini sebenernya mau bahas apa sih? Mau dibawa ke mana??"—jujur aku sempat skip dan baca buku lain dulu karena emang bosen XD—tapi ternyata pas beneran ngasih fokus buat lanjutin baca buku ini... duh, ngena! Idk ini karena aku termasuk manusia kesepian jadi bisa relate dan dapet 'feel' yang coba disampein atau gimana haha, but seriously buku ini deserve dikasih kesempatan buat dibaca at least satu kali buat temen merenung perihal kesepian.

*NB: masukin buku ini ke rak 'I cried' bukan karena kisah tokoh-tokohnya—yes, they all are relatable but the writer's note hits different bro <3
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for wulan.
246 reviews7 followers
September 23, 2024
jujur tadinya aku kira ini buku nonfiksi, tapi ternyata bukan. dan gak biasanya juga asian lit masuk paketan fiksi, tapi ternyata masuk. ceritanya ... hangat banget 🥹

o yeongo adalah perempuan berusia 33 tahun. ibunya sudah meninggal. saat itu, berat badan ibunya hanya 33 kg. yeongo benci angka 33. di umurnya yang ke 33, ayah yeongo meninggal.

sang ayah meninggalkan panci presto tua yang di dalamnya terdapat sebuah buku catatan. di dalam buku itu hanya ada 4 nama, o yeongo, hong kangjoo, moon okbong, dan myeong bora.

sepanjang cerita kita akan mengikuti yeongo mencari (atau justru dicari) orang orang tersebut. orang orang tersebut seperti dititipkan sang ayah untuknya. agar sang anak tidak kesepian.

secara selang seling, satu bab akan menceritakan o yeongo, satu bab akan menceritakan gong miji. gong miji adalah siswi kelas 3 SMP. tapi dia gak mau lanjut SMA dan dia punya alasan tersendiri.

sepanjang cerita kita akan ikut mengamati kisah gong miji yang tinggal dengan ayahnya di sebuah apartemen. nantinya kita akan bertemu dengan kakek duchul, yang tinggal bersebelahan dengan gong miji.

nah, apa hubungan gong miji dan o yeongo? lebih seru kalau kalian tau setelah baca sih daripada aku kasih tau duluan 🤭

karena pakai sudut pandang orang ketiga serba tahu, kita sebagai pembaca juga jadi mengetahui banyak hal seperti perasaan para tokoh. menurut aku seru banget bisa menyelami pemikiran mereka.

mungkin memang ada beberapa hal yang kurang aku pahami. penulis menggunakan arti literal dari kata kata berbahasa korea, juga perumpamaan dan peribahasa korea. yang tentunya gak terasa familiar kecuali kita mendalami bahasa dan budaya korea.

meski begitu, aku sangat menikmati perjalananku membaca buku ini. aku juga suka banget dengan gimana interaksi antar tokoh digambarkan.

buku ini dengan mudahnya masuk ke jajaran comfort book aku sih 🥹 cocok banget dibaca saat kamu merasa lelah.
Profile Image for Meta Morfillah.
669 reviews23 followers
November 27, 2025
Judul: Adakah orang yang tidak kesepian di dunia ini?
Penulis: Ha Yooji
Penerbit: Bhuana Sastra
Dimensi: 18 bab epub, cetakan pertama 2022, edisi digital RBK & ipusnas
ISBN: 9786230408977

O Yeongo merasa aneh menyadari ia sendirian di dunia ini setelah ayahnya meninggal. Meski ia pun tak dekat dengan ayahnya, tapi kenyataan ia tidak memiliki siapa-siapa membuatnya merasa kesepian. Sebuah buku bertuliskan namanya dan nama 3 orang di baris bawah, yang disimpan di dalam panci presto tertutup menjadi peninggalan sang ayah. Dari sana, ia mencaritahu siapa saja ketiga orang itu, apa hubungan mereka dengan diri dan keluarganya. Perjalanan itu membuat ia menemukan jawaban atas banyak hal dan merenungi kembali sikapnya selama ini pada ayah dan ibunya.

Awal membaca, kukira buku ini nonfiksi pengembangan diri. Sebab judulnya menyiratkan topik serius. Ternyata fiksi dengan tema yang bikin hati hangat. Di awal aku agak bingung dengan hubungan O Yeongo dan Gong Miji. Tapi di akhir baru terjawab benang merah mereka. Bagai jalinan benang yang memutar. Meski tidak dijelaskan detail tentang ayah dan ibunya O Yeongo, justru aku merasakan beban sebagai orangtua pada mereka lebih kuat dibanding rasa kesepian O Yeongo dan Miji. Pada akhirnya, orangtua selalu berusaha kuat demi sang anak. Mereka selalu bangga dan tak henti mengawasi meski tak bisa diutarakan. Sayangi ayah ibu, ya!

Cocok dibaca untuk kamu yang suka novel reflektif tentang hidup dan kesepian.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #adakahorangyangtidakkesepiandiduniaini #hayooji #metamorfillah #fiksi
#kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #jagoankomplek_november #ShareYourBookReview #GramediaEmeraldBintaro #GiveawayBukuGramedia
Profile Image for Verena.
83 reviews3 followers
December 8, 2025
apa yang tertuang dalam buku ini memang cukup relate dengan kehidupan saat ini. it's what I felt these days, lonely and people reach me out, but now they got tired and all. so it was best if we go out and talking to our friends, make a new one if you don't got any, make friends with younger one tho cherised, make one with the older to get to know more about how this world running. but before you tried to understand them, make sure you know you self enough, that's the important one. be good, be kind, and be loved. xoxo, huggies sweethearts. 🤎
1 review
Read
August 22, 2024
Saya hindari tulis rating karena selera baca menurut saya sgt individual. Tapi membaca buku ini adalah kali kedua saya baca novel Korea. Novel.pertama sangat bagus, dan saya coba beli pengarang dan judul lain. Entah karena terjemahannya atau alur cerita yang saya kurang cocok, tapi saya menyerah baca di 40 halaman pertama. Cukup membosankan dan tidak ada alur yang membuat menunggu2 baca halaman berikutnya.
Profile Image for Nadine With an E.
3 reviews
December 15, 2025
Seperti apa yang penulis Ha Yooji katakan pada akhir buku ini, aku adalah Yeongo sekaligus Miji. Pada akhirnya aku adalah kita semua. Buku ini benar-benar karya yang ditulis dengan suka hati, sangat indah walaupun aku membaca versi terjemah nya. Aku jadi membayangkan membaca buku ini versi bahasa aslinya, pasti lebih indah.
Profile Image for Sherliana Arung  Tasik .
9 reviews
March 24, 2025
bukunya agak membosankan tapi ceritanya lebih relate untuk realita yang ada disekitar kita sekarang, tidak ada yang spesial dan hanya bergerak seperi itu-itu saja.
Displaying 1 - 21 of 21 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.