Adakah orang yang memiliki kemurnian seperti seorang bayi yg baru lahir sehingga dia mau mengorbankan keinginannya sendiri hanya utk membahagiakan orang lain? Ada. Nina salah satunya.
Bersekolah di sekolah berasrama khusus putri, Nina dikelilingi teman-teman wanita yang baik tapi memiliki riak-riak kenakalan remaja. Tapi dia paling dekat dengan Ita, seorang gadis berada yang terkadang manja, tapi baik hatinya. Ita sangat menyayangi Nina, dan berniat menjodohkan Nina dengan kakaknya, yang berhati dingin terhadap wanita tapi baik hati, Miki. Tapi itu rasanya tidak mungkin, karena Nina adalah seorang wanita yang tidak pernah memikirkan pria, dirinya hanya utk Tuhan, dan dia telah memutuskannya, nanti setelah lulus sekolah dia akan masuk biara.
Tapi apa yang kita rencanakan terkadang tidak sejalan dengan apa yg digariskan bagi kita. Dan pada saat tertentu, kita harus memikirkan diri orang lain dan mengorbankan keinginan sendiri. Karena mungkin pengorbanan kita tersebut malah membawa kita lebih dekat dengan Tuhan.
Di tengah krisis ekonomi yang menimpa keluarganya, Nina harus melupakan impiannya utk menjadi biarawati dan dia menemukan Miki sebagai satu-satunya orang yang mampu menolong dengan tulus dan tanpa diduga, jalan yang semula dianggap sebagai pengorbanan, malah membawa Nina ke kebahagiaan dan pelayanan sejati, karena mencintai dengan sepenuh hati dan memberikan keturunan yang berbakti juga adalah salah satu bentuk pelayanan.
Dan setelah menempuh hidup berumah tangga selama belasan tahun, Nina harus menghadapi kenyataan yang membuatnya berpikir, apakah ini hukuman Tuhan baginya ?