Miki Rodan merasa, banyak hal dalam hidup ini merupakan impian semusim belaka. Misalnya, cintanya pada Nina dan cita-cita kedua anaknya untuk masuk seminari. Tapi ternyata dia keliru. Semua itu bukan impian semusim. Realita itu disadarinya saat dia tengah berjuang melawan penyakitnya yang fatal. Belum cukup derita ini, kedua anaknya juga mau meninggalkannya.
Miki sengaja merahasiakan penyakitnya, tapi Nina diam-diam mencari tahu. Dan dia kini bertanya-tanya apakah Tuhan mau menghukumnya dengan mengambil suami serta kedua anaknya dari sampingnya? Miki sudah di ambang maut. Sebagai usaha terakhir, dokter menyarankan agar dia dibawa ke Amerika. Miki menurut walau dia sudah tidak berharap lagi. Dia sudah divonis mati.
Nina makin bingung. Betulkah Tuhan mau menghukumnya? Ataukah Dia benar-benar Maha Pengasih dan Maha Pengampun? Kebenaran apakah yang akan ditemuinya dalam hidupnya?
Marga Tjoa (born 27 January 1943) is an Indonesian popular romance and children's literature writer better known by the pen name Marga T. One of Indonesia's most prolific writers, she first became well-known in 1971 for her serial Karmila that was published as a book in 1973 and later made into a film.
Buku ini boleh dibilang adalah cinta pertamaku. Aku masih ingat aku membaca buku ini secara sembunyi-sembunyi sewaktu masih SMP. Aku menemukannya terbengkalai di rak tanteku yang saat itu masih SMA. Buku apa ini pikirku, yang pada saat itu masih gila2nya membaca Trio Detektif dan semacamnya. Wah ternyata ada cinta-cintaan. Dan aku merasakan apa yang tidak pernah aku rasakan sewaktu membaca Trio Detektif. Hati rasanya seperti tertusuk sembilu sewaktu tokohnya merana. Oh, ini ternyata yang namanya cinta...
Seperti halnya hampir semua novel karangan Marga T, novel ini dimulai dengan ceria dengan cerita anak SMA, yang kemudian meneruskan kuliah (umumnya di kedokteran sesuai dengan latar belakang sang penulis). Begitu mulai lulus kuliah dan kerja dan kawin, biasanya tragedinya dimulai. Marga T kupikir cukup piawai dalam mengaduk2 perasaan pembacanya. Kita jadi larut dalam perasaan sang tokoh.
Satu hal yang spesial di novel ini adalah pergulatan sang tokoh utama. Ia adalah seorang cewek manis yang sejak semula bercita2 menjadi seorang suster (biarawati, bukan perawat). Di tengah kemelut hidup, akhirnya ia harus melepas cita-citanya dan menikah dengan pria pilihan orang tuanya, seorang laki2 yang mencintainya dengan tulus hati sejak semula. Well, apakah semuanya akan berakhir bahagia?
Novel yang kubaca adalah yang edisi pertama, yang berakhir tragis, namun juga bitter-sweet. Belakangan edisi ini direvisi karena banyak protes dari pembaca, katanya sih... Yang covernya dipampang di sini adalah cover edisi revisi, dengan happy ending. Tapi aku tetap lebih suka yang edisi pertama dengan sad ending (or happy ending, depends on your point of view). Aku masih ingat sewaktu aku menangis saat membaca lagu di bagian terakhir. Well, a very memorable memory...
Aku baca buku ini hampir 30 tahun yang lalu. Pada waktu itu belum banyak buku-buku Indonesia yg berupa fiktif populer. Seperti biasa kekuatan dari Marga T adalah alur percakapannya yg ringan, detil tapi menyentuh serta tidak membosankan. Buku ini menggambarkan, bagaimana orang yg dekat Tuhan dapat memiliki kehidupan yg begitu indah, walaupun harus melalui beberapa keputusan sulit. Akhirnya Tokoh utamanya, Nina mencapai mimpinya dengan cara yg sama sekali tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Be careful with your wish, you would get it one day.
Rasanya tuh kayak ga mau pisah sama kisah Nina Miki. Berasa kayak liat ending drakor. Bahagia akhirnya mereka happy ending. Tapi sayang bakal berpisah sama mereka. Ga seperti sebelumnya yang curi² waktu buat mengindera kisah mereka.
Paket komplit lah ini. Sebentar dibuat tertawa lalu setelahnya sedih dan bertanya eh selanjutnya dibikin happy lagi. Gitu terus sampe halaman terakhir.
