Ada yang patah di dalam, tapi terlihat tanpa cela dari luar. Dan, ketika Leta mendekat seolah berharap bisa menyembuhkan meski telah berkali- kali didorong menjauh, salahkah kalau gue melakukan segala cara supaya dia bisa lihat bahwa gue jauh dari sosok sempurna dalam bayangan dia? Bahwa hati gue udah dibawa seseorang dan yang tersisa kini hanya lubang hampa yang menganga? Rencana itu awalnya lancar-lancar saja, sampai gue sadar ada yang perlahan berubah. Dalam cara gue ngelihat dia. Dan, menghindar kayaknya enggak bisa lagi jadi jalan keluar.
LETA
Terus berjuang sampai dapat. Keras kepala udah jadi nama tengah gue sejak lama. Him selalu ada dalam rencana masa depan gue dan waktu impian terbesar gue buat milikin dia terwujud, seharusnya gue bahagia, ‘kan? Kenyataannya enggak. Karena meski dia ngajak pacaran, bukan berarti dia melibatkan perasaan. Dan, gue terlalu menghargai diri sendiri untuk ngebiarin hati gue dia injak lagi dan lagi. Haruskah, untuk kesekian kalinya, gue nyerah? Kali ini untuk selamanya?
Hanya seorang penikmat fiksi yang gemar mengkhayal. Pecinta nasi goreng yang juga moody-an, dan si pemalas yang gemar bekerja keras. Bisa diajak ngobrol lewat instagram @despersaa
Rasanya seneng banget dalam sehari bisa namatin 2 buku dari trilogi Dia.Lo.Gue ini! Yuhu!
Yah.. walaupun bacanya mulai buku ke-2 karen saya nggak punya buku pertamanya. Tapi rasanya tetep puas kok karena tau akhir dari relationship para tokoh di series ini.
Fallen Gladly, bercerita tentang Shaleta alias Leta yang naksir berat Ahimsa alias Him. Leta sudah menyukai Him sejak SD, namun sejak itu pula Him anti dengan Leta. Baginya Leta adalah penggangu. Selalu nempel, suka menggombal dan cengar-cengir tidak jelas. Bahkan gadis itu selalu blak-blakan mengenai perasaan kepada Him yang justru membuat cowok itu risi. Him yang muak pun mengajak Leta berpacaran demi menunjukan bahwa hubungan ini tidak akan mulus dan Leta tidak pantas dengan Him. Namun apa jadinya jika Him menjilat ludahnya sendiri? Ketika Him mulai menyukai Leta gadis itu justru menjauh dan pergi ke Australia untuk waktu yang sangat lama.
Yup, tropenya masih mirip seperti buku ke-2 nya atau mungkin sama buku pertamanya juga, tentang cewek yang ngejar-ngejar cowok, tapi cowoknya nggak suka terus lama-lama jatuh cinta. Love-Hate Relationship gitu lah.
Cuma bedanya ML nya nggak naksir cewek lain, jadi nggak ada orang ketiganya. Cerita fokus ke development hubungan Leta dan Him aja.
Saya pribadi memang suka novel dengan tema seperti ini. Benci jadi cinta, saya suka ketika para cowo menjilat ludahnya sendiri dan balik mengejar cewek yang dulu mengejar-ngejarnya, rasanya lucu aja gitu.
Saya suka Him. Tapi menurut saya karakter dia terlalu tiba-tiba gitu loh. Mendadak jadi suka Leta tanpa sebab yang jelas. Karakter dia yang dinginya minta ampun mendadak jadi bucin banget. Karakter utama dia yang pendiam, irit bicar itu kay hilang. Kaya ganti tokoh justru. Yah walaupun saya seneng juga karena Him akhirnya bisa menghargai Leta sih karen jujur aja saya nggak begitu suka sama Him pas awal-awal karena di kejamm banget wkwk.
Untuk karakter Leta sendiri saya fifty-fifty. Nggak suka karena dia kaya bocah. Iya, nggak tau kenapa ya saya nggak suka baca novel yang tokohnya memanggil nama untuk dirinya sendiri. "Leta kan ini", "Leta kan itu" hisss kaya ngomong sama anak TK, bikin geli. Kalau mau gue-lo ya gue-lo aja sekalian semuanya gitu looh. Yang saya suka dari Leta adalah dia tau apa yang mau dituju, apa yang harus diprioritaskan, dia tau bidang mana yang dia kuasai dan dia dengan yakin bisa meraih itu.
Overall saya cukup suka sama novel ini, menikmati setiap momentnya. Saya suka sikap Him yang akhirnya bisa menghargai Leta, saya juga sangat amazed dengan kesetiaan cowok itu. Juara deh pokoknya! Nunggu 7 tahu lebih loh! Apalagi pas ngaku cinta di depan keluarganya. Luar biasa buat seseorang yang dinginya kaya es batu. T.T
Oh iya, saya suka sama epilognya! Lucu aja gitu wkwkw. Apalagi ada trio Milo, Mauve dan Raven jadi tambah rame. Udah bertahun-tahun tapi sikap Raven masih gitu aja, ngeselin tapi bikin gemezzz. Dan speacless banget waktu tau Milo masih pacaran sama Mauve! Gila udah 8 tahun aja mereka pacaran! Dari kelas XI booo. Setia banget si Milo wkwkw.
Tapi kasian juga Aruna sama Raven kagak ada berita punya pasangan dari jaman SMA dulu wkwk.
Setelah sekian lama ngantri di iPusnas, trus sempat kesal dengan app iPusnas yang error, akhirnya bisa pinjam.dan baca buku ini.
Saya sempat bertanya-tanya saat selesai membaca buku #1 dari series ini, mengapa Ahimsa a.k.a Him mendapat dua porsi novel, tapi FL-nya berbeda. Dan rasa penasaran saya terjawab saat akhirnya bisa membaca buku #3 ini.
Leta sudah menyukai Him sejak mereka masih kecil. Dia bahkan terang-terangan mengejar Him, sampai Him muak dan jengah karena kelakuan gadis itu. Leta patah hati saat Him memperkenalkan Claudia sebagai pacarnya di acara ulang tahun Aruna. Namun, setelah dia mendapat kabar kalau Claudia meninggalkan Him dan kini Him menjadi jomlo, Leta kembali bersemangat untuk mengejar Him.
Him lantas menembak Leta, dan membuat Leta terkejut karena selama ini diabaikan. Leta tentu saja menerima dan senang menjadi pacar Him, meski dia masih belum yakin Him menyukainya. Bahkan ketika Him bertingkah aneh dan tidak seperti yang Leta kenal, Leta tetap denial. Sampai akhirnya Leta mengetahui niat Him yang sebenarnya ketika meminta Leta menjadi pacarnya.
Novel ini sebaiknya dibaca setelah membaca buku#1 dari series ini. Perubahan karakter Him dan Leta sangat terasa. Saya lebih menyukai Him #3 daripada Him#1, tapi tentu saja kejadian yang dialami Him #1 membuatnya menjadi lebih baik. Kalau dulu Him sangat muak dengan Leta, ternyata dia melihat dirinya sendiri di dalam sosok Leta. Dia yang dulu mencintai habis-habisan secara sepihak, ingin menyadarkan Leta dengan caranya sendiri. Tapi Him termakan karma-nya.
Saya juga suka alur cerita yang lebih mengalir di buku #3 ini. Bucinnya Leta yang kemudian berganti menjadi bucinnya Him. Perjuangan Leta yang beralih ke perjuangan Him. Sedikit berharap masih ada kelanjutan kisah rombongan ini, karena di novel ini ga ada epilog, tapi ditutup dengan prolog. Mungkin kisahnya Aruna dan Raven?
Sebelum terbit versi cetaknya aku pernah baca cerita ini di wattpad tapi enggak sampai selesai. Fallen Gladly bercerita tentang Leta yg menyukai Him dari sejak SD. Leta bersahabat dgn tetangganya, Aruna, yg notabenenya adalah adik Him. Alhasil Leta sering banget main ke rumah Aruna, entah itu untuk bermain dgn Aruna atau mencari Him.
Berbanding terbalik dgn perasaan Leta, Him enggak suka dgn Leta dan menganggapnya sebagai pengganggu yg suka gombal dan genit. Tapi Leta ini gigih bgt, bahkan sampai SMA dia masih aja kekeh deketin Him. Pokoknya beneran definisi dari aku akan mencintaimu sambil ugal-ugalan 🤣
Sampai pada akhirnya di suatu sore pas Leta dianterin pulang dari kampus sama seniornya, tiba-tiba Him ngajak Leta pacaran. Nah loh kaget nggak tuh Leta jadinya 😂 Tapi ternyata ada alasan lain mengapa Him melakukan hal itu. Jadi apakah pada akhirnya Him akan luluh dgn segala upaya Leta? Apakah Leta akan tetap bertahan atau malah menyerah?
Sepanjang membaca buku ini perasaan aku nano-nano banget, gemes, kesel, gereget, ngakak, sedih. Awalnya agak kesel sama Him, udah cuek, jutek, nyebelin lagi. Dasar gamon 🤕 Leta nya juga enggak sadar-sadar kalo Him ga suka sama dia. Tapi untungnya semakin lama Leta makin sadar kalo dirinya lebih berharga dan berhak mendapatkan yg lebih baik.
Aku terhibur banget baca buku ini. Alurnya pas, konfliknya ringan, narasinya asik dan ngalir diselingi humor khas kak Despersa. Para karakternya juga cukup realistis.