Jokesnya juga bahasa jawa dan tingkah aneh yang biasa terjadi saat aku sekolah juga pernah mereka lakukan. Berasa ada koneksi.
Asli sih dua hari ini bener² dibuat melihat kisah orang lain, bermasyarakat. Memanusiakan manusia. Bener² diajak buat merenungkan adanya perbedaan. Memang perlu diasah lagi sih, tapi perspektif dari sara lain yang disajikan di "Bukan Impian Biasa" dan "Bintang Dini Hari" ini bener² nambah perspektif baru buat ngurangin tabiat rasis yang rasanya udah terbangun. Aku harap bisa merekonstruksi ulang. Aamiin.
Benarlah para pecinta itu yang memproklamirkan diri beragama "Cinta" Hidup jadi lebih indah
God bless you, Ibu Marga T dan Ibu Maria A. Sardjono.
Edisi yang di perbarui. Sepertinya seharunya si Miki meninggal karena penyakit Hodgins-nya, tapi kata Bu Marga, para pembaca ingin diubah endingnya. Jadinya happy ending deh.
Cerita dari buku ini buat gue sedih, dan yang terjadi di alam buku itu seperti kisah nyata yang gak cuma cinta melulu, tapi dari segi cinta keluarga hingga perekonomian pun ada.
Pertama kalinya baca tulisan Marga T dan ternyata jauh beda sama tulisan Ibu Dokter yang tersohor itu (baca: Mira W). Biarpun alur ceritanya klise, tapi dialognya jenaka. Sukak.
Adakah orang yang memiliki kemurnian seperti seorang bayi yg baru lahir sehingga dia mau mengorbankan keinginannya sendiri hanya utk membahagiakan orang lain? Ada. Nina salah satunya.
Bersekolah di sekolah berasrama khusus putri, Nina dikelilingi teman-teman wanita yang baik tapi memiliki riak-riak kenakalan remaja. Tapi dia paling dekat dengan Ita, seorang gadis berada yang terkadang manja, tapi baik hatinya. Ita sangat menyayangi Nina, dan berniat menjodohkan Nina dengan kakaknya, yang berhati dingin terhadap wanita tapi baik hati, Miki. Tapi itu rasanya tidak mungkin, karena Nina adalah seorang wanita yang tidak pernah memikirkan pria, dirinya hanya utk Tuhan, dan dia telah memutuskannya, nanti setelah lulus sekolah dia akan masuk biara.
Tapi apa yang kita rencanakan terkadang tidak sejalan dengan apa yg digariskan bagi kita. Dan pada saat tertentu, kita harus memikirkan diri orang lain dan mengorbankan keinginan sendiri. Karena mungkin pengorbanan kita tersebut malah membawa kita lebih dekat dengan Tuhan.
Di tengah krisis ekonomi yang menimpa keluarganya, Nina harus melupakan impiannya utk menjadi biarawati dan dia menemukan Miki sebagai satu-satunya orang yang mampu menolong dengan tulus dan tanpa diduga, jalan yang semula dianggap sebagai pengorbanan, malah membawa Nina ke kebahagiaan dan pelayanan sejati, karena mencintai dengan sepenuh hati dan memberikan keturunan yang berbakti juga adalah salah satu bentuk pelayanan.
Dan setelah menempuh hidup berumah tangga selama belasan tahun, Nina harus menghadapi kenyataan yang membuatnya berpikir, apakah ini hukuman Tuhan baginya ?
buku yang gak pernah bikin gw bosan...emang terbitan jadul banget..tapi ceritanya itu bikin ngelekat banget dech..kalo ga percaya coba aja cari bukunya n baca ndiri..tp gw g yakin ada lagi ga y?? kisah seorang gadis biasa yg mungkin klo hidup di zaman sekarang dia gak bakal tahan..dunia makin kacau sedang dia bertahan untuk menjadi gadisnya Tuhan..sounds too idealis for now..tp coba aj ikutin pergumulan2nya..bikin lo semua terhanyut.. mungkin aja Tuhan memang mengkhendaki yang ditakdirkan menjadi milikNya takkan pernah lari, tapi jalan Tuhan tidak dapat diselami manusia dengan akal logikanya semata..intinya berserah aj, Tuhan tahu isi hati dan permohonanmu..Ia akan jalankan semua rencanaNya untuk hidupmu indah pada waktunya... lovely book ever after..
One of some books that I read when I just entered teenager age. It was (at least to my opinion back then) a very romantic and well-literatured story. I don't know why; when I read it, I could feel I was "floating" and my mind was wandering away