Salah satu insight yg aku dapat adalah belajar untuk membedakan antara kegemaran dan keahlian. Hobi untuk refreshing. Tapi keahlian harus terus diasah agar bisa digunakan untuk menghidupi diri sendiri.
Sebenarnya ini adalah buku ketiga dari series Dia-Lo-Gue dan sepertinya aku akan baca 2 buku lainnya karena cukup penasaran dengan penyebab Him gamon dan kisah cinta Milo.
Aku rekomendasikan buku ini untuk kalian yg butuh bacaan ringan, lucu dan asik.
"Memiliki perasaan suka yang terpendam sejak lama pada tetangga sendiri itu akan seperti apa ya? Akankah kuat melihat dia dengan yang lain? Atau bertahan sampai kamu memiliki kesempatan untuk menyatakan perasaanmu?" - Fallen Gladly Despersa Penerbit Noura Books Edisi Digital, Agustus 2022 39 Bab Baca di Ipusnas - Leta cinta mati pada Ahimsa Wiraguna—Kakaknya Aruna, sahabat yang juga merupakan tetangganya sejak kecil. Awalnya Leta memutuskan untuk menyerah karena Him terlihat bucin pada perempuan yang datang bersamanya juga dielu-elukan sebagai pasangan serasi. Akan tetapi, Leta berubah pikiran ketika dirinya tahu Him ditinggal pergi jauh oleh kekasihnya. Leta seperti menjilat ludahnya sendiri, dan kembali mengejar Him. Definisi udah bucin, apa pun akan dilakukan meski jadinya lebih membuatnya memalukan dan jadi nggak bisa menghargai diri sendiri. - Karena Him merasa gerah dengan tindakan juga sikap Leta yang terang-terangan menarik perhatiannya dan lelah mengingatkan kalau dia nggak suka Leta, pun mengajak Leta berpacaran sambil mengatakan kalau Leta akan lelah pada sikap dinginnya dan berusaha membuat perempuan itu menyerah. Leta tidak peduli betapa dinginnya sikap Him yang sudah jadi kekasihnya, hingga pada satu waktu ada pembicaraan antara Him dan adiknya yang membuat Leta berubah. Kata-kata yang menamparnya sedemikan rupa. Begitu menyakitkan. - Konfliknya sendiri ringan, apalagi tentang cinta bertepuk sebelah tangan yang banyak diangkat jadi tema cerita. Plotnya runut, gaya berceritanya juga cukup asyik. Meski ada beberapa bagian yang menurutku cukup terburu-buru. overall aku suka. Rekomen banget buat teman baca di kala senggang.
"Ingat, bedakan antara kegemaran dan keahlian. Hobi bisa kamu lakukan sesuka kamu, kapan pun kamu mau. Papa juga enggak bakal ngelarang. Tapi, hobi itu cukup jadi pegangan kamu untuk refreshing, biar engak stres. Makanya hobi orang bisa berubah-ubah. Tapi keahlian bukan sesuatu yang bisa kamu tinggalkan cuma karena kamu bosan. Keahlian harus terus diasah. Sesuatu yang bisa kamu tawarkan sebagai jasa dan kamu bisa menghidupi diri sendiri dengan itu. Sesuatu yang bisa bikin kamu mandiri dan enggak bergantung sama orang lain."
(Papa Leta, bab 15)
*
MANTAP! Benar-benar penutup yang sangat manis dan memuaskan dari trilogi serial DIA.LO.GUE. Beneran enggak nyangka, kalau buku yang kusambar secara impulsif di iPusnas (dimulai dengan buku kedua, Taken Slowly, karena aku tertarik sama kover si cewek yang lagi dance cover dan juga karena kesel sama cepat habisnya stok buku-buku terbaru di iPusnas), ternyata malah bikin aku beneran jatuh cinta kayak gini. Kayak ketiban buah khuldi runtuh (habis, kalau ketiban durian, mati, dong!).
Kurasa aku akan membeli versi cetak dari tiga novel ini kalau beneran berjodoh nanti. Buat referensi bikin adegan dan dialog romance yang natural, bikin gemes, dan enggak ngebosenin.
Review lengkap akan ditambahkan nanti. I'm still in ecstasy. Hafuuuh!
Sempet baca wattpadnya, tapi bedanya sama yg versi novel ini lebih balance antara Him dan Leta, konflik ringan tentang romance anak kuliahan, Leta di awal awal agak terlalu cinta, tapi perkembangan karakter dia bagus, cocok dibaca yang engga terlalu banyak untuk mikir, ada beberapa pesan yang bisa diambil dari buku ini, dan banyak hal yang realistis dari konfliknya.
Ceritanya lucu gemes, tipe romance ringan yang konfliknya nggak berat, PU ceweknya ngejar-ngejar si cowo, trus cowonya nyesel. Lucu dehh pokoknya, lumayan bisa dibaca sekali duduk.